You are on page 1of 16

MONITORING PERIOPERATIF

KARDIOVASKULER PERNAFASAN PENCERNAAN

NORMAL ABNORMAL NORMAL ABNORMAL NORMAL ABNORMAL

 Nadi 60-100x/mnt  Nadi lebih dari  INSPEKSI  INSPEKSI  Bising usung  Gastritis (Dinding
100x/mnt normal 5-12 lambung mengalami
 Tekanan darah  Pernapasan tenang  Bibir monyong perasaan karena
90/60mmHg -  Tekanan darah  Bentuk simetris kadar asam klorida
 Duduk atau bangun ketika menghirup
120/80mmHg 110/90mmHg - atau Hcl terlalu
100/80mmHg bersandar tanpa napas  Tidak ada jaringan
 Suara jantung parut tinggi)
kesulitan  Tampak resah dan
vesikuler  Suara jantung
murmur  Kulit transulen, gelisah  Hitung normal  Apendisitis
5-30/mnt (Gangguan sistem
tampak kering  Condong ke depan pencernaan yang
 Bidang kuku merah dengan tangan atau mana umbai cacing
atau usus buntu
muda siku di atas lutut
mengalami
 Membran mukosa  Kulit : berkeringat, peradangan.
merah muda dan sedikit pucat atau Peradangan ini
lembab agak kemerahan ditandai dengan
terdapatnya nanah)
 Sianosis atau pucat  Sianosis : kulit atau
dikaji dengan membran mukosa  Tukak lambung
(Keadaan dimana
menetapkan nilai tampak kebiruan dinding lambung
dasar individual  Sianosis sentral : terluka, karena
sebelumnya akibat penurunan terkikisnya dinding
lambung itu sendiri.
 Trakea di bagian oksigenasi darah
Luka yang muncul
tengan leher  Sianosis perifer : bida saja muncul
 Eupneau 12 – 20 akibat pada dinding
doudenum atau usus
kali vasokonstriksi
kecil serta esofagus
 Upaya isnpirasi setempat atau atau kerongkongan)
minimal pasif, penurunan curah
 Kolik (Rasa nyeri
ekspirasi tenang jantung muncul. pada perut,
 Rasio  Kuku tubuh : rasa nyeri ini hilang
timbul karena
inspirasi/ekspirasi = perbesaran falang
saluran didalam
1:2 pria : pernapasan terminal tanpa nyeri rongga perut
diafragma, wanita yang berkaitan tersumbat)
pernapasan thoraks dengan hipoksia  Asisten (Terdapat
 Konfigurasi thoraks jaringan kronis cairan)
tampak simetris  Deviasi trakea :
 Diameter pergeseran tempat
anteropoterior (AP) baik lateral, dan
lebih kecil dari anterior atau
diameter transversal posterior
 Tulang belakang  Distensi vena
lurus jugularis
 Scapula pada bidang  Batuk : kuat atau
horizontal yang lemah, kering atau
sama basa, produktif atau
nonproduktif
 PALPASI
 Pembentukan
 Kulit tak nyeri sputum : jumlah,
tekan, lembut, warna, bau,
hangat dan kering konsistensi
 Tulang belakang dan  Takipnea : frekuensi
iga tak nyeri tekan = 20 kali/menit,
 Fremitus simetris, bradipnea : frekuensi
vibrasi ringan teraba = 10 kali/menit
pada dinding dada  Hiperpnea :
selama bersuara peningkatan
 Ekspansi dada kedalaman
lateral simetris 3 pernafasan
sampai 8 cm  Pernafasan dengan
otot-otot aksesoris
 PERKUSI
 Apnea : tidak ada
 Bidang paru bunyi pernafasan total
resonan, tingkat  Biot : irama tak
kenyaringan rendah, teratur dengan
menggaung, mudah periode apnea
terdengar, kualitas  Chyene-Stokes :
sama pada kedua sisi nafas dalam dan
 Letak diafragma dangkal bersiklus,
pada vertebra diikuti dengan
torakik ke-10, setiap priode apnea
hemidiafragma  Kussmaul :
bergerak 3-6 cm pernafasan cepat,
dalam dan teratur
 AUSKULTASI  Paradok : bagian
dinding dada
 Bunyi nafas
bergerak ke dalam
vesikuler
selama inhalasi dan
 Bunyi nafas bronkial
keluar selama
 Bunyi nafas
ekhalasi
bronkovesikuler
 Ekspansi dada tak
sama
 Perkembangan
muskuler asimetris
 Dada tong : diameter
AP meningkat dalam
hubungan dengan
diameter transversal
 Kifosis : fleksi
ekstensi tulang
belakang
 Scoliosis :
peningkatan
lengkungan lateral
 Letak scapula
asimetris

 PALPASI

 Kulit lembab atau


terlalu kering
 Krepitus-berbunyi
tajam ketika kulit
diplasi yang
disebabkan oleh
kebocoran udara dari
paru-paru ke dalam
jaringan subkutan
 Kulit dan dinding
dada nyeri tekan
setempat
 Peningkatan
fremitus – akibat
vibrasi melalui
media padat, seperti
pada tumor paru
 Penurunan fremitus
– akibat vibrasi
melalui peningkatan
ruang dalam dada,
seperti pada
pneumothorak dan
obesitas
 Fremitus asimetris
merupakan suatu
kondisi yang selalu
tidak normal
 Ekspansi kurang dari
3 cm, nyeri atau
asimetris

 PERKUSI

 Hipersonan : akan
terdengar pada
pengumpulan udara
atau pneumothorak
 Pekak atau datar :
terjadi akibat
penurunan udara di
dalam paru-paru
(tumor, cairan)
 Posisi tinggi-distensi
lambung atau
kerusakan saraf
frenikus. Penurunan
atau tanpa gerakan
pada kedua
hemosiafragma

 AUSKULTASI
 Suara nafas
wheezing, ronkhi,
crackles, orthopnea,
mengi

- Bising usung normal - Gastritis (Dinding


5-12 lambung mengalami
perasaan karena kadar
- Bentuk simetris asam klorida atau Hcl
- Tidak ada jaringan terlalu tinggi)
parut - Apendisitis (Gangguan
- Hitung normal sistem pencernaan yang
5-30/mnt mana umbai cacing atau
usus buntu mengalami
peradangan. Peradangan
ini ditandai dengan
terdapatnya nanah)

- Tukak lambung
(Keadaan dimana
dinding lambung
terluka, karena
terkikisnya dinding
lambung itu sendiri.
Luka yang muncul bida
saja muncul pada
dinding doudenum atau
usus kecil serta esofagus
atau kerongkongan)
- Kolik (Rasa nyeri
muncul. pada perut, rasa
nyeri ini hilang timbul
karena saluran didalam
rongga perut tersumbat)

Asisten (Terdapat
cairan)

UROLOGI INTEGUMEN MUSKULOSKELETAL

NORMAL ABNORMAL NORMAL ABNORMAL NORMAL ABNORMAL

 Rata –rata normal 1-2 l perhari tapi  Kurang dari 4,5 biasanya diare  Suhu  Suhu  Rom ekstensi  TULANG :
berbeda dengan jumlah cairan yang atau suka makanan tinggi protein 36,5-37,2 <36,5 (10 derajat)
 Kifosis (ruas
masuk. hewani.bila lebih dari 8,0 hipotermia
 fleksi (135 tulang
penyebabnya infeksi saluran
 Warnanya bening orange pucat  Suhu >37, derajat) belakang
kemih.
tanpa endapan. 2 bengkok ke
 Tidak ada
 Kurang 1,005, Kebanyakan hipertermi belakang)
 Baunya tajam. nyeri tekan
minum,kelebihan cairan atau yang a
 Lordosis (ruas
 urine normal sendiri mempunyai parah penyakit ginjal. Lebih dari  Dosorfersi
berat jenis sekitar 1,003 – 1,030 1,030,kurang minum, muntah,  Turgor  Turgor telapak kaki tulang
atau rata – ratanya 1,020. diare,diabetes mellitus atau baik, buruk, (50 derajat) belakang
kekurangancairan tubuh elastis ke kulit terasa bengkok ke
 Urine normal sendiri biasanya  Tonus otot 2-5
(dehidrasi). bentuk kering, depan)
mengandung 96% air dan yang 4% skala
awal < 3 kembali ke
sisanya adalah material padat.  Bau busuk disebabkan oleh  Scoliosis (ruas
detik bentuk  Pengkajian
tulang
 Ph derajat keasaman 4,5-8,0.  Infeksi saluran kemih. awal > 3 skeletal tubuh
belakang
detik pasien berdiri,
 Jika Anda BAK cukup sering bengkok ke
tegak lurus
dalam jumJika Anda BAK cukup  Warna samping).
dengan
sering dalam jumlah yang banyak,  Warna kulit
panggul dan  Osteoporosis
bisa jadi Anda menderita kulit sianosis
bahu berada
diabetes.lah yang banyak, bisa normal, atau  Fraktur
dalam satu
jadi Anda menderita diabetes. tidak ikhterik
keselarasan,  Repitasi
terdapat dan
 Gejala infeksi saluran kemih berjalan
sianosis jaundis  Arthritis
diantaranya tidak lampias saat dengan kedua
atau
BAK, tidak dapat menahan BAK, lengan  Spondilitis
ikhterik
rasa panas sewaktu BAK atau bergerak bebas
dan tidak  Degenerasi
juga perubahan warna dan bau disisinya, ibu
ada sendi
padaurine  terdapat jari mengarah
jaundis
edema tepat kedepan,  OTOT :
 Jika urine Anda tidak berwarna
 tidak gerakan yang
kuning, bisa jadi hal tersebut  Ketegangan
terdapat teratur dan
merupakan hal yang serius otot
edema  Terdapat reguler
(misalnya terdapat darah di dalam
lesi,  Distrofi otot
urine). Namun bisa jadi hal  Tidak adanya  Pengkajian (gangguan
tersebut juga berkaitan dengan terdapat drainase tulang pada otot yang
diet ataupun obat yang Anda lesi belakang membuat oto
 Terdapat
konsumsi. Jika warna urine Anda kurvantara melemah).
ruam
kuning gelap, mungkin saja Anda normal tulang
kemerahan  Keseleo (otot
mengalami dehidrasi atau kurang  Tidak belakang
tertarik)
minum. terdapat konveks pada
ruam bagian dada  Kram
 Terdapat
kemerahan dan konkaf (kurangnya
keloid
pada sepanjang asupan mineral
 Tidak
leher dan pada otot)
terdapat
pinggang
keloid  Terdapat  Tenditis
jaringan  Pengkajian (radang
 Tidak
parut persendian tendon)
terdapat
ekstensi, fleksi,
jaringan  Atrofi otot
abduksi,
parut (ketika masa
 akral adduksi, rotasi,
otot lemah
 akral dingin curcumduksi,
atau hilang)
hangat pronasi,
 terdapat
supinasi,  Myositis
 tidak
 tekstur protaksi, dan (radang otot
terdapat
bengkak,at retraksi akibat cedera,
 tekstur ropi infeksi)
 Pengkajian
halus,
sistem otot  Ketegangan
lembut, ROM komplit otot
normal terhadap
 odor (bau)  Deformitas
gravitasi
 tidak bau
 capillary dengan resisten  Pengkajian
reffil time: penuh skeletal tubuh
warna pertumbuhan
 capillary  Pengkajian
kembali > tumor pada
reffil time: caea berjalan
5 detik tulang,
warna gerakan yang
pemendekan
kembali teratur dan
ekstermitas,
normal regulas
amputasi,
setelah 3-5
patah tulang,
detik
krepitasi

 Pengkajian
tulang
belakang
scoliosis,
kifosis,
lordosis

 Pengkajian
persendian
suatu sendi
diekstensi
maksimal
namun
terdapat sisa
fleksi, pada
lansia
penurunan
keterbatasan
gerakan,
pemendekan
struktur sekitar
sendi,
sublukasi

 Pengkajian
sistem otot
ponileropati,
gangguan
elektrolit,
miasteniagrafis
,
poliomytelitis,
distrofiotot

 Pengkajian
cara berjalan
gerakan yang
tidak teratur
dan tidak
reguler (lansia)

IMUNITAS ENDOKRIN PERSARAFAN

NORMAL ABNORMAL NORMAL ABNORMAL NORMAL ABNORMAL

 Leukosit 3.500 -  Leukosit kurang atau  Hasil lab : GDS  Hasil lab : GDS Composmetis  Stroke
10.500 lebih dibatas normal (80-110 mg/dL) (<80 atau >110
 Kaku kuduk  Epilepsi
mg/dL)
 Hemoglobin laki -  Hemoglobin kurang  Kelenjar Hipofisis negatif
 Radang otak
laki 13,8 - 17,2 atau lebih dibatas  Hormon
 Hormon  Tanda brudzinski I (ensefalitis)
g/dl. Wanita 12,1 - normal Pertumbuhan (jika
Pertumbuhan negatif
15,1 g/dl kekurangan hormon  Amnemia
 Eritrosit kurang atau (mengatur
pertumbuhan maka  Tanda brudzinski II
 Eritrosit pria lebih dibatas normal pertumbuhan dan  Miningitis
akan kerdil negatif
dewasa 700.000 - perkembangan
 Hmt kurang atau sedangkan kelebihan  Syndrome reye
5,2 jt. Wanita manusia dari bayi  Tanda kernig
lebih dibatas normal hormon dapat
500.000 - 4,6 jt dewasa) negatif  Sakit kepala
menyebabkan
 Tesy laseque  Polio
 Hmt pria dewasa Hormon Tirotropin gigantisme) negatif  Penyakit parkinson
38,8 - 50 %. wanita (mengatur pertumbuhan
 Hormon Tirotropin  Neuritis
34,2 - 44,5 %. anak dan perkembangan dari
(apabila hormon
- anak 33 - 38% kelenjar tiroid agar tidak  Hidrosefalus
tidak berproduksi
terserang penyakit)
dengan baik maka  Fertigo
 Adrenocorticotropic akan rentan terkena
 Kelumpuhan
Hormone penyakit gondok)
(mengontrol  Tumor otak
 Hormon MSH
pertumbuhan dan
(kelebihan hormon  Neurasthenia
perkembangan dari
ini menyebabkan
kulit ginjal serta  Transeksi
kulit hitam)
merangsang
aktivitas kelenjar  Kelenjar Tiroid
adrenal) (apabila mengalam
kekurangan yodium
 Hormon Prolaktin
dalam jangka waktu
(Lactogenic) :
yang lama dan tidak
membantu wanita
segera ditangani,
pada proses
maka dapat
kelahiran dan juga
menyebabkan
sekresi susu.
pembesaran pada
 Hormon MSH kelenjar gondok
(memberikan hingga 15x lipat dari
pengaruh pada normal)
warna kulit pada  Kelenjar Paratiroid
makhluk hidup) (apabila kekurangan
kelenjar ini maka
 Hormon ADH
akan menyebabkan
(meningkatkan TD
terserangnya
dan menurunkan
penyakit tetanus,
volume urine tubuh)
dan jika kelebihan
 Kelenjar Tiroid dapat menyebabkan
terjadinya
 Yodium yang
pengendapan kapur
terdapat pada
pada ginjal)
kelenjar ini dibuat
dari folikel jaringan  Kelenjar Pankreas
tiroid, dimana (kekurangan insulin
yodium aktif dapat menyebabkan
diakumulasi oleh individu rentan
kelenjar tiroid itu terserang penyakit
sendiri. diabetes)

 Kelenjar Paratiroid

 Mengatur
metabolisme fosfor
dan meningkat- kan
kalsium dalam
darah.
 Kelenjar Pankreas

 Menghasilkan
insulin yang
bertugas untuk
mengatur tingkat
glukosa dalam
darah.