You are on page 1of 1

Anggota Kelompok:

1. Ni Nyoman Trisnawati (NIM. 161200083)


2. Ni Putu Apsari Dewi (NIM. 161200084)
3. Ni Putu Indah Karinasari (NIM. 161200085)
MOLECULAR EMISSION 4. Ni Putu Lydya (NIM. 161200086)
SPECTROSCOPY 5. Ni Putu Monica Pradnyanita Antara (NIM. 161200087)

FLUORESCENCE SPECTROSCOPY RAMAN SPECTROSCOPY

PRINSIP PRINSIP

Molekul tertentu, khususnya yang memiliki struktur 1. Efek Raman bersifat analog dengan
kromofor dan rigid, dapat tertarik oleh radiasi UV fluoresensi, kecuali tidak bergantung
visible, kemudian radiasi akan diserap pada panjang pada panjang gelombang dan tidak
gelombang yang lebih panjang. Radiasi yang memerlukan molekul yang memiliki
dipancarkan kemudian dapat diukur. kromofor.
2. Pergeseran energi dalam cm-1 karena
hamburan radiasi laser yang tidak elastis
APLIKASI diukur daripada panjang gelombang.
1. Determinasi fluorescent dalam formulasi dosis 3. Pergeseran diukur sesuai dengan bilangan
rendah pada eksipien non- fluorescent gelombang dari bands yang ada di
2. Dalam melaksanakan limit test, dimana molekul middle-IR spectroscopy
pengotor adalah fluorescent atau
menyumbangkan fluorescent secara sederhana APLIKASI
3. Sangat berguna untuk mempelajari ikatan obat
1. Memiliki potensi untuk mengidentifikasi
dengan komponen lainnya dalam formulasi
sampel yang kompleks, misalnya obat-
kompleks.
obatan dalam formulasi dan dalam
4. Banyak digunakan dalam bioanalisis untuk
kemasan
mengukur sejumlah kecil obat dan mempelajari
2. Sampel-sampel seperti obat-obatan
ikatan protein dengan obat.
peptida dapat dianalisis untuk perubahan
dalam struktur tiga dimensinya
KELEBIHAN 3. Menyediakan informasi identitas sidik
jari tambahan untuk melengkapi
1. Metode deteksi selektif dan dapat digunakan spektrum-IR spektroskopi
untuk mengukur senyawa fluorescent kuat
dalam senyawa yang mengandung lebih banyak
KELEBIHAN
non-fluoresen
2. Dapat digunakan untuk memantau perubahan 1. Melengkapi middle-IR spectroscopy
dalam molekul kompleks seperti protein tetapi memerlukan sedikit preparasi
sampel karena radiasi near-infrared (NIR)
dengan sifat penetrasi yang baik dapat
digunakan untuk analisis
KEKURANGAN
2. Meningkatkan pilihan yang tersedia pada
1. Teknik ini hanya dapat diaplikasikan untuk instrumen middle-IR FT-IR
beberapa molekul saja
2. Fluoresensi adalah subjek yang dicampur oleh KEKURANGAN
UV absorbing species, heavy ion pada larutan,
1. Belum sepenuhnya ditetapkan sebagai
dan dipengaruhi oleh temperature.
teknik kuantitatif
2. Pelarut dapat mengganggu jika sampel
terdapat dalam larutan