You are on page 1of 9

SATUAN ACARA PENYULUHAN

PERAWATAN BERAT BAYI LAHIR RENDAH (BBLR)


DENGAN METODE KANGGURU DI RUANG HCU
NEONATUS RSUD Dr. MOEWARDI

Disusun Oleh :
Frida Amelia Ekawati
SN181068

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


STIKES KUSUMA HUSADA SURAKARTA
2018

1
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

Topik : Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR)


Sub Topik : Perawatan Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) dengan metode
kangguru
Sasaran : Keluarga dan pasien di ruang HCU Neonatus
Hari/tanggal :
Jam :
Waktu : 30 menit
Tempat: Ruang HCU Neonatus

A. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan ini keluarga dapat mengerti dan
memahami tetnatng perawatan berat bayi lahir rendah (BBLR) dengan
metode kangguru.
2. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan, diharapkan keluarga dapat
menjelaskan kembali tentang:
a. Pengertian perawatan metode kangguru
b. Tujuan perawatan metode kangguru
c. Keuntungan perawatan metode kangguru untuk bayi
d. Kriteria bayi yang dilakukan perawatan metode kangguru
e. Cara melakukan perawatan metode kangguru

B. MATERI
Terlampir

C. METODE
1. Ceramah
2. Tanya Jawab
D. MEDIA
Leaflet

E. PENGORGANISASIAN
Pemberi materi : Frida Amelia Ekawati

2
F. WAKTU PELAKSANAAN
1. Hari/tanggal :
2. Waktu :
3. Tempat: Ruang HCU Neonatus

3
G. RENCANA PELAKSANAAN
No. Waktu Kegiatan penyuluhan Kegiatan peserta
1 5 menit Pembukaan: a. Menjawab salam
b. Mendengarkan dan
a. Memberi salam
b. Menjelaskan tujuan memperhatikan
penyuluhan
c. Menyebutkan materi/pokok
bahasan yang akan
disampaikan

2 10 menit Pelaksanaan : a. Menyimak


b. Memperhatikan
a. Menjelaskan materi
penjelasan materi
penyuluhan secara berurutan:
1) Pengertian perawatan
metode kangguru
2) Tujuan perawatan metode
kangguru
3) Keuntungan perawatan
metode kangguru untuk
bayi
4) Kriteria bayi yang
dilakukan perawatan
kangguru
5) Cara melakukan
perawatan metode
kangguru·
3 10 menit Evaluasi: a. Bertanya kepada
Meminta individu untuk keluarga
b. Menjawab pertanyaan
menjelaskan kembali atau
yang diberikan oleh
menyebutkan :
pemateri
a. Pengertian perawatan metode
c. Menyimpulkan semua
kangguru
dari materi penyuluhan
b. Tujuan perawatan metode
yang telah diberikan.

4
kangguru
c. Keuntungan perawatan
metode kangguru untuk bayi
d. Kriteria bayi yang dilakukan
perawatan metode kangguru
e. Cara melakukan metode
kangguru
4 5 menit Penutup: Menjawab salam
a. Menyimpulkan Materi
b. Mengucapkan terima kasih
c. Mengucapkan salam.

H. EVALUASI
1. Evaluasi Struktur
a. Sarana disiapkan pagi hari sebelum acara di mulai.
b. Media dipersiapkan 1 hari sebelum pelaksanaan kegiatan.
c. Struktur peran telah ditentukan 1 hari sebelum pelaksanaan.
d. Kontrak dengan keluarga pasien/anak dilakukan 1 hari sebelum
dan pagi hari sebelum kegiatan dilaksanakan.
2. Evaluasi Proses
a. Pemberi materi memberi materi pendidikan kesehatan dari awal
hingga akhir kegiatan
b. Respon peserta baik selama proses pemberian materi pendidikan
kesehatan
c. Peserta tampak aktif selama proses pemberian materi pendidikan
kesehatan
d. Kegiatan berjalan dengan lancar dan tujuan mahasiswa tercapai
dengan baik
e. Masing – masing mahasiswa bekerja sesuai dengan tugasnya
3. Evaluasi Hasil
a. Kegiatan pendidikan kesehatan dimulai tepat pada waktu yang
telah ditentukan
b. Peserta dapat menjawab pertanyaan yang diberikan oleh pemberi
materi
c. Peserta mengikuti proses pendidikan kesehatan dari awal hingga
akhir

5
Lampiran Materi

PERAWATAN BERAT BAYI LAHIR RENDAH (BBLR) DENGAN


METODE KANGGURU

A. Pengertian Perawatan Metode Kangguru


Metode kangguru merupakan sebuah metode perawatan bayi baru lahir
dengan cara meletakkan bayi didada ibu (skin to skin) untuk menyalurkan
kehangatan pada si bayi dan dikombinasi dengan pemberian ASI eksklusif
(Ulfah, 2010). Perawatan metode kanguru (Kangaroo Mother Care) atau
disebut juga asuhan kontak kulit dengan (skin to skin contact) merupakan

6
metode khusus asuhan bagi bayi berat lahir rendah atau bayi prematur
(Dadangsjarif, 2010).
Metode kanguru atau perawatan bayi lekat ditemukan sejak tahun 1983
oleh dua orang ahli neonatologi dari Bogota, Colombia yaitu Rey dan
Martinez. Perawatan dengan metode ini sangat bermanfaat untuk merawat
bayi yang lahir dengan berat badan rendah baik selama perawatan di rumah
sakit ataupun di rumah. Metode kanguru mampu memenuhi kebutuhan asasi
bayi berat lahir rendah dengan menyediakan situasi dan kondisi yang mirip
dengan rahim ibu, sehinggga memberi peluang untuk dapat beradaptasi baik
dengan dunia luar (Prassasti, 2008).
B. Tujuan Perawatan Metode Kangguru
Menurut Ulfah (2010), tujuan dalam perawatan metode kangguru yaitu
kontak kulit ke kulit antara ibu dan bayi dapat menurunkan hilangnya panas
melalui konduksi dan radiasi serta bertujuan untuk mempertahankan neutral
thermal environment/NTE, yaitu kisaran suhu lingkungan sehingga bayi dapat
mempertahankan suhu tubuhnya tetap normal dengan metabolisme basal
minimum dan kebutuhan oksigen terkecil. Metode ini dapat juga dilakukan
untuk bayi sehat. Sehingga dengan kontak langsung kulit ibu bayi ini
kebutuhan dasar dari bayi berupa kehangatan, ASI, kasih sayang dan
perlindungan bisa dipenuhi.
C. Keuntungan Perawatan Metode Kangguru Untuk Bayi
Menurut Febri (2009), keuntungan perawatan metode kangguru untuk bayi
yaitu:
1. Meningkatkan hubungan emosi ibu dan bayi
2. Menstabilkan suhu tubuh , denyut jantung , dan pernafasan bayi
3. Meningkatkan pertumbuhan dan berat badan bayi dengan lebih baik
4. Mengurangi stress pada ibu dan bayi
5. Mengurangi lama menangis pada bayi
6. Memperbaiki keadaan emosi ibu dan bayi
7. Meningkatkan produksi ASI
8. Menurunkan risiko terinfeksi selama perawatan di rumah sakit
9. Mempersingkat masa rawat di rumah sakit
D. Kriteria Bayi yang dilakukan Perawatan Metode Kangguru
Menurut Prassasti (2008), kriteria bayi yang harus dilakukan perawatan
metode kangguru yaitu:
1. Bayi dengan berat badan ≤ 2500 gram
2. Tidak ada kelainan atau penyakit yang menyertai

7
3. Refleks dan kordinasi isap serta menelan pada bayi yang sudah membaik
4. Perkembangan selama di inkubator baik (stabil)
5. Kesiapan dan keikutsertaan orang tua, sangat mendukung dalam
keberhasilan.
E. Cara Melakukan Perawatan Metode Kangguru
1. Tahap Persiapan
A. Persiapan Alat
1. Alat pengukur tanda vital bayi (thermometer, stestoskop, jam)
2. Timbangan bayi
3. Gendongan kangguru dan topi bayi
B. Persiapan Orang Tua
a. Cuci tangan (ibu atau ayah yang melakukan PMK)
b. Buka pakaian atas ibu atau ayah kemudian di ganti dengan baju
khusus untuk perawatan kangguru yang disediakan.
2. Tahap Pelaksanaan
Berdasarkan WHO (2002), tahap pelaksanaan perawatan metode kangguru
yaitu:
a. Beri bayi pakaian, topi, popok/diapers dan kaos kaki yang telah
dihangatkan lebih dahulu
b. Letakkan bayi diantara payudara dengan posisi tegak, dada bayi
menempel kedada ibu
c. Posisi bayi diamankan agar dengan kain panjang atau pengikat lainnya.
Kepala bayi dipalingkan ke sisi kanan atau kiri dan dengan posisi
sedikit tengadah (ekstensi). Ujung pengikat berada tepat dibawah
kuping bayi. Posisi kepala bayi seperti ini bertujuan untuk menjaga
saluran nafas tetap terbuka dan memberi peluang agar terjadi kontak
mata antara ibu dan bayi. Hindari posisi kepala merunduk kedepan dan
sangat tengadah. Pangkal paha bayi haruslah dalam posisi fleksi dan
ekstensi seperti dalam posisi “kodok” : tanganpun harus dalam posisi
fleksi.
d. Ikatkan kain dengan kuat agar saat ibu bangun dari duduk, bayi tidak
tergelincir. Pastikan juga bahwa ikatan yang kuat dari kain tersebut
menutupi dada si bayi. Perut bayi jangan sampai tertekan dan
sebaiknya berada disekitar epigastrium ibu. Dengan cara ini bayi dapat
melakukan pernafasan perut. Nafas ibu akan merangsang bayi.
e. Ajarkan ibu cara bagaimana memasukkan dan mengeluarkan bayi dari
gendongan, yaitu dengan cara :

8
1. Pegang bayi dengan satu tangan diletakkan dibelakang leher
sampai punggung bayi.
2. Topang bagian bawah rahang bayi dengan ibu jari dan jari-jari
lainnya agar kepala bayi tidak tertekuk dan tak menutupi saluran
nafas ketika bayi berada pada posisi tegak.
3. Tempatkan tangan lainnya dibawah pantat bayi.
DAFTAR PUSTAKA

WHO (2002), Perawatan Metode Kanguru, Departement of Reproductive Health

and Reseacrh World Health Organization, Jakarta : Perinasia

Ulfah (2010), Kangguru Mother Care (KMC) atau Perawatan Metode Kangguru,

Izoel(2008), Metode Kangguru Perawatan Untuk Bayi Prematur,

Prassasti (2008), Metode Kangguru Untuk Merawat Bayi Prematur,

http://izoel04.multiply.com/jounal/item/47/METODE_KANGURU_PERA

WATAN UNTUK_BAYI_PREMATUR diakses pada tanggal 16 November

2017

Febri (2009), Metode Kangguru Penting Buat Bayi,http://bidanshop.blogspot.com

/2009/12/metode-kangguru-penting-buat-bayi_31.html diakses pada

tanggal 16 November 2013

Dadangsjarif (2010), SOP Perawatan Metode Kangguru,

http://dadangsjarif.wordpress.com/lain-lain/sop-perawatan-metode-

kanguru/ diakses pada tanggal 16 November 2013