You are on page 1of 1

Pesan Singkat Imam Ali Khamenei pada Idul Ghadir 2003

Rahbar (pemimpin besar) revolusi Islam Iran Ayatullah Udhma Sayid Ali Khamenei
daama dhilluh, pagi hari ini, menerima kedatangan para pejabat pemerintah dan sejumlah
besar masyarakat dari berbagai lapisan, yang datang menyampiakan selamat Hari Raya
Ghadir Khum. Beliaupun mengucapkan selamat Hari Raya Terbesar ini kepada mereka
semua dan bangsa Iran serta seluruh muslimin di dunia dan semua pembela haq dan
keadilan di dalam agama dan madzhab apa pun. Beliau menegaskan : semangat
sesungguhnya peristiwa Ghadir ialah berkuasanya wilayatullah (kekuasaan Allah) dan
penegakan keadilan serta keutamaan. Oleh sebab itu, Iedul Ghadir bukan khusus milik
Syiah, tetapi milik semua dunia Islam.

Ayatullah Udhma Sayid Ali Khamenei menyebut peristiwa Ghadir sebagai sebuah
gerakan pencetus sejarah, yang bangkit dari kandungan hakiki Islam. Pengangkatan
Amirul mukminin yang dilakukan berdasarkan perintah Allah oleh Rasul Allah saaw,
adalah pancaran cahaya dari wilayat Dzat Muqaddas Ilahi dan muncul dari kehadiran
Wilayat Ilahi di dalam wujud Amirul mukminin as.

Ayatullah Udhma Sayid Ali Khamenei menegaskan : Makna haqiqi wilayat ialah ikatan
dan pertemuan. Dan semua kandungan wilayat tidak terkumpul hanya di dalam masalah
politik. Oleh sebab itu di dalam kebudayaan Islam “wali” bukan sekedar penguasa dan
pemberi perintah. Tetapi ia adalah sandaran jiwa dan hati rakyat.

Imam Ali as adalah perwujudan keadilan individu, maknawi dan sosial. Semua alam dan
seluruh wujud, berdiri di atas keadilan. Dan untuk mendefinisikan keadilan, maka tak ada
contoh yang lebih tepat dan lebih kuat (setelah Rasul saaw) daripada Ali bin Abitalib as.
Oleh sebab itulah berdasarkan perintah Ilahi, Rasul Allah saaw memperkenalkan manusia
mulia ini sebagai wali dan pemimpin umat manusia.

Perjuangan yang lebih besar untuk menegakkan keadilan di tengah masyarakat,


mengandung arti berpegangan yang lebih kuat kepada wilayat. Manusia zaman ini, yang
telah mencapai kemajuan ilmu sedemikian mengagumkan, justru semakin merasakan
dahaga akan keadilan.

Saat ini umat manusia menghadapi tingkah polah para penguasa licik dan jahat yang
mempropagandakan penegakan demokrasi dan kehendak rakyat. Akan tetapi keadaan
telah berubah sedemikian rupa sehingga memaksa mereka membuka kedok yang
menutupi wajah buruk mereka selama ini, ketika mereka mengatakan dengan segala
keburukan dan kehinaan bahwa kehendak rakyat dunia tidak akan mampu mencegah
rencana mereka untuk menyerang Irak. Akan tetapi, berbalikan dengan propaganda
mereka itu, kezaliman dan kedurjanaan tidak akan kekal. Sedangkan kehendak dan tekad
bangsa-bangsa pendamba keadilan, pada akhirnya, akan mencapai kemenangan.

Penerjemah : Muhammad Khatib (IRIB)