You are on page 1of 1

BAB I

PENDAHULUAN

A.Latar Belakang

Bronchopneumonia merupakan salah satu bagian dari penyakit Pneumonia.Bronchopneumonia juga


merupakan penyebab tingginya angka kesakitan dan kematian pada anak,terutama pada Negara-negara
yanga sedang berkembang termasuk Indonesia (Ryadi & sukarmin ,2009).

Proses peradangan dari proses penyakit bronchopneumonia mengakibatkan produksi secret meningkat
sampai menimbulkan menifestasi klinis yang ada sehingga muncul masalah. salah satu masalah tersebut
adalah ketidakefektifan bersihan jalan nafas. ketidakefktifan bersihan jalan nafas merupakan masalah
utama yang selalu muncul pada pasien dengan Bronchopneumonia. pneumonia pada umumnya pasien
mengalami keluhan batuk.

Pneumonia merupakan penyebab dari 15% kematian balita,yaitu diperkirakan sebanyak 922.000 balita
ditahun 2015 yang meninggal akibat bronchopneumonia (WHO,2015).

Perkiraan kasus pneumonia secara nasional sebesar 3.55% (32.731) namun angka perkiraan kasus di
masing-masing provinsi menggunakan angka yang berbeda-beda sesuai angka yang telah di tetapkan. Di
Provinsi Jawa Timur di perkirakan sebesar 4,45% yaitu sebanyak 1.490 balita yang menderita
bronchopneumonia (Profil kesehatan 2015).

Pelayanan keperawatan pada pasien Bronchopneumonia di tatanan klinik (rumah sakit) telah di lakukan
secara komprehensif meliputi upaya kuratif (pengobatan), rehabilitative (pemulihan
kesehatan),prehensif (pencegahan), dan promotif (peningkatan kesehatan), yang semuanya
terinclude dalam asuhan keperawatan pada pasien dengan Bronchopneumonia.
Pada beberapa rumah sakit, Nebulezer rutin dilakukan pada pasien rawat inap yang
berhubungan dengan terganggunya bersihan jalan nafas. Pemberian nebulezer sebagai bentuk
terapi untuk membebaskan jalan nafas dan mengurangi sesak nafas akibat akumulasisekret.