You are on page 1of 4

A.

Diverkulitis dan Penyakit Divertikulum


Divertikulum kolon terbentuk ketika mukosa kolon terdorong lewat dinding otot
kolon sehingga terbentuk sehingga terbentuk sebuah kantong yang buntu. Keadaan ini
sering dijumpai pada mereka yang makanannya rendah serat sehingga menghasilkan
fases yang keras dan kecil-kecil. Fases yang keras dan kecil-kecil menyebabkan
peningkatan aktivitas muskulerkolon agar dapat dapat mengeluarkannya. Divertikulum
ini biasanya berjumlah lebih dari satu.

Tabel

Bentuk simtomatik penyakit divertikulum disebut diverticulitis akut dan


disebabkan oleh inflamasi akut pada divertikulum yang tersumbat. Setelah dilakukan
terafi terhadap inflamasi akut, tindakan tradisional untuk keadaan semacam itu adalah
dengan diet rendah sisa dan pemberian parafin cair.

1. Diare

Diare akut disebabkan oleh banyak hal. Penyebab yang paling sering adalah
kesalahan makan dan keracunan makanan oleh bakteri. Biasanya diare semacam ini
bersifat ringan dan tidak memerlukan terapi diet walaupun pemberian cairan banyak dan
makanan lunak mungkin dapat mempercepat kesembuhannya.

Diare kronis dapat disebabkan oleh:

1. Penyakit pada traktus gastrointesinalis seperti colitis uiserativa, penyakit Crohn


dan kadang-kadang karsinoma kolon.
2. Mal-absorpsi
3. Konsumsi alkohol yang berlebihan
4. Pengaruh toksin, seperti misalnya pada keadaan uraemia.

Gambar
a. Makanan yang dihindari pada diet rendah sisa
Makanan berserat seperti: Beras ketan, bulgur, jagung, cantel, ubi, singkong, taias,
roti kasar dan lain-lain.Buah-buahan berserat, seperti jambu biji, apel dan lain-lain. Buah-
buahan yang mempunyai daya pencahar, seperti papaya, nanas.Biji-bijian dan sayuran yang
berserat dan dapat menimbulkan gas. Minyak, santan dan bumbu yang merangsang.Daging
ya ng berlemak dan makanan yang digoreng (misalnya telur ceplok).

IRRITABLE BOWEL SYNDROME


Sindrom ini terdiri atas gejala-gejala yang timbul dari usus tanpa adanya penyakit
organic yang dapat didekteksi. Antara 25 hingga 30 persen dari kasus yang dirujuk ke
bagian gastroenterology pada akhirnya didiagnosis sebagai sindrom usus yang peka
(irritable bowel syndrome). Sindrom ini umumnya disertai dengan keluhan nyeri abdomen
dan berbagai gejala lain yang mencakup gejala konstipasi, diare, konstipasi yang silih
berganti dengan diare, kembung, flatulensi, rasa sesak di ulu-hati, anoreksia nausea dan
kadang-kadang vomitus.

b. Terapi diet
Terapi diet yang spesifik untuk penyakit ini tidak ada. Sebagaoi pasien mereda
keluhannya dengan diet tinggi serat, sebagian lagi dengan diet rendah sisa. Yang perlu
ditekankan pada pasien adalah makan makanan yang bervariasi dan menghindari makanan
yang memperberat keadaannya.

SINDROM MAL-ABSORPSI
Mal-absorpsi nutrient dapat terjadi akaibat berbagai macam penyakit dan gangguan
pada traktus gastrointestinalis. Umumnya, jika gangguan tersebut mengurangi sekresi enzim
atau merusak tempat penyerapan nutrient dalam usus, sebagai akibatnya timbul mal-
absorpsi. Gejala mal-absorpsi mencakup diare, steatore, distensi abdomen dan gejala
sekunder defisiensi nutrient seperti penurunan berat badan, anemia serta asteomalasia.
Steatore (steatorrhoea) berarti ekskresi lemak yang berlebihan ke dalam faeses.
Biasanya faeses akan akan mengandung 5-6 gram lemak/hari kalau konsumsi lemak dari
makanan sebesar 70-100 gram/hari. Jika terdapat mal-absorpsi lemak, faeses dapat
mengandung lemak sampai 50-60 gram/hari. Penyebab mal-absorpsi dapat dibagi menjadi
beberapa kelompok:
1. Ganagguan faal lambung setelah pembedahan lambun g dan kadang-kandang pada
gastritis atrofik. Diare akibat peningkatan peristaltik ususdan kolonisasi bakteri dalam
usus dapat menyebabkan mal-absorpsi.
2. Gangguan pencernaan dalam intestinum. Pada pankreatitis dan fibrosis kistik, sekresi
pancreas yang mengandung enzim lipase akan berkurang sehingga terjadi mal-absorpsi
lemak.
3. Gangguan pencernaan dan penyerapan pada usus halus .
Tahap akhir pencernaan protein dan hidratarang berlangsung pada permukaan sel-sel yang
melapisi usus halus. Jika disana tidak terdapat enzim dalam jumlah yang memadai, proses
pencernana tidak akan lengkap dan penyerapan akan terganggu.

c. Gangguan Pencernaan dan Penyeraan pada Usus Halus.

Tahap akhir pencernaan dan dan hidratarang berlangsung pada permukaan sel-sel
yang melapisi usus halus. Jika di sana tidak terdapat enzim dalam jumlah yang memadai,
proses pencernaan tidak akan lengkap dan penyerapan akan terganggu. Jika lapisan usus
halusnya abnormal, seperti pada enteropati akibat kepekaan terhadap gluten (penyakit
coeliac), atau berkurang seperti pada short bowel syndromes, mungkin daerah yang tersedia
bagi kelangsungan penyerapan yang lengkap tidak mencukupi. Keadaan ini bisa bawaan
atau didapat setelah usus atau intestinum mengalami kerusakan. Permukaan penyerapan
yang berkurang dapat pula disebabkan oleh operasi reseksi usus atau oleh kerusakan mukosa
usus, yang dapat terjadi akaibat berbagai hal termasuk obat-obatan. Enteropati akibat
kepekaan terhadap gluten (gluten-sensitive enteropathy) dapat ditemukan baik pada anak-
anak maupun pada orang dewasa.

Prinsip terapi diet untuk mal-absorpsi meliputi upaya menghindari makanan dengan
nutrien tersebut dengan pilihan makanan lain yang sesuai. Sebagai contoh:

1. Menghindari gluten pada penyakit coeliac


2. Menghindari jenis gula tertentu pada defisiensi disakaridase
3. Mengurangi konsumsi lemak pada insufisiensi pankreas.
4. Kalau perlu, memperbaiki status gizi secara menyeluruh dengan diet tinggi kalori
tinggi protein yang sesuai dan pemberian suplemen vitamin-mineral yang diprlukan.

1. PENYAKIT FIBROKISTIK (Fibrosis Kistik; Cystic Fibrosis)


Kelaianan ini didiagnosis pada awal usia kanak-kanak. Kelenjar eksokrin tubuh
menghasilkan sekret abnormal yang kental dan lengket. Semua kelenjar eksokrin terkena
terapi problem klinik yang paling menonjol terjadi akibat kelainan yang mengenai paru-
paru dan pankreas. Infeksi dada yang frekuen terjadi karena kongesti dalam paru-paru.
Sebelum diperbaikiny, cara pengobatan penyakit, yaitu dengan pemakaian anti biotik,
preparat mukolitik dan fisioterapi.

Perawatan nutrisi yang memadai bagi kelaian ini sangat penting untuk menjami
dan mempertahankan proses tumbuh kembang yang memadai.terapi diet harus menjamin
masukan semua nutrien dalam jumlah yang memadai. Biasanya tindakan ini dicapai
denganmenerapkan diet tinggi protein dan rendah lemak, dengan tambahan vitamin dan
suplemen enzim peroraluntuk membantu proses pencernaan. Jumlah lemak yang dapat
ditolerin dan jumlah suplemen enzim yang yang diperlukan tergantung beratnya penyakit
suplemen tinggi kalori, seperti hycal dan caloreen, dan nutrisi enetral kadang-kadang
digunakan selama periode infeksi untuk mengatasi peningkatan kebutuhan metabolik dan
penurunan konsumsi makanan. Pada kasus infusiensi pankreas yang berat dapat
digunakan diet elemental. Minyak MCT (middle chain trglyceride) dipakai untuk
memperbaiki citarasa diet rendah lemak, meningkatkan kandungan energi dan untuk
membantgu proses asimilisi.

2. INSUFISIENSI EKSOKRIN PANKREAS YANG KRONIS

Kelainan ini ditemukan pada orang dewasa sebagai akibat pankreatitis kronis dan
terutama berhubungan dengan kerusakan pankreas yang ditimbulkan oleh alkohol. Bukan
saja fungsi eksorin pankreas yang mengalami kerusakan, tetapi juga fungsi endokrinnya
mengalami gangguan. Ini berai penyakitdiabetes melitus merupakan komplikasi
tambahan pada penyakit tersebut. Tindakan nutrisi dalam keadaan ini adalah diet rendah
lemak dalam pemberian suplemen enzim pankreas. Apabila juga terdapat diabetes, tipe
dan jumlah jidratarang dalam diet perlu diatur

Medium chain triglycerides (MCT), kebanyakan dari lemak dalam makanann kita
merupakan campuran trigleserida rantai panjang. Jenis trigleserida ini memerlukan getah
empedu dan enzim lipase untuk proses pencernaannya dan selanjutnya penyerapan dalam
usus, jenis trigliserida rantai menengah (MCT) tidak memerlukan empedu dan enzim
lipase untuk penyerapannya sehingga mempunyai arti yang penting pada saat pencernaan
lemak terganggu. Minyak MCT dibuat oleh industri dari minyak kelapa dan tidak
mengandunng semua asam lemak esensial. MCT ditambahkan ke dalam beberapa diet
rendah lemak.

Diet elemental. Diet ini mengandung semua njutrien yang diperlukan untuk
memberikan nutrisi yang lengkap: nutrien didalamnya mempunyai bentuk sedemikian
rupa sehingga hanya diperlukan sedikit pencernaan sebelum diserap oleh usus. Jenis
makanan ini mula-mula dibuat memenuhi kebutuhan akan diet rendah sisa dalam
program ruang angkasa amerika. Diet elemntal juga digunakan untuk para penderita
kelainan fatal pencernaan atau penyerapan yang parah. Penggunaannya akan mengurangi
massa faeses dan memungkinkan usus untuk beristrirahat