You are on page 1of 17

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn.

A SEBAGAI KEPALA KELUARGA


DENGAN GANGGUAN HIPERTENSI

Disusun Oleh :

Novyta Yuningsih

4003160018

PROGRAM STUDI DIPLOMA TIGA KEPERAWATAN

STIKES DHARMA HUSADA BADUNG


I. Data Umum
1. Nama kepala keluarga : Tn. A
2. Alamat dan telepon : Jl. Teuku Umar RT 04/ RW 05 No. 95 Bekasi
3. Pekerjaan KK : Wiraswasta
4. Pendidikan KK : SD
5. Komposisi keluarga dan genogram
No. Nama L/P Hub. dgn Umur Pendidikan
KK

1. Ny. T P Istri 38 tahun SMP

2. Nn. D P Anak 20 tahun PT

3. An. F L Anak 16 tahun SMA


Genogram

: Ny. T
: Nn. D
Keterangan : :: Tn.
An.AF

6. Tipe Keluarga : Nuclear Family ( Keluarga Inti)


7. Suku Bangsa : Sunda
8. Agama : Islam
9. Status sosial ekonomi : anggota keluarga yang mencari nafkah yaitu Tn. A,
penghasilan >Rp.30.000.000/bulan
10. Aktivitas rekreasi klg : setiap satu bulan sekali selalu menyempatkan waktu untuk
rekreasi ke tempat wisata atau pusat perbelanjaan

II. Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga


1. Tahap perkembangan keluarga saat ini
Ada pada tahap VI, yaitu anak pertama sudah dewasa dan sudah keluar rumah untuk
kuliah, dan anak bungsu pun sudah SMA sambil pesantren
2. Tugas perkembangan keluarga yang belum terpenuhi
Tidak ada tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi
3. Riwayat keluarga inti
Riwayat kesehatan Tn. A, Tn. A mengalami hipertensi sudah lama, dan semenjak
menjadi perokok aktif, hipertensi nya sering kambuh, bahkan jika dalam perjalanan
sedang mengendarai mobil.
Riwayat kesehatan Ny. T yaitu Ny. T mengidap asam urat semenjak menginjak umur
30th, biasanya jika Ny. T banyak mengidap sayuran hijau semisal kangkung, telapak
kakinya suka terasa kesemutan, dan kadang dengkulnya merasa cepat pegal. Ny. T
juga mempunyai alergi makanan terhadap seafood, namun akhir-akhir ini jika akan
makan seafood Ny. T perlu meminum obat anti alergi terlebih dahulu.
4. Riwayat keluarga sebelumnya
Riwayat keluarga, Tn. A memiliki hipertensi karena ada turunan dari keluarganya,
hampir semua anggota keluarganya seperti ibunya, kakaknya mengidap hipertensi,
dan riwayat keluarga Tn. A juga kakak-kakak nya meninggal dikarenakan stroke.
III. Pengkajian lingkungan
1. Karakteristik rumah (plus denah)
Rumah Tn. A sudah permanen. Ada 4 kamar tidur, 3 kamar mandi, 1 mushola, dan
dapur. Sudah kepemilikan pribadi, ventilasi sebanyak 12. Setiap ruangan
dimanfaatkan dengan baik, hanya untuk ruang makan jarang dipakai, karena biasanya
seluruh anggota keluarga makan di ruang keluarga sambil menonton tv.

Dapur Mushola WC

Halaman
Ruang Makan & Kamar
Belakang
Dapur Kering 4

Ruang Keluarga
Kamar 3

Ruang Tamu

Kamar 2

Kamar 1

Halaman Depan

2. Karakteristik tetangga dan komunitas RW


Karakteristik tetangga disana, masih individual, karena disana juga tidak banyak
penduduk yang tinggal disana, karena memang di daerah toko, bukan komplek atau
perumahan. Namun di beberapa kesempatan masih ada hubungan baik jika ada acara
besar di sekitar RW tersebut.
3. Mobilitas geografis keluarga
Selama tinggal disana, keluarga tidak pernah berpindah-pindah rumah.
Kurang lebih sudah 20 tahun.
4. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat
Keluarga jarang berkumpul dengan masyarakat disana, karena warga nya juga cukup
individual dan karena factor rumah yang bukan di daerah pemukiman besar.

IV. Struktur Keluarga


1. Sistem pendukung keluarga
Dalam keluarga tersebut, yang biasa selalu menjadi pendukung di kala anak atau
anggota keluarga lain sedang ada dalam masalah yaitu istri atau ibu dari anak-anak.
Karena memang Tn. A jarang menyampaikan secara langsung, terlebih selalu lewat
istrinya.
2. Pola komunikasi keluarga
Pola komunikasi keluarga tidak semua anggota keluarga menyampaikan apa yang ada.
Karena terkadang mereka menyampaikan yang sekiranya ingin disampaikan saja,
sisanya mereka mengatasinya sendiri.
3. Struktur kekuatan keluarga
Kadang keluarga memakai legitimate power/authority yaitu hak untuk mengontrol
orang tua terhadap anak, kadang salah satu anak perlu ada kontrol dari orang tua dan
kadang bisa dengan sendiri. Dan kadang kekuatan yang di pakai juga menggunakan
reward power, karena biasanya anak-anak atau anggota keluarga yang lain lebih bisa
berpikir jernih jika ada harapan ke depannya.
4. Struktur peran
Peran Tn. A dalam keluarga tersebut yaitu sebagai kepala keluarga dan pencari nafkah,
sang istri atau Ny. T sebagai ibu rumah tangga. Dan Nn. D dan An. F sebagai anak
yang masih mempunyai kewajiban untuk bersekolah.
5. Nilai atau norma keluarga
Keluarga tersebut selalu menerapkan prinsip jujur, karena dengan jujur tidak akan
mudah dibohongi orang, dan harus lebih sopan kepada yang lebih tua.

V. Fungsi Keluarga
1. Fungsi afektif : keluarga Tn. A selalu menjaga keharmonisan keluarganya
dengan selalu memperhatikan apa saja yang dibutuhkan oleh anggota keluarganya
2. Fungsi sosialisasi : keluarga Tn. A selalu menjaga kerukunan dalam keluarga,
maupun dengan tetangga di sekitar rumahnya. Dan selalu mengusahakan anak-
anaknya ikut berpartisipasi dalam kegiatan sosial
3. Fungsi perawatan kesehatan: selama Tn. A menderita hipertensi, Tn. A jarang
mengontrol pola makan
4. Fungsi reproduksi : keluarga Tn. A khusunya anak perempuannya Nn. D waktu
pertama kali haid, diberitahu oleh Ny. T agar tidak kaget. Bahwa haid salah satu tanda
anak tersebut sudah dewasa.
5. Fungsi ekonomi : kebutuhan keluarga sudah hampir semua terpenuhi, hanya keluarga
tersebut ada satu keinginan, untuk memiliki rumah di tempat lain, karena agar banyak
tetangga dan dekat dengan masjid atau fasilitas kesehatan yang lain.

VI. Stress dan Koping Keluarga


1. Stressor jangka pendek dan panjang
Stressor yang dimiliki sekarang oleh Ny. T yaitu, agar Tn. berhenti merokok dengan
membatasi rokok per harinya.
2. Kemampuan keluarga berespon terhadap stressor
Setiap ada masalah harus diselesaikan pada saat itu juga, agar tidak berteletele
3. Strategi koping yang digunakan
Setiap ada masalah selalu melibatkan Allah di dalamnya, agar semuanya tetap baik-
baik saja
4. Strategi adaptasi disfungsional
Pada keluarga Tn. A, tidak terdapat adaptasi disfungsional

VII. Pemeriksaan Fisik


N Pemeriksa Tn. A Ny. T Nn. D An. F
o an

.
1. TTV TD : TD : TD : 120/90 TD :
TD : 189/100 130/100 mmHg 120/100
RR : mmHg mmHg RR : mmHg
Nadi : RR : RR : 18x/menit RR :
Suhu : 18x/menit 18x/menit HR 72 18x/menit
:
TB/BB : HR : 80 HR : 76 x/menit T : HR : 70
o
x/menit T : x/menit T : 37,0 C x/menit T
36,7oC 36,8oC TB/BB : 155
: 36,8oC
TB/BB : 160 TB/BB : 150 cm/ 65kg
cm/ 80kg cm/ 70kg TB/BB : 168
cm/ 65kg

2. Kepala Simetris, Simetris, Simetris, Simetris,


(bentuk, lesi, tidak ada tidak ada tidak ada tidak ada
hematoma, luka, tidak luka, tidak luka, tidak luka, tidak
benjolan) ada benjolan ada benjolan ada benjolan ada benjolan
dan dan dan dan
perdarahan perdarahan perdarahan perdarahan

3. Rambut (warna, Warna Warna Warna Warna


kebersihan, hitam, hitam, hitam, hitam,
distribusi, bersih, tidak bersih, tidak bersih, tidak bersih, tidak
rontok, rontok, tidak rontok, tidak rontok, tidak rontok, tidak
alopesia) ada alopesia ada alopesia ada alopesia ada alopesia

4. Mata Simetris, Simetris, Simetris, Simetris,


(simetris, pergerakan pergerakan pergerakan pergerakan
kelopak
bola mata bola mata bola mata bola mata
cepat, pupil cepat, pupil cepat, pupil cepat, pupil
mata, alis, anisokor, anisokor, anisokor, anisokor,
pergerakan sklera putih, sklera putih, sklera putih,
sklera putih,
bola mata,
pupil, sklera) memakai
kacamata (-
2)
5. Telinga Simetris, Simetris, Simetris, Simetris,
bersih, tidak bersih, tidak bersih, tidak bersih, tidak
(simetris,
ada serumen ada serumen ada serumen ada serumen
kebersihan,
serumen, tes
pendengaran
, alat bantu)

6. Hidung Simetris, Simetris, Simetris, Simetris,


(simetris, bersih, tidak bersih, tidak bersih, tidak bersih, tidak
kebersihan, ada nyeri ada nyeri ada nyeri ada nyeri
sekresi, tekan tekan tekan tekan
PCH, polip,
pasase udara,
penggunaan
selang O2 ,
nyeri tekan, tes
penciuman)

7. Mulut (warna Warna Warna Warna Warna


mukosa, merah muda, merah muda, merah muda, merah muda,
simetris, gigi masih gigi masih gigi masih gigi masih
lembab, utuh, lidah utuh, lidah utuh, lidah utuh, lidah
stomatitis, bersih bersih bersih bersih
keutuhan
gigi,, karies,
kebersihan
lidah, palatum,
uvula, sekresi
dahak,
tes
pengecapan)

8. Leher (adanya Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada
pembengkak pembengkak pembengkak pembengkak pembengkak
an, benjolan, an, ROM an, ROM an, ROM an, ROM
nyeri saat
menelan, ROM, aktif aktif aktif aktif
JVP)
9. Dada Simetris, Simetris, Simetris, Simetris,
(bentuk, warna, warna sawo warna sawo warna sawo warna sawo
simetris, matang, matang, matang, matang,
retraksi,
kondisi tidak ada tidak ada tidak ada tidak ada
payudara, retraksi, retraksi, retraksi, retraksi,
benjolan, suara
jantung paru, suara suara suara suara
adanya jantung jantung jantung jantung
pembesaran
dan cairan, dullness, dullness, dullness, dullness,
suara paru suara paru suara paru suara paru
vesikuler, vesikuler, vesikuler, vesikuler,
tidak ada tidak ada tidak ada tidak ada
pembesaran, pembesaran, pembesaran, pembesaran,
tidak ada tidak ada tidak ada tidak ada
nyeri tekan. nyeri tekan. nyeri tekan. nyeri tekan.

nyeri tekan di
jantung
paru)
10 Abdomen Simetris, Simetris, Simetris, Simetris,
. (bentuk, warna, perut buncit tidak ada tidak ada tidak ada
simetris, bekas tidak ada bekas luka, bekas luka, bekas luka,
luka, bekas luka, bising usus bising usus bising usus
distensi, asites, bising usus normal, normal, normal,
bising usus normal, tidak ada tidak ada tidak ada
dan tidak ada nyeri tekan nyeri tekan nyeri tekan
bruit, perkusi nyeri tekan atau nyeri atau nyeri atau nyeri
seluruh
kuadran, nyeri atau nyeri lepas lepa lepas
tekan/lepas, lepas
ketok ginjal)

11 Genital (bentuk, (Klien tidak (Klien tidak (Klien tidak (Klien tidak
. kebersihan, bersedia bersedia bersedia bersedia
pembengkak an, untuk untuk untuk untuk
sekresi diperiksa diperiksa diperiksa diperiksa
cairan, keluhan bagian bagian bagian bagian
saat BAB/BAK, genitalnya), genitalnya), genitalnya), genitalnya),
menstruasi) tidak ada tidak ada tidak ada tidak ada
keluhan saat keluhan saat keluhan saat keluhan saat
BAB atau BAB atau BAB atau BAB atau
BAK BAK BAK BAK
12 Ekstremitas Kuku bersih Kuku bersih Kuku bersih Kuku bersih
(warana,
. dan pendek, dan pendek, dan pendek, dan pendek,
simetris,
deformitas, tidak ada tidak ada tidak ada tidak ada
CRT, turgor
kelainan kelainan kelainan kelainan
kulit, ROM,
reflek) pergerakan, pergerakan, pergerakan, pergerakan,
kekakuan kekakuan kekakuan kekakuan
sendi, ROM sendi, ROM sendi, ROM sendi, ROM
penuh, penuh, penuh, penuh,
Kekuatan Kekuatan Kekuatan Kekuatan
otot 5 otot 5 otot 5 otot 5

VIII. Harapan Keluarga


Harapan keluarga terhadap tenaga kesehatan atau fasilitas kesehatan yaitu, tetap lakukan
tindakan dengan baik, keramah tamahan kepada pasien ataupun keluarga pasien.
Tingkatkan pelayanan agar pasien puas.
VII. Analisa Data
No. Data Etiologi Masalah

1. DO Ketidakmampuan keluarga Defisiensi


pengetahuan
Tn. A Nampak mengenal masalah
kebingungan pada saat kesehatan
ditanya pola hidup seperti apa
yang baik untuk Ketidakmampuan keluarga
merawat anggota
DS keluarga yang
- Selama Tn. A mengalami sakit
hipertensi Tn. A tidak terlalu
memikirkan pola hidup seperti
apa yang cocok
- Ny. T mengatakan tidak
mengetahui nutrisi seperti apa
yang baik untuk
pasien hipertensi

2. DS Ketidakmampuan keluarga Perilaku


kesehatan
Tn. A mengatakan sudah lama dalam
cenderung
merokok, dan hipertensinya jadi perawatan kesehatan beresiko
sering meningkatpun ada factor
Ketidakmampuan
dari merokok, jarang memodifikasi lingkungan
berolahraga

DO
TD : 190/100 mmHg
HR : 89x/menit

VIII. Perumusan Diagnosa


1. Defisiensi pengetahuan
2. Perilaku kesehatan cenderung beresiko

IX. Pembobotan

Diagnosa : Defisiensi pengetahuan


Kriteria Skor Bobot Hasil
1. Sifat masalah 1 2/3 x 1 = 2/3
a. Aktual (tidak/kurang sehat) 3
b. Ancaman kesehatan 2
c. Keadaan sejahtera 1

2. Kemungkinan masalah dapat diubah 2 ½x2=1


a. Mudah 2
b. Sebagian 1
c. Tidak dapat 0

3. Potensi masalah untuk dicegah 1 2/3 x 1 = 2/3


a. Tinggi 3
b. Cukup 2
c. Rendah 1

4. Menonjolnya masalah 1 ½ x 1 = 1/2


a. Masalah berat dan harus segera 2
ditangani
b. Ada masalah, tidak perlu segera 1
ditangani
c. Masalah tidak dirasakan 0

Total 1 5/3

Diagnose : Perilaku kesehatan cenderung beresiko


Kriteria Skor Bobot Hasil
5. Sifat masalah 1 3/3 x1 = 1
d. Aktual (tidak/kurang sehat) 3
e. Ancaman kesehatan 2
f. Keadaan sejahtera 1

6. Kemungkinan masalah dapat diubah 2 ½x2=1


d. Mudah 2
e. Sebagian 1
f. Tidak dapat 0

7. Potensi masalah untuk dicegah 1 3/3 x 1 = 1


d. Tinggi 3
e. Cukup 2
f. Rendah 1

8. Menonjolnya masalah 1 2/2 x 1 = 1


d. Masalah berat dan harus segera 2
ditangani 1
e. Ada masalah, tidak perlu segera 0
ditangani
f. Masalah tidak dirasakan
Total 4

Urutan prioritas diagnose


1. Perilaku kesehatan cenderung beresiko
2. Defisiensi pengetahuan
X. Rencana Keperawatan
No. Diagnosa Tujuan Evaluasi Intervensi
Umum Khusus Kriteria Standar
1. Perilaku kesehatan Setelah dilakukan Setelah dilakukannya Verbal, 1.Hindari merokok, 1. Memberikan penkes
cenderung tindakan kognitif
penyuluhan kesehatan, karena merkok tentang perilaku
beresiko keperawatan
selama 2x 24 jam, keluarga mampu bisa memicu hidup sehat
perilaku kesehatan
merawat pasien, dengan terjadinya kembali 2. Membantu keluarga
cenderung beresiko
teratasi kriteria hasil : hipertensi agar mengetahui
1.Keluarga mampu 2.Mulai makanan dan
mengetahui mengkonsumsi minuman apa saja
bagaimana akibat makanan penurun yang diberikan kepada
jika perilaku hidup darah pasien
yang tidak baik 3.Banyak makan hipertensi
buah-buahan
2.Keluarga mampu
mengaplikasikan
perilaku hidup yang
sehat

2. Defisiensi Setelah dilakukan Setelah dilakukannya Verbal, Hipertensi atau 1. Memberikan penkes
pengetahuan penyuluhan kesehatan, kognitif tekanan darah tingi tentang hipertensi,
tindakan
keluarga mampu adalah kondisi saat meliputi komplikasi
keperawatan mengenal masalah tekanan darah yang akan terjadi
selama 2x
defisiensi hipertensi, dengan berada pada nilai
pengetahuan kriteria hasil: 130/80 mmHg atau
teratasi 1. Keluarga mampu lebih. Kondisi ini
mengetahui apa itu dapat menjadi
hipertensi berbahaya, karena
2. Keluarga mampu jantung dipaksa
mengetahui memompa darah
komplikasi apa saja lebih keras ke
yang akan terjadi seluruh tubuh,
pada pasien hingga bisa
hipertensi mengakibatkan
timbulnya
beberapa penyakit
seperti gagal ginjal,
stroke dan gagal
jantung