You are on page 1of 4

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Hasil
3.1.1 Gambaran Lokasi Pengambilan Data
a. Letak Puskesmas Jambon
b. Sarana Puskesmas Jambon
c. Jumlah Ketenagaan Kerja
d. Unit Pelayanan yang Tersedia
e. Bagan Struktur Organisasi
3.1.2 Karakteristik Partisipan
Peneliti telah melakukan asuhan keperawatan pada klien yang bernama
Tn. J usia 60 tahun, jenis kelamin laki-laki, klien merupakan seorang
kepala rumah tangga tinggal di desa Jambon kecamatan A kabupaten B.
Klien kooperatif, klien sudah menjalani perawatan. Tinggal serumah
dengan keluarga ( istri ke empat dengan dua orang anak). Diagnosa
klien adalah Skizofrenia dengan Halusinasi Penglihatan. Keadaan ini
sesuai dengan kriteria klien yang diberikan intervensi keperawatan SP 1
sampai SP 4 klien dan keluarga.
3.1.3 Pengkajian
a. Identitas Klien
Pada studi kasus ini nama klien Tn.J umur 60 tahun seorang laki-
laki berstatus sebagai kepala rumah tangga. Klien beragama islam
pekerjaan klien serabutan. Pendidikan klien tidak tamat sekolah
dasar. Diagnosa medis klien Skizofrenia dengan halusinasi
penglihatan. Pengkajian pada tanggal 13 Februari 2019.
b. Alasan Masuk
Klien dan keluarga mengatakan kontrol karena pasien kambuh,
gelisah, tidak bisa tidur karena pikiran kemana-mana.
c. Faktor Predisposisi
Keluarga mengatakan tidak ada anggota keluarga lainnya yang
mengalami sakit jiwa. Pasien mengatakan sudah 10 tahun
mengalami halusinasi. Pasien memiliki empat orang istri yang
tinggal terpisah jarak jauh. Dan sekarang pasien tinggal bersama
istri ke empat dan dua anaknya. Pasien mengatakan ingin
berkumpul dengan ke empat istrinya dan menafkahi baik lahir
maupun batin. Tapi pasien tidak mampu. Karena istri ke empat yang
sering cemburu dan karena masalah ekonomi. Keluarga pasien
mengatakan pengobatan selama 10 tahun namun juga sering
kambuh.
d. Status Mental
Persepsi : Penglihatan
Data subjektif ditemukan pasien mengatakan sering melihat
bayangan-bayangan masa lalu dengan istri-istrinya. Semua apa yang
dilakukan istrinya pasien bisa melihatnya. Bayangan itu muncul
kurang lebih 3-5 x sehari. Pasien mengatakan bayangan itu ada
kalanya menyenangkan ada kalanya menyedihkan. Pasien
mengatakan bayangan itu muncul ketika pasien melamun, tidak
melakukan kegiatan, di malam hari. Karena bayangan itu pasien
mengatakan tidak bisa tidur, nafsu makan berkurang dan merasa
mual-muntah serta kepala migrain ketika bangun tidur. Pasien juga
merasa gelisah dan terus kepikiran. Selama pengkajian, pasien
mengatakan jika tidak di ajak bicara selama lima menit bayanagan
itu sudah mau muncul. Data objektif yang didapatkan dari
pengamatan terhadap klien, pasien tampak linglung tidak
mengedipkan mata ketika diajak bicara tentang halusinasinya.
Pasien tampak mata tidak fokus, sering mengedipkan mata namun
ketika dibiarkan selama lima menit dan tidak diajak bicara pasien
tampak melamun. Konjungtiva pasien juga tampak pucat.
Evaluasi pre intervensi kemampuan klien mengontrol halusinasi 7
(sedang). Sedangkan kemampuan keluarga merawat klien 7
(cukup).
e. Aspek Medik
Diagnosa Medik :
Terapi Medik :
3.1.4 Diagnosa Keperawatan
Peneliti mendapatkan data subjektif pasien mengatakan sering melihat
bayangan-bayangan masa lalu dengan istri-istrinya. Semua apa yang
dilakukan istrinya pasien bisa melihatnya. Bayangan itu muncul kurang
lebih 3-5 x sehari. Pasien mengatakan bayangan itu ada kalanya
menyenangkan ada kalanya menyedihkan. Pasien mengatakan
bayangan itu muncul ketika pasien melamun, tidak melakukan kegiatan,
di malam hari. Karena bayangan itu pasien mengatakan tidak bisa tidur,
nafsu makan berkurang dan merasa mual-muntah serta kepala migrain
ketika bangun tidur. Pasien juga merasa gelisah dan terus kepikiran.
Selama pengkajian, pasien mengatakan jika tidak di ajak bicara selama
lima menit bayanagan itu sudah mau muncul.
Peneliti juga mendapatkan data objektif. Data objektif yang didapatkan
dari pengamatan terhadap klien, pasien tampak linglung tidak
mengedipkan mata ketika diajak bicara tentang halusinasinya. Pasien
tampak mata tidak fokus, sering mengedipkan mata namun ketika
dibiarkan selama lima menit dan tidak diajak bicara pasien tampak
melamun. Konjungtiva pasien juga tampak pucat.
Evaluasi pre intervensi kemampuan klien mengontrol halusinasi 7
(sedang). Sedangkan kemampuan keluarga merawat klien 7 (cukup).
Terapi medik pasien rawat jalan......
3.1.5 Perencanaan Keperawatan
Pada Tn.J telah dilakukan intervensi mengontrol halusinasi dengan
tindakan BHSP dan strategi pelaksanaan 1 sampai 4 bertujuan agar
klien mampu BHSP, mengenali isi halusinasi, mampu menghardik,
minum obat sesuai dengan program pengobatan, bercakap-cakap
dengan orang lain dan melakukan aktivitas harian yang terjadwal
sehngga mampu mengontrol halusinasinya.
Pengukuran indikator menggunakan lembar observasi kemampuan
mengontrol halusinasi dengan nilai skor 7 (sedang). Intervensi
diberikan selama 7x pertemuan dengan tiap harinya melaksanakan SP
yang berbeda diantaranya :
Hari pertama BHSP dan melakukan SP 1 mengenal halusinasi dan
menghardik halusinasi. Hari ke dua melakukan SP 2 mengontrol
halusinasi dengan minum obat. Hari ke tiga melakukan SP 3
mengontrol halusinasi bercakap-cakap dengan orang lain. Hari ke
empat melakukan Sp 4 mengontrol halusinasi dengan melakukan
aktivitas sesuai jadwal harian.
Semua kegiatan tersebut memerlukan pendampingan dari keluarga
sebagai system pendukung dan kesembuhan klien.
3.1.6 Implementasi Keperawatan
Implementasi yang dilakukan yaitu melaksanakan hari pertama BHSP
dan SP 1. Hari ke dua melaksanakan SP 2. Hari ke tiga melaksanakan
SP 3. Hari ke empat melaksanakan SP 4. Hari ke lima melaksanakan
evaluasi SP 1 dan Sp 2. Hari ke enam melaksanakan evaluasi SP 3 dan
SP 4. Hari ke tujuh melaksanakan evaluasi SP 1 sampai SP 4.
Latihan dilakukan sejak hari pertama di rumah klien pada tanggal 13-
19 Februari 2018 serta melibatkan peran keluarga saat melakukan
kegiatan tersebut. Karena klien kooperatif dan sudah pernah menjalani
perawatan dan di dampingi keluarga, saat melakukan kegiatan
mendapatkan hasil yang baik dengan klien mampu mengontrol
halusinasinya dan keluarga mampu merawat klien dengan lebih baik
hingga masalah tercapai.
3.1.7 Evaluasi Keperawatan

3.2