You are on page 1of 11

REFRESHING

“PESAWAT SINAR X”

Disusun oleh:

Abid Abdurrahman W

2013730001

Pembimbing :

dr. Nunu Heryana Sp. Rad

STASE RADIOLOGI

RUMAH SAKIT UMUM KOTA BANJAR

FAKULTAS KEDOKTERAN & KESEHATAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA

2018
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sinar-X ditemukan pertama kali oleh fisikawan berkebangsaan

Jerman Wilhelm C. Roentgen pada tanggal 8 November 1895. Saat itu

Roentgen bekerja menggunakan tabung Crookes di laboratoriumnya di

Universitas Wurzburg. Dia mengamati nyala hijau pada tabung yang

sebelumnya menarik perhatian Crookes. Roentgen selanjutnya mencoba

menutup tabung itu dengan kertas hitam dengan harapan agar tidak ada

cahaya tampak yang dapat lewat. Namun setelah ditutup ternyata masih ada

sesuatu yang dapat lewat. Roentgen menyimpulkan bahwa ada sinar-sinar

tidak tampak yang mampu menerobos kertas hitam tersebut.

Pada saat Roentgen menyalakan sumber listrik tabung untuk

penelitian sinar katoda, beliau mendapatkan bahwa ada sejenis cahaya

berpendar pada layar yang terbuat dari barium platino cyanida yang

kebetulan berada di dekatnya. Jika sumber listrik dipadamkan, maka cahaya

pendar pun hilang. Roentgen segera menyadari bahwa sejenis sinar yang

tidak kelihatan telah muncul dari dalam tabung sinar katoda. Karena

sebelumnya tidak pernah dikenal, maka sinar ini diberi nama sinar-X.

Namun untuk menghargai jasa beliau dalam penemuan ini maka seringkali

sinar-X itu dinamai juga sinar Roentgen.

Nyala hijau yang terlihat oleh Crookes dan Roentgen akhirnya

diketahui bahwa sinar tersebut tak lain adalah gelombang cahaya yang

dipancarkan oleh dinding kaca pada tabung sewaktu elektron menabrak


dinding itu, sebagai akibat terjadinya pelucutan listrik melalui gas yang

masih tersisa di dalam tabung. Pada saat yang bersamaan elektron itu

merangsang atom pada kaca untuk mengeluarkan gelombang

elektromagnetik yang panjang gelombangnya sangat pendek dalam bentuk

sinar-X. Sejak saat itu para ahli fisika telah mengetahui bahwa sinar-X dapat

dihasilkan bila elektron dengan kecepatan yang sangat tinggi menabrak

atom.

Tergiur oleh penemuannya yang tidak sengaja itu, Roentgen

memusatkan perhatiannya pada penyelidikan sinar-X. Dari penyelidikan itu

beliau mendapatkan bahwa sinar-X dapat memendarkan berbagai jenis

bahan kimia. Sinar-X juga dapat menembus berbagai materi yang tidak

dapat ditembus oleh sinar tampak biasa yang sudah dikenal pada saat itu. Di

samping itu, Roentgen juga bisa melihat bayangan tulang tangannya pada

layar yang berpendar dengan cara menempatkan tangannya di antara tabung

sinar katoda dan layar. Dari hasil penyelidikan berikutnya diketahui bahwa

sinar-X ini merambat menempuh perjalanan lurus dan tidak dibelokkan baik

oleh medan listrik maupun medan magnet. Atas jasa-jasa Roentgen dalam

menemukan dan mempelajari sinar-X ini, maka pada tahun 1901 beliau

dianugerahi Hadiah Nobel Bidang Fisika yang untuk pertama kalinya

diberikan dalam bidang ini. Penemuan Sinar-X ternyata mampu

mengantarkan ke arah terjadinya perubahan mendasar dalam bidang

kedokteran. Dalam kegiatan medik, Sinar-X dapat dimanfaatkan untuk

diagnosa maupun terapi. Dengan penemuan sinar-X ini, informasi mengenai


tubuh manusia menjadi mudah diperoleh tanpa perlu melakukan operasi

bedah.

Di dalam makalah ini, akan dibahas mengenai beberapa hal tentang

Pesawat sinar-X, diantaranya proses terbentuknya Sinar-X, perangkat

pesawat sinar-X dan aplikasi penerapan Sinar-X dalam berbagai bidang,

baik dalam bidang medis dan non-medis.


BAB II

LANDASAN TEORI

A. Sejarah Sinar X

Sinar-X ditemukan pertama kali oleh fisikawan berkebangsaan

Jerman Wilhelm C. Roentgen pada tanggal 8 November 1895. Saat itu

Roentgen bekerja menggunakan tabung Crookes di laboratoriumnya di

Universitas Wurzburg. Dia mengamati nyala hijau pada tabung yang

sebelumnya menarik perhatian Crookes. Roentgen selanjutnya mencoba

menutup tabung itu dengan kertas hitam dengan harapan agar tidak ada

cahaya tampak yang dapat lewat. Namun setelah ditutup ternyata masih ada

sesuatu yang dapat lewat. Roentgen menyimpulkan bahwa ada sinar-sinar

tidak tampak yang mampu menerobos kertas hitam tersebut.

Pada saat Roentgen menyalakan sumber listrik tabung untuk

penelitian sinar katoda, beliau mendapatkan bahwa ada sejenis cahaya

berpendar pada layar yang terbuat dari barium platino cyanida yang

kebetulan berada di dekatnya. Jika sumber listrik dipadamkan, maka cahaya

pendar pun hilang. Roentgen segera menyadari bahwa sejenis sinar yang

tidak kelihatan telah muncul dari dalam tabung sinar katoda. Karena

sebelumnya tidak pernah dikenal, maka sinar ini diberi nama sinar-X.

Dalam perkembangan berikutnya, sinar-X dibangkitkan dengan jalan

menembaki target logam dengan lektron cepat dalam suatu tabung vakum

sinar katoda. Elektron sebagai proyektil dihasilkan dari pemanasan filamen

yang juga berfungsi sebagai katoda. Elektron dari filamen dipercepat

gerakannya menggunakan tegangan listrik berorde 102 - 106 Volt. Elektron


yang bergerak sangat cepat itu akhirnya ditumbukkan ke target logam

bernomor atom tinggi dan suhu lelehnya juga tinggi. Target logam ini

sekaligus juga berfungsi sebagai anoda. Ketika elektron berenergi tinggi itu

menabrak target logam, maka sinar-X akan terpancar dari permukaan logam

tersebut.

Pada dasarnya pesawat sinar-X terdiri dari tiga bagian utama, yaitu

tabung sinar-X, sumber tegangan tinggi yang mencatu tegangan listrik pada

kedua elektrode dalam tabung sinar-X, dan unit pengatur.

B. Proses Pembentukan Sinar X

Salah satu jenis radiasi yang banyak dimanfaatkan yaitu radiasi

sinar-X. Sinar-X yaitu sinar yang memiliki spektrum diantara Sinar UV dan

Sinar Gamma.

Sinar-X dapat terbentuk apabila partikel bermuatan misalnya

elektron oleh pengaruh gaya inti atom bahan mengalami perlambatan.

Sinar-X yang tidak lain adalah gelombang elektromagnetik yang terbentuk

melalui proses ini disebut sinar-X bremsstrahlung. Sinar-X yang terbentuk

dengan cara demikian mempunyai energi paling tinggi sama dengan energi

kinetik partikel bermuatan pada waktu terjadinya perlambatan.

Andaikata mula-mula ada seberkas elektron bergerak masuk

kedalam bahan dengan energi kinetik sama, elektron mungkin saja

berinteraksi dengan atom bahan itu pada saat dan tempat yang

berbeda-beda. Karena itu berkas elektron selanjutnya biasanya terdiri dari

elektron yang memiliki energi kinetik berbeda-beda. Ketika pada suatu saat
terjadi perlambatan dan menimbulkan sinar-X, sinar-X yang terjadi

umumnya memiliki energi yang berbeda-beda sesuai dengan energi kinetik

elektron pada saat terbentuknya sinar-X dan juga bergantung pada arah

pancarannya.

Pada dasarnya pesawat sinar-X terdiri dari tiga bagian utama, yaitu

tabung sinar-X, sumber tegangan tinggi yang mencatu tegangan listrik pada

kedua elektrode dalam tabung sinar-X, dan unit pengatur. Bagian pesawat

sinar-X yang menjadi sumber radiasi adalah tabung sinar-X. Didalam

tabung pesawat sinar-X yang biasanya terbuat dari bahan gelas terdapat

filamen yang bertindak sebagai katode dan target yang bertindak sebagai

anode. Tabung pesawat sinar-X dibuat hampa udara agar elektron yang

berasal dari filamen tidak terhalang oleh molekul udara dalam perjalanannya

menuju ke anode. Filamen yang di panasi oleh arus listrik bertegangan

rendah (If) menjadi sumber elektron. Makin besar arus filamen If, akan

makin tinggi suhu filamen dan berakibat makin banyak elektron dibebaskan

persatuan waktu.

Sinar-X bisa dihasilkan oleh seperangkat alat yang desebut pesawat

sinar X. Pesawat sinar X banyak digunakan di bidang kesehatan untuk

keperluan diagnostik dan terapi dan di bidang industri, antara lain untuk

radiografi. Sinar-X ditemukan pertama kali oleh fisikawan berkebangsaan

Jerman Wilhelm Conrad Roentgen pada tanggal 8 November 1895. Saat itu

Roentgen bekerja menggunakan tabung Crookes di laboratoriumnya di

Universitas Wurzburg. Dia mengamati nyala hijau pada tabung yang

sebelumnya menarik perhatian Crookes. Roentgen selanjutnya mencoba

menutup tabung itu dengan kertas hitam dengan harapan agar tidak ada
cahaya tampak yang dapat lewat. Namun setelah ditutup ternyata masih ada

sesuatu yang dapat lewat. Roentgen menyimpulkan bahwa ada sinar-sinar

tidak tampak yang mampu menerobos kertas hitam tersebut.

Pada saat Roentgen menyalakan sumber listrik tabung untuk

penelitian sinar katoda, beliau mendapatkan bahwa ada sejenis cahaya

berpendar pada layar yang terbuat dari barium platino cyanida yang

kebetulan berada di dekatnya. Jika sumber listrik dipadamkan, maka cahaya

pendar pun hilang. Roentgen segera menyadari bahwa sejenis sinar yang

tidak kelihatan telah muncul dari dalam tabung sinar katoda. Karena

sebelumnya tidak pernah dikenal, maka sinar ini diberi nama sinar-X.

Namun untuk menghargai jasa beliau dalam penemuan ini maka

seringkali sinar-X itu dinamai juga sinar Roentgen. Nyala hijau yang terlihat

oleh Crookes dan Roentgen akhirnya diketahui bahwa sinar tersebut tak lain

adalah gelombang cahaya yang dipancarkan oleh dinding kaca pada tabung

sewaktu elektron menabrak dinding itu.

Tergiur oleh penemuannya yang tidak sengaja itu, Roentgen

memusatkan perhatiannya pada penyelidikan sinar-X. Dari penyelidikan itu

beliau mendapatkan bahwa sinar-X dapat memendarkan berbagai jenis

bahan kimia. Sinar-X juga dapat menembus berbagai materi yang tidak

dapat ditembus oleh sinar tampak biasa yang sudah dikenal pada saat itu. Di

samping itu, Roentgen juga bisa melihat bayangan tulang tangannya pada

layar yang berpendar dengan cara menempatkan tangannya di antara tabung

sinar katoda dan layar.


Dari hasil penyelidikan berikutnya diketahui bahwa sinar-X ini

merambat menempuh perjalanan lurus dan tidak dibelokkan baik oleh

medan listrik maupun medan magnet. Atas jasa-jasa Roentgen dalam

menemukan dan mempelajari sinar-X ini, maka pada tahun 1901 beliau

dianugerahi Hadiah Nobel Bidang Fisika yang untuk pertama kalinya

diberikan dalam bidang ini. Penemuan Sinar-X ternyata mampu

mengantarkan ke arah terjadinya perubahan mendasar dalam bidang

kedokteran. Dalam kegiatan medik, Sinar-X dapat dimanfaatkan untuk

diagnosa maupun terapi. Untuk tujuan medik, tubuh manusia yang pada

prinsipnya dapat dibedakan baik secara anatomi maupun fisiologi, pada

mulanya merupakan obyek yang tidak dapat dilihat secara langsung oleh

mata. Namun dengan ditemukannya sinar-X, tubuh manusia ternyata dapat

diubah menjadi obyek yang transparan. Sinar-X mampu membedakan

kerapatan dari berbagai jaringan dalam tubuh manusia yang dilewatinya.

Dengan penemuan sinar-X ini, informasi mengenai tubuh manusia menjadi

mudah diperoleh tanpa perlu melakukan operasi bedah. Masyarakat mulai

percaya pada kemampuan sinar-X ketika Roentgen mempertontonkan

gambar foto telapak tangan dan jari-jari istrinya yang memakai cincin yang

dibuat menggunakan sinar-X.

Proses pembuatan gambar anatomi tubuh manusia dengan sinar-X

dapat dilakukan pada permukaan film fotografi. Gambar terbentuk karena

adanya perbedaan intensitas sinar- X yang mengenai permukaan film setelah

terjadinya penyerapan sebagian sinar-X oleh bagain tubuh manusia. Daya

serap tubuh terhadap sinar-X sangat bergantung pada kandungan


unsur-unsur yang ada di dalam organ. Tulang manusia yang didominasi oleh

unsur Ca mempunyai kemampuan menyerap yang tinggi terhadap sinar-X.

Karena penyerapan itu maka sinar-X yang melewati tulang akan

memberikan bayangan gambar pada film yang berbeda dibandingkan

bayangan gambar dari organ tubuh yang hanya berisi udara seperti

paru-paru, atau air seperti jaringan lunak pada umumnya.


DAFTAR PUSTAKA

http://www.batan.go.id/ptkmr/Alara/Alara/01%20Buletin%20Alara%20P3K

RBiN/BulAlara

%20Vol%202_2%20Des%2098/BAlara1998_02212_007.pdf

http://jurnal.sttn-batan.ac.id/wp-content/uploads/2008/06/26-toto-edit-
269-279.pdf

http://electromedicalengineering.blogspot.com/2008/12/dasar-dasar-pesaw
at-rontgen.html

http://labinfo.files.wordpress.com/2008/05/sinar.jpg

http://www.fortunecity.com/tattooine/swampthing/221.html

http://www.sman2mks.com/index2.php?option=com_content&do_pdf
=1&id=464

http://soil.faperta.ugm.ac.id/jitl/3.2%202002%2001-06%20sastiono.p
df

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/e/eb/Dental_x-ray.jpg

http://radiografer.wordpress.com/2008/06/30/terjadinya-sinar-x/

http://labinfo.wordpress.com/2008/05/14/teknik-pemeriksaan-material-

menggunakan-xrf- xrd-dan-sem-eds/