You are on page 1of 9

TUGAS KELOMPOK 3

TEKNOLOGI SENSOR

Oleh :
Andini (15/378761/TK/42703)
MaimunatulMusyarrofah (15/378785/TK/42727)
Firdaus Rusli (16/394985/TK/44277)
Muhammad JatiYumni H (16/394998/TK/44290)

PROGRAM STUDI TEKNIK FISIKA


DEPARTEMEN TEKNIK NUKLIR DAN TEKNIK FISIKA
FAKULTAS TEKNIK UGM
TAHUN 2017
Konteks:
- Pada musim mudik lebaran sering kali terjadi adanya kapal penumpang yang beroperasi
melebihi kapasitas beban muatan yang diijinkan. Hal ini tentu akan sangat dapat
membahayakan keselamatan.
- Di perlukan suatu system peringatan (warning system) yang menginformasikan secara
otomatis adanya kelebihan beban muatan kepada para penumpang, awak kapal,
pengelola pelabuhan, petugas pengawas lalu lintas laut dan pihak-pihak yang
berkepentngan lainnya. Sinyal peringatan tersebut juga dimanfaatkan untuk sistem
inter lock yang mencegah beroperasinya mesin penggerak kapal apabila terjadi
kelebihan muatan.
- Sistem peringatan akan harus di kalibrasi oleh lembaga yang berwenang dan disegel
agar pengaturan piranti system tersebut tidak diubah oleh petugas yang tidak
berwenang.

Tugas:

- Lakukan perancangan konseptual sistem sensor untuk peringatan kelebihan beban


muatan kapal penumpang tersebut. Tugas ini mencakup penyusunan tuntutan
rancangan, analisis prinsip pemantauan, analisis metode penginderaan, konsep
rancangan sistem sensor, analisis tentang selektivitas terhadap sinyal-sinyal gangguan
dan jelaskan gagasan inovasinya pada rancangan yang disusun.
- Susun rencana bagaimana sistem sensor tersebut akan diuji
Perancangan Konseptual Sistem Sensor

1. Tuntutan Rancangan
 Sensor Stabil
Sensor yang digunakan harus memiliki sensitifitas yang ditetap dlam berbagai kondisi,
sehingga informasi yang didapatkan akurat
 Sensor harus kuat, awet dan tahan lama
Untuk menghemat pengeluaran yang dilakukan, maka sensor haruslah memiliki daya
tahan yang kuat untuk menahan beban mekanik yang akan di ukur, awet dan tahan lama
untuk digunakan dalam jangka waktu yang panjang
 Ukuran sensor yang tidak mengganggu aktivitas di kapal maupun pelabuhan
Sensor yang digunakan memiliki ukuran yang tidak mengganggu aktivitas awak kapal
dan tidak menarik perhatian para pengunjung agar kondisi kapal lebih kondusif dan
efisien.
 Memiliki resolusi yang tinggi dan Memiliki akurasi yang bagus
Sensor yang digunakan dapat mengukur massa dalam skala yang kecil sehingga
pengukuran memiliki resolusi yang tinggi dan memiliki akurasi yang bagus dan data
yang diperoleh lebih konkret
 Dapat mengantisipasi kondisi gelombang air laut terhadap beban muatan kapal
Kondisi gelombang air laut dapat menjadi salah satu pemicu terjadinya kecelakaan
pada kapal,maka dari itu diperlukan sensor yang dapat mengantisipasi gelombang air
laut ini.

2. Prinsip Pemantauan
Terdapat dua cara penumpang untuk memasuki kapal yaitu yaitu dengan menggunakan
kendaraan atau tanpa menggunakan kendaraan. Hal ini menjadi dasar pemantauan yang
dilakukan
 Penumpang dengan kendaraan
Pada kapal tersebut memiliki batasan beban maksimal. Berat yang dihitung yaitu berat
dari kendaraan beserta isinya, termasuk orang yang ada di dalam dan barang bawaan
yang ada di dalam kendaraan
 Penumpang tanpa kendaraan
Pada kapal memiliki batasan beban maksimal, asumsikan satu orang penumpang rata-
rata memiliki berat sekitar 85 kg termasuk barang bawaan mereka. data ini dikalikan
dengan jumlah tiket.
 Kemiringan kapal saat berlayar
Salah satu penyebab terjadinya kecelakaan pada kapal adalah kondisi gelombang air
laut dan banyaknya penumpang di salah satu sisi kapal yang mengakibatkan kapal
miring dan rawank ecelakaan. Oleh karena itu sensor perlu mengukur kemiringan kapal
hingga batas tertentu yang diwajarkan agar mengantisipasi terjadinya kecelakaan ini.

3. Metode Penginderaan
Metode penginderaan pada sistem ini menggunakan 3 sensor yaitu :
 Sensor fiber optic
Sensor ini akan menngukur massa dari kendaraan yang masuk, lalu jika kendaran yang
masuk melebihi batas maksimal maka sensor akan mengirimkan data ke komputer
untuk diolah bersama dengan akumulasi dari sensor load cell lalu alarm akan berbunyi
dan sensor otomatis akan menghentikan kerja mesin utama (system interlock)

 Sensor Load Cell


Sensor load cell digunakan untuk mengukur massa dari penumpang tanpakendaraan.
Massa yang telah diukur pada load cell diakumulasikan pada computer bersama hasil
akumulasi sensor fiber optic yang nantinya akan memberikan respon apakah melebihi
batas maksimal massa yang dimuat pada kapal atau tidak
 Giroskop
Kemiringan kapal yang melewati wajar menjadi factor terjadinya kecelakaan, maka
dari itu kemiringan kapal saat berlayar perlu ditinjau untuk mengantisipasi terjadinya
kecelakaan seperti ini. Sensor giroskop yang diletakkan pada kapal digunakan untuk
mendeteksi kemiringan kapal.

4. Konsep Rancangan Sistem Sensor


Kecelakaan yang terjadi pada kapal disebabkan karena kelebihan beban muatan, oleh
karena itu saat hendak memasuki kapal, perlu diketahui jumlah beban yang akan memasuki
kapal.
Pada kapal memiliki jumlah tiket penumpang dalamsatu kali keberangkatan. Anggap rata-
rata satu berat badan penumpang 60 kg dan 25 kg untuk barang bawaan maksimal yang
dibawa oleh satupenumpang, berarti satu orang penumpang beserta barang bawaannya
memiliki beban 85 kg, Pada kondisi ini load cell akan mengukur beban total satu
penumpang dan nanti akan diakumulasikan, beban ini akan dikalikan dengan jumlah tiket
penumpang dan data diolah oleh komputer.

Cara kedua menaiki kapal adalah masuk dengan menggunakan kendaraan. Cara mengukur
beban total yang ada pada kendaraan termasuk orang dan barang yang terdapat di
kendaraanya itu dengan menggunakan sensor fiber optik . Sensor akan mengukur massa
dari masing-masing kendaraan yang nantinya akan diakumulasikan.

Hasil akumulasi dari sensor load cell dan sensor fiber optic akan diolah computer operator.
Kapal memiliki batas beban muatan yang ditampungnya, maka jika hasil dari akumulasi
dua sensor ini akan mencapai batas ini, peringatan akan disampaikan kepada penumpang.
Lalu jika masih bertambah dan mencapai batas maksimal bahkan melebihi, sistem dengan
otomatis akan memberikan respon yang akan mematikan mesin utama dari kapal agar tidak
dapat beroperasi karena kelebihan beban muatan dan dapat mengganggu atau mengancam
keselamatan penumpang dan awak kapal.

5. Gagasan Inovasi
Pada saat kapal berlayar pun, kecelakaan masih bisa terjadi oleh factor lain seperti
gelombang air laut dan beban yang terlalu berat di salah satu sisi sehingga mengakibatkan
kapal miring dan rawan kecelakaan. Oleh karena itu diperlukan giroskop untuk mengukur
kemiringan kapal sehingga jika kapal terlalu miring, akan ada peringatan untuk beberapa
penumpang berpindah dari satu sisi kesisi berlawanan agar mengurangi kemiringan kapal.
Dan kecelakaan pun bias diantisipasi.

6. Analisis selektifitas terhadap sinyal-sinyal gangguan


 Gelombang air laut dan beban yang banyak di satu sisi akan mengganggu kestabilan
dari kapal
 Sinyal gangguan dapat mengganggu transmisi data dari sensor ke kontrol panel pusat,
hal ini bahaya karena dapat memberikan kesalahnan informasi, dapat berupa
gelombang elektromagnetik dari atmosfir yang berinterferensi dengan gelombang
transmisi data dari sensor menuju ke kontrol panel

Rencana yang Digunakan Untuk Pengujian Sistem Sensor

Pada sistem sensor ini digunakan pengujian seperti berikut :


1. Gyroscope sensor
Untuk pengujian gyroscope sensor pada kapal digunakan miniature kapal kecil yang
dipasangkan sensor gyroscope serta diletakkan di medium air pada ember. Nantinya air
akan diberikan besar gaya tertentu atau merubah kecepatan aliran fluida dengan pompa
air sehingga menghasilkan ombak dengan ketinggian tertentu. Ketinggian ombak
tertentu ini pula yang nantinya akan dihitung untuk mengukur besarnya kemiringan
maksimum pada kapal yang dapat terjadi namun tidak sampai membuat kapal
kehilangan keseimbangan. Dalam dynamic fluid dibahas pula untuk membuatkapal
agar dapat seimbang dilautan dengan ombak laut, yaitu dengan mendesain bagian
bawah kapal yang dapat memecah ombak dana rah arus laut.

2. Load cell sensor dan fiber optic sensor


Untuk pengujian load sensor dan fiber optic sensor digunakan suatu area tertentu.
Misalnya pada pengukuran beban mobil digunakan suatu area luasan tertentu yang
dipasangkan fiber optic. Sedangkan untuk load cell sensor digunakan luasan area
terntetu untuk mengukur beban manusia dan muatan yang dibawanya namun area ini
tidak seluas area untuk bidang fiber optic.
3. Potensiometer
sensor
Pada pengujian potensiometer digunakan ember yang berisi air ,kemudian diletakkan
pelampung yang dihubungkan dengan potensiometer. Potensiometer ini kemudian
dihubungkan pula pada arduino atau mikrokontroler sebagai pemroses data yang
nantinya akan ditampilkan outputnya pada layar LCD. Dengan menambah volume air
pada ember maka akan menambah ketinggian permukaan air pula, sehingga posisi
pelampung akan berbeda dari posisi (hitung perubahan ketinggian menggunakan
mistar) awalnya karena pertambahan ketinggian yang nantinya akan menggerakan
potensiometer, perubahan posisi potensiometer akan mengakibatakan perubahan
resistansi, yang jika dihubungkan dengan voltage source akan menghasilkan voltage
output yang berbeda pula.

Alat dan bahan yang digunakan


1. luasan area
2. sensor fiber optic
3. bebanmuatan
4. ember
5. air
6. miniaturkapal
7. gyroscope
8. pompa air
9. pelampung
10. mistar
11. potensiometer sensor
12. arduinouno
13. LCD