You are on page 1of 41

TOKOH – TOKOH MATEMATIKA

1. THALES

Thales dari Miletos adalah seorang filsuf yang yang lahir antara tahun
624–625 SM dan meninggal sekitar tahun 547–546 SM. Ia dimasukkan ke dalam
tradisi Filsafat Ionian, Mazhab Miletos, dan Filsafat Alam. Ia memiliki minat
utama dalam Etika, Metafisika, Matematika, dan Astronomi. Selain itu ia pula
memiliki gagasan penting yakni, Air adalah prinsip dasar segala sesuatu dan
Teorema Thales.

Thales mengawali sejarah filsafat Barat pada abad ke-6 SM. Sebelum
Thales, pemikiran Yunani dikuasai cara berpikir mitologis dalam menjelaskan
segala sesuatu. Pemikiran Thales dianggap sebagai kegiatan berfilsafat pertama
karena mencoba menjelaskan dunia dan gejala-gejala di dalamnya tanpa bersandar
pada mitos melainkan pada rasio manusia. Ia juga dikenal sebagai salah seorang
dari Tujuh Orang Bijaksana (dalam bahasa Yunani hoi hepta sophoi), yang
oleh Aristoteles diberi gelar 'filsuf yang pertama'. Selain sebagai filsuf, Thales juga
dikenal sebagai ahli geometri, astronomi, dan politik. Bersama dengan
Anaximandros dan Anaximenes, Thales digolongkan ke dalam Mazhab Miletos.

1
Thales tidak meninggalkan bukti-bukti tertulis mengenai pemikiran
filsafatnya. Pemikiran Thales terutama didapatkan melalui
tulisan Aristoteles tentang dirinya. Aristoteles mengatakan bahwa Thales adalah
orang yang pertama kali memikirkan tentang asal mula terjadinya alam semesta.
Karena itulah, Thales juga dianggap sebagai perintis filsafat alam (natural
philosophy).

A. Riwayat Hidup

Gerhana Matahari total

Thales (624-546 SM) lahir di kota Miletus yang merupakan tanah perantauan
orang-orang Yunani di Asia Kecil. Situasi Miletos yang makmur memungkinkan
orang-orang di sana untuk mengisi waktu dengan berdiskusi dan berpikir tentang
segala sesuatu. Hal itu merupakan awal dari kegiatan berfilsafat sehingga tidak
mengherankan bahwa para filsuf Yunani pertama lahir di tempat ini.

Thales adalah seorang saudagar yang sering berlayar ke Mesir. Di Mesir, Thales
mempelajari ilmu ukur dan membawanya ke Yunani. Ia dikatakan dapat
mengukur piramida dari bayangannya saja. Selain itu, ia juga dapat mengukur
jauhnya kapal di laut dari pantai. Kemudian Thales menjadi terkenal setelah berhasil
memprediksi terjadinya gerhana matahari pada tanggal 28 Mei 585 SM. Thales dapat

2
melakukan prediksi tersebut karena ia mempelajari catatan-catatan astronomis yang
tersimpan di Babilonia sejak 747 SM.

Di dalam bidang politik, Thales pernah menjadi penasihat militer dan teknik
dari Raja Krosus di Lydia. Selain itu, ia juga pernah menjadi penasihat politik bagi
dua belas kota Iona.

B. Pemikiran Thales

a. Air sebagai Prinsip Dasar Segala Sesuatu


Thales menyatakan bahwa air adalah prinsip dasar (dalam bahasa Yunani arche)
segala sesuatu. Air menjadi pangkal, pokok, dan dasar dari segala-galanya yang ada di
alam semesta. Berkat kekuatan dan daya kreatifnya sendiri, tanpa ada sebab-sebab di
luar dirinya, air mampu tampil dalam segala bentuk, bersifat mantap, dan tak
terbinasakan. Menurut Thales air sebagai sumber kehidupan. Argumentasi Thales
terhadap pandangan tersebut adalah bagaimana bahan makanan semua makhluk hidup
mengandung air dan bagaimana semua makhluk hidup juga memerlukan air untuk
hidup. Selain itu, air adalah zat yang dapat berubah-ubah bentuk (padat, cair, dan gas)
tanpa menjadi berkurang.

Selain itu, ia juga mengemukakan pandangan bahwa bumi terletak di atas


air. Bumi dipandang sebagai bahan yang satu kali keluar dari laut dan kemudian
terapung-apung di atasnya.

b. Pandangan tentang Jiwa


Thales berpendapat bahwa segala sesuatu di jagat raya memiliki jiwa. Jiwa tidak
hanya terdapat di dalam benda hidup tetapi juga benda mati. Teori tentang materi yang
berjiwa ini disebut hylezoisme. Argumentasi Thales didasarkan pada magnet yang
dikatakan memiliki jiwa karena mampu menggerakkan besi.

3
c. Pandangan Politik

Iona

Berdasarkan catatan Herodotus, Thales pernah memberikan nasihat kepada


orang-orang Ionia yang sedang terancam oleh serangan dari Kerajaan Persia pada
pertengahan abad ke-6 SM. Thales menyarankan orang-orang Ionia untuk membentuk
pusat pemerintahan dan administrasi bersama di kota Teos yang memiliki posisi sentral
di seluruh Ionia. Di dalam sistem tersebut, kota-kota lain di Ionia dapat dianggap seperti
distrik dari keseluruhan sistem pemerintahan Ionia. Dengan demikian, Ionia telah
menjadi sebuah polis yang bersatu dan tersentralisasi.

d. Teorema Thales
Di dalam geometri, Thales dikenal karena menyumbangkan apa yang disebut
teorema Thales, kendati belum tentu seluruhnya merupakan buah pikiran
aslinya. Teorema Thales berisi sebagai berikut:

Jika ACadalah sebuahdiameter, maka sudut B adalah selalu sudut siku-siku

4
Teorema Thales :

1. Sebuah lingkaran terbagi dua sama besar oleh diameternya.


2. Sudut bagian dasar dari sebuah segitiga samakaki adalah sama besar.
3. Jika ada dua garis lurus bersilangan, maka besar kedua sudut yang saling
berlawanan akan sama.
4. Sudut yang terdapat di dalam setengah lingkaran adalah sudut siku-siku.
5. Sebuah segitiga terbentuk bila bagian dasarnya serta sudut-sudut yang
bersinggungan dengan bagian dasar tersebut telah ditentukan.

5
2.PHYTAGORAS

Phytagoras lahir pada tahun 570 SM, di pulau Samos, di daerah Ionia.
Pythagoras (582– 496 SM, bahasa Yunani) adalah seorang matematikawan dan filsuf
Yunani. Pythagoras dikenal sebagai “Bapak Bilangan”, dia memberikan sumbangan
yang penting terhadap filsafat dan ajaran keagamaan pada akhir abad ke-6 SM.

Phytagoras banyak melakukan perjalanan, di antaranya ke Mesir. Perjalanan


Phytagoras ke Mesir merupakan salah satu bentuk usahanya untuk berguru, menimba
ilmu, pada imam-imam di Mesir. Konon, karena kecerdasannya yang luar biasa, para
imam yang dikunjunginya merasa tidak sanggup untuk menerima Phytagoras sebagai
murid. Namun, pada akhirnya ia diterima sebagai murid oleh para imam di Thebe. Di
tempat ini, ia belajar berbagai macam misteri. Selain itu, Phytagoras juga berguru pada
imam-imam Caldei untuk belajar Astronomi. Ia juga berguru kepada para imam
Phoenesia untuk belajar Logistik dan Geometri, sedangkan kepada para Magi, ia belajar
ritus-ritus mistik

Pada waktu kecil, Phytagoras menyusun kerikil dalam bentuk segi-tiga dengan
jumlah kerikil yang berbeda namun berurutan, yaitu:

6
1=1

1+2=3
1+2+3=6
1 + 2 + 3 + 4 = 10
1 + 2 + 3 + 4 + 5 = 15

1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 = 21

Dengan menjumlahkan 2 angka yang bersebelahan akan ditemukan hasil suatu bilangan
yang dikuadratkan, seperti:

1 + 3 = 4 (2 x 2)

3 + 6 = 9 (3 x 3)

6 + 10 = 16 (4 x 4)

10 + 15 = 25 (5 x 5)

15 + 21 = 36 (6 x 6)

Penyusunan kerikil tersebut ternyata memicu terjadinya rumus Phytagoras yang


sering disebut dengan Teorema Phytagoras yaitu: a2 + b2 = c2, dimana a dan b mewakili
panjang dari dua sisi lain dari segitiga siku-siku dan c mewakili panjang dari
hipotenusanya (sisi miring).

Phytagoras percaya bahwa angka bukan unsur seperti udara dan air yang banyak
dipercaya sebagai unsur semua benda. Pandangan Phytagoras mengungkapkan bahwa
harmoni terjadi berkat angka. Apabila segala hal adalah angka, maka hal ini tidak saja
berarti bahwa segalanya dapat dihitung, dinilai, dan diukur dengan angka dalam
hubungan yang proporsional dan teratur, tetapi berkat angka-angka itu segala sesuatu
menjadi harmonisa atau seimbang.

Dalam susunan ini titik-titik ini bila segala sesuatu adalah angka maka titik-titik
ini merupakan kumpulan angka yang sempurna. Jumlahnya sepuluh, namanya
Tetraktys. Penemuan ini dihasilkan dengan membagi tali monochord (alat musik yang
mempunyai satu tali saja), lalu membandingkan ukuran bagian-bagian tali dengan nada-

7
nada yang dikeluarkan. Contoh : penemuan oktaf, kuint, kuart dalam bidang musik.
Oktaf adalah perbandingan 1 dan 2. Kuint adalah perbandingan 2 dan 3. Kuart adalah
perbandingan 3 dan 4. Jadi yang menentukan perbandingan ukuran tersebut adalah ke4
angka pertama, yaitu 1, 2, 3, dan 4, sehingga Tetraktys yang terdiri dari angka 1, 2, 3,
dan 4 merupakan angka-angka istimewa, membentuk segitiga ilahi.

Sekitar 4.000 tahun yang lalu, orang Babilonia dan orang Cina telah menyadari
fakta bahwa sebuah segitiga dengan panjang sisi 3, 4, dan 5 merupakan segitiga siku-
siku. Mereka menggunakan konsep ini untuk membangun sudut siku-siku dan
merancang segitiga siku-siku dengan membagi panjang tali ke dalam 12 bagian yang
sama, seperti sisi pertama pada segitiga adalah 3, sisi kedua adalah 4, dan sisi ketiga
adalah 5 satuan panjang.

Sekitar 2.500 tahun SM, Monumen Megalithic di Mesir dan Eropa Utara
terdapat susunan segitiga siku-siku dengan panjang sisi yang bulat. Bartel Leendert van
der Waerden meng-hipotesis-kan bahwa Tripel Pythagoras diidentifikasi secara aljabar.
Selama pemerintahan Hammurabi the Great (1790–1750 SM), tablet Plimpton
Mesopotamian 32 terdiri dari banyak tulisan yang terkait dengan Tripel Pythagoras. Di
India (Abad ke-8 sampai ke-2 sebelum masehi), terdapat Baudhayana Sulba Sutra yang
terdiri dari daftar Tripel Pythagoras yaitu pernyataan dari dalil dan bukti geometris dari
teorema untuk segitiga siku-siku sama kaki. Pythagoras (569-475 SM) menggunakan
metode aljabar untuk membangun Tripel Pythagoras. Menurut Sir Thomas L. Heath,
tidak ada penentuan sebab dari teorema ini selama hampir lima abad setelah Pythagoras
menuliskan teorema ini. Namun, hal tersebut belum dikonfirmasi apakah Pythagoras
adalah orang pertama yang menemukan hubungan antara sisi dari segitiga siku-siku
karena tidak ada teks yang ditulis olehnya yang ditemukan. Walaupun demikian, nama
Pythagoras telah dipercaya untuk menjadi nama yang sesuai untuk teorema ini.

Angka nol tidak mendapat tempat dalam kerangka kerja Pythagorean. Angka nol
tidak ada atau tidak dikenal dalam kamus Yunani. Menggunakan angka nol dalam suatu
nisbah tampaknya melanggar hukum alam. Suatu nisbah menjadi tidak ada artinya
karena “campur tangan” angka nol. Angka nol dibagi suatu angka atau bilangan dapat
menghancurkan logika. Nol membuat “lubang” pada kaidah alam semesta versi

8
Pythagorean, untuk alasan inilah kehadiran angka nol tidak dapat ditoleransi.
Pythagorean juga tidak dapat memecahkan “problem” dari konsep matematika –
bilangan irrasional, yang sebenarnya juga merupakan produk sampingan (by product)
rumus: a² + b² = c².

Di atas sebuah bukit, Phytagoras, seorang dengan perpaduan Einstein dan


Maharani, berkhutbah di hadapan delapan ratus penduduk Yunani. “Seluruh semesta
adalah angka dan harmoni”, ucapnya. Dia telah membuktikannya: sebuah segiempat
yang memiliki sisi-sisi tiga satuan dan empat satuan dia bagi dua secara diagonal.
Hasilnya, menakjubkan! Sebuah sisi miring yang bernilai lima: sebuah angka. Teorema
tersebut kini dikenal sesuai nama penemunya, Phytagoras. Syahdan, di atas kapal pesiar,
Hippasus, seorang pengikut Phytagoras, mengisi waktu senggang dengan mencoret-
coret lantai kapal. Dia menggambar sebuah segiempat sama sisi (bujursangkar) yang
memiliki satu satuan. Terinspirasi sang ‘Imam’, bujursangkar itu dia bagi dua secara
diagonal. Hasilnya adalah sebuah ‘kutukan’. Seluruh usaha untuk menyatakan panjang
sisi miring tersebut, yang sekarang diketahui sebagai akar dua, sebagai angka gagal.
Malapetaka pun terjadi: seluruh semesta adalah angka dan harmoni, tapi angkakah hasil
oret-oretan Hippasus ini? Dunia seakan runtuh. Hippasus pun dikucilkan dan
penemuannya dirahasiakan.

Ketika muridnya Hippasus menemukan bahwa \sqrt{2}, hipotenusa dari segitiga


siku-siku sama kaki dengan sisi siku-siku masing-masing 1, adalah bilangan irasional,
Pythagoras memutuskan untuk membunuhnya karena tidak dapat membantah bukti
yang diajukan Hippasus.

Salah satu pembuktian teorema phytagoras yaitu pembuktian teorema Pythagoras dari
Euclid. Buktinya yaitu

9
Phytagoras mempunyai peran penting dalam perkembangan matematika.
Pythagoras mendapat penghargaan dan namanya dipakai untuk menamai perhitungan
relasi antar segitiga siku-siku. Pythagoras mendapat penghargaan tersebut karena beliau
dianggap sebagai orang yang membawa pengetahuan tersebut ke peradapan Yunani
yang selanjutnya menjadi pusat ilmu pengetahuan pada zamannya.

Dalam perkembangan matematika teorema Pythagoras juga masih di tetap


diajarkan di sekolah dan digunakan untuk menghitung jarak suatu sisi segitiga. Manfaat
penemuan Pythagoras kelak akan membuat matematika tetap dapat digunakan sebagai
alat bantu dalam melakukan perhitungan terhadap pengamatan fenomena alam.

10
3.Carl Friedrich Gauss

Johann Carl Friedrich Gauss dilahirkan pada tanggal 30 April 1777 di kota Brunswick,
Jerman. Ibunya bernama Dorothea Benze dan ayahnya bernama Gebhard Dietrich
Gauss.

Ibu Gauss dikenal cerdas, tetapi ia buta huruf. Ayah Gauss memenuhi kebutuhan
keluarganya dengan cara apa pun baik itu bekerja pada waktu yang berbeda sebagai
asisten penjual, tukang daging, tukang batu, tukang kebun, dan bendahara untuk
perusahaan asuransi lokal.

Keluarga Gauss dikenal miskin. Gauss memiliki saudara tiri yang lebih tua bernama
Georg dari pernikahan pertama ayahnya, yang berakhir ketika istri pertamanya
meninggal.

Masa Kecil

Sejak awal, Carl Friedrich Gauss menunjukkan bakat luar biasa dalam bidang matematika khusunya
angka-angka. Ia bisa menghitung sebelum dia belajar berbicara.

11
Pada tahun 1782, Saat Carl Friedrich Gauss berusia tujuh tahun, ia mulai di Sekolah St. Katherine.
Terdapat kisah-kisah lucu saat ia bersekolah dimana dia membuat bingung gurunya dengan
menghitung lebih cepat daripada yang bisa dilakukan oleh gurunya yang bernama Büttner.

Meskipun Carl Friedrich Gauss berasal dari keluarga petani sederhana, Gurunya Büttner mengakui
bahwa suatu hari anak itu bisa menjadi seorang profesor di universitas yang hebat jika seseorang
memberinya kesempatan untuk belajar lebih.

Carl Friedrich Gauss Si Anak Ajaib

Gurunya kemudian mengundang ayah Carl Friedrich Gauss ke sekolah untuk mendiskusikan masa
depan putranya. Ayahnya pun tidak yakin akan kemampuan anaknya. Dia hanya berharap Carl
Friedrich Gauss akan menjadi buruh dan membantu keluarganya.

Gurunya meyakinkannya bahwa bakat Carl Friedrich Gauss sangat tidak biasa dari anak-anak lain
seusianya. Ia kemudian mulai dibimbing oleh Martin Bartels seorang matematikawan berbakat.

Bartels yang terinspirasi oleh Carl Friedrich Gauss kemudian mencurahkan kariernya sepenuhnya
untuk matematika, yang pada akhirnya membuat ia menjadi seorang profesor.

Pada saat Carl Friedrich Gauss berusia 10 tahun, ia telah membuat terobosan dengan menemukan
teorema binomial, suatu prestasi yang benar-benar luar biasa.

Berita tentang si anak genius ini kemudian sampai ke telinga Duke of Brunswick, yang kemudian
setuju untuk membiayai pendidikannya.

Dalam biografi Carl Friedrich Gauss diketahui bahwa pada tahun 1788, di usia 11 tahun, ia mulai
bersekolah tata bahasa di Martino-Katharineum, di mana ia sangat cerdas dalam hal Matematika,
Bahasa Yunani Kuno, Latin, dan Modern.

Pada tahun 1792, saat Carl Friedrich Gauss berusia 15 tahun, ia masuk ke Caroline College. Pada
saat dia berusia 18 tahun, dia telah menyelesaikan gelarnya dalam bidang matematika.

12
Carl Friedrich Gauss sangat bersemangat tentang perkembangan ilmu pengetahuan yang dibuat oleh
Isaac Newton, Leonhard Euler, dan Joseph-Louis Lagrange. Namun Pahlawan Carl Friedrich Gauss
adalah Archimedes.

Carl Friedrich Gauss kemudian belajar untuk mendapatkan gelar doktor di Universitas Göttingen
selama tiga tahun, dimulai pada bulan Oktober 1795.

Dalam hal kecerdasan dan keahliannnya dalam bidang matematika, Carl Friedrich Gauss sudah jauh
di depan sebagian besar para profesor matematika di universitasnya.

Carl Friedrich Gauss membenamkan dirinya dalam bidang matematika modern. Dia juga rajin
menghadiri kuliah di bidang linguistik, fisika, dan astronomi. Dia meminjam lebih banyak buku
humaniora dari perpustakaan daripada buku-buku matematika.

Meskipun dia tahu kemampuannya sangat istimewa, namun teman-teman mahasiswanya tidak
menganggapnya sebagai matematikawan yang sepenuhnya berbakti dan brilian. Mereka
menganggapnya sosok yang sederhana dan normal.

Dalam biografi Carl Friedrich Gauss diketahui bahwa saat ia belajar di Universitas Göttingen,
pencurahan ide-ide baru Gauss akan mengubah matematika untuk selamanya. Hanya dalam waktu
enam bulan, Ia memecahkan masalah yang telah menjadi masalah para matematikawan selama 2.000
tahun.

Gauss menemukan rumus matematika yang membuat semua poligon reguler yang dapat dikonstruksi
hanya menggunakan straight edge dan kompas.

Menemukan Teori Bilangan dan Konstruksi Heptadecagon

Dengan penemuan konstruksi heptadecagon ini, Gauss menyadari bahwa tempatnya dalam sejarah
sebagai seorang matematikawan akan dikenang.

Carl Friedrich Gauss menyimpan buku harian penemuannya, dimulai dengan heptadecagon. Dalam
buku harian itu, terdapat 146 penemuan, namun hilang selama lebih dari 40 tahun setelah
kematiannya. Di zamannya sebagai mahasiswa, Gauss membuat banyak membuat penemuan penting
misalnya teori bilangan.

13
Duke of Brunswick terus mendanai karya Gauss, jadi ia bebas untuk menyelidiki bidang apa pun
yang menarik baginya. Pada tahun 1801, Saat Carl Friedrich Gauss berusia 24 tahun, ia menerbitkan
salah satu karya terbesar dalam sejarah matematika yakni Disquisitiones Arithmeticae.

Dia memilih untuk menulis buku dalam bahasa Latin klasik yang sempurna. Carl Friedrich Gauss
menulis sebagian besar buku itu dalam waktu tiga tahun sebelum diterbitkan. Di dalamnya ia
mencatat bukti formal dari banyak penemuan sebelumnya.

Disquisitiones Arithmeticae merupakan buku yang menyatukan helai yang terpisah dari sebuah teori
bilangan. Di sinilah teori bilangan modern dimulai. Carl Friedrich Gauss mendokumentasikan
terobosan signifikan, seperti hukum timbal balik kuadrat, perumusan aritmatika modular modern,
dan kesesuaian gagasan yang mendukung pendekatan terpadu untuk teori bilangan.

Orang mengatakan Carl Friedrich Gauss telah melakukan yang terbaik dalam bidang teori bilangan
sesuai dengan apa yang Euclid lakukan dalam geometri.

14
4. OMAR KHAYYAM

Omar Khayyam ( Pengucapan bahasa Persia: [xæjjɑːm] ; ‫ ( خیام عمر‬Persia ) ; 18


Mei 1048 - 4 Desember 1131) adalah seorang ahli matematika , astronom , dan penyair
Persia .Sebagai seorang matematikawan, dia sangat terkenal karena karyanya mengenai
klasifikasi dan solusi persamaan kubik , di mana ia memberikan solusi geometris oleh
persimpangan konik . Sebagai seorang astronom, dia menyusun sebuah kalender yang
terbukti merupakan perhitungan waktu yang lebih akurat daripada yang diusulkan lima
abad kemudian oleh Paus Gregorius XIII .]Omar lahir di Nishapur , di timur laut Iran .
Dia menghabiskan sebagian besar hidupnya di dekat istana penguasa Karakhanid dan
Seljuq pada masa yang menyaksikan Perang Salib Pertama . Ada tradisi
menghubungkan puisi dengan Omar Khayyam, yang ditulis dalam bentuk syair
(rubā'iyāt ‫) رباعیات‬. Puisi ini dikenal secara luas di dunia membaca Inggris karena
terjemahan oleh Edward FitzGerald ( Rubaiyat dari Omar Khayyam , 1859), yang
menikmati kesuksesan besar dalam Orientalisme fin de siècle .

A. Hidup

Omar Khayyam lahir di Nishapur , sebuah kota metropolis terkemuka di


Khorasan selama abad pertengahan yang mencapai puncak kemakmuran di abad
kesebelas di bawah dinasti Seljuq. Nishapur kemudian menjadi pusat utama Zoroastrian
. Kemungkinan ayah Khayyam adalah seorang Zoroastrian yang telah masuk Islam 68
Ia dilahirkan dalam keluarga pembuat tenda ( Khayyam ). Nama lengkapnya, seperti

15
yang terlihat dalam sumber-sumber Arab, adalah Abu'l Fath Omar ibn Ibrāhīm al-
Khayyām . Dalam teks Persia Abad Pertengahan ia biasanya hanya disebut Omar
Khayyām . Sejarawan Bayhaqi , yang secara pribadi mengenal Omar, memberikan
rincian lengkap horoskopnya: "dia adalah Gemini, matahari dan Merkurius berada di
bawah kekuasaan Ini digunakan oleh ilmuwan modern untuk menetapkan tanggal
lahirnya pada tanggal 18 Mei 1048.

Masa kecilnya disahkan di Nishapur. Pemberiannya diakui oleh tutor awalnya


yang mengirimnya untuk belajar di bawah Imam Muwaffaq Nīshābūrī, guru terbesar di
wilayah Khorasan yang mengajar anak-anak dari bangsawan tertinggi. Pada 1073, pada
usia dua puluh enam, dia memasuki pelayanan Sultan Malik-Shah I sebagai penasihat.
Pada tahun 1076 Khayyam diundang ke Isfahan oleh wazir dan tokoh politik Nizam al-
Mulk untuk memanfaatkan perpustakaan dan pusat belajar di sana. Tahun-tahun di
Isfahan produktif. Pada saat itulah ia mulai mempelajari karya matematikawan Yunani
Euclid dan Apollonius jauh lebih dekat. Tapi setelah kematian Malik-Shah dan
wazirnya (mungkin oleh sekte Assassin ), Omar telah menolak untuk memilih di
pengadilan, dan kemudian, dia segera berangkat ziarah ke Mekah . Kemungkinan motif
tersembunyi untuk ziarah yang dilaporkan oleh Al-Qifti , adalah bahwa dia diserang
oleh pendeta karena skeptisismenya yang nyata. Jadi, dia memutuskan untuk melakukan
ziarahnya sebagai cara untuk menunjukkan imannya dan.

membebaskan dirinya dari semua kecurigaan adanya ketidakrasionalan. Dia


kemudian diundang oleh Sultan Sanjar baru ke Marv , mungkin untuk bekerja sebagai
astrolog istana. Dia kemudian diizinkan untuk kembali ke Nishapur karena
kesehatannya yang menurun. Sekembalinya, dia sepertinya telah menjalani kehidupan
pertapa. Khayyam meninggal pada tahun 1131, dan dimakamkan di Taman Khayyam .

B. Matematika

"Persamaan kubik dan persimpangan bagian kerucut" halaman pertama


manuskrip dua bab yang disimpan di Universitas Teheran.

16
Khayyam terkenal selama hidupnya sebagai seorang matematikawan . Karya matematis
yang dia jalani meliputi: Sebuah komentar tentang kesulitan mengenai dalil-dalil
Elemen Euclid ( Risāla fī šarḥ mā aškala min muṣādarāt kitāb Uqlīdis , selesai pada
bulan Desember 1077 ), Pada pembagian kuadran sebuah lingkaran ( Risana fī qismah
menggosok 'al-dā'irah , tidak bertanggal namun selesai sebelum risalah pada aljabar ),
dan Di atas bukti masalah tentang Aljabar ( Maqāla fi l-jabr wa l-muqābala ,
kemungkinan besar selesai pada 1079 ). Dia kemudian menulis sebuah risalah tentang
penggalian akar n dari bilangan asli, yang telah hilang.

C. TEORI PARALEL

Bagian dari komentar Khayyam tentang Elemen Euclid berhubungan dengan


aksioma paralel .Risalah Khayyam dapat dianggap sebagai pengobatan pertama dari
aksioma yang tidak didasarkan pada petitio principii , namun pada dalil yang lebih
intuitif. Khayyam menolak usaha sebelumnya oleh ahli matematika lain untuk
membuktikan proposisi tersebut, terutama dengan alasan bahwa masing-masing telah
mendalilkan sesuatu yang tidak berarti lebih mudah untuk diterima daripada Postulat
Kelima itu sendiri. Dan dia, seperti Aristoteles , menolak penggunaan gerak dalam
geometri dan karena itu menolak usaha yang berbeda dengan Al-Haytham juga. Tidak
puas dengan kegagalan matematikawan untuk membuktikan pernyataan Euclid dari
dalil-dalilnya yang lain, Omar mencoba menghubungkan aksioma tersebut dengan
Postulat Keempat, yang menyatakan bahwa semua sudut benar sama satu sama lain.

Khayyam adalah orang pertama yang mempertimbangkan tiga kasus sudut akut,
tumpul, dan kanan untuk sudut puncak sebuah segiempat Khayyam-Saccheri , tiga
kasus yang saling melengkapi dan saling berpasangan. Setelah membuktikan sejumlah
teorema tentang mereka, dia membuktikan bahwa Postulat V adalah konsekuensi dari
hipotesis sudut siku-siku, dan membantah kasus bodoh dan akut sebagai kontradiksi-
sendiri. Upaya terperinci Khayyam untuk membuktikan postulat paralel penting untuk
pengembangan geometri lebih lanjut, karena jelas menunjukkan kemungkinan geometri

17
non-Euclidean. Hipotesis dari akut, tumpul, dan sudut kanan sekarang diketahui
mengarah masing-masing ke geometri hiperbolik non-Euclidean dari Gauss-Bolyai-
Lobachevsky, dengan geometri Riemannian , dan geometri Euclidean .

Komentar Tusi tentang perlakuan Khayyam tentang kesejajaran berjalan ke


Eropa. John Wallis , profesor geometri di Oxford, menerjemahkan komentar Tusi ke
dalam bahasa Latin. Geometri Jesuit Girolamo Saccheri , yang karyanya ( euclides ab
omni naevo vindicatus , 1733) pada umumnya dianggap sebagai langkah pertama dalam
pengembangan geometri non-Euclidean akhirnya , terbiasa dengan karya Wallis.
Sejarawan Amerika matematika, David Eugene Smith menyebutkan bahwa Saccheri
"menggunakan lemma yang sama dengan yang dimiliki Tusi, bahkan menulis huruf
dengan cara yang persis sama dan menggunakan lemma untuk tujuan yang sama". Dia
lebih jauh mengatakan bahwa "Tusi dengan jelas menyatakan bahwa ini karena Omar
Khayyam, dan dari teksnya, nampak jelas bahwa yang terakhir adalah inspiratornya."

D. Konsep bilangan real

Risalah tentang Euclid ini berisi kontribusi lain yang berhubungan dengan teori
proporsi dan dengan perumusan rasio. Khayyam membahas hubungan antara konsep
rasio dan konsep angka dan secara eksplisit menimbulkan berbagai kesulitan teoritis.
Secara khusus, dia berkontribusi pada studi teoritis tentang konsep bilangan irasional .
Dengan definisi Euclid tentang rasio yang sama, dia mendefinisikan ulang konsep
sebuah angka dengan menggunakan fraksi kontinu sebagai alat untuk mengekspresikan
rasio. Rosenfeld dan Youschkevitch (1973) berpendapat bahwa "dengan menempatkan
jumlah dan angka irasional dalam skala operasional yang sama, Memulai sebuah
revolusi sejati dalam doktrin tentang jumlah." Demikian juga, dicatat oleh DJ Struik
bahwa Omar "berada di jalan menuju perluasan konsep angka yang mengarah pada
gagasan tentang jumlah sebenarnya ."

18
E. Aljabar geometrik

Pembangunan solusi Omar Khayyam untuk kubus x 3 + 2 x = 2 x 2 + 2. Titik


persimpangan yang dihasilkan oleh lingkaran dan hiperbola menentukan segmen yang
diinginkan.

Khayyam adalah orang pertama yang secara geometris memecahkan setiap jenis
persamaan kubik, sejauh akar positif diperhatikan. Risalah tentang aljabar berisi
karyanya tentang persamaan kubik . Ini dibagi menjadi tiga bagian: (i) persamaan yang
dapat dipecahkan dengan kompas dan straight edge , (ii) persamaan yang dapat
dipecahkan dengan cara berbentuk kerucut , dan (iii) persamaan yang melibatkan
kebalikan dari yang tidak diketahui .

Perlakuan Omar terhadap persamaan kubik sangat lengkap. Dia


mempertimbangkan tiga persamaan binomial, sembilan persamaan trinomial, dan tujuh
persamaan tetranomial. Untuk polinomial tingkat pertama dan kedua, ia memberikan
solusi numerik dengan konstruksi geometris. Dia menyimpulkan bahwa ada empat belas
jenis kubik yang tidak dapat dikurangi menjadi persamaan tingkat yang lebih rendah.
Untuk ini dia tidak bisa menyelesaikan pembangunan segmennya yang tidak diketahui
dengan kompas dan straight edge. Dia melanjutkan untuk menyajikan solusi geometris
ke semua jenis persamaan kubik dengan menggunakan sifat-sifat kerucut. Esma
prasyarat untuk bukti geometri Khayyam meliputi Euclid VI , Prop 13, dan Apollonius
II , Prop 12. Akar positif dari persamaan kubik ditentukan sebagai absis dari sebuah
titik persimpangan dua conics, misalnya, persimpangan dua parabola , atau
persimpangan parabola dan lingkaran, dll.Namun, dia mengakui bahwa masalah
aritmetika kubik ini masih belum terpecahkan, menambahkan bahwa "mungkin orang
lain akan mengetahuinya setelah kita".Tugas ini tetap terbuka sampai abad
keenambelas, di mana solusi aljabar dari persamaan kubik ditemukan dalam
generalitasnya oleh Cardano , Del Ferro , dan Tartaglia di Renaisans Italia .

19
Siapa pun yang berpikir aljabar adalah tipuan dalam mendapatkan hal yang tidak
diketahui telah menganggapnya sia-sia. Tidak ada perhatian yang harus diberikan pada
fakta bahwa aljabar dan geometri berbeda dalam penampilan. Algebras adalah fakta
geometris yang dibuktikan dengan proposisi lima dan enam Buku Dua Unsur .Omar
Khayyam.

Solusi geometrik kuadrat khusus ini telah diteliti lebih lanjut dan diperluas ke
empat persamaan derajat. Solusinya bukanlah jalan langsung menuju solusi numerik,
dan solusinya bukanlah angka tapi segmen garis . Meskipun metode serupa telah
muncul secara sporadis sejak Menaechmus , karya Khayyam dapat dianggap sebagai
studi sistematis pertama dan metode tepat pertama untuk memecahkan persamaan
kubik.

F. Teorema binomial dan ekstraksi akar

Dari orang India seseorang memiliki metode untuk mendapatkan akar kuadrat
dan kuadrat , metode berdasarkan pengetahuan tentang kasus individual - yaitu
pengetahuan kuadrat dari sembilan digit 1 2 , 2 2 , 3 2 (dll) dan produknya masing-
masing, yaitu 2 × 3 dll. Kami telah menulis sebuah risalah tentang bukti keabsahan
metode tersebut dan mereka memenuhi persyaratan. Selain itu kita telah meningkatkan
jenisnya, yaitu dalam bentuk penentuan akar keempat, kelima, keenam sampai tingkat
yang diinginkan. Tidak ada yang mendahului kita dalam hal ini dan bukti-bukti itu
murni aritmatika, yang didasarkan pada aritmatika The Elements .

Risalah Omar Khayyam tentang Demonstrasi Soal Aljabar


Dalam risalah aljabarnya, Khayyam menyinggung sebuah buku yang telah ditulisnya
tentang ekstraksi {\ displaystyle n} n Akar nomor menggunakan hukum yang dia
temukan yang tidak bergantung pada angka geometris. Buku ini kemungkinan besar
berjudul Kesulitan aritmatika ( Moškelāt al-hesāb ), dan tidak ada. Berdasarkan
konteksnya, beberapa sejarawan matematika seperti DJ Struik, percaya bahwa Omar
pasti sudah mengetahui formula untuk perluasan binomial. {\ displaystyle (a + b) ^

20
{n}} (a + b) ^ n , dimana n adalah bilangan bulat positif. Kasus kekuasaan 2 secara
eksplisit dinyatakan dalam elemen Euclid dan kasus paling banyak kekuasaan 3 telah
ditetapkan oleh matematikawan India. Khayyam adalah matematikawan yang
menyadari pentingnya teorema binomial umum. Argumen yang mendukung klaim
bahwa Khayyam memiliki teorema binomial umum didasarkan pada kemampuannya
untuk mengekstrak akar. Susunan angka yang dikenal sebagai segitiga Pascal
memungkinkan seseorang menuliskan koefisien dalam ekspansi binomial. Arus segitiga
ini terkadang dikenal sebagai segitiga Omar Khayyam.

G. Astronomi

Kalender Jalali diperkenalkan oleh Omar Khayyam bersama matematikawan dan


astronom lainnya di Nishapur. Hari ini adalah salah satu kalender tertua di dunia serta
kalender matahari paling akurat yang sedang digunakan saat ini. Karena kalender
menggunakan perhitungan astronomi untuk menentukan ekuinoks vernal, ia tidak
memiliki kesalahan intrinsik, namun ini menjadikannya sebagai observasi berdasarkan
kalender.

Pada 1074, Omar Khayyam ditugaskan oleh Sultan Malik-Shah untuk


membangun sebuah observatorium di Isfahan dan memperbarui kalender Persia . Ada
panel dari delapan ilmuwan yang bekerja di bawah arahan Khayyam untuk melakukan
pengamatan astronomi berskala besar dan merevisi tabel astronomi. Mengkalibrasi
ulang kalender pada hari pertama tahun ini tepat pada saat melewati pusat Matahari di
seluruh vernal equinox . Ini menandai awal musim semi atau Nowrūz , hari di mana
Matahari memasuki tingkat pertama Aries sebelum tengah hari. Kalender yang
dihasilkan diberi nama dalam kehormatan Malik-Shah sebagai kalender Jalālī , dan
diresmikan pada hari Jumat, 15 Maret 1079. Observatorium itu sendiri tidak digunakan
setelah kematian Malik-Shah di tahun 1092.

21
Kalender Jalāl adalah kalender matahari yang benar dimana durasi setiap bulan sama
dengan waktu perjalann Matahari melintasi tanda Zodiac yang sesuai . Reformasi
kalender memperkenalkan siklus interkalasi 33 tahun yang unik. Seperti yang
ditunjukkan oleh karya Khazini , kelompok Khayyam menerapkan sistem interkalasi
berdasarkan tahun kabisat quadrennial dan quinquennial. Oleh karena itu, kalender
terdiri dari 25 tahun biasa yang meliputi 365 hari, dan 8 tahun kabisat yang mencakup
366 hari. Kalender tetap digunakan di seluruh Iran Raya dari abad ke-11 sampai abad
ke-20. Pada tahun 1911 kalender Jalali menjadi kalender nasional resmi Qajar Iran .
Pada tahun 1925 kalender ini disederhanakan dan nama bulan dimodernisasi,
menghasilkan kalender Iran modern . Kalender Jalali lebih akurat daripada kalender
Gregorian tahun 1582, dengan kesalahan satu hari yang terakumulasi lebih dari 5.000
tahun, dibandingkan dengan satu hari setiap 3.330 tahun dalam kalender
Gregorian. Moritz Cantor menganggapnya sebagai kalender paling sempurna yang
pernah dibuat.

Sebuah klaim populer mengenai efek yang Khayyam percaya pada


heliosentrisme didasarkan pada rendering Khayyam Edward FitzGerald yang populer
tapi mudah dibaca anak dari puisi Khayyam, di mana baris pertama salah diterjemahkan
dengan gambar heliosentris Matahari yang melemparkan "Batu yang menempatkan
Bintang ke Penerbangan ".

22
5.IBNU AL-HAITHAM

Abu Ali Muhammad al-Hassan ibnu al-Haitham (Bahasa Arab: ‫ حسن‬،‫ابو علی‬
‫ )بن حسن بن الهيثم‬atau Ibnu Haitham (Basra,965 - Kairo 1039), dikenal dalam kalangan
cerdik pandai di Barat, dengan namaAlhazen, adalah seorang ilmuwan Islam yang ahli
dalam bidang sains, falak, matematika, geometri, pengobatan, dan filsafat. Ia banyak
pula melakukan penyelidikan mengenai cahaya, dan telah memberikan ilham kepada
ahli sains barat seperti Roger Bacon, dan Kepler dalam menciptakan mikroskop serta
teleskop juga kamera obscura.

Dalam kalangan cerdik pandai di Barat, beliau dikenali dengan nama Alhazen.
Ibnu Haitham dilahirkan di Basrah pada tahun 354H bersamaan dengan 965 Masehi. Ia
memulai pendidikan awalnya di Basrah sebelum dilantik menjadi pegawai pemerintah
di bandar kelahirannya. Setelah beberapa lama berkhidmat dengan pihak pemerintah di
sana, beliau mengambil keputusan merantau ke Ahwaz dan Baghdad. Di perantauan
beliau telah melanjutkan pengajian dan menumpukan perhatian pada penulisan.

Kecintaannya kepada ilmu telah membawanya berhijrah ke Mesir. Selama di


sana beliau telah mengambil kesempatan melakukan beberapa kerja penyelidikan
mengenai aliran dan saliran Sungai Nil serta menyalin buku-buku mengenai matematika
dan falak. Tujuannya adalah untuk mendapatkan uang cadangan dalam menempuh

23
perjalanan menuju Universitas Al-Azhar.

Hasil daripada usaha itu, beliau telah menjadi seorang yang amat mahir dalam
bidang sains, falak, matematik, geometri, pengobatan, dan falsafah. Tulisannya
mengenai mata, telah menjadi salah satu rujukan yang penting dalam bidang pengajian
sains di Barat. Malahan kajiannya mengenai pengobatan mata telah menjadi asas kepada
pengajian pengobatan modern mengenai mata.

A. Karya dan Penelitian


Peletak dasar penciptaan kamera

Prinsip-prinsip dasar pembuatannya telah dicetuskan oleh al-Haitham seorang


sarjana Muslim, sekitar 1.000 tahun silam, tepatnya pada akhir abad ke-10 M.

Diakui atau tidak kamera merupakan salah satu penemuan dan karya manusia
yang terbilang sangat fenomenal. Melalui kamera, manusia bisa merekam dan
mengabadikan beragam bentuk gambar mulai dari sel manusia hingga galaksi di luar
angkasa. Teknologi kamera kini dikuasai Jepang dan negara Barat.

Namun tahukah Anda bahwa prinsip-prinsip dasar kerja seluruh kamera telah
diletakkan seribu tahun lalu oleh seorang sarjana Muslim? Peletak prinsip kerja kamera
itu tak lain dan tak bukan adalah Ibnu Haitham. Dia adalah fisikawan Muslim

24
terkemuka di era kekhalifahan. Beragam bidang ilmu seperti matematika, astronomi,
kedokteran. dan kimia dikuasainya. Namun, dia paling jago dalam bidang optik dan
fisika.

Salah satu karya Al-Haitham yang paling menumental adalah ketika bersama
muridnya, Kamaluddin berhasil meneliti dan merekam fenomena kamera obscura.
Penemuan itu berawal ketika Al-Haitham mempelajari gerhana matahari. Untuk
mempelajari fenomena gerhana, Al-Haitham membuat lubang kecil pada dinding yang
memungkinkan citra matahari semi nyata diproyeksikan melalui permukaan datar.

Kajian ilmu optik berupa kamera obscura itulah yang mendasari kinerja kamera
yang saat ini digunakan umat manusia. Oleh kamus Webster, fenomena ini secara
harfiah diartikan sebagai ruang gelap. Biasanya bentuknya berupa kertas kardus dengan
lubang kecil untuk masuknya cahaya. Teori yang dipecahkan Al-Haitham itu telah
mengilhami penemuan film yang kemudiannya disambung-sambung dan dimainkan
kepada para penonton.

Istilah kamera obscura yang ditemukan Al-Haitham pertama kali diperkenalkan


di Barat oleh Joseph Kepler (1571 M - 1630 M). Terinspirasi kamera obscura dari Al-
Haitam, pada tahun 1827 Joseph Nicephore Niepce di Prancis mulai menciptakan
kamera permanen. Sekitar 60 tahun kemudian George Eastman lalu mengembangkan

25
kamera yang lebih canggih pada zamannya. Sejak itulah, kamera terus berubah
mengikuti perkembangan teknologi.

Penemuan kamera obscura berawal ketika keduanya mempelajari gerhana


matahari. Untuk mempelajari fenomena gerhana, al-Haitham membuat lubang kecil
pada dinding yang memungkinkan citra matahari semi nyata diproyeksikan melalui
permukaan datar. Oleh kamus Webster, fenomena ini secara harfiah diartikan sebagai
''ruang gelap''.

"Kamera obscura pertama kali dibuat oleh ilmuwan Muslim, Abu Ali Al-Hasan
Ibnu al-Haitham, yang lahir di Basra (965-1039 M),''ungkap Nicholas J Wade dan
Stanley Finger dalam karyanya berjudul The eye as an optical instrument: from camera
obscura to Helmholtz's perspective.

Dunia mengenal al-Haitham sebagai perintis di bidang optik yang terkenal lewat
bukunya bertajuk Kitab al-Manazir (Buku optik). Kitab al-Manazir merupakan buku
pertama yang menjelaskan prinsip kerja kamera obscura. Untuk membuktikan teori-
teori dalam bukunya itu, al-Haitham lalu menyusun Al-Bayt Al-Muzlimatau lebih
dikenal dengan sebutan kamera obscura, atau kamar gelap.

Istilah kamera obscura yang ditemukan al-Haitham pun diperkenalkan di Barat


sekitar abad ke-16 M. Lima abad setelah penemuan kamera obscura, Cardano Geronimo
(1501 -1576), yang terpengaruh pemikiran al-Haitham mulai mengganti lubang bidik
lensa dengan lensa (camera). Penggunaan lensa pada kamera obscura juga dilakukan
Giovanni Batista della Porta (1535–1615 M). Joseph Kepler (1571 - 1630 M),
meningkatkan fungsi kamera itu dengan menggunakan lensa negatif di belakang lensa
positif, sehingga dapat memperbesar proyeksi gambar (prinsip ini digunakan dalam
dunia lensa foto jarak jauh modern).Robert Boyle (1627-1691 M), mulai menyusun
kamera yang berbentuk kecil, tanpa kabel, jenisnya kotak kamera obscura pada 1665 M.
Setelah 900 tahun dari penemuan al-Haitham, pelat-pelat foto pertama kali digunakan
secara permanen untuk menangkap gambar yang dihasilkan oleh kamera obscura.

26
Foto permanen pertama diambil oleh Joseph Nicephore Niepce di Prancis pada 1827.
Tahun 1855, Roger Fenton menggunakan plat kaca negatif untuk mengambil gambar
dari tentara Inggris selama Perang Crimean. Tahun 1888, George Eastman
mengembangkan prinsip kerja kamera obscura ciptaan al-Haitham dengan baik sekali
dan George Eastman lah yang menciptakan kamera kodak. Sebuah versi kamera obscura
digunakan dalam Perang Dunia I untuk melihat pesawat terbang dan pengukuran
kinerja. Pada Perang Dunia II kamera obscura juga digunakan untuk memeriksa
keakuratan navigasi perangkat radio. Begitulah penciptaan kamera obscura yang dicapai
al-Haitham mampu mengubah peradaban dunia.

Peradaban dunia modern tentu sangat berutang budi kepada al-Haitham, yang selama
hidupnya telah menulis lebih dari 200 karya ilmiah. Semua didedikasikannya untuk
kemajuan peradaban manusia.Sayangnya, umat Muslim lebih terpesona pada
pencapaian teknologi Barat, sehingga kurang menghargai dan mengapresiasi pencapaian
yang telah dilakukan oleh para ilmuwan Muslim.

Secara serius al-Haitham mengkaji dan mempelajari seluk-beluk ilmu optik. Beragam
teori tentang ilmu optik telah dilahirkan dan dicetuskannya. Dialah orang pertama yang
menulis dan menemukan pelbagai data penting mengenai cahaya. Dalam salah satu
kitab yang ditulisnya, Alhazen - begitu dunia Barat menyebutnya - juga menjelaskan
tentang ragam cahaya yang muncul saat matahari terbenam. Al-Haitham pun
mencetuskan teori tentang berbagai macam fenomena fisik seperti bayangan, gerhana,
dan juga pelangi.

27
B. Menggambar Diagram Mata Secara Detail

Keberhasilan lainnya yang terbilang fenomenal adalah kemampuannya menggambarkan indra


penglihatan manusia secara detail. Tak heran, jika 'Bapak Optik' dunia itu mampu memecahkan
rekor sebagai orang pertama yang menggambarkan seluruh detil bagian indra pengelihatan
manusia. Hebatnya lagi, al-Haitham mampu menjelaskan secara ilmiah proses bagaimana
manusia bisa melihat. Teori yang dilahirkannya juga mampu mematahkan teori penglihatan
yang diajukan dua ilmuwan Yunani, Ptolemy dan Euclid. Kedua ilmuwan ini menyatakan
bahwa manusia bisa melihat karena ada cahaya keluar dari mata yang mengenai objek. Berbeda
dengan keduanya, al-Haitham mengoreksi teori ini dengan menyatakan bahwa justru objek yang
dilihatlah yang mengeluarkan cahaya yang kemudian ditangkap mata sehingga bisa terlihat. .

Secara detail, Al-Haitham pun menjelaskan sistem penglihatan mulai dari kinerja syaraf di otak
hingga kinerja mata itu sendiri. Ia juga menjelaskan secara detil bagian dan fungsi mata seperti
konjungtiva, iris, kornea, lensa, dan menjelaskan peranan masing-masing terhadap penglihatan
manusia. Hasil penelitian al-Haitham itu kemudian dikembangkan Ibnu Firnas di Spanyol
dengan membuat kaca mata.

Dalam Bidang Sains Lainnya


Yang lebih menakjubkan ialah Ibnu Haitham telah menemui prinsip isi padu udara sebelum
seorang ilmuwan yang bernama Trricella yang mengetahui perkara itu 500 tahun kemudian.
Ibnu Haitham juga telah menemukan kewujudan tarikan gravitasi sebelum Issaac Newton

28
mengetahuinya. Selain itu, teori Ibnu Haitham mengenai jiwa manusia sebagai satu rentetan
perasaan yang bersambung-sambung secara teratur telah memberikan ilham kepada ilmuwan
barat untuk menghasilkan wayang gambar. Teori beliau telah membawa kepada penemuan film
yang kemudiannya disambung-sambung dan dimainkan kepada para penonton sebagaimana
yang dapat kita lihat pada masa kini.

Dalam Bidang Filsafat


Selain sains, Ibnu Haitham juga banyak menulis mengenai falsafah, logika, metafizika, dan
persoalan yang berkaitan dengan keagamaan. Beliau turut menulis ulasan dan ringkasan
terhadap karya-karya sarjana terdahulu.

Penulisan falsafahnya banyak bertumpu kepada aspek kebenaran dalam masalah yang menjadi
pertikaian. Beliau juga berpendapat bahawa kebenaran hanyalah satu. Oleh sebab itu semua
dakwaan kebenaran wajar diragukan dalam menilai semua pandangan yang telah ada. Jadi,
pandangannya mengenai falsafah, amat menarik untuk disoroti.

Bagi Ibnu Haitham, falsafah tidak boleh dipisahkan daripada matematika, sains, dan ketuhanan.
Ketiga-tiga bidang dan cabang ilmu ini harus dikuasai dan untuk menguasainya seseorang itu
perlu menggunakan masa mudanya dengan sepenuhnya. Apabila umur semakin meningkat,
kekuatan fisik dan mental akan turut mengalami kemerosotan.

Sumbangan Ibnu Haitham

Teori Hukum Pembiasan (fenomena atmosfera)


Selama di Spanyol, Ibnu Haitham melakukan beberapa penyelidikan dan percobaan ilmiah
berhubungan dengan bidang optik. Penemuannya yang terkenal ialah “hukum pembiasan”, yaitu
hukum fisika yang menyatakan bahwa sudut pembiasan dalam pancaran cahaya sama dengan
sudut masuk. Menurut pengamatan Ibnu Haitham, beliau berpendapat bahwa cahaya merah di
kaki langit di waktu pagi (fajar) bermula ketika matahari berada di 19 derajat di bawah kaki
langit. Sementara cahaya warna merah di kaki langit di waktu senja (syuruk) akan hilang
apabila matahari berada 19 derajat di bawah kaki langit selepas jatuhnya matahari. Dalam fisika
moden, hukum ini dikenali dengan nama “hukum pembiasan Snell” yang bersempena nama ahli

29
fisika Belanda, Willebrord van Roijen Snell.

Teori Penglihatan (optik)


Dengan menggunakan kaedah matematik
dan moden fizik yang baik beliau dapat membuat eksperimen yang teliti, Ibnu Haitham telah
meletakkan optik pada batu asas yang kukuh. Beliau telah menggabungkan teori dan
eksperimen dalam penyelidikannya. Dalam penyelidikan, beliau telah mengkaji gerakan cahaya,
ciri-ciri bayang dan imej dan banyak lagi fenomena optik yang penting. Beliau telah menolak
teori Ptolemy dan Euclid yang mengatakan bahwa manusia melihat benda melalui pancaran
cahaya yang keluar dari matanya. Tetapi menurut Ibnu Haitham, bukan mata yang memberikan
cahaya tetapi benda yang dilihat itulah yang memantulkan cahaya ke mata manusia.

Cermin Kanta Cekung Dan Kanta Cembung


Ibnu Haitham telah menggunakan mesin lathe (larik) untuk membuat cermin kanta cekung dan
kanta cembung untuk penyelidikannya. Dengan ini beliau telah mengkaji tentang cermin sfera
dan cermin parabolik. Beliau mengkaji Aberasi Sfera dan memahami bahwa dalam cermin
parabola kesemua cahaya dapat tertumpu pada satu titik.

Teori Biasan Cahaya


Teori ini agak mengagumkan, beliau telah menggunakan segi empat halatuju pada permukaan
biasan beberapa abad sebelum Isaac Newton memperkenalkannya di dunia Barat. Beliau juga
percaya kepada prinsip masa tersingkat bagi rentasan cahaya (Prinsip Fermat).

Ahli Bidang Filsafah


Ibnu Haitham telah disenaraikan diantara salah seorang ahli falsafah Aristo. Dikalangannya
adalah sahabat beliau yaitu Ibnu Sina dan al-Biruni. Ibnu Haitham mendahului Kant lebih tujuh
abad lamanya. Teori yang dilebalkan dari Kant sebenarnya datang dari beliau yaitu: “bahwa
untuk mencapai kebenaran hendaklah dengan mengetahui pendapat-pendapat yang berunsur
kepada kenyataan yang dapat digambarkan dengan akal rasional”.

Bidang Astronomi
Beliau melanjutkan pendapat ilmuwan Yunani tentang proses pengubahan langit abstrak
menjadi benda-benda padat. Dalam karya astronominya, beliau melukis gerakan planet-plenet,

30
tidak hanya dalam terma eksentrik dan episiklus, tetapi juga dalam satu model fizik.
Pendapatnya banya mempengaruhi Dunia Pemikiran Barat pada zaman Johannes Kepler. Tiga
abad kemudian karya ini ditukar dalam bentuk ikhtisar oleh astronomi muslim yaitu Nasiruddin
at-Tusi.

Bidang Fisika
Dalam bidang fisika Ibnu Haitham telah mengkaji tentang gerakan yang membawa beliau
menemui prinsip intersia dan statik. Beliau telah mengasaskan dan menjadikan optik menjadi
satu sains baru. Banyak kajian beliau telah mendahului dan diikuti oleh Francis Bacon,Leonardo
da Vinci, dan Johannes Kepler.

Karya

Ibnu Haitham membuktikan pandangannya apabila beliau begitu bergairah dalam mencari dan
mendalami ilmu pengetahuan pada masa mudanya, sehingga kini beliau berjaya menghasilkan
banyak buku dan makalah. Buku-buku karyanya antara lain:

-Al'Jami' fi Usul al'Hisab, yang mengandungi teori-teori ilmu metametika dan metametika
penganalisaannya;
-Kitab al-Tahlil wa al'Tarkib, mengenai ilmu geometri;
-Kitab Tahlil ai'masa^il al 'Adadiyah, tentang algebra;
-Maqalah fi Istikhraj Simat al'Qiblah, yang mengupas tentang arah kiblat bagi segenap
rantau;
-Maqalah fima Tad'u llaih, mengenai penggunaan geometri dalam urusan hukum syarak
-Risalah fi Sina'at al-Syi'r, mengenai teknik penulisan puisi.
Sumbangan Ibnu Haitham kepada ilmu sains dan falsafah amat banyak. Kerana itulah Ibnu
Haitham dikenal sebagai seorang yang miskin dari segi material tetapi kaya dengan ilmu
pengetahuan. Beberapa pandangan dan pendapatnya masih relevan, hingga saat ini.

Walau bagaimanapun sebahagian karyanya lagi telah "dicuri" oleh ilmuwan Barat tanpa
memberikan penghargaan yang patut kepada beliau. Tapi sesungguhnya, barat patut berterima
kasih kepada Ibnu Haitham dan para sarjana Islam karena tanpa mereka kemungkinan dunia
Eropa masih diselubungi kegelapan.

31
Kajian Ibnu Haitham telah menyediakan landasan kepada perkembangan ilmu sains dan pada
masa yang sama tulisannya mengenai falsafah telah membuktikan keaslian pemikiran sarjana
Islam dalam bidang ilmu tersebut yang tidak lagi terbelenggu oleh pemikiran filsafat Yunani.

Ibnu Haitham dihargai sebagai ilmuwan optika terbesar sepanjang abad, sejajar dengan
Ptolemeus dan Witelo yang menjadi perintis ilmu optika dunia. Berkat pemikiran-pemikirannya
lah maka ilmu optika mencapai taraf kemajuan yang mencengangkan. Terutama di abad
milenium, ketika benda-benda optika tak terpisahkan dari kebutuhan hidup manusia modern.
Ibnu Haitham meninggal di Kairo, Mesir, pada tahun 1039.

32
6. TSABIT IBNU QURRA

Tsabit Bin Qurrah atau Abul Hasan Tsabit bin Qurra’ bin Marwan al-Sabi al-
Harrani, (826 – 18 Februari 901) adalah seorang astronom dan matematikawan dari
Arab, dan dikenal pula sebagai Thebit dalam bahasa Latin.
Tsabit Bin Qurrah lahir di kota Harran, Turki. Tsabit menempuh pendidikan di Baitul
Hikmah di Baghdad atas ajakan Muhammad ibn Musa ibn Shakir. Tsabit
menerjemahkan buku Euclid yang berjudul Elements dan buku Ptolemy yang berjudul
Geograpia.
Khawarizmi tokoh muslim lainnya sangat kagum dengan kecerdasan,
kejeniusan, dan intelektualitas Tsabit bin Qurrah. Khawarizmi kemudian membawa
Tsabit bin Qurrah ke Baghdad, pusat kerajaan Abbasiyyah, untuk menemui khalifah.
Khalifah sangat tertarik akan kecerdasan dan intelektualitas yang dimiliki Tsabit.
Seperti yang diketahui, khalifah memiliki proyek menerjemahkan buku-buku Yunani.
Tsabit bin Qurrah kemudian dimasukkan ke dalam kelompok penerjemah dalam Baitul
Hikmah.

Setelah menamatkan pendidikannya, dia sempat kembali ke kota kelahirannya Harran. Sayangnya, dia
harus berhadapan dengan pengadilan lantaran pemikirannya yang dianggap berbahaya. Guna menghindari
hukuman, Thabit meninggalkan Harran dan diangkat menjadi astronom pengadilan di Baghdad. Thabit
pun mendapatkan perlindungan dari Khalifah Al-Mu’tadid salah seorang khalifah Abbasiyah yang
terkemuka yang memerintah pada tahun 892–902 M karena beliau sudah mengetahui kemampuannya
dalam berbagai bidang termasuk bidang astronomi.

33
Tsabit Bin Qurrah banyak melakukan penerjemahan karya-karya ilmuwan Barat seperti Apollonius,
Archimedes, Euclid, dan Ptolemy. Meski bertugas untuk menerjemahkan karya-karya besar Thabit bin
Qurrah memainkan peran penting dalam penemuan hitungan integral, geometri analitik, kalkulus, dalil
trigonometri lingkaran, konsep angka-angka riil dan mengusulkan beberapa teori yang mengarah ke
pembangunan non-Euclidean geometri.
Salah satu karya Thabit yang fenomenal di bidang geometri adalah bukunya yang berjudul The
Composition of Ratios ( Komposisi rasio). Dalam buku tersebut, Thabit mengaplikasikan antara
aritmatika dengan rasio kuantitas geometri. Pemikiran ini, jauh melampaui penemuan ilmuwan Yunani
kuno dalam bidang geometri. Sebagai ahli astronomi, Tsabit mengatakan bahwa gerakan planet-planet itu
memengaruhi gelombang bumi. Gelombang bumi terjadi 26 tahun sekali. Sejak 5.000 tahun yang lalu,
para ahli perbintangan Mesir telah menemukan sebuah bintang yang mendekat ke kutub utara, yang
disebut dengan Alfa Al-Tanim. Tahun 2.100 M nanti, bintang tersebut akan menjauhi kutub utara. Baru
nanti pada 14.000 M, akan muncul bintang utara lagi yang bernama al-Nasr. Bintang ini merupakan
bintang utara yang paling terang. Tsabit menentukan garis lintang dengan mengukur naiknya lintang
kutub. Ia mendapatkan ukuran dua lintang utara dan selatan sepanjang 56 mil. Berkaitan dengan luas
bumi, dia menggunakan garis bujur dan lintang yang memberi inspirasi kepada para pelaut, seperti
Colombus, untuk melakukan pelayaran keliling dunia.
Penemuannya yang tak kalah penting adalah adalah jam matahari (Mazawil al-Syamsiyah), karena
menggunakan sinar matahari untuk menghitung perbedaan waktu, dan menentukan waktu salat. dengan
cara menancapkan sepotong kayu atau seseorang berdiri di bawah terik matahari. Apabila bayangan kayu
atau orang tersebut, condong kea rah barat sedikit, berarti sudah menunjukkan datangnya waktu zuhur.
Bayangan kayu atau orang tersebut tidak akan nampak, saat matahari tepat berada di atasnya ketika
berada di titik 33,5 derajat antara lintang utara dan selatan.
Tsabit Bin Qurrah meninggal pada 18 Februari 901 di Baghdad. Meski begitu, jasa dan kontribusinya
dalam beragam ilmu hingga kini masih dikenang.

Karya Tsabit Bin Qurrah


-The composition of Ratios ( Komposisi rasio)
-Concerning the Motion of the Eighth Sphere

-Kitab fi’l-qarastun (Buku Kesimbangan Balok) Salah satu adikaryanya itu telah diterjemahkan ke dalam
bahasa Latin oleh Gherard of Cremona

34
7. JULIS WILHELM RICHARD DEDEKIND

Richard Dedekind adalah ahli matematika Jerman yang kontribusinya paling


penting adalah penemuan apa yang kemudian dikenal sebagai potongan Dedekind. Dia
menyadari bahwa setiap bilangan real r membagi bilangan rasional menjadi dua
himpunan bagian: yang lebih besar dari r dan yang kurang dari r. Ide brilian Dedekind
adalah untuk mewakili bilangan real dengan pembagian rasional seperti itu. Dia juga
memberikan dukungan penting untuk teori himpunan Georg Cantor, yang sangat
kontroversial pada saat itu.

Mulai tahun 1850, Dedekind belajar matematika di Universitas Göttingen pada


saat Carl Gauss, Bernhard Risemann, dan Peter Dirichlet mengajar di sana. Dia
menerima gelar doktor pada tahun 1852 di bawah pengawasan Gauss. Setelah mantra
singkat di Zurich ia menghabiskan sisa hidupnya sebagai profesor di Brunswick
Polytechnikum.

Dalam matematika, pemotongan Dedekind , dinamai menurut


matematikawan Jerman Richard Dedekind, adalah metode pembangunan bilangan real
dari bilangan rasional. Pemotongan Dedekind adalah partisi dari bilangan rasional

35
menjadi dua himpunan A dan B yang tidak kosong, sehingga semua elemen A kurang
dari semua elemen B , dan A tidak mengandung elemen terbesar. Set B mungkin atau
mungkin tidak memiliki elemen terkecil di antara rationsals. Jika B memiliki elemen
terkecil di antara rationals, cut sesuai dengan rasional itu. Jika tidak, potongan itu
mendefinisikan nomor irasional unik yang, secara longgar, mengisi "celah"
antara A dan B. Dengan kata lain, A mengandung setiap bilangan rasional yang lebih
kecil dari yang dipotong, dan B mengandung setiap bilangan rasional yang lebih besar
dari atau sama dengan yang dipotong. Pemotongan irasional disamakan dengan
bilangan irasional yang tidak diatur. Setiap bilangan real, rasional atau tidak, disamakan
dengan satu dan hanya satu potong rationals.
Pemotongan Dedekind dapat digeneralisasi dari bilangan rasional untuk setiap
benar-benar memerintahkan set dengan mendefinisikan Dedekind memotong sebagai
partisi dari benar-benar memerintahkan set menjadi dua bagian non-
kosong A dan B, sehingga A ditutup ke bawah (yang berarti bahwa untuk
semua dalam A , x ≤ a menyiratkan bahwa x berada dalam A juga) dan B ditutup ke atas,
dan A tidak mengandung elemen terbesar. Lihat juga kelengkapan (teori pesanan).
Sangat mudah untuk menunjukkan bahwa pemotongan Dedekind di antara
bilangan real ditentukan secara unik oleh potongan yang sesuai di antara bilangan
rasional. Demikian pula, setiap potongan real identik dengan potongan yang dihasilkan
oleh bilangan real tertentu (yang dapat diidentifikasi sebagai elemen terkecil dari
kumpulan B ). Dengan kata lain, garis bilangan di mana setiap bilangan real
didefinisikan sebagai potongan dedekind dari rasial adalah rangkaian lengkap tanpa
celah lebih lanjut.
Konstruksi serupa dengan yang digunakan oleh pemotongan Dedekind digunakan dalam
Euclid's Elements (buku V, definisi 5) untuk menentukan segmen proporsional.
Matematikawan Jerman. Belajar dari Gauss , Dirichlet di Göttingen University, Profesor
di Braunschweig Institute of Technology pada 1862. Memperkenalkan konsep ide ke
dalam teori bilangan aljabar, membuka permulaan abstrak matematika aljabar ,
mendefinisikan bilangan irasional dengan memotong Dedekind di "bilangan konsekutif
dan irasional" ( 1872), mempelajari fungsi-fungsi aljabar · bilangan-bilangan
asli, Apa dan apa yang seharusnya menjadi apa ”(1888) mendukung teori Cantor

36
yang ditetapkan yang menyarankan peralihan ke teori teori publik. → bilangan
real → Teori Nomor Komponen Terkait.

Di antara kontribusi penting Dedekind lainnya untuk matematika adalah edisi-nya dari
karya dikumpulkan Dirichlet, Gauss, dan Riemann. Studinya tentang karya Dirichlet
mengarah pada studinya sendiri tentang bidang bilangan aljabar, serta pengenalan cita-
citanya. Dalam sebuah makalah bersama dengan Heinrich Weber yang diterbitkan pada
tahun 1882, ia menerapkan teori cita-citanya pada teori permukaan Riemann. Ini
memberikan hasil yang kuat seperti bukti aljabar murni dari teorema Riemann-Roch.

Karya Dedekind diterima dengan cepat, sebagian karena kejelasan yang


digunakannya untuk menyampaikan gagasannya. Gagasan Dedekind tentang cita-cita
diambil dan dikembangkan oleh Hilbert dan kemudian oleh Emmy Noether. Hal ini
menyebabkan faktorisasi unik bilangan bulat menjadi kekuatan bilangan prima untuk
digeneralisasikan ke cita-cita di cincin lain.

Pada 1879 Dedekind menerbitkan Über die Theorie der ganzen algebraischen
Zahlen, yang sekali lagi memiliki pengaruh besar pada dasar matematika. Dalam buku
itu Dedekind menyajikan teori angka dan induksi lengkap, menyajikan konsepsi
pokoknya tentang esensi aritmatika, dan membahas peran sistem bilangan real yang
lengkap dalam geometri dalam masalah kontinuitas ruang.

37
PENUTUP

a. Kesimpulan

Terdapat banyak tokoh tokoh matematika, dari tugas kliping ini saya
mengetahui 7 tokoh matematika diantaranya : thales, phytagoras, carl
friedrich gauss, omar khayam, ibnu al-haitham, julies wilhelm richard
dedekind, tsabit ibnu qurra.

b. Saran

Dari hasil tugas kliping mengenai tokoh ini saya menyarankan untuk
para pembaca agar lebih mengetahui lagi bagaimana biografi tokoh – tokoh
matematika. Karena menarik sekali ketika saya mencari tahu dan
membacanya.

38
DAFTAR PUSTAKA

1. http://arti-definisi-pengertian.info/mengenal-julius-wilhelm-richard-
dedekind-1831-1916/
2. https://www.biografiku.com/biografi-ibnu-al-haitham/
3. https://id.wikipedia.org/wiki/Thales
4. https://biografi-tokoh-ternama.blogspot.com/2014/09/biografi-thales-
filsuf-dari-miletos.html
5. https://www.biografiku.com/biografi-carl-friedrich-gauss/
6. https://www.famousscientists.org/omar-khayyam/
7. https://id.wikipedia.org/wiki/Umar_Khayy%C4%81m

39
40
41