Kapasitor

Kapasitor (Kondensator) Kapasitor (Kondensator) yang dalam rangkaian elektronika dilambangkan dengan huruf “C” adalah suatu alat yang dapat menyimpan energi/muatan listrik di dalam medan listrik, dengan cara mengumpulkan ketidakseimbangan internal dari muatan listrik. Kapasitor ditemukan oleh Michael Faraday (1791-1867). Satuan kapasitor disebut Farad (F). Satu Farad = 9 x 1011 cm2 yang artinya luas permukaan kepingan tersebut. Struktur sebuah kapasitor terbuat dari 2 buah plat metal yang dipisahkan oleh suatu bahan dielektrik. Bahan-bahan dielektrik yang umum dikenal misalnya udara vakum, keramik, gelas dan lain-lain. Jika kedua ujung plat metal diberi tegangan listrik, maka muatanmuatan positif akan mengumpul pada salah satu kaki (elektroda) metalnya dan pada saat yang sama muatan-muatan negatif terkumpul pada ujung metal yang satu lagi. Muatan positif tidak dapat mengalir menuju ujung kutub negatif dan sebaliknya muatan negatif tidak bisa menuju ke ujung kutub positif, karena terpisah oleh bahan dielektrik yang nonkonduktif. Muatan elektrik ini tersimpan selama tidak ada konduksi pada ujung-ujung kakinya. Di alam bebas, phenomena kapasitor ini terjadi pada saat terkumpulnya muatanmuatan positif dan negatif di awan.

1.1. Kapasitansi Kapasitansi didefinisikan sebagai kemampuan dari suatu kapasitor untuk dapat menampung muatan elektron. Coulombs pada abad 18 menghitung bahwa 1 coulomb =

6.25 x 1018 elektron. Kemudian Michael Faraday membuat postulat bahwa sebuah kapasitor akan memiliki kapasitansi sebesar 1 farad jika dengan tegangan 1 volt dapat memuat muatan elektron sebanyak 1 coulombs. Dengan rumus dapat ditulis : Q=CV Q = muatan elektron dalam C (coulombs) C = nilai kapasitansi dalam F (farad) V = besar tegangan dalam V (volt) Dalam praktek pembuatan kapasitor, kapasitansi dihitung dengan mengetahui luas area plat metal (A), jarak (t) antara kedua plat metal (tebal dielektrik) dan konstanta (k) bahan dielektrik. Dengan rumus dapat di tulis sebagai berikut : C = (8.85 x 10-12) (k A/t) Berikut adalah tabel contoh konstanta (k) dari beberapa bahan dielektrik yang disederhanakan.

Untuk rangkaian elektronik praktis, satuan farad adalah sangat besar sekali. Umumnya kapasitor yang ada di pasaran memiliki satuan : µF, nF dan pF. 1 Farad = 1.000.000 µF (mikro Farad) 1 µF = 1.000.000 pF (piko Farad) 1 µF = 1.000 nF (nano Farad) 1 nF = 1.000 pF (piko Farad) 1 pF = 1.000 µµF (mikro-mikro Farad) 1 µF = 10-6 F 1 nF = 10-9 F 1 pF = 10-12 F

Konversi satuan penting diketahui untuk memudahkan membaca besaran sebuah kapasitor. Misalnya 0.047µF dapat juga dibaca sebagai 47nF, atau contoh lain 0.1nF sama dengan 100pF. Kondensator diidentikkan mempunyai dua kaki dan dua kutub yaitu positif dan negatif serta memiliki cairan elektrolit dan biasanya berbentuk tabung.

Sedangkan jenis yang satunya lagi kebanyakan nilai kapasitasnya lebih rendah, tidak mempunyai kutub positif atau negatif pada kakinya, kebanyakan berbentuk bulat pipih berwarna coklat, merah, hijau dan lainnya seperti tablet atau kancing baju yang sering disebut kapasitor (capacitor).

Pada kapasitor yang berukuran besar, nilai kapasitansi umumnya ditulis dengan angka yang jelas. Lengkap dengan nilai tegangan maksimum dan polaritasnya. Misalnya pada kapasitor elco dengan jelas tertulis kapasitansinya sebesar 100µF25v yang artinya kapasitor/ kondensator tersebut memiliki nilai kapasitansi 100 µF dengan tegangan kerja maksimal yang diperbolehkan sebesar 25 volt. Kapasitor yang ukuran fisiknya kecil biasanya hanya bertuliskan 2 (dua) atau 3 (tiga) angka saja. Jika hanya ada dua angka, satuannya adalah pF (pico farads). Sebagai contoh, kapasitor yang bertuliskan dua angka 47, maka kapasitansi kapasitor tersebut adalah 47 pF. Jika ada 3 digit, angka pertama dan kedua menunjukkan nilai nominal, sedangkan angka ke-3 adalah faktor pengali. Faktor pengali sesuai dengan angka nominalnya, berturut-turut 1 = 10, 2 = 100, 3 = 1.000, 4 = 10.000, 5 = 100.000 dan seterusnya. Contoh :

Pada tabel 2.Untuk kapasitor polyester nilai kapasitansinya bisa diketahui berdasarkan warna seperti pada resistor.3 diperlihatkan nilai toleransi dengan kode-kode angka atau huruf tertentu. . Sekaligus diketahui juga bahwa suhu kerja yang direkomendasikan adalah antara -55Co sampai +125Co . besar kapasitansi nominal ada toleransinya. Dengan tabel tersebut pemakai dapat dengan mudah mengetahui toleransi kapasitor yang biasanya tertera menyertai nilai nominal kapasitor. Contoh : Seperti komponen lainnya. maka kapasitansinya adalah 100nF dengan toleransi +/-15%. Misalnya jika tertulis 104 X7R.

Dari penjelasan di atas bisa diketahui bahwa karakteristik kapasitor selain kapasitansi juga tak kalah pentingnya yaitu tegangan kerja dan temperatur kerja. Tegangan kerja .

2. Di bawah ini contoh kapasitor yang dirangkai secara paralel. Fungsi Kapasitor Fungsi penggunaan kapasitor dalam suatu rangkaian : 1. maka tegangan yang bisa diberikan tidak boleh melebihi 25 volt dc.adalah tegangan maksimum yang diijinkan sehingga kapasitor masih dapat bekerja dengan baik. Misalnya kapasitor 10uF25V. Pada rangkaian kapasitor yang dirangkai secara seri berlaku rumus : Rangkaian kapasitor secara paralel akan mengakibatkan nilai kapasitansi pengganti semakin besar. Sebagai filter dalam rangkaian PS . Misalnya jika pada kapasitor tertulis X7R. Sedangkan temperatur kerja yaitu batasan temperatur dimana kapasitor masih bisa bekerja dengan optimal. Biasanya spesifikasi karakteristik ini disajikan oleh pabrik pembuat di dalam datasheet. Sebagai kopling antara rangkaian yang satu dengan rangkaian yang lain (pada PS = Power Supply) 2. Di bawah ini contoh kapasitor yang dirangkai secara seri. Umumnya kapasitor-kapasitor polar bekerja pada tegangan DC dan kapasitor non-polar bekerja pada tegangan AC.4.3. Pada rangkaian kapasitor paralel berlaku rumus : 2. Rangkaian Kapasitor Rangkaian kapasitor secara seri akan mengakibatkan nilai kapasitansi total semakin kecil. maka kapasitor tersebut mempunyai suhu kerja yang direkomendasikan antara -55Co sampai +125Co.

Mengapa kapasitor ini dapat memiliki polaritas. Oksigen pada larutan electrolyte terlepas dan mengoksidasi permukaan plat metal. Kapasitor Electrolytic Kelompok kapasitor electrolytic terdiri dari kapasitor-kapasitor yang bahan dielektriknya adalah lapisan metal-oksida. Umumnya kapasitor kelompok ini adalah non-polar. electrolytic dan electrochemical.3. Telah lama diketahui beberapa metal seperti tantalum. Kapasitor Electrostatic Kapasitor electrostatic adalah kelompok kapasitor yang dibuat dengan bahan dielektrik dari keramik. polyprophylene. maka akan terbentuk lapisan Aluminium-oksida (Al2O3) pada permukaannya. . film dan mika. niobium. Mylar. polycarbonate. magnesium. Sebagai pembangkit frekuensi dalam rangkaian antenna 4. Lapisan oksidasi ini terbentuk melalui proses elektrolisa. aluminium. yaitu kapasitor electrostatic. tergantung dari bahan dielektriknya.5. metalized paper dan lainnya. Tipe Kapasitor Kapasitor terdiri dari beberapa tipe. yang biasanya untuk aplikasi rangkaian yang berkenaan dengan frekuensi tinggi. Elektroda metal yang dicelup ke dalam larutan elektrolit (sodium borate) lalu diberi tegangan positif (anoda) dan larutan electrolit diberi tegangan negatif (katoda). Tersedia dari besaran pF sampai beberapa µF. seperti pada proses penyepuhan emas. MKM. Contohnya. zirconium dan seng (zinc) permukaannya dapat dioksidasi sehingga membentuk lapisan metal-oksida (oxide film). Menghilangkan bouncing (loncatan api) bila dipasang pada saklar 2. jika digunakan Aluminium. adalah karena proses pembuatannya menggunakan elektrolisa sehingga terbentuk kutub positif anoda dan kutub negatif katoda. Termasuk kelompok bahan dielektrik film adalah bahan-bahan material seperti polyester (polyethylene terephthalate atau dikenal dengan sebutan mylar). Keramik dan mika adalah bahan yang popular serta murah untuk membuat kapasitor yang kapasitansinya kecil. Umumnya kapasitor yang termasuk kelompok ini adalah kapasitor polar dengan tanda + dan – di badannya. MKT adalah beberapa contoh sebutan merek dagang untuk kapasitor dengan bahan-bahan dielektrik film. Untuk lebih sederhana dapat dibagi menjadi 3 bagian. polystyrene. Untuk menghemat daya listrik pada lampu neon 5. titanium.

Bahan yang paling banyak dan murah adalah aluminium. Sebagai contoh 100uF. lapisan-metal-oksida dan electrolyte (katoda) membentuk kapasitor. melainkan bahan lain yaitu manganese-dioksida. 470uF. maka waktu kerjanya (lifetime) menjadi lebih tahan lama. Untuk mendapatkan permukaan yang luas. Sehingga dengan cara itu dapat diperoleh kapasitor yang kapasitansinya besar. Pada kenyataannya battery dan accu adalah kapasitor yang sangat baik. Tipe kapasitor jenis ini juga masih dalam pengembangan untuk . umumnya bahan metal yang banyak digunakan adalah aluminium dan tantalum. Karena alasan ekonomis dan praktis. Dalam hal ini lapisan-metal-oksida sebagai dielektrik. 4700uF dan lain-lain. Termasuk kapasitor jenis ini adalah battery dan accu. Bahan electrolyte pada kapasitor tantalum ada yang cair tetapi ada juga yang padat. karena memiliki kapasitansi yang besar dan arus bocor (leakage current) yang sangat kecil. Kapasitor tipe ini juga memiliki arus bocor yang sangat kecil Jadi dapat dipahami mengapa kapasitor Tantalum menjadi relatif mahal.Dengan demikian berturut-turut plat metal (anoda). yang sering juga disebut kapasitor elco. Kapasitor Electrochemical Satu jenis kapasitor lain adalah kapasitor electrochemical. sehingga dengan demikian dapat dibuat kapasitor yang kapasitansinya cukup besar. Lapisan metal-oksida ini sangat tipis. Dengan demikian kapasitor jenis ini bisa memiliki kapasitansi yang besar namun menjadi lebih ramping dan mungil. tetapi sebenarnya bukan larutan electrolit yang menjadi elektroda negatif-nya. Dari rumus (2) diketahui besar kapasitansi berbanding terbalik dengan tebal dielektrik. bahan plat Aluminium ini biasanya digulung radial. Disebut electrolyte padat. Selain itu karena seluruhnya padat.

mendapatkan kapasitansi yang besar namun kecil dan ringan. misalnya untuk aplikasi mobil elektrik dan telepon selular. .

karena terpisah oleh bahan dielektrik yang nonkonduktif. Jika kedua ujung plat metal diberi tegangan listrik. Struktur sebuah kapasitor terbuat dari 2 buah plat metal yang dipisahkan oleh suatu bahan dielektrik. keramik. Coulombs pada abad 18 menghitung bahwa 1 coulomb = 6. Di alam bebas. gelas dan lain-lain.25 x 1018 elektron. Muatan elektrik ini "tersimpan" selama tidak ada konduksi pada ujung-ujung kakinya. Muatan positif tidak dapat mengalir menuju ujung kutup negatif dan sebaliknya muatan negatif tidak bisa menuju ke ujung kutup positif. Bahan-bahan dielektrik yang umum dikenal misalnya udara vakum.Kapasitor adalah komponen elektronika yang dapat menyimpan muatan listrik. Gambar 1 : prinsip dasar kapasitor Kapasitansi Kapasitansi didefenisikan sebagai kemampuan dari suatu kapasitor untuk dapat menampung muatan elektron. phenomena kapasitor ini terjadi pada saat terkumpulnya muatan- muatan positif dan negatif di awan. maka muatanmuatan positif akan mengumpul pada salah satu kaki (elektroda) metalnya dan pada saat yang sama muatan-muatan negatif terkumpul pada ujung metal yang satu lagi. Kemudian Michael Faraday membuat postulat bahwa sebuah .

Untuk lebih sederhana dapat dibagi menjadi 3 bagian. yaitu kapasitor electrostatic. Konversi satuan penting diketahui untuk memudahkan membaca besaran sebuah kapasitor. electrolytic dan electrochemical. Tabel-1 : Konstanta dielektrik bahan kapasitor Tabel konstanta dielektrik bahan kapasitor Untuk rangkain elektronik praktis. nF (10-9 F) dan pF (10-12 F).(1) Q = muatan elektron dalam C (coulombs) C = nilai kapasitansi dalam F (farads) V = besar tegangan dalam V (volt) Dalam praktek pembuatan kapasitor. film dan mika.. atau contoh lain 0. Dengan rumus dapat ditulis : Q = CV …………….1nF sama dengan 100pF. Dengan rumusan dapat ditulis sebagai berikut : C = (8. Misalnya 0. Kapasitor Electrostatic Kapasitor electrostatic adalah kelompok kapasitor yang dibuat dengan bahan dielektrik dari keramik. Umumnya kapasitor yang ada di pasar memiliki satuan uF (10-6 F). Keramik dan mika adalah bahan yang popular serta murah . tergantung dari bahan dielektriknya.(2) Berikut adalah tabel contoh konstanta (k) dari beberapa bahan dielektrik yang disederhanakan.85 x 10-12) (k A/t) . jarak (t) antara kedua plat metal (tebal dielektrik) dan konstanta (k) bahan dielektrik. kapasitansi dihitung dengan mengetahui luas area plat metal (A).. satuan farads adalah sangat besar sekali.kapasitor akan memiliki kapasitansi sebesar 1 farad jika dengan tegangan 1 volt dapat memuat muatan elektron sebanyak 1 coulombs.047uF dapat juga dibaca sebagai 47nF. Tipe Kapasitor Kapasitor terdiri dari beberapa tipe.

Telah lama diketahui beberapa metal seperti tantalum. Mylar. aluminium. Tersedia dari besaran pF sampai beberapa uF. Oksigen pada larutan electrolyte terlepas dan mengoksidai permukaan plat metal. yang biasanya untuk aplikasi rangkaian yang berkenaan dengan frekuensi tinggi. Umumnya kapasitor kelompok ini adalah non-polar. niobium.untuk membuat kapasitor yang kapasitansinya kecil. polycarbonate. magnesium.di badannya. Lapisan oksidasi ini terbentuk melalui proses elektrolisa. Gambar-2 : Prinsip kapasitor Elco Dengan demikian berturut-turut plat metal (anoda). zirconium dan seng (zinc) permukaannya dapat dioksidasi sehingga membentuk lapisan metal-oksida (oxide film). Kapasitor Electrolytic Kelompok kapasitor electrolytic terdiri dari kapasitor-kapasitor yang bahan dielektriknya adalah lapisan metal-oksida. jika digunakan Aluminium. Termasuk kelompok bahan dielektrik film adalah bahan-bahan material seperti polyester (polyethylene terephthalate atau dikenal dengan sebutan mylar). Dalam hal ini lapisan-metal-oksida sebagai . lapisan-metal-oksida dan electrolyte(katoda) membentuk kapasitor. Contohnya. seperti pada proses penyepuhan emas. polystyrene. titanium. metalized paper dan lainnya. Elektroda metal yang dicelup kedalam larutan electrolit (sodium borate) lalu diberi tegangan positif (anoda) dan larutan electrolit diberi tegangan negatif (katoda). Mengapa kapasitor ini dapat memiliki polaritas. adalah karena proses pembuatannya menggunakan elektrolisa sehingga terbentuk kutup positif anoda dan kutup negatif katoda. maka akan terbentuk lapisan Aluminium-oksida (Al2O3) pada permukaannya. polyprophylene. Umumnya kapasitor yang termasuk kelompok ini adalah kapasitor polar dengan tanda + dan . MKM. MKT adalah beberapa contoh sebutan merek dagang untuk kapasitor dengan bahan-bahan dielektrik film.

Kapasitor yang ukuran fisiknya mungil dan kecil biasanya hanya bertuliskan 2 (dua) atau 3 (tiga) angka saja. Termasuk kapasitor jenis ini adalah batere dan accu.dielektrik. melainkan bahan lain yaitu manganese-dioksida. maka waktu kerjanya (lifetime) menjadi lebih tahan lama. Sebagai contoh 100uF. Dari rumus (2) diketahui besar kapasitansi berbanding terbalik dengan tebal dielektrik. yang sering juga disebut kapasitor elco. misalnya untuk applikasi mobil elektrik dan telepon selular. Bahan yang paling banyak dan murah adalah Aluminium. Membaca Kapasitansi Pada kapasitor yang berukuran besar. Dengan demikian kapasitor jenis ini bisa memiliki kapasitansi yang besar namun menjadi lebih ramping dan mungil. nilai kapasitansi umumnya ditulis dengan angka yang jelas. 470uF. Pada kenyataanya batere dan accu adalah kapasitor yang sangat baik. Sehingga dengan cara itu dapat diperoleh kapasitor yang kapasitansinya besar. Karena alasan ekonomis dan praktis. Tipe kapasitor jenis ini juga masih dalam pengembangan untuk mendapatkan kapasitansi yang besar namun kecil dan ringan. sehingga dengan demikian dapat dibuat kapasitor yang kapasitansinya cukup besar. Untuk mendapatkan permukaan yang luas. Selain itu karena seluruhnya padat. Kapasitor Electrochemical Satu jenis kapasitor lain adalah kapasitor electrochemical. karena memiliki kapasitansi yang besar dan arus bocor (leakage current) yang sangat kecil. bahan plat Aluminium ini biasanya digulung radial. Bahan electrolyte pada kapasitor Tantalum ada yang cair tetapi ada juga yang padat. umumnya bahan metal yang banyak digunakan adalah aluminium dan tantalum. Sebagai . 4700uF dan lain-lain. Kapasitor tipe ini juga memiliki arus bocor yang sangat kecil Jadi dapat dipahami mengapa kapasitor Tantalum menjadi relatif mahal. tetapi sebenarnya bukan larutan electrolit yang menjadi elektroda negatif-nya. Misalnya pada kapasitor elco dengan jelas tertulis kapasitansinya sebesar 22uF/25v. Jika hanya ada dua angka satuannya adalah pF (pico farads). Disebut electrolyte padat. Lapisan metal-oksida ini sangat tipis. Lengkap dengan nilai tegangan maksimum dan polaritasnya.

Pabrikan pembuat kapasitor umumnya membuat kapasitor yang mengacu pada standar popular. artinya kapasitansi kapasitor tersebut adalah 22 x 100 = 2200 pF = 2.2 nF. Tegangan Kerja (working voltage) Tegangan kerja adalah tegangan maksimum yang diijinkan sehingga kapasitor masih dapat bekerja dengan baik.contoh. kapasitor yang bertuliskan dua angka 47.000pF atau = 100nF. Biasanya spesifikasi karakteristik ini disajikan oleh pabrik pembuat didalam datasheet. Temperatur Kerja Kapasitor masih memenuhi spesifikasinya jika bekerja pada suhu yang sesuai. Secara lengkap kode-kode tersebut disajikan pada table berikut. Berikut ini adalah beberapa spesifikasi penting tersebut. berturutturut 1 = 10. Tabel-2 : Kode karakteristik kapasitor kelas I . maka tegangan yang bisa diberikan tidak boleh melebihi 25 volt dc. Umumnya kapasitor-kapasitor polar bekerja pada tegangan DC dan kapasitor non-polar bekerja pada tegangan AC. Misalnya pada kapasitor keramik tertulis 104. Jika ada 3 digit. 2 = 100. maka kapasitansinya adalah 10 x 10. Ada 4 standar popular yang biasanya tertera di badan kapasitor seperti C0G (ultra stable). sedangkan angka ke-3 adalah faktor pengali. X7R (stable) serta Z5U dan Y5V (general purpose).mania barangkali pernah mengalami kapasitor yang meledak karena kelebihan tegangan. Faktor pengali sesuai dengan angka nominalnya.000 dan seterusnya.000 = 100. angka pertama dan kedua menunjukkan nilai nominal. 3 = 1. Selain dari kapasitansi ada beberapa karakteristik penting lainnya yang perlu diperhatikan.000. Para elektro. Contoh lain misalnya tertulis 222. Misalnya kapasitor 10uF 25V. maka kapasitansi kapasitor tersebut adalah 47 pF. 4 = 10.

besar kapasitansi nominal ada toleransinya. namun tetap saja ada arus yang dapat melewatinya. bahan dielektrik juga memiliki resistansi. walaupun nilainya sangat besar sekali. Tabel diatas menyajikan nilai toleransi dengan kode-kode angka atau huruf tertentu. Dengan table di atas pemakai dapat dengan mudah mengetahui toleransi kapasitor yang biasanya tertera menyertai nilai nominal kapasitor. . Phenomena ini dinamakan arus bocor DCL (DC Leakage Current) dan resistansi dielektrik ini dinamakan Insulation Resistance (IR).Tabel-3 : Kode karakteristik kapasitor kelas II dan III Toleransi Seperti komponen lainnya. maka kapasitasinya adalah 100nF dengan toleransi +/-15%. berikut adalah model rangkaian kapasitor. Untuk menjelaskan ini. Sekaligus dikethaui juga bahwa suhu kerja yang direkomendasikan adalah antara -55Co sampai +125Co (lihat tabel kode karakteristik) Insulation Resistance (IR) Walaupun bahan dielektrik merupakan bahan yang non-konduktor. Artinya. Misalnya jika tertulis 104 X7R.

tetapi ini akan menyebabkan resistansi dielektrik makin kecil. Dari model rangkaian kapasitor digambarkan adanya resistansi seri (ESR) dan induktansi (L).Gambar-3 : Model rangkaian kapasitor C = Capacitance ESR = Equivalent Series Resistance L = Inductance IR = Insulation Resistance Jika tidak diberi beban. Untuk mendapatkan kapasitansi yang besar diperlukan permukaan elektroda yang luas. Pabrik pembuat biasanya meyertakan data DF dalam persen. karakteristik resistansi dielektrik ini biasa juga disajikan dengan besaran RC (IR x C) yang satuannya ohm-farads atau megaohm-micro farads. Karena besar IR selalu berbanding terbalik dengan kapasitansi (C). tuner dan lain-lain. Secara matematis di tulis sebagai berikut : . semestinya kapasitor dapat menyimpan muatan selama-lamanya. Konsekuensinya tentu saja arus bocor (DCL) sangat kecil (uA). Namun dari model di atas. diketahui ada resitansi dielektrik IR(Insulation Resistance) yang paralel terhadap kapasitor. Rugi-rugi (losses) itu didefenisikan sebagai ESR yang besarnya adalah persentasi dari impedansi kapasitor Xc. rangkaian ballast. Besaran ini menjadi faktor yang diperhitungkan misalnya pada aplikasi motor phasa. Dissipation Factor (DF) dan Impedansi (Z) Dissipation Factor adalah besar persentasi rugi-rugi (losses) kapasitansi jika kapasitor bekerja pada aplikasi frekuensi. Insulation resistance (IR) ini sangat besar (MOhm).

Gambar-4 : Faktor dissipasi Dari penjelasan di atas dapat dihitung besar total impedansi (Z total) kapasitor adalah : Gambar-5 : Impendansi Z .

Karakteristik respons frekuensi sangat perlu diperhitungkan terutama jika kapasitor bekerja pada frekuensi tinggi.. yaitu sama dengan muatan pada kapasitor Beda potensial pada ujung-ujung kapasitor pengganti adalah sama dengan jumlah beda potensial ujung-ujung tiap kapasitor V s = V 1 + V 2 + .. karena qs = q1 = q2 = ... Untuk perhitungan respons frekuensi dikenal juga satuan faktor qualitas Q (quality factor) yang tak lain sama dengan 1/DF. Besarnya kapasitas kapasitor pengganti susunan seri dari beberapa buah kapasitor dapat dihitung V s = V 1 + V 2 + ..... maka . Kapasitor equivalen muatan pada tiap-tiap kapasitor adalah sama.... kapasitor Susunan Seri Kapasitor Pada susunan seri kapasitor berlaku pengganti qs = q1 = q2 = ..

yaitu sama dengan potensial sumber Muatan kapasitor pengganti sama dengan jumlah muatan tiap-tiap kapasitor qp = q1 + q2 ....... Kapasitor equivalen Beda potensial tiap-tiap kapasitor sama..... Untuk menentukan besar kapasitas kapasitor pengganti susunan paralel CP dari beberapa buah kapasitor dapat dihitung qs = q1 + q2 + .. VpVp = C1V1 + C2V2 +... karena Vp = V1 = V2 = ..Susunan Paralel Kapasitor Pada susunan paralel kapasitor berlaku Vp = V1 = V2 = ... .

Pada prinsipnya sebuah kapasitor terdiri atas dua konduktor (lempeng logam) yang dipisahkan oleh bahan penyekat (isolator). Kapasitor atau disebut juga kondensator adalah alat (komponen) listrik yang dibuat sedemikian rupa sehingga mampu menyimpan muatan listrik untuk sementara waktu. Pada bodinya terdapat tanda polaritasnya untuk menandai kaki yang berpolaritas (+) atau (-). Kapasitor Tetap/permanent Nilai kapasitasnya tidak bisa diubah-ubah. Kapasitor Non Polar Jenis kapasitor ini bisa dipasang bolak-balik. Menurut ketetapan nilainya yaitu: 1. Kapasitor adalah komponen elektronika yang dapat menyimpan muatan listrik.Kapasitor adalah komponen elektronika yang digunakan untuk menyimpan muatan listrik.(www. dan secara sederhana terdiri dari dua konduktor yang dipisahkan oleh bahan penyekat (bahan dielektrik) tiap konduktor di sebut keping.e-dukasi. Kapasitor Polar Memiliki polaritas (+) dan (-).net tanggal 05-12-2008) Menurut polaritasnya yaitu: 1. Kapasitor Variable atau sering juga disebut VC atau Varco (variable capasitor) Kapasitor jenis ini bisa kita ubah-ubah nilainya. Isolator penyekat ini sering disebut bahan (zat) dielektrik. Struktur sebuah kapasitor terbuat dari 2 buah plat metal yang dipisahkan oleh suatu bahan . 2. 2. Dalam pemasangannya harus diperhatikan polaritasnya dan tidak boleh dipasang terbalik.

Elektron-elektron ini akan menolak elektron-elektron yang ada pada pelat seberangnya.di badannya. Pada rangkaian yang memiliki beban berupa induktor dan resistor atau yang sejenisnya.dielektrik. 2002: 40) Kapasitor digunakan pada rangkaian listrik untuk menekan faktor daya. Umumnya kapasitor yang termasuk kelompok ini adalah kapasitor polar dengan tanda + dan . Tegangan antara kedua pelatnya adalah sama dengan tegangan sumber daya. kapasitor tetap mempertahankan muatannya. Ketika kapasitor tersebut dilepaskan dari sumber daya. Sebuah kapasitor yang disambungkan seperti ini kesebuah sumber daya dengan seketika akan menjadi bermuatan. tetapi berhenti. kapasitor hanya berlaku sementara. pada saat pengisian saja. elektron akan berkumpul pada pelat yang tersambung keterminal negatif sumber.electroniclab. kapasitor sangat berguna untuk menyimpan muatan listrik.(Owen Bishop.www. Sedangkan pada arus tipe DC. Aswan. sebelum dipasang kapasitor maka akan terjadi trip. (Hamonangan. Elektron-elektron yang tertolak akan mengalir menuju positif sumber. Kerena lapisan isolator yang ada pada kapasitor. Mengapa kapasitor ini dapat memiliki polaritas. Bila sudah terisi penuh maka kapasitor tidak akan bekerja lagi. Apabila kapasitor dihubungkan dengan sumber listrik. Dengan alasan ini. Kapasitor akan tetap bermuatan hingga waktu yang tak terbatas. arus tidak dapat mengalir melewati kapasitor. Dengan pemakaian peralatan listrik berinduktor sedikit dibawah batas daya maksimum yang disediakan PLN.com) Fungsi kapasitor dalam penggunaan arus ac seperti yang dijelaskan oleh Suyanto dalam diktat kuliah dasar listrik dan elektronika dasar(2004:48) karena arus yang masuk bertipe AC. maka kapasitor akan bekerja terus menerus karena pengaruh gelombang AC yang bolak-balik. adalah karena proses pembuatannya menggunakan proses elektrolisa sehingga terbentuk kutup positif anoda dan kutup negatif katoda. Hal ini dikarenakan . Kelompok kapasitor electrolytic terdiri dari kapasitor-kapasitor yang bahan dielektriknya adalah lapisan metal-oksida.

Dalam hal ini lapisan-metal-oksida sebagai dielektrik. jika digunakan Aluminium.di badannya. umumnya bahan metal yang banyak digunakan . aluminium. Lapisan metal-oksida ini sangat tipis. titanium. Setelah dipasang kapasitor. Mengapa kapasitor ini dapat memiliki polaritas. sudut beda fase antara tegangan dengan arus menjadi sefase. Dari rumus (2) diketahui besar kapasitansi berbanding terbalik dengan tebal dielektrik. Dari rumus (2) diketahui besar kapasitansi berbanding terbalik dengan tebal dielektrik. Dalam hal ini lapisan-metal-oksida sebagai dielektrik. Kelompok kapasitor electrolytic terdiri dari kapasitor-kapasitor yang bahan dielektriknya adalah lapisan metal-oksida. adalah karena proses pembuatannya menggunakan elektrolisa sehingga terbentuk kutb positif (anoda) dan kutub negatif (katoda). Oksigen pada larutan electrolyte terlepas dan mengoksidai permukaan plat metal. maka akan terbentuk lapisan Aluminium-oksida (Al2O3) pada permukaannya. sehingga dengan demikian dapat dibuat kapasitor yang kapasitansinya cukup besar. niobium. Umumnya kapasitor yang termasuk kelompok ini adalah kapasitor polar dengan tanda + dan . seperti pada proses penyepuhan emas. Elektroda metal yang dicelup kedalam larutan electrolit (sodium borate) lalu diberi tegangan positif (anoda) dan larutan electrolit diberi tegangan negatif (katoda). sehingga dengan demikian dapat dibuat kapasitor yang kapasitansinya cukup besar. lapisan-metal-oksida dan electrolyte(katoda) membentuk kapasitor. Sehingga efek faktor daya telah hilang. Lapisan metal-oksida ini sangat tipis.bila daya efektif yang digunakn peralatan listrik ditambah dengan faktor daya hasilnya melebihi batas daya maksimum pemakaian. Contohnya. Dengan demikian berturut-turut plat metal (anoda). magnesium. zirconium dan seng (zinc) permukaannya dapat dioksidasi sehingga membentuk lapisan metal-oksida (oxide film). Dengan demikian berturut-turut plat metal (anoda). Lapisan oksidasi ini terbentuk melalui proses elektrolisa. Telah lama diketahui beberapa metal seperti tantalum. Karena alasan ekonomis dan praktis. lapisan-metal-oksida dan electrolyte(katoda) membentuk kapasitor.

2008) Kapasitor tantalum. Bahan yang paling banyak dan murah adalah Aluminium. Misalnya kapasitor akan diberikan catu daya dengan tegangan 5 Volt. bahan plat Aluminium ini biasanya digulung radial. yang sering juga disebut kapasitor elco. Bila polaritasnya terbalik maka akan menjadi rusak bahkan “MELEDAK”. Kemudian Michael Faraday membuat postulat bahwa sebuah .adalah aluminium dan tantalum.or. (www. Kapasitor ini tidak bisa digunakan pada rangkaian frekuensi tinggi.jp. Karakteristik temperatur dan frekuensi lebih bagus daripada electrolytic capacitor yang terbuat dari bahan alumunium dan kebanyakan digunakan untuk sistem yang menggunakan sinyal analog. Sehingga dengan cara itu dapat diperoleh kapasitor yang kapasitansinya besar. jangan sampai terbalik. coupling capacitor dan rangkaian filter.interq. berarti kapasitor yang dipilih harus memiliki tegangan kerja minimum 2 x 5 = 10 Volt. cara membedakannya dengan mencari tanda + yang ada pada tubuh kapasitor.25 x 1018 elektron. Dari karakteristik tersebut kita harus berhati – hati di dalam pemasangannya pada rangkaian. Elektroda dari kapasitor ini terbuat dari alumunium yang menggunakan membran oksidasi yang tipis. Biasanya tegangan kerja dari kapasitor dihitung dengan cara mengalikan tegangan catu daya dengan 2. Untuk mendapatkan permukaan yang luas. Contoh aplikasi yang menggunakan kapasitor jenis ini adalah noise limiter. Kapasitor elektrolit dari bahan alaumunium ini dalam perkembangannya hanya disebut kapasitor elektrolit atau Elco. low pass filter . (www. 4700uF dan lain-lain. Diharapkan berhati – hati di dalam pemasangan komponen karena tidak boleh terbalik.or. Adapun jenis. Biasanya jenis kapasitor ini digunakan pada rangkaian power supply. Komponen ini memiliki polaritas.jp.jenis bahan pembuat kapasitor elektrolit adalah dari bahan alamunium dan tantalum.interq. 2008) Kapasitansi didefinisikan sebagai kemampuan dari suatu kapasitor untuk dapat menampung muatan elektron. 470uF. Merupakan jenis electrolytic capacitor yang elektrodanya terbuat dari material tantalum. Karakteristik utama dari Electrolytic Capacitor adalah perbedaan polaritas pada kedua kakinya. rangkaian pewaktu. Sebagai contoh 100uF. tanda ini menyatakan bahwa pin dibawahnya memiliki polaritas positif. Coulombs pada abad 18 menghitung bahwa 1 coulomb = 6.

kapasitansi dihitung dengan mengetahui luas area plat metal (A). Dengan rumus dapat ditulis : Q=CV Q = muatan elektron dalam C (coulombs) C = nilai kapasitansi dalam F (farad) V = besar tegangan dalam V (volt) Dalam praktek pembuatan kapasitor. satuan farad adalah sangat besar sekali.000.000 pF (piko Farad) 1 µF = 1. 1 Farad = 1. nF dan pF.85 x 10-12) (k A/t) Untuk rangkaian elektronik praktis. Bila ada jumlah kapasitor dan dengan nilai kapasitansi yang sama disusun secara seri. Dengan rumus dapat di tulis sebagai berikut : C = (8. Rumus Perhitungan kapasitor secara seri 1/c=(1/ca+1/cb+1/cc+1/c.000 pF (piko Farad) 1 pF = 1.000 µF (mikro Farad) 1 µF = 1.kapasitor akan memiliki kapasitansi sebesar 1 farad jika dengan tegangan 1 volt dapat memuat muatan elektron sebanyak 1 coulombs..000 µµF (mikro-mikro Farad) 1 µF = 10-6 F 1 nF = 10-9 F 1 pF = 10-12 F Perbedaan kapasitor disusun secara seri dengan paralel adalah berkaitan dengan nilai kapasitansinya.000 nF (nano Farad) 1 nF = 1. Umumnya kapasitor yang ada di pasaran memiliki satuan : µF..) .000. jarak (t) antara kedua plat metal (tebal dielektrik) dan konstanta (k) bahan dielektrik. maka nilai kapasitansinya menjadi lebih kecil dibandingkan dengan yang disusun secara paralel.

Didalam artikel ini akan dibahas mengenai kapasitor. Owen.com. Jakarta: Erlagga Hamonangan.. 2004. Tanggal 6-12-2008 http://free.2.Rumus Perhitungan Kapasitor Secara Paralel Ctotal=C1+C2+C3+. DAFTAR PUSTAKA Bishop. [/move][/glow][/shadow] capasitor merupakan komponen pasif elektronika..2002. Aswan.. Dasar-Dasar Elektronika..www.. Diktat Kuliah Listrik dan Elektronika Dasar..left][glow=red. Yogyakarta http://[shadow=red.vlsm.files..wordpress/. Tanggal 6-12-2008 Suyanto. dimana pokok bahasan akan dititikberatkan pada pengetahuan tentang jenis kapasitor. gambarnya gag bisa ke upload. cara mencari nilai dari .org/.electroniclab.. Tanggal 6-12-2008 http://henryranu..com.300][move]sori.

tiap kapasitor adalah dielektriknya. dan penyimpan energi listrik. Karakteristik utama dari Electrolytic Capacitor adalah perbedaan polaritas pada kedua kakinya. Filter. Aliran arus tersebut akan berhenti bila kapasitor telah penuh. dan penggunaan kapasitor berdasarkan jenisnya. rangkaian pewaktu.kapasitor. arus mengalir. Berikut ini adalah jenis – jenis kapasitor yang banyak dijual dipasaran. . Didalamnya 2 buah pelat elektroda yang saling berhadapan dan dipisahkan oleh sebuah insulator. Selama kapasitor melakukan pengisian. low pass filter . Bila polaritasnya terbalik maka akan menjadi rusak bahkan “MELEDAK”. Sedangkan bahan yang digunakan sebagai insulator dinamakan dielektrik. Dari karakteristik tersebut kita harus berhati – hati di dalam pemasangannya pada rangkaian. Biasanya jenis kapasitor ini digunakan pada rangkaian power supply. Electrolytic Capacitor Elektroda dari kapasitor ini terbuat dari alumunium yang menggunakan membran oksidasi yang tipis. Yang membedakan tiap . jangan sampai terbalik. Ketika kapasitor diberikan tegangan DC maka energi listrik disimpan pada tiap elektrodanya. Macam dan Penggunaan Kapasitor Kapasitor merupakan komponen pasif elektronika yang sering dipakai didalam merancang suatu sistem yang berfungsi untuk mengeblok arus DC.

Komponen ini memiliki polaritas. tanda ini menyatakan bahwa pin dibawahnya memiliki polaritas positif. berarti kapasitor yang dipilih harus memiliki tegangan kerja minimum 2 x 5 = 10 Volt. Biasanya tegangan kerja dari kapasitor dihitung dengan cara mengalikan tegangan catu daya dengan 2. Tantalum Capacitor Merupakan jenis electrolytic capacitor yang elektrodanya terbuat dari material tantalum. Misalnya kapasitor akan diberikan catu daya dengan tegangan 5 Volt. Contoh aplikasi yang menggunakan kapasitor jenis ini adalah noise limiter. coupling capacitor dan rangkaian filter. Diharapkan berhati – hati di dalam pemasangan komponen karena tidak boleh terbalik. Karakteristik temperatur dan frekuensi lebih bagus daripada electrolytic capacitor yang terbuat dari bahan alumunium dan kebanyakan digunakan untuk system yang menggunakan sinyal analog. Ceramic Capacitor . cara membedakannya dengan mencari tanda + yang ada pada tubuh kapasitor.Kapasitor ini tidak bisa digunakan pada rangkaian frekuensi tinggi.

Kapasitor ini tidak baik digunakan untuk rangkaian analog. Karena tidak dikonstruksi seperti koil maka komponen ini dapat digunakan pada rangkaian frekuensi tinggi. Jenis ini tidak mempunyai polaritas dan hanya tersedia dengan nilai kapasitor yang sangat kecil dibandingkan dengan kedua kapasitor diatas. Multilayer Ceramic Capacitor . karena dapat mengubah bentuk sinyal. Biasanya digunakan untuk melewatkan sinyal frekuensi tinggi menuju ke ground.Kapasitor menggunakan bahan titanium acid barium untuk dielektriknya.

bedanya terdapat pada jumlah lapisan yang menyusun dielektriknya. Polypropylene Capacitor . Polyester Film Capacitor Dielektrik dari kapasitor ini terbuat dari polyester film. Biasanya jenis ini digunakan untuk rangkaian yang menggunakan frekuensi tinggi. Mempunyai karakteristik suhu yang lebih bagus dari semua jenis kapasitor di atas. Selain itu ukurannya kecil dan memiliki karakteristik suhu yang lebih bagus daripada kapasitor keramik. Biasanya jenis ini baik digunakan untuk aplikasi atau melewatkan frekuensi tinggi menuju tanah. Pada jenis ini dielektriknya disusun dengan banyak lapisan atau biasanya disebut dengan layer dengan ketebalan 10 s/d 20 μm dan pelat elektrodanya dibuat dari logam yang murni. Kapasitor ini biasanya disebut mylar dan mempunyai toleransi sebesar ±5% sampai ±10%. dan rangkaian analog. Dapat digunakan untuk frekuensi tinggi.Bahan material untuk kapasitor ini sama dengan jenis kapasitor keramik.

Kapasitor Mika .Kapasitor ini memiliki nilai toleransi yang lebih tinggi dari polyester film capacitor. Pada umumnya nilai kapasitansi dari komponen ini tidak akan berubah apabila dirancang disuatu sistem dimana frekuensi yang melaluinya lebih kecil atau sama dengan 100KHz. Pada gambar disamping ditunjukkan kapasitor polypropylene dengan toleransi ±1%.

dan harganya relatif mahal. filter untuk frekuensi tinggi dan rangkaian yang menggunakan tegangan tinggi misalnya: radio pemancar yang menggunakan tabung transistor. Untuk yang merah elektrodanya terbuat dari tembaga sedangkan warna abu – abu terbuat dari kertas alumunium. Kapasitor mika tidak mempunyai nilai kapasitansi yang tinggi. yaitu: merah dan abu – abu. Polystyrene Film Capacitor Dielektrik dari kapasitor ini menggunakan polystyrene film . Karena frekuensi karakteristiknya sangat bagus.Jenis ini menggunakan mika sebagai bahan dielektriknya. Kapasitor mika mempunyai tingkat kestabilan yang bagus. Electric Double Capacitor (Super Capacitor) . Komponen ini mempunyai 2 warna untuk elektrodanya. karena temperatur koefisiennya rendah. Tipe ini tidak bisa digunakan untuk aplikasi yang menggunakan frekuensi tinggi. Kapasitor ini baik untuk aplikasi pewaktu dan filter yang menggunakan frekuensi beberapa ratus KHz. biasanya kapasitor ini digunakan untuk rangkaian resonansi. karena konstruksinya yang sama seperti kapasitor elektrolit yaitu seperti koil.

agar tidak menimbulkan efek kapasitansi antara obeng dengan tangan. Trimmer Capacitor Kapasitor jenis ini menggunakan keramik atau plastik sebagai bahan dielektriknya. biasanya banyak sekali digunakan sebagai pemilih gelombang pada radio. Nilai kapasitansinya dapat dirubah dengan cara memutar gagang yang terdapat pada badan kapasitor kekanan atau kekiri. Gambar bentuk fisiknya dapat dilihat di samping. Tetapi bedanya adalah ukuran kapasitornya lebih besar dibandingkan kapasitor elektrolit yang telah dijelaskan di atas. .Jenis kapasitor ini bahan dielektriknya sama dengan kapasitor elektrolit.47F. Jenis dielektriknya menggunakan udara. pada gambar tersebut kapasitornya memiliki ukuran 0. Biasanya mempunyai satuan F. Kapasitor ini biasanya digunakan untuk rangkaian power supply. Didalam pemutaran diharapkan menggunakan obeng yang khusus. Tuning Capacitor Kapasitor ini dinegara Jepang disebut sebagai “Varicons”. Nilai dari kapasitor dapat diubah – ubah dengan cara memutar sekrup yang berada diatasnya.

Misalnya suatu kapasitor pada badannya tertulis kode 474J. . Biasanya kode tersebut terdiri dari 4 digit. karena nilai kapasitansinya telah tertera dengan jelas pada tubuhnya.47μF sedangkan toleransinya 5%.000 pF = 0. Untuk kapasitor jenis elektrolit memang mudah. Untuk 3 digit pertama angka yang terakhir berfungsi untuk menentukan 10n. nilai n dapat dilihat pada tabel dibawah. Sedangkan untuk kapasitor keramik dan beberapa jenis yang lain nilainya dikodekan. dimana 3 digit pertama merupakan angka dan digit terakhir berupa huruf yang menyatakan toleransinya. Yang harus diingat didalam mencari nilai kapasitor adalah satuannya dalam pF (Pico Farad). berarti nilai kapasitansinya adalah 47 + 104 = 470.Nilai Kapasitor Untuk mencari nilai dari kapasitor biasanya dilakukan dengan melihat angka/kode yang tertera pada badan kapasitor tersebut.

Suatu kapasitor mempunyai satuan yaitu Farad (F). * Kapasitor Non Polar adalah kapasitor yang yang pada kutubnya tidak mempunyai polaritas artinya pada kutup kutupnya dapat dipakai secara berbalik.Lihat pada gambar di bawah. Bahan dielektrik tersebut dapat mempengaruhi nilai dari kapasitansi kapasitor tersebut. udara. kertas. yang menemukan adalah Michael Faraday(1791-1867) pada dasarnya kapasitor dibagi menjadi 2 bagian yaitu kapasitor Polar dan Non Polar. biasanya kapasitor ini mempunyai nilai kapasitansi yang kecil dan bahan dielektriknya terbuat dari keramik.adalah suatu komponen elektronika yang berfungsi untuk menyimpan arus listrik dalam bentuk muatan. * Kapasitor Polar adalah kapasitor yang kedua kutubnya mempunyai polaritas positif dan negatif. Satuan satuan yang sering dipakai untuk kapasitor adalah : . mika dll. adapun bahan dielektrik yang paling sering dipakai adalah keramik.. berikut penjelasanya :. sebuah kapasitor pada dasarnya terbuat dari dua buah lempengan logam yang saling sejajar satu sama lain dan diantara kedua logam tersebut terdapat bahan isolator yang sering disebut dielektrik. biasanya kapasitor Polar bahan dielektriknya terbuat dari elketrolit dan biasanya kapasitor ini mempnyai nilai kapasitansi yang besar dibandingkan dengan kapasitor yang menggunakan bahan dielektrik kertas atau mika atau keramik. metal film dll.

Fungsi kapasitor adalah pada rangkaian rangkaian elektronika biasanya adalah sebagai berikut: * Kapasitor sebagai kopling.000 nF (nano Farad).000 pF (piko Farad). disini sifat dasar kapasitor yaitu . dan kapasitor juga mempunyai sifat tidak dapat dilalui arus DC (direct Current) dan dapat dilalui arus AC (alternating current) dan juga dapat berfungsi sebagai impedansi (resistansi yang nilainya tergantung dari frekuensi yang diberikan). artinya sebuah kapasitor berfungsi sebagai kopling atau penghubng antara 2 rangkaian yang berbeda. dioda varaktor dapat mengubah kapasitansi dengan memberikan tegangan reverse kepada ujung anoda dan katodanya.000 µF (mikro Farad). kapasitor berdasarkan nilai kapasitansinya dibagi menjadi 2 bagian: * kapasitor tetap adalah seperti yang telah saya jelaskan diatas. * Kapasitor berfungsi sebagai filter pada sebuah rangkaian power supply. * kapasitor variable adalah kapasitor yang dapat diubah nilainya.* 1 Farad = 1. * 1 nFarad = 1. * 1 µFarad = 1. Biasanya kapasitor ini digunakan sebagai tuning pada sebuah radio. Pada dasarnya varaktor adalah sebuah Dioda tetapi dipasang terbalik. Sifat dasar sebuah kapasitor adalah dapat menyimpan muatan listrik.000. yang saya maksud disini adalah kapasitor sebagai ripple filter. dilihat dari sifat dasar kapasitor yaitu dapat dilalui arus ac dan tidak dapat dilalui arus dc dapat dimanfaatkan untuk memisahkan 2 buah rangkaian yang saling tidak berhubungan secara dc tetapi masih berhubungan secara ac(signal). Biasanya varaktor digunakan sebagai tuning pada radio digital dengan fasilitas auto search. Ada 2 macam kapasitor variable yaitu varco (variable Capacitor) dengan inti udara dan varaktor ( dioda varaktor).

* Kapasitor sebagai penggeser fasa.dapat menyimpan muatan listrik yang berfungsi untuk memotong tegangan ripple. * Kapasitor digunakan juga untuk mencegah percikan bunga api pada sebuah saklar. . * Kapasitor sebagai pembangkit frekuensi pada rangkaian oscilator.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful