You are on page 1of 12

ANALISIS DAN REKONSTRUKSI BUTIR SOAL UJIAN AKHIR

SEMESTER GENAP BIOLOGI SMA KELAS X TAHUN PELAJARAN


2016/2017 DI TIGA SMA KABUPATEN TULUNGAGUNG

Intan Yunanda1, Sunarmi2, Masjhudi3


1
Prodi S1 Pendidikan Biologi Universitas Negeri Malang
2,3
Dosen Jurusan Biologi Universitas Negeri Malang
Jalan Semarang Nomor 5 Malang
Email: intanyunanda49@gmail.com

Abstrak
Evaluasi merupakan salah satu komponen penting dalam proses pembelajaran digunakan sebagai
alat untuk mengukur kemampuan siswa dalam mencapai kompetensi yang telah ditetapkan. Alat
ukur yang digunakan pada kegiatan evaluasi berupa tes. Salah satu bentuk tes yaitu soal pada
Ujian Akhir Semester (UAS) dengan bentuk tes berupa pilihan ganda. Butir soal dalam tes harus
memiliki kualitas yang baik agar dapat mengukur kemampuan hasil belajar peserta didik secara
tepat dan akurat. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis butir soal untuk mengetahui kualitas
soal yang dapat dilakukan dengan pendekatan tes teori klasik. Hasil observasi di lapangan
menunjukkan bahwa soal UAS Genap Biologi SMA Kelas X di SMA Kabupaten Tulungagung
belum dianalisis. Soal dibuat oleh guru pengampu mata pelajaran biologi. Tujuan penelitian yaitu
mengetahui kualitas soal yang dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif serta mengetahui hasil
rekonstruksi soal. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Objek penelitian
yaitu soal UAS Genap Biologi Kelas X tahun pelajaran 2016/2017 dengan jumlah 180 soal dari
tiga SMA di Kabupaten Tulungagung serta jumlah lembar jawab siswa sebanyak 316 lembar.
Jumlah soal yang direkonstruksi yaitu 54 soal yang kemudian diujicobakan. Analisis kuantitatif
meliputi tingkat kesukaran, daya beda, reliabilitas, dan efektivitas pengecoh. Analisis data secara
kualitatif meliputi validitas isi dan validitas konstruk. Hasil rekonstruksi soal dengan kategori baik
dapat dimasukkan ke bank soal. Setelah dilakukan analisis butir soal disarankan sebaiknya guru
melakukan analisis butir soal secara rutin dan mempertahankan penyusunan soal yang berkualitas
dengan berpedoman pada langkah pengembangan soal sesuai standar yang telah ditetapkan.

Kata Kunci: analisis butir soal, ujian akhir semester, rekonstruksi

Abstract: Evaluation is one important component in the learning process is used as a tool to
measure students ability in achieving the established competencies. Measuring tools used in
evaluation activities in the form of tests. One form of test is a matter in the Final Exam Semester
(UAS) with a form of test in the form of multiple choice. The items in the test must be of good
quality in order to accurately and accurately measure the learning ability of learners. Therefore, it
is necessary to do the item analysis to know the quality of the questions that can be done with the
classical theory test approach. Field observation results show that UAS Biology High School Class
X in SMA Tulungagung District has not been analyzed. Problem made by teacher of biology. The
purpose of research is to know the quality of questions analyzed quantitatively and qualitatively
and to know the results of the reconstruction of the problem. The type of research is descriptive
qualitative and quantitative. The object of research is about UAS Even Biology Class X year
2016/2017 lessons with the number of 180 questions from three high schools in Tulungagung
regency as well as the number of student answer sheets as much as 316 sheets. The number of
reconstructed questions is 54 questions which are then tested. Quantitative analysis includes the
level of difficulty, differentiation, reliability, and effectiveness pengoh. Qualitative data analysis
includes content validity and construct validity. Reconstruction results of the problem with either
category can be entered into the question bank. After the analysis of the item is recommended, the
teacher should analyze the item items regularly and maintain the compilation of quality questions
by referring to the problem development step according to the established standard.

Keywords: item analysis, final exam, reconstruction


Evaluasi merupakan salah satu komponen penting dalam proses
pembelajaran sebab evaluasi digunakan sebagai alat untuk mengukur kemampuan
siswa dalam mencapai kompetensi yang telah ditetapkan sebagai tujuan
pembelajaran. evaluasi juga merupakan proses menentukan nilai seseorang
dengan menggunakan patokan tertentu, sehingga dapat diketahui pencapaiannya
sudah sesuai dengan tujuan atau belum sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan
(Hamdayama, 2016).
Alat ukur yang digunakan pada kegiatan evaluasi berupa tes maupun non
tes yang dapat memberikan informasi mengenai sejauh mana ketercapaian belajar
siswa serta seberapa besar keberhasilan guru dalam melaksanakan kegiatan
pembelajaran (Arifin, 2014). Alat ukur yang sering dilakukan guru dalam kegiatan
evaluasi khususnya aspek kognitif menggunakan tes. Tes hasil belajar digunakan
untuk menilai hasil belajar siswa setelah menjalani proses pembelajaran yang
telah diberikan guru dalam waktu tertentu. Bentuk tes yang digunakan oleh guru
yaitu tes objektif dan tes subjektif. Tes objektif memiliki jawaban yang sudah
pasti sedangkan tes subjektif menuntut adanya pendapat siswa pada jawabannya
(Mustarahah, 2013).
Butir soal dalam tes harus memiliki kualitas baik agar dapat mengukur
kemampuan hasil belajar peserta didik secara tepat dan akurat. Oleh karena itu,
soal harus dianalisis guna mengetahui kualitasnya. Alasan lain diperlukannya
analisis butir soal adalah (1) untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan soal,
sehingga dapat dilakukan seleksi dan revisi, (2) menyediakan informasi tentang
spesifikasi butir soal secara lengkap, (3) mengetahui adanya masalah yang
terkandung dalam butir soal, (4) dijadikan alat guna menilai butir soal yang akan
disimpan dalam bank soal atau kumpulan soal, (5) dapat digunakan sebagai
informasi untuk menyusun butir soal paralel (Kunandar, 2013).
Analisis butir soal mengenal teori tes klasik dan teori tes modern. Pada
pengukuran klasik ciri yang unik diperlihatkan dari kenyataan bahwa kelompok
butir tes tidak dapat dipisahkan dari kelompok peserta tes. Fungsi analisis butir
soal untuk meningkatkan mutu butir soal yang bersangkutan dengan
menggunakan teori tes klasik (Ratnawulan dan Rusdiana, 2015). Analisis butir
soal dengan teori tes klasik tidak menuntut responden besar, mudah dilakukan
(Wiyono dan Sunarni, 2009).
Analisis butir soal dengan teori tes klasik memiliki kekurangan yaitu
seperti karakteristik item tergantung pada jumlah kelompok yang diuji. Sehingga,
untuk mengatasi kekurangan teori tes klasik yaitu menggunakan teori tes modern
atau teori respon butir. Teori respon butir memiliki prinsip pengukuran yaitu
penetapan ciri butir soal, sehingga kualitas soal akan tetap apabila peserta didik
yang menjawab soal berbeda (Sudaryono, 2013).
Analisis soal bisa dilakukan dengan dua pendekatan, yaitu: pendekatan
kualitatif dan pendekatan kuantitatif (Sudijono, 2007). Analisis soal secara
kualitatif dilakukan dengan melakukan telaah soal yang meliputi aspek materi,
konstruksi dan bahasa. Analisis ini dilakukan sebelum soal digunakan. Analisis
soal secara kuantitatif meliputi tingkat kesukaran, daya beda, reliabilitas, dan
efektivitas pengecoh.
Analisis butir soal akan menghasilkan kategori soal yang baik, sedang, dan
buruk. Soal yang masuk ke dalam kategori sedang dan buruk perlu dilakukan
rekonstruksi soal. Kategori soal sedang yaitu apabila validitas logis (isi dan
konstruk) cukup tetapi tingkat kesukaran soal dan daya beda soal baik. Sedangkan
kategori soal buruk yaitu soal tidak memenuhi validitas logis (isi dan konstruk)
dan tingkat kesukaran soal maupun daya beda soal buruk. Rekonstruksi soal
merupakan upaya untuk melakukan perbaikan terhadap beberapa soal yang
diperlukan atau biasa disebut dengan revisi soal (Ratnaningsih, dkk., 2013).
Memperbaiki tes dapat dilakukan dengan cara memperbaiki bagian soal yang
masih belum sesuai dengan yang diharapkan.
Analisis butir soal Ujian Akhir Semester Genap Biologi Kelas X di tiga
SMA Kabupaten Tulungagung belum dilakukan baik secara kualitatif maupun
kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas butir soal yang
dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif pada soal UAS Genap biologi kelas X
tahun pelajaran 2016/2017 serta rekonstruksi soal untuk soal yang perlu diperbaiki
dengan menelaah kriteria soal dan kesesuaian dengan validitas isi serta validitas
konstruk.
METODE
Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan
kualitatif. Sekolah yang menjadi objek penelitian adalah SMA Negeri 1
Kedungwaru, SMA Negeri 1 Tulungagung, dan SMA Swasta Al-Azhaar. Objek
penelitian berupa soal, lembar jawaban siswa, kisi-kisi dan kunci jawaban Ujian
Akhir Semester (UAS) Genap Biologi kelas X tahun ajaran tahun 2016/2017
diambil sebanyak dua kelas pada masing SMAN 1 Kedungwaru dan SMA Swasta
Al-Azhaar dan sebanyak 5 kelas pada SMAN 1 Tulungagung. Penentuan objek
penelitian yaitu didasarkan pada tipe soal UAS yaitu soal pilihan ganda, soal
dibuat oleh guru pengampu mata pelajaran Biologi, soal belum dilakukan analisis
butir soal sehingga soal belum bisa dipertanggungjawabkan dan kesediaan
sekolah untuk dijadikan objek penelitian. Jumlah soal UAS pada SMAN 1
Kedungwaru yaitu 100 soal, pada SMAN 1 Tulungagung yaitu 40 soal dan pada
SMA Swasta Al-Azhaar yaitu 40 soal. Jumlah lembar jawab siswa pada SMAN 1
Kedungwaru yaitu 88 lembar, pada SMAN 1 Tulungagung yaitu 173 lembar dan
pada SMA Swasta Al-Azhaar yaitu 55 lembar.
Instrumen yang digunakan adalah peneliti sendiri, peneliti bertindak
sebagai perencana, pelaksana, pengumpul data, penganalisis, dan penafsir data.
Instrumen pendukung yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen
analisis kuantitatif, instrumen analisis kualitatif dan isntrumen rekonstruksi soal.
Instrumen analisis kuantitatif meliputi instrumen perekam data tingkat kesukaran
butir soal, daya beda butir soal, dan efektifitas pengecoh dan reliabilitas.
Instrumen analisis kualitatif meliputi analisis validitas isi dan validitas konstruk.
Analisis data dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. Analisis
kuantitatif terhadap soal dilakukan dengan menggunakan microsoft excel yaitu
perhitungan rumus analisis butir soal. Analisis data kuantitatif meliputi tingkat
kesukaran, daya pembeda, efektivitas pengecoh, dan reliabilitas yang dihitung
menggunakan metode split-half ganjil-genap maupun awal-akhir. Analisis
kualitatif soal yang dilakukan untuk mengetahui validitas isi dan validitas
konstruk dengan menggunakan tabel telaah validitas logis soal. Selain itu analisis
secara kualitatitif dapat ditelaah dengan meliputi ranah materi, ranah konstruksi
soal, dan ranah bahasa. Rekonstruksi soal dilakukan dengan penelaahan soal yang
tidak sesuai dengan validitas isi maupun validitas konstruk. Selain itu dapat dilihat
dari hasil pemetaan kriteria soal, apabila soal termasuk dalam dua kriteria yaitu
diterima dan diperbaiki serta diperbaiki maka dilakukan rekonstruksi soal. Hasil
dari soal yang telah dilakukan rekonstruksi maka diujicobakan di SMAN 1
Kedungwaru.

HASIL
Data hasil penelitian berupa data kuantitatif dihitung menggunakan rumus
analisis butir soal dengan bantuan microsoft excel, adapun hasil yang diperoleh
dari analisis untuk tingkat kesukaran, daya pembeda, efektivitas pengecoh, dan
reliabilitas pada tiga SMA Kabupaten Tulungagung adalah.

Tabel 1. Hasil Analisis Tingkat Kesukaran Soal UAS Genap Biologi Kelas X Tahun
Pelajaran 2016/2017 di Tiga SMA Kabupaten Tulungagung
Nama Sekolah Kategori Tingkat Kesukaran
SMAN 1 Kedungwaru kode soal A sedang
SMAN 1 Kedungwaru kode soal B sedang
SMAN 1 Tulungagung sedang
SMA Swasta Al-Azhaar sedang

Tabel 2. Hasil Analisis Daya Beda Soal UAS Genap Biologi Kelas X Tahun Pelajaran
2016/2017 di Tiga SMA Kabupaten Tulungagung
Nama Sekolah Kategori Daya Beda
SMAN 1 Kedungwaru kode soal A Daya beda kurang
SMAN 1 Kedungwaru kode soal B Daya beda kurang
SMAN 1 Tulungagung Daya beda baik
SMA Swasta Al-Azhaar Daya beda baik

Tabel 3. Hasil Analisis Efektifitas Pengecoh Soal UAS Genap Biologi Kelas X Tahun
Pelajaran 2016/2017 di Tiga SMA Kabupaten Tulungagung
Nama Sekolah Kategori Efektifitas Pengecoh
SMAN 1 Kedungwaru kode soal A Efektifitas pengecoh cukup
SMAN 1 Kedungwaru kode soal B Efektifitas pengecoh cukup
SMAN 1 Tulungagung Efektifitas pengecoh sangat baik
dan semua pengecoh berfungsi
SMA Swasta Al-Azhaar Efektifitas pengecoh sangat baik
dan semua pengecoh berfungsi
Tabel 4. Hasil Analisis Reliabilitas Soal UAS Genap Biologi Kelas X Tahun Pelajaran
2016/2017 di Tiga SMA Kabupaten Tulungagung
Nama Sekolah Kategori Reliabilitas
Ganjil-Genap Awal-Akhir
SMAN 1 Kedungwaru kode soal A rendah sangat rendah
SMAN 1 Kedungwaru kode soal B rendah rendah
SMAN 1 Tulungagung cukup rendah
SMA Swasta Al-Azhaar tinggi tinggi

Tabel 5. Hasil Analisis Validitas Isi Soal UAS Genap Biologi Kelas X Tahun Pelajaran
2016/2017 di Tiga SMA Kabupaten Tulungagung
Nama Sekolah Keterangan
SMAN 1 Kedungwaru kode soal A 100% sesuai isi materi
SMAN 1 Kedungwaru kode soal B 100% sesuai isi materi
SMAN 1 Tulungagung 100% sesuai isi materi
SMA Swasta Al-Azhaar 47,5% sesuai isi materi dan
52,5% tidak sesuai isi materi

Tabel 6. Hasil Analisis Validitas Konstruk Soal UAS Genap Biologi Kelas X Tahun
Pelajaran 2016/2017 di Tiga SMA Kabupaten Tulungagung
Nama Sekolah Keterangan
SMAN 1 Kedungwaru kode soal A 72% sesuai, 28% tidak sesuai
SMAN 1 Kedungwaru kode soal B 72% sesuai, 28% tidak sesuai
SMAN 1 Tulungagung 63% sesuai, 37% tidak sesuai
SMA Swasta Al-Azhaar 43% sesuai, 57% tidak sesuai

Tabel 7. Hasil Analisis Ranah Materi Soal UAS Genap Biologi Kelas X Tahun Pelajaran
2016/2017 di Tiga SMA Kabupaten Tulungagung
Nama Sekolah Keterangan
SMAN 1 Kedungwaru kode soal A 94%
SMAN 1 Kedungwaru kode soal B 96%
SMAN 1 Tulungagung 95%
SMA Swasta Al-Azhaar 88%

Tabel 8. Hasil Analisis Ranah Konstruksi Soal UAS Genap Biologi Kelas X Tahun Pelajaran
2016/2017 di Tiga SMA Kabupaten Tulungagung
Nama Sekolah Keterangan
SMAN 1 Kedungwaru kode soal A 73%
SMAN 1 Kedungwaru kode soal B 75%
SMAN 1 Tulungagung 77%
SMA Swasta Al-Azhaar 62%
Tabel 9. Hasil Analisis Ranah Bahasa Soal UAS Genap Biologi Kelas X Tahun Pelajaran
2016/2017 di Tiga SMA Kabupaten Tulungagung
Nama Sekolah Keterangan
SMAN 1 Kedungwaru kode soal A 91%
SMAN 1 Kedungwaru kode soal B 86%
SMAN 1 Tulungagung 96%
SMA Swasta Al-Azhaar 95%

Tabel 10. Hasil Analisis Rekonstruksi Soal yang Telah Diujicobakan di SMAN 1
Kedungwaru
Aspek yang diukur Keterangan
Tingkat kesukaran soal Tingkat kesukaran soal kategori
sedang
Daya beda soal Daya beda soal kategori baik
Efektifitas pengecoh soal Efektifitas pengecoh soal
kategori cukup
Reliabilitas soal Reliabilitas soal kategori cukup

PEMBAHASAN
Pada penelitian ini menggunakan analisis butir soal dengan tes
teori klasik. Teori tes klasik dilaksanakan dengan memperhitungkan kedudukan
butir tes dalam suatu kelas atau kelompok. Karakteristik atau kualitas butir tes
tergantung kepada kelompok, dimana analisis butir tes dilaksanakan. Kualitas
butir soal tergantung kepada jumlah sampel siswa yang memberikan respon
(Arifin, 2016). Analisis dengan menggunakan teori tes klasik memiliki beberapa
kelebihan yaitu mudah dilakukan, sederhana, dapat menggunakan bantuan
aplikasi atau software, tidak memerlukan responden dalam jumlah besar
(Sudaryono, 2013). Teori tes klasik memiliki berbagai keterbatasan dengan adanya
sifat group dependent dan item dependent maka munculnya teori respon butir menjadi
sangat berguna dan terus dikembangkan karena mampu mengatasi keterbatasan
tersebut (Hambleton, dkk., 1991).
Soal yang digunakan sebagai objek penelitian berupa soal pilihan ganda
jawaban tunggal. Hal ini karena soal pilihan ganda memiliki beberapa kelebihan saat
dijadikan sebagai alat ukur kemampuan dan pemahaman siswa. Kelebihan dari soal
pilihan ganda yang dijadikan sebagai alat ukur hasil belajar kognitif yaitu soal bersifat
representatif atau dapat mencakup semua materi yang telah diajarkan, alternatif
jawaban yang salah dapat memberikan informasi diagnostik, penilaian mudah,
objektif, dapat dipercaya dan hasil pengoreksian antar semua orang sama karena soal
pilihan ganda memiliki kunci jawaban yang pasti serta tidak ada unsur subjektif
(Indrawati, 2015).
Tingkat kesukaran soal dari tiga SMA Kabupaten Tulungagung termasuk
dalam kategori soal sedang. Soal yang baik adalah soal yang tidak terlalu mudah
dan juga tidak terlalu sukar (Arikunto, 2013). Keperluan ujian semester digunakan
butir soal dengan tingkat kesukaran sedang. Sehingga dalam hal tingkat kesukaran
soal maka soal UAS Biologi kelas X sudah memenuhi kriteria. Akan tetapi soal
belum memenuhi proporsional yang baik. Keperluan ujian semester digunakan
butir soal dengan tingkat kesukaran sedang (Sudjana, 2014).
Soal dari SMAN 1 Tulungagung dan SMA Swasta Al-Azhaar memiliki
daya beda soal baik. Soal yang baik adalah butir soal yang dapat membedakan
siswa yang pandai dan siswa yang kurang pandai dalam hal ini soal dapat dijawab
benar oleh siswa yang pandai (Sudijono, 2012). Sedangkan soal pada SMAN 1
Kedungwaru kode soal A maupun B memiliki daya beda kurang. Butir soal yang
memiliki daya beda kurang menunjukkan soal tidak bisa membedakan siswa yang
berkemampuan tinggi dan rendah (Sudijono, 2012). Masing-masing sekolah
ditemukan soal yang memiliki daya beda sangat kurang yaitu soal dengan nilai
Deskriminasi (D) bertanda negatif. Hal itu dimasudkan bahwa soal mampu
dijawab benar oleh siswa dari kelompok bawah dan dijawab salah oleh kelompok
atas (Sudjana, 2014). Tindak lanjut untuk tingkat kesukaran soal dan daya beda
soal (Sudijono, 2012) adalah butir item yang baik dapat disimpan dalam bank soal
sedangkan butir item yang terlalu sukar maupun terlalu mudah dan butir soal
dengan daya beda rendah dapat diperbaiki.
Soal dari SMAN 1 Tulungagung dan SMA Swasta Al-Azhaar memiliki
efektifitas pengecoh sangat baik dan semua pengecoh berfungsi. Sedangkan soal
pada SMAN 1 Kedungwaru kode soal A maupun B memiliki efektifitas pengecoh
cukup. Efektivitas pengecoh kategori cukup dapat disebabkan karena pilihan
jawaban yang semua option membingungkan. Hampir semua pernyataan adalah
benar, sehingga membuat bingung kelompok atas maupun kelompok bawah
sehingga menjawab dengan berspekulasi (Haryanti, 2006). Soal dengan efektivitas
pengecoh yang kurang baik dapat diperbaiki atau diganti dengan pengecoh yang
baru. Pengecoh berfungsi dengan baik apabila dipilih sekurang-kurangnya 5%
dari peserta tes (Arikunto, 2012).
Reliabilitas menunjuk kepada keajegan hasil pengukuran bukan keajegan
yang ada pada instrumen (Mustarahah, 2013). Tes dikatakan memiliki ketetapan
jika dapat dipercaya, konsisten/stabil dan produktif kapanpun tes tersebut
digunakan (Singarimbun, 2008). Faktor yang mempengaruhi reliabilitas adalah
panjang tes, sebaran skor, tingkat kesukaran dan objektifitas soal (Arifin, 2016).
Soal pada SMAN 1 Kedungwaru kode soal A, kode soal B dan soal pada
SMAN 1 Tulungagung memiliki validitas isi sebesar 100% sesuai materi.
Sedangkan soal pada SMA Swasta Al-Azhaar sebesar 47,5% (19 soal) sesuai
materi dan 52,5% (21 soal) tidak sesuai materi. Tes diakatakan valid apabila
sesuai dengan materi yang ada dalam kurikulum. Penelaah membandingkan kisi-
kisi keseluruhan butir soal yang dibuat dengan materi yang ada dalam kurikulum
(Djaali dan Muljono, 2008). Pada soal SMA Swasta Al-Azhaar materi semester
gasal yang masih dikeluarkan pada UAS genap yaitu keanekaragaman hayati yang
ditunjukkan oleh soal nomor 18, 19, 24, 25, 27, 28, 32, 34, 35, 36, dan 37 dan
materi klasifikasi makhluk hidup ditunjukkan oleh nomor 29, 30, 31, 33, 38, dan
40. Suatu tes hasil belajar dengan validitas yang tinggi tidak perlu diragukan
ketepatan dalam mengukur hasil belajar peserta didik (Sudijono, 2012).
Soal pada SMAN 1 Kedungwaru kode soal A maupun kode soal B
sebesar 72% sesuai validitas konstruk dan 28% tidak sesuai validitas konstruk.
Sedangkan soal pada SMAN 1 Tulungagung sebesar 63% sesuai validitas
konstruk dan 37% tidak sesuai validitas konstruk. Pada soal SMA Swasta Al-
Azhaar sebesar 43% sesuai validitas konstruk dan 57% tidak sesuai. Validitas
konstruk menunjuk sejauh mana tes dapat mengukur dengan tepat aspek berpikir
yang telah ditentukan dalam tujuan instruksional secara khusus (Sudaryono,
2012). Validitas konstruk dapat dilakukan dengan cara mencocokkan aspek-aspek
berpikir dalam tes dengan aspek berpikir yang dikehendaki dalam tujuan
intruksional khusus (Arikunto, 2013). Aspek kognitif pada soal tidak sesuai
dengan aspek kognitif pada indikator kompetensi.
Hasil analisis ranah materi terdapat beberapa soal yang kurang sesuai
dengan beberapa hal yang seharusnya ada yaitu meliputi beberapa soal tidak
sesuai dengan indikator, isi materi tidak sesuai dengan tujuan pengukuran dan
pilihan jawaban belum berfungsi. Hasil analisis ranah konstruksi beberapa soal
yang kurang sesuai dengan beberapa hal yang seharusnya ada yaitu meliputi
terdapat soal masih menggunakan kata negatif yaitu kecuali dan tidak diberi garis
bawah atau cetak miring, menggunakan kata “seluruh jawaban benar” pada salah
satu option jawaban, ada keterkaitan antara soal yang satu dengan lainnya, option
jawaban yang panjangnya tidak relatif sama. Hasil analisis ranah bahasa beberapa
soal yang kurang sesuai dengan beberapa hal yang seharusnya ada yaitu terdapat
soal dengan gambar tumbuhan paku, siswa diminta untuk menyebut nama yang
ditunjukkan oleh anak panah tetapi anak panah menunjuk area kosong. Nama
ilmiah dari suatu makhluk hidup tidak diberi nama author dan tidak ditulis sesuai
dengan kaidah binomial nomenclature.
Rekonstruksi memiliki pengertian upaya untuk melakukan perbaikan
terhadap beberapa soal yang diperlukan atau biasa disebut dengan revisi soal
(Ratnaningsih, 2013). Jumlah soal yang diperbaiki yaitu 54 soal dari jumlah
keseluruhan 180 soal. Soal yang memiliki kriteria baik dan dapat dimasukkan ke
dalam bank soal. Penilaian kualitas soal dengan analisis butir soal dilakukan
dengan mempertimbangkan validitas. jika nilai validitas cukup maka kualitas soal
dipertimbangkan dengan melihat nilai derajat kesukaran dan daya pembeda. Jika
dua dari ketiga kriteria terpenuhi maka soal dikatakan baik. Jika hanya satu
kriteria terpenuhi maka soal diteliti dan diperbaiki. Jika semua kriteria tidak
terpenuhi artinya soal ditolak (Arifin, 2014).

SIMPULAN
Soal Ujian Akhir Semester Genap Biologi Kelas X Tahun Pelajaran
2016/2017 di SMAN 1 Kedungwaru, SMAN 1 Tulungagung dan SMA Swasta
Al-Azhaar belum dilakukan analisis butir soal sehingga belum diketahui kualitas
soalnya. Analisis butir soal dilakukan dengan teori tes klasik karena memiliki
kelebihan mudah dilakukan, sederhana, dapat menggunakan bantuan aplikasi atau
software, tidak memerlukan responden dalam jumlah besar. Materi tentang
keanekaragaman hayati dan klasifikasi makhluk hidup terdapat pada soal Ujian
Akhir Semester genap. Perlu diketahui bahwa materi tentang keanekaragaman
hayati dan klasifikasi makhluk hidup termasuk materi yang dipelajari pada
semester gasal. Aspek kognitif pada soal tidak sesuai dengan aspek kognitif pada
indikator kompetensi. Banyak ditemukan soal dengan aspek kognitif C1
sedangkan pada indikator kompetensi memiliki aspek kognitif C2, C3 dan C4.
Tentunya hal ini mempengaruhi kualitas soal yang digunakan untuk mengukur
kemampuan siswa. Pada butir soal ditemukan nama ilmiah spesies. Penulisan
nama ilmiah suatu spesies masih belum memenuhi kaidah penulisan sesuai
dengan binomial nomenclature. Beberapa nama ilmiah ditulis tegak lurus bukan
italic atau diberi garis bawah dan belum ada nama author. Hasil analisis butir soal
dengan menggunakan teori tes klasik memberikan hasil yang berbeda apabila
kelompok peserta tes yang diuji berbeda dengan soal yang sama. Hal ini dapat
dilihat dari subjek ujicoba yang memberikan hasil analisis butir soal berbeda
dengan hasil analisis subjek awal. Beberapa soal kurang memenuhi prinsip dan
kaidah pengembangan soal yang telah diatur oleh pemerintah. Sehingga terdapat
soal yang tidak memenuhi analisis materi, konstruksi dan bahasa.

DAFTAR RUJUKAN
Arifin, Zainal. 2014. Penelitian Pendidikan. Bandung : Remaja Rosdakarya.
Arifin, Zainal. 2016. Penelitian Pendidikan. Bandung : Remaja Rosdakarya.
Arikunto, Suharsimi. 2012. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan edisi 2. Jakarta :
Bumi Aksara.
Arikunto, Suharsimi. 2013. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Bumi
Aksara.
Djaali dan Puji Muljono. (2008). Pengukuran dalam Bidang Pendidikan. Jakarta :
Graindo.
Hambleton, R.K., Swaminathan H. & Rogers, H.J. (1991). Fundamental Of Item
Response Theory. Newbury Park, CA: Sage Publication Inc.
Hamdayana, Jumanta. 2016. Metodologi Pengajaran. Jakarta : Bumi Aksara.
Haryanti, Mimin. 2006. Model & Teknik Penilaian pada Tingkat Satuan
Pendidikan. Jakarta: Gaung Persada Press.
Indrawati, 2015. Analisis Butir Soal Ujian Akhir Semester Gasal Mata Pelajaran
Akuntansi Dan Keungan Kelas X Akuntansi Di SMK Negeri 1 Tempel Tahun
Pelajaran 2014/2015. Skripsi tidak diterbitkan. Yogyakarta : Universitas
Negeri Yogyakarta
Kunandar. 2013. Penilaian Oetentik Kurikulum 2013. Jakarta: Rajawali Press.
Mustarahah, Dira. 2013. Analisis Soal Ulangan Akhir Semester (UAS) Biologi
SMA Kelas X Ditinjau dari Taksonomi Bloom. Skripsi. Jakarta :
Universitas Negeri Syarif Hidayatullah.
Ratnaningsih, Arrynda., Widianti, Tuti., & Pukan, K. Krispinus. 2013. Analisis
Kualitas Soal-Soal Try Out Ujian Nasional Mata Pelajaran IPA SMP di
Kabupaten Banjarnegara. Jurnal J.Bio1.Edu : 2(1) 35-40
Ratnawulan, Elis & Rusdiana. 2015. Evaluasi Pembelajaran. Bandung : Penerbit
Pustaka Setia.
Singarimbun, M dan E. Sofian. 2008. Metode Penelitian Survey. Jakarta : LP3ES.
Sudaryono. 2012. Dasar-dasar Evaluasi Pembelajaran. Yogyakarta : Graha Ilmu.
Sudaryono. 2013. Implementasi Teori Responsi Butir (Item Response Theory)
pada Penilaian Hasil Belajar Akhir di Sekolah. Jurnal Pendidikan dan
Kebudayaan. 17(6) 719-732
Sudijono. 2012. Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Raja Granfindo
Persada.
Sudjana. 2014. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung : Remaja
Rosdakarya.
Wiyono, Bambang B., & Sunarni. 2009. Evaluasi Program Pendidikan dan
pembelajaran. Malang : Fakultas Universitas Negeri Malang.