You are on page 1of 18

Drugs for the eye

Prof. Dr.dr. Jazanul Anwar SpFK


dr. Hasanul Arifin MM
Dept of Pharmacologi and Terapeutics
Faculty of Medicine
University Sumatera Utara
Banyak kelompok obat yang termasuk dalam obat
mata. Ada beberapa kelompok obat mata termasuk
sediaan obat mata.

Pada dasarnya termasuk dalam 4 kelompok utama


mengendalikan gangguan mata:
1. Obat pelumas dan sediaan air mata buatan
2. Obat antinflamasi (mengurangi pembengkakan dan
mata memerah)
3.Obat antiinfeksi ( membunuh dan mengendalikan
bakteri dan virus)
4. Obat glaukoma
Cara pemberian obat untuk penyakit mata
Lokal
Tetes mata
Salep mata

Sistemik:
Per oral
Suntikan
Cara pemberian obat pada mata

Topikal :
Apa kegunaannya dan bagaimana cara kerjanya

Apa efek-efek sampingnya

Kapan digunaka sediaan obat-obat ini

Kapan tak boleh digunakan obat-obat ini

Bagaimana interaksi dengan obat-obat lain


Lubricants and artificial tears

Zat pelumas dan air mata buatan digunakan untuk mata sakit yang
sudah berlama disebabkan berkurang produkasi air mata alamiah.
Kerjanya dengan melekat pada permukaan mata, dan memastikan air
mata alamiah itu akan lebih lama melekat pada permukaan mata.
Dapat digunakankan sebagai pengganti air mata alamiah.
Cara pemeberian: tetes mata
Sediaana obat Lubricants and
artificial tears

Acetylcysteine (Ilube)
Carbomers (Viscotears)
Hydroxyethylcellulose (Minims Artificial Tears)
Hypromellose (Isopto)
Liquid paraffin (Lacri-
(Lacri-Lube)
Yellow soft paraffin (Simple Eye Ointment)
Polyvinyl Alcohol (Hypotears,
Liquifilm tears)Povidine (Oculotect)Sodium
chloride
Obat-
Obat-obat antiinfeksi
Obat-obat antiinfeksi digunakan untuk infeksi mata seperti

blepharitis (keradangan dari kelopak mata),


conjuctivitis (keradangan selaput yang menutup
mata) dan
keratitis (keradangan dari kornea) yang disebabkan
bakteri atau kuman.
Cara kerja obat antinfeksi dengan membunuh atau
mengendalikan penghidupan kuman .

CPO tetes mata atau salep mata. Kadang-kadang


harus ditambah pengobatan sistemik dengan obat-
obat per oral /injeksi.
Sediaan obat-
obat-obat antiinfeksi

Antibacterials
Chloramphenicol (Chlomycetin)
Chlortetracycline (Aureomycin)
Ciprofloxacin (Ciloxan)
Framycetin sulphate (Soframycin)
Fusidic acid (Fucithalmic)
Gentamicin (Garamycin)
Lomefloxacin (Okacyn - Black triangle)
Neomycin sulphate (Neosporin)
Ofloxacin (Exocin)
Polymyxin B sulphate (Polyfax, Polytrim)
Propamidine isetionate (Brolene )
Obat-obat antinflmasi

Kerjanya mengurangi keradangan pada mata dengan cara


memblokade reaksi alamiah tubuh terhadap kerusakan atau
iritasi.
Sediaan obat antinflamasi mata yang disebabkan operasi
(operasi katarak atau keradangan) mengandung suatu
senyawa corticosteroid. Pemberian senyawa corticosteroid
hanya kalau keradangan bukan oleh mikroorganisme,
Sediaan obat antinflamasi

Corticosteroids
Betamethasone (Betnesol)
Clobetasone butyrate (Cloburate)
Dexamethasone (Sofradex)
Flourometholone (FML)
Hydrocortisone acetate (Neo-Cortef)
Prednisolone (Predsol)
Rimexolone (Vexol - Black triangle)

Indikasi
Efek samping

Interaksi obat
Noncorticosteroid Inflamatory Drug (NSAID)

Antazoline sulphate (Otrivine-Antistin)


Azelastine hydrochloride (Optilast)Emedastine
(Emadine - Black triangle)L
evocabastine (Livostin)
Lodoxamide (Alomide)
Nedocromil sodium (Rapitil)
Sodium cromoglycate

Indikasi
Efek samping
Interaksi
GLAUCOMA
Ada dua mekanisme untuk menurunkan tekanan
imtraokuler:
1. mengurangi produksi cairan mata
2. memperbanyak pengaliran keluar cairan mata
Obat-obat galaukoma
Beta-blockers ;

Contoh obat
Indikasii
CPO

Alpha-adrenergic agonists
Contoh obat
Indikasii
CPO
Carbonic anhydrase inhibitors:

Adrenalin
Prostaglandine

Parasympathomimetics:
Efek samping pada mata oleh pemberian obat yang
diberikan secara sistemik:

Amiodarone Keratopathy

Chloroquine Eye Maculopathy

Deferoxamine Pigmentary Retinopathy

Minocycline Pigmentary Retinopathy

Prednisone Cataract
ETHAMBUTOL  Gangguan lapangan pandang
matamata