You are on page 1of 13

Andalas Journal of International Studies

ISSN : 2301 - 8208

Published by
Andalas Institute of International Studies – ASSIST
International Relations Department
Faculty of Social and Political Sciences
Universitas Andalas
Padang

Editor in Chief : Sofia Trisni, Winda Ariany


Editorial Board : Apriwan, Anita Afriani Sinulingga, Poppy Irawan
Associate Editors : VirtuousSetyaka, HaiyyuDarmanMoenir, Rika Isnarti,
Putiviola Elian Nasir, Wiwiek Rukmi Dwi Astuti, Silsila Asri
Design/ lay out : Agung Imam Zulhatta, Annisa Fitri, Dewi Putri Cornelis
Editorial Advisory Board : Kim So-il (Busan University of Foreign Studies)
Abu Bakar Eby Hara (University Utara Malaysia, Universitas
Jember)
Philips Vermonte (CSIS Jakarta)
Arry Bainus (Universitas Padjadjaran)
Muhammad Yunus (Universitas Airlangga)
Editorial Office : Program StudiIlmuHubunganInternasional
GedungJurusan – FISIP UniversitasAndalas, Lt. 2
KampusLimauManis Padang, 25163
Telp/fax: (0751)71266
Homepage :http://hi.fisip.unand.ac.id/assist/publication/ajis/

Andalas Journal of International Studies (AJIS) is published twice a year. It is published by


ASSIST, contains research and analytical platform dedicated to a better understanding of
International issues and aims to craft the alternatives in International Studies. AJIS welcomes for
papers which never been published. Summit your paper to our editorial office in conditional, type in
A4, consist of 4000-5000 words in Turabian Style formatting.
Anita Afriani Sinulingga | Isu Bencana dan Prinsip-Prinsip Humanitarian dalam
Studi Ilmu Hubungan Internasional
Isu Bencana dan Prinsip-Prinsip Humanitarian
Dalam Studi Ilmu Hubungan Internasional

Anita Afriani Sinulingga*


nanisinulingga@gmail.com

Abstract
This article seeks to explore how the issue of disaster and
humanitarian principles applied in International Relations’ studies. This
article will be shaped into two parts. The first section will describe the disaster
issues in International Relations’ studies. This section will explain how to link
disaster issues in international relations and the application of disaster issues
that may be developed in International Relations’ studies. The second part will
describe the development of Humanitarian principles derived from the Geneva
Convention. In the convention, there are four humanitarian principles as the
basis of any humanitarian action, but these principles need to be so that it can
operasionalize in International Relations’ studies.

Keywords: disaster, humanitarian, International Relations’ studies

*
Staf Pengajar Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, Universitas Andalas
Andalas Journal of International Studies| Vol 5 No 1 Mei Tahun 2016 17
Anita Afriani Sinulingga | Isu Bencana dan Prinsip-Prinsip Humanitarian dalam
Studi Ilmu Hubungan Internasional
I. Pendahuluan Fenomena ini memperlihatkan
Dalam perkembangan ilmu HI, isu menguatnya solidaritas transnasional
bencana menjadi salah satu isu yang dalam merespon terjadinya bencana
relevan sebagai sebuah kajian. Isu bencana Selanjutnya, globalisasi telah
dapat dilihat sebagai isu keamanan non- menyebabkan bencana, tidak lagi menjadi
tradisional dalam Ilmu HI. Jika persoalan lokal semata, namun telah
sebelumnya bencana dipandang hanya menjadi masalah global. Isu bencana
sebagai “cobaan Tuhan” sebagai sesuatu dewasa ini telah menjadi isu yang
yang tidak dapat diprediksi, saat ini lebih melewati lintas batas negara. Misalnya,
dipandang sebagai sebuah ancaman, bencana kabut asap di sebuah negara akan
resiko, kerentanan serta dapat dikontrol mempengaruhi kondisi politik dan
dan dimitigasikan22. Lebih jauh bencana ekonomi negara lain, khususnya negara
merupakan isu sosial yang berkaitan tetangga. Bencana yang terjadi di negara
dengan resioko yang dihadapi masyarakat. tertentu saat ini telah menjadi perhatian
Resiko (risk) suatu masyarakat terhadap masyarakat dunia sehingga pada setiap
bencana merupakan kombinasi antara terjadinya bencana, bantuan kemanusiaan
bahaya (hazard) dan kerentanan dari lembaga-lembaga internasional, baik
(vulnerability) terhadap kemampuan yang berasal dari negara, perusahaan
(capacities) masyarakat yang terkena transnasional atau organisasi internasional,
dampak bencana. selalu hadir di wilayah bencana. Lebih
Isu bencana dewasa ini telah mendalam, kaitan antara isu bencana dan
melibatkan banyak aktor, tidak hanya ilmu HI akan dijelaskan pada bagian-
peran negara yang menjadi sorotan disana, bagian selanjutnya.
namun aktor non-negara seperti organisasi
internasional, kelompok masyarakat, II. Isu Bencana dalam Ilmu Hubungan
MNC/ TNC, media massa juga memiliki Internasional
ruang tersendiri. Relasi antara aktor Hubungan Internasional adalah
tersebut dalam isu bencana dapat sebuah istilah yang secara umum terkait
dijelaskan sebagai hubungan antara negara dengan relasi–relasi antar negara. Namun
penerima donor dan lembaga pendonor. istilah ini dianggap terlalu sempit sehingga
kemudian muncul istilah Politik Dunia.
22
Nathan F, Disaster and Human Securyty , Paper Politik Dunia tidak hanya menggambarkan
for the Montreal ISA Conference, 18 Maret 2004,
ed. June Cahyaningtyas dan Ludiro Madu, Isu relasi negara namun yang juga meliputi
Bencana dalam Hubungan Internasional, (Bandung:
Graha Ilmu, 2013) aktor-aktor non-negara. Keamanan,
Andalas Journal of International Studies| Vol 5 No 1 Mei Tahun 2016 18
Anita Afriani Sinulingga | Isu Bencana dan Prinsip-Prinsip Humanitarian dalam
Studi Ilmu Hubungan Internasional
ekonomi (kesejahteraan), dan identitas menjadi isu penting bagi praktisi maupun
dapat dilihat sebagai tiga tujuan atau fokus ilmuwan di era Perang Dingin. Terjadinya
utama yang dikejar oleh organisasi- krisis misil Kuba 1962 merupakan awal
organisasi dan individu. Perjuangan lahirnya manajemen emergensi yang
terhadap tiga tujuan ini membantu ditandai dengan berkembangnya
menjelaskan bukti-bukti konflik dan pertahanan sipil. Tujuan pertahanan sipil
kerjasama dewasa ini dalam hubungan adalah melindungi pemerintah dan
internasional maupun politik dunia23. Di masyarakat dari dampak perang nuklir.
sisi lain, ilmu HI dijelaskan sebagai sebuah Para pembuat kebijakan pertahanan
disiplin ilmu yang mengkaji hubungan- mengidentifikasi upaya-upaya untuk
hubungan politik negara-negara dan mengevakuasi pejabat publik dan
berbagai interaksi antara institusi masyarakat Amerika ketika misil-misil Uni
multilateral pada level global. Konflik Soviet diluncurkan. Di sisi yang lain,
antar negara merupakan isu utama yang negara-negara lain termasuk Rusia juga
dikaji oleh para pakar sehingga perang dan melakukan upaya-upaya emergensi selama
damai adalah masalah utama dalam kajian masa Perang Dingin. Selain proses
ini. Tujuannya adalah untuk mencari instutionalisasi manajemen bencana,
pemahaman tentang buruknya sebuah Amerika Serikat juga mendanai kajian-
peperangan, dalam usaha utuk menemukan kajian bencana untuk mengetahui perilaku
upaya untuk mencegah terjadinya manusia terhadap bencana. Para ilmuwan
perang24. Lebih jauh, relasi antara isu menemukan bahwa, manusia cenderung
bencana dalam ilmu HI akan dijelaskan bersikap rasional ketika terjadi bencana.
sebagai berikut25. Kedua, Studi HI dan bencana berada
Pertama, kajian bencana dan dalam cakupan organisasi internasional.
manajemen emergensi mengarah pada Ilmuwan dalam disiplin ilmu HI berusaha
perkembangan relasi-relasi global. Seiring memahami aktivitas institusi-instutusi
lahirnya Ilmu HI pada awal Perang Dunia global (seperti LBB dan PBB) serta
II hingga medio abad 20, bencana juga organisasi non pemerintah (NGO) di level
global.Terdapat berbagai bentuk operasi
23
Paul R. Viotti dan Mark V. Kauppi, International
Relations & World Politics (5th ed), (USA: bersama di wilayah bencana antara
Pearson, 2013), hal 15-18
24
David A. McEntire, International Relations and
organisasi pemerintah dan non pemerintah.
Disasters: Illustrating the Relevance ofthe Misalnya the International Relief Union,
Discipline to the Study and Profession of
Emergency Management, (Federal Emergency NGO yang berdiri pada tahun 1921 di
ManagementAgency: 2004), hal 1-2
25
Ibid . hal 3-8 Italia, dan the United Nations Disaster
Andalas Journal of International Studies| Vol 5 No 1 Mei Tahun 2016 19
Anita Afriani Sinulingga | Isu Bencana dan Prinsip-Prinsip Humanitarian dalam
Studi Ilmu Hubungan Internasional
Relief Organization, agensi PBB yang ini, fokus pemerintah negara-negara sangat
didirikan pada tahun 1971, kedua lembaga besar terhadap terorisme sebagai isu
tersebut mengkoordinasikan bantuan penting di luar isu keamanan. Dalamisu
internasional kepada negara-negara yang terorisme, negara-negara bekerjasama
mengalami bencana. Organisasi Palang dengan satuan intelijen, melakukan
Merah Dunia yang pada awalnya dibentuk kampanye anti ploriferasi, kontrol
untuk membantu para tentara yang terluka perbatasan, perlindungan infrastruktur,
di medan perang, namun ruang lingkup manajemen emergensi dan isu lainnya.
operasinya berkembang ke bantuan Keempat, peristiwa bencana besar
bencana. Selain IGO dan NGO, terdapat mempengaruhi semua kawasan di seluruh
ribuan lembaga-lembaga sukarelawan dunia. Bencana besar yang terjadi pada
berupaya untuk mencegah dan sebuah negara memberikan dampak yang
menanggulangi masalah bencana. buruk bagi negara lainnya. Bencana
Pakar dalam ilmu HI berupaya memberikan konsekuensi terhadap
menganalisis kinerja organisasi tersebut permasalahan internasional seperti pada
dan menyusun rekomendasi untuk kasus kecelakaan nuklir Chernobyl
memperbaiki kemampuan operasinya. Saat menyebabkan radiasi di seluruh dunia,
ini, terdapat sejumlah pemikiran yang gempa bumi Kobe mempengaruhi pasar
dihasilkan untuk mengatasi kesulitan- komputer di Amerika Serikat dan negara
kesulitan koordinasi dalam complex lainnya, konflik Rwanda menyebabkan
emergencies. Studi Ilmu HI selanjutnya berbagai masalah pengungsi di berbagai
berkontribudi gambaran umum mengenai negara.
organisasi internasional serta bagaimana Kelima, bencana yang membawa
organisasi tersebut dapat mengatasi dampak yang destruktif membutuhkan
berbagai kesulitan ketika menghadapi pendekatan global. Para pakar telah
bencana di seluruh dunia. mengilustrasikan bahwa aktivitas di
Ketiga, dalam riset tentang sebuah negara dan berasal dari sistem
keamanan.Jika sebelumnya definisi ekonomi global memberikan pengaruh
keamanan sangat terkait dengan besar kepada negara lain. Misalnya pada
pengendalian senjata khususnya senjata kasus, Union Carbide, sebuah perusahaan
nuklir, namun saat ini definisi keamanan milik Amerika Serikat, menyebabkan
meluas. Berbicara tentang isu keamanan korban meninggal sebanyak 5000 orang di
harus memperhitungkan isu lain termasuk India akibat pencemaran bahan kimia.
bencana alam atau bencana lainnya. Saat Bencana yang terjadi sebagian besar di
Andalas Journal of International Studies| Vol 5 No 1 Mei Tahun 2016 20
Anita Afriani Sinulingga | Isu Bencana dan Prinsip-Prinsip Humanitarian dalam
Studi Ilmu Hubungan Internasional
negara-negara berkembang, dengan aspek finansial, namun dimensi-dimensi
kapasitas yang tidak memadai untuk lain yang tidak dapat dikuantifikasi seperti
menanggulangi dampak bencana, maka citra, pengakuan dan sebagainya26. Citra
upaya-upaya kolaborasi dibutuhkan dalam sebuah negara akan meningkat ketika
pengurangan resiko bencana. negara tersebut dalam isu bencana tidak
Berangkat dari penjelasan hanya sebagai negara penerima bantuan,
sebelumnya, maka dapat dirangkum bahwa namun menjadi negara donor. Adanya
isu bencana telah lahir seiring era Perang pengakuan dunia terhadap negara-negara
Dingin, sebelum lahirnya kajian Ilmu HI yang memiliki kemampuan yang mumpuni
pasca Perang Dunia II, yang dalam penanggulangan bencana akan
memperlihatkan adanya relasi-relasi global memperbaiki posisi tawarnya dalam
dalam isu bencana. Keterkaitan ilmu HI mempengaruhi negara lain. Dalam kondisi
dan isu bencana juga ditemukan sering ini, isu bencana berpeluang menjadi nation
dengan perkembangan organisasi branding atau image building yang
internasional dan perluasan keamanan dibutuhkan dalam pencapaian tujuan
tradisional. Relasi antar negara yang politik luar negeri dan diplomasi.
bersifat transnasional juga digambarkan Kedua, isu bencana dalam diplomasi.
melalui peristiwa bencana besar Pasca Perang Dunia II, diplomasi
mempengaruhi semua kawasan di seluruh merupakan upaya yang digunakan secara
dunia dimana membutuhkan upaya-upaya luas oleh negara-negara dalam mencapai
kolaborasi dalam pengurangan resiko kepentingan nasionalnya. Dewasa ini
bencana. Selanjutnya isu bencana dapat terdapat berbagai bentuk diplomasi yang
diaplikasikan dalam beberapa kajian dalam berkembang, salah satunya diplomasi
ilmu HI sebagai berikut. kemanusiaan. Diplomasi kemanusiaan
Pertama, isu bencana dalam kajian biasanya diterapkan pada saat terjadinya
kebijakan luar negeri. Isu penanggulangan bencana besar, banyak negara
bencana merupakan isu strategis yang menyalurkan bantuan luar negerinya,
ingin dicapai dan dikuasai oleh negara, selain sebagai sebuah panggilan
khususnya negara-negara yang rawan kemanusiaan, juga sebagai instrumen
bencana. Isu bencana dapat menjadi diplomasi negaranya terhadap negara
keuntungan komparatif atau keunggulan penerima bantuan. Saat terjadi bencana
kompetetif bagi sebuah negara. Dalam
26
perspektif yang lebih luas, keuntungan dan Syamsul Maarif, Penanggulangan Bencana
sebagai Diplomasi Soft Power Indonesia dalam
keunggulan tersebut bukan hanya pada June hal 6
Andalas Journal of International Studies| Vol 5 No 1 Mei Tahun 2016 21
Anita Afriani Sinulingga | Isu Bencana dan Prinsip-Prinsip Humanitarian dalam
Studi Ilmu Hubungan Internasional
gempa bumi dan tsunami di Jepang pada isu yang lebih luas. Era ini juga
Maret 2011, hampir 115 negara di dunia memberikan pengaruh terhadap komunitas
yang berkomitmen memberikan epistemik dalam isu tata kelola bencana
bantuannya ke Jepang. Hal yang sama juga internasional.
terjadi ketika bencana tsunami di Aceh, Keempat, isu bencana dalam kajian
banjir di Pakistan, gempa di Haiti, dan keamanan internasional. Globalisasi telah
sebagainya. Interaksi antar aktor-aktor mengubah politik internasional menjadi
kemanusiaan membentuk sebuah relasi dan post-international politics dimana aktor
tidak jarang mereka akan terlibat dalam non negara mulai mengemuka sebagai
sebuah negosiasi dengan berbagai aktor. aktor dominan selain aktor negara.
Diplomasi kemanusiaan dewasa ini lebih Konsekuensinya adalah tatanan interaksi
banyak dilakukan oleh aktor-aktor non- internasional menjadi semakin kompleks
negara, termasuk organisasi-organisasi dan multicentric. Dengan aktivitasnya
non-pemerintah dan individu. yang melewati lintas batas negara, aktor
Ketiga, isu bencana dalam kajian non negara tersebut menunjukkan bahwa
rezim internasional. Berkembangnya dalam hubungan internasional berlaku no
asumsi bahwa kerjasama internasional fixed traditional boundaries. Selanjutnya
dimungkinkan dalam kondisi dunia yang globalisasi telah menyebabkan negara
anarki memberikan dampak positif baik untuk meninjau kembali konsep
kepada organisasi internasional, para keamanan27.
ilmuwan dan ahli-ahli kebijakan untuk Buzan membagi sektor keamanan ke
berkiprah di dalam berbagai area isu dalam lima bidang yaitu militer, politik,
seperti keamanan, perdagangan, lingkungan, ekonomi, dan sosial28.
lingkungan. Pada akhir 1980an, Menurut pendekatan ini, sektor militer
sekelompok ilmuwan dan praktisi hanyalah satu aspek penting dari konsep
berkumpul untuk mendiskusikan tentang keamanan. Perkembangan globalisasi telah
peningkatan intensitas dan dampak dari menyebabkan perubahan konsep
bencana. Hasilnya tahun 1990an ditandai keamanan diantaranya sumber ancaman
sebagai momentum peringatan United
27
AA Banyu Perwita, Redefinisi Konsep
Nations International Decade for Natural Keamanan: Pandangan Realisme dan Neo-
Realisme dalam HI Kontemporer, dalam Yulius
Disaster Reduction. Meskipun pada P.Hermawan (ed), Transformasi dalam studi
awalnya isu bencana dilihat dengan Hubungan Internasionl: Aktor, Isu dan Metodologi,
(Bandung: Graha Ilmu, 2007)
28
pendekatan teknokrat, namun dapat dilihat Barry Buzan, People, State Fear: An Agenda for
International Security Studies in the Post Cold
rezim internasional berkembang pada isu- War,(Lynne Rienner Publishers: 1991)
Andalas Journal of International Studies| Vol 5 No 1 Mei Tahun 2016 22
Anita Afriani Sinulingga | Isu Bencana dan Prinsip-Prinsip Humanitarian dalam
Studi Ilmu Hubungan Internasional
tidak lagi hanya bersifat militer, isu dan bencana alam29. Meski pasca Perang
keamanan berkembang menjadi isu-isu Dunia II, bencana kemanusiaan akibat
yang lebih beragam seperti konflik SARA, konflik semakin menurun, dipihak lain
kesenjangan ekonomi, degradasi justru bencana kemanusiaan yang
lingkungan yang berujung pada terjadinya diakibatkan oleh bencana alam semakin
bencana dan lain-lain. Jika ancaman meningkat dengan dampak yang luar biasa
terhadap keamanan biasanya dianggap besar, terutama pasca dekade 1990an.
bersumber dari luar negara, ancaman juga Bencana banjir, badai, gempa bumi,
mungkin berasal dari level domestik tsunami dan gunung meletus banyak
negara maupun global. Keamanan saat ini terjadi dan menelan kerugian cukup besar,
tidak hanya ditujukan bagi kelangsungan baik kerugian jiwa maupun materil30.
negara, namun juga menjadi kebutuhan Bantuan kemanusiaan dengan
bagi aktor lainnya, termasuk individu konsep humanitarian dalam konvensi
sehingga keamanan sangat dipengaruhi Jenewa menekankan pada usaha untuk
oleh interaksi individu pada level global. menghilangkan penderitaan manusia yang
terjadi akbibat krisis atau bencana. Prinsip
III. Prinsip-Prinsip Humanitarian tersebut merupakan komitmen paling
dalam Ilmu Hubungan utama dalam aksi kemanusiaan yang
Internasional dilakukan oleh berbagai aktor dalam aksi
Humanitarianism dalam Journal of kemanusiaan. Kata “bencana” sendiri
HumanitarianAssistance didefinisikan merupakan kata kunci bagi keterlibatan
sebagai kerja kemanusiaan yang berlaku berbagai pihak dalam
lintas batas negara dengan tujuan penanganannya31.Dalam kondisi seperti
menolong mereka yang membutuhkan. ini, dibutuhkan kesiapan berbagai pihak
Melakukan sesuatu bagi korban bencana dalam penanggulangan
merupakan sebuah keharusan dan pascabencana.Berdasarkan Hukum
kewajiban moral. Bantuan kemanusiaan Humaniter Internasional, pemerintah
sendiri merupakan kegiatan memberikan
29
Annisa Gita Srikandi, “Comprehensive Security
sesuatu kepada korban bencana. Hak-hak and Humanitarian Action”, Multiversa: Journal of
International Studies2 No. 1, (2010)
dasar kemanusiaan yang sering kali hilang 30
Lebih lanjut lihat providing humanitarian aid
dalam http:www.usaid.org
ketika terjadinya bencana menuntut adanya 31
Bencana Ditinjau dari Aspek Pengetahuan dan
aksi-aksi kemanusiaan. Konsep Praktis, diakses dari
http://politik.lipi.go.id/in/kegiatan/tahun-2010/342-
Humanitarianism dapat dilihat dalam focus-group-discussion-bencana-ditinjau-dari-
aspek-pengetahuan-dan-praktis.html pada 12
aplikasinya di dua kondisi yakni perang September 2013
Andalas Journal of International Studies| Vol 5 No 1 Mei Tahun 2016 23
Anita Afriani Sinulingga | Isu Bencana dan Prinsip-Prinsip Humanitarian dalam
Studi Ilmu Hubungan Internasional
nasional mempunyai tanggungjawab dibangun oleh Komite Internasional untuk
utama dalam penanggulangan bencana Palang Merah Dunia (the International
alam32.Namun selain negara, di tataran Committee of the Red Cross/ ICRC).
global, masalah aksi kemanusiaan Prinsip kemanusiaan merupakan komitmen
diwarnai dengan kemunculan para aktor paling dasar dari kerja kemanusiaan yang
yang terdiri atas institusi negara, militer, dilakukan para aktor dalam aksi
keamanan, Non Government Organization kemanusiaan. Pemberian bantuan
(NGO) baik di tingkat lokal maupun yang kemanusiaan sebagai bentuk dari respon
mengusung agama tertentu, hingga kemanusiaan dalam penanggulangan
organisasi profesi (dokter) yang bencana haruslah didasari oleh prinsip
menjalankan misi kemanusiaan ke seluruh kemanusian tersebut. Untuk dapat melihat
dunia. sejauh mana pemenuhan prinsip-prinsip
Aksi Kemanusiaan mempunyai dua kemanusiaan dalam aksi-aksi
dimensi yang melekat satu sama lain yaitu kemanusiaan, berikut ini bentuk eksplorasi
perlindungan terhadap manusia dan prinsip-prinsip Humanitarian tersebut.
pemberian bantuan33. Kantor Koordinasi Humanity, berarti aksi kemanusiaan
Urusan Kemanusiaan PBB (United mengutamakan penyelamatan kehidupan
Nations Office for the Coordination of manusia dan menghilangkan penderitaan
Humanitarian Affairs/ UNOCHA), lebih dimanapun bencana mungkin
lanjut menjelaskan prinsip-prinsip terjadi.Penderitaan yang dialami oleh
Humanitarian sebagai basis dari setiap korban harus diatasi ketika ditemukan,
international humanitarian action. Prinsip- dengan memberikan prioritas kepada
prinsip tersebut antara lain Humanity, kelompok rentan seperti anak-anak,
Neutrality, Impartiality dan perempuan, para pengungsi dan orang
Independence34 yang merupakan gambaran tua. Oleh karena itu, pada setiap aksi-aksi
dari Hukum Humaniter Internasional dan kemanusiaan, organisasi kemanusiaan
prinsip-prinsip dalam kerangka kerja yang memiliki kemampuan untuk untuk
mendapatkan dan mempertahankan akses
32
Crisis Management on National and International
Disaster Response diakses dari ke semua penduduk, khususnya bagi
http://politik.lipi.go.id/in/kolom/aksi-
kemanusiaan/52-crisis-management-on-national- kelompok rentan. Prinsip ini merupakan
and-international-disaster-response-.html pada
tanggal 12 September 2012
komitmen paling mendasar dari para
33
Lebih lanjut lihat agensi kemanusiaan dalam aksi
www.goodhumanitariandonorship.org
34
Lebih jauh lihat OCHA on Messages: kemanusiaannya. Operasionalisasi prinsip
Humanitarian Principles dalam
https://docs.unocha.org
Andalas Journal of International Studies| Vol 5 No 1 Mei Tahun 2016 24
Anita Afriani Sinulingga | Isu Bencana dan Prinsip-Prinsip Humanitarian dalam
Studi Ilmu Hubungan Internasional
tersebut dapat dilihat pada pertanyaan- untuk penilaian kebutuhan. Lebih jelasnya,
pertanyaan dibawah ini, antara lain: dapat dilihat sebagai berikut:
1. Apakah organisasi memiliki 1. Apakah organisasi memiliki
kebijakan dan program yang informasi yang jelas tentang
berorientasi kepada kelompok prosedur pemilihan target penerima
rentan? manfaat?
2. Bagaimana meyakinkan bahwa 2. Apakah organisasi memiliki
penerima manfaat langsung dari informasi yang jelas tentang
program dan organisasi adalah prosedur rekrutmen staf dan
sebagian besar merupakan relawan?
kelompok rentan? Berikutnya Neutrality, berarti aksi
3. Apakah organisasi memiliki kemanusiaan harus tidak terpengaruh oleh
kebijakan tentang perlindungan pihak manapun dalam sebuah konflik
terhadap penerima manfaat, untuk bersenjata atau sengketa lainnya dimana
memastikan bahwa penerima aksi tersebut dilaksanakan.Agensi
manfaat memiliki akses terhadap kemanusiaan tidak boleh berpihak dalam
bantuan kemanusiaan? permusuhan atau terlibat dalam
Selanjutnya Impartiality berarti kontroversi yang bersifat politik, ras,
implementasi dari aksi kemanusiaan yang agama atau ideologi. Prinsip tersebut
dilakukan tanpa diskriminasi, dengan tidak mensyaratkan aksi kemanusiaan untuk
mempertimbangkan kewarganegaraan, tidak memihak salah satu pihak yang
kesukuan, agama, jenis kelamin, maupun bertikai dalam konflik. Adanya
ras, saat menolong mereka yang transparansi dan keterbukaan menjadi
membutuhkan. Aksi kemanusiaan harus prasyarat bagi netralitas aktor
dilakukan atas dasar kemandirian, kemanusiaan. Prinsip netralitas dalam hal
sertamemberikan prioritas kepada ini didasarkan pada prinsip-prinsip HAM.
korban-korban dengan kondisi critical. Bentuk aplikasi prinsip tersebut dapat
Bantuan kemanusiaan diharapkan dapat dilihat sebagai berikut:
disuplai kepada mereka-mereka yang 1. Apakah organisasi memiliki
mendapatkan penderitaan yang sesuai kebijakan mengenai pelarangan
dengan kebutuhan dan tepat sasaran. rangkap jabatan sebagai pengambil
Prinsip proporsionalitas dan prinsip non- keputusan dan/atau kepentingan
diskriminasif diturunkan dari konsepsi sejenis antara organisasi pengelola
HAM, sebagai dasar dan kerangka kerja bantuan kemanusiaan dengan jajaran
Andalas Journal of International Studies| Vol 5 No 1 Mei Tahun 2016 25
Anita Afriani Sinulingga | Isu Bencana dan Prinsip-Prinsip Humanitarian dalam
Studi Ilmu Hubungan Internasional
pemerintahan, perusahaan swasta, 3. Dalam pengambilan keputusan,
pengurus dan anggota partai politik, adakah pelibatan aktif semua
ataupun organisasi lain yang pihak?
berafiliasi dengan kepentingan Prinsip-prinsip humanitarian yang
politik praktis? ditemukan dalam dokumen-dokumen
2. Adakah bentuk program dan lembaga kemanusiaan umumnya
aktivitas organisasi bersifat dijelaskan dengan definisi yang sangat
independen dan bebas? umum. Bentuk operasionalisasi dari
Terakhir Independence, berarti aksi prinsip-prinsip tersebut dibutuhkan agar
kemanusiaan memiliki otonomi untuk dapat diaplikasikan dalam kajian-kajian
mencapai tujuan-tujuan kemanusiaan dan ilmu Hubungan Internasional, khususnya
terbebas dari tujuan politik, ekonomi, dalam isu tata kelola bencana. Tata kelola
militer dan tujuan-tujuan lainnya.Pada bencana yang diterapkan oleh aktor-aktor
umumnya pelaksanaan aksi kemanusian kemanusiaan haruslah berlandas pada
pasti melibatkan stakeholder yaitu keempat prinsip-prinsip Humanitarian.
penerima manfaat, otoritas nasional atau
lokal, donor dan lembaga bantuan. IV. KESIMPULAN
Dalam aksi kemanusiaannya, NGO Hubungan internasional merupakan
bertindak secara otonom dan bertanggung sebuhan disiplin ilmu yang menjelaskan
jawab kepada penerima bantuan dan tidak relasi aktor-aktor internasional yang
terpengaruh oleh kepentingan yang bersifat melintasi batas negara dalam berbagai isu.
politis dari pendonor maupun otoritas yang Dalam ilmu HI, isu bencana dapat dilihat
ada. Operasionalisasi prinsip tersebut sebagai sebuah isu keamanan
dapat dilihat seperti dibawah ini: internasional, dalam bentuk relasi lokal-
1. Apakah organisasi memiliki global, antara aktor-aktor negara dan non-
sumber daya (materi dan non- negara. Isu bencana selanjutnya dapat
materi) yang jelas dan dikaji dalam beberapa kajian dalam ilmu
berkelanjutan? hubungan Internasonal antara lain dalam
2. Diantara banyaknya pemangku kajian Kebijakan Luar Negeri, kajian
kepentingan, siapa saja yang Diplomasi, kajian Keamanan
terlibat dalam dalam penentuan Internasional, dan Rezim Internasional.
program? Kata bencana sendiri sesungguhnya
telah menggambarkan keterlibatan banyak
pihak dalam penanganannya. Aksi-aksi
Andalas Journal of International Studies| Vol 5 No 1 Mei Tahun 2016 26
Anita Afriani Sinulingga | Isu Bencana dan Prinsip-Prinsip Humanitarian dalam
Studi Ilmu Hubungan Internasional
kemanusiaan yang berlandaskan pada Viotti, Paul R. dan Mark V. Kauppi,
International Relations & World
prinsip-prinsip Humanitarian merupakan
Politics (5th ed). USA: Pearson,
dasar bagi pengelolaan bantuan 2013
kemanusiaan.Prinsip-prinsip Humanitarian
Bencana Ditinjau dari Aspek Pengetahuan
yang bersumber dari Konvensi Jenewa dan Praktis, diakses dari
http://politik.lipi.go.id/in/kegiatan/t
selanjutnya juga dapat diaplikasikan dalam
ahun-2010/342-focus-group-
kajian-kajian ilmu HI untuk menilai sejauh discussion-bencana-ditinjau-dari-
aspek-pengetahuan-dan-
mana pemenuhan prinsip-prinsip
praktis.html
kemanusiaan dalam aksi-aksi Crisis Management on National and
International Disaster Response
kemanusiaan.
diakses dari
http://politik.lipi.go.id/in/kolom/aks
i-kemanusiaan/52-crisis-
DAFTAR PUSTAKA
management-on-national-and-
international-disaster-response-
.html
Buzan, Barry.People, state, fear: an
Agenda for International Security
www. unocha.org
Studies in the Post Cold War.
Lynne Rienner Publishers, 1991
www.goodhumanitariandonorship.org
Cahyaningtyas, June dan Ludiro Madu
(ed), Isu Bencana dalam Hubungan
Internasional. Bandung: Graha
Ilmu, 2013

Hermawan, Yulius P. (ed), Transformasi


dalam studi Hubungan
Internasionl: Aktor, Isu dan
Metodologi. Bandung: Graha Ilmu,
2007

McEntire, David A..International


Relations and Disasters:
Illustrating the Relevance ofthe
Discipline to the Study and
Profession of Emergency
Management, Federal Emergency
ManagementAgency, 2004

Srikandi, Annisa Gita, “Comprehensive


Security and Humanitarian
Action.”,Multiversa: Journal of
International Studies 2 No. 1
(2010)

Andalas Journal of International Studies| Vol 5 No 1 Mei Tahun 2016 27