You are on page 1of 3

ANALISIS KRITIS

ARTIKEL ILMIAH MATAKULIAH


PERENCANAAN STRATEGIK PENDIDIKAN
---------------------------------------------------------------------------------------------------

Nama Mahasiswa : Machrus Salim


NIM : 18711006
Kelas : MPI-1 / A
Program Studi : Magister Manajemen Pendidikan Islam
Pascasarjana, UIN Maliki Malang
Topik yang Dipelajari : Implementasi Kurikulum Multikultural
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

• BIBLIOGRAFI
Sutjipto, Sutjipto & Budi Wibowo, Udik & Dwi Hastutiningsih, Arum. (2017).
Implementasi Kurikulum Multikultural Di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan dan
Kebudayaan. 2. 1. 10.24832/jpnk. v2i1.618.

• TUJUAN PENULISAN ARTIKEL


Tujuan penelitian ini adalah mengkaji fakta empiris bagaimana implementasi
kurikulum multikultural di sekolah dasar berdasarkan lima dimensi yang harus ada,
yakni:
Pertama, adanya integrasi isi dalam kurikulum (content integration) yang melibatkan
keragaman dalam satu kultur pendidikan yang tujuan utamanya adalah menghapus
prasangka. Kedua, konstruksi ilmu pengetahuan (knowledge construction) yang
diwujudkan dengan mengetahui dan memahami secara komprehensif keragaman yang
ada. Ketiga, pengurangan prasangka (prejudice reduction) yang lahir dari interaksi
antarkeragaman dalam kultur pendidikan. Keempat, pedagogik equitas/kesetaraan
(equity pedagogy) yang memberi ruang dan kesempatan yang sama kepada setiap
elemen yang beragam. Kelima, pemberdayaan budaya sekolah (empowering school
culture). Hal yang kelima ini adalah tujuan dari pendidikan multikultural, yaitu agar
sekolah menjadi elemen pengentas sosial (transformasi sosial) dari struktur masyarakat
yang timpang menjadi struktur yang berkeadilan.

• METODE
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data utama
dikumpulkan dengan diskusi kelompok terpumpun dan observasi sekolah. Teknik
analisis data menggunakan statistik deskriptif, yaitu penggambaran data dengan pola
deskripsi atau telaah.
Populasi dari penelitian ini adalah guru, tenaga kependidikan, dan siswa. Sampel
penelitian didasarkan atas purposive sampling dengan penetapan sampel secara
nonprobability (pengambilan sampel tidak dipilih secara acak) sampel.

• FAKTA UNIK
Multikultural secara substantif dalam konteks keindonesiaan bukan suatu hal baru.
Sebab, sangat disadari bahwa Indonesia memiliki keragaman budaya, etnis, ras, dan
agama. Sehingga, secara sederhana bangsa Indonesia adalah bangsa yang multikultural.
Ini adalah sebuah fakta yang tidak bisa dimungkiri.
Pendidikan multikultural menjadi sangat penting untuk memahami perbedaan yang ada
dalam masyarakat sebagai upaya untuk mengeliminasi munculnya konflik sosial
sebagai akibat ketidakpahaman terhadap kemajemukan dan heterogenitas tersebut.
Pendidikan, apapun bentuknya, tidak boleh kehilangan demensi multikulturalnya,
termasuk di dalamnya pendidikan keagamaan dan keilmuan, karena realitas dalam
kehidupan pada hakikatnya bersifat multidimensional.

• KELEBIHAN DAN KEKURANGAN


• Kelebihan artikel
1. Subtansi/tema yang diangkat cukup menarik jika melihat fenomena akhir-akhir ini
yang terjadi di bangsa indonesia, banyak timbulnya konflik baik
mengatasnamakan agama, suku, ras dan budaya.
2. Penelitian dilakukan disekolah dasar yang bisa dibilang tempat/pondasi awal
mengukir karakter seorang siswa.
3. Teori-teori yang disajikan cukup relefan jika diimplentasikan dinegara indonesia.

• Kekurangan Artikel
1. Contoh rujukan dalam pendahuluan lebih mengarah ke bangsa lain bukan contoh
kongkrit dibangsa ini.
2. Objek penelitian kurang lengkap salah satunya guru yang dijadikan responden.
3. Dalam pengambilan Data Peneliti tidak melibatkan stakeholder, sebab output dari
SDM dalam dunia pendidikan akan digunakan oleh stakeholder (pemangku
kepentingan)

• PERTANYAAN YANG MUNCUL


1. Mengapa Peneliti tidak mendasarkan penelitiannya kepada Probablity Sampling?
2. Mengapa peneliti tidak memilih komunitas perguruan tinggi yang notabennya
dihuni oleh berbagai suku, bangsa dan agama?
• KONSEP YANG RELEVAN DENGAN TOPIK YANG DIPELAJARI
Berbagai konsep yang relevan dengan multikulturalisme antara lain adalah demokrasi,
keadilan dan hukum, nilai-nilai budaya dan etos, kebersamaan dalam perbedaan yang
sederajat, sukubangsa, kesukubangsaan, kebudayaan sukubangsa, keyakinan
keagamaan, ungkapan-ungkapan budaya, domain privat dan publik, HAM (Hak Asasi
Manusia), hak budaya komuniti.

• REFLEKSI DIRI
Setelah membaca dan menelaah penelitian ini, saya menjadi lebih mengerti lima
dimensi implementasi kurikulum multikultural dalam dunia pendidikan, artinya kelima
hal tersebut jika sudah di jalankan dengan sistematis maka sekolah sudah
mencerminkan kehidupan yang sesungguhya, yaitu bersatu dalam keberagaman dan
beragam dalam kesatuan.