You are on page 1of 13

ISSN 1411-6863

Jurnal
Rekayasa Mesin
Volume 10 Nomor 2 Agustus 2015

JURUSAN TEKNIK MESIN


POLITEKNIK NEGERI SEMARANG

Semarang ISSN
Rekayasa Mesin Vol. 10 No. 2 Hlm 39 – 74 Agustus 2015 1411-6863
Jurnal
Rekayasa Mesin
PENANGGUNG JAWAB : Ketua Jurusan Teknik Mesin
(Sugeng Ariyono, B.Eng. M.Eng, Ph.D.)
REDAKTUR : Suyadi, S.T., M.T .
PENYUNTING/EDITOR : Rofarsyam, S.T., M.T.
REDAKTUR PELAKSANA : Dr. Anwar Sukito Ardjo, S.Kom,
Dra. Suparni Setyowati Rahayu, M.Si.,
Drs. Paryono, S.S.T., M.T.
Abdul Syukur A., S.T., M.T.
DESAIN : Carli, S.T, M.T.
Sri Harmanto, S.T., M.T.
MITRA BESTARI : Dr. Totok Prasetyo, B.Eng, M.T.,
Dr. A Sutowo Latief., M.Si.
STAF ADMINISTRASI : Rusli, SE
Suistini
PEMBANTU UMUM : Sukino.
ALAMAT REDAKSI : Jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Semarang, Jln Prof.
Sudarto, SH., Tembalang, Semarang, Tilpun (024) 7478384; Fax : (024) 7472396;
Http://www.polines.ac.id/rekayasa, Http://www.jurnalrekayasame.blogspot.com
Email : jur.rekayasa@gmail.com
Diterbitkan oleh : Jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Semarang, di Semarang

Rekayasa Mesin (d/h MANDEGANI) diterbitkan sejak 1997, dengan frekuensi 3 kali
setahun. Missi : media komunikasi bagi dosen, praktisi, dan ilmuwan tentang karya ilmiah
(scientific article) hasil-hasil penelitian, survei, studi kasus dan telaah pustaka yang erat
hubungannya dengan teknik mesin, meliputi topik/tema seperti perancangan mesin,
instalasi, perawatan & perbaikan mesin, bahan konstruksi & komponen mesin, teknik
pengerjaan logam, pembuatan komponen mesin, pengujian bahan dan komponen mesin,
teknik pengukuran & kontrol kualitas proses/produk industri manufaktur, manajemen &
teknik produksi industri manufaktur, pembentukan dan pengembangan desain produk,
aplikasi komputer dalam sistem kendali & operasi mesin, mesin-mesin kalor & fluida, sistem
pembangkitan energi, mesin pendingin & pengkondisian udara, pembangkitan energi
alternatif & terbarukan.
Visi : Memajukan budaya akademik masyarakat ilmiah Indonesia.

DARI REDAKSI

Jurnal Rekayasa Mesin Volume 10, nomor 2, terbit dengan membawa 6 naskah
merupakan hasil penelitian, analisis dan rancang bangun. Naskah hasil rancang
bangun menunjukkan peningkatan yang cukup berarti.
Redaksi siap menerima naskah /artikel untuk penerbitan Volume 10, Nomor 2,
Desember 2015
Semarang, Agustus 2015
Redaksi
Jurnal
Rekayasa Mesin
Volume 10 Nomor 2 Agustus 2015

DAFTAR ISI

No. Judul dan Penulis hal


1. Analisis Unjuk Kerja Mesin Sepeda Motor 4 Tak dengan Penambahan
Turbulator pada Intake Manifold 39 – 48
Oleh : Setyawan Bekti Wibowo, Soeadgihardo Siswantoro

2. Karakteristik Vibrasi pada Kompresor Piston Dua Tingkat Dua Silinder 49 – 55


Oleh : Parno Raharjo

3. Pengaruh Putaran Motor Penggerak Pompa Jenis Pompa MMO 65-5 Terhadap
Efisiensi Pompa dengan Debit 74,3 M3/H Saat Performance Test Produksi Pompa 56 – 60
Oleh : M. Denny Surindra

4. Analisa Penurunan Temperatur dan Maintenance pada Holimesy (Holding Furnance) 61 – 64


Oleh : Hartono, Sunarto, Fajar Bachtiar Khotib

5. Rekayasa Mesin Penggiling Bumbu dengan Penggerak Motor Listrik 1,5 Hp 65 – 67


Oleh : Zaenal Abidin

6. Bima “Biogas Mandiri” Hasil Pengolahan Limbah Cair Tahu dengan Digester
Anaerob Tipe Fixe Dome Untuk Terciptanya Energi Pedesaan, Adiwerna, Tegal 68 – 73
Oleh : Muiz Azhar Dinata, Sinar Ilham Hari Saputra, Fuad Fida Fadhil, Eva Afiyani,
Ahmad Fatoni, Suparni Setyawati Rahayu
ANALISIS UNJUK KERJA MESIN SEPEDA MOTOR 4 TAK
DENGAN PENAMBAHAN TURBULATOR PADA INTAKE MANIFOLD
Setyawan Bekti Wibowo, Soeadgihardo Siswantoro

Program Diploma Teknik Mesin, Sekolah VokasiUniversitas Gadjah Mada


Jl. Yacaranda, Sekip Unit IV Ygyakarta 55281
Email : setyawanbw@ugm.ac.id
Abstrak
Pada sepeda motor kualitas pencampuran udara dengan bahan bakar akan menentukan kualitas
pembakaran dan emisi yang terjadi. Penambahan turbulator akan meningkatkan turbulensi sehingga
menyebabkan campuran bahan bakar menjadi lebih homogen dan menjadi pembakaran sempurna. Akan
tetapi efek dari penambahan turbulator akan menyebabkan kenaikan hambatan aliran yang
menyebabkan jumlah bahan bakar yang masuk ruang bakar akan mengalami gangguan. Dalam
penelitian ini dilakukan pengamatan nilai paling optimal penambahan turbulator dengan memvariasikan
sudut serang sudu turbulator dengan sudut 350, 450, dan 550 serta posisi penempatan turbulator di intake
manifold untuk jumlah sudu turbulator 2, 3, dan 4 bilah. Selain itu juga diamati visualisasi aliran
menggunakan metode numerik untuk melihat pola aliran yang terjadi akibat penambahan
turbulator.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan turbulator dengan 2 bilah sudu di bagian
belakang dengan sudut 450 menghasilkan emisi yang paling baik, dikarenakan peningkatan olakan pada
saluran sementara penurunan tekanan selama di saluran intake manifold cukup kecil.
Kata kunci : “turbulator”,”emisi”, “metode numerik”, “intake manifold”, “pembakaran sempurna”

1. Pendahuluan menjadikan aliran fluida dibuat turbulen.


Semakin maraknya isu pemanasan global Dalam aliran turbulen terjadi fluktuasi-
yang diakibatkan oleh besarnya jumlah emisi fluktuasi kecepatan, temperatur dan sifat-sifat
yang dihasilkan oleh negara-negara besar fluida yang tidak uniform, fluktuasi tersebut
termasuk Indonesia, memicu adanya usaha- berperan dalam transfer energi dan
usaha untuk mengurangi emisi tersebut. momentum. Mekanisme turbulensi terdiri
Banyaknya kendaraan bermotor mempunyai atas pusaran-pusaran yang berfluktuasi
andil yang besar dalam pembentukan emisi, secara cepat yang mengangkut gumpalan-
sehingga banyak produsen-produsen gumpalan fluida secara tidak teratur, partikel-
kendaraan maupun peneliti-peneliti partikel saling bertabrakan secara acak
melakukan modifikasi dan penambahan alat- membentuk aliran lintang dan mencampur
alat tertentu untuk mengurangi laju emisi gas fluida secara efektif. Untuk menghasilkan
buang pada kendaraan-bermotor. jenis aliran turbulen banyak cara yang telah
Salah satu cara untuk mengurangi emisi yaitu dilakukan diantaranya dengan memasang
dengan mengusahakan pembakaran menjadi turbulator pada saluran, dengan harapan
sempurna. Pembakaran yang sempurna aliran fluida yang bersifat laminar berubah
dalam ruang bakar sangat dipengaruhi oleh menjadi aliran turbulen, dan diharapkan
proses pencampuran antara bahan bakar dan dapat meningkatkan efisiensi pada peralatan
industri ataupun pada mesin-mesin
udara. Dengan pembakaran yang sempurna
pembakaran dalam.
diharapkan emisi gas buang akan menjadi
Secara teoritis proses pembakaran akan
turun.
terjadi sempurna apabila udara yang tersedia
Dalam praktek banyak ditemui upaya untuk
adalah cukup sehingga semua unsur karbon
meningkatkan efektivitas dalam proses
menjadi karbondioksida dan semua unsur
pembakaran dan perpindahan kalor dengan
hidrogen menjadi air. Arismunandar (1988)
39
menunjukkan bahwa pada proses variasi kecepatan masuk dari proses injeksi
pembakaran yang terjadi dalam ruang bakar bahan bakar keruang bakar. Dari hasil
tergantung pada perbandingan udara dan simulasi didapatkan beberapa model simulasi
bahan bakar, kepadatan campuran udara dan pemusingan untuk berbagai kecepatan injeksi
bahan bakar, jarak antara kedua elektroda dari bahan bakar yang akan mempengaruhi
dan temperatur campuran. Untuk besarnya turbulensi dan pencampuran bahan
mendapatkan kepadatan dari campuran bakar dan udara.
dengan membuat aliran campuran bahan Dari hasil beberapa penelitian tersebut
bakar dan udara yang turbulen sebelum menunjukkan bahwa penambahan turbulator
masuk ke ruang bakar (Obert, 1973). akan menyebabkan kenaikan turbulensi yang
Ying Wu, dkk. (2000) meneliti tentang menyebabkan pencampuran udara dengan
konsep turbulensi terhadap perpindahan bahan bakar menjadi lebih homogen, akan
panas pada saluran berbentuk silinder, di tetapi efek dari penambahan turbulator akan
dalam silinder dipasangkan kawat spiral. menjadikan peningkatan gradient tekanan
Dengan analisa perpindahan panas dan yang menyebabkan hambatan aliran
persamaan momentum untuk menghitung campuran bahan bakar – udara keruang
kecepatan tangensial, koefisien gesek lokal, bakar. Agar penambahan turbulator efektif
dan bilangan Nusselt. Kemudian dilakukan maka perlu dicari nilai paling optimal dari
perbandingan antara data eksperimental peningkatan turbulensi dengan gradient
dengan perhitungan. Hasil penelitian tekanan yang serendah mungkin. Modifikasi
menunjukkan bahwa aliran turbulen dapat dari sudut pengarah dan posisi penempatan
meningkatkan koefisien gesek, dan turbulator akan mempengaruhi turbulensi
meningkatkan Bilangan Nusselt. dan gradient tekanan.
Beberapa kendaraan bermotor telah banyak Soeadgihardo dan Setyawan (2008) meneliti
dilakukan modifikasi pada bagian intake tentang visualisasi aliran menggunakan
manifold dengan cara diberikan pengarah metode CFD (Computational Fluid
aliran agar dihasilkan aliran yang turbulen, Dynamics) untuk melihat peningkatan
tujuannya adalah meningkatkan kualitas turbulensi aliran akibat pemasangan
pencampuran bahan bakar dan udara sebelum turbulator pada intake manifold. Dari
memasuki ruang bakar. Penelitian penelitian tersebut diperlihatkan adanya
sebelumnya telah dilakukan oleh peningkatan turbulensi akibat penambahan
Soeadgihardo dan Harjono (2006) yang turbulator, akan tetapi penambahan tersebut
meneliti tentang pengaruh pemberian juga menyebabkan kenaikan gradient
turbulator di dalam intake manifold pada tekanan, sehingga perlu dicari nilai turbulensi
sepeda motor Suzuki Shogun 110 cc 4 tak tertinggi dengan penurunan tekanan yang
terhadap emisi gas buangnya. Dari penelitian paling rendah untuk mendapatkan modifikasi
tersebut menunjukkan bahwa pemasangan penambahan turbulator paling optimal.
turbulator pada intake manifold akan Sementara Sulaiman dkk. (2010) meneliti
memperbaiki emisi gas buangnya. tentang modifikasi aliran masuk campuran
Rathnaraj & Kumar (2007) melakukan studi bahan bakar pada mesin Go-Kart 200 cc dan
tentang pengaruh pemusingan pada saluran melihat karakter dan visaualisasinya
masuk mesin diesel menggunakan CFD. menggunakan teknik Computational Fluid
Penelitian ini dilakukan dengan berbagai Dynamics (CFD) dan divalidasi dengan
40
eksperimen. Hasil dari penelitian ini 2.2 Alat yang Dipakai
menunjukkan adanya perbedaan jumlah laju
Alat yang digunakan dalam penelitian
aliran masuk bahan bakar keruang bakar, dari
eksperimen meliputi peralatan utama, seperti
desain yang digunakan mampu menambah
sepeda motor dan gas analyzer maupun
laju aliran massa sampai dengan 6%.
peralatan-peralatan tambahan, seperti
Dalam penelitian ini akan dicari nilai paling
tachometer, stopwatch, tabung pengukur
optimal dari modifikasi turbulator berupa
bahan bakar, dan lain-lain. Sepeda motor
sudut pengarah dan posisi penempatan
yang digunakan untuk pengujian turbulator
turbulator pada intake manifold untuk
adalah Honda Supra X-125 tahun 2006.
mendapatkan hasil pembakaran yang ditandai
dengan kualitas emisi gas buang yang paling
2.3 Prosedur Penelitian
baik.
2.3.1 Eksperimen
2. Metodologi Eksperimen dilakukan untuk melihat sejauh
Pada penelitian ini dilakukan dua metode mana pengaruh nyata dari penambahan
penelitian yaitu berupa eksperimen dan turbulator pada intake manifold. Sudut
simulasi numerik untuk mendukung hasil serang sudu turbulator dan posisi
penelitian eksperimen. Penelitian dilakukan penempatan turbulator akan mempengaruhi
dengan memodifikasi turbulator untuk besarnya penurunan tekanan dan peningkatan
dianalisa hasil pembakaran maupun turbulensi udara yang akan menghasilkan
visualisasi aliran yang paling baik. kualitas pencampuran bahan bakar – udara
yang paling optimal. Sebagai indikator
2.1 Bahan atau Materi Penelitian kualitas pencampuran bahan bakar – udara
Bahan yang akan dilakukan pengujian dan dilakukan pengujian emisi untuk melihat
diteliti adalah turbulator yang diletakkan kualitas pembakaran dengan metode
pada intake manifold kendaraan bermotor 4 pengujian sebagaimana terlihat pada
tak merk Honda SupraX 125 dengan gambar 2.
memvariasikan sudut serang sudu dan posisi Variasi yang dilakukan meliputi sudut sudu
penempatannya pada intake manifold turbulator pada 350, 450 dan 550 dengan
masing-masing untuk jumlah bilah turbulator penempatan di ujung depan, di belakang,
2, 3 dan 4. maupun kedua ujung saluran intake manifold
sebagaimana terlihat pada gambar 3.

Udara BBM

Intake manifold Lingkungan


Karburator

Turbulator

Mesin Bensin
(SupraX 125) Gas Analyser

Gambar 1. Bentuk turbulator untuk 2, 3


dan 4 bilah Gambar 2. Skema pengujian
41
(a)

Gambar 5. Pengujian emisi gas buang

2.3.2 Simulasi
Penelitian berupa simulasi numerik
dilakukan untuk mengamati pola aliran pada
(b) intake manifold berupa saluran berbentuk
Gambar 3. (a) Geometri turbulator silinder berbelok. Simulasi aliran digunakan
(b) posisi penempatan turbulator
untuk melihat secara detail visualisasi aliran
yang terjadi pada intake manifold.Pembuatan
Pengaturan putaran mesin sepeda motor model simulasi aliran dalam intake manifold
dapat diatur dengan mengatur throttle terlebih dahulu dengan penyusunan
adjusting screw dan penggunaan tachometer persamaan-persamaan atur yaitu persamaan
untuk melihat besarnya angka putaran mesin. konservasi massa dan konservasi momentum.
Pada pengujian pertama menggunakan Selanjutnya untuk menyelesaikan persamaan-
putaran mesin 1500 rpm, kemudian persamaan atur dibentuk secara non-dimensi
2000,2500, 3000, 3500, 4000, dan 4500 rpm. agar lebih mudah dalam melakukan
diskretisasi yang akan diterapkan dalam
geometri-geometri modelnya. Diskitisasi
dilakukan agar persamaan-persamaan
diferensial diubah menjadi persamaan-
persamaan aljabar sehingga bisa dijalankan
pada proses komputasi numerik (Patankar,
1980). Pendekatan ini dilakukan dengan
memadukan persamaan diferensial untuk tiap
titik pada model.
Persamaan kekekalan massa untuk aliran
Gambar 4. Pengujian dan pengaturan dapat ditulis sebagai berikut :

( )
rpm mesin r
( ρkα k ) + ∇ ⋅ ρkα k u k = 0 (1)
∂t
Pengukuran emisi gas buang menggunakan Persamaan momentum:

( ) ( )
alat uji emisi (gas analyzer), dengan r r r
αk ρk uk +∇⋅ αk ρk uk uk = −αk ∇Pk +∇⋅αkτ k + S (2)
memasukkan bagian alat tersebut yaitu gas ∂t
inlet pada saluran gas buang sepeda motor Persamaan turbulen kinetik dan disipasi
atau knalpot. Gas inlet terhubung pada alat energi (k-ε) :
uji emisi, dan akan diterjemahkan kadar  ∂kk  µt
αk  + ( yk ⋅∇)kk  = ∇ ⋅α k k ∇kk + Skk (3)
emisi melaui angka (digit). Gas yang  ∂t  ρ kσ k
diukurpadapengujianiniadalah HC, CO, CO2,  ∂ε k  µt
αk  + ( yk ⋅∇)ε k  = ∇ ⋅α k k ∇kk + Skε (4)
dan O2.  ∂t  ρ kσ k
42
Untuk penyelesaian persamaan menggunakan
metode Euler-Lagrangian model dengan
keseimbangan gaya :
du p
= FD (u − u p ) (5)
dt
dan gaya penahan per satuan unit massa :
18µ Re (6) Gambar 6. Jaring model saluran masuk
FD = CD
ρPd 2
P 24 standar dan modifikasi
dengan koffisien drag menurut Morsi and turbulator
Alexander (1972) :
24 b Re (7) 3. Hasil dan Pembahasan
CD = (1 + b1 Re sphb 2 ) + 3 sph
Re sph b4 + Re sph
Pada penelitian ini didapatkan hasil
dengan pengamatan terhadap nilai emisi gas buang
b1 = exp(2.3288 − 6.4581φ + 2.4486φ 2 )
dengan memodifikasi aliran pada intake
b2 = 0.0964 + 0.5565φ
manifold dengan penambahan turbulator
b3 = exp ( 4.905 − 13.8944φ + 18.4222φ 2 − 10.2599φ 3 )
dengan variasi besar sudut pengarah dan
b4 = exp (1.4681 + 12.2584φ − 20.7322φ 3 + 15.8855φ 4 )
posisi penempatan turbulator. Adapun hasil
Pada proses pemodelan,Intake manifold pengamatan diperlihatkan pada gambar 3.1
dibelah selanjutnya digambar untuk dibuat sampai dengan gambar 3.4. Untuk kode
model simulasinya dengan membagi penomoran spesimen ditulis sebagai
domainnya menjadi beberapa volume atur.
XX/YYZ , dengan :
Saluran diberikan modifikasi untuk
- XX : jumlah bilah (xx = 2/3/4)
penambahan turbulator yang diletakkan di
- YY : besarnya sudut α (yy = 35/45/55)
depan maupun kombinasi dengan di belakang
- Z : dan penempatan di posisi depan
saluran sejumlah 2, 3 atau 4 sudu mengacu
pada hasil eksperimen dengan hasil yang atau belakang (z = d/b)
baik. Menentukan fluida-fluida yang akan
mengalir di dalam saluran berikut
propertinya (udara dan butiran bahan bakar),
dan menetapkan syarat awal dan syarat batas
untuk aliran. Syarat awal berupa kecepatan
aliran bahan bakar – udara yang memasuki
saluran masuk intake manifold dari
perhitungan jumlah udara yang dihisap ke
Gambar 7. Hasil pengujian emisi gas
ruang bakar tiap langkah hisap, sedang syarat buang untuk kadar CO
batas adalah kondisi aliran pada batas
dinding saluran dan dinding turbulator
dianggap tidak ada slip (v = 0). Bahan bakar
sendiri diinjeksikan pada saluran masuk yang
didapatkan dari eksperimen pada putaran
mesin standar sebesar 4 cc/min untuk
konsumsi bahan bakarnya. Selanjutnya akan
dilakukan proses simulasi dengan
menyelesaikan persamaan atur untuk tiap- Gambar 8. Hasil pengujian emisi gas
tiap batas volume. buang untuk kadar CO2
43
karakteristik aliran fluida. Dari hasil
penelitian ini terlihat sejumlah fenomena-
fenomena aliran dalam intake manifold pada
kondisi standard perubahan-perubahan
setelah dilakukan modifikasi dengan
penambahan turbulator pada saluran.
Untuk penelitian menggunakan simulasi
data-data aliran didasarkan pada kondisi
Gambar 9. Hasil pengujian emisi gas kerjayaitu berada di kisaran kecepatan mesin
buang untuk kadar HC 4500 rpm. Data kebutuhan konsumsi bahan
Gambar 7 menunjukkan hasil pengujian bakar didapatkan dari hasil eksperimen yang
emisi gas buang untuk kondisi standard dan telah dilakukan sebelumnya. Dari hasil
beberapa variasi penempatan dan sudut pengamatan pada penelitian ini didapatkan
turbulator. Gambar 7 menunjukkan kadar visualisasi aliran berupa berupa aliran
CO hasil pembakaran dengan kadar terendah partikel bahan-bakar, kontur kecepatan,
pada kondisi standar, 3/45b dan 2/45b. maupun peningkatan turbulensi pada aliran
Sementara pada gambar 8 menunjukkan nilai pada kondisi standar dan setelah diberikan
CO2 merepresentasikan jumlah pembakaran variasi turbulator seperti ditunjukkan pada
sempurna yang terjadi yang mana nilai gambar 11, 12 dan 13.
terbesar terjadi pada kondisi 2/45d, 2/45b dan Pada gambar 11 menunjukkan aliran partikel
2/55b. campuran bahan bakar udara pada kondisi
Gambar 9 menunjukkan kadar HC yang standar dan setelah penambahan turbulator.
dihasilkan dari pembakaran dengan nilai Pada kondisi standar aliran bahan bakar
terendah terjadi pada spesimen 2/45b dan mengalir secara teratur sampai keluar.
2/55b, sedangkan untuk konsumsi bahan Dengan penyisipan turbulator di depan
bakar terlihat adanya pengurangan konsumsi saluran menyebabkan aliran mengalami
bahan bakar dengan pemberian turbulator olakan setelah melewati turbulator, sehingga
yang terlihat pada gambar 10 dengan nilai aliran partikel cenderung lebih menyebar
paling rendah yaitu pada spesimen turbulator selama berada di saluran. Pada tambahan
2/45b. penyisipan turbulator dibagian belakang
saluran akan menjaga olakan pada kondisi
sebelumnya dan akan menambah olakan saat
aliran keluar saluran. Penambahan jumlah
bilah selanjutnya akan menambah intensitas
olakan.

Gambar 10. Hasil pengujian konsumsi


bahan bakar

Simulasi numerikmenggunakan teknik


(a) STD (b) 2/45b (c) 3/45ab
Computational Fluid Dynamics (CFD)
Gambar 11. Aliran partikel pada saluran
digunakan untuk melihat visualisasi dan masuk
44
peningkatan energi kinetik turbulensi setelah
keluar saluran menuju ruang bakar,
sedangkan penambahan di bagian depan
saluran memberikan efek awal olakan ketika
memasuki saluran, sehingga mengurangi
kecepatan dan peningkatan olakan saat keluar
(a) STD (b) 2/45b (c) 3/45ab saluran lebih kecil.
Gambar 12. Kontur kecepatan Dari hasil penelitian eksperimen di atas
terlihat bahwa pada kondisi standar
sebenarnya sudah memiliki kualitas
pembakaran yang cukup baik. Sesuai dengan
Keputusan Menteri Negara Lingkungan
Hidup No:KEP-141/MENLH/9/2003 tentang
Standar Emisi Gas Buang Kendaraan
(a) STD (b) 2/45b (c) 3/45ab Bermotor tipe baru dan current production
Gambar 13. Kontur turbulensi maupun Keputusan Gubernur Daerah
Istimewa Yogyakarta No.167 tahun 2003
Gambar 12 menunjukkan kontur kecepatan tentang Baku Mutu Emisi Sumber Bergerak
dengan warna menunjukkan kecepatan aliran. Kendaraan Bermotor di Propinsi Daerah
Pada kondisi standar kecepatan cukup tinggi Istimewa Yogyakarta, hasil yang didapatkan
sepanjang saluran. Penyisipan turbulator di dari pengujian masih jauh di bawah standar
bagian belakang menyebabkan pemerataan ambang batas emisi gas buang dengan kadar
kecepatan dengan nilai kecepatan yang masih CO kurang dari 4,5% dan HC kurang dari
cukup tinggi, sedangkan penambahan 2400 ppm.
turbulator di bagian depan akan lebih Jika dibandingkan dengan penelitian
meningkatkan pemerataan kecepatan akan sebelumnya yang dilakukan oleh
tetapi penurunan kecepatan juga cukup Soeadgihardo dan Harjono (2005) dan
signifikan. Penambahan jumlah bilah akan Soeadgihardo dan Setyawan (2008) ada
membuat penurunan kecepatan akibat efek perbedaan yang signifikan dari hasil yang
rugi-rugi saluran yang lebih signifikan. didapatkan dikarenakan bentuk geometri dari
Gambar 13 menunjukkan energi kinetik intake manifold pada kendaraan Honda
turbulen dari aliran bahan bakar di intake SupraX-125 yang sudah mengalami
manifold. Pada saluran standar energi kinetik pusingan (melingkar), berbeda dengan
akibat turbulensi tidak terlihat karena tidak bentuk intake manifold pada Honda SupraX-
adanya perubahan peningkatan turbulensi 110 dan Shogun 110 yang masih berbelok
yang cukup besar dari aliran. Setelah ada tegak lurus. Hal ini menyebabkan pada
penyisipan turbulator menyebabkan adanya kondisi standar kondisi pencampuran udara –
turbulensi yang akan meningkatkan energi bahan bakar sudah cukup bagus, dan
kinetik aliran efek dari kecepatan aliran dan pemberian turbulator tidak sangat signifikan
intensitas turbulensi juga akan meningkatkan memberikan perubahan perbaikan nilai emisi
nilai dari energi kinetik turbulen. Pada gas buang, sebagimana yang telah didapatkan
penambahan turbulator di bagian belakang pada penelitian Soeadgihardo dan Harjono
saluran lebih mendominasi pusaran dan (2005).

45
Penambahan turbulator tidak selalu menyebabkan jumlah konsumsi bahan bakar
menunjukkan perbaikan kualitas juga naik, akan tetapi efek sebaliknya
pembakaran. Pada beberapa kasus penambahan turbulator akan menambah
menunjukkan adanya peningkatan kualitas hambatan aliran sehingga jumlah campuran
pembakaran seperti pada 2/45b, 2/55b, 3/45b bahan bakar – udara yang akan masuk ke
dan beberapa variasi lainnya sedangkan saluran pembakaran akan berkurang,
beberapa kasus yang lain menunjukkan sehingga dari kedua faktor tersebut yang
penurunan kualitas pembakaran seperti pada lebih dominan akan berpengaruh pada
2/35b dan 4/45b. Penambahan turbulator konsumsi bahan bakar. Dari data penelitian
tersebut akan menambah nilai gradien didapat untuk variasi turbulator 2/45b
tekanan yang juga berefek pada penurunan mempunyai penghematan rata-rata hingga
kecepatan aliran dalam saluran intake 7%.
manifold, sehingga jumlah bahan bakar yang Sudut pengarah pada turbulator akan
bisa mengalir ke ruang bakar menjadi mempengaruhi araha aliran dalam
berkurang. Sedangkan energi kinetik turbulen pembentukan pusingan (swirl) aliran bahan
juga akan meningkat pada penggunaan bakar – udara. Sudut turbulator yang dibuat
turbulator sampai dengan jumlah bilah 2 dan (α) merupakan besar sudut antara kemiringan
3 bilah, selanjutnya mengalami sedikit sudu terhadap penampang aliran (intake
penurunan akibat efek dari penurunan manifold). Pada sudut yang besar aliran
kecepatan. masih cukup halus dengan tingkat olakan
Kecenderungan penambahan sudu lebih dari yang kecil, sementara semakin kecil sudut
3 bilah mulai tidak efektif terhadap perbaikan pengarah menyebabkan aliran lebih turbulen
kualitas pembakaran. Hal ini juga akan tetapi hambatan aliran menjadi lebih
ditunjukkan pada penelitian Soeadgihardo besar.
dan Setyawan (2008) yang menunjukkan Pada hasil pengujian kadar emisi gas buang,
kenaikan turbulensi dan gradien tekanan pada untuk variasi sudut 350 memiliki nilai CO
sudu lebih dari 4 buah yang mengalami yang paling tinggi dengan CO2 yang rendah.
penurunan kualitas aliran pencampuran Sedangakan untuk sudut 450 dan 550
bahan bakar dengan udara. Sehingga jumlah memiliki nilai yang hampir sama dengan
sudu untuk turbulator dengan bentuk seperti kadar CO lebih rendah dan CO2 yang lebih
spesimen uji paling optimal adalah tinggi dibandingkan dengan sudut 350. Hal
menggunakan 2 atau 3 bilah. ini menunjukkan bahwa pada sudut 350
Akibat penambahan turbulator konsumsi besarnya hambatan lebih dominan dari pada
bahan bakar cenderung mengalami efek peningkatan turbulensi untuk perbaikan
perubahan, hal ini disebabkan oleh adanya campuran. Sehingga pembakaran sempurna
pengaruh hambatan aliran dikarenakan lebih susah untuk didapatkan. Sedangkan
kenaikan turbulensi akibat penempatan pada sudut yang lebih besar efek turbulensi
turbulator. Pengaruh lain adalah dengan cukup signifikan terhadap hambatan yang
peningkatan kecepatan akibat pengurangan timbul, sehingga berpengaruh terhadap
luas area saluran intake manifold. kualitas pencampuran bahan bakar menjadi
Penambahan turbulator akan mengurangi lebih baik dan pembakaran menjadi lebih
luasan penampang saluran intake manifold sempurna dengan indikasi perbaikan kualitas
sehingga kecepatan akan naik dan emisi yang mana nilai CO2 meningkat.
46
Pada hasil visualisasi terlihat pula aliran sepanjang aliran maupun setelah keluar
bahan bakar menjadi lebih merata dan saluran menuju ruang bakar. Pada intake
tersebar akibat pemberian turbulator. manifold yang sudah mengalami pemusingan
Pemberian sudut pengarah memungkinkan saluran, pemberian turbulator pada kedua
aliran lebih merata dan kenaikann energi posisi tidak efektif dan akan membuat
kinetik turbulensi, tetapi sudut 350 membuat kerugian saluran yang besar untuk jumlah
gradien tekanan menjadi cukup tinggi sudu lebih dari 3.
sehingga kerugian aliran meningkat dan Dari hasil pengamatan emisi dan visualisai
jumlah pasokan bahan bakar menjadi penambahan turbulator pada posisi di
berkurang. belakang saluran intake manifold akan
Posisi penempatan turbulator juga akan mendapatkan nilai yang paling optimal akibat
mempengaruhi aliran campuran bahan bakar aliran mengalami peningkatan turbulensi saat
– udara yang akan masuk ke ruang bakar. keluar saluran menuju ke ruang bakar. Hal
Penempatan turbulator di bagian depan ini terjadi pada variasi turbulator dengan
saluran akan membuat olakan aliran secak jumlah sudu 2 dan sudut pengarah sebesar
awal masuk saluran intake manifold 450. Hambatan yang terjadi dalam saluran
ditambah dengan bentuk geometri dari intake manifold tidak signifikan terjadi
saluran yang sudah mengalami putaran dibandingkan dengan penambahan turbulator
sehingga aliran akan lebih turbulen akan bagian di depan. Besaran sudut juga tidak
tetapi kecepatan aliran juga akan mengalami signifika menciptakan hambatan, sementara
penurunan selama dalam saluran. proses olakan (swirl) juga tetap berlangsung
Penempatan turbulator di posisi depan akan baik didalam saluran akibat bentuk dari
mendapatkan hasil yang cukup bagus untuk saluran maupun setelah keluar saluran akibat
jumlah sudu yang sedikit (2 bilah) sedangkan penambahan tuirbulator. Sehingga dari
untuk bilah yang lebih banyak pengaruh rugi- eksperimen maupun visualisasi numerik
rugi aliran akan sangat mempengaruhi mendapatkan hasil yang sesuai dengan
hambatan dan kecepatan campuran, sehingga kondisi paling baik pada variasi 2/45b.
nilai emisi juga kurang baik.
Penambahan turbulator pada bagian 4. Kesimpulan
belakang saluran intake manifold akan Dari hasil penelitian dan analisa hasil yang
langsung berpengaruh pada saluran masuk dilakukan dapat disimpulkan beberapa hal
ruang bakar. Olakan akan cukup signifikan sebagai berikut :
setelah melewati turbulator, sedangkan 1. Karakteristik aliran pencampuran bahan-
selama melewati saluran tidak melewati bakar dengan udara pada jenis kendaraan
hambatan aliran sehingga penurunan tekanan Honda SupraX 125 sudah memiliki
pada saluran juga cukup kecil. Penambahan kualitas yang lebih baik dilihat dari nilai
turbulensi pada saluran lebih dipengaruhi emisi gas buangnya maupun visualisasi
oleh saluran intake manifold yang melingkar. aliran dibandingkan dengan penelitian
Kecepatan aliran dalam saluran juga lebih sebelumnya yang menggunakan
stabil sehingga jumlah bahan bakar yang kendaraan Honda SupraX 110
masuk ke ruang bakar juga masih standar. dikarenakan bentuk saluran intake
Penempatan turbulator pada kedua ujung manifold lebih melingkar sehingga aliran
akan meningkatkan turbulensi aliran udara dalam saluran lebih turbulen.
47
2. Penambahan modifikasi pada intake Kart Engine, International Journal
manifold akan meningkatkan olakan aliran of Automotive and Mechanical
sehingga campuran bahan bakar udara Engineering (IJAME), 1 . pp. 91-
lebih homogen. Jumlah sudu turbulator 104. ISSN 1985-9325(Print); 2180-
yang lebih banyak dan sudut sudu yang 1606 (Online)
lebih kecil menyebabkan kenaikan • Morsi, S. A. and Alexander, A. J., 1972,
turbulensi, akan tetapi efek yang lain An Investigation of Particle
adalah semakin besarnya hambatan aliran Trajectories in Two- Phase Flow
dan kenaikan gradien tekanan yang Systems, J. Fluid Mech., 55(2):193 -
menyebabkan kerugaian aliran campuran 208
bahan bakar - udara, sehingga pembakaran • Obert, O. F., 1973, Internal Combustion
menjadi tidak optimal. Dari hasil Engines and Air Pollution, Harper
penelitian didapatkan penggunaan & Row Publishers, Inc., New York
turbulator dengan 2 bilah sudu dengan • Patankar, S.V., 1980, Numerical Heat
sudut 450 yang ditempatkan dibagian Transfer and Fluid Flow,
belakang (2/45b) menghasilkan hasil Hemisphere Publishing Corporation,
emisi yang paling baik yang didukung Toronto: McGraw-Hill, Canada
oleh visualisasi aliran pada intake • Rathnaraj, J.D. dan Kumar, T.M.N., 2007,
manifold. Studies on Variable Swirl Intake
System for DI Diesel Engine Using
5. Daftar Pustaka CFD, International Journal of
• Anonim, 2003, Keputusan Menteri Negara Applied Engineering Research ISSN
Lingkungan Hidup Nomor : 0973-4562 Vol.2 No.3. pp.383-393.
KEP-141/MENLH/9/2003 tentang • Soeadgihardo S. danHarjono, 2006,
Standar Emisi Gas Buang Pengaruhpengarahaliranpadaintake
Kendaraan Bermotor tipe baru dan manifoldsepeda motor
current production. terhadapemisi gas buang, Media
• Anonim, 2003, KeputusanGubernur Teknik, No.2 Th. XXVIII, hal.49-53
Daerah Istimewa Yogyakarta • Soeadgihardo S. dan Setyawan, 2008,
No.167 tahun 2003 tentang Baku Pengaruh Modifikasi pada Intake
Mutu Emisi Sumber Bergerak Manifold Terhadap Aliran
Kendaraan Bermotor di Propinsi Campuran Bahan Bakar-Udara,
Daerah Istimewa Yogyakarta Laporan Penelitian DPP-SPP tahun
• Arismunandar Wiranto, 1988, Penggerak 2008, Fakultas Teknik UGM
Mula : Motor Bakar Torak, edisi • Ying Wu, H., Er Cheng, H., Jun Shuai, R.,
keempat, Bandung dan Tai Zhou, Q., 2000, An
• S.A, Sulaiman and S. H. M. , Murad and Analytical Model for Decaying
I., Ibrahim and Z. A. , Abdul Karim Swirl Flow and Heat Transfer inside
(2010), Study Of Flow In Air-Intake a Tube, Journal of the ASME.
System For A Single-Cylinder Go- Vol.122 No. 1, pp. 204 – 208.

48