You are on page 1of 23

Fajar Setiawan Modul 5 (Motor Bakar)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Bahan bakar adalah zat yang sangat dibutuhkan untuk pembakaran diruang
pembakaran ( combustion chamber ) pada setiap jenis mesin. Kondisi
bahan bakar dan sistem bahan bakar yang dimiliki oleh sebuah mesin akan
mempengaruhi performa mesin itu sendiri.Bahan bakar yang banyak
digunakan untuk menghasilkan pembakaran dalam sebuah mesin adalah
bensin.

Bensin merupakan salah satu produk yang dihasilkan dari penyulingan


minyak bumi ( petroleum/crude oil ). Kemampuannya yang mudah terbakar
menjadikan bensin lebih efektif dibandingkan bahan bakar lainnya.

Sistem bahan bakar berfungsi untuk mencampur udara dengan


bahan bakar dan mengirim campuran tersebut dalam bentuk kabut ke
ruang bakar untuk dibakar. Cara pemasukan campuran udara danbahan bakar
ke ruang bakar dapat dibedakan menjadi dua macam. Cara pertama, campuran
udara dan bahan bakar masuk ke ruang bakar dengan cara dihisap, dan cara
kedua dengan cara diinjeksikan.

Cara pemasukan campuran bensin dan udara secara penghisapandisebut


sistem bahan bakar konvensional (karburasi). Bensin dapat sampai
kekarburator dengan bantuan sistem penyaluran bahan bakar. Umumnya,
bagian- bagian utama sistem penyaluran bahan bakar motor bensin sistem kar
burasi tersdiri atas tangki bahan bakar, saluran/pipa bahan bakar, saringan
bahan bakar, pompa bahan bakar, dan karburator.

1.2. Tujuan

Dalam proses percobaan pengujian motor bakar adalah: untuk


membandingkan, menganalisa dan mengevaluasi dari teori dengan praktis
tentang performance dan karakteristik yang dapat digambarkan dalam grafik

Lab.Prestasi Mesin 1
Fajar Setiawan Modul 5 (Motor Bakar)

sebagai petunjuk yang lebih mudah dipahami untuk setiap gejala perubahan
dan akibat yang terlihat dalam sistem motor bakar.

Selain itu untuk menghitung: Daya mesin efektif, tekanan efektif rata-rata,
pemakaian bahan bakar spesifik, efisiensi thermis, dan momen puntir.

1.3. Metodologi Pelaksanaan Percobaan

Percobaan pengujian motor bakar yang dilaksanakan ada dua macam:

1.3.1. Pengujian pada kecepatan berubah

1.3.2. Pengujian pada kecepatan tetap

1.3.1. Pengujian Pada Kecepatan Berubah

Pengujian pada kecepatan berubah dimaksudkan untuk


memperoleh daya efektif dari mesin pada tiap tingkat kecepatannya
(batas disesuaikan pada tabel).

1.3.2. Pengujian Pada Kecepatan Tetap

Pada pengujian ini dilakukan dengan mengatur beban yang


diberikan, dimana dalam pengujian diharapkan putaran mesin dijaga
tetap.

1.4. Sistematika Penulisan

Untuk memudahkan penulisan praktikum motor bakar ini maka penulis


telah membuat sistem pembahasan dalam bentuk bab-bab serta sub bab sebagai
berikut:

Bab I : Merupakan Pendahuluan yang terdiri dari latar belakang, tujuan


percobaan, metodologi pelaksanaan percobaan dan sistematika
penulisan.

Bab II : Merupakan Teori Dasar

Lab.Prestasi Mesin 2
Fajar Setiawan Modul 5 (Motor Bakar)

Bab III : Merupakan Data Percobaan dan Perhitungan

Bab IV : Merupakan Analisa dan Kesimpulan

Lab.Prestasi Mesin 3
Fajar Setiawan Modul 5 (Motor Bakar)

BAB II

TEORI DASAR

2.1. Pengertian Motor Bakar

Motor bakar adalah suatu perangkat/mesin yang merubah energi kimia


(bahan bakar) menjadi energi panas, yang kemudia mengubah energi
termal/panas menjadi energi mekanik.

2.2. Klasifikasi Motor Bakar

Motor bakar atau thermal engine ini ada beberapa macam yang sudah
pernah diciptakan, energi ini dapat diperoleh dari proses pembakaran yang
terbagi. Motor bakar dapat diklasifikasikan menjadi 2 (dua) macam. Adapun
pengklasifikasian motor bakar adalah sebagai berikut:

2.2.1. Berdasar Sistem Pembakarannya

2.2.1.1. Motor bakar pembakaran luar

yaitu suatu mesin yang mempunyai sistim pembakaran yang terjadi diluar
dari mesin itu sendiri. Misalnya mesin uap dimana energi thermal dari hasil
pembakaran dipindahkan kedalam fluida kerja mesin. Pembakaran air pada
ketel uap menghasilkan uap kemudian uap tersebut baru dimasukkan kedalam
sistim kerja mesin untuk mendapatkan tenaga mekanik.

Gambar.2.2.1.1.a. External combustion engine

Lab.Prestasi Mesin 4
Fajar Setiawan Modul 5 (Motor Bakar)

Berikut ini adalah beberapa contoh mesin yang menggunakan external


combustion engine :

 Mesin nuklir turbin

 Mesin nuklir

 Mesin uap

 Mesin turbin uap

Mesin uap yang merupakan external combustion engine biasa digunakan


pada kereta api yang bertenaga uap. Tetapi sekarang ini kereta api jenis ini
mulai ditinggalkan karena kurang efisien,

Gambar.2.2.1.1.b. Motor Pembakaran Luar

Hal-hal yang dimiliki pada mesin pembakaran luar yaitu :

a. Dapat memakai semua bentuk bahan bakar.

b. Dapat memakai bahan bakar bermutu rendah.

c. Cocok untuk melayani beban-beban besar dalam satu poros.

d. Lebih cocok dipakai untuk daya tinggi.

Contoh mesin pembakaran luar yaitu pesawat tenaga uap, pelaksanaan


pembakaran bahan bakar dilakukan diluar mesin.

Lab.Prestasi Mesin 5
Fajar Setiawan Modul 5 (Motor Bakar)

2.2.1.2. Motor pembakaran dalam

Pada umumnya motor pembakaran dalam dikenal dengan motor


bakar. Proses pembakaran bahan bakar terjadi didalam mesin itu sendiri
sehingga gas hasil pembakaran berfungsi sekaligus sebagai fluida kerja
mesin. Motor bakar itu sendiri dibagi menjadi beberapa macam
berdasarkan sistim yang dipakai, yaitu motor bakar torak, motor bakar
turbin gas, dan motor bakar propulsi pancar gas. Untuk motor bakar torak
dibagi atas 2 (dua) macam, yaitu motor bensin dan motor diesel. Menurut
langkah kerjanya motor bakar dibagi menjadi mesin dengan proses dua
langkah dan mesin dengan proses empat langkah.

Berikut ini adalah gambar prinsip pengubahan tenaga para motor


bakar internal combustion engine, dimana ada udara yang masuk dan akan
bercampur dengan bahan bakar. Kemudian campuran udara dan bahan
bakar ini akan masuk ke dalam suatu ruangan dan diledakkan. Sehingga
akan menimbulan suatu ledakan dan menghasilkan suatu tenaga dorong
yang membuat piston bergerak turun. Tenaga ini akan dirubah oleh
sistem-sistem yang ada pada kendaraan sehingga kendaraan tersebut dapat
berjalan

Gambar.2.2.1.2. internal combustion engine

Lab.Prestasi Mesin 6
Fajar Setiawan Modul 5 (Motor Bakar)

Hal-hal yang dimiliki pada mesin pembakaran dalam yaitu :

a. Pemakian bahan bakar irit


b. Berat tiap satuan tenaga mekanis lebih kecil
c. Kontruksi lebih sederhana, karena tidak memerlukan ketel uap,
kondesor, dan sebagainya.
Pada umumnya mesin pembakaran dalam dikenal dengan nama motor
bakar.

2.2.2. Berdasar Sistem Penyalaan

2.2.2.1. Motor bensin

Motor bensin dapat juga disebut sebagai motor otto. Motor tersebut
dilengkapi dengan busi dan karburator. Busi menghasilkan loncatan bunga
api listrik yang membakar campuran bahan bakar dan udara karena motor
ini cenderung disebut spark ignition engine. Pembakaran bahan bakar
dengan udara ini menghasilkan daya. Di dalam siklus otto (siklus ideal)
pembakaran tersebut dimisalkan sebagai pemasukan panas pada volume
konstan.

Sementara itu penemu dari mesin bensi adalah Karl Benz yang
memiliki nama lengkap Karl Friedrich Benz, mesin bensin ini
menggunakan bahan bakar bensin, di Indonesia dikenal dengan Premium,
Pertamax. Mesin bensin dibagi lagi menjadi beberapa macam, misal saja
berdasarkan jumlah langkahnya dalam satu siklus maka mesin bensin
dapat dibagi menjadi motor 4 tak (4 langkah), motor 2 tak (langkah) dan
motor wankle.

2.2.2.2. Motor diesel

Lab.Prestasi Mesin 7
Fajar Setiawan Modul 5 (Motor Bakar)

Gambar.2.2.2.2. Motor Diesel

Motor diesel adalah motor bakar torak yang berbeda dengan motor
bensin. Proses penyalaannya bukan menggunakan loncatan bunga api
listrik. Pada waktu torak hampir mencapai titik TMA bahan bakar
disemprotkan ke dalam ruang bakar. Terjadilah pembakaran pada ruang
bakar pada saat udara udara dalam silinder sudah bertemperatur tinggi.
Persyaratan ini dapat terpenuhi apabila perbandingan kompresi yang
digunakan cukup tinggi.

Penemu dari mesin diesel adalah Rudolf Chirstian Karl Diesel atau
yang sering disebut dengan Rudolf Diesel. Mesin diesel ini berbahan bakar
solar, dikatakan mesin diesel dikarenakan untuk mengenang jasa
penemunya yaitu Rudolf Diesel. Mesin diesel sedikit berbeda dengan
mesin bensin, tetapi prinsip kerjanya hampir sama.

2.3. Internal Combustion Engine (Motor Pembakaran Dalam)

Mesin-mesin yang termasuk kedalam motor pembakaran dalam


(Internal Combustion Engine), yaitu:

 motor/mesin bensin

Lab.Prestasi Mesin 8
Fajar Setiawan Modul 5 (Motor Bakar)

 mesin/motor diesel
 mesin gas turbin
 mesin roket
 mesin jet
 dan mesin gas
2.3.1. Motor Bensin

2.3.1.1. Motor Bensin 4 Langkah (4 tak)

Four stroke engine adalah sebuah mesin dimana untuk menghasilkan


sebuah tenaga memerlukan 4 proses langkah naik-turun piston, dua kali
rotasi kruk as, dan satu putaran noken as (camshaft).
4 proses tersebut terbagi dalam siklus:

Gambar.2.3.1.1. Mesin Bensin 4 Langkah (4 tak)

a) Langkah Hisap

Dalam langkah ini, campuran bahan bakar dan bensin di hisap ke


dalam silinder.Katup hisap membuka sedangkan katup buang tertutup.
Waktu torak bergerak dari titik mati atas ( TMA ) ke titik mati bawah

Lab.Prestasi Mesin 9
Fajar Setiawan Modul 5 (Motor Bakar)

(TMB), menyebabkan ruang silinder menjadi vakum dan menyebabkan


masuknya campuran udara dan bahan bakar ke dalam silinder yang
disebabkan adanya tekanan udara luar.

Gambar.a. Langkah Hisap

b) Langkah Kompresi

Dalam langkah ini, campuran udara dan bahan bakar dikompresikan.


Katup hisap dan katup buang tertutup. Waktu torak naik dari titik mati
bawah (TMB) ke titik mati atas (TMA), campuran yang dihisap tadi
dikompresikan. Akibatnya tekanan dan temperaturnya akan naik,
sehingga akan
mudah terbakar. Saat inilah percikan api dari busi terjadi . Poros engkol
berputar satu kali ketika torak mencapai titk mati atas ( TMA ).

Lab.Prestasi Mesin 10
Fajar Setiawan Modul 5 (Motor Bakar)

Gambar.b. Langkah Kompresi

c) Langkah Usaha

Dalam langkah ini, mesin menghasilkan tenaga untuk


menggerakkan kendaraan. Saat torak mencapai titik mati atas ( TMA )
pada saat langkah kompresi, busi memberikan loncatan bunga api pada
campuran yang telah dikompresikan. Dengan adanya pembakaran,
kekuatan dari tekanan gas pembakaran yang tinggi mendorong torak ke
bawah. Usaha ini yang menjadi tenaga mesin.

Lab.Prestasi Mesin 11
Fajar Setiawan Modul 5 (Motor Bakar)

Gambar.c. Langkah Usaha

d) Langkah Buang

Dalam langkah ini, gas yang sudah terbakar, akan dibuang ke luar
silinder. Katup buang membuka sedangkan katup hisap tertutup.Waktu
torak bergarak dari titik mati bawah ( TMB ) ke titik mati atas ( TMA ),
mendorong gas bekas keluar dari silinder. Pada saat akhir langkah buang
dan awal langkah hisap kedua katup akan membuka sedikit ( valve
overlap ) yang berfungsi sebagai langkah pembilasan ( campuran udara
dan bahan bakar baru mendorong gas sisa hasil pembakaran ). Ketika
torak mencapai TMA, akan mulai bergerak lagi untuk persiapan langkah
berikutnya, yaitu langkah hisap. Poros engkol telah melakukan 2 putaran
penuh dalam satu siklus yang terdiri dari empat langkah yaitu, 1 langkah
hisap, 1 langkah kompresi, 1 langkah usaha, 1 langkah buang yang
merupakan dasar kerja dari pada mesin empat langkah.

Gbr.d. langkah Buang

Lab.Prestasi Mesin 12
Fajar Setiawan Modul 5 (Motor Bakar)

2.3.1.2. Mesin Bensin 2 Langkah (2 tak)

Mesin 2 tak adalah mesin pembakaran dalam yg dalam satu siklus


pembakaran terjadi dua langkah piston ,berbeda dg putaran 4 tak yg
mempunyai empat langkah piston dalam satu siklus pembakaran ,meskipun
keempat proses (intake ,kompresi ,tenaga ,pembuangan) juga terjadi .

Gambar.2.3.2. Mesin Bensin 2 Langkah (2 tak)

a) langkah isap dan kompresi

Piston bergerak ke atas. Ruang dibawah piston menjadi


vakum/hampa udara, akibatnya udara dan campuran bahan bakar terisap
masuk ke dalam ruang dibawah piston. Sementara dibagian ruang atas
piston terjadi langkah kompresi, sehingga udara dan campuran bahan
bakar yang sudah berada di ruang atas piston suhu dan tekanannya
menjadi naik. Pada saat 10-5 derajat sebelum TMA, busi memercikan
bunga api, sehingga campuran udara dan bahan bakar yang telah naik
temperatur dan tekanannya menjadi terbakar dan meledak.

b) Langkah usaha dan buang

Hasil dari pembakaran tadi membuat piston bergerak ke bawah.


Pada saat piston terdorong ke bawah/bergerak ke bawah, ruang di bawah
piston menjadi dimampatkan/dikompresikan. Sehingga campuran udara
dan bahan bakar yang berada di ruang bawah piston menjadi terdesak

Lab.Prestasi Mesin 13
Fajar Setiawan Modul 5 (Motor Bakar)

keluar dan naik ke ruang diatas piston melalui saluran bilas. Sementara
sisa hasil pembakaran tadi akan terdorong ke luar dan keluar menuju
saluran buang, kemudian menuju knalpot.

2.3.2. Mesin Diesel

Mesin Diesel adalah sejenis mesin pembakaran dalam lebih spesifik lagi,
sebuah mesin pemicu kompresi, dimana bahan bakar dinyalakan oleh suhu
tinggi gas yang dikompresi, dan bukan oleh alat berenergi lain (seperti busi).
Mesin diesel pada kendaraan otomotif seringdigunakan pada mobil-mobil yang
mempunyai kapasitas mesin yang besar, dan juga tenagayang besar

2.3.2.1. Cara Kerja Mesin Diesel

Pada motor diesel yang diisap oleh torak (piston) dan dimasukkan ke
dalam ruang bakar hanya udara melalui katup masuk, yang selanjutnya
udara tersebut dikompresikan sampai mencapai suhu dan tekanan yang
tinggi. Beberapa saat sebelum torak mencapai Titik Mati Atas (TMA)
bahan bakar solar diinjeksikan ke dalam ruang bakar. Dengan suhu dan
tekanan udara dalam silinder yang cukup tinggi maka partikel-partikel
bahan bakar akan menyala dengan sendirinya dan menghasilkan
ledakan yang mendorong piston dan kemudian akan menggerakkan
poros-poros roda pada kendaraan ataupun mesin lainnya. Kekuatan
untuk mendorong piston ini, sederhananya kita sebut dengan “tenaga”.
Kejadian ini berulang-ulang dan tenaga yang muncul itu dimanfaatkan
untuk menggerakkan mobil, generator listrik, dan sebagainya. Agar
bahan bakar solar dapat terbakar sendiri, maka diperlukan rasio kompresi
15-22 dan suhu udara kompresi kira-kira 600ºC.

Meskipun untuk motor diesel tidak diperlukan sistem pengapian


seperti halnya pada motor bensin, namun dalam motor diesel diperlukan
sistem injeksi bahan bakar yang berupa pompa injeksi (injection pump)
dan pengabut (injector) serta perlengkapan bantu lain.

Lab.Prestasi Mesin 14
Fajar Setiawan Modul 5 (Motor Bakar)

Secara singkat Proses kerja motor diesel 4 tak adalah sebagai


berikut:

Gambar.2.3.2.1. Mesin Diesel 4 Langkah (4 tak)

a) Langkah isap, yaitu waktu torak (piston) bergerak dari Titik Mati Atas
(TMA) ke Titik Mati Bawah (TMB). Udara diisap melalui katup isap
sedangkan katup buang tertutup.
b) Langkah kompresi, yaitu ketika torak bergerak dari TMB ke TMA
dengan memampatkan udara yang diisap, karena kedua katup isap dan
katup buang tertutup, sehingga tekanan dan suhu udara dalam silinder
tersebut akan naik.
c) Langkah usaha, ketika katup isap dan katup buang masih tertutup,
partikel bahan bakar yang disemprotkan oleh pengabut bercampur
dengan udara bertekanan dan suhu tinggi, sehingga terjadilah
pembakaran. Pada langkah ini torak mulai bergerak dari TMA ke TMB
karena pembakaran berlangsung bertahap,
d) Langkah buang, ketika torak bergerak terus dari TMA ke TMB dengan
katup isap tertutup dan katup buang terbuka, sehingga gas bekas
pembakaran terdorong keluar.

Lab.Prestasi Mesin 15
Fajar Setiawan Modul 5 (Motor Bakar)

2.3.3. Mesin Gas Turbin

2.3.3.1. Pengertian turbin Gas

Turbin adalah suatu mesin rotari yang berfungsi untuk mengubah


energi potensial aliran fluida menjadi energi gerak yang bermanfaat. Fluida
yang digunakan untuk menggerakkan turbin antara lain adalah gas, air, uap
air, dan angin. Perbedaan jenis fluida inilah yang membedakan tipe-tipe
dari turbin, dimana salah satunya adalah turbin gas.

Turbin gas merupakan peralatan pembakit tenaga dimana tenaga


tersebut didapat dari ekspansi gas berkecepatan tinggi dan kemudian
mendorong sudu- sudu yang langsung menghasilkan gerak putar pada
rotornya. Putaran rotor tersebut nantinya dapat dimanfaatkan

Gambar.2.3.3.1. Mesin Gas Turbin

2.3.3.2. Prinsip Kerja

Prinsip kerja dari turbin gas tidak jauh berbeda dengan turbin-turbin
yang lain. Putaran dari rotor turbin, diakibatkan oleh adanya gas
bertekanan yang melewati sudu-sudu turbin. Gas dengan tekanan tinggi
didapatkan dari pembakaran bahan bakar dengan udara, sesaat sebelum
masuk turbin. Ekspansi udara hasil proses pembakaran inilah yang
digunakan untuk menggerakkan sudu-sudu turbin.

Lab.Prestasi Mesin 16
Fajar Setiawan Modul 5 (Motor Bakar)

Gambar 2.3.3.2.a. aliran fluida kerja turbin gas

Turbin gas menggunakan udara atmosfer sebagai media kerjanya.


Udara masuk melalui sisi inlet akibat terhisap oleh kompresor. Kompresor
ini berfungsi untuk memampatkan udara hingga mencapai tekanan tertentu.
Biasanya, tekanan di akhir sudu kompresor mencapai 30 kali tekanan inlet
kompresor. Pada sisi akhir kompresor udara bertekanan akan melewati
difuser. Difuser ini berfungsi untuk mendukung kompresor meningkatkan
tekanan udara.

Gambar.2.3.3.2.b. Area pembakaran turbin gas( udara bertekanan mengalir dari


kanan ke kiri)

Lab.Prestasi Mesin 17
Fajar Setiawan Modul 5 (Motor Bakar)

Proses selanjutnya adalah masuknya udara bertekanan yang keluar


dari kompresor untuk menuju area pembakaran (biasa disebut combustion
chamber). Di area ini, dilakukan injeksi bahan bakar diikuti dengan proses
pembakaran bahan bakar tersebut di dalam udara. Pembakaran ini
mengakibatkan terjadinya ekspansi dari udara sehingga volume udara hasil
pembakaran meningkat, dan tentu saja temperaturnya yang juga
meningkat.

Proses pembakaran di dalam chamber tidak akan meningkatkan


tekanan udara, karena peningkatan volume udara akibat pemanasan cepat
mengakibatkan udara berekspansi ke sisi turbin. Sedangkan kenaikan suhu
udara hasil pembakaran, mengindikasikan kandungan energi dalam udara
(entalpi) yang naik pula. Energi inilah yang akan dikonversikan menjadi
tenaga putaran poros oleh turbin gas.

Udara hasil pembakaran selanjutnya masuk ke sisi turbin. Turbin gas


terdiri atas beberapa stage sudu. Stage pertama yang dilewati oleh udara
pembakaran disebut sisi high pressure stage (tekanan tinggi), sedangkan
sudu yang paling akhir disebut dengan sisi low pressure stage (tekanan
rendah). Sudu-sudu dari tiap stage turbin uap berfungsi sebagai nozzle,
yang akan mengubah energi panas yang terkandung di dalam udara hasil
pembakaran untuk menjadi energi gerak. Selain sisi rotor, sudu turbin juga
terdapat pada sisi stator. .

Lab.Prestasi Mesin 18
Fajar Setiawan Modul 5 (Motor Bakar)

Gbr.2.3.3.2.c. Kompresor dan Turbin Gas Berada Pada Satu Shaft

Kompresor pada sistem turbin gas, berada pada satu poros (shaft)
dengan turbin. Sebagian energi mekanis berupa rotasi poros yang
dihasilkan oleh turbin, digunakan untuk memutar rotor kompresor. Pada
pembangkit listrik, sebagian energi mekanis digunakan untuk memutar
generator yang juga berada satu poros dengan turbin dan kompresor.

Berbeda dengan mesin turbojet pesawat terbang, sebagian kecil energi


panas udara hasil pembakaran digunakan untuk memutar turbin, yang
selanjutnya energi putaran tersebut digunakan untuk memutar kompresor.
Sebagian besar energi panas pada udara hasil pembakaran mesin jet
digunakan untuk mendorong pesawat, dimana pada sisi keluaran turbin
berbentuk nozzle. Nozzle ini berfungsi untuk meningkatkan kecepatan
dorong gas buang, sehingga mendapatkan gaya dorong yang lebih besar
bagi pesawat.

Lab.Prestasi Mesin 19
Fajar Setiawan Modul 5 (Motor Bakar)

Gbr.2.3.3.2.d. Mesin Turbojet Pesawat Terbang

2.4. External Combustion Engine (Motor Pembakaran Luar)

Mesin-mesin yang termasuk kedalam motor pembakaran luar


(External Combustion Engine), yaitu:

 Mesin nuklir turbin

 Mesin nuklir

 Mesin uap

 Mesin turbin uap

2.4.1. Mesin Uap

2.4.1.1. Pengertian

Mesin uap adalah mesin yang menggunakan energi panas dalam uap air
dan mengubahnya menjadi energi mekanis. Mesin uap digunakan

Lab.Prestasi Mesin 20
Fajar Setiawan Modul 5 (Motor Bakar)

dalam pompa,lokomotif dan kapal laut, dan sangat penting dalam Revolusi
Industri.

Mesin uap merupakan mesin pembakaran eksternal, dengan cairan yang


terpisah dari hasil pembakaran. Sumber panas yang dapat digunakan
yaitu tenaga surya, tenaga nuklir, atau tenaga panas bumi. Jika uap
berkembang melalui piston atau turbin, akan menyebabkan kerja mekanik.

Gbr.2.4.1.1. Mesin Uap

2.4.1.2. Prinsip Kerja Mesin Uap

Mesin uap mengandalkan uap yang memiliki energi kinetik dan


entalpi tinggi untuk memutar turbin. Uap dihasilkan dari air. Air
dipanaskan oleh sesuatu (minyak, batu bara, gas bumi, nuklir, sinar
matahari, dsb) dan menghasilkan uap. Uap melalui suatu pipa, dan pipa
dipersempit untuk menghasilkan kecepatan dan tekanan yang tinggi
(prinsip mekanika fluida).

Lab.Prestasi Mesin 21
Fajar Setiawan Modul 5 (Motor Bakar)

Kecepatan yang tinggi akan menyebabkan uap memiliki energi kinetik


yang tinggi, sehingga dapat memutar turbin lebih cepat, namun tidak
mampu memutar turbin yang lebih besar. Pengaturan tekanan uap menjadi
hal yang sangat krusial dalam penentuan efisiensi kerja mesin uap, seperti
halnya desain turbin dan energi input yang dibutuhkannya, karena pada
dasarnya mesin uap merupakan mesin kalor

2.4.1.3. Cara Kerja Mesin Uap

Gbr.2.4.1.3. Cara Kerja Mesin Uap

Didalam cylinder mesin uap terdapat piston yang mempunyai piston


rod yang dihubungkan dengan cross head yang berada diluar cylinder.
Cross head dihubungkan oleh connecting rod dengan crank shaft (tidak
tampak pada gambar), sehingga apabila piston bergerak kian kemari maka
crank shaft dapat berputar.

Lab.Prestasi Mesin 22
Fajar Setiawan Modul 5 (Motor Bakar)

Slide valve yang mempunyai valve rod digerakkan oleh crank shaft
melalui eksentrik, sehingga slide valve dapat bergerak kian kemari sambil
membuka dan menutup dua buah lubang uap yang berhubungan dengan
cylinder. Valve box dimana slide valve berada mempunyai dua saluran,
saluran pemasukan yang dihubungkan dengan boiler untuk menyalurkan
uap dengan tekanan tinggi (warna merah), dan saluran pembuangan yang
dihubungkan dengan cerobong untuk membuang uap bekas (warna biru).

Pada waktu piston mencapai posisi paling kiri, maka slide valve akan
membuka lubang uap cylinder bagian kiri sehingga uap dari boiler dapat
masuk kedalam cylinder pada bagian kiri dari piston dan mendorong piston
kekanan, sementara itu lubang uap sebelah kanan dihubungkan dengan
saluran pembuangan sehingga uap bekas dapat terbuang keluar melalui
cerobong. Sebelum akhir langkah piston, lubang uap tersebut sudah ditutup
oleh slide valve sehingga pasokan uap terhenti namun piston tetap bergerak
kekanan karena ekpansi dari uap.

Pada waktu piston mencapai posisi paling kanan, maka slide valve
akan membuka lubang uap cylinder bagian kanan sehingga uap dari boiler
dapat masuk kedalam cylinder pada bagian kanan piston dan mendorong
piston kekiri, sementara itu lubang uap sebelah kiri dihubungkan dengan
saluran pembuangan sehingga uap bekas dapat terbuang melalui cerobong.
Sebelum akhir langkah piston, lubang uap tersebut sudah ditutup oleh slide
valve sehingga pasokan uap terhenti namun piston tetap bergerak kekanan
karena ekpansi dari uap.

Karena cross head dengan crank shaft dihubungkan oleh connecting


rod, maka gerakan kian kemari dari piston tersebut akan diubah menjadi
gerakan putaran dari crank shaft. Demikian selama ada pasokan uap dari
boiler maka mesin uap akan merubah menjadi tenaga mekanis dengan
gerakan putaran dari crank shaft.

Lab.Prestasi Mesin 23