You are on page 1of 4

KERANGKA ACUAN

PROGRAM P2 ISPA
TAHUN 2016

I. Pendahuluan
Infeksi saluran pernafasan akut merupakan masalah kesehatan
yang cukup serius baik di dunia maupun di indonesia. Tahun 2008
UNICEF dan WHO melaporkan bahwa ISPA merupakan penyebab
kematian paling besar pada manusia.
ISPA masih merupakan masalah kesehatan yang penting
karena bisa menyebabkan kematian bayi dan balita yang cukup tinggi
yaitu kira-kira 1 dari 4 kematian yang terjadi setiap anak
diperkirakan mengalami 3-6 episode setiap tahunnya. 40%-60% dari
kunjungan di puskesmas adalah penyakit ispa, dengan tujuan
berupaya untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian
khususnya balita yang disebabkan oleh ISPA .
Program pemberantasan ISPA secara khusus telah dimulai
sejak tahun 1984
ISPA adalah meliputi infeksi akut saluran pernafasan bagian atas dan
infeksi akut saluran pernafasan bagian bawah. ISPA adalah suatu
penyakit terbanyak di derita oleh anak-anak, baik di negara
berkembang maupun di negara maju dan sudah mampu.

II. Tujuan
a) Umum
Menurunkan angka kesakitan dan kematian karena pneumonia
b) Khusus
 Pengendalian Pneumonia Balita
Tercapainya cakupan penemuan pneumonia Balita,
Menurunkan angka kematian pneumonia Balita.
 Faktor risiko ISPA
Terjalinnya kerjasama/ kemitraan dengan unit program
atau institusi yang kompeten dalam pengendalian faktor
risiko ISPA khususnya Pneumonia.
III. Kegiatan pokok dan rincian
 Pemeriksaan penderita ISPA
Tujuan : tercapainya target dan sasaran penderita ISPA
Target : penderita ISPA
Volume kegiatan : setiap hari
Lokasi : puskesmas cipanas.
Pelaksana : petugas ISPA
Dana : -
 Laporan bulanan
Tujuan : evaluasi penderita ISPA/bulan.
Target : penderita ISPA
Volume kegiatan : 12 kali.
Lokasi : puskesmas cipanas
Pelaksana : petugas ispa
 Laporan tahunan

Tujuan : evaluasi penderita ISPA/tahun .

Target : penderita ISPA

Volume kegiatan : 1 kali.

Lokasi : puskesmas cipanas

Pelaksana : petugas ispa

 Lintas program
Tujuan : tercapainya penurunan angka kesakitan dan
kematian penderita ISPA
Target : Seluruh staf puskesmas
Volume kegiatan : 12 kali.
Lokasi : puskesmas cipanas
Pelaksana : petugas ispa
 Obat ISPA.
Tujuan : persediaan logistik obat p2 ispa di puskesmas.
Target : penderita ISPA
Volume kegiatan : setiap hari.
Lokasi : puskesmas cipanas
Pelaksana : petugas obat
 Penjaringan penderita ISPA
Tujuan : tercapainya target dan sasaran penderita ISPA.
Target : 10% dari jumlah penduduk bayi dan balita wilayah
kerja puskesmas cipanas.
Volume kegiatan : setiap hari.
Lokasi : puskesmas cipanas
Pelaksana : petugas ispa
 Kunjungan rumah
Tujuan : untuk mengetahui penyebab timbulnya penyakit.
Target : penderita ISPA
Volume kegiatan : bayi dan balita penderita pneumonia.
Lokasi : puskesmas cipanas
Pelaksana : petugas ispa
 Konseling
Tujuan : untuk meningkatkan pengetahuan orang tua tentang
faktor penyebab timbulnya penyakit.
Target :orang tua penderita ISPA
Volume kegiatan : setiap hari.
Lokasi : puskesmas cipanas
Pelaksana : petugas ispa
 penyuluhan
Tujuan : untuk meningkatkan pengetahuan orang tua tentang
faktor penyebab timbulnya penyakit.
Target :orang tua penderita ISPA
Volume kegiatan : per 3 bulan.
Lokasi : puskesmas cipanas
Pelaksana : petugas ispa
IV. Cara melaksanakan kegiatan
Konseling pada pasien penderita ispa/orang tua balita
Penjaringan penderita ISPA
Penyuluhan pada orangtua penderita ISPA /Pneumonia.
Pelaporan
V. Sasaran
Penderita ISPA
VI. Evaluasi kegiatan dan pelaporan
Pelaporan dan evaluasi dilaksanakan setiap awal bulan dan
dilaporkan ke dinas kesehatan.
VII. Pencatatan pelaporan dan evaluasi kegiatan
Pencatatan pelaporan dalam dan luar gedung dilakukan dalam
bentuk buku register khusus ISPA.