You are on page 1of 19

FORMULIR PENGKAJIANA KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA

RUANGAN RAWAT _Flamboyan_______________TANGGAL DIRAWAT _19-10-2018_____________

I. IDENTITAS KLIEN
Inisial : Ny. M______________ (L/P) P Tanggal Pengkajian : 22 – 10 - 2018
Umur : 31 Th_________________ RM No. : 0359xx
Informan : Rm + Pasien________________

II. ALASAN MASUK


Pasien dibawa ke RSJ Menur oleh suaminya karena pasien sering diam, menyendiri dan sering senyum
sendiri. Saat pengkajian pasien hanya berdiam diri dan tidak mau berinteraksi dengan pasien lain.

III. FAKTOR PREDISPOSISI


1. Pernah mengalami gangguan jiwa di masa lalu ? Ya Tidak

2. Pengobatan sebelumnya. Berhasil kurang berhasil tidak berhasil

3. Pelaku/Usia Korban/Usia Saksi/Usia

Aniaya fisik

Aniaya seksual

Penolakan

Kekerasan dalam keluarga

Tindakan kriminal

: Pasien mengatakan sering bolak balik ke RSJ menur surabaya sebanyak 3


kali, minum obat kadang kadang dalam sehari 1x. Kontrol tiap bulan jarang,
Jelaskan No. 1, 2, 3 dan pasien tidak pernah memukul atau dipukul orang lain.
Masalah Keperawatan : Penatalaksanaan regiment terapi in efektif
Adakah anggota keluarga yang mengalami gangguan
4. jiwa Ya Tidak

Riwayat
Hubungan keluarga Gejala pengobatan/perawaran
Tidak Ada Tidak Ada Tidak Ada
Masalah Keperawatan : Tidak Ada Masalah Keperawatan
5. Pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan
Pasien saat dikaji hanya tersenyum dan terdiam

Masalah Keperawatan : Masih sulit dievaluasi

IV. FISIK
1. Tanda vital : TD : 130/80 mmHg N : 114 x/menit S : 36ºC P : 21 x/menit
2. Ukur : TB : 154 cm BB : 31 Kg

3. Keluhan fisik : Ya Tidak

Jelaskan : Tidak mengalami gangguan fisik


Masalah keperawatan : Tidak ada masalah keperawatan

V. PSIKOSOSIAL

1. Genogram

Jelaskan : pasien mengatakan jika dirumah pasien mendidik dan merawat anaknya dengan baik. Jika ada masalah dalam
keluarga pasien tidak mau mengutarakan pada keluarga termasuk suaminya
Masalah Keperawatan : Mekanisme koping keluarga in efektif

2. Konsep diri
a Gambaran diri : Saat dikaji pasien mengatakan menyukai semua bagian tubuhnya

b. Identitas : Ketika dikaji pasien mengatakan bahwa dirinya adalah perempuan

: Saat dikaji, pasien mengatakan sebagai ibu. Pasien mengatakan dirumah


c. Peran sebagai ibu yang penyabar

d. Ideal diri : Saat dikaji hanya menggelengkan kepala dan diam

e. Harga diri : Saat dikaji pasien hanya diam dan tidak menjawab

Masalah Keperawatan : Gangguan regiment terapi in efektif

3. Hubungan Sosial
a. Orang yang berarti : Suami dan anak - anaknya
b. Peran serta dalam kegiatan kelompok / masyarakat :
Dirumah : Pasien dirumah masak dan bersih – bersih mengurus anak – anaknya
Di Rumah Sakit : Saat di RSJ pasien sering menyendiri
c. Hambatan dalam berbuhungan dengan orang Lain : Saat dikaji alasan pasien tidak mau berbicara dengan pasien yang lain
karena malas, lesu. Pasien hanya ingin berdiam diri di bed.
Masalah keperawatan: Isolasi sosial : Menarik Diri

4. Spiritual
a. Nilai dan keyakinan : Pasien mengatakan bahwa agamanya adalah islam
b. Kegiatan ibadah :
Dirumah : Pasien beribadah tepat waktu
Di rumah sakit : Pasien selalu sholat saat ada adzan
Masalah Keperawatan : Tidak ada masalah keperawatan
VI. STATUS MENTAL

1. Penampilan

Tidak rapi Penggunaan pakaian Cara berpakaian tidak seperti


tidak sesuai Biasanya
: Kuku : Bersih, Rambut : Disisir ( memakai jilbab ), baju memakai dengan sesuai, mandi
Jelaskan 2x/hari
Masalah Keperawatan : Tidak ada masalah keperawatan

2. Pembicaraan

Cepat Keras Gagap Inkoheren


Membisu
Apatis Lambat Tidak mampu memulai
Pembicaraan
lelaskan : Pada saat dikaji berbicara dengan lambat sambil berfikir, pasien jika tidak ditanya hanya diam saja
Masalah Keperawatan : Gangguan Komunikasi Verbal

3. Aktivitas Motorik:

Lesu Tegang Gelisah Agitasi

Tik Grimasen Tremor Kompulsif

Jelaskan : Pasien hanya mau di bed saja sambil tiduran


Masalah Keperawatan : Gangguan aktivitas motorik

4. Alam perasaaan

Sedih Ketakutan Putus asa Khawatir Gembira berlebihan

Jelaskan : Saat dikaji pasien mengatakan sedih karena berada di RSJ


Masalah Keperawatan : Ketidakberdayaan

5. Afek

Datar Tumpul Labil Tidak sesuai

Jelaskan : Kadang pasien sedih terkadang pasien senyum sendiri


Masalah Keperawatan : Gangguan komunikasi

6. lnteraksi selama wawancara

bermusuhan Tidak kooperatif Mudah tersinggung

Kontak mata (-) Defensif Curiga

Jelaskan : Saat dikaji pasien tidak ada kontak mata melihat kearah lain
Masalah Keperawatan : Gangguan Interaksi Sosial

7. Persepsi

Pendengaran Penglihatan Perabaan

Pengecapan Penghidu

Jelaskan : Saat dikaji pasien mengatakan tidak ada yang mengganggu atau mendengar suara - suara
Masalah Keperawatan : Tidak ada masalah keperawatan
8. Proses Pikir
tangensial
sirkumtansial kehilangan asosiasi

flight of idea Blocking pengulangan pembicaraan/persevarasi

Jelaskan : Pada saat dikaji tentang suaminya malah berbicara tentang anaknya dan pasien tidak menyadarinya
Masalah Keperawatan : Gangguan proses pikir

9. Isi Pikir

Obsesi Fobia Hipokondria

Depersonalisasi ide yang terkait pikiran magis

Waham

Agama Somatik Kebesaran Curiga

nihilistic sisip pikir Siar pikir Kontrol pikir

Jelaskan : Pasien saat dikaji tidak mengalami gangguan isi pikir


Masalah Keperawatan : Tidak ada masalah keperawatan

10. Tingkat kesadaran

bingung Sedasi stupor

Disorientasi

waktu Tempat orang

Jelaskan : Pasien tidak mengenal teman satu kamarnya, pada saat dikaji waktu pasien tahu pagi siang malam, dan pasien
mengetahui bahwa pasien saat ini di RSJ menur
Masalah Keperawatan : Tidak ada masalah keperawatan

11. Memori

Gangguan daya ingat jangka panjang gangguan daya ingat jangka pendek

gangguan daya ingat saat ini Konfabulasi

Jelaskan : Saat ditanya pasien tidak ingat jika dulu pernah masuk ke RSJ menur, dan pasien ingat bahwa kemarin lauknya
adalah ayam dan sayur asem
Masalah Keperawatan : Gangguan proses pikir

12. Tingkat konsentrasi dan berhitung


mudah beralih
tidak mampu konsentrasi Tidak mampu berhitung sederhana

Jelaskan : Pasien mudah beralih jika pertanyaannya rumit dan susah dicerna
Masalah Keperawatan : Gangguan Proses pikir

13. Kemampuan penilaian

Gangguan ringan gangguan bermakna

Jelaskan : saat ditanya “ ibu enak tidak sendirian tanpa punya teman diajak bicara “ pasien menjawab lebih enak sendiri
Masalah Keperawatan : Gangguan proses pikir
14. Daya tilik diri

mengingkari penyakit yang diderita menyalahkan hal-hal diluar dirinya

Jelaskan : Saat ditanya, pasien tidak tahu tentang penyakitnya dan tidak menyadari penyakit yang dideritanya
Masalah Keperawatan : Resiko penatalaksanaan regiment terapi in efektif

VII. Kebutuhan Persiapan Pulang


1. Kemampuan klien memenuhi / menyediakan kebutuhan :
Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak
Makanan Pakaian Uang

Keamanan Transportasi

Perawatan Kes. Tempat Tinggal

Jelaskan : Pasien hanya makan sedikit, pasien dapat antisipasi dirinya sendiri, pasien mampu merawat

dirinya dengan mandiri, pasien mau berpakaian dengan mandiri.

Masalah Keperawatan : Tidak ada masalah keperawatan

2. Kegiatan hidup sehari – hari :


a. Perawatan diri :
Bantuan Bantuan Bantuan Bantuan
Minimal total minimal total

Mandi BAK / BAB

Kebersihan Gantian pakaian

Makan

Jelaskan : Pasien dapat melakukan secara mandiri

Masalah Keperawatan : Tidak ada masalah keperawatan

b. Nutrisi

Ya Tidak

Apakah anda puas dengan pola makan anda ?

Apakah anda makan memisahkan diri ?

Jika Ya, jelaskan alasannya ? Pasien puas dengan pola makannya, pasien tidak makan sendiri melainkan bergabung bersama
Frekuensi makan sehari 3 kali
Frekuensi udapan sehari 2 kali

Meningkat menurun berlebih sedikit– sedikit

Nafsu makan

BB Tertinggi : 33 Kg BB Terendah: 29 Kg
Diet khusus : Tidak ada diet khusus
Jelaskan : Terkadang makan tidak habis
Masalah Keperawatan : Resiko Kebutuhan Nutrisi Kurang dari Kebutuhan
c. Tidur
Ya Tidak

Apakah ada masalah ?

Apakah anda merasa segar setelah bangun tidur ?

Apakah anda kebiasaan tidur siang ?

Lamanya 8 Jam

Apa yang menolong anda untuk tidur ? Tidak Ada

Waktu tidur malam : Jam 20.00 Waktu Bangun jam 05.00

Beri tanda V sesuai dengan keadaan klien

Sulit untuk tidur Terbangun saat tidur

Bangun terlalu pagi Gelisah saat tidur

Semnabolisme Berbicara dalam tidur

Jelaskan : Pasien saat dikaji dapat tidur dan tidak merasa gelisah saat tidur

Masalah Keperawatan : Tidak ada masalah keperawatan

3. Kemampuan Klien Dalam

Ya Tidak

Mengantisipasi kebutuhan sendiri

Membuat keputusan berdasarkan keinginan sendiri

Mengatur penggunaan obat

Melakukan pemeriksaan kesehatan ( folow up )

Jelaskan : Pasien tidak mampu mengantisipasi kebutuhannya dan pasien tidak dapat mengambil
keputusan berdasarkan keinginannya, pasien belum mampu mengatur penggunaan obat dan belum mampu
mengikuti anjuran kesehatan

Masalah Keperawatan : Resiko penatalaksanaan regiment terapi in efektif

4. Klien memiliki sistem pendukung


Ya Tidak Ya Tidak

Keluarga Teman Sejawat

Profesional / terapis Kelompok sosial


Jelaskan : Pasien masuk ke RSJ menur diantar suami

Masalah Keperawatan : Tidak ada masalah keperawatan

5. Apakah klien menikmati saat bekerja kegiatan yang menghasilkan atau hobi Ya Tidak

Jelaskan : Pasien tidak memiliki hobi selain aktivitas atau perannya sebagai ibu, pasien berdiam diri

Masalah Keperawatan : Defisit aktivitas dipersonal / hiburan

VIII. Mekanisme Koping

Adaptif Maladaptif

Bicara dengan orang lain Minum alkohol

Mampu menyelesaikan masalah reaksi lambat/berlebih

Teknik relaksasi bekerja berlebihan

Aktivitas konstruktif Menghindar

Olahraga mencederai diri

Lainnya _______________ lainnya : __________________

Masalah Keperawatan : Mekanisme Koping Individu In efektif

IX. Masalah Psikososial dan Lingkungan:


- Masalah dengan dukungan kelompok, spesifik Keluarga pasien sangat
mendukung untuk dilakukan pengobatan di RSJ Menur
- Masalah berhubungan dengan lingkungan, spesifik Pasien jarang berinteraksi
- Masalah dengan pendidikan, spesifik : Saat dikaji pasien hanya diam
- Masalah dengan pekerjaan, spesifik Saat dikaji pasien mengatakan sebagai ibu
dan tidak bekerja
- Masalah dengan perumahan, spesifik Saat dikaji pasien tidak pernah keluar
rumah berbicara dengan tetangganya
- Masalah ekonomi, spesifik Tidak Ada Masalah Keperawatan
- Masalah dengan pelayanan kesehatan, spesifik Tidak Ada Masalah Keperawatan
- Masalah lainnya, spesifik Tidak Ada Masalah Keperawatan
Masalah Keperawatan : Isolasi Sosial : Menarik Diri
X. Pengetahuan Kurang Tentang:

Penyakit jiwa system pendukung

Faktor presipitasi penyakit fisik

Koping obat-obatan

Lainnya :
Masalah Keperawatan : Defisit Pengetahuan

XI. Aspek Medik

Diagnosa Medik : F 20.3 Skizofrenia Tak Terinci


Terapi Medik :
Clozapine 1 x 2 mg
Risperidone 1 x 2 mg
Bila gelisah inj.

XII. Daftar Masalah Keperawatan


Penatalaksanaan regiment terapi in efektif
Gangguan komunikasi
Gangguan regiment terapi in efektif
Isolasi sosial : menarik diri
Gangguan aktivitas motorik
Ketidakberdayaan
Gangguan interaksi sosial
Gangguan pada proses pikir
Defisit aktivitas dipersonal regiment
Mekanisme koping individu in efektif

XIII. Daftar Diagnosis Keperawatan


Isolasi Sosial : Menarik Diri

Perawat,

(…………………. )
ANALISA DATA SINTESA

NAMA : Ny. M NIRM : 0359xx RUANGAN : Flamboyan


TGL DATA ETIOLOGI MASALAH T.T.
23/10/2018 DS : - asmaniar
DO :
1. Pasien saat Perubahan persepsi
bicara lambat halusinasi
dan tidak
mampu
memulai
pembicaraan
2. Pasien lesu saat
ada aktivitas Isolasi Sosial : Menarik
Isolasi Sosial : Menarik
senam Diri
Diri
3. Pasien tidak ada
kontak mata
4. Pasien sering
menyendiri
5. Pasien tidak Gangguan Konsep Diri :
mau Harga Diri Rendah
berinteraksi
atau berbicara
dengan pasien
lain
IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

NAMA : Ny. M NIRM : 0359xx RUANGAN : Flamboyan


TGL DX KEP IMPLEMENTASI EVALUASI T.T.
23 – Isolasi Sosial : SP I : S=- Asmaniar
10 - Menarik Diri 1. Membina hubungan saling O = pasien sering
2018 percaya menyendiri. Pasien hanya
2. Mengidentifikasi penyebab diam, kontak mata kurang
isolasi sosial A = SP 1,2,3,4,5,6 belum
3. Mengidentifikasi keuntungan tercapai
berinteraksi dengan orang lain P = Mempertahankan SP 1
4. Mengidentifikasi kerugian : 1,2,3,4,5,6
tidak berinteraksi dengan
orang lain
5. Melatih pasien berkenalan
dengan satu orang
6. Membimbing pasien
memasukkan dalam jadwal
kegiatan harian
24 – Isolasi Sosial : SP I : S=- Asmaniar
10 - Menarik Diri 1. Membina hubungan saling O = pasien kontak mata
2018 percaya kurang
2. Mengidentifikasi penyebab A = SP 1 : 1,2,3,4,5,6
isolasi sosial belum tercapai
3. Mengidentifikasi keuntungan P = Mempertahankan SP 1
berinteraksi dengan orang lain : 1,2,3,4,5,6
4. Mengidentifikasi kerugian
tidak berinteraksi dengan
orang lain
5. Melatih pasien berkenalan
dengan satu orang
6. Membimbing pasien
memasukkan dalam jadwal
kegiatan harian
25 – Isolasi Sosial : SP I : S=-
10 - Menarik Diri 1. Membina hubungan saling O = pasien lesu, tidak mau
2018 percaya beraktifitas, pasien
2. Mengidentifikasi penyebab berbicara lambat, pasien
isolasi sosial tidak mau memulai
3. Mengidentifikasi keuntungan pembicaraan
berinteraksi dengan orang lain A = SP 1 tercapai
4. Mengidentifikasi kerugian P = mempertahankan SP I :
tidak berinteraksi dengan 2,3,4,5,6
orang lain
5. Melatih pasien berkenalan
dengan satu orang
6. Membimbing pasien
memasukkan dalam jadwal
kegiatan harian
26 – Isolasi Sosial : SP 1 : S = Pasien mengatakan Asmaniar
10 - Menarik Diri 2. Mengidentifikasi penyebab malu saat berinteraksi
2018 isolasi sosial pasien O = Kontak mata ada,
3. Mengidentifikasi keuntungan pasien dapat berbicara
berinteraksi dengan orang lain dengan pasien bed sebelah
4. Mengidentifikasi kerugian A = SP 1 : 3,4,5,6 belum
tidak berinteraksi dengan orang lain tercapai
5. Melatih pasien berkenalan P = Mempertahankan SP 1
dengan orang lain : 3,4,5,6
6. Membimbing pasien
memasukkan jadwal kegiatan harian
27 – Isolasi Sosial : SP 1 : S = Pasien mengatakan Asmaniar
10 - Menarik Diri 3. Mengidentifikasi keuntungan merasa senang setelah
2018 berinteraksi dengan orang lain berbicara dengan pasien
4. Mengidentifikasi kerugian lain
tidak berinteraksi dengan orang lain O = berbicara dengan
5. Melatih pasien berkenalan tegas, tidak lambat.
dengan orang lain A = SP 1 tercapai
6. Membimbing pasien P = Intervensi dilanjutkan
memasukkan jadwal kegiatan harian
29 – Isolasi Sosial : SP 2 : S = pasien mengatakan Asmaniar
10 - Menarik Diri 1. Dari masalah latihan merasa lesu setelah
2018 sebelumnya berbicara dengan pasien
2. Melatih berkenalan dengan lain
dua orang atau lebih O = kontak mata (+), tidak
3. Membimbing pasien lesu, dapat memulai
memasukkan dalam jadwal pembicaraan dengan baik
kegiatan harian A = SP 2 tercapai
P = Intervensi dilanjutkan
30 – Isolasi Sosial : SP 3 : S = pasien merasa lesu saat Asmaniar
10 - Menarik Diri 1. Masalah dengan latihan sudah bicara dengan pasien
2018 sebelumnya lain
2. Melatih berkenalan dengan 2 O = pasien tampak senang,
orang atau lebih tidak sedih lagi, kontak
3. Membimbing pasien mata (+)
memasukkan dalam jadwal A = SP 3 tercapai
kegiatan harian P = intervensi dihentikan
RENCANA KEPERAWATAN JIWA

Nama Klien : Ny. M Nama Mahasiswa : Asmaniar


NIRM : 0359xx Institusi : AKPER Kerta
Cendekia Sidoarjo
Bangsal / Tempat : Flamboyan
PERENCANAAN
DIAGNOSA
No Tgl KRITERIA TINDAKAN RASIONAL
KEPERAWATAN TUJUAN
EVALUASI KEPERAWATAN
23- Isolasi Sosial : TUM : Setelah 1x pertemuan, 1. Berikan salam Bina
10- Menarik Diri Pasien dapat pasien dapat menerima 2. Sebut nama hubungan
2018 berintraksi kehadiran perawat, sambil berjabat saling percaya
dengan orang pasien dapat tangan akan
lain mengungkapkan 3. Tanyakan nama menurunkan
perasaan. lengkap rasa tegang
TUK 1 : a. Mampu menjawab 4. Lakukan pasien
Pasie dapat salam pengulangan sehingga
membina b. Ada kontak mata 5. Lakukan kontak tercapai
hubungan saling c. Mau berjabat singkat terapeutik
percaya tangan 6. Berikan rasa
d. Mau berkenalan aman dan empati
e. Mau menjawab
pertanyaan
f. Mau duudk di
samping perawat
g. Mau
mengungkapkan
perasaannya
24- Isolasi Sosial : TUM : Setelah 2x pertemuan, 1. Berikan salam Bina
10- Menarik Diri Pasien dapat pasien dapat menerima 2. Sebut nama hubungan
2018 berintraksi kehadiran perawat, sambil berjabat saling percaya
dengan orang pasien dapat tangan akan
lain mengungkapkan 3. Tanyakan nama menurunkan
perasaan. lengkap rasa tegang
TUK 1 : a. Mampu menjawab 4. Lakukan pasien
Pasie dapat salam pengulangan sehingga
membina b. Ada kontak mata 5. Lakukan kontak tercapai
hubungan saling c. Mau berjabat singkat terapeutik
percaya tangan 6. Berikan rasa
d. Mau berkenalan aman dan empati
e. Mau menjawab
pertanyaan
f. Mau duduk di
samping perawat
g. Mau
mengungkapkan
perasaannya

25- Isolasi Sosial : TUM : Setelah 3x pertemuan, 1. Berikan salam Bina


10- Menarik Diri Pasien dapat pasien dapat menerima 2. Sebut nama hubungan
2018 berintraksi kehadiran perawat, sambil berjabat saling percaya
dengan orang pasien dapat tangan akan
lain mengungkapkan 3. Tanyakan nama menurunkan
perasaan. lengkap rasa tegang
TUK 1 : a. Mampu menjawab 4. Lakukan pasien
Pasie dapat salam pengulangan sehingga
membina b. Ada kontak mata 5. Lakukan kontak tercapai
hubungan saling c. Mau berjabat singkat terapeutik
percaya tangan 6. Berikan rasa
d. Mau berkenalan aman dan empati
e. Mau menjawab
pertanyaan
f. Mau duudk di
samping perawat
g. Mau
mengungkapkan
perasaannya
26- Isolasi Sosial : TUM : Setelah 4x pertemuan, 1. Berikan salam Bina
10- Menarik Diri Pasien dapat pasien dapat menerima 2. Sebut nama hubungan
2018 berintraksi kehadiran perawat, sambil berjabat saling percaya
dengan orang pasien dapat tangan akan
lain mengungkapkan 3. Tanyakan nama menurunkan
perasaan. lengkap rasa tegang
TUK 1 : a. Mampu 4. Lakukan pasien
Pasie dapat menjawab pengulangan sehingga
membina salam 5. Lakukan kontak tercapai
hubungan saling b. Ada kontak singkat terapeutik
percaya mata 6. Berikan rasa
c. Mau berjabat aman dan empati
tangan
d. Mau berkenalan
e. Mau menjawab
pertanyaan
f. Mau duudk di
samping
perawat
g. Mau
mengungkapkan
perasaannya
27- Isolasi Sosial : TUM : Setelah 5x pertemuan, 1. Berikan salam Agar pasien
10- Menarik Diri Pasien dapat pasien dapat menerima 2. Menanyakan dapat
2018 berintraksi kehadiran perawat, pada pasien mengetahui
dengan orang pasien dapat penyebab tentang
lain. mengungkapkan menarik diri penyebab
perasaan. menarik diri
TUK 2 : a. Pasien mampu
Pasien dapat menyebutkan
menceritakan penyebab menarik
penyebab diri
menarik diri
28- Isolasi Sosial : TUM : Setelah 6x pertemuan 1. Berikan salam Agar pasien
10- Menarik Diri Pasien dapat pasien dapat 2. Menanyakan dapat mengerti
2018 berintraksi 1. Pasien mengerti pada pasien tentang
dengan orang akan keuntungan mengetahui keuntungan
lain dan orang lain keuntungan dari dari
2. Pasien mengerti berhubungan berintraksi
TUK 3 : akan kerugian dengan orang dengan orang
Pasien dapat apabila tidak lain lain dan
menyebutkan berhubungan 3. Menanyakan kerugian
keuntungan dengan orang lain pada pasien apabila tidak
berhubungan apakah pasien berintraksi
dengan orang mengetahui dengan orang
lain dan tentang kerugian lain
kerugian apabila tidak
apabila tidak berintraksi
tidak dengan orang
berhubungan lain
dengan orang
lain
29- Isolasi Sosial : TUM : Setelah 7x pertemuan : 1. Berikan salam Agar pasien
10- Menarik Diri Pasien dapat 1. Berikan salam 2. Mempraktikan mampu
2018 berintraksi 2. Mempraktikan cara berkenalan
dengan orang cara bersosialisasi bersosialisasi dengan pasien
lain secara bertahap secara bertahap lain tanpa
bantuan
TUK 4 :
Pasien dapat
melakukan
sosialisasi
secara bertahap
30- Isolasi Sosial : TUM : Setelah pertemuan 8x. Agar pasien dapat Agar pasien
10- Menarik Diri Pasien dapat pertemuan pasien dapat mengutarakan dapat
2018 berintraksi mengungkapkan pada perasaannya setelah mengutarakan
dengan orang saat saat setelah berkenalan dengan perasaannya
lain berkenalan pasien lain setelah
1. Berikan salam 1. Berikan salam berkenalan
TUK 5 : 2. Menceritakan 2. Tanyakan dengan orang
Pasien dapat perasaannya kepada pasien lain
mengungkapkan setelah berbicara bagaimana
perasaan setelah dengan orang lain perasaan pasien
berhubungan setelah berbicara
dengan orang dengan pasien
lain lain
30- Isolasi Sosial : TUM : Setelah 8x pertemuan 1. Berikan salam Agar pasien
10- Menarik Diri Pasien dapat pasien dapat dukungan 2. Memberikan dapat
2018 berintraksi dari keluarga arahan tentang dukungan dari
dengan orang pasien dan keluarga untuk
lain keluarga juga dapat
berperan agar berintraksi
TUK 6 : dapat dengan orang
Pasin dapat berintraksi lain
dukungan dari dengan orang
keluarga dalam lain
berintraksi
dengan orang
lain dan
lingkungan
POHON MASALAH

Resiko Gangguan Persepsi Sensori : Halusinasi ( Effect )


Isolasi Sosial : Menarik Diri ( Core Problem )

Gangguan Konsep Diri : Harga Diri Rendah ( Causa )