You are on page 1of 1

Senjaku hilang di jemput sang rembulan

Kini cahayanya tinggal secuil


Aku sendiri tak berkawan

Tunggu...
Masih ada nafas tak berirama dan kaki penuh debu
Yang terus menuju kearah angin berlalu

Aku menepi diantara bintang-bintang


Dalam kelamnya warna hitam
Dibawah pepohonan rindang
Yang tak bersuara

Semakin ku ikuti
Semakin dingin

Aku kehilangan matahari


Waktu pikiranku tersesat Nahkodaku terkoyak,
Aku tertipu bayangan menegangkan
Diluar aliran pegananku

Aku kehilangan matahari


Ketika aku lupa akan ayat-ayatmu
Yang dulu pernah kupotret dalam memoriku