BAB II SISTEM TRANSMISI

A. Pengenalan Transmisi Dalam bidang telekomunikasi, transmisi adalah sebuah usaha untuk mengirimkan pesan elektris dengan memanfaatkan fenomena energi teradiasi yang dapat merambat melalui media fisis. Pesan ini dapat berupa urutan dari satuan-satuan data (data units), seperti binary digits, frames dan blocks. Dalam istilah komunikasi, sebuah frame adalah sebuah packet (blok informasi pada jaringan komputer) yang dikodekan untuk proses transmisi pada link tertentu. Bentuk visualisasinya tampak pada gambar berikut:

Transmisi bisa dibagi menjadi dua bagian, yaitu: 1. Pengiriman sinyal, pesan, atau bentuk apa saja dari informasi oleh pengirim kepada penerima di tempat yang lain. 2. Rambatan sinyal dengan berbagai cara seperti telegraf, telepon, radio, televisi, atau faksimili via medium apa saja, seperti kawat, kabel koaksial, gelombang microwave, kabel serat optik, atau frekuensi radio. Dalam ilmu transmisi, medium yang digunakan untuk mengirimkan infomasi dari pengirim ke penerima sering disebut sebagai kanal (channel). B. Transmisi Data

Transmisi data adalah proses pemindahan informasi (bentuk apa saja) dari tempat yang satu ke tempat lainnya. Pada zaman dahulu, proses ini dilakukan secara manual dengan mengirmkan seorang kurir. Proses pengiriman data ini selanjutnya mengalami perkembangan seperti pengiriman informasi dengan asap yang dilakukan oleh suku Indian, sampai dengan menggunakan kawat tembaga seperti metode kode Morse. Di dalam istilah komputer, transmisi data bisa diartikan sebagai pengiriman arus (stream) bits atau atau bytes dari suatu lokasi yang satu ke lokasi lainnya dengan menggunakan aplikasi teknologi seperti kawat tembaga, serat optik, laser, radio, cahaya infra merah bahkan sampai ke teknologi Bluetooth. Contoh sederhananya antara lain perpindahan data dari suatu media penyimpanan (storage device) ke media penyimpanan yang lainnya, atau pengakasesan website yang meliputi transfer data dari web server ke browser pengguna. Konsep yang masih berhubungan dengan transmisi data adalah protocol data transmission. Protokol ini adalah kumpulan peraturan-peraturan standar mengenai representasi data, pensinyalan, autentifikasi, dan deteksi error yang dibutuhkan untuk mengirimkan informasi pada kanal telekomunikasi. Contoh dari protokol komunikasi yang diadaptasikan pada komunikasi suara ialah ketika sebuah sinyal informasi dari handphone dikirimkan kepada Base Transceiver Station (BTS). Protokol komunikasi pada jaringan digital mempunyai kriteria yang ditujukan untuk proses kelancaran pertukaran data pada kanal komunikasi yang tidak sempurna. Protokol komunikasi pada dasarnya mengikuti aturan-aturan tertentu sehingga sistem yang dilingkupinya bisa berjalan dengan baik. Protokol sekarang ini berbasis komunikasi paket (packet based communication). C. Sistem Transmisi Sistem Transmisi adalah sebuah sistem yang menstransmisikan sinyal dari tempat yang satu ke tempat yang lainnya. Sistem Transmisi terdiri atas jalur yang mempunyai bandwidth besar, menyusun backbone kepada jaringan. Sistem ini melayani banyak sekali konsumen atau pelanggan yang mempunyai kebutuhan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, sistem transmisi yang baik harus memiliki spesifikasi yang fleksibel, tahan

lama(kuat), dan dapat diandalkan. Salah satu teknologi sistem transmisi yang sering digunakan pada internet maupun pada PSTN (Public Switched Telephone Network) adalah SDH (Synchronous Digital Hierarchy). Sistem transmisi merupakan bagian penting di dalam upaya menyalurkan informasi jarak jauh. Trafik yang melewati sistem transmisi biasanya merupakan gabungan dari beberapa sumber, sehingga intensitas trafik yang harus diolah menjadi sangat besar. Pada awalnya, sistem transmisi yang digunakan berbasis teknologi analog yang sangat rawan terhadap interferensi. Kemunculan teknologi digital menawarkan banyak kelebihan dibandingkan teknologi analog, Seiring dengan pendigitalan di sisi sentral, maka penerapan teknologi digital pada sistem transmisi tidak dapat dihindarkan. Di sisi lain, informasi yang berasal dari sumber pun semakin memilki kecenderungan sudah dalam bentuk digital seperti misalnya informasi mutlimedia. C.1. Transmisi Radio Frekuensi Propagasi radio adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan sifat gelombang radio ketika mereka ditransmisikan. Dalam area vakum udara, semua geleombang elektro magnet (radio, sinar –X, cahaya tampak, dan ain-lain) mematuhi ”hukum kuadrat terbalik” (inverse square law) yang menyatakan bahawa kekuatan gelombang elektromagnet adalah sebanding dengan 1/(x2), dimana x adalah jarak dari sumbernya. Jika jarak yang ditempuh adalah dua kali lipat dari sebelumnya, maka kekuatan gelombang elektromagnet tersebut hanya tinggal sisa seperemmpatnya saja. Perambatan frkeuensi tinggi pada bumi tidak hanya dipengaruhi oleh hukum kuadrat terbalik tadi, tapi dengan faktro-faktor lainnya yang selama perjalnannya dari satu titik ke titik yang lain. Jalan yang ditempuh (path) ini bisa merupakan line of sight path atau over the horizon

path

yang

memanfaatkan

proses

refraksi

pada

bagian

ionosfer.

Gambar : (a). line of sight path

(b). over-the horizon path

Line of sight (LOS) bisa dianalogikan sebagi garis lurus antara pengamat dan objek yang diamati. Istilah LOS sering dipakai di dunia telekomunikasi, adalah garsis lurus yang ditarik dari antena pentransmit dengan antena penerima. Kemampuan ini sangat dibutuhkan utnuk hubungan geolmbang mikro (microwave) yang menawarkan lebar pita yang tinggi untuk mengirimkan sinyal. Operasi gelomang ini sudah mencapai jangkauan frekuensi gigahertz diammana path radio tahan terhadap peristiwa refleksi maupun refraksi dari medium yang dilaluinya. Sering kali istilah LOS ini disebut line-ofsite. Panjang jarak transmisi umumnya berada pada orde 40 mil atau 60 km. Jarak yang ditempuh ini sangat dipengaruhi oleh tinggi antena dan bentuk permukaan daratan yang dilaluinya. Line of sight sangat dibutuhkan untuk sistem transmisi optik, yang dibutuhkan untuk jarak dekat antara dua objek yang tinggi, dimana kabel fisik yang jika digunakan akan sangat tidak efisien.

difraksi. dan teratenuasi karena melewati tembok menuju dalam gedung. . Terjadi difraksi pada jendela kaca. Terjadi banyak refleksi multi-path selama merambat pada jalanan. lantai. dan lain-lain) dalam komunikasi dari titik yang satu ke titik yang lain.Laser communication systems Antena adalah peralatan elektronik yang didisain untuk mengirimkan maupun menerima sinyal radio (microwave). Sebuah sinyal yang dikirimkan ke sebuah telepon seluler dalam gedung dari antena base transceiver station (BTS) di dalam sebuah dareah perkotaan akan mengalami kombinasi serangkaian proses sebagai berikut : Propagasi mengalami pelemahan sebesar jarak yang ditempuh pangkat 4 jika merambat pada atap-atap bangunan yang tidak seragam. bumi. dan atenuasi akibat dinding. Antena digunakan untuk transmisi energi gelombang radio melalui medium alami (udara. Dalam mentransmisikan sinyal data telekomunikasi. Terjadi refleksi. Terjadi difraksi pada jalanan. gelombang mikro digunakan sebagai gelombang pembawa (carrier). air. dan langit-langit dalam gedung.

(namun sinyal tersebut memiliki informasi yang sama satu sama lainnya). Masalah transmisi dalam telekomunikasi tidak hanya terjadi antara telepon seluler dengan BTS. metode SD ini dilakukan dengan menggunakan beberapa antena penerima dan/atau menggunakan beberapa antena pemancar. antara lain: 1. Sebuah telepon biasanya mendeteksi 6 buah base station pada saat yang bersamaan. Pada transmisi sinyal BTS. Diversity reception adalah salah satu metode yang digunakan pada antena BTS untuk memperbaiki penerimaan sinyal yang ditransmisikan dari fenomena fading dan interferensi. Menggunakan alat pendeteksi dan pengoreksi error pada hubungan radio.Kombinasi dari efek-efek di atas menjadikan perambatan sinyal yang dikirimkan menjadi berkurang kualitasnya. Oleh karena itu antena BTS juga harus dimodifikasi sedemikian rupa untuk mendapatkan hasil sinyal yang baik. . bahkan menjadi rusak sama sekali atau tak menerima data sama sekali. tetapi juga terjadi antara BTS yang satu dengan BTS yang lainnya. dengan menerima dan memproses berbagai versi sinyal yang ditransmisikan. yang telah melewati jalan rambatan yang berbeda. Masalah-masalah ini bisa diminimalisasi dengan cara: Menggunakan banyak base station. Ada beberapa metode untuk melakukkannya. Space diversity (SD): Antena ini menerima berbagai versi sinyal yang ditransmisikan.

penerima tergantung dari antena mana yang menerima sinyal yang labih kuat. yaitu 1 buah untuk pengirim sinyal dan 2 buah untuk melakukan SD. Frequency diversity (FD): Antena ini menerima sinyal-sinyal yang menunggangi frekuensi gelombang pembawa yang berbeda-beda. 4. BTS akan menswitch ke satu antena dari dua antena.Sebuah antena dengan space diversity Oleh karena itu. 3. Time diversity: Antena ini menerima sinyal-sinyal dengan timing yang ditransmisikan dalam waktu yang berbeda-beda. biasanya sebuah BTS menggunakan 3 macam antena. 2. . Polarisation diversity: Antena ini menerima sinyal-sinyal yang mempunyai pola radiasi yang berbedabeda namun memiliki data informasi yang sama.

Setelah antena ini menerima berbagai macam versi sinyal. dan penerima optik. Diversity combining adalah teknik yang diaplikasikan untuk mengombinasikan berbagai macam sinyal yang diterima antena diversity ke dalam sebuah sinyal informasi yang aslinya. C. 4. Switched combining Penerima akan mengalihkan ke sinyal yang lain ketika sinyal saat ini sedang menurun di bawah ambang batas yang diperlukan. yaitu: 1. teknik diversity combing dilakukan sebelum pemrosesan sinyal informasinya lebih lanjut.2. Teknik ini agak kurang efisien jika dibandingkan dengan selection combining. Selection combining Dari beberapa sinyal yang diterima. lalu dijumlahkan satu sama lainnya. karena bisa mentransmmisikan sinyal dengan lebar pita yang tak terhingga dan memiliki kemampuan yang lebih unik dibandingkan media transmisi terdahulu. Skema sistem serat optik . Equal gain combining Semua sinyal yang diterima di tambahkan satu sama lainnya secara koheren. yaitu transmiter optik. Transmisi Serat Optik Kabel serat optik adalah salah satu prasana transmisi yang cukup populer untuk beberapa tahun terakhir ini. kabel serat optik. 3. Maximal-ratio combining Sinyal-sinyal yang diterima diberikan bobot tertentu tergantung dari SNR-nya masing-masing. Metode point-to-point sistem transmisi terdiri dari tiga elemen dasar. 2. Teknik ini ada empat macam. sinyal yang terkuat akan dipilih.

karena serat optik dapat mengirimkan beberapa panjang gelombang cahaya inframerah dengan sedikit atenuasi dan dispersi. Lain halnya dengan kawat tembaga yang mempunyai penampang yang sama. Cahaya inframerah lebih sering digunakan daripada cahaya tampak.536 buah secara digital pada saat yang bersamaan. yang mana cahaya keluaran diatur secara ”langsung” oleh arus yang dialirkan ke sistem tersebut. Untuk kebutuhan transfer data yang lebih cepat. Sistem laser ini diaplikasi secara ”modulasi langsung”. sekarang ini pengkodean sinyal serat optik dilakukan dengan cara mengatur modulasi intensitasnya. namun hanya bisa mentransmisikan percakapan yang hanya berjumlah 25 jika secara analog. yang merupakan penerima dan pengirim back-to-back yang mengubah sinyal dari cahaya ke sinyal listrik dan diubah menjadi sinyal cahaya lagi. fiber optik mampu mentransmisikan percakapan telepon sampai sebanyak 193. jalur serat optik dahulu terdapat repeater. Struktur kabel serat optic Serat optik adalah tipe kanal yang sering dipakai pada komunikasi optik. Namun. Pengguna LED umumnya terbatas hanya untuk data-data di bawah 100 Megabit per detik. Transmiter pada serat optik biasanya adalah LED (light-emitting diode) atau dioda laser.Dengan menggunakan data yang dikodekan menjadi pulsa-pulsa cahaya. serat fiber optik yang mempunyai penampang 1/2". Untuk memperpanjang jangkauan transmisi sinyal. . Dahulu pengkodean sinyal serat optik umumnya dilakukan dengan mengatur modulasi fasa dan frekuensinya. biasanya digunakan laser.

Serat optik umumnya . Skema alat AWG Skema multipeks dari AWG dapat dijelaskan secara sederhana sebagai berikut: Cahaya datang pada (1) merambat pada ruang bebas (2) dan memasuki sebuah gulungan dari berbagai serat-serat optik (3). Pada keluaran dari serat optik tersebut (3). dan membutuhkan demultiplekser panjang gelombang pada peralatan penerimanya. beberapa jalur komunikasi bisa dikirim secara optik. Serat-serat ini masing-masing memunyai panjang yang berbeda sehingga akan ada pergeseran fasa. Pemilihan antara transmisi serat optik dengan trasnmisi kawat elektrik (kawat tembaga) untuk suatu sistem dilakukan atas dasar kebutuhannya.sehingga membuat jalur yang panjang menjadi beberpa jalur-jalur pendek serat optik. Alat yang bernama AWG (arrayed waveguide granting) sering digunakan untuk melakukan multipleks dan demultipleks pada WDM. sering disebut dengan metode WDM (wavelength division multiplexing). teknologi serat optik semakin berkembang sehingga menggantikan fungsi repeater tersebut dengan teknologi EDFA (erbium-doped fiber amplifier). Dengan menggunakan panjang gelombang yang berbeda-beda. Arah cahaya dari (1) ke (5) adalah proses demultipleks dan arah cahaya dari (5) ke (1) adalah proses multipleks. cahaya kembali merambat dalam ruang bebas (4) dan berinterferensi pada masukkan serat-serat optik (5) yang masing-masing kanal serat optik menerima cahaya dengan panjang gelombang tertentu. Metode ini membutuhkan multiplekser panjang gelombang pada alat pengirimnya. Namun.

Ukuran kabel yang lebih kecil. Bahan material yang murah. 4. maka serat optik tidak digunakan untuk keperluan transmisi jarak singkat (seperti pada aplikasi chip. Kemampuannya untuk membawa daya listrik maupun sinyal. kabel serat optik juga kadang dipakai. Resistansi elektrik yang tinggi. Dari keuntungan-keuntungan kabel elektrik di atas. Tidak meradiasikan gelombang elektromagnet. 4. . 2. Kebal terhadap interferansi elektromagnet (walau serat optik bisa rusak oleh radiasi sinar alfa dan beta). Tidak ada percikan api. Ketika tidak dibutuhkan sistem pengkabelan yang kompleks. sehingga sering dipakai pada lingkungan yang mengandung gas yang dapat terbakar atau meledak. Contoh kasusnya adalah sebagai berikut: 1. 6. 3. Untuk aplikasi jarak dekat dan lebar pita yang ditangani relatif kecil. motherboard). memungkinkan untuk transfer sinyal jarak yang sangat jauh dengan bantuan amplifier maupun repeater. Keuntungan dari serat optik dalam proses mentransmisikan sinyal jarak jauh adalah tidak adanya fenomena cross-talk sebagaimana yang kadang terjadi pada transmisi kabel elektrik. Keuntungan utama serat optik adalah kemampuannya untuk menimalisasi loss. Kemampuan mengangkut data dari satu kabel serat optik sebanding dengan kemampuan dari ribuan kabel elektrik. Ada beberapa kasus yang menyebabkan mengapa kabel elektrik lebih dipilih. 5. dan kemampuannya untuk membawa kapasitas data yang besar. membuatnya aman untuk digunakan dekat dengan peralatan bertegangan tinggi. yaitu: 1. Kemudahan untuk menyambungkan hubungan kabel (splicing). Namun.dipih untuk sistem yang membutuhkan lebar pita yang lebih besar atau jarak yang lebih jauh. penting pada jalur sirkuit yang sempit. trasnmisi elektrik lebih dipilih dari pada transmisi serat optik. Bobot fisiknya yang ringan. 2. Biaya alat untuk mengirim dan menerima sinyalnya murah. untuk beberapa kasus transmisi jarak pendek. 5. 3.

Kecepatan DS0 bisa menyokong dua puluh buah kanal 2.Sistem domestik antarkota yang berbasiskan serat optik telah banyak diimplementasikan secara luas. yang ekivalen dengan kapasitas dari satu kanal frekuensi suara.2. Dua puluh empat buah DS0 membentuk satu sinyal DS1. Standar Satuan Kapasistas Saluran Transmisi D. sepuluh buah kanal 4. satu buah kanal 56kbit/s atau satu buah kanal 64 kbit/s.67 kbits/s. Untuk panggilan telepon biasa. Denga penggunaan mode serat tunggal sejak 1984. Beberapa DS0 lalu di-multipleks bersama pada sirkuit yang mempunyai kapasitas yang lebih tinggi. Ketika dibawa pada kawat tembaga. dengan peningkatan teknologi yang cepat. Kecepatan DS0 membentuk pijakan pada hirarki transmisi multipleks digital untuk Eropa dan Amerika Utara. suara audio di-digitalisasi pada 8 kHz sample rate dengan menggunakan 8-bit pulse-code modulation (PCM) sehingga kecepatan transmisi datanya adalah 64 kbit/s.4 kbit/s.8 kbit/s. maupun antarkota menjadi tidak lagi bermasalah. T-carrier adalah sebuah system carrier yang dikembangkan oleh Bell Labs dan digunakan pada Amerika Utara dan Jepang. repeater dengan jarak spasi per 40 km atau lebih sudah mulai digunakan. D. Digital Signal 0 (DS0) Digital Signal 0 (DS0) adalah kecepatan sinyal digital 64 kbit/s. lima buah kanal 9. Satuan .1. sistem ini dikenal menjadi T-carrier system. dalam kota. dan untuk sistem synchronous yang modern seperti sistem SDH/SONET. dimana terdapat 32 buah 64 kbit/s kanal). D. T-Carrier Pada sistem telekomunikasi. untuk sistem plesiochronous yang lama seperti sistem T-Carrier. perbedaan antara jaringan lokal. Sehingga. Sistem ini menggunakan transmisi digital dengan kecepatan mulai dari beberapa ratus Mbit/s sampai 2 Gbit/s. T1 (atau E1 untuk yang standar Eropa.

544 Mbit/s. Awalnya. menghasilkan kecepatan transmisi mencapai 44. Sebuah T1 mempunyai kecepatan line sebesar 1. dan sering digunakan untuk sirkuit satu suara. Misalkan besar frekeuensi tertinggi yang dihasilkan pada proses komunikasi suara manusia adalah 4000Hz. maka sampling rate digital yang dibutuhkan akan sebesar 8000 Hz (menurut teorema Nyquist) dan jumlah kanal suara yang disokong adalah 24 buah. Kanal sirkuit T2 dan T3 membawa beberapa kanal T1 yang ter-multipleks. Karena masing-masing T1 frame mengandung 1 byte data suara untuk masing-masing 24 kanal. time-division multiplexed yang masingmasing di kodekan pada arus 64 kbit/s.544 Mbit/s (8000 x 193 = 1544000). format T1 membawa sinyal suara 24 pulse-code modulated.544 Mbit/s dihasilkan adalah sebagai berikut. menyisakan 8 kbit/s untuk informasi frame yang memfasilitasi sinkronisasi dan pen-demultipeks-an pada penerima. yang mempunyai kecepatan transmisi sebesar 64 kbit/s. sistem tersebut membutuhkan 8000 frame per detik untuk menyokong masing-masing 24 kanal.736 Mbit/s. 8000 frame per detik lalu dikalikan dengan 193 sehingga didapatkan kecepatan transfer sebesar 1.dasar dari sistem T-carrier adalah DS0. Karena masing-masing frame T1 adalah 193 bit panjangnya (24 kanal x 8 bit per kanal + 1 bit kontrol = 193 bit). . Bentuk hirarki umum dari T-carrier Sebuah penjelasan yang lebih umum mengenai bagaimana kecepatan 1.

menghubungkan pelanggan ke pelanggan lain yang berbeda negara. . Secara fisik. Ini menjamin tingkat kualitasnya tinggi karena transmisi sampai dengan delay singkat yang sama dengan membawa kapasitas data pada setiap waktu. Tidak seperti layanan data internet. Sistem ini telah diadaptasi oleh ITU-T. hanya versi E1 (30 sirkuit) dan E3 (480 sirkuit) saja yang digunakan. Kecuali Amerika. E1 ditransmisikan dengan 32 timeslot (mempunyai 32 kanal suara) dan E3 dengan 512 timeslot (mempunyai 512 kanal suara). Pada prakteknya. dan Jepang. dan satu timeslot lagi untuk pensinyalan call setup dan tear down. yang kemudian merevisi dan memperbaiki teknologi T-carrier milik Amerika.Bentuk frame T1 D. sistem E-carrier secara permanen mengalokasikan kapasitas suara pada keseluruhan durasinya. sistem ini dipakai secara luas di seluruh dunia termasuk Indonesia.3. dengan satu timeslot untuk framing (pembatas). Standar E-carrier merupakan bagian yang tak terpisahkan dari sistem Synchronous Digital Hierarchy (SDH) dimana sekumpulan sirkuit E1 dibundel ke dalam sirkuit E3 yang mempunyai kepasitas yang lebih tinggi. Kanada. E-Carrier Sistem E-carrier awalnya merupakan hasil standarisasi CEPT (European Conference of Postal and Telecommunications Administrations).

untuk mendeteksi apakah sirkuit ini kehilangan bit-nya (informasi-nya). Jalur E3 digunakan untuk komunikasi antara exchange.048 Mbit/s upstream) yang dibagi menjadi 32 timeslot. i. masing masing timeslot dialokasikan sebesar 8 bit pada setiap gilirannya. Hirarki Amerika Utara dan Japan didasarkan pada sistem multipleks 24 kanal frekuensi suara dan selanjutnya adalah perkaliannya.4.000). D. Sedangkan untuk hirarki Eropa didasrkan pada sistem multipleks 32 kanal frekuensi dan selanjutnya adalah perkaliannya. bahkan antarnegara sekalipun.Sirkuit E1 sering digunakan pada kebanyakan exchange (pusat switching) telepon dan untuk menghubungkan jalur komunikasi antara perusahaan menengah dan besar. 2. tapi proses ini tidak selalu dilakukan setiap saat. Sistem ini ideal untuk telepon biasa dimana suara pengirim disampel ke dalam 8-bit angka pada kecepatan datanya dan direkonstruksi ulang pada sisi penerimanya.e. Sistem E1 memiliki timeslot-timeslot yang mempunyai fungsi sendiri-sendiri. Standar ini memungkinkan adanya proses full Cyclic Redundancy Check pada semua bit yang ditransmisikan pada setiap frame-nya.4 volt.048 Mbit/s downstream dan 2. Sinyal yang diberikan kepadanya mempunyai tegangan sebesar 2. Dengan begitu masingmasing timeslot mengirim dan menerima sampel 8 bit 8000 kali per detik (8 x 8000 x 32 = 2. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat tabel di bawah ini: .048 Mbit/s (full duplex. Kecepatan transmisi dari E3 ini adalah 34. operator.368 Mbit/s. Sistem yang lebih baru ada menggunakan CCS (Control Channel Signaling) seperti ISDN (Integrated Services Digital Network) atau Signalling System 7 (SS7) yang mengirim pesan singkat mengenai informasi tentang panggilan termasuk caller ID.048. Kecepatan data yang dikirimkan adalah sebesar 2. Timeslot 0 (TS0) dipakai untuk keperluan framing. Sebuah jalur E1 beroperasi pada dua kawat yang terpisah. tipe transmisi yang dibutuhkan. Sehingga timeslot ini membantu untuk mencari awal dari suatu frame dan mencocokkan dengan kanal yang selanjutnya. Perbandingan Antara Masing-masing Sistem. Timeslot 16 (TS16) digunakan untuk proses pensinyalan sesuai dengan standar protokol komunikasi yang berlaku. dan lain-lain. biasanya kabel koaksial.

dan begitu juga antara DS3 dengan T3. Untuk sistem yang dioperasikan untuk bidang militer biasanya menggunakan kecepatan 6 kali atau 8 kali kecepatan DS1.148 Mbit/s Desain DS digunakan pada hubungan hirarki Amerika Utara saja. yang sudah banyak diaplikasikan secara meluas serta masih terus dikembangkan.786 Mbit/s (120 kanal) 32. Amerika Utara 64 kbit/s (DS0) 1.064 Mbit/s (480 kanal) 97.152 Mbit/s Jepang 64 kbit/s 1.544 Mbit/s (DS1) (24 pengguna kanal) (T1) 3.176 Mbit/s 400. menggunakan link komunikasi optik.312 Mbit/s (96 kanal.736 Mbit/s Tingkat ke-3 (DS3) (672 kanal) (T3) Tingkat ke-4 Tingkat ke-5 274. Sistem baru yang menggunakan keunggulan dari kecepatan data yang sangat cepat. DS1 adalah data yang dibawa pada sirkuit T1.352 Mbit/s (DS4) (4032 kanal) kanal) (DS5) (5760 kanal) kanal) Hubungan antar hirarki 565.544 Mbit/s (24 pengguna kanal) 6. Kecepatan data tinggi sering diaplikasikan dengan menggunakan jaringan optik sinkron atau Synchronous Digital Hierarchy.264 Mbit/s (2048 kanal) (E4) (8192 kanal) (E5) hanya hirarki Amerika) (DS1C) (48 kanal) Tingkat ke-2 6. sehingga istilah-istilah tersebut bisa dipakai secara bergantian. SDH.312 Mbit/s (DS2) (96 kanal) 44.048 Mbit/s (32 pengguna kanal) (E1) 8. .148 Mbit/s (8192 565.448 Mbit/s (128 kanal) (E2) 34. or 7. Secara teknis.Sistem T-Carrier Tingkat ke-0 (kecepatan data kanal) Tingkat ke-1 (Tingkat Menengah.).728 Mbit/s (1440 Eropa (CEPT) 64 kbit/s 2.368 Mbit/s (512 kanal) (E3) 139.

PDH memerlukan langkah-langkah (140-34. 2-8. Salah satu penyebab kemunculan sistem ini karena berbagai jenis peralatan di dunia menggunakan hirarki yang berbedabeda dalam melakukan transmisi sehingga menimbulkan masalah dalam melakukan hubungan internasional. Lalu kanal yang tidak dinginkan harus di-multipleks kembali untuk dikirim lebih jauh pada jaringan sehingga mencapai tujuan yang dinginkan. Sebagai contohnya antara negara-negara yang menggunakan sistem 1. Sistem dari PDH Untuk memperoleh kanal 64 kbit/s dari 140 Mbit/s sinyal PDH. ketika itu berbagai kecepatan signal didasarkan pada kecepatan 64 Kbit/s. 34-140 multipleks) untuk mengeluarkan atau menambah data suara/data kanal.E. Dalam sistem plesiochronous.554 Mbit/s (USA dan Jepang) dengan yang menggunakan sistem 2. Sistem ini distandarisasi pada tahun 1972 oleh CCITT. 8-34. Sistem Transmisi PDH PDH (Plesiochronous Digital Hierarchy) adalah suatu teknologi transmisi yang digunakan pada sistem telekomunikasi untuk mentransmisikan data dalam jumlah besar antara nodal melalui peralatan seperti kabel fiber optik dan gelombang microwave.048 Mbit/s. maka sinyal perlu di-demultipleks sampai 2 Mbit/s sebelum lokasi dari kanal 64 kbit/s dapat diidentifikasi. seluruh sinyal harus di-demultipleks untuk memperoleh kanal yang diinginkan. 8-2 demultipleks . dengan begitu sistem ini bekerja secara asinkron. . 34-8. dimana clock yang digunakan hampir sama.

140-34 Demux 140 Mbit/s 34-8 Demux 34-8 Mux 140-34 Mux 140 Mbit/s 8-2 Demux 8-2 Mux Drop 2 Mbit/s Add Skema multiplexing Aplikasi jaringan multipleks PDH Kecepatan dasar transfer data adalah 2. dipecah menjadi 30 x 64 kbit/s channel ditambah 2 x 64 kbit/s channel yang digunakan untuk .048 Mbit/s. Untuk transmisi suara.

melainkan untuk melakukan transmisi data. 4 x 140 menghasilkan 565. dan #4.. 4 x 34 Mbit/s menghasilkan 140. Namun. seluruh sinyal dengan kecepatan 2 Mbit/s tersebut digunakan bukan untuk transmisi suara. lalu #3. Karena masing-masing dari data 2 Mbit/s tersebut tidak perlu berrjalan pada kecepatan yang sama. Multiplexer yang melakukan transmisi tersebut dengan menggabungkan keempat data yang dianggap bekerja pada keccepatan maksimum.Kecepatan sebesar 565 Mbit/s ini biasanya digunakan untuk mentransmisikan data untuk tujuan jarak jauh. Bit yang hilang ini akan digantikan oleh dummy bit sebagai kompensasi.048 Mbit/s.50 ppm) dari 2. Sehingga hal ini memperbolehkan multiplexer penerima untuk merekonstruksi data dari masing-masing data 2 Mbit/s tersebut dengan benar pada kecepatan plesiochronous yang berbeda. Teknik yang sama digunakan untuk menggabungkan 4 data 8 Mbit/s. sehingga diperoleh 34 Mbit/s. Bit-bit yang diperlukan ini dikenal dengan justification atau stuffing bit. Di mana kecepatan ini diijinkan bervariasi (+/. maka suatu kompensasi perlu dilakukan. Untuk memindahkan beberapa data sebesar 2 Mbit/s dari satu tempat ke tempat lain. Multiplexer juga menambahkan bit-bit yang diperlukan agar data sebesar 2 Mbit/s tersebut bisa diterima pada multiplexer penerima. Hasil dari penggabungan ini adalah data yang berjalan dengan kecepatan 8. Proses ini dinamakan proses interleaving. dikuti dengan 1 bit dari stream#2. Kadang. Hal ini menunjukkan bisa terjadi perbedaan pada kecepatan data 2 Mbit/s dengan yang lainnya.sinyalisasi dan sinkronisasi. Dalam kasus ini multiplexer memberi sinyal kepada multiplexer penerima kalau ada bit yang hilang.448 Mbit/s (sekitar 8 Mbit/s). data-data tersebut dikombinasikan atau di-multipleks dalam 4 grup. . Kecepatan data 2 Mbit/s tersebut dikontrol oleh suatu clock yang terdapat pada peralatan yang digunakan untuk membuat data. Hal ini dilakukan dengan mengambil 1 bit dari stream#1. Hal ini menunjukkan kalau kadang-kadang (jika data 2 Mbit/s tidak ditransmisikan dengan kecepatan maksimum) multiplexer akan mencari bit berrikutnya yang belum tiba. sistem PDH memilki beberapa keterbatasan yang anatar lain adalah: Ketidakmampuan untuk mengenali kanal-kanal secara individu pada sistem yang Kapasitas yang tidak memadai untuk sistem jaringan memiliki kecepatan tinggi.

Pengenalan SDH SDH adalah suatu standar yang digunakan dalam transmisi di dunia telekomunikasi. Sistem Transmisi SDH F. Kabel fiber optik Transmisi radio Transmisi satelit Antarmuka peralatan elektronik SDH bekerja secara sinkron. Dengan format SDH. Dengan kata lain. d. b. F. SDH biasanya digunakan pada : a. Sistem ini telah dikembangkan pada berbagai level dari infrastruktur jaringan.- Kebanyakan manajemen sistem PDH adalah milik orang tertentu (proprietary) Tidak ada definisi yang terstandardisasi untuk PDH dengan kecepatan di atas 140 Terdapat berbagai hirarki berebda yang digunakan di dunia. di mana sistem ini diperkenalkan oleh International Telecommunication Union (ITU) atau sebelumnya dikenal dengan nama The International Telegraph and Telephone Consultative Commitee (CCITT). c. SDH pertama kali diperkenalkan ke dunia telekomunikasi pada tahun 1992 dan sudah semakin dikembangkan sejak itu. termasuk akses jaringan dan jaringan untuk pangilan jarak jauh (Long-Distance Trunk). Sistem ini memungkinkan untuk terjadinya multiplexing dan demultiplexing pada satu tingkat. sistem PDH sekarang ini mulai digantikan dengan sistem yang lebih baik yaitu SDH (Synchronous Digital Hierarchy). hannya kanal yang diperlukan pada titik tertentu yang didemultipleks.1. Suatu peralatan Mbit/s dengan antarmuka khusus diperlukan agar dapat berhubungan dengan peralatan yang berbeda. Sehingga mengeliminsi perlunya multiplexing secara berrulang kali. Dengan sistem multiplexing satu tingkat ini dapat menghapuskan kerumitan penggunaan hardware selain itu mengurangi biaya . Oleh karena itu. SDH membuat suatu kanal tampak dan dapat dengan mudah ditambah dan dibuang.

Putusnya suatu jaringan tidak akan menyebabkan ganggauan pada keseluruhan jaringan. Proses demultipleks dan remultipleks struktur plesiochronous tidak perlu dilakukan kembali. Penyedia jaringan bisa menggunakan standar jaringan yang bisa d. Sebagai contoh. Pengadaan yang cepat dan sinkronisasi kapasits jaringan Dengan SDH. SDH adalah platform yang ideal untuk berbagai servis meliputi POTS. WAN. Fungsi add & drop yang telah disederhanakan Dibandingkan dengan sistem PDH.peralatan sementara itu kualitas sinyal meningkat. dan mobile radio melalui komunikasi data (LAN. dll) dan SDH bisa menangani servis yang terbaru seperti video on demand dan video broadcasting lewat ATM yang telah banyak berdiri. f. penyedia jaringan bisa dengan cepat menyediakan kebutuhan pelanggan. Platform masa depan untuk jaringan baru Sekarang ini. Interkoneksi . Kehandalan Jaringan SDH modern mengikutsertakan berbagai auto-backup dan mekanisme perbaikan untuk mengantisipasi kegagalan sistem. SDH bisa dianggap sebagai teknologi yang paling cocok untuk backbone. ini lebih mudah untuk mengeluarkan dan memasukkan kanal berrkecepatan rendah ke kanal berkecepatan tinggi pada SDH. Kecepatan transmisi yang tinggi Kecepatan transmisi sebesar 10 Gbit/s bisa dicapai dengan menggunankan sistem transmisi modern SDH. c. suatu jalur yang disewa bisa dihubungkan dalam beberapa menit saja. ISDN. yang bisa dianalogikan sebagai jalan tol dalam teknologi telekomunikasi sekarang ini. b. dikontrol dan dimonitor dari lokasi sentral dengan sistem Telecommunication Network Management (TMN). antara lain : a. yang bisa menyebabkan kegagalan finansial bagi penyedia jaringan. Di bawah ini merupakan beberapa keuntungan dari penggunaan SDH. Dengan begitu. e. yang di mana rumit dan membutuhkan prosedur dalam waktu lama.

Bagian ini mengatur hubungan SDH dengan beberapa multiplexer. Bagian regenerator adalah yang menghubungkan antar-regenerator. Secara umum SDH mendefinisikan Synchronous Transport Modules (STMs) untuk transmisi lewat fiber optik dengan hirarki transmisi yang telah ditetapkan. Layer terendah mereprensentasikan medium transmisi. Sisa bagian dari overhead (MSOH. Biasanya glass fiber atau jaringan radio atau jaringan satelit. VC-4 mapping digunakan untuk 140 Mbit/s dan VC-12 mapping diggunakan untuk 2 Mbit/s. sehingga memungkinkan untuk mengombinasikan berbagai elemen jaringan dari berbagai manufaktur ke jaringan. Pembawa seperti VC(Virtual Container) bisa digunakan sebagai payload di antara dua bagian akhir ini. Multiplex Section Overhead) biasanya digunakan untuk bagian multipleks. Antarmuka SDH telah distandarisasi. . F. Dua layer VC menggambarkan bagian dari proses pemetaan(mapping) Pemetaan adalah prosedur dimana kanal sinyal seperti sinyal SDH dan sinyal ATM digabungkan dalam STM. Sebagai bagian dari overhead yaitu RSOH (Regenerator Section Overhead) digunakan untuk memberi sinyal di dalam layer. Lapisan paling atas menggambarkan aplikasi dari SDH. Hal ini berakibat pada pengurangan biaya peralatan dibandingkan dengan PDH.SDH memberi kemudahan untuk membangun gateways antara berbagai jenis penyedia jaringan dan sistem SONET.2 Hirarki layer SDH Jaringan SDH telah dibagi menjadi berbagai lapisan berkaitan dengang topologi dari jaringan itu sendiri.

SDH layer jalur kerja SDH .

Pesan juga bisa keluaran dari kanal ini. Layanan ini membutuhkan penggunaan berbagai jenis elemen jaringan. Jaringan SDH secara dasar dibangun dari empat elemen jaringan yang berbeda. Regeneratrt mengambil sinyal clock dari data yang diterima. F1). Topologi yang dipakai tergantung kebutuhan penyedia jaringan. Jaringan SDH harus bisa mentransmisikan layanan seperti ATM. Diantaranya adalah : a. Penggabungan dari aplikasi berbeda adalah jenis data yang dikirim oleh SDH. yang akan dibahas berikut ini. Pesan yang diterima dengan mengekstrak berbagai kanal 64 kbit/s (contohnya kanal E1. .Diagram skematik dari jaringan komunikasi Gambar di atas adalah diagram skematik dari struktur cincin SDH dengan berbagai kanal. Regenerator Regenerator mempunyai tugas untuk mengatur kembali clock dan menguatkan sinyal data yang telah teratenuasi dan terdistorsi.

Terminal multiplexers Terminal multiplexers digunakan untuk menggabungkan sinyal plesiochronous dan sinyal masukan sinkron menjadi sinyal STM-N yang berkecepatan tinggi. d. Digital Cross Connect (DXC) Peralatan ini memiliki fungsi paling luas. Dengan fitur ini. Bisa melakukan mapping kanalkanal sinyal PDH begitu juga dengan switching berbagai container termasuk VC-4. memungkinkan pebuatan struktur cincin yang memunyai keunggulan untuk back-up otomatis dengan peralatan di cincin saat terjadi kegagalan.b. c. Add/drop multiplexers (ADM) Sinyal plesiochronous berkecepatan rendah bisa dikeluarkan dan dimasukkan ke dalam kecepatan SDH yng tinggi dengan ADM. .

ATM. Keunggulan fiber optik adalah tahan interferensi dan bisa ditransmisikan dalam kecepatan tinggi. Kelemahannya adalah biaya yang mahal untuk pemasangan. Dengan kemampuan ini memungkinkan untuk mentransmisikan layanan packet-switched berkecepatan tinggi. dll. untuk jenis satu dan dua adalah pilihan yang cocok untuk digunakan. Kelemahannya adalah keterbatasan bandwidth (sampai STM-4) dan relatif lebih kompleks dalam menghubungkan jalur tersebut ke dalam sistem jaringan. sinyal. sebagai salah satu keungguulan terpenting SDH. Semuanya itu cocok untuk membangun jaringan transmisi yang cepat atau sebagai dari jaringan mobile-radio atau di medan yang sulit. Dengan begitu mereka bisa dimonitor dan dikontrol dari jarak jauh.2.3 Dasar Sinyal SDH Format sinyal SDH memungkinkan untuk membawa berbagai jenis servis pada Virtual Container (VC) yang dimiliki karena fleksibilitas bandwidth yang dimilikinya. video.f. Akan tetapi . F. Semua jaringan SDH yang telah disebutkan di sini. Langkah yang lebih jauh untuk mentransmisikan sinyal SDH adalah dengan jaringan radio atau jalur satelit.1 Manajemen jaringan Telecommunication Network Management (TMN) dianggap sebagai langkah lebih maju dalam jaringan sinkron. dikontrol dengan software. Single-mode fiber optik untuk optical windows. Fiber optik adalah perangkat yang banyak digunakan pada jaringan SDH.

707 ITU-T (yang berisi tentang antarmuka jaringan untuk SDH).08 Mbit/s 622 Mbit/s STM-2 2448. Tiap frame mewakili waktu selama 125 μs.368 Mbit/s 139. SDH mendukung transportasi sinyal dengan hirarki 1. Frame ini disebut sebagai synchronous transport module (STM).52 Mbit/s 155 Mbit/s STM-1 622. Tabel 1 dan tabel 2 menggambarkan hirarki transmisi PDH dan SDH : Sinyal E0 E1 E2 E3 E4 Kecepatan Digital 64 kbit/s 2.SDH tetap mengizinkan transmisi pada level 2 Mbit/s.048 Mbit/s 8.84 Mbit/s 51 Mbit/s STM-0 155. dan 140 Mbit/s. Frame pada tingkat (level) pertama dari SDH adalah STM-1. hirarki PDH Kanal 64 kbit/s 32 E0 128 E0 16 E1 64 E1 Bit Rate Pembulatan SDH 51. Gambar di bawah ini menunjukkan format dari frame tersebut.32 Mbit/s 2. Berdasarkan perkembangan ANSI untuk standar dari Synchronous Optical Network(SONET). Usaha itu dicetuskan pada tahun 1989 oleh ITU-T untuk standar mengenai SDH. Masing-masing byte dalam payload (muatan) .5 Mbit/s. ITU-T mendefinisikan standar yang mengalamatkan hirarki transmisi antara 2048 kbit/s sampai 1554 kbit/s.28 Mbit/s 10 Gbit/s STM-16 39813. Proses pengiriman datanya dilakukan secara baris-per baris.448 Mbit/s 34.12 Mbit/s 40 Gbit/s STM-256 Tabel 2 : hirarki SDH Kapasitas SDH 21 E1 63 E1 / 1 E4 252 E1 / 4 E4 1008 E1 / 16 E4 4032 E1 / 64 E4 16128 E1 / 256 E4 Sebuah frame sebesar 155. untuk mengakomodasi hirarki sinyal digital yang ada. Frame tersebut disusun atas matriks byte 9 baris dan 270 kolom.52 Mbit/s didefinisikan oleh rekomendasi G. Sebagai tambahan. 34 Mbit/s.264 Mbit/s Tabel 1 : asinkron.5 Gbit/s STM-4 9953. dimulai dari byte sebelah kiri atas dan berakhir pada byte sebelah kanan bawah..

Pada bagian ini terdapat regeneration section overhead (RSOH). dan multiplex section overhead (MSOH) yang masing-masing mempunyai fungsi yang berbeda. Di bawah ini adalah fungsi dari SOH : .merepresentasikan sebuah 64 kbits/kanal. Frame STM-1 dapat mngangkut sinyal PDH apa saja (selama totalnya kurang dari 140Mbit/s). Skema diagram dari frame STM-1 Sembilan byte pertama dari masing-masing sembilan baris disebut sebagai overhead.

Bentuk SOH (section overhead) STM-1 Fungsi dari byte-byte SOH (section overhead) .

Pada teknologi transmisi modern SDH ini. Agar data pada VC mudah dibedakan. VC terdapat di bagian payload pada skema diagram frame STM. Berikut ini adalah beberapa contoh dari VC dengan jenis yang berbeda-berbeda (tergantung isi muatannya). yaitu : POH dari VC-3/4 untuk mentransmisikan sinyal 140 Mbit/s & 34 Mbit/s.544 Mbit/s dan 2. maka dilakukan proses mapping. yaitu PDH. kita masih bisa menangani transportasi untuk teknologi transmisi lama. POH untuk menstranmisikan sinyal 1.048 Mbit/s. yang berfungsi sebagai tanda pengenal dan tujuan alamat yang akan dikirim dari data yang terdapat pada VC itu sendiri. maka di dalam VC ada yang disebut sebagai path overhead (POH). Agar sinyal PDH bisa cocok dengan sistem SDH. terdapat istilah container yang merupakan satuan paket dasar untuk menampung . Satu frame STM mampu menampung bermacam-macam VC.Dalam sistem SDH akan sering terdengar istilah virtual container (VC). VC digunakan untuk menngangkut sinyal kanal yang berkecepatan lebih rendah. Di dalam VC.

Sisa bit ini digunakan untuk stuffing yang bertujuan untuk menyesuaikan timing yang tidak sama antara sistem PDH dengan sitem SDH. Beberapa TU tadi bersama-sama membentuk tributary unit group (TUG). Satu atau lebih dari AU membentuk administrative unti group (AUG). akan ada sisa bit kosong yang tak digunakan untuk menaruh data sinyal PDH pada container. Akhirnya. Langkah selanjutnya dalam menuju pembentukan sinyal STM yang lengkap adalah penambahan pointer yang merunjuk ke POH pada masing-masing VC sehingga terciptalah administrative unit (AU) atau tributary unit (TU).kanal-kanal data yang akan ditransmisikan. Dari sini. ketika beberapa container digabungkan (dengan POH-nya masing-masing) maka terbentuklah VC. Maka. AUG ditambah dengan SOH membentuk STM. Hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa proses pembentukkan STM tertentu dari jenis VC yang berbeda kadang tidak seragam prosesnya agar lebih efisien. Ukuran dari container ini sendiri mempunyai kapasitas yang lebih besar dari data sinyal PDH itu sendiri. Pada setiap masing-masing sinyal PDH akan diberikan container. dan masing TUG bergambung membentuk sebuah VC dengan tingkat hirarki yang lebih tinggi dan lalu terbentuk menjadi AU. Berikut ini adalah skema dari pembentukkan STM: .

Skema memasukkan data 140 Mbit/s kedalam sebuah STM-1 .

SDH adalah merupakan jembatan besar dalam revolusi teknologi telekomunikasi dan setidaknya dalam satu dekade mendatang. sistem ini diharapkan sudah merepresentasikan masa depan dari sistem telekomunikasi yang semakin memudahkan dan dapat diandalkan untuk siapa saja. .4. sudah banyak terjadi perkembangan teknologi SDH dalam industri telekomunikasi. Penutup Selama tiga tahun terakhir ini.Skema pemetaan pada SDH F. Banyak sekali peningkatan permintaan dari berbagai belahan dunia akan kubutuhan transfer data yang cepat dalam mengembangkan infrastruktur telekomunikasi generasi mendatangnya.

Sehingga terjadi kesulitan untuk melakukan kontak dengan orang yang berada pada daerah lain. Pengenalan GSM Awal berkembangnya GSM terjadi karena adanya perbedaan pada sistem telekomunikasi yang digunakan pada masing-masing negara. sistem GSM diperkenalkan dengan pelopornya adalah Deutsche Bundespost melalui anak perusahaannya Detecom siap untuk mengoperasikan GSM pada 1 Juli 1991. Teknologi GSM sangat berbeda sekali dengan teknologi sebelumnya karena baik pada proses pensinyalan maupun kanal-kanal suaranya sama-sama sudah berbentuk sinyal murni digital. Kemudian pada tahun 1991. Global Sistem for Mobile Communications (GSM) adalah standar yang paling populer untuk layanan mobile phone di dunia. Contohnya di Jerman dan Portugal menggunakan sistem C-NET sementara Perancis dengan sistem RC2000. dan masih banyak perbedaan untuk daerah lain. Layanan GSM telah digunakan oleh 2 milyar orang pada lebih dari 210 negara. Oleh karena itulah GSM bisa dikategorikan sebagai sistem telepon bergerak generasi kedua (2G). Berikut ini adalah logo GSM yang digunakan untuk mengidentifikasi perlatan mana yang cocok digunkan untuk menggunakan teknologi GSM: Logo GSM . yang dikenal dengan nama D1 Network. Untuk mengatasi masalah ini maka dimunculkanlah teknologi GSM yang mampu beroperasi di berbagai daerah.BAB III Global Sistem for Mobile Communications (GSM) A.

Tarif yang dikenakan untuk layanan roaming B. Keuntungan yang didapat dari operator jaringan adalah kemudahannya untuk memesan peralatan dari berbagai macam vendor karena sudah adanya sistem standar peralatan GSM yang berlaku.Dari sisi kaca mata konsumen. Kebayakan jaringan GSM beroperasi pada frekuensi 900 MHz atau 1800 Mhz. Antarmuka Radio Sistem telepon seluler membagi suatu wilayah menjadi beberapa sel-sel kecil. kunci sukses keberhaslikan berkembangnya teknologi GSM adalah kemampuannya untuk menerima kualitas suara yang sangat baik dan juga adanya layanan SMS (short message service) yang mempunyai tarif yang murah. Penggunan jasa GSM bisa menggunakan teleponnya dari berbagai wilayah di dunia. yaitu: • • • Peningkatan kapasitas Penurunan penggunaan daya listrik Jangkauan area yang lebih baik Sistem seluler ini memungkinkan penggunaan frekuensi ulang pada wilayah yang lain. karena sudah adanya layanan roaming dari berbagai macam operator GSM. sehingga jutaan orang bisa menggunakan telepon seluler secara bersamaan. . Berikut ini adalah beberapa keuntungan dari penggunann jaringan seluler. GSM adalah jaringan seluler. termasuk Indonesia. yang artinya bahwa mobile phone bisa terkoneksi dengan mencari sel-sel disekitarnya yang berdekatan.

Antenanya biasa digunakan untuk indoor. Sel macro bisa ditemui ketika antena BTS di pasang pada bangunan atau atap gedung yang tinggi. Picocells adalah sel yang berukuran kecil dimana luasnya hanya beberapa m2. masing-masing mempunyai bersela 200 kHz.833 kbit/s dan durasi frame-nya adalah 4. Di lain pihak. Biasanya digunakan pada daerah perumahan. Ada beberapa macam ukuran sel pada jaringan GSM network – sel macro. ada delapan timeslot yang dikelompokkan ke dalam sebuah frame TDMA. Metode Time Division Multiplexing digunakan melewatkan 8 kanal suara pada setiap kanal frekuensi radio. Lebar pita 25 Mhz ini dibagi lagi ke dalam 124 kanal frekuensi carrier.Penggunaan frekuensi ulang pada jaringan GSM Pada frekuensi 900 MHz. Area cakupan masing-masing sel bervariasi tergantung dari implementasi terhadap daerah yang dicakupinya masing-masing. frekuensi uplink (pengiriman sinyal dari telepon seluler ke BTS) berkisar antara 890-915 MHz. Sel micro adalah sel yang tinggi antenanya di bawah atap gedung. Sehingga.615 ms. Sel umbrella biasanya digunakan untuk menjangkau sel yang kecil dan mengisi kekosongan di antara sel yang kecil. Kecepatan kanal data adalah 270. micro. . dan frekuensi downlink (pengirian sinyal dari BTS ke telepon seluler) adalah berkisar 935-960 Mhz. pico dan umbrella.

untuk mengirimkan sinyal radio dari antena outdoor menuju antena indoor lainnya. Akan tetapi ini tidak selalu dibutuhkan. pertama kali disaring dengan Gaussian lowpass filter sebelum dikombinasikan ke frequency modulator. suatu frequency shift keying yang memiliki perualangan fasa. Pada GMSK. Struktur Jaringan . sinyal yang akan dimodulasi ke pembawa. sebagai contoh di pusat pertokoan atau bandara udara. Jangkauan terjauh dari GSM dalam praktiknya adalah 35 km atau 22 miles. gain antena.Jangkauan sel bervarisi tergantung pada tinggi antena. Terdapat beberapa cara yang digunakan untuk memperluas jangkauan sel. Modulasi yang digunakan pada GSM adalah gaussian minimum shift keying (GMSK). Hal ini dilakukan ketika dibutuhkan banyak kapasitas panggilan pada indoor. propagasi dari beberapa ratus meter sampai puluhan kilometer. karena jangkauan dalam ruangan (indoor) juga disediakan melalui penetrasi sinyal radio ke dalam gedung dari sel yang berdekatan. Jangkauan GSM dalam ruangan (indoor) dapat dilakukan dengan menggunakan indoor picocell base station atau indoor repeater yang mempunyai beberapa indoor. tipe dari wilayah dan waktu yang dibutuhkan untuk pengiriman sinyal ke BTS dari mobile phone. dimana radius sel bisa digandakan atau bahkan lebih. tergantung dari sistem antena. yang akan mengurangi interferensi dari kanal yang berdekatan. C.

Jaringan GSM bisa dibagi menjadi tiga bagian utama. Mobile Station adalah telepon seluler yang dibawa oleh pelanggan. Sebuah jaringan GSM terdiri atas beberapa entitas fungsi dan antarmuka yang ditentukan. Gambar di atas menunjukkan tampilan jaringan GSM. MSC juga menangani moblitas operasi manajemen itu sendiri. yang menangani kinerja operasi dan proses instalasi jaringan.Struktuk jaringan GSM Pada kenyataannya. struktur jaringan sistem GSM tampak sangat besar dan rumit. Mobile Station . C. dan antara pengguna telepon seluler dengan pengguna telepon tetap. yang bagian utamanya adalah MSC (Mobile service Switching Center). melakukan switching panggilan antara pengguna-penggunan telepon.1. Base station subsistem berkomunikasi dengan MSC menggunakan A interface. Bagian yang tidak ditampakkan pada gambar di atas adalah Operation and Maintenance Center. Base Station mengontrol hubungan radio dengan mobile station. Network Subsistem. A interface mendukung kanal 64 Kbps standar untuk pensinyalan dan trafik. karena jaringan ini harus menyediakan bermacam-macam layanan yang diperlukan. Mobile Station dan Base Station Subsistem berkomunikasi dengan Um interface. Um interface adalah antarmuka jaringan GSM/GPRS untuk menyediakan layanan data sirkuit dan paket dengan sinyal radio.

IMEI dan IMSI saling terlepas antara satu sama lainnya.Mobile Station (MS) terdiri atas telepon seluler dan sebuah kartu SIM (Subscriber Identity Module). Telepon seluler) Kartu SIM Setiap telepon seluler adalah unik karena mempunyai kode Internatioal Mobile Equipment Identity (IMEI) masing-masing yang berbeda. Kartu SIM dapat diproteksi dangan menggunakan password atau personal identity number (PIN). . sang pengguna sudah bisa berkomunikasi antara pengguna telepon lainnya. IMSI digunakan oleh sistem untuk mengidentifikasi pelanggan GSM. Kartu SIM berisi International Mobile Subscriber Identity (IMSI). dengan begitu sang pelanggan bisa berleluasa untuk mengganti perangkat teleponnya tanpa harus mengganti nomor lamanya. Dengan memasukkan kartu SIM ke telepon seluler GSM (ME).

lalu dikirim ke BSC. pada kenyataannya fungsi dari BTS berbeda dari vendor satu dengan vendor lainnya. Kemudian dikirim lewat Abis.2. Base Station Subsistem Base Sation Subsistem tersusun atas dua bagian.2. BCF melakukan operasi dan merawat koneksi ke Network Management Sistem (NMS) dan mengatur operasi dari masing-masing TRX begitu juga dengan penanganan software. Ada vendor yang memunyai BTS adalah sebagai penerima dan pemancar yang berfungsi menerima informasi dari mobile station (MS) lewat Um (perantara udara) lalu mengonversikan menjadi TDM. BTS dikontrol oleh sekelompok BSC lewat Base station Control Function (BCF). pembuatan daftar target sel bahkan handover antarsel bisa ditangani . mudah dipindahkan dan biayanya yang seminimum mungkin.C. Daerah perkotaan yang besar sangat membutuhkan sejumlah besar BTS. C. Mereka berkonunikasi dengan menggunakan standar antarmuka Abis. yang melayani beberapa frekeunsi yang berbeda dan sektor sel yang berbeda. atau 3 sektor walaupun jumlah ini berbeda-beda. Terdapat beberapa vendor yang membangun BTS supaya melakukan pemrosesan informasi sebelumnya. BCF berdiri secara terpisah atau bisa digabungkan dengan TRX pada base station. BTS yang jangkauan luasnya lebih besar dari picocell memiliki beberapa pengirim dan penerima (TRX. Walaupun GSM adalah suatu standar. transceiver). BTS pada umumnya memiliki 1 sampai 12 TRXs dalam 1. 2.1 BTS (Base Transceivver Station) Di dalam Base Transceiver Station terdapat radio penerima dan pengirim dalam satu sel jaringan GSM yang menangani protokol hubungan radio dengan telepon pelanggan. dengan begitu kebutuhan untuk BTS adalah keharusan. memungkinkan pengoperasian dengan komponen berbagai macam merek yang berbeda. Base Transceiver Station (BTS) dan Base Station Controller (BSC).

2. Antarmuka ini melakukan sinyalisasi.2. 2. handover dari BTS ke BTS (kecuali pada . Keuntungan dari hal ini adalah muatan yang lebih sedikit pada antarmuka Abis yang mahal. bisa dibilang sebagai ”orang pintar” di belakang BTS. Antarmuka BSS antara lain adalah : 1. memperbaharui lokasi dan seterusnya. frequency hopping. BSC (Base Station Controller) BSC. otentifikasi. A digunakan untuk membawa kanal trafik. BSC menangani alokasi dari kanal radio. A Antarmuka antara BSC dengan MSC. kontrol panggilan. C. TRX bisa mengalami kehilangan sebagian dari kapasitasnya karena sebagian dari informasi dibutuhkan untuk dikirimkan ke handset pada daerah yang ditangani oleh BTS. Siklus yang digunakan pada sel tertentu secara kontinu ditransmisikan oleh sel tersebut sehingga bisa diketahui oleh handset. Abis Antarmuka antara BTS dengan BSC. TRX melakukan pentransmisian dan penerimaan sesuai dari standar GSM yang menentukan delapan TDMA timeslot untuk suatu frekuensi radio. Informasi ini memungkinkan telepon seluler untuuk mengidentifiksi jaringan dan memperoleh akses untuk masuk ke jaringan itu. handover. perijinan. Frekeunsi hopping biasa digunakan untuk meningkatkan performa BTS secara keseluruhan. Secara umum BSC memiliki 10 atau bahkan 100 BTS yang dikontrol. 3. Um Antarmuka antara MS dengan BTS. kontrol daya. Biasanya dibawa oleh DS-1/T1. Siklus hopping diikuti oleh TRXs dan telepon seluler yang menggunakan sektor tersebut. Hal ini juga melibatkan switching secara kontinu dari trafik suara antara TRXs dalam suatu sektor.secara penuh. ES-1 atau E1.

C. Fungsi transcoding adalah mengonversi kanal suara antara pengode sinyal GSM dengan PCM standar CCITT. BSC tidak diragukan lagi adalah elemen terpenting dalam BSS yang dimana bukan hanya sebagai pengontrol BTS tetapi untuk beberapa vendor. Data ini diperoleh langsung dari bagian perencanaan radio yang mengikutsertakan pemodelan dari propagasi sinyal begitu pula dengan proyeksi trafik. Pada beberapa sistem Ericsson.6 kbit/s untuk data dan 2.2.inter-MSC-handover di mana pengontrolan berada pada tangung jawab MSC). sebanyak 13.4 kbit/s untuk pensinyalan. Untuk 16 kbit/s. transcoder diintegrasikan ke MSC daripada BSC. Akan tetapi pada arsitektur SIEMENS dan Nokia. sebagai pusat switching. daftar frekuensi hopping. termasuk informasi seperti frekuensi pembawa. terdapat beberapa vendor yang menggunakan fungsi ini sebagai suatu bagian yang berdiri sendiri.3. transcoder terpisah dengan subsistem yang normalnya bersama MSC. timing. Subsistem ini juga dikenal sebagai TRAU (Transcoder & Rate Adaptation Unit). . BSC juga menyediakan informasi yang dibutuhkan untuk Network Management Subsystems (NMS). Fungsi penting BSC adalah sebagai konsentrator dimana berbagai koneksi berkecepatan rendah yang terhubung ke BTS akan berkurang sampai sejumlah kecil koneksi yang menuju MSC. TRAU digunakan untuk transmisi kanal trafik antara BSS(16 kbit/s) dengan MSC(64 kbit/s). penerimaan sinyal untuk perhitungan batas sel. Transcoder Walaupun fungsi kompresi/dekompresi adalah termasuk fungsi BSC. level pengurangan daya. semuanya disimpan di BSC. Database untuk semua tempat. Alasan hal ini dilakukan ini supaya biaya hubungan transmisi tetap dapat dikurangi jika kompresi kanal suara selesai dilakukan pada MSC. dan sinkronisasi.

antarmuka jaringan. C. VLR terintegasi dengan MSC. C. Kemudian jika MS melakukan panggilan. Maka orang itu telah terdaftar pada HLR operator tersebut. 2. MSC(Mobile Services Switching Center) MSC melakukan fungsi switching pada sistem.4. VLR yang terkoneksi ke MSC tersebut meminta data tentang MS dari HLR. VLR memunyai informasi yang dibutuhkan untuk membuat panggilan tanpa perlu menanyakan ke HLR setiap waktu.4.2. dan lain sebagainya. pensinyalan kanal.2.C. ketika suatu MS melalukan panggilan ke daerah MSC yang baru.5. informasi lokasi dan keaktifan status. HLR(Home Location Register) HLR adalah database yang digunakan untuk melakukan penyimpanan dan penanganan data pelanggan. Ketika seseorang berlangganan kepada suatu operator PCS (personal communications services).6. VLR(Visitor Location Register) VLR adalah database yang mengandung informasi sementara tentang pelanggan yang dibutuhkan oleh MSC untuk melayani kebutuhan pelanggan. MSC juga berfungsi utnuk toll ticketing. HLR bisa dianggap sebagai database terpenting yang menyimppan data pelanggan secara permanen termassuk profil pelanggan. AUC(Authentication Center) Unit ini melakukan otentifikasi dan enkripsi parameter yang menyetujui identifikasi pengguna dan memastikan kerahasiaan setiap panggilan. C. Elemen ini mengontrol panggilan menuju/dari telepon lain serta sistem data. AUC .2.

Sektorisasi Dengan menggunakan antena direksional pada base station yang masing-masing terarah ke tujuan yang berbeda maka dimungkinkan untuk membuat suatu sektor dari base station sehingga beberapa sel yang berbeda dapat dilayani dari lokasi yang sama. Sektor BTS . Secara umum antena direksional mempunyai beamwidth 65 sampai 85 derajat. D.2. Secara umum ada dua antena yang digunakan pada masing-masing sektor dengan jarak 10 atau lebih untuk panjang gelombang yang berbeda. C. tidak meningkatkan interferensi yang ditimbulkan ke sel yang berdekatan(dalam berbagai arah hanya sebagian sel yang ditransmisikan). Kapasitas trafik dari base station dapat ditingkatkan. tidak diizinkan atau telepon seluler yang rusak. AUC dan EIR dibuat sebagai bagian yang berdiri sendiri atau kombinasi dari AUC/EIR.melindungi operator jaringan dari berbagai jenis penipuan yang ada di dunia seluler saat ini.7 EIR(Equopment Identity Register) EIR adalah database yang mengandung informasi tentang identitas dari peralatan MS yang tidak memperbolehkan untuk melakukan panggilan saat telepon seluler dicuri. Pada saat yang bersamaan.

Penutup Penggunaan jaringan seluler menjadi semakin populer. telepon seluler sudah merupakan barang yang sudah tidak istimewa lagi sekarang.Hal ini memungkinkan operator untuk mengantisipasi efek dari fading yang disebabkan fenomena fisik seperti penerimaan bercabang. segala informasi bisa dikirmkan maupun . o Jarak duplex : merupakan jarak antara frekuensi uplink dengan downlink yang besarnya 80 Mhz. Setiap panggilan dimasukkan pada time slot tertentu. F. Satu hal yang paling penting adalah menciptakan satu standar jaringan telekomunikasi untuk mengirimkan berbagai bentuk informasi. Lalu. tidak ada yang tahu bagaimana perkembangan teknologi telekomunikasi bisa mencapai titik jenuhnya. o Pemisahan kanal : memisahan antara frekuensi pembawa yang berdekatan dalam GSM adalah 200 Khz o Modulasi : adalah proses mengirimkan suatu sinyal dengan mengubah karakteristik dari frekuensi pembawa. Namun. Setiap penemuan-penemuan baru selalu didasarkan pada pengembangan teknologi terdahulunya. Spesifikasi dan karakteristik GSM Berikut ini adalah beberapa spesifikasi dan karakteristik GSM : o Batasan frekuensi : jangkuan frekuensi untuk GSM adalah 1850 sampai 1990 Mhz. Beberapa penguatan sinyal yang diterima ketika sinyal tersebut meninggalkan antena biasa digunakan untuk menyeimbangkan kekuatan sinyal saat uplink dan downlink. o Metode akses : menggunakan konsep TDMA (Time Division Multiple Access) yang merupakan suatu teknik yang mengizinkan beberapa telepon untuk berbagi pembawa yang sama. E. Seperti yang telah disinggung sebelumnya. Hal ini dilakukan pada GSM lewat GMSK (Gaussian Minimum Shift Keying).

diterima di seluruh belahan bumi dengan mudah dan cepat. sehingga membuat dunia yang luas ini menjadi lebih dekat dan akrab. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful