You are on page 1of 6

SKENARIO 2 Virus di Hatiku

1. Skenario
Seorang laki-laki umur 50 tahun dirujuk ke unit gawat darurat RS dengan keluhan muntah
darah. Satu bulan sebelum masuk rumah sakit pasien merasakan perut sebah dan terasa
panas, bila diberi makan perut nyeri, nafsu makan turun, mual kadang-kadang muntah. Tiga
hari sebelumnya pernah muntah dan berak darah, pasien dirawat di Puskesmas terdekat. 10
tahun yang lalu, saat transfusi darah, petugas menyatakan pasien tidak bisa melakukan
donor darah, karena darahnya mengandung virus hepatitis. Pemeriksaan fisik menunjukkan
keadaan umum lemah, kesadaran compos mentis, tanda vital baik, ikterik, hepar membesar,
nyeri tekan epigastrik. Rectal toucher: hemorrhoid grade 3. Hasil pemeriksaan
laboratorium yang dilakukan di puskesmas menunjukkan: SGOT: 250 IU (tinggi), albumin:
2,8 mg/dL (rendah), bilirubin direk : 3,15 mg/dL (tinggi).

KI:
1. Muntah darah: hematemesis adalah gejala ketika seseorang memuntahkan sesuatu
dari mulutnya, yang disertai dengan sejumlah darah. Jenis muntah darah dapat
berbeda-beda berdasarkan volume dan warna darah yang dikeluarkan. Ada yang
berupa percikan darah yang bercampur dengan makanan saat muntah, muntah dengan
darah dalam jumlah banyak berwarna merah terang, atau tampak darah berwarna
gelap dan berbentuk menyerupai endapan kehitaman. Darah berwarna gelap
menandakan bahwa darah tersebut telah ada dalam perut selama beberapa jam.
2. Transfusi darah: adalah prosedur medis di mana seseorang yang menerima darah
yang didonorkan dari orang lain untuk membuat kondisi kesehatannya pulih. Jenis
komponen darah yang diberikan dalam proses transfusi akan tergantung dari
keperluan dan fungsinya yaitu darah utuh/ whole blood: darah utuh komplet
mengandung semua komponen darah, yaitu sel darah merah, sel darah putih dan
platelet (~45% dari volume darah utuh) serta plasma darah (~55% dari volume darah
utuh). Sel darah merah/ packed red cell: satu kantong PRC terdiri dari 150-220 mL
sel darah merah tanpa adanya plasma darah sama sekali. Transfusi PRC terutama
diperlukan untuk pasien anemia, termasuk anemia yang disebabkan oleh kehamilan
dan melahirkan. Konsentrat platelet/ platelet concentrate: Transfusi platelet biasa
ditujukan bagi orang-orang yang mengalami gangguan pembentukan platelet oleh
sumsum tulang belakang, fungsi utamanya adalah untuk membantu proses pembekuan
darah dengan cara menempel pada dinding-dinding pembuluh darah yang rusak.
Fresh frozen plasma: komponen darah yang berwarna kekuningan, FFP merupakan
produk darah yang diproses dari darah utuh. Cryo-AHF atau cryoprecipitaten
adalah bagian plasma darah yang sangat kaya dengan faktor pembekuan seperti
fibrinogen. Komponen darah ini digunakan secara selektif untuk orang-orang dengan
kelainan faktor pembekuan darah, seperti hemofilia tipe A (defisiensi faktor VIII) atau
pun Von Willdebrand disease (salah satu jenis kelainan darah turunan).
3. Virus hepatitis: adalah virus yang dapat menyebabkan penyakit peradangan hati atau
penyakit hepatitis. 5 jenis virus hepatitis: A, B, C, D, dan E.
4. Kesadaran compos mentis: Tingkat kesadaran adalah ukuran dari kesadaran dan
respon seseorang terhadap rangsangan dari lingkungan, tingkat kesadaran dibedakan
menjadi: - Compos Mentis (conscious), yaitu kesadaran normal, sadar sepenuhnya,
dapat menjawab semua pertanyaan tentang keadaan sekelilingnya. - Apatis, yaitu
keadaan kesadaran yang segan untuk berhubungan dengan sekitarnya, sikapnya acuh
tak acuh. - Delirium, yaitu gelisah, disorientasi (orang, tempat, waktu), memberontak,
berteriak-teriak, berhalusinasi, kadang berhayal. - Somnolen (Obtundasi, Letargi),
yaitu kesadaran menurun, respon psikomotor yang lambat, mudah tertidur, namun
kesadaran dapat pulih bila dirangsang (mudah dibangunkan) tetapi jatuh tertidur lagi,
mampu memberi jawaban verbal. - Stupor (soporo koma), yaitu keadaan seperti
tertidur lelap, tetapi ada respon terhadap nyeri. - Coma (comatose), yaitu tidak bisa
dibangunkan, tidak ada respon terhadap rangsangan apapun (tidak ada respon kornea
maupun reflek muntah, mungkin juga tidak ada respon pupil terhadap cahaya).
5. Ikterik: perubahan warna kulit / sclera mata (normal berwarna putih) menjadi kuning
karena peningkatan kadar bilirubin dalam darah yang merupakan tanda penyakit hati.
6. Rectal toucher: Pemeriksaan colok dubur adalah suatu pemeriksaan dengan
memasukkan jari telunjuk yang sudah diberi pelicin ke dalam lubang dubur.
7. Hemoroid: Wasir atau hemoroid adalah pembengkakan atau pembesaran dari
pembuluh darah di usus besar bagian akhir (rektum), serta anus/ dubur. Wasir
merupakan penyakit yang dapat menyerang segala usia, namun umumnya lebih sering
menimbulkan keluhan pada usia 50 tahun atau lebih. Wasir tidak selalu menimbulkan
keluhan, tetapi bila keluhan muncul, penderita dapat merasa tidak nyaman dan gatal
pada anus, serta muncul perdarahan lewat anus. Wasir diklasifikasikan menurut
derajat keparahannya, yaitu:

 Derajat satu - pembengkakan kecil yang muncul di dalam dinding anus dan tidak
terlihat di luar anus.
 Derajat dua - pembengkakan lebih besar yang keluar dari anus saat buang air besar
(BAB) dan masuk kembali dengan sendirinya seusai BAB.
 Derajat tiga - adanya satu atau beberapa benjolan kecil yang menggantung dari anus,
namun bisa didorong untuk masuk kembali.
 Derajat empat - benjolan besar yang menggantung dari anus dan tidak bisa didorong
kembali.

8. SGOT: (serum glutamic oxaloacetic transaminase) enzim yang dihasilkan secara


alami oleh tubuh dan berada pada beberapa organ, seperti hati, jantung, ginjal, otot
tubuh, hingga otak. Jika kadarnya tinggi di dalam tubuh, dicurigai terdapat gangguan
fungsi hati. Ketika organ mengalami kerusakan, maka enzim ini akan keluar dari sel
organ tersebut lalu masuk ke pembuluh darah. Saat itu terjadi maka Anda akan
menemukan hasil SGOT dan SGPT (serum glutamic pyruvic transaminase) tinggi.
Pada orang yang sehat, kedua enzim ini biasanya akan terlihat normal. Batas normal
yang seharusnya dimiliki yaitu:

 SGOT: 5-40 µ/L (mikro per liter)


 SGPT: 7-56 µ/L (mikro per liter)

9. Albumin: adalah protein utama yang terdapat dalam darah manusia yang diproduksi
oleh organ hati. Albumin berfungsi untuk mengatur tekanan dalam pembuluh darah
dan menjaga agar cairan yang terdapat dalam pembuluh darah tidak bocor ke jaringan
tubuh sekitarnya. Albumin dalam tubuh diproduksi oleh hati (liver). Kadar normal
albumin dalam darah berkisar antara 3,5 sampai 4,5 mg/dL.
10. Bilirubin: zat yang terbentuk sebagai akibat dari proses pemecahan Hemoglobin (zat
merah darah) pada system RES (retikulo endotelia sistem) dalam tubuh yaitu suatu
sistem didalam jaringan dan organ yang berfungsi memakan (fagosit) benda asing dan
bakteri yang masuk tubuh. Selanjutnya mengalami proses konjugasi di liver, dan
akhirnya diekskresi (dikeluarkan) oleh liver ke empedu, kemudian ke usus. Pada
anak-anak dan orang dewasa, kadar normal bilirubin direct (terkonjugasi)
berkisar dari 0 sampai 0.3 mg/dL. Kadar normal dari total bilirubin (direct dan
indirect) berkisar dari 0.3 sampai 1.9 mg/dL.

RM:
1. Apa penyebab dan jenis-jenis muntah darah? Darimana?
2. Mengapa pasien bisa perut terasa sebah? Apa penyebabnya?
3. Apa yang menyebabkan muntah dan berak pasien berdarah?
4. Bagaimana petugas transfusi bisa tahu ada virus hepatitis? Dari tes apa?
5. Mengapa bisa terjadi: ikterik, hepar membesar, nyeri telan epigastrik pada pasien?
6. Apa penyebab terjadinya hemoroid?
7. Bagaimana interpretasi hasil laboratorium?
PEMBAHASAN:

1. Penyebab muntah darah berdasarkan asal perdarahan:

 Kerongkongan (esofagus). Perdarahan yang berasal dari esofagus dapat disebabkan


oleh beberapa hal, antara lain:
o Varises esofagus. Varises esofagus dapat timbul akibat sirosis.
o Esofagitis atau peradangan pada esofagus, biasanya akibat penyakit GERD.
o Kanker esofagus.
o Sindrom Mallory-Weiss, yaitu perdarahan yang terjadi akibat adanya robekan
di lapisan esofagus atau lambung. Robekan tersebut dapat disebabkan oleh
apapun yang memicu tekanan secara tiba-tiba di lambung atau esofagus,
misalnya batuk dan muntah berulang-ulang.

 Lambung. Perdarahan yang berasal dari lambung dapat disebabkan oleh beberapa
hal, antara lain:
o Tukak lambung. Merupakan luka pada lapisan lambung. Penyebabnya antara
lain adalah efek samping dari obat aspirin dan OAINS, atau infeksi bakteri
pylori pada lambung.
o Gastritis.
o Kanker lambung.

 Duodenum (usus dua belas jari). Penyebab perdarahan yang berasal dari duodenum,
antara lain:
o Ulkus duodenum.
o Peradangan pada lapisan duodenum.

 Penyebab lain. Selain penyebab di atas, ada beberapa penyebab muntah darah
lainnya, seperti:
o Tertelan darah mimisan dan dimuntahkan.
o Kelainan pembuluh darah pada saluran pencernaan atas akibat pankreatitis
akut.
o Cedera pada saluran cerna.
o Kanker di daerah lain yang menyebar ke saluran cerna, misalnya kanker
pankreas.

2. Sebah yang dirasakan pasien ini bisa disebabkan karena adanya gas, cairan maupun
massa yang ada di tubuh pasien maka dari itu pasien tidak mengkonsumsi makanan
pun badannya terasa penuh.
3. Gejala muntah darah adalah salah satu komplikasi bila kerusakan hati sudah meluas.
Karena jaringan hati berubah, darah yang mengalir memasuki hati mengalami
hambatan. Darah yang menuju ke hati berasal dari usus selain limpa. Bila di hati
darah tidak bisa mengalir lancar karena pembuluh darah sudah mengalami perubahan
sehubungan dengan kerusakan hati, darah terbendung pada seluruh saluran yang
menuju dan keluar dari hati.
Bendungan darah menimbulkan pelebaran pipa pembuluh darah yang terkait dengan
saluran darah yang menuju maupun yang keluar dari hati (sistem portal). Pipa
pembuluh darah akan terus melebar sampai titik pelebaran tertentu, lalu tiba saatnya
pecah. Salah satunya, pembuluh darah yang berada pada dinding esofagus. Pecahnya
pembuluh darah esofagus yang sudah berusaha melebar maksimal itulah yang
menimbulkan gejala muntah darah. Ini adalah sebuah kondisi berbahaya yang harus
segera ditanggulangi agar darah tidak terus terbuang.

Wasir merupakan pembengkakan dan peradangan akibat pelebaran pembuluh darah


vena di daerah anus. Gejala wasir meliputi BAB berdarah berwarna merah segar, ada
benjolan di lubang anus saat BAB yang dapat dimasukan kembali ataupun tidak dapat
dimasukan kembali ke lubang anus, dan rasa gatal di sekeliling anus. Penderita wasir
disarankan untuk memiliki pola makan yang tinggi serat untuk memperlunak
konsistensi feses.
Penyebab terjadinya wasir bermacam-macam. Wasir dapat diturunkan secara genetik,
atau karena memang lemahnya pembuluh darah vena di rektum atau anus, atau juga
dapat disebabkan karena terlalu sering dan kuat mengedan (kesulitan buang air besar
atau diare).
Duduk yang terlalu lama juga dapat menyebabkan terjadinya wasir. Hipertensi (darah
tinggi), obesitas (kegemukan), dan gaya hidup yang malas (tidak aktif) juga
merupakan salah satu pencetus terjadinya wasir. Konsumsi alkohol dan kopi dalam
jumlah banyak dan sering juga merupakan salah satu faktor pencetus.
Alkohol dapat menyebabkan penyakit hati yang pada akhirnya akan menimbulkan
penyumbatan aliran pembuluh darah pada rektum atau anus, sedangkan
mengkonsumsi terlalu banyak kopi dapat menyebabkan hipertensi.
Keadaan dehidrasi (kekurangan cairan) dapat juga menjadi faktor penyebab.
Dehidrasi dapat menyebabkan tinja yang keras dan kesulitan buang air besar

4. Tes virus hepatitis A adalah tes darah yang dilakukan untuk mencari protein
(antibodi) yang diproduksi oleh tubuh sebagai reaksi dari virus hepatitis A. Jenis
protein ini hanya akan terdeteksi dalam tubuh jika Anda saat ini sedang terjangkit
virus hepatitis A atau pernah memiliki riwayat medis serupa sebelumnya.
Infeksi HAV menyebar melalui makanan atau air yang telah terkontaminasi oleh feses
dari orang pengidap HAV.
Antibodi IgM anti-HAV menunjukan bahwa infeksi hepatitis A baru terjadi
belakangan ini. Antibodi IgM anti-HAV umumnya dapat terdeteksi dalam darah
kurang lebih 2 minggu setelah kontak pertama dengan HAV. Antibodi jenis ini akan
menghilang setelah 3 – 12 bulan setelah infeksi.
Antibodi IgG anti-HAV menunjukan bahwa Anda pernah terjangkit infeksi virus
hepatitis A. Antibodi IgG anti-HAV akan muncul 8 – 12 bulan setelah kontak pertama
infeksi dan akan terus menetap selamanya dalam darah sebagai perlindungan
(imunitas) dari HAV.
5. - Ikterik terjadi karena dilihat dari hasil laboratorium bahwa kadar bilirubin pada
pasien tinggi yang menandakan bahwa terdapat gangguan pada fungsi hati. Jika fungsi
hati menurun maka penyerapan bilirubin tidak maksimal maka dari itu terjadi ikterik
yaitu berubahnya warna sklera mata dari putih menjadi kuning.
- Hepatomegali atau hepar membesar bisa terjadi karena Hepatitis, baik karena virus
maupun autoimun, abses hati, penyakit perlemakan hati (fatty liver disease), baik
yang disebabkan oleh konsumsi alkohol maupun bukan, masalah kandung empedu
dan salurannya, gangguan jantung, seperti gagal jantung dan penyakit katup jantung,
kanker, baik yang berasal dari hati itu sendiri atau kanker organ lain yang menyebar
ke hati (metastatis), kelainan genetik. Sejumlah kelainan genetik dapat menyebabkan
pembesaran ukuran hati, di antaranya adalah penyakit Wilson, penyakit Gaucher, dan
hemokromatosis, kelainan darah, seperti thalasemia, anemia sel sabit, kanker darah,
limfoma, dan multiple myeloma, infeksi cacing, seperti skistosomiasis, sindrom
Budd-Chiari, yaitu penyumbatan pembuluh darah hati, obat-obatan, seperti
paracetamol, amiodaron, dan obat kolesterol golongan statin (misalnya simvastatin)
menyebabkan cedera pada hati, zat kimia, bahan kimia industri, seperti karbon
tetraklorida dan kloroform juga dapat mengakibatkan hepatomegali, dikarenakan
potensi kerusakan organ hati akibat paparan bahan tersebut.
- nyeri telan epigastrik disebabkan bisa karena:

 Tukak lambung: disebabkan oleh infeksi bakteri H. pylori atau penggunaan


obat tertentu secara berlebihan, misalnya pereda nyeri ibuprofen. Baik infeksi
atau efek samping ibuprofen dapat melukai dinding lambung atau usus kecil,
yang bisa menimbulkan rasa sakit yang menjalar hingga ulu hati.
 Batu empedu memblokir saluran kantong empedu dapat menyebabkan sakit di
ulu hati.
 Gastritis dan pankreatitis

6. Penyebab sebenarnya dari hemoroid masih belum jelas. Namun, diduga ada kaitan
kuat dengan meningkatnya tekanan dalam aliran darah di dalam atau di sekitar anus.
Tekanan inilah yang menyebabkan pembuluh darah pada anus membengkak dan
mengalami peradangan. dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

 Internal hemorrhoid. Wasir ini muncul di dalam saluran rektum Anda.


Biasanya internal hemorrhoid tidak nyeri tapi menyebabkan BAB berdarah.
 External hemorrhoid. Wasir ini terletak di luar anus dan mungkin terasa gatal
atau nyeri, terkadang bisa robek dan berdarah.

7. Interpretasi dari hasil laboratorium yaitu mulai dari kadar SGOT dimana normalnya
itu SGOT: 5-40 µ/L (mikro per liter) di dalam hasil laboratorium pasien didapat
SGOT tinggi berarti dapat dicurigai bahwa pasien mengalami gangguan pada hatinya.
Dari kadar albumin pasien rendah, dimana albumin yang berfungsi sebagai pengatur
cairan dalam tubuh maka pasien bisa mengalami gangguan pengaturan cairan tubuh.
Dari kadar bilirubin direct pada pasien tersebut tinggi dimana bilirubin yang berfungsi
untuk memfagosit benda asing dan akteri yang masuk ke dalam tubuh.