You are on page 1of 10

Jurnal Sipil Statik Vol.3 No.

1, Januari 2015 (58-67) ISSN: 2337-6732

ANALISA BIAYA TRANSPORTASI ANGKUTAN UMUM DALAM


KOTA MANADO AKIBAT KEMACETAN LALU LINTAS
(Studi Kasus: Angkutan Umum Trayek Pusat Kota 45-Malalayang)
Deddy Ritonga
James A. Timboeleng, Oscar H. Kaseke
Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Sipil, Universitas Sam Ratulangi Manado
email: deddy06_ritonga@yahoo.com

ABSTRAK
Masyarakat perkotaan khususnya yang tergolong masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah
dalam menunjang mobilitas aktifitasnya sehari-hari sangat bergantung pada angkutan kota.
Angkutan kota sebagai pilihan utama masyarakat perkotaan dituntut harus dapat menjangkau setiap
zona yang ada dan memberikan pelayanan yang baik terhadap masyarakat. Hal ini membuat makin
banyaknya angkutan kota dalam satu rute perjalanan, sehingga tidak jarang terjadi kemacetan lalu
lintas dalam suatu ruas jalan yang dilewati oleh angkutan umum tersebut. Dengan terjadinya
kemacetan lalu lintas dalam satu ruas jalan mengakibatkan adanya tambahan waktu perjalanan,
yang juga berdampak pada kehilangan biaya transportasi dari suatu angkutan umum penumpang.
Kehilangan biaya transportasi dapat dihitung berdasarkan selisih antara biaya transportasi pada
saat eksisting dan biaya transportasi pada saat stabil. Beberapa variabel yang yang penting dalam
perhitungan biaya operasi kendaraan adalah: biaya tetap, biaya variabel dan biaya kepemilikan aset.
Dalam penelitian ini dianalisa biaya transportasi angkutan umum trayek Pusat Kota 45 –
Malalayang. Diambil trayek ini sebagai objek penelitian karena ruas jalan yang dilewati trayek ini
sering terjadi kemacetan lalu-lintas mengingat banyaknya tempat-tempat yang berhubungan dengan
pelayanan masyarakat. Dengan penelitian ini dapat diketahui berapa besar biaya operasi kendaraan
dan biaya transportasi yang ditanggung oleh pemilik mikrolet akibat kemacetan lalu lintas.
Dari hasil penelitian didapat besarnya biaya operasi kendaraan adalah sebesar Rp. 110.260.640,66
per tahun serta tiap harinya kendaraan mikrolet trayek Pusat Kota 45 – Malalayang menanggung
biaya perjalanan akibat kemacetan lalu lintas sebesar Rp. 1.418,89 per jam atau Rp. 21.283.35 per
hari.
Kata kunci : analisa biaya transportasi, biaya operasi kendaraan, nilai waktu

PENDAHULUAN terlihat kemacetan kendaraan lalu lintas . Hal ini


membuktikan bahwa volume arus lalu lintas di
Latar Belakang kota Manado mengalami peningkatan.
Transportasi merupakan bagian yang tidak Kemacetan menyebabkan bertambahnya
dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. biaya transportasi dan kerugian bagi para
Terdapat hubungan erat antara transportasi pengguna jalan. Tambahan waktu perjalanan
dengan lokasi kegiatan manusia, barang-barang mengakibatkan para pengguna jalan mengalami
dan jasa. Transportasi memiliki peranan keterlambatan untuk tiba di tempat tujuan.
signifikan dalam aspek-aspek sosial, ekonomi, Ruas jalan dari pusat kota sampai ke
lingkungan, politik dan pertahanan keamanan. Malalayang merupakan ruas jalan yang sangat
Oleh karena itu, pengembangan transportasi padat kendaraan bermotor. Hal ini dapat
sangat penting artinya dalam menunjang dan dimaklumi mengingat ruas jalan tersebut banyak
menggerakkan dinamika pembangunan, karena berdiri tempat-tempat yang berhubungan dengan
transportasi berfungsi sebagai katalisator dalam pelayanan bagi masyarakat seperti seperti
mendukung pertumbuhan ekonomi dan kompleks perbelanjaan Mega Mas, Multi Mart,
pengembangan wilayah. IT Centre, MTC, Manado Town Square, kawasan
Masalah kemacetan lalu lintas bukan lagi Bahu Mall, pasar Bahu dan juga Rumah Sakit
merupakan hal yang jarang terjadi di kota Umum Pusat Malalayang. Ruas jalan di
Manado. Hampir disetiap ruas jalan yang ada di Malalayang juga merupakan bagian jalan trans
pusat kota bahkan daerah pinggiran kota Manado Sulawesi.

58
Jurnal Sipil Statik Vol.3 No.1, Januari 2015 (58-67) ISSN: 2337-6732

Perumusan Masalah Kegiatan manusia dalam memenuhi


Berdasarkan latar belakang di atas, maka kebutuhannya menyebabkan mereka perlu
masalah dapat dirumuskan sebagai berikut: bergerak dan saling berhubungan
Seberapa besar biaya transportasi yang
ditanggung akibat kemacetan lalu lintas untuk Fungsi Transportasi
Trayek Pusat Kota 45 – Malalayang. Pada prinsipnya, fungsi transportasi adalah
untuk menghubungkan orang dengan tata guna
Pembatasan Masalah lahan, pengikat kegiatan dan memberikan
Analisa biaya transportasi dilakukan pada kegunaan tempat dan waktu untuk komoditi yang
angkutan angkutan umum / mikrolet dengan diperlukan. Dengan adanya transportasi ini maka
trayek Pusat Kota 45 –Malalayang, dengan orang dapat bergerak dari suatu tempat ke tempat
batasan: lain yang mempunyai tata guna lahan yang
1. Tidak melihat pengaruh parameter fisik jalan berbeda, misalnya dari pemukiman ke tempat
terhadap Biaya Operasi kendaraan yang kerja, tempat rekreasi dan lain-lain. Selanjutnya
beroperasi. hubungan tersebut harus merupakan suatu
2. Penggunaan suku cadang, merk oli dianggap rangkaian yang terkait satu sama lain dan fungsi
sama untuk semua kendaraan dan kendaraan tersebut dilakukan oleh transportasi ini.
dianggap secara teratur melakukan service
dan penggantian oli. Elemen Sistem Transportasi
3. Lokasi terjadinya penambahan biaya operasi Sistem transportasi merupakan suatu
kendaraan akibat adanya kemacetan adalah di rangkaian proses perpindahan manusia atau
sepanjang ruas jalan yang dilewati oleh barang, dimana terdapat yang diangkut,
kendaraan angkutan umum trayek Pusat kota pengangkut, tenaga penggerak, jalur yang akan
45 – Malalayang. dilintasi, dan terminal persinggahan serta
4. Tidak menghitung biaya akibat dampak terminal akhir. Elemen utama transportasi
sosial. adalah: kendaraan, tenaga penggerak, jalur dan
terminal.
Tujuan Penelitian Perilaku Perjalanan
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Perilaku perjalanan dipengaruhi oleh
berapa besar biaya transportasi yang dikeluarkan waktu/musim. Pada waktu-waktu tertentu jumlah
akibat terjadinya kemacetan lalu lintas khususnya permintaan jasa transportasi meningkat dan pada
angkutan umum penumpang trayek Pusat Kota waktu-waktu tertentu menurun, baik ditinjau dari
45 - Malalayang. kurun waktu satu hari maupun satu tahun.
Salah satu hal yang menonjol didalam
Manfaat Penelitian masalah perjalanan diperkotaan ialah adanya
1. Dapat mengetahui seberapa besar biaya yang variasi yang besar dalam volume lalu lintas dari
ditanggung akibat adanya kemacetan lalu jam ke jam dalam suatu hari.
lintas. Pada umumnya, puncak kesibukan lalu lintas
2. Dapat memberikan masukan kepada pihak terjadi pada waktu pagi dan sore hari, yaitu pada
pemerintah, masyarakat serta pihak-pihak saat orang biasanya pergi dan pulang kerja
terkait dalam menangani kemacetan. maupun sekolah.
3. Dapat memberikan sumbangsih wawasan Masyarakat pengguna jasa transportasi terdiri
dalam bidang ilmu transportasi, khususnya dari dua kelompok, yaitu kelompok choice dan
tentang biaya transportasi akibat kemacetan kelompok captive. Kelompok choice terdiri dari
lalu lintas pada suatu kawasan. orang-orang yang dapat menggunakan kendaraan
pribadi dan mempunyai pilihan dalam memenuhi
kebutuhan mobilitasnya: apakah mau
STUDI LITERATUR menggunakan kendaraan umum atau kendaraan
pribadi. Kelompok captive terdiri dari orang-
Definisi Transportasi orang yang hanya mempunyai satu pilihan moda
Transportasi dapat didefinisikan sebagai suatu saja. Jika terdapat lebih dari satu moda yang
proses pergerakan atau perpindahan orang atau dipilih biasanya mempunyai rute terpendek,
barang dari suatu tempat ke tempat lain dengan tercepat atau termurah atau kombinasi dari
mempergunakan suatu sistem tertentu untuk ketiganya.
maksud atau tujuan tertentu.

59
Jurnal Sipil Statik Vol.3 No.1, Januari 2015 (58-67) ISSN: 2337-6732

Permintaan Jasa Transportasi Definisi Biaya Tetap dan Biaya Variabel


Permintaan jasa transportasi merupakan Biaya transportasi dapat dibedakan atas biaya
permintaan turunan (derived demand), artinya tetap dan biaya variabel. Biaya tetap adalah biaya
suatu permintaan yang timbul dari suatu yang besarnya tidak berubah-ubah dengan
permintaan yang lain. Dengan demikian, adanya perubahan hasil keluaran (output) dari
permintaan jasa transportasi timbul dalam rangka suatu operasi. Sedangkan biaya variabel adalah
memenuhi kebutuhan lain. Misalnya, pada setiap biaya yang besarnya berubah-ubah sesuai dengan
hari kerja para pekerja pergi ke tempat kerja, hal perubahan hasil keluaran.
ini menimbulkan permintaan jasa transportasi Biaya Operasi Kendaraan (BOK)
untuk sampai ke tempat kerjanya yang dibedakan Variabel yang dianggap penting dalam
karena adanya perbedaan lokasi antara tempat menghitung biaya operasi kendaraan adalah
kerja dan tempat tinggal. (Tamin, 1998):
Menurut Wells (1978), kendaraan pribadi 1. Biaya Tetap
walaupun menimbulkan persoalan lalu lintas 2. Biaya Variabel
(Besarnya ruang untuk tiap penumpang 3,3 m2 3. Biaya Kepemilikan Aset
per penumpang, dibandingkan dengan angkutan
kota yang 1,7 m2 per penumpang, atau bus kota Perhitungan Biaya Operasi Kendaraan
yang 0,75 m2 per penumpang) masih merupakan Berikut ini adalah perhitungan Biaya Operasi
alat transportasi yang luwes. Kendaraan umum Kendaraan (Tamin, 2000):
mengalami kesulitan bersaing dengan kendaraan BT (Rp/Tahun) = SIPA + KIT + KIR + PK +
pribadi yang melayani secara door to door. Or + K + R + B + UP + BTT
BV (Rp/Tahun) = BBM + O + PP + SC
Perencanaan Transportasi
Perencanaan transportasi dapat didefinisikan BKA (Rp/Tahun) = C + But + AK + D + A
sebagai proses yang tujuannya mengembangkan BOK total (Rp/Tahun) = BT + BV + BKA
sistem angkutan yang memungkinkan manusia BOK total (Rp/Tahun) = (BT+BV+BKA)/JHO
dan barang dapat bergerak dengan cepat, aman, dimana:
nyaman dan murah. Kegiatan transportasi suatu BT = Biaya Tetap (Rp/tahun)
daerah erat kaitannya dengan sosio-ekonomi BV = Biaya Variabel (Rp/tahun)
didaerah tersebut. Sistem transportasi biasanya BKA= Biaya Kepemilikan Aset (Rp/tahun)
akan dipengaruhi oleh pertumbuhan dan BOK= Biaya Operasi Kendaraan (Rp/tahun)
perubahan sosie-ekonomi disuatu tempat. SIPA= Biaya Izin Usaha (Rp/tahun)
KIT = Biaya Izin Trayek (Rp/tahun)
KIR = Biaya Kir (Rp/tahun)
Angkutan Umum Penumpang
Angkutan umum penumpang adalah angkutan PK = Biaya Pajak Kendaraan (Rp/tahun)
penumpang yang dilakukan dengan sistem sewa Or = Biaya Iuran Organda (Rp/tahun)
dan bayar. Termasuk dalam pengertian angkutan K = Biaya Iuran Koperasi (Rp/tahun)
umum penumpang adalah angkutan kota, bus, R = Biaya Retribusi (Rp/tahun)
kereta api, kapal dan pesawat terbang. Bt = Keuntungan Untuk Pengusaha
Tujuan utama keberadaan angkutan umum (Rp/tahun)
penumpang adalah menyelenggarakan pelayanan UP = Upah Pengemudi (Rp/tahun)
angkutan yang baik dan layak bagi masyarakat. BTT = Biaya Tak Terduga (Rp/tahun)
Ukuran pelayanan yang baik adalah pelayanan BBM= Biaya Bahan Bakar (Rp/tahun)
yang aman, nyaman, murah dan cepat. O = Biaya pemakaian Pelumas (Rp/tahun)
PP = Biaya Pemakaian dan Perbaikan
(Rp/tahun)
Biaya Operasi Kendaraan
SC = Biaya Penggantian Suku Cadang
Definisi Biaya (Rp/tahun)
Menurut Morlok (1991), pengertian biaya C = Cicilan Bank (Rp/tahun)
transportasi dibedakan atas kepada siapa biaya But = Bunga Bank (Rp/tahun)
tersebut dikenakan. Ada lima kelompok yang AK = Angsuran Kendaraan (Rp/tahun)
menanggung biaya transportasi yang berlainan D = Depresiasi (Rp/tahun)
yaitu sebagai berikut: Pemakai sistem, Pemilik A = Ansuransi (RP/tahun)
sistem/Operator, Pemerintah dan Daerah. JHO = Jumlah Hari Operasi (RP/tahun)

60
Jurnal Sipil Statik Vol.3 No.1, Januari 2015 (58-67) ISSN: 2337-6732

Biaya Transportasi Pengumpulan data volume Kendaraan dibagi


Biaya transportasi adalah biaya yang harus dalam beberapa titik/zona dan dilakukan dengan
dikeluarkan untuk melakukan suatu proses. cara mencatat semua kendaraan yang melewati
Biaya ini timbul akibat tundaan lalu lintas titik pengamatan tersebut. Selama waktu
maupun tambahan volume kendaraan yang pengamatan, dibantu dengan pemakaian alat
mendekati atau melebihi kapasitas pelayanan hitung manual (counter). Pencatatan dilakukan
jalan (Nash, 1997, dalam Cahyani, 2000). untuk setiap interval waktu 15 menitan pada
Kemacetan disebabkan oleh beberapa faktor, setiap jam pengamatan.
seperti: disiplin perilaku lalu lintas (pengguna Survey waktu perjalanan terhadap angkutan
jalan) atau jalan rusak. Secara matematis umum perkotaan yang melayani rute Pusat Kota
dinyatakan sebagai V/C > 1. Meskipun demikian 45 – Malalayang dilakukan dengan cara naik ke
dalam hal jalan rusak dan terjadi kemacetan pada dalam kendaraan mikrolet trayek Pusat Kota 45 –
ruas jalan tersebut, yang terjadi adalah justru V/C Malalayang yang menjadi objek penelitian ini.
< 1. Dalam hal kemacetan murni, artinya Alat yang digunakan yaitu formulir survei,
kemacetan bukan disebabkan oleh kerusakan stopwatch, dan alat tulis.
jalan, semua pihak ikut menjadi penyebab
kemacetan. Data Sekunder
Data sekunder diperoleh dari institusi/instansi
yang berhubungan dengan penelitian ini baik
METODOLOGI PENELITIAN secara langsung maupun tidak langsung.
Diagram Alir Metode Analisa
Perhitungan Biaya Operasi Kendaraan
Setelah data biaya tetap dan biaya variabel
didapat, kemudian dilakukan perhitungan Biaya
Operasi Kendaraan. Informasi biaya operasi
kendaraan diperoleh dari berbagai sumber (Hide,
1982), dari pemerintah, dari institusi-institusi
terkait dan dari operator.
Untuk komponen yang pemakaiannya dapat
dihitung langsung, seperti bahan bakar dapat
diperoleh dari percobaan dengan menggunakan
kendaraan yang dilengkapi alat ukur.

Biaya Transportasi Akibat Kemacetan Lalu


lintas
Kerugian yang ditimbulkan akibat adanya
kemacetan lalu lintas sangatlah besar, tetapi pada
umumnya pengemudi atau pengguna fasilitas
transportasi kurang menyadarinya. Kerugian itu
meliputi pemborosan bahan bakar, waktu,
tenaga, dan ketidaknyamanan berlalu lintas, serta
biaya sosial atau eksternalitas yang dibebankan
pengemudi lain atau pihak ketiga (Tamin dan
Gambar 1. Diagram alir Penelitian Nahdalina, 1998).
Biaya akibat kemacetan lalu lintas ini
sebenarnya merupakan tambahan biaya
Pengambilan Data perjalanan yang harus ditanggung oleh pengguna
Data Primer jalan akibat bertambahnya volume lalu lintas,
Pengumpulan data primer dilakukan dengan waktu perjalanan, biaya operasi kendaraan
melakukan survei langsung di lapangan meliputi: (BOK), dan nilai waktu perjalanan (NW).
 Data Volume Lalu lintas Biaya kemacetan lalu lintas didefinisikan
 Data Biaya Operasi Kendaraan (BOK) sebagai biaya yang timbul akibat adanya
 Data Waktu Perjalanan tambahan waktu perjalanan yang diakibatkan

61
Jurnal Sipil Statik Vol.3 No.1, Januari 2015 (58-67) ISSN: 2337-6732

adanya volume lalu lintas, adanya persimpangan, Biaya transportasi akibat kemacetan lalu
maupun perilaku lalu lintas. lintas adalah selisih dari biaya perjalanan
Perilaku berlalu lintas yang dimaksud: eksisting dengan biaya perjalanan stabil.
komposisi moda angkutan, naik turunnya
penumpang angkutan umum, kendaraan yang
berhenti, parkir dan pejalan kaki. Hal ini ANALISA DAN PEMBAHASAN
terutama terjadi pada jam puncak, sehingga
mengakibatkan terjadinya peningkatan waktu Penyajian Data
perjalanan, yang pada akhirnya akan menambah Perhitungan Volume Kendaraan
biaya perjalanan, bentuk persamaan perhitungan Pada Survey di lapangan, jenis kendaraan
biaya kemacetan lalu-lintas: dibagi dalam tiga jenis yaitu sepeda motor
(motorcycle), kendaraan ringan (light vehicle)
Ok = V1 x t1 (BOK1+NW)–V0 x t0 (BOK0+NW) dan kendaraan berat (heavy vehicle). Setelah
dimana: survey diadakan, diperoleh jumlah dari jenis
kendaraan masing-masing setiap 15 menit. Hasil
Ok = Biaya perjalanan lalu lintas (Rp/jam) survey yang ada dapat dilihat pada Tabel 1.
V1 = Volume lalu lintas eksisting (Kend/Jam) bahwa variasi arus kendaraan ringan dan sepeda
t1 = Waktu perjalanan rata-rata kondisi motor sangat mendominasi, sebaliknya arus
eksisting (Jam) kendaraan berat tidak menunjukkan peningkatan
BOK1 = Biaya operasi kendaraan kondisi yang cukup berarti.
eksisting (Rp/tahun)
NW= Nilai waktu (Rp/Jam/Kend) Waktu Perjalanan
Vo = Volume lalu lintas stabil (Kend/Jam) Waktu perjalanan yang ditunjukkan pada
to = Waktu perjalanan rata-rata kondisi stabil Tabel 2. didapat berdasarkan survey yang
(Jam) dilakukan dengan menggunakan kendaraan yang
BOKo = Waktu perjalanan rata-rata kondisi stabil merupakan objek penelitian yakni kendaraan
(Rp/tahun) trayek Pusat Kota 45-Malalayang, dimana
diambil satu sampel kendaraan yang diasumsikan
mewakili kendaraan lainnya.

Tabel 1. Rincian Volume Kendaraan Kondisi Stabil dan Eksisting Puncak


Trayek Pusat Kota 45 – Malalayang

Tabel 2. Hasil Perhitungan Waktu Perjalanan Kendaraan


Trayek Pusat Kota 45-Malalayang

62
Jurnal Sipil Statik Vol.3 No.1, Januari 2015 (58-67) ISSN: 2337-6732

Tabel 3.. Perincian Biaya Tetap Kendaraan Mikrolet


Trayek Pusat Kota 45-Malalayang

Tabel 4. Perhitungan Biaya Variabel Kendaraan


Trayek Pusat Kota 45 – Malalayang

63
Jurnal Sipil Statik Vol.3 No.1, Januari 2015 (58-67) ISSN: 2337-6732

Biaya Operasi Kendaraan Tabel 5. Hasil Perhitungan Depresiasi Kendaraan


Tabel 3. adalah perincian biaya tetap Trayek Pusat Kota 45 – Malalayang
sedangkan Tabel 4. adalah perincian biaya Declining Balance Method
variabel untuk kendaraan mikrolet yang melayani Tahun D Bt
trayek Pusat Kota 45 – Malalayang dengan (Rp) (Rp)
nomor polisi DB 4795 AB dengan kondisi 1 29,500,000.00 59,000,000.00
sebagai berikut: 2 19,666,666.67 39,333,333.33
3 13,111,111.11 26,222,222.22
Nama Trayek: Pusat Kota 45 – Malalayang 4 8,522,222.22 17,700,000.00
Jarak per rit: 16,4 km 5 0 17,700,000.00
Jumlah rit per hari: 16 rit 6 0 17,700,000.00
Jumlah hari operasi per bulan: 26 hari
Jumlah hari operasi per tahun: 312 hari Terlihat bahwa sampai pada tahun terakhir
Jarak tempuh per tahun: 81868,8 km/tahun (tahun 4, 5 dan 6), nilai buku (nilai akhir dari
suatu aset setelah dikurangi dengan penyusutan)
Umur ekonomis : 8 tahun sama besar dengan nilai jual kembali. Hal ini
Harga beli: Rp 88.500.000,- disebabkan karena adanya peraturan dari Metode
Harga jual: Rp 17.700.000,- Keseimbangan Berimbang, yaitu nilai buku tidak
Biaya Kepemilikan Aset boleh lebih kecil daripada nilai jual kembali.
Untuk setiap kendaraan besarnya cicilan suku Berikut ini adalah contoh perhitungan biaya
bunga, angsuran kendaraan, depresiasi dan kepemilikan aset untuk tahun pertama.
asuransi semakin kecil pada tahun-tahun Umur ekonomis = 6 tahun
berikutnya sehingga biaya ini dipisahkan dari DP = 36% x Harga kendaraan (Rp. 88.500.000,-)
biaya tetap. Biaya tersebut sebagai biaya = 31.860.000,-
kepemilikan aset. Dianggap DP diperoleh dengan cara meminjam
Depresiasi nilai kendaraan dihitung dengan uang dari bank, dengan demikian,
Metode Keseimbangan Berimbang seperti Pj = DP = Rp. 31.860.000,-
berikut ini: Cicilan Pj/n = (Rp. 31.860.000,-)/3
200% = Rp. 10.620.000,-
Rmax = Bunga Bank = 20% x (Pinjaman – Cicilan
n
tahun ke-0)
200% = 20% x ((Rp. 31.860.000,-) – (Rp. 00,-))
Dt = R x Bt-1 = x Bt-1
n = Rp. 6.372.000,-
dimana: Angsuran kendaraan = (Harga kendaraan – DP)/3
R = Tingkat penyusutan, diambil sebesar = ((Rp. 88.500.000,-) – ( 31.860.000,-))/3
tingkat penyusutan yang diizinkan 200% = Rp.18.880.000,-
Dt = Penyusutan per tahun ke-t Depresiasi = Rp. 29.500.000,-
Asuransi = 3% x (Harga beli – Depresiasi (I))
Bt-1 = Nilai buku (aset) pada tahun = 3% x ((88.500.000,-) – (29.500.000,-))
Sebelumya = Rp. 1.770.000,-
Akan dihitung depresiasi pada tahun pertama Maka, Biaya Kepemilikan Aset untuk tahun
dari kendaraan mikrolet trayek Pusat Kota 45 – pertama adalah = Cicilan + bunga bank +
Malalayang. Dengan usia ekonomis 6 tahun Angsuran kendaraan + Depresiasi (I) + Asuransi
sebagai berikut: = Rp. 10.620.000,- + Rp. 6.372.000,-
+ Rp. 18.880.000,- + Rp. 29.500.000,-
Bt-1 Bo = Harga beli + Rp. 1.770.000,-
n =8 = Rp. 67.142.000 ,-
200%
Dt = x ( Rp. 88.500.000,-) Biaya Operasi Kendaraan Total
8
= Rp. 22.500.000,- Berikut adalah perhitungan biaya operasi total
kendaraan dari suatu unit kendaraan yaitu
Depresiasi untuk keseluruhan tahun ekonomis mikrolet trayek Pusat Kota 45 – Malalayang,
untuk kendaraan tersebut diatas dengan prosedur dengan nomor polisi DB 4336 AB sebagai
perhitungan yang sama diperlihatkan pada Tabel berikut:
5. berikut.

64
Jurnal Sipil Statik Vol.3 No.1, Januari 2015 (58-67) ISSN: 2337-6732

BOK (Rp/tahun) = Biaya Tetap (Rp/thn) + Biaya Variabel


= Biaya Tetap (Rp/tahun) + Biaya Variabel (Rp/thn) + Biaya Kepemilikan Aset (RP/thn)
(Rp/tahun) + Biaya kepemilikan Aset = Rp. 118.685.110,6 /tahun
tahun ke-4 (Rp/tahun) BOK (Rp/jam) = ( )
= Rp. 110.260.640,66 per tahun
= Rp. 25.360,07 /jam
Biaya Operasi Kendaraan tanpa dipengaruhi Nilai Waktu
kemacetan lalu-lintas Berikut adalah perhitungan nilai waktu yang
Tabel 6. adalah perincian biaya tetap didapat dari pendapatan perhari sebaagai berikut:
sedangkan Tabel 7. adalah perincian biaya Jumlah pendapatan perhari: Rp 384.000,00
variabel untuk kendaraan mikrolet yang melayani kend/hari dengan jumlah jam kerja: 15 jam
trayek Pusat Kota 45 – Malalayang dengan Jadi: NW = ( )
nomor polisi DB 4795 AB dengan kondisi = 26.600,00 Rp/Jam/Kend
sebagai berikut:
Nama Trayek: Pusat Kota 45 – Malalayang Biaya Transportasi Akibat Kemacetan Lalu-
Jarak per rit: 16,4 km lintas
Jumlah rit per hari: 17 rit Dari hasil perhitungan volume lalu-lintas,
Jumlah hari operasi per bulan: 26 hari waktu tempuh, biaya operasi kendaraan serta
Jumlah hari operasi per tahun: 312 hari nilai waktu, didapat biaya transportasi yg
dikeluarkan akibat kemacetan lalu lintas adalah
Jarak tempuh per tahun: 86985.6 km/tahun
sebagai berikut:
Umur ekonomis: 8 tahun Ok = V1 x t1(BOK1+NW) – Vo x to (BOKo+ NW)
Harga beli: Rp 88.500.000,- dimana:
Harga jual: Rp 17.700.000,- V1 = 4308 kend/jam
Vo = 3065 kend/jam
Biaya Kepemilikan Aset t1 = 0,72 jam
Adanya ketambahan rit perjalanan dari to = 0, 65 jam
mikrolet trayek pusat kota 45 – Malalayang bila BOK1 = Rp. 23.560 /jam/kend
tidak terjadi kemacetan lalu-lintas, tidak BOKo = Rp. 24.293,4 /jam/kend
mempengaruhi biaya kepemikian aset dari NW = Rp. 25.600 /Jam/kend
kendaraan. Jadi, biaya kepemilikan aset tiddak Sehingga:
akan berubah walaupun terjadi kemacetan lalu- Ok = Rp. 1.418,89 per jam
lintas ataupunterjadi kemacetan lau-lintas.
Dari rincian perhitungan biaya transportasi
Biaya Operasi Kendaraan Total diatas, didapat bahwa apabila terjadi kemacetan
Berikut ini adalah perhitungan biaya operasi lalu lintas biaya yang dikeluarkan untuk Trayek
kendaraan total dari mikrolet trayek Pusat Kota Pusat Kota 45 – Malalayang adalah sebesar Rp.
45 – Malalayang, bila tidak terjadi kemacetan 1.418,89 per jam atau Rp. 21.283.35 per hari.
lalu-lintas di ruas jalan yang dilalui.
BOK (Rp/tahun)

Tabel 6. Perincian Biaya Tetap Kendaraan Mikrolet Trayek Pusat Kota 45 – Malalayang
tanpa Dipengaruhi Kemacetan Lalu lintas

65
Jurnal Sipil Statik Vol.3 No.1, Januari 2015 (58-67) ISSN: 2337-6732

Tabel 7. Perhitungan biaya variabel kendaraan trayek Pusat Kota 45 – Malalayang


tanpa dipengaruhi kemacetan lalu-lintas.

PENUTUP maka terdapat selisih biaya sebesar Rp.


8.424.470,00 /tahun
Kesimpulan 2. Dari hasil penelitan, terjadinya kemacetan
Dari hasil penelitian dan pembahasan yang lalu-lintas pada trayek Pusat Kota 45 –
telah dilakukan maka disimpulkan sebagai Malalayang yang membuat adanya waktu
berikut: perjalanan yang hilang seringkali
1. Besarnya biaya operasi kendaraan trayek disebabkan karena adanya hambatan
Pusat Kota 45 – Malalayang akibat perjalanan seperti para sopir yang
kemacetan adalah sebesar Rp. menaikkan dan menurunkan penumpang
110.260.640,66 per tahun, jika disembarang tempat sehingga menghambat
dibandingkan dengan biaya operasi kendaraan lain untuk lewat dan juga
kendaraan dengan kondisi jalan tidak macet ketidakdisiplinan para sopir dalam
yakni sebesar Rp. 18.685.110,6 /tahun, mematuhi rambu-rambu lalu-lintas.

66
Jurnal Sipil Statik Vol.3 No.1, Januari 2015 (58-67) ISSN: 2337-6732

3. Karena terjadi kemacetan lalu lintas yang 1. Perlu dilakukan manajemen lalu lintas oleh
dilewati oleh kendaraan angkutan umum pemerintah daerah setempat. Manajemen
trayek Pusat Kota 45 – Malalayang maka lalulintas yang dapat dilakukan misalnya;
dalam satu hari kendaraan akan kehilangan memperlebar jalan agar jalan efektif tidak
pendapatan sebesar Rp. 1.418,89 per jam terganggu, penambahan rambu-rambu lalu-
atau Rp. 21.283.35 per hari.. lintas sehingga arus lalu lintas lebih lancar
lagi.
Saran 2. Untuk menghindari biaya transportasi akibat
Dengan memperhatikan kajian tentang kemacetan, pemerintah sebaiknya melakukan
analisa biaya transportasi angkutan umum dalam peningkatan pelayanan perjalanan dengan
trayek Pusat Kota 45 – Malalayang, maka menindak para pengguna jalan yang kurang
beberapa saran dapat dikemukakan sebagai disiplin. Sehingga dapat meminimalisasi
berikut: pengeluaran akibat kemacetan.

DAFTAR PUSTAKA

Cahyani, N. K. B. 2000. Studi Perhitungan Biaya Kemacetan di Pusat Kota Denpasar. Skripsi
Program Studi S1 Jurusan Teknik Planologi ITB.

Departemen Pekerjaan Umum, Direktorat Jendral Bina Marga. 1995. Biaya Operasi Kendaraan
(BOK) untuk jalan perkotaan di Indonesia.

Hobbs, F. D. 1995. Perencanaan dan Teknik Lalu lintas, Penerbit Gajah Mada University Press,
Yogyakarta.

Morlok, E. K. 1998. Pengantar Teknik dan Perencanaan Transportasi, Penerbit Erlangga, Jakarta.

Sembel, A. 2009, Analisa Biaya Operasi Kendaraan (BOK) Angkutan Umum Akibat Tundaan dan
Antrian Lalu Lintas di Kota Manado, Skripsi Program Studi S-1 Teknik Sipil Fakultas teknik,
Unsrat.

Setijadji, Aries, 2006. Studi Kemacetan lalu lintas Jalan Kaligawe Kota Semarang, Tesis Program
Pasca Sarjana Teknik Pembangunan Kota Universitas Diponeoro, Semarang.

Surat Keputusan Walikota Manado No. 11 Tahun 2001 tentang Penomoran Trayek dalam Kota.

Tamin, O. Z., 2000. Perencanaan dan Pemodelan Transportasi, Penerbit ITB, Bandung.

67