You are on page 1of 10

SATUAN ACARA PENYULUHAN

RESIKO JATUH DI PANTI USIA LANJUT ‘AISYIYAH SURAKARTA

Disusun untuk Memenuhi Penugasan Stase Keperawatan Gerontik


Program Studi Profesi Ners 9

Disusun Oleh :

1. Auliaur Rokhim SN181023


2. Suci Mulyati SN181165
3. Ana Nurul Qomariyah SN181011
4. Fitri Firmandha S SN181066
5. Vidia Putpita Sari SN181176
6. Sylvia Rosalina SN181170
7. Sari Istiqomah SN181153
8. Frida Amelia E SN181068
9. Yuni Mustika SN181191
10. Yogi Utomo SN181185

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


STIKES KUSUMA HUSADA SURAKARTA
TAHUN AKADEMIK 2019
A. PENDAHULUAN
Menua atau menjadi tua adalah suatu pross menghilangnya secara
perlahan-lahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri/mengganti
dan mempertahankan fungsi normalnya sehingga tidak dapat dapat
bertahan terhadap infeksi dan memperbaiki kerusakan yang diderita.
Proses menua merupakan proses yang terus menerus secara alamiah.
Dimulai sejak lahir dan umumnya dialami semua makhluk hidup. Semua
orang akan mengalami proses menjadi tua dan masa tua merupakan masa
hidup manusia yang terakhir, yang pada masa ini seseorang mengalami
kemunduran fisik, mental, dan sosial sedikit demi sedikit sampai dapat
melakukan tugasnya sehari-sehari lagi sehingga bagi kebanyakan orang,
masa tua merupakan masa yang kurang menyenangkan (Nugroho, 2011).
Kemunduran fisik dapat menyebabkan resiko jatuh pada lansia.
Jauh merupakan salah satu peristiwa yang sering dialami oleh lansia. Jatuh
berkaitan dengan peningkatan morbiditas dan mortalias serta penurunan
fungsi dan kemandirian. Jatuh merupakan insiden yang sering terjadi pada
lansia. Yang mengakibatkan trauma serius, sepert nyeri, kelumpuhan
bahkan kematian. Hal in menimbulkan rasa rakut dan hilangnya rasa
percaya diri sehingga mereka membatasi aktivitasya sehari-hari yang
menyebabkan menurunya mutu kehidupan (Friedman, 2012).

B. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Setelah diberikan penyuluhan selama 20 menit diharapkan klien mampu
memahami cara menghindari resiko jatuh dan melakukan pencegahan
resiko jatuh.
2. Tujuan Khusus
a. Menjelaskan pengertian jatuh
b. Menyebutkan faktor resiko jatuh
c. Menyebutkan akibat jatuh
d. Menyebutkan cara pencegahan jatuh
C. RANCANGAN KEGIATAN
1. Topik
Resiko Jatuh Pada Lansia
2. Metode Pelaksanaan
 Ceramah
 Tanya Jawab
 Diskusi
3. Sasaran
Lansia di Panti Wreda Aisyah Surakarta
4. Waktu dan Tempat
Hari/Tanggal : Rabu , 27 Maret 2019
Jam : 09.00-Selesai
Tempat : Panti Usia Lnjut Aisyiyah Surakarta
5. Jumlah Peserta
15 Lansia
6. Media dan alat bantu
Leaflet
7. Setting Tempat

Keterangan :

v : Klien/ Lansia

: Moderator

: Presentator
: Fasilitator

8. Susunan Acara
No Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta
1 5 menit Pembukaan: a. Menjawab salam
a. Memberi salam b. Mendengarkan dan
b. Menjelaskan tujuan memperhatikan
penyuluhan Menyebutkan
materi/pokok bahasan
yang akan disampaikan

2 10 menit Pelaksanaan : a. Menyimak


a. Menjelaskan pengertian b. Memperhatikan
jatuh penjelasan materi
b.Menjelaskan faktor resiko
jatuh
c.Menjelaskan akibat jatuh
d.Menjelaskan cara
pencegahan jatuh

3 10 Menit Evaluasi : a. Bertanya kepada


Meminta individu untuk keluarga
menjelaskan kembali atau b. Menjawab pertanyaan
menyebutkan : yang diberikan oleh
a. Menyebutkan tentang pemateri
Pengertian jatuh c. Menyimpulkan semua
b. Menyebutkan faktor dari materi
resiko jatuh penyuluhan yang telah
c. Menyebutkan akibat diberikan.
jatuh
d. Menyebutkan cara
pencegahan jatuh

4 10 Menit Penutup: Menjawab Salam


a. Menyimpulkan Materi
b. Mengucapkan terima
kasih
c. Mengucapkan salam

9. Pembagian Tugas
 Moderator : Frida
 Presentator : Vidia
 Fasilitator : Yuni, Auliaur, Sylvia, Fitri

D. KRITERIA EVALUASI
1. Evaluasi Struktur
a. Sarana disiapkan pagi hari sebelum acara di mulai.
b. Media dipersiapkan 2 hari sebelum pelaksanaan kegiatan.
c. Struktur peran telah ditentukan 2 hari sebelum pelaksanaan.
d. Kontrak dengan keluarga pasien dilakukan 1 hari sebelum dan pagi
hari sebelum kegiatan dilaksanakan.
2. Evaluasi Struktur
a. Presentator memberi materi pendidikan kesehatan dari awal hingga
akhir kegiatan
b. Respon peserta baik selama proses pemberian materi pendidikan
kesehatan
c. Peserta tampak aktif selama proses pemberian materi pendidikan
kesehatan
d. Kegiatan berjalan dengan lancar dan tujuan mahasiswa tercapai
dengan baik
e. Masing – masing mahasiswa bekerja sesuai dengan tugasnya
3. Evaluasi Hasil
a. Kegiatan pendidikan kesehatan dimulai tepat pada waktu yang telah
ditentukan
b. Peserta dapat menjawab pertanyaan yang diberikan oleh pemberi
materi
c. Peserta mengikuti proses pendidikan kesehatan dari awal hingga
akhir
E. LAMPIRAN MATERI
1. Pengertian Jatuh
Jatuh merupakan suatu kejadian yang dilaporkan penderita atau saksi
mata, yang melihat kejadian mengakibatkan seseorang mendadak
terbaring/ terduduk di lantai/ tempat yang lebih rendah dengan atau
tanpa kehilangan kesadaran atau luka (Darmojo, 2014).
Jatuh adalah kejadian yang tiba-tiba dan tidak sengaja yang
mengakibatkan seseorang terbaring atau terduduk di lantai yang lebih
rendah tanpa kehilangan kesadaran. (Maryam, 2010)
2. Faktor resiko jatuh
Secara singkat faktor resiko jatuh pada lansia dapat dibagi menjadi 2
yaitu faktor instrinsik dan faktor ekstrinsik
a. Faktor instrinsik
 Gangguan jantung atau sirkulasi darah : penurunan sirkulasi darah
ke otak secara tiba-tiba, kehilangan kesaran yang tiba-tiba,
masalah pada jantung yang menyebabkan sesak nafas sehingga
tidak dapat mentoleransi aktivitas dan hipertensi.
 Gangguan sistem susunan syaraf : sistem susuna syaraf
memberikan respon motorik untuk mengantisipasi input sensorik.
Penyakit SSP seperti stroke, parkinsn, hodrocealus tekanan
normal, sering diderita oleh lansia dan menyebabkan gangguan
fungsi SSP sehingga berespon tidak baik terhadap input sensori.
Nyeri kepala atau Vertigo, pusing.
 Gangguan sistem anggota gerak dan gangguan gaya berjalan
seperti nyeri persendian, kelumpuhan, ketidaklengkapan anggota
gerak, bentuk kaki yang tidak normal, penurunan kekuatan otot,
berkurangnya masa otot.
b. Faktor ekstrinsik
 Cahaya ruangan yang kurang terang
 Lingkungan yang asing bagi usia lanjut
 Lantai yang licin
 Alat bantu jalan yang tidak tepat ukuran, berat maupun cara
penggunaannya.
3. Akibat jatuh
a. Perlukaan (injury) : merusak jaringan lunak, fraktur
b. Perawatan rumah sakit : imobilisasi
c. Disabilitas : penurunan mobilitas yang berhubungan dengan
perlukaan fisik, penurunan mobilitas akibat jatuh, penurunan
kepercayaan diri dan pembatasan gerak.
d. Meninggal dunia
4. Cara pencegahan jatuh
a. Latihan fisik
Latihan fisik diharapkan dapat mengurangi resiko jatuh dengan
meningkatkan kekuatan tungkai dan tangan, keseimbangan,
koordinasi dan meningkatkan reaksi terhadap bahaya lingkungan.
Latihan fisik yang dianjurkan yang melatih kekuatan tungkai, tidak
terlalu berat dan semampunya salahsatunya adalah berjalan kaki.
b. Modifikasi lingkungan
 Atur suhu ruangan supaya tidak terlalu panas atau dingin untuk
menghindari pusing akibat suhu
 Taruhlah barang-barang yang memang seringkali diperlukan
berada dalam jangkauan tanpa harus berjalan dulu.
 Gunakan karpet antislip dikamar mandi
 Perhatikan kualitas penerangan dirumah
 Jangan sampai ada kabel listrik dilantai yang biasa untuk melintas
 Pasang pegangan tangga pada tangga, bila perlu pasang lampu
tambahan untuk daerah tangga.
 Singkirkan barang-barang yang bisa membuat terpleset dari jalan
biasa untuk melintas
 Gunakan lantai yang tidak licin
 Pasang pegangan tangan ditempat yang diperlukan seperti kamar
mandi
c. Alat bantu jalan
Pada lansia yang mengalami gangguan berjalan yang tidak bisa
diatasi dengan oat-obatan dapat menggunakan alat bantu seperti :
cane (tongkat), cruth (tongkat ketiak) dan walker.
DAFTAR PUSTAKA

Asyar, 2016, Gambaran Persepsi Faktor Risiko Jatuh Pada Lansia di


Panti Werdha Budi Mulia 4 Margaguna. Jakarta Selatan.

Darmojo,2014.R.B.Geriatri, Ilmu Kesehatan Usia Lanjut. Edisi ke-3.


Jakarta: Balai Penerbit FKUI.

Friedman, 2012. Mudah jatuh pada lansia. Jakarta: Gramedia

Maryam,2010. R.S.Mengenal Usia Lanjut dan Perawatannya. Jakarta:


Salemba Medika .

Nugroho, 2011. Proses menua. Jakarta: Prima Medika