You are on page 1of 4

ANALISIS SINTESIS TINDAKAN

PEMBERIAN POSISI SEMIFOWLER PADA Tn. N


DI RUANG AROFAH RSU ASSALAM GEMOLONG

Di Susun Oleh :
Frida Amelia Ekawati
SN181068

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


SEKOLAH TINGGI KESEHATAN KUSUMA HUSADA
SURAKARTA
2018
ANALISIS SINTESIS TINDAKAN

Analisis Sintesis Tindakan Pemberian Posisi Semifowler Pada Tn. N


Di Ruang Arofah RSU Assalam Gemolong

Hari : Sabtu
Tanggal : 27 Oktober 2018
Jam : 14:30 WIB

A. Keluhan utama
Pasien mengeluh sesak nafas
B. Diagnosis medik
Dispepsia
C. Diagnosis keperawatan
Ketidakefektifan pola nafas b.d nyeri ditandai dengan penggunaan otot
bantu pernafasan (00032)
D. Data yang mendukung diagnosis keperawatan
DS : Pasien mengeluh sesak nafas
DO : Pasien tampak sesak
Pasien bernafas dengan otot bantu nafas
TD : 120/70 mmHg
N : 98x/menit
RR : 28x/menit
E. Dasar Pemikiran
Metode yang paling sederhana dan efektif untuk mengatasi masalah
keperawatan ketidakefektifan pola nafas adalah dengan pengaturan posisi
saat istirahat. Posisi yang tepat adalah posisi semi fowle dengan derajat
kemiringan 45o, yaitu dengan menggunakan gaya gravitasi untuk
membantu pengembangan paru dan mengurangi tekanan dari abdomen
pada diafragma (kumoro, 2008). Pelaksanaan tindakan keperawatan dalam
pemberian posisi semifowler itu sendiri bisa dengan menggunakan fasilitas
bantal yang cukup untuk menyangga daerah punggung, sehingga dapat
memberi kenyamanan saat tidur dan dapat mengurangi kondisi sesak nafas
pada pasien.
F. Prinsip tindakan keperawatan
A. Fase Orientasi
1. Mengucapkan salam
2. Memperkenalkan diri
3. Menjelaskan tujuan
4. Menjelaskan langkah prosedur
5. Mendekatkan alat ke dekat pasien
6. Membuat kontrak waktu
7. Mencuci tangan
B. Fase kerja
1. Menjaga privasi pasien
2. Perawat membantu pasien dalam posisi setengah duduk
3. Menyusun bantal (2-5 bantal) di belakang punggung pasien
4. Membiarkan kepala menyandar pada bantal yang nyaman
5. Meletakkan bantal pada kedua lengan bawah
6. Meletakkan bantal di telapak kaki
7. Membereskan alat
8. Merapikan pasien
C. Fase Terminasi
1. Melakukan evaluasi tindakan
2. Mencuci tangan
3. Berpamitan
G. Analisis Tindakan
Posisi semifowler dimana kepala dan tubuh dinaikkan 45 o membuat
oksigen didalam paru-paru semakin meningkat sehingga memperingan
kesukaran nafas. Penurunan sesak nafas tersebut didukung juga dengan
sikap pasien yang kooperatif, patuh saat diberikan posisi semifowler
sehingga pasien dapt bernafas (Supadi, dkk 2008)
H. Bahaya dilakukan tindakan
Dalam pemberian posisi semifowler pasien berisiko terhadap kontraktur
fleksi servikal bila bantal terlalu tebal. Posisi ini juga tidak bisa diberikan
pad pasien dengan gangguan mobilisasi (Karmiza, 2013).
I. Tindakan keperawatan lain yang dilakukan
a. Monitor tanda-tanda vital (6680)
J. Hasil yang didapatkan setelah dilakukan tindakan
S : Pasien mengatakan posisinya lebih nyaman.
O : Klien tampak lebih nyaman.
A : Masalah teratasi sebagian.
P : Lanjutkan intervensi
- Monitor tanda-tanda vital (6680)
K. Evaluasi diri
Tindakan pemberian posisi semifowler adalah tindakan yang dilakukan
agar pasien lebih nyaman sehingga bisa mengurangi sesak nafas pada
pasien. Untuk itu selain pasien harus kooperatif dan taat dalam pemberian
tindakan perawat tersebut harus mengacu pada standar operasional
prosedur yang benar.
L. Daftar Pustaka
Kumoro, D. 2008. Pengaruh Pemberian senam Asma terhadap frekwensi
Kekambuhan Asma. Surakarta : Universitas Muhamadiyah
Surakarta.
Supadi, E. Nurachmah, dan Mamnuah. 2008. Hubungan Analisa Posisi
Tidur Semi Fowler dengan Kualitas Tidur Pada Klien Gagal
Jantung di RSU Banyumas Jawa Tengah. Jurnal kebidanan dan
keperawatan Volume IV No. 2 Hal 97-108.

Mengetahui
Mahasiswa praktikan Pembimbing Klinik / CI

(Frida Amelia Ekawati) (………………………….)