You are on page 1of 9

TUGAS IPA

BULAN SEBAGAI SATELIT BUMI

Disusun Oleh :
Nama : Zahva Ayu Saputri
Kelas : IX A
No : 32

SMP NEGERI 5 BATANG


TAHUN AJARAN 2018 / 2019
PENGERTIAN BULAN
Bulan moon dalam bahasa inggris luna dalam bahasa
romawi artemis dalam bahasa yunani adalah satu-satunya satelit alami yang
dimiliki bumi. Jika dilihat dari posisinya bulan adalah benda angkasa yang
paling dekat dengan bumi. Bulan juga menjadi benda yang kedua yang paling
terang setelah matahari dan satu-satunya permukaan benda langit yang diamati
dengan mudah.
Bulan adalah bola batu raksasa yang mengitari bumi. Permukaannya
gersang, dipenuhi kawah yang berasal dari ledakan meteorit miliaran tahun
yang lalu. Bulan mungkin terbentuk saat planet lain bertubrukan dengan bumi
muda. Pecahan batuan dari peristiwa itu muncul bersama dan membentuk bulan.
Jarak rata-rata Bumi-Bulan dari pusat ke pusat adalah 384.403 km, sekitar
30 kali diameter Bumi. Diameter Bulan adalah 3.474 km, sedikit lebih kecil dari
seperempat diameter Bumi. Ini berarti volume Bulan hanya sekitar 2% volume
Bumi dan tarikan gravitasi di permukaannya sekitar 17% daripada tarikan
gravitasi Bumi. Bulan beredar mengelilingi Bumi sekali setiap 27,3 hari
(periode orbit), dan variasi periodik dalam sistem Bumi – Bulan - Matahari
bertanggungjawab atas terjadinya fase-fase Bulan yang berulang setiap 29,5 hari
(periode sinodik).Massa jenis Bulan (3,4 g/cm³) adalah lebih ringan dibanding
massa jenis Bumi (5,5 g/cm³), sedangkan massa Bulan hanya 0,012 massa
Bumi.
2. GERAK BULAN
Bulan mempunyai dua gerakan yang penting yaitu rotasi bulan dan
revolusi bulan.
2.1 Rotasi Bulan
Adalah perputaran bulan pada porosnya dari arah barat ke timur. dalam
satu kali rotasi bulan memerlukan waktu sama dengan satu kali revolusinya
mengelilingi bumi. Saat ini bulan berotasi setiap 27,3 hari sekali.
2.2 Revolusi Bulan
Adalah peredaran bulan mengelilingi bumi dari arah barat ke timur. Satu
kali penuh revolusi bulan memerlukan waktu rata-rata 27,3 hari.
· Revolusi Terhadap Planet Bumi
Bulan sebagai satelit alami bumi juga berputar mengelilingi bumi dalam jangka
waktu 27,3 hari. Karena waktu rotasi dan revolusi bulan adalah sama, maka
permukaan bulan yang terlihat dari bumi tidak berubah dari waktu ke waktu.
· Revolusi Terhadap Matahari Bersama Bumi
Bulan bersama-sama dengan planet bumi juga mengelilingi matahari. Seperti
yang kita ketahui bahwa waktu yang dibutuhkan oleh bumi untuk beredar
mengelilingi matahari adalah 365.25 hari. Begitupun revolusi bulan terhadap
matahari bersama bumi juga 365,25 hari. Setiap empat tahun sekali kelebihan
hari dibulatkan menjadi 366 hari atau disebut juga sebagai tahun kabisat.
Dalam sistem Matahari – Bumi – Bulan, revolusi Bumi mengelilingi Matahari,
Bulan mengelilingi Bumi, dan rotasi ketiga benda tersebut berputar pada
sumbu-sumbunya mempunyai arah yang sama. Revolusi Bulan mengelilingi
Bumi dan keduanya bersama-sama mengelilingi Matahari menyebabkan
peristiwa gerhana dan pasang surut air laut.
3. BAGIAN – BAGIAN BULAN
Menurut Dirdjosoemarto,S.,dkk. (1991: 405) permukaan Bulan terdiri dari
bagian-bagian yang disebut:
· Terra, yaitu daerah terlihat terang, ditaburi kawah.
· Marta, yaitu daerah gurun batuan gelap yang diselubungi lava basah, hanya
sedikit terdapat kawah.
· Lembah, terdapat banyak lembah sempit (riil) ada yang memanjang hingga
100 km.
· Gunung, ada yang mencapai ketinggian 8.000 m.
· Kawah, diduga jumlahnya mencapai 40.000 dengan diameternya antara 2 –
200km. Kawah ini kemungkinan berasal dari kegiatan vulkanis dan tumbukkan
meteorit.
4. FASE DAN ASPEK BULAN
Fase bulan adalah bentuk bulan yang selalu berubah-ubah dilihat dari
bumi karena bagian bulan yang mendapat cahaya matahari berubah secara
teratur. Pada suatu malam bulan tampak seperti sabit kecil, pada keesokan
harinya sabit itu tampak lebih tebal dan terus bertambah tebal, sehingga
sehingga setelah enam hari bentuknya menjadi setengah lingkaran. Pada malam-
malam berikutnya bulan tampak menjadi lebih besar dan pada akhirnya menjadi
bulan penuh/bulan purnama. Tetapi setelah tampak sebagai bulan penuh, akan
tampak mengecil lagi sampai berbentuk sabit.
Perubahan bentuk semu bulan berlangsung dalam satu bulan sinodik atau
29.5 hari. Fase-fase bulan adalah:
a) Fase Bulan Baru (bulan tidak nampak).
b) Kuatrir Pertama 7 3/8 hari (bulan sabit).
c) Bulan Purnama 14 3/4 hari (bulan penuh).
d) Kuartir Ketiga 22 1/8 hari (bulan sabit).
e) Kuartir ke empat 28 1/2 hari (menjadi bulan baru)
Sedangkan urut-urutan fase bulan dalam satu bulan sinodik adalah:
Bulan baru → sabit → bulan paruh ( perbani awal ) → bulan cembung (
benjol ) → bulan penuh ( purnama ) → benjol → perbani akhir → sabit →
bulan baru lagi.
Aspek bulan adalah kedudukan bulan terhadap matahari dilihat dari bumi.
Beberapa aspek bulan yang mudah dilihat:
a) Aspek konjungsi
Konjungsi bulan yaitu kedudukan bulan searah dengan matahari. Pada saat
itu bagian bulan yang menghadap ke bumi ialah bagian yang sedang gelap,
sehingga tampak bulan tidak tampak dari bumi. Peristiwa ini berlangsung siang
hari di bumi, saat aspek konjungsi terjadi gerhana matahari, karena cahaya
matahari yang menuju bumi terhalang oleh bulan.
b) Aspek oposisi
Oposisi bulan adalah kedudukan bulan berlawanan arah dengan kedudukan
matahari dilihat dari bumi. Saat itu bulan terlihat sebagai bulan purnama.
Peristiwa ini terjadi saat bulan terbit bersamaan dengan saat matahari terbenam.
Pada aspek oposisi akan terjadi gerhana bulan, karena cahaya matahari yang
menuju bulan terhalang bumi.
c) Aspek Kuarter
Aspek kuarter yaitu pada saat bulan menempati kedudukan tegak lurus
terhadap garis penghubung bumi-matahari, pada fase ini bulan menujukan fase
perbani yaitu bulan yang terang hanya setengahnya. Dalam sebulan terjadi 2
kali kuartir bulan yaitu kuartir pertama (perbani awal) ketika bulan tambah
besar. Sedangkan kuartir kedua (perbani akhir) ketika bulan tambah kecil dan
terjadi 6 hari setelah purnama. Perbedaan kuartir pertama dan akhir adalah
tempat yang terang, kuartir pertama bagian yang terang adalah barat sedangkan
kuartir akhir adalah bagian bulan sebelah timur.

5. KALENDER BULAN
Kalender Hijriah ditentukan berdasarkan kala revolusi Bulan terhadap
Bumi. Sekali berevolusi terhadap bumi, bulan membutuhkan waktu selama 29
hari 12 jam 44 menit 3 detik. Kala revolusi bulan terhadap bumi ini
dimanfaatkan oleh umat Islam untuk menentukan tahun Hijriah atau Komariah.
Jumlah hari pada setiap bulan di kalender Hijriah berselang-seling 30 dan 29
hari. Dengan demikian, satu bulan dibulatkan menjadi 29,5 hari. Akibat
pembulatan ini, maka pada tahun Hijriah pun ada tahun kabisat yang jumlah
harinya 355 hari. Dalam 30 tahun, terdapat 11 tahun kabisat. Satu tahun Hijriah
lamanya 354 hari. Sedangkan satu tahun Masehi lamanya 365 hari. Oleh karena
itu, tahun Hijriah lebih cepat 11 hari daripada tahun Masehi. Hal ini
menyebabkan hari-hari besar bagi umat Islam selalu berubah-ubah lebih cepat
11 hari dari pada tahun sebelumnya pada kalender Masehi.
6. GERHANA
Faktor Penyebab Terjadinya Gerhana adalah lintasan bulan saat revolusi
mengelilingi bumi. Lintasan bulan mengelilingi bumi membentuk bidang yang
tidak sebidang dengan ekliptika (bidang lintasan bumi mengelilingi matahari).
Ada kalanya bulan bumi dan matahari terletak pada satu garis lurus, pada saat
itulah terjadi gerhana.
1. Gerhana Bulan
Bulan berada di dalam bayangan Bumi, yaitu pada kedudukan Matahari
→ Bumi → Bulan terletak pada garis lurus.
Perhatikan gambar di bawah ini :
Gerhana bulan terjadi apabila bulan masuk ke dalam bayangan bumi inti
(umbra) sehingga bulan tidak menerima cahaya matahari. Dari bumi
kenampakan bulan mula-mula seluruhnya terang, kemudian pelan-pelan agak
gelap, gelap semua. Pelan-pelan tampak kembali sampai kelihatan seluruhnya.
2. Gerhana Matahari
Gerhana matahari terjadi apabila posisi bulan berada di antara bumi dan
matahari sehingga sebagian bumi tidak mendapatkan cahaya matahari (Matahari
→ Bulan → Bumi ).

Perhatikan gambar di bawah ini :

Bumi yang terkena umbra mengalami gerhana matahari total, sedangkan yang
terkena penumbra mengalami gerhana matahari sebagian. Gerhana matahari
dibagi menjadi tiga jenis :
· Gerhana matahari total Gerhana Matahari Total terjadi pada saat jarak Bulan –
Matahari yang paling
jauh (563.319 km), sehingga bayangan inti Bulan dapat jatuh di Bumi.
· Gerhana Matahari Partial terjadi pada saat Bulan berada pada daerah
bayanganpenumbra sehingga ada bagian Matahari yang terlihat normal.
· Gerhana Matahari Cincin terjadi kalau jarak Bulan mencapai jarak terjauh
dari Bumi (405.530 km).

7. Pengaruh Rotasi dan Revolusi Bulan


Rotasi bulan dan revolusi bulan mengakibatkan terjadinya pasang naik
dan pasang surut air laut. Ketika pasang naik, permukaan air laut akan naik.
Sebaliknya jika pasang surut, permukaan air laut akan turun. Pada saat bulan
berevolusi terhadap bumi, air laut di bagian bumi yang menghadap bulan akan
tertarik gravitasi bulan sehingga terjadi pasang naik. Sebaliknya, air laut di
bagian bumi yang tidak menghadap bulan akan pasang surut.
Pasang surut umumnya terjadi dua kali dalam sehari yang di tengah laut
juga dapat menyebabkan mengalirnya arus laut , yaitu dari daerah dimana
sedang mengalami pasang (air laut naik) dan akan mengalir ke segala jurusan,
sehingga air laut di sepanjang pantai itu terdesak dan naik maka terjadilah
pasang. Kejadian pasang surut umumnya di pantai lepas (samudra), sehingga
semalam itu terjadi dua kali pasang surut. Pasang mulai kira-kira pukul 12.00
siang dan pukul 24.00 malam, sedangkan surut mulai pukul 06.00 pagi dan
pukul 18.00 sore.
Selain dari pasang surut yang biasa dan terjadi dua kali sehari, dapat
terjadi pula pasang surut yang istimewa tinggi dan rendahnya.
1. Pasang Purnama
Terjadi pada kedudukan bulan baru dan pada bulan purnama.
· Bulan baru :
Pada kedudukan ini Bulan dan Matahari berada pada kedudukan
konjungsi (searah), sehingga gaya tariknya saling membantu dan saling
memperkuat.
· Bulan Purnama : Pada kedudukan ini, Bulan dan Matahari berada pada
kedudukan oposisi (berlawanan/berhadap-hadapan).
2. Pasang Mati
Terjadi pada kedudukan bulan pada perempatan awal (PA) dan
perempatan akhir (PP),
Peristiwa pasang surut air laut bermanfaat untuk hal – hal sebagai berikut:
· Pembuatan garam,
· Persawahan Pasang Surut,
· Berlayar atau berlabuhnya kapal di dermaga yang dangkal,
· Pembangkit Listrik Tenaga Pasang Surut (PLTPs)
· Penggerak Generator Listrik, dsb