You are on page 1of 9

LAPORAN PRAKTIKUM

KIMIA ANALITIK

Penentuan Kadar Vitamin C Pada Jerami Nangka (Artocarpus heterpophyllus L.)

KELOMPOK I (REGU I)

AMALIAH TASRIF H311 16 501


MARISA ERNI W. H311 16 507

RABU/26 SEPTEMBER 2018

LABORATORIUM KIMIA ANALITIK


DEPARTEMEN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2018
Penentuan Kadar Vitamin C Pada Jerami Nangka (Artocarpus heterpophyllus L.)

A. Tujuan Percobaan

Tujuan dari percobaan ini yaitu menentukan kadar vitamin C pada jerami nangka

secara titrasi iodimetri.

B. Prinsip Percobaan

Prinsip dari percobaan ini yaitu penentuan kadar vitamin C dengan metode

iodimetri berdasarkan reaksi oksidasi reduksi antara sampel sebagai oksidator larutan

kanji dengan titik akhir titrasi ditandai dengan perubahan warna larutan menjadi biru

pekat.

C. Alat dan Bahan

1. Alat Percobaan

Alat yang digunakan pada percobaan ini yaitu buret, batang pengaduk, pipet

tetes, labu semprot, erlenmeter, gelas ukur, tabung reaksi, kertas saring, corong, gelas

kimia, labu takar, gelas kimia, klem, statif, neraca analitik, blender, pipet volume dan

sendok tanduk.

2. Bahan Percobaan

Bahan yang digunakan pada percobaan ini yaitu jerami nangka, indikator

kanji/amilum, larutan iodium 0,1 N, NaOH 1 N, akuades, KI, HCl pekat, Iodium,

KIO3 0,01 N, Na2S2O3 0,01 N dan H2SO4 6 N.


D. Prosedur Percobaan

 Preparasi Sampel

Jerami Nangka
- ditimbang sebanyak 10 gram, lalu dihaluskan dengan blender

- dimasukkan kedalam labu takar 50 mL

- ditambahkan akuades sebanyak 50 mL

- disaring

Hasil

 Pembuatan larutan KIO3 0,01 N 100 mL

0,3579 KIO3
- dimasukkan kedalam gelas kimia 100 mL

- dilarutkan dengan akuades 50 mL

- diencerkan kedalam labu ukur 100 mL

- dihomogenkan

Hasil

 Pembuatan larutan Na2S2O3 0,01 N 100 mL

Na2S2O3
- dimasukkan kedalam gelas kimia 100 mL

- dilarutkan dengan akuades 100 mL

- dihomogenkan

Hasil
 Pembuatan larutan 50 mL larutan H2SO4 6 N
H2SO4
- Disiapkan gelas kimia yang berisi 20 mL akuades

- Dipipet H2SO4 90% sebanyak 8,15 mL

- Ditambahkan akuades sebanyak 50 mL

Hasil

 Standarisasi Na2S2O3 0,01 N dengan KIO3 0,01 N


10 mL KIO3
- Dimasukkan kedalam Erlenmeyer 250 mL

- Ditambahkan 2 gram KI dan 2 mL H2SO4 6 N

- Dititrasi dengan Na2S2O3 0,01 N hingga larutan berwarna kuning

- Ditambahkan indikator amilum 0,01 N

- Dititrasi kembali dengan Na2S2O3 0,01 N sampai larutan tidak

berwarna

- Dicatat volume Na2S2O3

Hasil

 Penetapan kadar vitamin C dalam sampel

Sampel

- Dipipet sebanyak 5 mL, kemudian dimasukkan kedalam Erlenmeyer

125 mL

- Ditambahkan 2 tetes indikator amilum dan 20 mL akuades

- Dititrasi dengan larutan iodium 0,01 N hingga berubah menjadi tidak

berwarna

Hasil
E. Perhitungan

a. Pembuatan Larutan KIO3 0,01 N Sebanyak 100 mL

g = V x N x BE KIO3

g = (0,1 L) x (0,01N) x (35,67 g/ek)

g = 0,0357 g

b. Pembuatan Larutan Na2S2O30,01 N Sebanyak 100 mL

g = V x N x BE

g = (0,1 L) x (0,1 N) x (248 g/ek)

g = 0,2481 g

c. Pembuatan Indikator Amilum 1 % dalam 25 mL

b
%= x100 %
v
x
1 %= x100 %
25
25 %
x= = 0,25 g
100 %

d. Pembuatan Larutan H2SO4 6 N Sebanyak 50 mL

% xρx1000
N=
BE
(0,98)x(1,84)x (1000)
N=
49
= 36,8 N

V1 x N1 = V2 x N2
V2 N2
V1 =
N1
100 mL x 6 N
V1 =
36,8 N

V1 = 8,15 mL
e. Standarisasi Na2S2O3 0,01 N dengan KIO3 0,01 N

Massa KIO3
N Na2S2O3 =
Fp x BE KIO3 x V Na2S2O3

214,01 g/mol
BE KIO3 = = 35,67 g/ek
6

f. Penetapan Kadar Vitamin C dalam Jerami Nangka

V Na2S2O3 x N Na2S2O3 x BE x FP
% Kadar vitamin C = x 100%
mL Sampel

F. Reaksi
G. Hasil dan Pembahasan
DAFTAR PUSTAKA

Siti, N., Agustina, A., dan Nurhaini, R., 2016, Penentuan Kadar Vitamin C Pada Jerami
Nangka (Artocarpus heterpophyllus L.), Jurnal Farmasi Sains dan Praktis, 2(1):
1-6.