You are on page 1of 5

INDIA

 Qutub Minar

Qutub Minar ( Urdu : ‫ )قطب مینار‬adalah menara tertinggi di India, awalnya sebuah
Monumen Islam kuno, ditulis dengan hiasan kaligrafi Arab. Qutub Minar merupakan
menara batu bata tertinggi di dunia yang mempunyai ketinggian 72,5 meter.

Mengenai struktur bangunan, Qutub Minar tersusun dari batu pasir merah dengan
diameter 14,32 meter di dasarnya dan sekitar 2,75 meter di bagian atasnya.

Qutub Minar terdiri dari tiga tingkatan dimana pada setiap lantainya dikelilingi oleh
balkon melingkar dan didukung oleh kurungan batu yang dihiasi desain sarang lebah.
Struktur yang lebih mencolok bisa ditemukan pada lantai pertama. Ada 379 anak
tangga menuju puncak, namun wisatawan kini tidak diperbolehkan naik.

Bangunan menara juga dihiasi berbagai prasasti dalam bahasa Arab. Secara tertulis
ini mengungkapkan sejarah pembangunan Qutub. Menurut tulisan di permukaannya,
ada keterangan jika Qutub Minar pernah diperbaiki oleh Firoz Shah Tughlaq (AD
1351-1388) dan Sikandar Lodi (AD 1489-1517).

 Patung Dewa Shiwa, India.

Patung tertinggi kedua yang menggambarkan Dewa Siwa di dunia, terletak di kota
Murudeshwar, di pantai barat India. Patung setinggi 37 meter ini merupakan bagian
dari kompleks candi yang dibangun selama dua tahun. Patung dewa dengan empat
lengan ini tampak makin gagah karena dikelilingi oleh laut Arab.
INDONESIA
 Borobudur

Borobudur (Jawa: Candhi Barabudhur) adalah sebuah candi Buddha yang terletak
di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Candi ini terletak kurang lebih
100 km di sebelah barat daya Semarang, 86 km di sebelah barat Surakarta, dan
40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi berbentuk stupa ini didirikan oleh
para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa
pemerintahan wangsa Syailendra. Borobudur adalah candi atau kuil Buddha terbesar
di dunia, sekaligus salah satu monumen Buddha terbesar di dunia.

 Candi Prambanan

Candi Prambanan atau Candi Roro Jonggrang (Hanacaraka: Candhi Prambanan)


adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9
masehi. Candi ini dipersembahkan untuk Trimurti, tiga dewa utama Hindu yaitu
Brahma sebagai dewa pencipta, Wishnu sebagai dewa pemelihara, dan Siwa sebagai
dewa pemusnah. Berdasarkan prasasti Siwagrha nama asli kompleks candi ini adalah
Siwagrha (bahasa Sanskerta yang bermakna 'Rumah Siwa'), dan memang di
garbagriha (ruang utama) candi ini bersemayam arca Siwa Mahadewa setinggi tiga
meter yang menujukkan bahwa di candi ini dewa Siwa lebih diutamakan.

Kompleks candi ini terletak di kecamatan Prambanan, Sleman, DI Yogyakarta dan


kecamatan Prambanan, Klaten, Jawa Tengah kurang lebih 17 kilometer timur laut
Yogyakarta, 50 kilometer barat daya Surakarta dan 120 kilometer selatan Semarang,
persis di perbatasan antara provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Letaknya sangat unik, Candi Prambanan terletak di wilayah administrasi desa
Bokoharjo, Prambanan, Sleman, sedangkan pintu masuk kompleks Candi Prambanan
terletak di wilayah adminstrasi desa Tlogo, Prambanan, Klaten.
TIMUR TENGAH

 Susa, Iran

Kota kuno Susa (Shush) terletak di Provinsi Khuzestan, Iran dan merupakan salah
satu situs arkeologi terbesar di dunia. Kota ini merupakan warisan sejarah peradaban
dunia zaman dahulu yang sudah berdiri sejak 4.000 tahun sebelum Masehi.

Berdasarkan dokumen sejarah, Susa adalah kota terpenting dan termegah di antara
kota-kota kuno Iran dan dunia serta pusat benturan dua peradaban penting, yang
saling mempengaruhi satu sama lain yaitu peradaban Mesopotamia dan peradaban
Elam (Susiana).

 Cultural Landscape of Maymand, Iran

Maymand adalah daerah yang terletak di bagian selatan pegunungan tengah Iran.
UNESCO menobatkan daerah ini sebagai salah satu situs warisan dunia karena di
wilayah tersebut masih ada masyarakat penggembala semi-nomaden yang hidup
dengan hewan mereka di padang rumput dan gunung-gunung.

Mereka berpindah-pindah tergantung musim. Para penggembala itu hidup di gua-gua


unik yang ada di lembah selama musim dingin. Sementara di musim semi dan gugur
mereka bermukim di tempat yang lebih tinggi, seperti pegunungan.
TIONGKOK
 Terracotta Warriors

Patung prajurit Terracota yang ada di kompleks makam raja Qin Shihuang, terletak
Xi’an, China

Terracotta Warriors (patung prajurit terakota) digali dan ditemukan pada tahun
1974. Sekarang menjadi museum yang menyimpan semua oxiding terracottas. Di
dekat bangunan ini terdapat makam Kaisar Qin. Patung-patung prajurit Teracotta
konon dibuat sangat mirip/detail dengan pelaku aslinya sewaktu hidup; inilah yang
membuat lebih dari 8000 patung tersebut berbeda satu sama lain.

Selain patung-patung prajurit infanteri bersenjata perang lengkap itu, ditemukan juga
patung prajurit kavaleri (berkuda), patung prajurit pemanah, para perwiranya, serta
kereta perunggu untuk sang Kaisar. Hingga sekarang banyak misteri yang belum
terungkap mengenai bangunan ini.

Bangunan ini terletak di Bing Ma Yung, kota Xi’an, propinsi Shaanxi, China.
Terracotta Warriors dipercaya dibangun untuk menjaga kuburan dari raja Qin serta
menemani sang Kaisar dalam perjalanannya di alam sana.

 Hanging Temple

Hanging Temple adalah kuil yang ‘menempel’ di sisi bukit, terletak di tebing kaki
gunung Heng di propinsi Shanxi, China
Biara Hanging yang terletak di Gunung Hengshan, Shaanxi, China. Dibangun lebih
dari 1400 tahun yang lalu. Kuil ini berada pada ketinggian 75 meter di atas tanah dan
berdiri diantara batu-batuan yang membentuk koridor dan pijakannya yang dibuat
dari kayu.

Di bagian samping terdapat jurang yang curam. Pada bagian ini bangunan ditahan
dengan kayu beams, dan dengan struktur yang cukup kuat mampu untuk menahan
gempa bumi besar seperti yang terjadi di tahun 1303. Konon, tujuan awal
dibangunnya kuil ini adalah untuk menghindari banjir yang mengerikan. Oleh karena
itu orang-orang disana menggunakan gunung sebagai perlindungan dari hujan, salju
dan sinar matahari.

Kuil gantung saat ini merupakan salah satu objek wisata utama dan situs sejarah
ternama yang diburu oleh para wisatawan dari seluruh penjuru dunia. Para ahli
konstruksi dari negara-negara Eropa datang untuk melihat kuil ini. Mereka
mengatakan bahwa cara membangun kuil ini membutuhkan ilmu mekanika dan
estetika yang sangat rumit.