You are on page 1of 4

Arthropoda

1. Pengertian

Arthropoda berasal dari bahasa Yunani yaitu arthros, sendi dan podos, kaki.

Oleh karena itu ciri utama hewan yang termasuk dalam filum ini adalah kaki yang

tersusun atas ruas-ruas. Jumlah spesies anggota filum ini terbanyak dibandingkan

dengan filum lainnya yaitu lebih dari 800.000 spesies (Kastawi, 2005).

2. Ciri-ciri Umum Arthropoda

Menurut Brown (1979), arthropoda memiliki ciri-ciri umum sebagai berikut:


1) Arthropoda bersifat simetri bilateral.
2) Badan beruas-ruas, umbai-umbai beruas dan mempunyai eksosklet keras, terbuat
dari chitine.
3) Tubuh terdiri dari atas kepala, thorax dan abdomen.
4) Umbai yang berpasangan berubah menjadi kaki untuk berjalan pada species yang
hidup di darat dan menjadi kaki pengayuh pada yang hidup di dalam air.
5) Umbai-umbai pada kepala berubah menjadi alat peraba, alat pengayuh atau alat
penusuk.
6) Mata arthropoda majemuk atau sederhana.
7) Terdapat susunan pencernaan, vaskularisasi, ekskresi dan saraf pada arthropoda.
8) Pernafasan pada golongan yang hidup dalam air dilakukan dengan insang dan
pada yang hidup di darat dan udara dengan trachea.
9) Kelamin biasanya terpisah dan reproduksi bersifat seksual

Menurut Kastawi (2005)


Sistem organ Keterangan
Sistem Alat pencernaan makanan lengkap terdiri dari mulut, kerongkongan,
pencernaan usus, dan anus. Mulut dilengkapi alat-alat mulut. Anus terdapat pada
makanan segmen posterior.
Sistem Ekskresi dengan kelenjar hijau atau dengan pembuluh malpigih
ekskresi
Sistem Reproduksi secara seksual dan aseksual (partenogenesis dan
reproduksi paedogenesis). Sistem reproduksi pada arthropoda terpisah, artinya
ada hewan jantan dan ada hewan betina.
Sistem saraf Sistem saraf berupa tangga tali dan alat peraba berupa antena.

3. Klasifikasi
Arthropoda dapat dibagi menjadi 6 kelas, yaitu Crustacea, Onychophora, Arachnida,
Chilopoda, Diplopoda, dan Insecta. Tetapi kadang-kadang kelas Chilopoda dan
Diplopoda dimasukkan ke dalam satu kelas yaitu Myriapoda (Suwignyo, 2005.)
Diuraikan sebagai berikut:
a. Crustacea
Sistem organ dalam tubuh Crustacea menurut Kastawi (2005):

Sistem Makananya berupa bamgkai atau tumbuhan dan hewan lain. Akan
organ tetapi, ada juga yang bersifat parasit pada organisme lain.

Alat pencernaannya terdiri atas tiga bagian, yaitu:

a. Tembolok, untuk menampung makanan.

b. Lambung otot (empedal)

c. Lambung kelenjar

Di dalam perut crustacea terdapat gigi-gigi kalsium yang teratur


berderet secara longitudinal. Selain gigi kalsium ini terdapat pula
batu-batu kalsium gastrolik yang berfungsi mengeraskan
eksoskleton setelah terjadi

Sistem Alat pernapasan umumnya berupa insang, kecuali yang bertubuh


pencernaan sangat kecil dengan seluruh permukaan tubuh.
makanan

Alat indra Alat indra berupa sepasang mata majemuk (faset) bertangkai yang
dan sistem berkembang dengan baik. Alat pencium dan peraba berupa dua
saraf pasang antena. Sistem sarafnya berupa tangga tali. Pada sistem
sarafnya terjadi pengumpulan dan penyatuan ganglion dan dari
pasangan-pasangan ganglion keluar saraf yang menuju ke tepi.

Sistem Sistem reproduksinya bersifat diesis (berkelamin satu).


reproduksi Pembuahan terjadi secara eksternal. Telur menetas menjadi larva
yang sangat kecil, berkaki tiga pasang, dan bersilia.
Hewan kelas crustacea yang ditemukan di plot 2:
a. Ocypode ceratophthalma

(https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Ocypode_ceratophthalma_-
_Bohol,_Philippines.jpg)

Kingdom : Animalia
Phylum : Arthropoda
Class : Crustacea
Order : Decapoda
Family : Ocypodidae
Genus : Ocypode
Species : Ocypode ceratophthalma

(Sumber : http://species-
identification.org/species.php?species_group=crabs_of_japan&menuentry=soorte
n&id=1756&tab=classificatie)

Kepiting merupakan anggota Artropoda yang memiliki kaki beruas-ruas dan


bagian perut mereduksi. Kepiting memiliki eksoskeleton yang terbuat dari lapisan
kutikula yang merupakan polisakarida dari kitin, protein, lemak dan mineral seperti
kalsium karbonat. Kepiting memiliki lima pasang kaki yang menjadi dasar
dimasukkannya ke dalam ordo Decapoda, sebagian besar tubuh kepiting dilindungi
oleh karapas (Denny and Gaines, 2007).
Kepiting merupakan anggota Crustacea (Decapoda: Brachyura) yang memiliki
habitat yang cukup luas. Kepiting pada umumnya hidup di sekitar daerah perairan,
juga mudah ditemukan di hampir semua daerah yang terdapat genangan air seperti
sungai, sawah, estuari hingga daerah berlumpur seperti hutan bakau. Beberapa jenis
kepiting diketahui hanya terdapat di laut dan jenis-jenis lainnya terdapat di darat
maupun air tawar, sebagai salah satu komponen biotik yang penting dalam
ekosistem perairan, kepiting berperan sebagai pemakan detritus atau termasuk
dalam organisme pengurai, kepiting juga berperan sebagai mangsa/sumber
makanan bagi hewan akuatik lainnya termasuk beberapa jenis burung yang
beraktivitas di wilayah perairan (Denny and Gaines, 2007).

Hewan kelas crustacea yang ditemukan di plot 4:


a. Pollicipes polymerus

(https://www.flickr.com/photos/21529332@N08/6827073487)

Kingdom : Animalia
Phylum : Arthropoda
Class : Crustacea
Order : Thoracica
Family : Scalpellidae
Genus : Pollicipes
Species : Pollicipes polymerus

(http://www.racerocks.com/racerock/eco/taxalab/bio2003/pollicipesp/pollicipesp.
htm)

DAPUS

Brown HW. 1979. Dasar Parasitologi Klinis. Edisi 3. Jakarta: PT Gramedia


Denny MW, Gainers SD. 2007. Encyclopedia of Tidepools & Rocky Shores.
University of California Press. California. P. 164.
Kastawi, Yusuf. 2005. Zoologi Vertebrata. Malang: UM Press.