You are on page 1of 11

A.

Arthropoda
Arthropoda (dalam bahasa latin, Arthra = ruas , buku, segmen ; podos = kaki)
merupakan hewan yang memiliki ciri kaki beruas, berbuku, atau bersegmen. Dan
merupakan Filum dengan jumlah spesies yang banyak.

1. Ciri

Memiliki tubuh simetris bilateral terdiri atas kepala, dada dan abdomen.
Dibungkus oleh zat kritin yang berfungsi sebagai rangka luar. Pada bagian tertentu tidak
dibungkus kritin hal ini untuk membantu pergerakan.Tergadang juga mengalami
pergantian kulit yang disebut molting.

Arthropoda memiliki sietem pencernaan yang sempurna. Dimulai dari mulut yang
memiliki rahang hingga berakhir pada anus untuk saluran pembuangannya.

Penafasan arthropoda bermacam-macam. Mulai dari insang, trakea hingga paru-


paru.

Cara hidup Arthropoda sangat beragam, ada yang hidup bebas, parasit, komensal,
atau simbiotik.Dilingkungan kita, sering dijumpai kelompok hewan ini, misalnya
nyamuk, lalat, semut, kupu-kupu, capung, belalang, dan lebah.
Habitat penyebaran Arthropoda sangat luas.

Sistem reproduksi Arthropoda umumnya terjadi secara seksual.Namun ada juga


yang secara aseksual, yaitu dengan partenogenesis.
Partenogenesis adalah pembentukan individu baru tanpa melalui fertilisasi
(pembuahan).Individu yang dihasilkan bersifat steril.Organ reproduksi jantan dan betina
pada Arthropoda terpisah, masing-masing menghasilkan gamet pada individu yang
berbeda sehingga bersifat dioseus (berumah dua).Hasil fertilisasi berupa telur.

B. Klasifikasi filum Arthropoda


Berdasarkan struktur tubuhnya Filum ini dibagi lima kelas. Yaitu Crustacea,
diplopoda, Chilopoda, dan arachnida.

1. Crustacea
Kelas ini dikenal sebagai hewan akuatik karena sebagian besar anggotanya hidup di air.
1) Ciri
 Tubuhnya berupa sefalotoraks. Yang juga tersusun zat kitin.
 Memiliki dua pasang antena
 Bernafas dengan insang atau ada juga dengan seluruh tubuhnya
 Alat ekskresi berupa greengland
 Reproduksinya secara kawin
 Sistem peredaran darah terbuka
 Alat pencernaan dilengkapi dengan mulut, esofagus, lambung, usus dan
anus.
2) Klasifikasi

1. Subkelas Entomotraca
Merupakan jenis udang tingkat rendah. Anggotanya terdiri dari udang2 kecil yang
hidup sebagai zooplankton. Ternagi beberapa ordo.

a. ordo Branchiopoda
Tubuhnya transparan bergerak dengan antena.
Contoh : Candona dan agrenocythere.
b. Ordo CopepodaOstraca
Hidup di air laut dan laut, Tak bermulut tetapi memiliki alat isap
Contoh: Penella
c. Cirripedia
Bentuk tubuh seperti kerang. Hidup bebas dan ada juga yang sebagai
parasit. Kepala dan dadanya terlindung karapaks.
Contoh:argulus
d. Ostracoda
Hidup di air laut dan tawar.Bergerak dengan antena.
e. Branchiura
Hidup adi air laut dan tawar. Kebanyakan hidup sebagai parasit

2. Subkelas Malacostra
Kelompok udang tingkat tinggi. Meliputi tiga per empat jenis udang yang kita
kenal. Dan terbagi beberapa ordo

a. Isopoda
Memiliki kaki berukuran sama. Hidup di air laut, tawar dan darat.
b. Stomatopoda
Hidup di laut. Bentuk tubuhya seperti belalang dan bagian kepala tertutup
karapaks.
c. Dekapoda
Anggotanya meliputi udang dan kepiting. Dekapoda memiliki sepuluh
kaki

2. Insecta

Anggota kelas Insecta disebut juga heksopoda atau lebih dikena; sebagai serangga.

1) Ciri
 Tubuhnya dapat dibedakan dengan jelas antara kepala dada dan perut
 Alat pencernaan memanjang. Mulai dari mulut sampai anus
 Bernafa dengan trakea
 Indra penglihatannya berupa mata majemuk yang tersusun atas omatidia
dan mata tunggal oselus

2) Klasifikasi
Dikelompokkan menjadi 2 subkelas berdasarkan sayap, mulut dan metaforfosisnya.

a) subkelas Apetrygota
Kelompok serangga yang tidak bersayap dan tak mengalami metamorfosis. Batas
antara dada kepala dan perut tak begitu jelas. Tipe mulut penggigit
b) Subkelas Pterygota
Kelompok serangga bersayap. Sayap berupa eksopterigota atau ada juga
endopterigota Biasanya mengalami metamorfosis sempurna. Terbagi beberapa
ordo.

1. Ordo Isoptera.

Isoptera berasal dari bahasa Latin iso = sama, pteron = sayap yang berarti Insekta
bersayap sama.

Ciri-ciri lain yang dimiliki oleh ordo Isoptera adalah :

 Memiliki dua pasang sayap tipis yang tipe dan ukurannya sama.
 Mengalami metamorfosis tidak sempurna.

 Tipe mulut menggigit.

 Cara hidupnya membentuk koloni dengan sistem pembagian tugas


tertentu yang disebut polimorfisme. Pembagian tugas itu adalah raja, ratu
dan prajurit atau tentara.

 Contoh : Helanithermis sp. (rayap).

2. Ordo Orthoptera

Orthoptera berasal dari bahasa Latin orthop = lurus, pteron = sayap yang berarti
Insekta bersayap lurus.

Ciri-ciri lain yang dimiliki oleh ordo orthoptera adalah :

 Memiliki dua pasang sayap, yaitu sayap depan dan sayap belakang.
Sayap bagian depan lurus, lebih tebal, dan kaku (perkamen), sedangkan
sayap belakang tipis seperti selaput.

 Mengalami metamorfosis tidak sempurna.

 Tipe mulut menggigit.

 Kaki paling belakang (kaki ketiga membesar).

 Contoh : Kecoa (Periplaneta americana)


Jangkrik (Grillus sp.).
Belalang sembah (Tenodora sp.).
3. Ordo Hemiptera

Ciri-ciri lain yang dimiliki oleh ordo hemiptera adalah :

 Memiliki dua pasang sayap, yaitu sayap depan satu pasang seperti
berkulit dan sayap belakang transparan.

 Mengalami metamorfosis tidak sempurna.

 Tipe mulut menusuk dan menghisap.

 Contoh : Kutu busuk (Cymex rotundus).


Walang sangit (Leptocorisa acuta).

4. Ordo Odonata.

Ciri-ciri yang dimiliki oleh ordo homoptera adalah :

 Memiliki dua pasang sayap tipis seperti selaput.

 Mengalami metamorfosis tidak sempurna.

 Tipe mulut menggigit.


 Contoh : Capung (Aesha sp.)

Sub Kelas Pterygota : Endopterygota

1. Ordo Coleoptera

Coleoptera berasala dari bahasa Latin coleos = perisai, pteron = sayap, berarti
insekta bersayap perisai.

Ciri-ciri ordo Coleoptera adalah :

 Memiliki dua pasang sayap, yaitu sayap depan dan sayap belakang.
Sayap depan tebal dan permukaan luarnya halus yang mengandung zat
tanduk sehingga disebut elytra, sedangkan sayap belakang tipis seperti
selaput.

 Mengalami metamorfosis sempurna.

 Tipe mulut menggigit.

 Contoh : Kumbang kelapa (Oycies rhinoceros), Kutu gabah


(Rhyzoperta dominica)

2. Ordo Hymenoptera

Ciri-ciri ordo hymenoptera adalah :

 Mengalami metamorfosis sempurna.


 Tipe mulut menggigit dan ada yang kombinasi untuk menggigit
dan menjilat.

 Contoh : Lebah madu (Apis), tawon (Xylocopa latipes), semut


hitam (Monomorium sp.).

3. Ordo Diptera

Ciri-ciri ordo diptera adalah :

 Memiliki satu pasang sayap depan dan sayap belakang mengalami


redukasi membentuk halter (alat keseimbangan).

 Mengalami metamorfosis sempurna.

 Tipe mulut menusuk dan menghisap serta menjilat.

 Dan memiliki tubuh ramping.

 Contoh : Nyamuk rumah (Culex pipiens), nyamuk malaria


(Anopheles sp.), nyamuk demam berdarah (Aedes aegypti), lalat buah
(Drosophila melanogaster), lalat tsetse (Glossina palpalis).
4. Ordo Lepidoptera

Ciri-ciri ordo Lepidoptera adalah :

 Memiliki dua pasang sayap yang bersisik halus.

 Mengalami metamorfosis sempurna.

 Tipe mulut pada tahap larva menggigit, sedangkan pada tahap


dewasa menghisap.

 Mata fasetnya besar.

 Contoh : Kupu-kupu Swallowtail, kupu-kupu sutera (Bombyx


mori), kupu-kupu elang (Acherontia atropos).

5. Ordo Shiponaptera

Ciri-ciri ordo shiponaptera adalah :

 Tidak memiliki sayap.

 Mengalami metamorfosis sempurna.

 Tipe mulut menusuk dan menghisap.

 Kakinya pipih panjang dan digunakan untuk meloncat.

 Contaoh : Kutu manusia (Pulex irritans), kutu kucing


(Stenossphalus felic).
6. Ordo Dermaptera

Ciri-ciri ordo dermaptera adalah :

 Memiliki dua pasang sayap (satu pasang seperti berkulit, dan satu
pasang bermembran), atau tidak bersayap.

 Mengalami metamorfosis sempurna.

 Tipe mulut menggigit.

 Contoh : Earwig

Archnida
Diambil dari kata arachne = laba-laba

Ciri
1) Terdiri atas sefalotaraks dan abdomen
2) Memiliki 4 pasang kaki
3) Memiliki 2 pasang mulut
a) Sepasang kelisera, bentuknya berupa gunting atau catut untuk
melumphkan mangsa
b) Sepasang pedipalpus, seperti kaki dan ujungnya berupa cakar
4) Hidup di darat
5) Memiliki delapan mata
6) Alat pernapasan berupa paru-paru
7) Jenis kelamin terpisah
8) Pembuahan internal
9) Alat pencernaan dari mulut ke anus
10) Alat ekskresi:malphigi
Klasifikasi

Terbagi tiga ordo


1) Ordo scorpionida
Meliputi segala macam golongan kala. Abdomennya bersegmen panjang, pada
segmen terakhir beralat sengat
Contoh: Kalajengking
2) Ordo Araneae
Meliputi bangsa laba-laba. Abdomennya tak bersegmen. Didepan anus terdapat
alat khusus untuk mengeluarkan sutra-sutra yang alatnya disebut spineret.
Benangnya digunakan sebagai sarang sekaligus perangkap.
3) Ordo acarina
Meliputi laba-laba kecil yang merugikan manusia. Bernafas melalui seluruh
bagian tubuhnya. Contoh:Caplak penghisap, Caplak hama tanaman tomat dan
tentu saja caplak-caplak lain.

Chilopoda
Sering juga disebut hewan berkaki seratus atau sentipeda. Tubuh berbentuk pipih,
memanjang dan bersegmen. Pada setiap segmen terdapat kaki kecuali pada segmen
belakan kepala.

`Chilopoda hidup di darat atau bawah bebatuan. Hidup sebagai hewan buas
(karnivor) yang bergerak cepat dengan kaki yang banyak.

Anggota kelompok ini bernafas dengan trakea yang tercabang keseluruh bagian
tubuh. Pada kepala hewan ini, terdapat antena panjang. Makanannya berupa binatang
keci;. Memiliki rahang yang kuat dan gigitan yang berbisa. Bereproduksi secara kawin.

Diplopoda
Sering juga disebut hewan berkaki seribu atau milipeda. Tubuhnya bersegmen
dan pada setiap segmen memiliki 2 pasang kaki. Hidup ditempat gelap dan lembab dan
merupakan herbivora. Pada umunya memakan tumbuhan yang membusuk. Pada
kepalanya terdapat mulut dan sepasang antena. Di antena tersebut, terdapat rambut-
rambut olfaktori. Dan sepasang kelenjar yang bermuara sebelah lateral.

Alat pernafasannya berupa trakea yang tidak bercabang. Memiliki jantung berupa
pembuluh dengan ostia disebelah samping. Alat ekskresinya berupa malphigi.
Gerakannya sangat lambat dan beberapa diantaranya menggulungkan diri membentuk
struktur bola.
PERAN FILUM ARTHROPODA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

A. Manfaat

i. Sebagai sumber makanan yang mengandung protein dan komoditi


ekspor. Misalnya, udang daan kepiting

ii. Membantu penyerbukan tanaman. Misalnya kupu-kupu dan tawon

iii. Menghasilkan madu. Misalnya lebah madu

iv. Menghasilkan benang sutera. Misalnya ulat sutera dari jenis kupu-kupu

v. Sumber makanan yang mengandung protein hewani tinggi.Misalnya


Udang windu (Panaeus monodon), rajingan (portunus pelagicus), kepiting
(scylla serrata), dan udang karang (panulirus versicolor)

B. Kerugian

i. Parasit pada manusia, hewan, dan tanaman budi daya. Misalnya hewan
dari kelompok Acarina (tungau/caplak)

ii. Parasit pada tikus yang dapat menularkan penyakit pes. Misalnya, hewan
dari kelompok Acarina

iii. Mencemari air dan merusak kayu bangunan. Misalnya, bernakel


(crustacean) dan helmithermis sp

iv. Merusak tanaman budi daya. Misalnya, belalang, kumbang, kelapa, daan
ulat

v. Sebagai vector dari berbagai macam penyakit pada manusia. Misalnya,


Anopheles (vector penyakit malaria), Aedes sp (vector penyakit demam
berdarah), Culex fatigans (vector penyakit kaki gajah atau elephantiasis),
Glossina sp (vector penyakit tidur), Musca domestica (vector penyakit diare)

vi. Hama tanaman pangan dan industri.Contohnya wereng coklat dan


kumbang tanduk

vii. Perusak makanan.Contohnya kutu gabah

viii. Perusak produk berbahan baku alam.Contohnya rayap dan kutu buku