You are on page 1of 14

Tugas Kliping

Nama kelompok :
- Agum Hardian I V
- Asri Nurjahah
- Azia Salsabila S
- Dede Firman N
- Muhammad Galih D c m
- Muhammad Irsan A
- Rafli Bismantaka
- Vaza Abadi A

HUBUNGAN INDONESIA - CHINA DALAM MEMPERKUAT HUBUNGAN


EKONOMI

Pemerintah Indonesia dipastikan bakal menguatkan hubungan bilateralnya


dengan pemerintah Tiongkok menyusul hasil kunjungan Presiden Joko Widodo ke
Beijing.
Dalam kunjungan kenegaraan Jokowi yang diterima langsung Presiden Republik
Rakyat Tiongkok (RRT) Xi Jinping, kedua kepala negara tersebut terlibat dalam
pembicaraan yang masif mengenai penguatan kerjasama di bidang ekonomi
khususnya sektor perdagangan, keuangan, infrastruktur, perindustrian,
pariwisata, hingga hubungan antar masyarakat.
Selain membahas kerjasama perdagangan hingga isu kawasan, kedua presiden
juga menyepakati kerjasama bilateral demi mensinergikan gagasan Poros Maritim
Dunia dan inisiatif Jalan Sutera Maritim Abad 21 atau yang dikenal 21st Century
Maritime Silk Road. Gagasan poros maritim dunia sendiri disepakati guna
merealisasikan konektivitas maritim di kawasan melalui pembangunan
infrastruktur.
Adapun hasil pertemuan bilateral kedua delegasi pemerintahan itu dituangkan
dalam statement Bersama Kemitraan Strategis Komprehensif Antara Pemerintah
Republik Indonesia (RI)
dengan Pemerintahan
RRT.
Selanjutnya, kedua Kepala
Pemerintahan menyaksikan
penandatangan 8 (delapan)
dokumen kerjasama,
yang meliputi:

1. MoU Kerjsama
Ekonomi antara Menko
Perekonomian RI dengan Komisi Nasional Pembangunan dan Reformasi RRT;
2. MoU Kerjasama Pembangunan Industri dan Infrastruktur antara Komisi Nasional
Pembangunan dan Reformasi RRT dengan Menteri BUMN;
3. MoU Antara Menteri BUMN dengan Komisi Nasional Pembangunan dan
Reformasi RRT Untuk Proyek Pembangunan Kereta Cepat Jakarta – Bandung;
4. MoU antara Badan SAR Nasional (BASARNAS) RI dengan Menteri Transportasi
RRT;
5. Perjanjian Kerjasama Antara Pemerintah RI dan RRT untuk pencegahan pajak
berganda;
6. MoU antara Lembaga Pengembangan Antariksa Nasional (LAPAN) dengan
Badan Antariksa Nasional RRT;
7. MoU Kerjasama antara Menteri BUMN dengan China Development Bank
Corporation (CDBC).

HUBUNGAN Indonesia - Swis dalam tingkatkan ekonomi

Presiden Joko Widodo menerima kunjungan kehormatan Wakil Presiden Swiss


Doris Leuthard di Istana Merdeka, Rabu, 30 Maret 2016. Dalam pertemuan
tersebut, Presiden didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri
Luar Negeri Retno LP Marsudi dan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan.
Pertemuan membahas upaya peningkatan kerja sama di bidang ekonomi,
antara lain peningkatan kerja sama perdagangan bilateral, investasi, perundingan
EFTA (European Free Trade Association), sektor pariwisata, dan development
cooperation. Menlu Retno mengatakan kepada wartawan usai pertemuan bahwa
nilai perdagangan Indonesia-Swiss pada tahun 2015 meningkat sebesar 102
persen dibandung pada tahun 2014. “Kita mencatat dengan senang peningkatan
signifikan di bidang perdagangan bilateral, perdagangan Indonesia dan Swiss
meningkat 102 persen dengan surplus berada di pihak Indonesia,” ujarnya.
Wakil Presiden Swiss membawa sejumlah delegasi yang merupakan
pimpinan perusahaan yang bergerak antara lain di bidang train-truck industry,
penerbangan sipil, dan energi. Hal ini dimaksudkan untuk meneruskan upaya
investasi Swiss di Indonesia. Menlu Retno menambahkan, saat ini setidaknya
terdapar 150 perusahaan Swiss yang beroperasi di Indonesia.
Perundingan antara Indonesia dengan EFTA yang vakum selama 3 tahun juga
merupakan salah satu isu yang dibahas dalam pertemuan. Indonesia sepakat
melanjutkan negosiasi sebagai langkah maju yang signifikan untuk upaya kerja
sama ekonomi.
Menlu Retno menambahkan, kerja sama development cooperation juga
merupakan prioritas Swiss terhadap Indonesia. Ini merupakan salah satu ciri khas
yang dilakukan pemerinta Swiss dalam kerja sama pembangunan yang
kegiatannya bersifat mendasar. “Hasilnya langsung dapat dirasakan oleh small
and medium enterprises kita, dalam hal ini termasuk petani dan fisherman kita,”
ucap Retno.
Sementara itu, Menhub Jonan mengatakan, kerja sama di bidang
penerbangan sipil akan dimulai dengan diperbaharuinya Air Service Agreement
antara pemerintah Swiss dan Indonesia, juga pembicaraan di bidang transportasi
di kereta api akan didiskusikan pada pertemuan lanjutan yang akan dilaksanakan
esok. “Ini sudah pernah dilakukan, tapi mau diperbaharui sehingga mudah-
mudahan bisa ada penerbangan lebih banyak antara Swiss dan Indonesia serta
sebaliknya,” ucap Jonan.
Selain isu ekonomi, Wakil Presiden juga mengundang Presiden RI untuk
berkunjung ke negaranya pada tahun depan. Turut hadir dalam pertemuan itu,
Duta Besar Swiss untuk Indonesia Yvonne Baumann.
Hubungan Saling Menguntungkan Indonesia-Jepang
Jika

penandatanganan perjanjian perdamaian antara Jepang dan Indonesia pada April


1958 dipakai dasar hubungan kedua negara. Maka tahun 2018 nanti, hubungan
tersebut sudah terjalin selama 60 tahun. Dalam masa yang panjang itu hubungan
keduanya nampak harmonis. Berbagai delegasi tingkat tinggi saling kunjung.
Meliputi banyak bidang, dari investasi, pariwisata, perdagangan hingga
kebudayaan.

Di sektor ekonomi, ekspor nonmigas Indonesia ke Jepang menduduki


peringkat ke-3 setelah ekspor ke Amerika Serikat dan Tiongkok. Bila ditilik
angkanya, berdasar data Bank Indonesia tahun 2015, pangsa pasar ke Jepang
adalah 9,9 persen. Berbeda sedikit dengan pasar ekspor ke AS sebesar 11,6
persen dan Tiongkok 10 persen. Sementara bagi kita, Jepang merupakan salah
satu negara yang wisatawannya banyak berkunjung ke Indonesia, bersama
dengan negara Singapura, Australia, Malaysia, dan Tiongkok.

Menurut data realisasi investasi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)


Triwulan III 2016 Jepang merupakan negara kedua terbesar yang menanamkan
modalnya di Indonesia total US$ 1,6 miliar dengan total 425 proyek. Nilai tersebut
naik signifikan jika dibandingkan dengan realisasi investasi Triwulan III 2015
sebesar US$ 917,27 juta dengan total 399 proyek. Sedangkan untuk data
kumulatif Januari-September 2016 total realisasi investasi dari Jepang tercatat
mencapai US$ 4,4 miliar.

Kepala BKPM, Thomas Lembong mencatat, Jepang merupakan sebagai negara


kedua terbesar investor di Indonesia yang sebagian besar ditanamkan di sektor
infrastruktur. Diantaranya pembangkit listrik, MRT, real estate, dan properti. Dari
Januari hingga September 2016 investasi Jepang telah mencapai angka 4,498
miliar dolar AS, atau peningkatan dua kali lipat dibandingkan investasi Jepang di
Indonesia pada 2015.

Dengan pendapatan per kapita AS $ 36,680 dan angka harapan hidup sebesar
83 tahun, Jepang membutuhkan bahan-bahan komoditas untuk mendukung
tingkat kemakmurannya. Sebaliknya dengan jumlah penduduk yang cenderung
menurun (2015: 126 juta; 2014: 127 juta), Jepang yang kuat dalam industri
manufaktur tentu membutuhkan pasar baru, khususnya Indonesia dengan jumlah
penduduk 252 juta jiwa.

Oleh karena itu kunjungan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe ke Indonesia
untuk mengadakan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo punya arti penting
dalam meningkatkan hubungan ekonomi kedua negara yang saling
menguntungkan.

Paling tidak ada 4 hal yang merupakan hasil pembicaraan bilateral antara
delegasi pemerintah RI yang dipimpin Presiden Joko Widodo dan delegasi
pemerintah Jepang yang dipimpin oleh Perdana Menteri (PM) Shinzo Abe, di Istana
Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Pertama adalah kesepakatan agar kerja sama dalam konteks Two Plus Two
(2+2) antara Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan kedua negara akan
dilakukan tahun ini di Indonesia.
Kedua, Indonesia meminta Jepang dapat membuka akses produk pertanian
dan perikanan Indonesia, menyelesaikan review perjanjian penghindaran pajak
berganda, meningkatkan akses dan kapasitas keperawatan Indonesia untuk dapat
memenuhi pasar di Jepang, dan dimulainya general review Indonesia-Japan
Economic Partnership Agreement pada tahun ini.
Ketiga, Indonesia meminta Jepang untuk mempertimbangkan rencana
peningkatan konektivitas udara, dengan pembukaan jalur penerbangan Garuda
Indonesia rute Jakarta-Los Angeles (AS) via Tokyo (Jepang).
Keempat, Indonesia-Jepang juga sepakat meningkatkan kerja sama ekonomi
termasuk rencana pembangunan Pelabuhan Patimban (di Subang, Jabar),
pengembangan Blok Masela, diskusi awal mengenai pembangunan jalur kereta
api Jakarta-Surabaya, serta pembahasan rencana kerja sama pembangunan
sentra kelautan dan perikanan terpadu di pulau-pulau terdepan Indonesia.
Kerja sama itu tentu akan saling menguntungkan bagi kedua negara dan
menjadi kado istimewa bagi hubungan yang sudah terjalin hampir 60 tahun.
Indonesia Tingkatkan Kerja Sama Bidang Perdagangan
dengan Arab Saudi

Indonesia telah mendatangani 11 memorandum of understanding (MoU)


dengan pemerintah Arab Saudi salah satunya peningkatan kerja sama bidang
perdagangan. Hal itu dilakukan saat kunjungan kenegaraan oleh Raja Arab Saudi
Salman bin Abdulaziz al Saud ke Indonesia pekan ini.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengungkapkan, kerja sama


dengan Arab Saudi lebih kepada peningkatan bidang perdagangan kedua negara
dengan mengutamakan potensi masing-masing negara. Menurutnya, Indonesia
dan Arab Saudi memiliki hubungan kerja sama yang historis dan telah terjalin
cukup lama.

"Secara garis besar, kami meningkatkan kerja sama. Lalu kedua sudah
diangkat pada tingkat Kepala Negara Pak Presiden bersama Sri Baginda (Raja
Arab) untuk kami sepakat membuat joint study sebagai tahap awal preferential
trade agreement (PTA) atau free trade agreement (FTA)," jelas Enggar di Jakarta,
Kamis (2/3/2017).

Enggar menjelaskan, perjanjian dalam bentuk nota kesepahaman tersebut


telah ditandatangani oleh kedua belah pihak di Istana Kepresidenen Bogor
kemarin.
Menurutnya, dengan peningkatan kerja sama dalam bidang perdagangan
akan semakin membuka jalan Indonesia dalam melakukan ekspor ke Arab Saudi.

"Kita bahkan mulai otomotif, berbagai komoditi yang punya nilai tambah,"
paparnya.
Berdasarkan data BPS, nilai total perdagangan non-migas Indonesia-Arab
Saudi periode 2011-2015 memperlihatkan pertumbuhan positif sebesar 3,89
persen per tahun.
Rata-rata nilai ekspor non-migas Indonesia ke Arab Saudi pada periode 2011-
2015 tercatat sebesar 1,83 miliar dollar AS per tahun.

Sementara itu, rata-rata nilai impor non-migas Indonesia dari Arab Saudi
tercatat sebesar 921,23 juta dollar AS per tahun pada periode yang sama.

Sementara itu, produk ekspor utama Indonesia ke Arab Saudi pada 2015
adalah
kendaraan
bermotor,
minyak
kelapa
sawit, tuna, karet
dan produk
karet,
plywood,
kertas dan
produk
kertas,
bubur kertas, arang kayu, serta tekstil dan produk tekstil.

Indonesia dan Singapura Perkuat Kerja Sama Ekonomi

Pemerintah Indonesia dan Singapura berencana untuk memperkuat kerja


sama bilateral di berbagai bidang, antara lain di bidang ekonomi, khususnya di
sektor agrobisnis dan infrastruktur.

Hal tersebut terungkap dalam pertemuan Menteri Luar Negeri RI, Retno
Marsudi dan Menlu Singapura, Vivian Balakhrisnan di kantor Kemlu, Jakarta, pada
Selasa (12/1). "Hubungan bilateral Indonesia dengan Singapura merupakan
hubungan yang paling intensif. Letak geografis Indonesia dan Singapura yang
dekat menjadikan kedua negara mitra dalam berbagai hal," ujar Retno seusai
pertemuan tersebut.
Dalam pertemuan tersebut, kedua menteri bersedia menjajaki kemungkinan
untuk terus meningkatkan ekspor agribisnis. Retno menyebutkan bahwa
Singapura membutuhkan ekspor produk agrikultur, sementara Indonesia memiliki
kapasitas tersebut, sehingga sektor ini dapat menjadi potensi kerja sama
perdagangan antar kedua negara.
Di bidang perdagangan, lanjut Retno, Singapura merupakan mitra terbesar
kedua di Indonesia, setelah China. Nilai perdagangan Indonesia dengan Singapura
pada 2014 mencapai hampir US$42 miliar.

Di sektor pariwisata, jumlah wisatawan yang berkunjung ke masing-masing


negara sangat signifikan. Reno mencatat wisatawan Singapura yang berkunjung
ke Indonesia pada tahun 2014 mencapai 1,5 juta wisatawan.

Retno juga mencatat bahwa di bidang investasi, Singapura merupakan


investor terbesar di Indonesia, dengan realisasi investasi mencapai US$5,8 miliar
pada 2014.

Sementara, Balakhrisnan memaparkan bahwa Indonesia merupakan mitra


perdagangan terbesar keempat di Singapura, setelah China, Malaysia dan
Amerika Serikat. Selain itu, banyak perusahaan Singapura yang berniat untuk
lebih banyak menanamkan investasi di Indonesia, tetapi masih menunggu
kepastian regulasi di negara ini.
Dalam pertemuan ini, Menlu RI dan Menlu Singapura juga membahas soal
ketenagakerjaan. Retno memaparkan Indonesia akan berupaya mengirimkan
tenaga kerja yang lebih terampil, untuk memenuhi kesempatan lapangan kerja
sebagai pengasuh dan terapis.

Dalam pertemuan itu, Balakhrisnan juga menyinggung banyak perusahaan


Singapura di Indonesia berminat merekrut tenaga kerja teknik lulusan sejumlah
universitas dan institut teknik dalam negeri.
Indonesia dan Qatar Tingkatkan Kerja Sama Bilateral
Indonesia dan Qatar akan memperkuat kerja sama di berbagai sektor, seperti
di bidang infrastruktur, pariwisata, ekonomi, dan pendidikan.
tirto.id - Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia
akan terus mengajak Qatar agar meningkatkan nilai investasinya di berbagai
sektor.

"Paduka yang mulia Emir Al Thani dan saya tadi telah membahas upaya
memperkuat kerja sama di bidang infrastuktur dan pariwisata," kata Presiden saat
jumpa pers bersama Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani di Istana Kepresidenan
Bogor pada Rabu (18/10/2017).

Menurut Jokowi, dalam pertemuan bilateral antara Indonesia dengan Qatar


yang juga dihadiri oleh menteri dari kedua negara, telah menghasilkan
kesepakatan akan melanjutkan kerja sama di berbagai bidang.

Presiden Jokowi menambahkan sejumlah proyek investasi yang tengah


berjalan yaitu kerja sama pembangunan Nebras Power di PT Paiton Energy senilai
1.3 miliar dolar AS dan dengan PT Pembangkit Jawa Bali yang membangun PLTGU
Sumbagut 134 senilai 1 miliar Dolar AS.
"Saya juga menitipkan kepada paduka yang mulia Emir Al Thani sekitar 43
ribu WNI di sana yang turut berkontribusi bagi pembangunan di Qatar," ujar
Presiden, sebagaimana dikutip Antara.

Selain di sektor ekonomi, kata Presiden, kedua negara juga telah bersepakat
untuk memperkuat kerja sama dan meningkatkan upaya menjaga persatuan umat
dalam menghadapi tantangan bersama.

Presiden Jokowi bersama dengan Sheikh Tamim juga turut menyaksikan


penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama di berbagai bidang.

MoU tentang pendirian Komisi Bersama ditandatangani oleh Menteri Luar


Negeri Retno Marsudi bersama Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin
Abdulrahman Al Thani.

MoU tentang kerja sama bidang pemuda dan olahraga oleh Menlu Retno
dengan Menteri Kebudayaan dan Olahraga Qatar Saleh bin Ghanem Al Thani,
kesepakatan bilateral Pelayanan transportasi udara oleh Menteri Perhubungan
Budi Karya Sumadi dan Menlu Qatar Sheikh Mohammed.

Sementara itu, kerja sama di bidang kesehatan oleh Menteri Kesehatan Nila F
Moeloek dan Menlu Qatar Sheikh Mohammed, MoU Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan bersama Kementerian Pendidikan dan Pendidikan Tinggi Qatar di
bidang pendidikan oleh Mendikbud Muhadjir Effendi dan Menlu Sheikh
Mohammed.
Kesepakatan Kerja Sama Indonesia dan India

Indonesia dan India sepakat menjalin kerja sama di sejumlah sektor.


Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri India Shri Narendra
Modi, Rabu (30/5/2018), menyaksikan acara penandatanganan kerja
sama oleh menteri kedua negara di Ruang Kredensial, Istana
Merdeka, Jakarta.

Ada dua jenis kerja sama yang dijalin, yakni government to


government dan business to business.

Berikut kerja sama government to government:

1. Persetujuan antara Pemerintah Republik Indonesia dan


Pemerintah Republik India mengenai Kerja Sama dalam Bidang
Pertahanan;
2. Kerangka Persetujuan antara Pemerintah Republik Indonesia
dan Pemerintah Republik India tentang Kerja Sama Eksplorasi dan
Penggunaan Antariksa untuk Tujuan Damai;
3. Memorandum Saling Pengertian mengenai Kerja Sama Teknis
di Sektor Perkeretaapian antara Kementerian Perhubungan Republik
Indonesia dan Kementerian Perkeretaapian Republik India;
4. Memorandum Saling Pengertian antara Pemerintah Republik
Indonesia dan Pemerintah Republik India tentang Kerja Sama Ilmu
Pengetahuan dan Teknologi;
5. Memorandum Saling Pengertian antara Lembaga Administrasi
Negara Republik Indonesia dan Lal Bahadur Shastri National
Academy of Administration Republik Indonesia mengenai Kerja
Sama Teknik di Bidang Pengembangan Kapasitas Aparatur Sipil
Negara;
6. Memorandum Saling Pengertian antara Kementerian Luar
Negeri Republik Indonesia dan Kementerian Luar Negeri Republik
India Mengenai Dialog Kebijakan antara Pemerintah dan Interaksi
antara Lembaga Kajian;
7. Memorandum Saling Pengertian antara Badan Pengawas Obat
dan Makanan Republik Indonesia dan Kementerian Kesehatan dan
Kesejahteraan Keluarga/Organisasi Pengawasan Standar Obat Pusat
Republik India dalam Kerja Sama di Bidang Regulasi Produk Obat,
Bahan Baku Obat, Produk Biologi dan Kosmetik;
8. Pernyataan Kehendak Pembentukan Kerja Sama antar Provinsi
Bali dan Uttarakhand
9. Memorandum Saling Pengertian antara Kementerian
Kesehatan Republik Indonesia dan Kementerian Kesehatan dan
Kesejahteraan Keluarga Republik India di Bidang Kesehatan.

Adapun kerja sama business to business yakni:


1. Nota Kesepahaman antara Badan Penelitian dan
Pengembangan SDM Kementerian Komunikasi dan Informatika
Republik Indonesia dengan International Institute of Information
Technology, Bangalore.
2. Nota Kesepahaman antara Kamar Dagang Industri (Kadin) dan
Confederation of Indian Industries (CII).
3. Nota Kesepahaman antara PT Pindad (Persero) dan
Bhukanvala.
4. Nota Kesepahaman anatar PT Kalbe Farma dan The Himalaya
Drug Company.
5. Perjanjian Kerja Sama Twinning Heritage Prambanan dan Taj
Mahal.
6. Nota Kesepahaman antara Museum Layang-layang dan
Museum Ahmedabad India.

Dalam pernyataan persnya, Presiden Jokowi mengatakan,


Indonesia dan India sepakat menjadikan ekonomi kedua negara
bersifat terbuka.
PM Modi berharap jalinan kerja sama ini akan semakin
mempererat hubungan India dan Indonesia yang pada 2019
mendatang memasuki tahun ke-70.
Indonesia dan Italia Tingkatkan Kerja Sama Ekonomi
Indonesia dan Italia sepakat untuk meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi. Hal ini
ditandai dengan pertemuan antara Menteri Pembangunan Ekonomi Italia Carlo Calenda dengan
Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden.

Carlo mengatakan, Italia merupakan partner terbesar ketiga untuk Indonesia


di antara negara-negara Eropa lainnya. Dia menyebut, terdapat sekitar 50
perusahaan besar Italia yang telah berinvestasi di Indonesia.

"Perdagangan bilateral kamu tumbuh dengan baik, namun kalian (Indonesia)


menjual lebih banyak daripada kita," ujar Carlo di Jakarta, Senin (15/5).

Carlo berharap Italia dan Indonesia bisa meningkatkan kerja sama di regional
Uni Eropa, dengan mempercepat finalisasi free trade agreement yang sedang
dinegosiasikan. Dia menyebut, nilai perdagangan Indonesia dan Italia mencapai
tiga miliar dolar
AS. Dia
optimistis,

pertumbuhan perdagangan kedua negara bisa meningkat sampai 25 persen


dalam dua atau tiga tahun.

Untuk meningkatkan perdagangan tersebut, Italia akan menawarkan teknologi


dan permesinan yang dapat digunakan oleh Indonesia untuk mendukung industri.
Carlo mengatakan, sejumlah perusahaan besar di bidang energi terbarukan Italia
berminat berinvestasi di Indonesia. "Sekitar 33 persen energi di Italia adalah
energi terbarukan, kami cukup kuat di bidang ini," kata Carlo.

Untuk meningkatkan kerja sama perdagangan tersebut maka akan dilakukan


pertemuan bisnis antara Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Kadin
Italia. Pertemuan bisnis ini untuk menyusun rencana kerja sama ekonomi dalam
skema bilateral.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Republik Indonesia Enggartiasto Lukita


akan menindaklanjuti upaya peningkatan kerja sama perdagangan dengan Italia.
Perdagangan Indonesia dan Italia pada 2015-2016 turun 9,4 persen, namun
Indonesia surplus hampir 200 juta dolar AS. Menurutnya, Pemerintah Italia
mengharapkan ada kerja sama yang seimbang. Italia ingin mengembangkan
kemajuan teknologi untuk industri kulit.