You are on page 1of 9

Journal Reading

Rasa pusing Pada Lansia dan Usia-Terkait Degenerasi pada Sistem Vestibular

Anna J. Metheson
Dept. Of Psychology and Neuroscience Research Center, University of Otago
Dept. Of Pharmacology, School of Medical Sciences, University of Otago Medical School
Cyntia L. Darlington
Dept. Of Psychology and Neuroscience Research Center, University of Otago
Paul F. Smith
Dept. Of Pharmacology, School of Medical Sciences, University of Otago Medical School

Sistem vestibular perifer dan sentral jenis dari orientasi yang berubah pada
menunjukkan usia terkait kemuduran ruang(Baloh, 1996a). Sering kali ‘rasa pusing’
struktural yang mungkin berperan untuk menujukkan kombinasi yang kompleks dari
defisit refleks vestibular dan keluhan rasa keluhan yang tumpang-tindih dan kebanyakan
pusing pada lansia. Namun, hal ini sulit untuk dinilai (Yardley & Luxon, 1994;
tampaknya memungkinkan sistem nervus Baloh, 1996a). Orientasi pada ruang
sentral mampu mengompensasi tingkatan bergantung pada integrasi dari visual,
tertentu dari penurunan fungsi, karena vestibular dan informasi sensasi proprioseptif,
tidak semua lansia yang memiliki gangguan rusaknya beberapa sistem, baik di tingkat pada
memiliki tanda-tanda klinis pada disfungsi reseptor sensorik, atau pada sistem nervus
vestibular yang nyata. Rasa pusing dan sentral itu sendiri, bisa berpotensi
gangguan vestibular lainnya dapat mengakibatkan fenomena rasa pusing. Jika
berkembang hanya saat tingkatan tertentu rasa pusing tersebut disebabkan oleh ilusi dari
dari sistem vestibular melebihi kemampuan pergerakan, baik berputar ataupun lurus, maka
sistem nervus untuk mengompensasi. Jika diagnosis dari ‘vertigo’ sesuai dan
rasa pusing tersebut tidak hilang, hal ini ketidakseimbangan dari sistem vestibular
bisa memiliki akibat psikologis yang besar, perifer dan/atau sentral, atau abnormalitas dari
terutama dalam hal hilangnya kepercayaan interaksi dengan sistem sensoris, bisa
diri dalam aktivitas mandiri, dan bisa memungkinkan.
menuju ke munculnya gangguan anxietas.
Program rehabilitasi vestibular dapat Namun, rasa pusing bisa juga
membantu untuk meminimalisir akibat dari disebabkan oleh disfungsi dari
usia terkait kemunduran dari sistem serebrovaskular, kardiovaskular, dan gangguan
vestibular dan dampak psikologisnya. psikologis, dan kebanyakan penelitian
memberi kesan bahwa lebih dari 50% pasien
Usia terkait keluhan rasa pusing dan yang mengeluhkan keluhan rasa pusing
dampak psikologisnya memiliki masalah non-vestibular (see Baloh,
1996a for a review). Diagnosis banding untuk
Rasa pusing, sering diartikan oleh menyingkirkan kemungkinan-kemungkinan
pasien sebagai rasa ringan atau sensasi harus dilakukan sebelum diagnosis dari
berputar, yang merupakan keluhan yang sering gangguan sistem vestibular harus ditegakkan
dikeluhkan diantara lansia. (Sloane, Blazer, & (Sloane, Blazer, & George, 1989; Baloh,
George, 1989). Secara klinis, pengertian dari 1995). Presyncopal dizziness, sering
‘rasa pusing’ tidak memiliki definisi yang dihubungkan dengan rasa ringan pada kepala
spesifik, kecuali jika itu mengarah ke beberapa dan rasa seperti akan tumbang (Baloh, 1996a).
Journal Reading

Hipotensi ortostatik (turunnya tekanan darah) Ketakutan untuk jatuh bisa mempengaruhi
disebabkan pada gerakan yang cepat saat kualitas hidup yang dimiliki oleh lansia dan
posisi berdiri, jiga merupakan penyebab menambah rasa cemas dan depresi. Sebagai
tersering pada rasa pusing. Rasa pusing juga hasilnya, kegiatan sehari-hari bisa menurun,
bisa disebabkan oleh serangan vasovagal, lebih suka menyendiri, kurangnya percaya diri
dimana frekuensi denyut jantung dan tekanan dan hilangnya kemandirian (Burker, Wong,
darah menurun, yang merupakan akibat dari Sloane, Mor & Drone, 1991). Rasa rasa pusing
puasa, suhu panas, atau ketakutan dan dapat diperburuk oleh meningkatnya rasa
kecemasan. Penurunan cariac-output sebagai cemas, mengarah ke risiko tinggi untuk jatuh,
akibat dari arritmia merupakan penyebab menciptakan lingkaran setan.
lainnya. Rasa pusing sering dihubungkan
dengan hipoglikemia (rendahnya kadar gula Saat ini, kurangnya penelitian dari
darah), intoksikasi obat, dan mabuk kendaraan kerugian akibat psikologis dari rasa rasa
(Baloh, 1996a). Gangguan psikologis, sebagai pusing pada kelompok lansia yang tinggal.
akibat dari gangguan anxietas menyeluruh, Angka kejadian sebenarnya barangkali
gangguan panik atau fobia, juga merupakan dianggap remeh. Orang lansia dapat cenderung
akibat tersering dari rasa pusing (Baloh, 1995; untuk mencari pertolongan medis tentang
Sloane, Blazer & George, 1989). episode dari rasa rasa pusing atau mungkin
merasa ini merupakan akibatdari penuaan yang
Meningkatnya jumlah penderita, harus mereka lalui. Boult, Murphy, Sloane,
terutama pada usia 75 tahun keatas, dilaporkan More & Drone, (1995) menjelaskan bahwa
sering mengalami rasa pusing. Studi Dunedin- orang yang menderita rasa pusing, memiliki
based baru-baru ini melaporkan sekitar 14% kemungkinan yang tinggi untuk mengalami
dari subjek lansia (umur 60 keatas) hidup di diasbilitas. Namun, ini tergantung dengan usia,
masyarakat yang pernah mengalami rasa ras dan tingkat kelemahan sensorik, yang
pusing yang berulang yang tidak jelas merupakan pokok dari pentingnya skrining
disebabkan oleh sebab serebrovaskular atau dan tatalaksana yang adekuat.
kardiovaskular (Matheson, Darlington, &
Smith, in press(b)). Hal ini mungkin dianggap Katsarkas (1994) beragumen bahwa
remeh, sejak penelitian lain melaporkan peningkatan dari rasa pusing yang terlihat pada
menggambarkan setinggi 30% (Colledge, lansia mungkin terkait, antara langsung atau
Wilson, Macintyre & MacLennan, 1994). tidak langsung, pada gangguan vestibular
dengan usia yang lebih muda. Sejak
Rasa pusing telah dianggap sebagai menurunnya kemampuan sistem vestibular
penyebab dan juga tanda dari gangguan perifer dan sentral dengan meningkatnya umur
anxietas (Yardley & Luxon, 1994). Sementara telah dibuktikan, akibat gangguan psikologis
faktor psikologis dipikirkan untuk menjadi bisa menambah rasa pusing dan instabilitas
peran utama penyebab rasa pusing, hal postural yang ditunjukkan oleh sebagian besar
tersebut umum pada usia muda dan usia lansia.
pertengahan (Drachman & Hart, 1972; Davis,
1994). Pada lansia dengan keluhan rasa Lansia dengan rasa pusing berulang
pusing, masalah psikologis lebih umum mungkin berguna untuk program rehabilitasi
sebagai tanda kedua dari gangguan vestibular vestibular (Darlington & Smith, 1996a;
dan bisa termasuk anxietas, depresi dan rasa Herdman, 1996). Orang dengan lesi vestibular
takut untuk jatuh. Lansia dengan keluhan rasa memiliki respon yang baik pada 10-12 minggu
pusing mengalami jauh lebih banyak stres program rehabilitasi yang didesain untuk
psikologis dibandingkan dengan usia muda mengajarkan mereka cara mengatasi rasa
(Sloane, Hartman & Mitchell, 1994). pusing dan instabilitas. Kebanyakan program
rehabilitasi melibatkan tingkatan dari jenis
Journal Reading

mata, latihan gerakan kepala dan badan diwaspadai dari intervensi yang akan
dirancang untuk melatih sistem nervus pasien meningkatkan kualitas hidup.
untuk mengompensasi akibat dari refleks
vestibulo-okular dan refleks vestibulo-spinal Sistem Vestibular
normal (Herdman, 1996). Pada setiap Sistem vestibular perifer terdiri dari 2
tingkatan, pasien diminta untuk hanya labirin, dimana setiap labirin terdiri dari tiga
berusaha hingga batas kemampuan mereka. kanal semi-sirkular (kanal horizontal, anterior,
Meskipun begitu, pada awalnya, latihan dan posterior), sebuah utrikulus, dan sakulus.
tersebut mungkin sebenarnya memperberat Ketika reseptor sel rambut di ampula dari
vertigo pada pasien, semenjak latihan ini kanal semi sirkular merespon akselerasi
dasarnya dirancang untuk merangsang sistem melingkar atau angular dari kepala, utrikulus
nervus untuk mengembangkan cara alternatif
dan skulus (secara bersamaan disebut otolit)
untuk menerima motor okular dan stabilitas merespon terhadap akselerasi linear (termasuk
postural yang sama yang mana biasanya akselerasi linear oleh gravitasi). Informasi
dihasilkan oleh sistem vestibular yang intak
sensoris dari reseptor sel rambut meninggalkan
(Yardley & Luxon, 1994). Namun, berangsur- setiap labirin melalui nervus vestibular (nervus
angsur, sukarela (kasar dan halus) gerakan kranial VIII), sel badan yang membentuk
mata dihasilkan yang pengganti, untuk Ganglion Scarpa, dan nervus vestibular serat
beberapa jangkauan, untuk defisiensi reflek axon menjorok ke dalam batang otak
vestibulo-okular, dan umpan balik dari
kompleks nukleus vestibular (VNC) pada sisi
penglihatan dan proprioseptif digunakan untuk yang sama dan juga ke dalam serebellum
mengembangkan kompensasi respon-respon (Leigh&Zee, 1991 for a review). Pada proses
postural (Herdman, 1996). Studi binatang transduksi stimulus akselerasi, aparatus
menunjukkan bahwa proses kompensasi dan
mekanik pada labirin merubah sinyal
adaptasi ini melibatkan perubahan fungsi dan akselerasi menjadi satu yang diperkirakan
struktur pada sistem nervus sentral pada fase dengan velositas tinggi (seperti
(Leigh&Zee,1991). Rehabilitasi dapat integritas matematik atau fase keterlambatan
bersamaan dengan latihan relaksasi, 90˚pada akselerasi). Neuron-neuron pada
mengurangi gejala dari anxietas dan/atau panik
berbagai subnukleus dari VNC (seperti
(Herdman, 1996). Kesempatan untuk vestibular bukleus medial, lateral, superior,
mengumpulkan pemahaman dari gejalanya dan inferior) menerima jumlah input sinaps
dapat menghilangan kecemasan pasien dan yang berbeda dari bagian spesifik labirin:
menyelesaikan berbagai kesalahan sebagai contoh, ketika neuron nukleus
pemahaman. Target secara umum adalah vestibular medial menerima input lebih dari
untuk membangun kepercayaan dan untuk serat vestibular yang menginervasi ampula
memenuhi perbaikan bertahap menjadi kanal horizontal, neuron-neuron pada nukleus
berfungsi normal (Yardley&Luxon, 1994). vestibular lateral menerima input lebih dari
Untuk beberapa orang lanjut usia, serat-serat yang menginervasi otolit. Banyak
pusing yang bersumber dari vestibular bukan fisiologis dan anatomis juga termasuk
sederhana sebagai fakta dari penuaan yang hipoglosus prepositus sebagai sebuah
mereka harus memahami untuk hidup dengan subnukleus dari VNC, sejak hal tersebut
penyakit tersebut. Klinisi harus waspada menerima input dari subnukleus vestibular dan
dengan kemiripan dari problem sekunder yang terlibat banyak dalam kontrol dari reflex
berhubungan dengan pusing, dan faktor-faktor vestibulo-okular dan optokinetik
yang terkait dengan peningkatan probabilitas (Leigh&Zee,1991). Karena sinyal yang
dari disabilitas. Hal tersebut perlu lebih disampaikan ke VNC kira-kira sejalan dengan
kecepatan kepala, sinyal tersebut harus
Journal Reading

mengalami integrasi matematis kedua (misal : Telah dijelaskan pula dengan baik, bahwa
fase keterlambatan 180o pada saat percepatan) beberapa neuron di VNC diproyeksi
dengan tujuan mendapatkan posisi sinyal yang disinaptikal kekorteks visual dan parietal, dan
dibutuhkan motor neuron okuler untuk setiap area proyeksi korteks tersebut diduga
menimbulkan refleks gerakan mata memiliki tanggung jawab utama terhadap
vestibuloocular yang setara dan berlawanan sensasi dari self-motion. Meskipun adanya
dengan pergerakan kepala. Banyak peneliti kemungkinan keterlibatan jalur vestibulo-
yang percaya bahwa prepositus hipoglosus serebello-korteks, keempat jalur utama
sangat berperan dalam menyediakan integrasi vestibulokorteks secara keseluruhan terlibat
kedua tersebut. (Leigh&Zee,1991). dengan thalamus; baik bagian nukleus lateral
posterior, nucleus ventral posterior, nucleus
Kebanyakan neuron VNC memperlihatkan ginekulatum medial, atau nucleus
konvergensi input yang berasal dari berbagai ventrolateral. Demonstrasi dari respon
macam bagian yang berbeda pada labirin (ie : vestibuler di thalamus telah dilaporkan sejak
Neuron - neuron tersebut akan merespon tahun 1965, ketika Spiegel dan koleganya
kedua percepatan kepala secara linier dan melaporkan neuron vestibulo-responsif pada
angular), dan akan merespon pergerakan dari otak tengah, thalamus, dan ganglia basalis.
ruang lingkup pandangan (stimulus Sejak saat itu, peneliti lainnya telah
optokinetik) dengan cara yang saling mengonfirmasi bahwa thalamus adalah lokasi
melengkapi dengan stimulasi vestibuler (ie. estafet yang penting dalam proyeksi vestibular
Jika neuron tersebut merespon akselerasi asenden, dan studi pencitraan terhadap
angular horizontal kearah kanan, akan timbul manusia telah menyajikan bukti tambahan.
respon stimulasi optokinetik kearah kiri). Input Bukti bahwa jalur aferen membawa informasi
visual ke VNC muncul dari jalur subkorteks, vestibular ke hippocampus dari thalamus,
termasuk jaluroptik tambahan, yakni formasi presubiculum, korteks cingulate dan berbagai
retikuler medulla dan prepositus hipoglossus; area lainnya pada korteks masih kontroversial.
namun informasi visual juga berkonvergensi di Namun, banyak peneliti yang percaya bahwa
VNC via flocculus cerebellum dan olive input vestibular ke hippocampus berasal dari
inferior, dan beraneka ragam informasi proyeksi thalamus kekorteks parietal, yang
sensorik lainnya (eg. Proprioseptif dan akan diproyeksikan kembali ke hippocampus
somatosensorik dari medulla spinalis) juga via korteks perirhinal dan entorhinal.
saling berintegrasi dengan VNC. Sebagai Sementara peneliti lainnya mempercayai
tambahan untuk input tersebut, neuron VNC adanya kemungkinan koneksi langsung.
juga menerima input disinaptik dan Fungsi sebenarnya dari proyeksi vestibular ke
monosinaptik dari VNC kontralateral via hippocampus belum jelas, namun terdapat
kommisura batang otak; dan efek fungsional hipotesa bahwa hippocampus memiliki
dari input ini adalah inhibisi; karena itu, disana pengaruh terhadap respon vestibular, sama
terdapat jaringan inhibitor lateral antara kedua seperti informasi sensorik lainnya, terhadap
VNC yang meningkatkan kedinamisan perkembangan dari tingkatan pola respon sel.
sensitivitas dari respon neuron vestibuler
terhadap gerakan kepala. Kompleksitas dan Terdapat semakin banyak bukti yang
konvergensi dari input ke VNC menunjukkan bahwa sel-sel rambut reseptor
memperlihatkan bahwa, meskipun pada vestibular pada telinga dalam, nervus
tingkatan batang otak, terdapat pengolahan vestibular yang membawa informasi vestibular
ekstensif dari informasi vestibuler, dan adanya ke otak, dan VNC pada batang otak sendiri,
integrasi dengan informasi sensorik lainnya. semua mengalami sejumlah kerusakan yang
tekait usia yang bervariasi antar individu yang
Journal Reading

berbeda namun dapat berkontribusi terhadap jumlah sel-sel rambut di utrikulus, bila
terjadinya pusing pada usia tua. dibandingkan dengan janin, bayi dan dewasa
muda (Rosenhall, 1973). Engstrom, Bergstrom
Degenerasi Sistem Anatomi Karena Usia & Rosenhall (1974) telah mempelajari sel-sel
Degenerasi Sel Rambut Sensorik sensorik dari epitel sensorik vestibular pada
manusia di berbagai usia. Mereka menemukan
Sebelum tahun 1970-an, ada beberapa bahwa, biasanya, ada sekitar 33.100 sel-sel
kontroversi mengenai apakah sistem vestibular rambut di utrikulus; dengan perbandingan,
akan berdegenerasi dengan bertambahnya usia. pada usia 70-95 tahun hanya ada 26.100
Penelitian menemukan perubahan pada koklea tersisa. Ini merupakan penurunan sel-sel
yang disebabkan penuaan; namun, tampaknya rambut dari sekitar 20% pada usia 70-95.
tidak ada perubahan terkait usia dalam labirin
vestibular (Jogersen, 1961; Reske-NIelsen & Pada sakulus juga menunjukkan
Hansen, 1961). Bagaimanapun, pada awal degenerasi signifikan, pada jumlah sel-sel
1970-an Rosenhall (1973) telah menunjukkan rambut, dibandingkan dengan yang utrikulus,
bahwa degenerasi sistem vestibular memang sekitar 25% (Rosenhall, 1973). Normalnya,
terjadi penuaan, mencapai kehilangan sekitar sakulus pada manusia memiliki kurang lebih
40% pada dekade ke-9. 18.800 sel rambut, dan pada lansia rata-rata
memiliki 14.200 sel rambut (Engstrom,
Sekarang diketahui bahwa epitel Bergestrom dan Rosenhall, 1974). Pada orang-
sensorik vestibular mengalami perubahan yang orang dengan umur lebih dari 60 tahun proses
berbeda pada individu diatas usia 70 tahun, degenarasi terlihat pada epitel sensori sakulus,
dengan beberapa perubahan yang terjadi ditambah oleh penurunan kalsium karbonat
paling cepat pada awal 50-60 tahun crystale (otoconia) yang mengerahkan
(Engstrom, Bergstrom & Rosenhall, 1974; kekuatan inersia pada sel-sel rambut, yang
Rosenhall, 1973; Rosenhall, 1974; Rosenhall mengakibatkan membran otolithic yang
& Rubin, 1975). Degenerasi sel rambut telanjang. Kehilangan ini juga terjadi pada
tersebar di epitel sensorik, meskipun hilangnya utrikel namun derajatnya lebih rendah dari
sel rambut lebih terkonsentrasi di bagian pada di sakulus, mungkin disebabkaan karena
tengah krista, yang merupakan bagian dari sakulus lebih sensitive pada posisi vertical
kanalis semisirkularis yang berisi sel-sel (Johnson & Hawkins, 1972).
rambut sensorik (Rosenhall, 1973). Sedangkan
hilangnya sel rambut pada kanalis Krista Canalis semisirkularis
memperlihatkan penurunan sel rambut yang
semisirkularis diperkirakan akan menghasilkan
defisit sensasi gerakan sudut kepala, lebih banyak dari utrikel dan sakulus (kurang
kehilangan sel rambut pada otolith (utrikulus lebih 40% pengurangan pada umur lebih dari
dan sakulus) diperkirakan akan menyebabkan 70 tahun) (Rossenhal, 1973). Proses
degenerasi sel rambut ini sudah bias tampak
defisit pada sensasi gerak linear. Sayangnya,
beberapa perbandingan defisit refleks pada umur 50-60 tahun.
vestibular yang timbul dari kanalis Hilangnya sel rambut lebih terkonsentrasi di
semisirkularis dibandingkan sumber otolithic sentral dari pada di bagian perifer Krista.
dari informasi vestibular telah dilakukan pada Setiap tiga Krista normalnya memiliki lebih
populasi usia tua; Oleh karena itu, konsekuensi kurang 7.600 sel rambut, dan 4.600 pada lansia
fungsional dari berbagai jenis degenerasi (Engstrom, Bergestrom dan Rosenhall, 1974).
reseptor belum dipahami dengan baik.

Pada individu diatas usia 70 tahun


terjadi penurunan yang signifikan dalam
Journal Reading

Degenerasi pada saraf vestibular dari sel rambut membuat badan inklusi di
dalam ujung saraf epitel sensorik;
Berkurangnya sel rambut sejalan dengan bagaimanapun juga, hipotesis ini harus
degenerasi serat saraf vestibular yang dikonfirmasi lebih lanjut lagi.
merupakan tempat berjalannya informasi
vestibular ke VNC di batang otak. Proses Degenerasi nukleus vestibular pada batang
reduksi ini mulai berlangsung pad decade ke otak.
lima (Bergstrom, 1973). Seseorang dengan
umur antara 10-20 tahun memiliki rata-rata Lopez, Honrubia dan Baloh (1997) telah
18.000 serat saraf dibandingkan 11.000 pada melaporkan kerusakan neuron di dalam batang
orang-orang dengan umur lebih dari 80 tahun. otak VNC kira-kira 3% per dekade,
Pada lansia terjadi inervasi pada epitel sensori. kejadiannya dimulai pada usia 40 tahun.
Diameter serat saraf vestibular akan berubah Kerusakan ini adalah yang paling ekstensif
sesuai umur dari lahir sampai dewasa. pada nukleus vestibular superior, dan paling
Bagaimana pun pada lansia akan sedikit di nukleus vestibular media. Penurunan
memperlihatkan proses penyempitan diameter dari jumlah sel menjadi dua kali lipat dengan
serat. Terdapat juga hilangnya ketebalan serat, penurunan volume yang signifikan dan
dalam ketebalan serat mielin tertentu, yang densitas dalam nukleus vestibular. Akumulasi
mana ia mensarafi sel rambut tipe I pada dari deposit lipofusein pada badan sel juga
Krista (Bergstrom, 1973). Jumlah saraf mengakibatkan peningkatan jumlah neuron
ganglion juga akan berkurang dengan raksasa (>500 um2) pada orang yang lebih tua
bertambahnya umur,dengan penurunan tajam (Lopez et al. 1997)
rata-rata sejumlah sel pada 60 tahun (Ritcher, Baru-baru ini, Alvarez, Diaz, Suarez,
1980). Fernandez, Dalrey, Navarro dan Tolivia
(1998) telah melaporkan kerusakan neuron
Terdapatnya badan amyloid sudah yang lebih luas pada nukleus vestibular medial
terdeteksi pada vestibulokoklear (NVIII) (Fuji, manusia. Dibandingkan dengan jumlah total
Goto,Okada, Kida& Kikuchi, 1996). Rata-rata neuron pada orang berusia 35 thaun dan 89
area pada badan amyloid cendrung meningkat tahun, mereka mengobservasi penurunan
pada peningkatan umur, sementara fungsinya hampir 40%, sebagaimana juga ditemukan
secara signifikan masih belum diketahui. pada penurunan diameter dari sel nukleus.
Pelebaran kista termasuk material basofil juga Penelitian lain pada binatang
dilaporkan pada Krista individu lansia. menunjukkan bahwa penuaan berhubungan
Rosenhall (1974) menemukan bahwa kista- dengan adanya bengkak, akson yang abnormal
kista itu terbatas pada Krista di dua canalis di VNC, yang memiliki neurofilamen dan
semisirkularis vertical dan tidak ditemukan deposit granular densitas tinggi (Takeuchi,
pada canalis semisirkularis horizontal atau Takeuchi, Muashima, & Setoohsima, 1997).
pada utrikel atau pada sakulus. Dia
memperkirakan bahwa Krista lebih rentan Penyakit vaskular dan disfungsi vestibular
pada proses penuaan dari pada epitel sensoris
(macula) pada utrikel maupun sakulus. Richter Salah satu penjelasan yang mungkin tentang
(1980) mendapatkan basofil pada degenerasi sel di sistem vestibular perifer atau
intraepitelial pada horizontal canal crista dan sentral adalah suplai darahnya telah
utrikulus makula dan kista pada krista. Ada menunjukkan masalah. Suplai darah arterial ke
peningkatan densitas dari inklusi ini dengan membran labirin, yang memiliki reseptor sel
menigkatnya umur dan penurunan densitas rambut vestibular, disediakan oleh auditori
dengan peningkatan jumlah sel rambut. internal atau arteri labirin yang berasal dari
Richter (1980) menyebutkan bahwa degenerasi sistem arteri vertebrobasilar (Baloh, 1996b).
Journal Reading

Di dalam telinga dalam, arteri labirin membagi lateral atau serebellum aakan menyebabkan
jadi arteri vestibular anterior dan arteri vertigo yang berat (diantar berbagai gejala)
koklear: menyediakan darah ke ampula dari dan neuronal loss. Akan tetapi sama dengan
kanal semisirkular anterior dan horizontal, infark labyrinthine munculan gejala neurologis
utrikulus dan bagian kecil dari sakulus, cabang utama pada keadaan ini tidak mungkin untuk
terakhir menuju arteri vestibular posterior dan memperhitungkan disfungsi vestibular lebih
arteri koklear utama, yang pertama kali lanjut pada pasien usia tua tanpa riwayat
menyuplai darah sakulus dan ampula kanal gangguan neurologis.
semisirkular posterior (Baloh, 1996b).
Gangguan aliran darah ke arteri labirin lebih Hubungan Perubahan Umur Dengan
dari 15 detik akan mengakibatkan kerusakan Neurofisologi Dan Neurochemistry
sel rambut dan nervus VIII. Penyebab yang Vestibular
memungkinkan seperti insufisiensi dari Walaupun adanya dokumentasi yang
vertebrobasilar karena artherosclerosis di baik mengenai hubungan usia dengan
subklavikula, arteri vertebral atau basilar, atau
perubahan vestibular anatomi, masih ada
emboli pada arteri vestibular posterior. kekurangan dalam penelitian yang membahas
Transient iskemik (penurunan supply darah) di tentang hubungan usia dengan perubahan
sistem arteri vertebrobasilar sering neurofisiologi dan neurochemistry pada sistem
mengakibatkan vertigo pada pasien berusia tua vestibular nuclei mencit. Pada mencit tua
(Baloh, 1996b) dan iskemik berulang bisa
ditmukan adanya penurunan noradremaln
mengakibatkan kerusakan sel rambut dan meskipun demikian terdapat kompensasi pada
nervus vestibular. Kemungkinan penyebab metabolitnya 3-methoxy 4-
termasuk insufisiensi ventrobasilar insufisiensi hidroxyphenyldlycol menjadi adrenalin yang
oleh karena atherosklerosis di subclavia,
menggambarkan neuron noradrenergikmenjadi
basilar atau arteri vetebra, atau emboli pada hiperaktif. Tidak ada hubungan perubahan
posterior arteri vestibular. Transient iskemik umur dengan perubahan dopamine dan
(penurunan hantaran darah) pada sistem metabolitnya 3.4 asam dihidroxyphenilasetat.
ventrobasilar arteri biasanya akan Mencit yang lebih tua menunjukan
menyebabkan vertigo pada pasien yang lebih
peningkatan jumlah serotonin dan
tua. (Baloh, 1996b) dan iskemik rekuren metabolitnya 5. Asam dihydroxyindolasetat.
merupakan akibat degenerasi sel rambut dan Penulis mengemukakan bahwa peningkatan
saraf vestibular. Meskipun insufsiensi serotonin merupakan kompensasi untuk deficit
vertebrobasiler berhubungan dengan yang monoamine neurotransmitter.
onsetnya mendadak dan disertai dengan mual
muntah. Oleh karena itu beratnya gejaala Efek Usia Terhadap Fungsi Reflek
biasanya akan menyebabkan pasien mencari Vestibular
pertolongan medis. Jika terjadi sumbatan pada
arteri labyrimthine gejala yang muncul Vestibulo-Ocular Reflex
biaasanya akan lebih berat dan kematian sel
Respon fungsi vestibular teharhadap
akan terjadi secara cepat.
caloric test (contohnya dengan mengalirakan
Vertigo mungkin juga disebabkan air ding ke luar telinga) menunjukan tidak ada
karena gangguan aliran darah ke batang otak tren yang tetap terhadap penuaan. Namun tes
VNC atau serebelum yang biasanya berasal reflek vestibule-ocular menggunakan kursi
dari arteri cerebella posterioinferior, arteri berputar untuk memberikan efek berputar atau
cerebellar anteriorinferior (VNC dan percepatan sudut menunjukan amplitudo dari
serebellum) dana arteri serebelum superior. refle vestibule-ocular nistagmus(contohnya
Infark melarry lateral dam pontomedulry aktivasi berulang dari VOR) lebih kecil dan
Journal Reading

frekuensi lebih rendah pada pasien tua. Keadaan ini disebut dengan ‘circularvection’;
Vestibule-ocular reflek pada orang tua sesuai dengan ilusi linear self-motion yang
menurun pada orang tua dan penurunan ini disebut dengan ‘linearvection’.
akan terlihat lebih jelas jika diberikan Studi yang meneliti reflek optokinetik
stimulasi peningkatan amplitude. (contohnya : pada lansia, pada banyak studi telah digunakan
rasio kecepatan mata terhadap kecepatan osilasi horizontal sinusoidal (bolak-balik) dari
kepala). Ada peningkatan dalam tahap ‘optokinetic drum’, daripada rotasi drum yang
memimpin kecepatan mata terhadap kecepatan searah untuk menstimulasi optokinetik. Reflek
kepala sehingga menyebbakan mata bergerak optokinetik telah diukur dengan
cepat untuk mengkompensasi pergerakan membandingkan anatra keuntungan dari
kepala dan menstabilkan pandangan retina nistagmus opokinetik (OKN) dan kecepatan
(Baloh, Jacobson & Socotch, 1993; Paige, mata fase lambat pada orang muda dan lansia.
1992; Paige, 1994; Peterka, Black & Baloh, Jacobson & Sacotch (1993) mengukur
Schoenhoff, 1990). Konsekuensi fungsional respon optokinetik terhadap rotasi drum
akibat pengurangan ini yaitu menguntungkan sinusoidal pada 0,05 Hz dan kecepatan
reflek vestibule-occular dan meningkat pada puncak 60°/s dan 120°/s. Pada lansia secara
tahap awal yaitu ‘oscillopsia’, atau pergerakan signifikan menampilkan nistagmus optokinetik
semu dari penglihatan secara menyeluruh yang yang lebih rendah daripada orang muda (usia
biasanya terjadi ketika kepala bergerak. Gejala 18-39 tahun) pada kedua kecepatan
yang berat ini mungkin disebabkan oleh rangsangan. Demikian juga, waktu konstant
sedikit gerakan kepala yang dihasilkan oleh (yaitu waktu untuk pembusukan sampai 66%
denyut nadi. Oscillopsia sering melemahkan dari respon puncak) dari fase lambat kecepatan
penderitanya dimana sulit untuk berdiri tegak nistagmus optokinetik selama nistagmus
dan memiliki kesulitan tertentu di berbagai setelah optokinetik (OKAN) lebih lambat pada
situasi yang objek lain bergerak pada lapangan lansia. Paige (1994) menggunakan osilasi
pandang penderita (contohnya sebuah bus sinusoidal pada frekuensi 0.025 Hz untuk
yang sedang melintas). menentukan kemampuan subjek mengalami
circularvection. Pengalaman circularvection
Refleks optokinetik diukur dengan proporsi subjek yang
Hanya sedikit penelitian mengenai mengalami sensasi dari rotasi diri pada tiap
reflek optokinetik dan ilusi terkait rotasi diri, siklus dari 21/2 siklus percobaan. Namun,
rasa berputar pada orang tua. Reflek baru-baru ini, Matheson, Darlington & Smith
optokinetik biasanya dihasilkan oleh gerakan (1998) menggunakan rotasi gendang
seluruh lapangan penglihatan, ketika kepala horizontal satu arah pada 50°/ detik untuk
digerakkan relatif terhadap itu. Kemudian, mengukur latency circularvection dengan
Reflek optokinetik bekerja sama dengan pertambahan usia; berbeda dengan hasil
refleks vestibule-occular untuk penelitian Paige (1994), peningkatan yang
mengkompensasi secara maksimal gerakan signifikan dalam latency mengalami ilusi yang
lapangan pandang. Salah satu cara efektif terjadi dengan peningkatan usia, menunjukkan
untuk menguji reflek optokinetik saat tidak penurunan kepekaan terhadap rangsangan
adanya refleks vestibule-occular yaitu dengan optokinetik.
menempatkan seseorang di dalam lapangan
penglihatan berputar (‘optokinetic drum’) yang Postur
terdiri dari garis-garis hitam dan putih vertikal.
Meskipun orang tersebut tetap diam, pada Penelitian saat ini setuju bahwa
detik berikutnya mereka mulai merasa seperti kehilangan kontrol postural ditandai dengan
sedang bergerak kearah yang berlawanan gangguan keseimbangan berat, meningkat
dengan gerakan lapangan penglihatan. dengan penuaan (Norre, Forrez &
Journal Reading

Beckers,1987; Baloh, Fifie, Zwerling, semua orang tua yang mempunyai tanda-tanda
Socotch, Jacobson, Bell & Beykirch, 1994; klinis disfungsi vestibular yang jelas (Paige,
Baloh, Spain,Socoth, Jacobson, Bell & 1992). Pusing dan gangguan vestibular lainnya
Beykirch, 1994; Baloh, Spain, Socotch, dapat berkembang hanya bila tingkat
Jacobson, & Bell, 1995; Matheson, Darlington kerusakan sistem vestibular melebihi
& Smith, in press(a); Teasdale, Stelmach & kemampuan dari sistem saraf untuk
Breunig, 1991; Whipple, Wolfson, Derby, mengkompensasi. Bagi mereka yang
Singh & Tobin, 1993). Perubahan postur pada mengalami pusing akibat kerusakan sistem
usia lanjut dapat terkait dengan perubahan vestibular yang terkait usia, konsekuensi
pada dua area: integrasi informasi sensorik, psikologis dapat memperburuk keadaan, yang
termasuk informasi vestibular, perubahan menyebabkan hilangnya kebebasan, isolasi
kondisi dan respon koordinasi otot dan gangguan kecemasan terkait dengan takut
(Woollacott, Shumway-Cook & Nashner, jatuh. Namun, program rehabilitasi vestibular
1986). Orang berusia lanjut menunjukkan dapat digunakan untuk mengurangi dampak
keadaan gangguan keseimbangan yang dari disfungsi vestibular dan dengan demikian
disebabkan oleh masalah input sensorik, selain dapat digunakan untuk meminimalkan efek
itu dapat juga disebabkan oleh masalah visual, psikologis.
dan vestibular atau kondisi somatosensorik.
Pada orang yang berusia lebih tua tampak
gangguan keseimbangan hebat ketika mereka .
bergantung padasistem vestibular saja
(Matheson, Darlington & Smith, in press(a);
Teasdale, Stealmach & Breunig, 1991;
Woollacott, 1993). Ketika bergantung pada
sistem vestibular dalam isolasi, mereka
menunjukkan ketidakmampuan
mengkompensasi untuk menghilangkan
informasi sensorik, untuk memastikan
stabilitas postural. Bagaimanapun, beberapa
orang berusia lanjut mungkin dapat
beradaptasi untuk kondisi sensoris berikutnya
(Woollacott, Shumway-Cook & Nashner,
1986). Hal itu menyatakan bahwaorang lebih
tua dapat juga menjadi lebih tergantung pada
sistem visual mereka untuk mengontrol
keseimbangn.

Kesimpulan

Sistem vestibular perifer dan central


menampilkan sebuah penurunan struktural
terkait usia yang mungkin secara langsung
bertanggung jawab untuk menyebabkan
penurunan reflex vestibular dan
mengakibatkan pusing, pada orang berusia
lanjut. Bagaimanapun, tampaknya sistem saraf
pusat mampu mengkompensasi penurunan
fungsi pada tingkat tertentu, karenanya tidak