You are on page 1of 6

VI.

HASIL DAN PEMBAHASAN


A. Hasil
1. Analisis Univariat
Penelitian ini melibatkan 60 responden yang dibagi kedalam 2
kelompok yaitu kelompok kasus (yang mengalami diabetes mellitus) dan
kelompok kontrol (yang tidak mengalami diabetes mellitus). Jumlah
responden pada masing-masing kelompok baik pada kelompok kasus
maupun kontrol berjumlah 30 orang. Adapun karakteristik responden
disajikan dalam tabel 6.1
Tabel 6.1. Karakteristik Responden Penelitian

Diabetes mellitusTidak Diabetes


mellitus
Variabel Kategori
Jumlah Persentase Jumlah Persentase
(n) (%) (n) (%)
Jenis Kelamin Perempuan 22 73,3 22 73,3

Laki-laki 8 26,7 8 26,7

Usia <45 tahun 2 6,7 2 6,7


>45 tahun 28 93,3 28 93,3
Tidak tamat 11 36,7 14 46.7
Pendidikan
SD
Tamat SD 13 43.4 10 33.3
Tamat SMP 3 10.0 2 6.7
Tamat 2 6.7 3 10.0
SMA
Tamat 1 3.3 1 3.3
Sarjana

Pekerjaan Wiraswasta 2 6.7 1 3.3


Pegawai 0 0 1 3.3
swasta
Pensiunan 2 6.7 4 13.3
Petani 10 33.3 12 40
Tidak 16 53.3 11 36.7
bekerja
Tidak 16 53.3 16 53.3
IMT
obesitas
Obesitas 14 46.7 14 46.7
Tingkat 8 26.7 1 3.3
Rendah
pengetahuan
Sedang 18 60.0 19 63.3
Tinggi 4 13.3 10 33.3
Riwayat DM Ya 18 60 10 33.3
Tidak 12 40 20 66.3
Riwayat HT Ya 13 43.3 17 56.7
Tidak 17 56.7 13 43.3
Pola makan Tidak 28 93.3 23 76.7
seimbang
Seimbang 2 6.7 7 23.3
Aktivitas Teratur 3 10 4 13.3
Tidak 27 90 26 66.7
teratur
Stress Rendah 11 36.7 22 73.3
Sedang 19 63.3 8 26.7

Tidak 23 76.7 24 80.0


Merokok
merokok
Perokok 6 20.0 4 13.3
sedang
Perokok 1 3.3 2 6.7
berat
Sumber : Data Primer Terolah

Hasil uji berdasarkan karakteristik responden pada penelitian


hubungan faktor risiko DM dengan kejadian DM, dengan pendekatan case
control didapatkan jumlah perempuan lebih banyak yang menjadi responden
daripada laki laki. Lebih dari setengah total responden yang mengikuti
penelitian berjenis kelamin perempuan. Selain itu, usia responden yang
mengikuti penelitian ini mayoritas memiliki usia >45 tahun, baik responden
kasus ataupun responden kontrol. Pendidikan terakhir sebagian besar hanya
tamat SD baik responden kasus ataupun responden kontrol. Selain itu, pada
responden kasus sebagian besar tidak bekerja, sedangkan untuk responden
kontrol sebagian besar bekerja sebagai petani.
Karakteristik tingkat pengetahuan responden didominasi oleh tingkat
pengetahuan yang sedang pada kasus yaitu sebanyak 18 orang (60%),
sedangkan pada kontrol juga didapatkan lebih banyak responden yang
memiliki tingkat pengetahuan sedang, yaitu sebanyak 19 orang (63.3%).
Kemudian, jumlah responden yang menjadi kasus mayoritas memiliki
riwayat DM yaitu sebanyak 18 orang (60,0%), sedangkan responden yang
menjadi kontrol lebih banyak tidak memiliki riwayat DM di keluarga, yaitu
sebanyak 20 orang (66.6%).
Jumlah responden yang menjadi kasus tidak memiliki riwayat
hipertensi yaitu 17 orang (56.7%) dibandingkan dengan responden yang
tidak memiliki riwayat hipertensi yaitu 13 orang (43.3%). Sedangkan
responden yang menjadi kontrol lebih didominasi oleh responden yang
memiliki riwayat hipertensi yaitu sebanyak 17 orang (56.7%). Sedangkan
karakteristik responden didominasi oleh responden yang tidak merokok,
baik responden kasus ataupun kontrol. Jumlah responden kasus yang
merokok sebanyak 7orang (23,3%), dan yang tidak merokok sebanyak 23
orang (76.7%), kemudian pada kontrol, didapatkan responden yang
merokok sebanyak 6 orang (30,0%), dan yang tidak merokok sebanyak 24
orang (80%).
Karakteristik responden berdasarkan aktivitas, mayoritas responden
yang menjadi kasus memiliki aktivitas yang ringan, tidak rutin untuk olah
raga setiap hari sebanyak 16 orang (66,7%). Sedangkan responden yang
menjadi kontrol mayoritas memiliki aktivitas berat seperti olah raga rutin
setiap hari >30 menit, yaitu sebanyak 15 orang (68,2%). Kemudian
karakteristik status gizi berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) pada kasus
dan kontrol lebih didominasi oleh IMT rendah atau tidak obesitas yaitu
responden kasus sebanyak 16 orang (53.3%), dan responden kontrol
sebanyak 16 orang (53.3%). Faktor risiko selanjutnya merupakan faktor
risiko pola makan masyarakat, pola makan masyarakat didominasi oleh pola
makan berisiko tinggi untuk dapat terjadi diabetes mellitus, makan yang
berisiko tinggi termasuk makan yang tinggi karbohidrat, tinggi lemak dan
termasuk seringnya mengkonsumsi air teh manis, jumlah responden yang
memiliki pola makan berisiko tinggi serta memiliki penyakit diabetes
mellitus adalah 15 orang (65,2%).

2. Analisis Bivariat
Untuk menguji ada tidaknya hubungan antara variabel independent
dan dependent digunakan uji Chi-Square. Penelitian ini menggunakan CI
95% sehingga variabel dinyatakan berhubungan signifikan apabila p-value
kurang dari 0,05 (p<0,05) atau nilai X2hitung lebih besar dari X2tabel (3.841).
Berdasarkan pengujian diperoleh hasil sebagai berikut disajikan dalam tabel
6.2

Tabel 6.2 Hasil Analisis Bivariat


Diabetes mellitus Tidak Diabetes P value OR Interpre
mellitus tasi
OVariabel Kategori Jumlah Persentase Juml Persentase
(n) (%) ah (%)
(n)
Jenis 22 73,3 22 73,3 1.000 Tidak
Perempuan signifikan
Kelamin
Laki-laki 8 26,7 8 26,7
2 6,7 2 6,7 1.000 Tidak
Usia <45 tahun signifika
n
>45 tahun 28 93,3 28 93,3
11 36,7 14 46.7 0.886 Tidak
Tidak tamat
Pendidikan signifika
SD
n
Tamat SD 13 43.4 10 33.3
Tamat SMP 3 10.0 2 6.7
Tamat 2 6.7 3 10.0
SMA
Tamat 1 3.3 1 3.3
Sarjana

2 6.7 1 3.3 0.534 Tidak


Pekerjaan Wiraswasta signifika
n
Pegawai 0 0 1 3.3
swasta
Pensiunan 2 6.7 4 13.3
Petani 10 33.3 12 40
Tidak 16 53.3 11 36.7
bekerja
16 53.3 16 53.3 1.000 Tidak
Tidak
IMT signifika
obesitas
n
Obesitas 14 46.7 14 46.7
Tingkat 8 26.7 1 3.3 0.018 Signifika
Rendah
pengetahuan n
Sedang 18 60.0 19 63.3
Tinggi 4 13.3 10 33.3
18 60 10 33.3 0.301 Tidak
Riwayat
Ya signifika
DM
n
Tidak 12 40 20 66.3
Riwayat HT 13 43.3 17 56.7 1.000 Tidak
Ya signifika
n
Tidak 17 56.7 13 43.3
Pola makan 28 93.3 23 76.7 0.071 Tidak
Tidak
signifika
seimbang
n
Seimbang 2 6.7 7 23.3
Aktivitas 3 10 4 13.3 0.688 Tidak
Fisik Teratur signifika
n
Tidak 27 90 26 66.7
teratur
Stress 11 36.7 22 73.3 0.004 Signifika
Rendah
n
Sedang 19 63.3 8 26.7

23 76.7 24 80.0 0.686 Tidak


Tidak
Merokok signifika
merokok
n
Perokok 6 20.0 4 13.3
sedang
Perokok 1 3.3 2 6.7
berat
Hasil uji bivariat, faktor risiko yang dapat menyebabkan DM
didaptkan 2 variabel yang signifikan, yaitu tingkat pengetahuan, dan stress.
Tingkat pengetahuan responden memiliki nilai signifikan 0,018 (p<0,05),
dan tingkat stress memiliki nilai signifikan 0,004 (p<0,05). Hal tersebut
memiliki arti bahwa terdapat hubungan antara faktor risiko tingkat
pengetahuan dan tingkat stress dengan kejadian DM secara statistik.
Variabel yang tidak signifikan terdiri dari jenis kelamin memiliki nilai
signifikan 1,000 (p>0,05), usia memiliki nilai signifikan 1,000 (p>0,05),
pendidikan memiliki nilai signifikan 0,886, pekerjaan memiliki nilai
signifikan 0,554, merokok memiliki nilai signifikan 0,686 (p>0,05), dan
status gizi (IMT) memiliki nilai signifikan 1,000 (p>0,05). Nilai signifikan
pada masing masing variabel, menunjukan bawah variabel tersebut tidak
memiliki pengaruh terhadap kejadian DM secara statistik.