You are on page 1of 2

PERISTIWA DAN AMALAN DI BULAN RABIUL AWWAL

KEJADIAN di Malam Pertama Bulan Rabiul Awwal


Malam pertama Rabiul Awwal bertepatan dengan malam Kamis tahun ke-13 setelah
Rasulullah Saw hijrah dari Makkah ke Madinah. Pada waktu itu Amirul Mukminin ‘Ali
bin Abi Thalib as menggantikan beliau tidur di atas ranjang dengan mengorbankan
dirinya sebagai penebus dan pemelihara keselamatan Rasulullah Saw dari ancaman
pembunuhan kaum musyrikin Quraisy. Berkaitan de-ngan itu turunlah ayat ini: Dan di
antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan
Allah, dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya (QS. 2:207).

Hari Pertama

Disunnahkan pada hari ini berpuasa sebagai tanda syukur atas segala karunia-Nya
kepada kita, karena dise-lamatkannya Rasulullah Saw dan Amir al-Mu’minin ‘Ali bin
Abi Thalib as dari kejahatan kaum kafir dan musyrik Makkah. Sepatutnyalah kita
menziarahi ke-duanya pada hari tersebut

Hari Keempat

Hari ini adalah saat keluarnya Rasulullah Saw dari gua Tsur menuju kota Madinah,
sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mishbah karya al-Syaikh.

Hari Kedelapan

Hari wafatnya Imam ke-11 dalam tradisi Ahlul Bait, Imam Hasan al-Askari (bin ‘Ali al-
Hadi bin Muham-mad al-Jawad bin ‘Ali al-Ridha bin Musa al-Kazhim bin Ja’far al-
Shadiq bin Muhammad al-Baqir bin ‘Ali Zain al-‘Abidin bin Husain ‘Ali bin Abu Thalib)
pada hari kedelapan Rabiul Awwal. Menurut al-Mufid dalam kitab Al-Irsyad, beliau
wafat pada 8 Rabiul Awwal 260 Hijriah dalam usia 28 tahun setelah sakit sejak 1
Rabiul Awwal. Pada saat itu pula dianugerahkan imamah dari beliau kepada Imam
Muhammad al-Mahdi as secara hak. Sudah sepatutnya kita menziarahi keduanya
pada waktu tersebut. Pendapat serupa diutarakan oleh al-Syaikh, al-Kif’ami dan al-
Asyhar.

Hari Kesembilan

Hari ini bertepatan dengan saat Shahibul Amr Imam al-Mahdi as menduduki kursi
kekhalifahan. Diriwayat-kan pula, bahwa sesungguhnya barang siapa berinfaq
dengan sesuatu pada hari itu, maka Allah ampuni dosa-dosanya. Disunnahkan pada
hari itu mengadakan ja-muan makan, saling memaafkan, membahagiakan sau-dara-
saudara Muslim, meluaskan rezeki untuk keluarga-nya, memakai pakaian yang baru
dan saling berkun-jung di antara sesama manusia, menampakkan kebaha-giaan dan
kegembiraan, mengucapkan rasa syukur ke-pada Allah dan mengeluarkan sedekah
kepada fakir miskin. Barang siapa mengamalkan hal itu semua, maka Allah ampuni
dia dari dosa-dosanya. Hari itu adalah hari tanpa kebingungan dan tidak ada keharus-
an puasa di dalamnya.

Hari Kesepuluh
Hari ini adalah saat menikahnya Rasulullah saw de-ngan Khadijah binti Khuwalaid.
Pada hari itu, disun-nahkan berpuasa. Dalam kitab Masa-rusy Syi’ah disebutkan
bahwa pada hari yang sama di tahun kedelapan dari kelahiran Rasulullah saw, dike-
nal juga dengan tahun Gajah, adalah hari wafatnya kakek beliau ‘Abdul Muthalib.

Hari Kedua belas

Al-Syaikh dalam Al-Mishbah menye-butkan bahwa hari ini adalah tibanya Rasulullah
saw di kota Madinah pa-da saat tergelincir matahari.

Malam Ketujuh belas

Al-Muhakki dalam Mizar al-Bihar menyebutkan bahwa Rasulullah Saw mi’raj dengan
ruh dan jasadnya ke Malail ‘a-la (Sidratil Muntaha) di hari ke-17, satu tahun sebelum
hijrah. Menurut pendapat yang lain dalam sejumlah kitab yang terkenal disebutkan
bahwa peristiwa mi’raj itu terjadi pada tanggal 9 Dzulhijjah. Pendapat tentang mi’raj
yang lebih mendekati kebenaran adalah tanggal 21 Ramadhan, seperti yang
dikemukakan oleh al-Majlisi dalam kitab Mukhtar.

Menurut sejumlah hadis shahih yang cukup banyak jumlahnya dan tidak
bertentangan, disebutkan bahwa tanggal 17 Rabiul Awwal adalah kelahiran Sayyid al-
Kainain (Penghulu Seluruh Alam) Muhammad Saw. Saat tersebut merupakan salah
satu dari malam-malam yang mulia, sehingga sudah sepatutnya kita melakukan
ziarah kepada Nabi Saw dan Washinya Imam ‘Ali bin Abi Thalib.

Hari Ketujuh belas

Adalah hari kelahiran Rasulullah Saw dan merupakan hari yang paling agung dalam
Islam. Menurut al-Syaikh dalam kitab Al-Mishbah, hari ini adalah hari kelahiran
Muhammad Saw pada waktu terbit fajar di hariu Jum’at pada tahun Gajah. Hari ini
merupakan hari yang sa-ngat agung dan penuh berkah. Melakukan puasa di hari ini
mengandung keutamaan yang besar dan pahala yang banyak. Dalam kitab Al-
Tawarikh al-Syar’iyyah dise-butkan bahwa para Imam Ahlul Bait as berkata:

Barang siapa berpuasa pada hari ketujuh belas bulan Rabiul Awwal, dicatatkan bagi-
nya pahala sebanding dengan puasa seta-hun; dan mengetahui keberadaan para
Imam alaihimassalam, memberikan keba-hagiaan kepada saudara-saudara mukmin.

Pada hari ini juga, hari Jum’at menjelang terbit fajar 83 Hijriah, merupakan hari
kelahiran Imam Ja’far al-Shadiq as. Ada pula yang menyebutkan tahun 80 Hij-riyah,
seperti yang tertulis dalam kitab A’lamul Wari wa Tawadhih dan kitab Al-Maqasid.

Hari ketujuh belas merupakan salah satu bagian dari hari-hari raya agung dan sangat
mulia. Kita disunnah-kan mengerjakan beberapa amalan, seperti: mandi, berpuasa
(sebagaimana disebutkan dalam beberapa ha-dis tertentu) dan berziarah ke makam
Nabi Saw, dari dekat maupun dari jauh.