You are on page 1of 4
BAB I PENDAHULUAN 1.2, EATAR BELAKANG PENELITIAN Pada perencanaan Tanbang Terbuka (open pit mine), kemiringan lereng adalah merupakan salah satu faktor penentu apakah tambang layak untuk dibuka atau tida) Hal ini dapat dijelaskan dari kenyataan, bahwa kemiringan lereng harus merupakan basil kompromi antara pertimbangan teknis , serta pertinbangan ekononis. Pada kenyataannya lereng tambang dibuat dalam bentuk berjenjang (benches), dan apabila pada tambang tersebut diperlukan kegiatan peledakan, maka dalam merancang Kestabilan lereng perlu pula mempertimbangkan pengaruh kegiatan peledakan terhadap kestabilan jenjang-jenjang tersebut. Jika seandainya kemiringan lereng tidak dapat leluasa untuk diubeh, maka ada dua Kemungkinan yang masih dapat diusahakan sehubungan dengan kegiatan peledakan ini, yakni: 1. Mengatur kegiatan peledakan yang dilakukan. 2. Memperkuat struktur jenjang yang ada. Apabila Kenungkinan kedua yang dipilih, misalnya dengan "grouting", atau dengan pemakaian "cable bolt", naka ditinjau dari segi ekonomi, secara relatif pilihan kedua ini akan jauh lebih mahal dibandingkan dengan kemungkinan pertama. Oleh karena itulah perlu diketahui secara rinci, bagaimana pengaruh “kegiatan peledakan yang dilakukan terhadap kestabilan jenjang-jenjang yang ada. Kebutuhan untuk mengetahui pengaruh kegiatan peledakan terhadap xestabilan lereng, akan semakin nyata apabila @itinjau perkembangan teknologi “pemboran-peledakan" yang terus berlengsung hingga saat ini. Dimana memperlihatkan adanya kecenderungan digunakannya lubang tembak dengan diameter yang semakin besar. Di beberapa tambang di Indonesia saat ini ada yang menggunakan lubang tembak dengan diameter + 6*/e in, sedangkan di negara-negara maju, umunnya sudah digunakan lubang tenbak berdiameter 9"/o in, bahkan hingga aaa in. Dengan semakin besarnya diameter lubang tembak, maka faktor-faktor lain yang berhubungan dengan kegiatan peledakan juga akan berubah. Tinggi jenjang akan bertanbah, dan tonase batuan per satuan panjang lubang tembak yang terledakkan dapat senakin besar. Akan tetapi jumlah muatan bahan peledak pada setiap lubang tembak juga bertambah, yang berarti skala peledakan akan semakin besar, dan begitu pula pengaruhnya terhadap sekitar. 2,2. TUJUAN PENELITIAN Sesuai dengan permasalahan seperti tersebut diatas, maka secara garis besar penelitian yang akan dilakukan mempunyai tujuan : 1, Menentukan sifat fisik dan mekanik batuan yang terdapat ai lokasi penelitian untuk mendapatkan informasi nmengenai Kelengkapan data dalam penyesuaian kondisi batuan dengan Kegiatan penbéran dan peledakan serta getaran-getaran yang aitinbulkan. 2. Mengetatui hubungan antara intensitas peledakan dengan ‘tingkat gangguan yang ditimbulkan terhadap suatu masa batuan pada jenjang penambangan serta hubungannya dalam Xemantapan lereng untuk Kondisi kering (musim kenarau) ataupun kondisi jenuh air (musim penghujan). 3, Melakukan suatu perancangan kegiatan peledakan ditinjau @ari segi kexantapan lereng. 1.3, LINGKUP PENELITIAN Dengan adanya berbagai Kendala, maka Lingkup penelitian @alam hal ini dibatasi, yaitu disesuaikan dengan keadaan yang terjadi sehubungan dengan Kemajuan penambangan di lokasi penelitian (Tambang Terbuka Tanah Hitam) yang makin lana makin dalam dan kondisi batuan yang makin keras, dimana untuk mengoptimasikan kerja peralatan penggalian (terutana lat bor) pada pengupasan batubara dan tanah penutupnya, maka perlu disesuaikan unjuk Kerja peralatan tersebut dengan kondisi batuan yang ada, sekaligus dihubungkan dengan kecenderungan arah teknologi peledakan yang mungkin dapat aiterapkan. Oleh Karena itu “Pengaruh Getaran akibat Peledakan