You are on page 1of 5

LAPORAN

EVIDENCE BASED MEDICINE

No Langkah Hasil
Evidence Based Medicine
1 Ringkasan kasus Anamnesis
Ny. R 63 Tahun datang ke Puskesmas Natar dengan keluhan
nyeri pada pipi kanan yang dirasa sejak 10 hari yang lalu.
keluhan nyeri muncul terus menerus-nerus dengan intesitas
ringan sedang. Keluhan nyeri dirasa semakin sakit ketika
pasien menundukan kepalanya. Keluhan nyeri disertai dengan
adanya hidung tersumbat dan bau menyengat disekitar hidung.
Keluhan hidung tersumbat muncul bersamaan dengan pilek
dan terkadang disertai dengan batuk. Keluhan tersebut dirasa
berulang dan cukup sering dialami oleh pasien. Keluhan bau
menyengat muncul sejak 7 hari yang lalu. keluhan muncul
secara perlahan dan dirasa semakin lama semakin berat dan
sering. Bau menyengat muncul tanpa dipengaruhi oleh
aktivitas tertentu.

Pasien juga pernah mengalami keluhan ini sebelumnya.


Keluhan ini dialami sekiatr 20 tahun yang lalu. tetapi keluhan
diawali dengan nyeri dan bolongnya gigi graham atas kanan.
Pasien tidak memiliki penyakit kronis seperti hipertensi,
diabetes melitus maupun penyakit jantung. Pasien rutin
olahraga 1 minggu satu kali, tidak merokok serta tidak
mengonsumsi alkohol.

Pemeriksaan Fisik :
Keadaaan umum: tampak sakit sedang; suhu: 36,4oC; tekanan
darah: 120/80 mmHg; frekuensi nadi: 110 x/menit; frek.
nafas: 18 x/menit; berat badan: 46 kg; tinggi badan: 165 cm.
IMT: 16,9 kg/m2

Status Generalis:
Mata, telinga, kesan dalam batas normal. , JVP tidak
meningkat, kesan dalam batas normal.
 Paru: gerak dada dan fremitus taktil simetris, tidak
didapatkan rhonki dan wheezing, kesan dalam batas
normal.
 Jantung: Bunyi jantung reguler S1 dan S2, murmur -,
gallop -
 Abdomen, supel, tidak didapatkan organomegali
ataupun ascites, kesan dalam batas normal.
 Ekstremitas tidak didapatkan edema, kesan dalam
batas normal. Muskuloskeletal dan status neurologis
kesan dalam batas normal.

Status lokalis
Inspeksi : nasal pada midline, eritema (-), pus (--), jaringa
sikatrik (-), trauma (-), hematoma (-),
Palpasi : nyeri tekan nasal (-), nyeri tekan regio maksilaris
(+/+), nyeri tekan regio frontalis (-/-).
Rhinoskopi anterior : mukosa intak, laserasi (-), edema (-),
concha media et inferior tampak edema warna livid, sekret
bening bercampur warna putih (+). Deviasi septum nasi (-).
2 Formulasi pertanyaan Apa amoksisilin dosis standar dapat digunakan dalam kasus
rhonosinositis ?
3 PICO Person/Population:
Wanita usia 63 tahun dengan rhinositis rekuren
Intervenstion:
Penggunaan dosis amoksisilin standar pada kasus sinusitis
Comparison:
Perbandingan penggunaan amoksisilin dengan antibiotik lain
atau dengan dosis lain
Outcome:
Perbaikan klinis pasien rhinosinusitis rekuren
4 Screening Guidance Database jurnal yang dipilih dalam kegiatan EBM meliputi
cochrane, pubmed dan science direct. Dinilai penggunaan
databse journal cochrane dan science direct berbayar,
sehingga dipilih pubmed dalam penelusuran pustaka.
Pencarian pustaka dilakukan pada web pubmed, kemudian
dilakukan advanced search. Pada pilihan advaced search
dilakukan pencarian pustaka dengan metode bollean logic
dengan menggunakan kata AND OR.
Kemudian hasil pencarian dilimitasi dalam :
1. Free full text
2. Limitasi 5 tahun terakhir
3. Literasi berupa: cohort, case control, case report,
systematic review dan cross sectional
Hasil pencarian pustaka mencapai 214 pustaka. Dipilih 1 yang
sesuai dengan foreground question
5 Eliminate Dilakukan screening journal. Terdapat 214 journal. Dilakukan
screening judul yang sesuai kemudia didapatkan jurnal yang
dianggap sesuai :
High Dose Versus Standard Dose Amoxicilin/Clavulanate for
Clinically-diagnosed acute bacterial sinusitis: A Randomized
clinical trial
6 Telaah Jurnal Judul :
High Dose Versus Standard Dose Amoxicilin/Clavulanate for
Clinically-diagnosed acute bacterial sinusitis: A Randomized
clinical trial
Penulis :
Andre Matho, Marry Mulqueen, Myuki Tanino, Aaron
Quidort, Jesse Chung, Jenifer Pollard, Julieta Rodriguez,
Supraja Swamy, Brittany Tayler, Gina Garrioson, Ashar Ata,
Paul Sorum
Tahun Terbit:
8 Mei 2018
Penerbit:
PLOS ONE, NCBI
Konten Jurnal
a. Introduction
Ditulis dalam paragraf, melingkupi defisini sinusitis,
epidemiologi sinusitis, etiologi terbanyak bakterial
sinusitis, penggunaan amoksisilin dosis standar pada
kasus sinusitis bakterial. Jumlah pustaka yang
digunakan sebanyak 28 pustaka. Ditulis dalam 3
paragraf utama
b. Methode
Metod yang digunakan RCT, double blinded,
comparative-effectiveness, pragmatic. Dilakukan
selama 18 November 2014 hingga 29 Februart 2017.
Protokol peneitian disetujui oleh Instituitional
Revieew Board at Albany Medical Centre 16
November 2014
c. Subject Study
Pasien diatas 18 tahun dengan gejala blokade sinus
dan didiagnosis secara klinis oleh General
Practionere. Dengan gejala sebagai berikut :
 Gejala menetap selama 10 hari
 Demam tinggi
 Nyeri pipi
 Rhinorea
 Nyeri kepala
 Gejala tersebut bertahan selama 3 hari
d. Result
Dosis standar immediate release amoksisilin
klavulanat 875/125 mg dibandingkan dengan dosis
tinggi 2000 mg dalam bentuk extended release.
Terdapat perubahan yang baik dalam 3 hari selaama 1
periode pada pasien dengan amoksisilin extended
release 38,8%, sedangkan pada pasien dengan
immediate release dalam dosis standar hanya 37,9%.
Pada periode 2 terdapat peningkatan pada dosis tinngi
immediate release sebanayk 52,4% dan 34,4%.
e. Refrences
ditulis dalam sitasi vancouver. Jumlah sitasi sebanyak
46 pustaka. Pustaka yang dipilih meliputi jurnal, buku
dan guideline.
Immportance :
Hasil temuan pada jurnal ini menunjukan bahwa amoksisilin
dosis tinggi memberikan efikasi yang lebih baik daripada
amoksisilin dosis standar. Sehingga dosis 2000 mg dalam
pemberian dapat dipertimbangkan untuk terapi acute bacterial
sinusitis.

Application:
Hasil penelitian ini dapat diaplikasikan di Indonesia terutama
di faskes layanan primer, yang mana penggunnan amoksisilin
di Indonesia masih umum.
7 Apply Pada kasus ini penggunaan amoksisilin dosis standar tetap
dipilih sebagai opsi pertama, walaupun pada jurnal
penggunaan dosis standar tidak terlalu tnggi. Tetapi alasan
faktor internal pasien dalam megonsumsi obat menjadi alasan
utama dalam memilih dosis amoksisilin.