You are on page 1of 3

Chrysophaentins A sebagai upaya pencegahan Methicillin-Resistant

Staphylococcus aureus (MRSA).


PENDAHULUAN :
A. Latar Belakang
Bakteri dan patogen merupakan salah satu jenis mikroba yang terus mengalami
peningkatan dalam berevolusi sehingga menyebabkan resistensi terhadap antibiotik
dan antimikroba yang digunakan untuk menghambat pertumbuhan serta
perkembangan bakteri sebagai akibat dari berbagai penyakit pada tubuh manusia. Hal
tersebut mengakibatkan produksi antibiotik semakin beragam, yang pada umumnya
dikonsumsi dalam bentuk obat-obatan. Meskipun demikian, mikroba terus mengalami
mutasi sehingga tetap menimbulkan resistensi terhadap keberagaman dari antibiotik.
Resistensi terhadap antimikroba telah menyebar luas di berbagai belahan dunia
yang kemudian meningkatkan angka kematian setiap tahunnya. Bahkan pada
beberapa negara dianggap sebagai akibat dari kematian 50.000 masyarakatnya setiap
tahun. Permasalahan tersebut memiliki variasi yang beragam secara global dan harus
menjadi pusat perhatian oleh setiap negara demi keberlangsungan hidup
masyarakatnya dalam beberapa tahun kedepan. Contoh permasalahannya terjadi di 15
negara di Eropa yaitu lebih dari 10% masyarakatnya terinfeksi bakteri
Staphylococcus aureus yang disebabkan oleh salah satu bentuk resistensi terhadap
antibiotik yaitu Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA).
Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) merupakan infeksi
nosokomial yang umumnya terjadi pada pasien rawat inap di rumah sakit akibat
bakteri Staphylococcus aureus dimana jumlah penderitanya meningkat setiap
tahunnya. Infeksi yang disebabkan oleh MRSA mucul dalam berbagai bentuk seperti
necrotizing fasciitis, pneumonia, meningitis dan endokarditis, tetapi paling sering
menyebabkan infeksi pada kulit dan jaringan lemak contohnya abses kutaneus,
furunkel dan selulitis. Namun hal tersebut dapat diatasi oleh suatu senyawa kimia
yang berasal dari salah satu tanaman alga dari jenis Chrysophaeum taylori yaitu
Chrysophaentins A.
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan senyawa Chrysophaentins A ?
2. Mengapa senyawa Chrysophaentins A berperan dalam upaya pencegahan
Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) ?
3. Bagaimana perkembangan senyawa Chrysophaentins A dalam upaya
pencegahan Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) di masa
yang akan datang?
C. Tujuan
1. Pengertian dan karakteristik senyawa Chrysophaentins A.
2. Peranan Chrysophaentins A dalam upaya pencegahan Methicillin-
Resistant Staphylococcus aureus (MRSA).
3. Perkembangan senyawa Chrysophaentins A dalam upaya pencegahan
Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) di masa yang akan
datang.
DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, M., Loho, T., Putra, M.I.H., Suwarto, S., 2014, Faktor Risiko Methicillin
Resistant Staphyloccus aureus pada Pasien Infeksi Kulit dan Jaringan Lunak di
Ruang Rawat Inap, Jurnal Penyakit Dalam Indonesia, 1 (1): 3-12.

Choundary, A., Dobson, A.D., Montanchez, I., Naughton, L.M., Rai, D.K., 2017,
Current Status and Future Prospects of Marine Natural Products (MNPs) as
Antimicrobials, Mar. Drugs, 15 (272): 2-42.

Keffer, J.L., Huecas, S., Hammill, J.T., Wipf, P., Andreu, J.M., Bewley, C.A., 2013,
Chrysophaentins are competitive inhibitors of ftsz and inhibit Z-ring formation
in live bacteria, Bioorg. Med. Chem., 21 (18): 5673–5678.

O’Neill, J. Antimicrobial resistance: Tackling a crisis for the health and wealth of
nations. Rev. Antimicrob. Resist, 2014, 1–16.

Plaza, A., Keffer, J.L., Bifulco, G., Lloyd, J.R., Bewley, C.A., 2010, Chrysophaentins
A–H, antibacterial bisdiarylbutene macrocycles that inhibit the bacterial cell
division protein ftsz, J. Am. Chem. Soc, 132 (26): 9069–9077.