You are on page 1of 2

Desain termal HX dengan metode Kern:

1. Dapatkan sifat termofisis dari fluida panas dan dingin pada suhu kalorik atau suhu rerata
aritmatik. Hitung sifat-sifat tersebut pada suhu kalorik jika variasi viskositas terhadap suhu
besar.
2. Hitung neraca energi dan tentukan kalor yang dipindahkan (Q) HX.
3. Asumsikan nilai koefisien PP yang masuk akal (Uo.assm).
4. Tentukan jumlah tentatif shell and tube (np). Tentukan LMTD dan faktor koreksi FT. Biasanya FT
lebih besar dari 0.75 untuk operasi tunak Hx. Jika tidak maka jumlah pass perlu dinaikkan untuk
mendapatkan nilai FT yang lebih besar.
5. Hitung luas area yang diperlukan;

6. Pilih material tube, tentukan diameter tube (ID=di, OD=do), tebal dinding tube (dalam BWG atau
SWG) dan Panjang tube (L). Hitung jumlah tube (nt) yang diperlukan:

7. Hitung kecepatan fluida pada tube:

8. Jika u < 1m/s, koreksi np sehingga,

Dimana, m, dan adalah laju aliran massa, massa jenis, dan viskositas fluida pada sisi tube.
9. Tentukan tipe shell and tube exchanger (fixed tubesheet, U-tube dll.). Pilih tube pitch (PT),
tentukan diameter dalam shell (Ds) yang bisa mengakomodasi jumlah tube yang dihitung (nt).
10. Tetapkan fluida pada sisi tube atau shell. Pilih tipe baffle (segmental, doughnut dll.), ukurannya,
spacing (B) dan angka. Jarak antar baffle biasanya antara 0.2Ds hingga Ds.
11. Tentukan koefisien film perpindahan panas film pada sisi tube (ht) dengan bentuk persamaan
Sieder-Tate yang sesuai pada aliran laminar dan tubrulen.
12. Estimasi koefisien film perpindahan panas film pada sisi shell (ho) dari:

Mungkin perlu dipertimbangkan:


13. Pilih faktor pengotor tabung luar (sisi shell) Rdo dan faktor kotoran tabung luar (sisi tube) Rdi.
14. Hitung koefisien perpindahan panas keseluruhan (Uo,cal) berdasarkan pada area tube termasuk
faktor pengotor:

15. Jika 0