You are on page 1of 16

KEPERAWATAN MATERNITAS

“SENAM IBU HAMIL”

Pengampu : SULASTRI

NAMA KELOMPOK :

1. NONA PUTRA RUKMANA SAKTI J210140023


2. ANY RISNA ANDRIA J210140029
3. DWI SAFITRI J210140030
4. ARDITYA KURNIAWAN J210140031
5. MIKA WAHYU ASTI J210140035
6. HARUN JOKO PURNOMO J210140032
7. ITA KISWARSIKI J210140034
8. ARBA’ANI J210140038
9. FAUZAN MUHAMMAD RIFAI J210140040
10. AGUSTINA SUSANTI J210140043
11. NIDA NIDIANA SULISTOWARI J210140044

FAKULTAS ILMU KESEHATAN


PROGRAM STUDI KEPERAWATAN S-1 (A)
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2016
SAP (SATUAN ACARA PEYULUHAN)
Topik / Masalah : Senam Ibu Hamil

Tempat : Ds. Gonilan

Hari / Tanggal : Sabtu, 18 Juni 2016

Waktu : 14.35-15.05 WIB

Sasaran : Ibu hamil

A. Latar Belakang

a. Data :

Selama kehamilan, ibu mengalami perubahan fisik dan kejiwaan/emosi ibu


hamil. Pada masa kehamilan, emosi mudah turun dan naik, yang terjadi akibat
perubahan hormon. Adapun kecemasan menjelang pesalinan ibu hamil akan muncul
pernyataan dan bayangan apakah dapat melahirkan normal, cara mengejan, apakah
akan terjadi sesuatu saat melahirkan, atau apakah bayi lahir selamat, akan
semakin muncul dalam benak ibu (Muhimah dan Safi’i, 2010), kondisi ini dapat
menyebabkan kecemasan dan ketegangan lebih lanjut sehingga membentuk suatu
siklus umpan balik yang dapat meningkatkan intensitas emosional
secara keseluruhan. Untuk memutuskan siklus kecemasan tersebut, maka senam
hamil sebagai salah satu pelayanan prenatal, merupakan suatu alternatif terapi yang
dapat diberikan pada ibu hamil (Muhimah dan Safi’i, 2010).

Senam merupakan olahraga terbaik yang dapat dilakukan oleh ibu hamil
menjelang persalinannya. Salah satu jenis senam yang ditujukan bagi ibu hamil
adalah senam hamil (Muhimah dan Safi’i, 2010). Senam hamil adalah terapi latihan
gerak untuk mempersiapkan ibu hamil, secara fisik atau mental, pada persalinan
cepat, aman, dan spontan (Arief, 2008).

B. Rumusan masalah :

Berdasarkan uraian materi di atas, akan timbul pertanyaan tentang :


1. Apa artinya senam hamil itu ?
2. Apa manfaat melakukan senam hamil?
C. Tujuan
a. Tujuan umum : Latihan senam hamil yang teratur dapat dijaga kondisi otot-otot
dan persendian yang berperan dalam mekanisme persalinan,
mempertinggi kesehatan fisik dan psikis serta kepercayaan pada
diri sendiri dan penolong dalam menghadapi persalinan dan
membimbing wanita menuju suatu persalinan yang fisiologis.

b. Tujuan Khusus / objectives :


1. Memperkuat dan mempertahankan elastisitas otot-otot dinding
perut, ligamen-ligamen, otot dasar panggul yang berhubungan
dengan proses pesalinan.
2. Membentuk sikap tubuh. Sikap tubuh yang baik selama kelahiran
dan persalinan dapat mengatasi keluhan-keluhan umum pada wanita
hamil, mengharapkan letak janin normal, mengurangi sesak nafas
akibat bertambah besarnya perut.
3. Menguasai teknik-teknik pernafasan yang mempunyai peranan
penting dalam persalinan dan selama hamil untuk mempercepat
relaksasi tubuh yang diatasi dengan napas dalam, selain itu juga
untuk mengatasi rasa nyeri pada saat his.
4. Menguatkan otot -otot tungkai, mengingat tungkai akan menopang
berat tubuh ibu yang makin lama makin berat seiring dengan
bertambahnya usia kehamilan.
5. Mencegah varises, yaitu pelebaran pembuluh darah balik (vena)
secara segmental yang tak jarang terjadi pada ibu hamil.
6. Memperpanjang nafas, karena seiring bertambah besarnya janin
maka dia akan mendesak isi perut ke arah dada. hal ini akan
membuat rongga dada lebih sempit dan nafas ibu tidak bisa optimal.
dengan senam hamil maka ibu akan dapat berlatih agar nafasnya
lebih panjang dan tetap relaks.
7. Latihan pernafasan khusus yang disebut panting quick breathing
terutama dilakukan setiap saat perut terasa kencang.
8. Latihan mengejan latihan ini khusus utuk menghadapi persalinan,
agar mengejan secara benar sehingga bayi dapat lancar keluar dan
tidak tertahan di jalan lahir.
9. Mendukung ketenagan fisik
D. Bahasan
a. Pokok bahasan / Topik : senam hamil

b. Sub bahasan :
a. Pengertian senam hamil
b. Manfaat senam hamil
c. Syarat melakukan senam hamil
d. Kontra indikasi senam hamil
e. Waktu melakukan senam hamil
f. Tempat melakukan senam hamil

E. Metode / Methods :

a. Ceramah

b. Diskusi

F. Media / Alat :

a. Materi (Terlampir)

b. Leaflet

G. Pengorganisasian

Penanggung jawab : Faizah Betty

Penyaji : Arba’ani
H. Setting Tempat

P
I P
N E
N
T Y
A
U J
I

I. Kegiatan Penyuluhan

No Waktu Kegiatan pengajar Kegiatan peserta Alokasi waktu


1. 14.30-14.35  Menyiapkan  Peserta sudah menempati 5 menit
WIB peratalatan penyuluhan ruangan
 Memberi salam  Menjawab salam
pembuka  Mendengarkan penjelasan
 Memperkenalkan diri dari moderator
 Menjelaskan masalah  Merespon
dan tujuan
 Pendahuluan materi

2. 14.35-15.50  Menjelaskan isi materi  Memperhatikan penyaji 15 menit


WIB menjelaskan materinya

3. 14.50-15.00  Sesi tanya jawab dan  Berperan aktif 10 menit


WIB diskusi
 Evaluasi
4. 15.00-15.05  Menyampaikan  Mendengar aktif 5 menit
WIB kesimpulan
 Penutup
 Salam penutup

J. Evaluasi

1. Evaluasi struktur:
a. Pengorganisasian sudah ditetapkan.
b. Peserta sudah menempati ruangan.
c. Leaflet sudah dibagikan kepada peserta.
2. Evaluasi proses:
a. Peserta antusias mendengarkan penyuluhan.
3. Evaluasi hasil:
a. Diukur dengan keaktifan peserta saat sesi tanya jawab.
b. Diukur dengan pore-post test nya.

K. Penutup

Senam hamil bertujuan untuk mempersiapkan dan melatih otot-otot


sehingga dapat dimanfaatkan untuk berfungsi secara optimal dalam persalinan
normal. Senam hamil ditujukan bagi ibu hamil tanpa kelainan atau tidak terdapat
penyakit yang disertai kehamilan, yaitu penyakit jantung, penyakit ginjal, penyulit
kehamilan (hamil dengan perdarahan, hamil dengan kelainan letak) dan kehamilan
disertai anemia. Senam hamil merupakan bagian dari perawatan antenatal pada
beberapa pusat pelayanan kesehatan tertentu, seperti rumah sakit, puskesmas, klinik,
ataupun pusat pelayanan kesehatan yang lainnya (Muhimah dan Safi’i, 2010).
Pergerakan dan latihan senam kehamilan tidak saja menguntungkan sang ibu,
tetapi juga sangat berpengaruh terhadap kesehatan bayi yang di kandungan. Pada saat
bayi mulai dapat bernafas sendiri, maka oksigen akan mengalir kepadanya melalui
plasenta, yaitu dari aliran darah ibunya ke dalam aliran darah bayi yang di kandung.
Senam kehamilan akan menambah jumlah oksigen dalam darah di seluruh tubuh sang ibu
dank arena itu aliran oksigen kepada bayi melalui plasenta juga akan menjadi lebih lancar
(Sani, 2002).
Senam hamil bagi ibu hamil adalah salah satu bagian penting yang harus
anda perhatikan sebagai persiapan untuk proses persalinan nantinya. Selama kehamilan,
ibu mengalami perubahan fisik dan kejiwaan/emosi ibu hamil. Pada masa kehamilan,
emosi mudah turun dan naik, yang terjadi akibat perubahan hormon. Adapun kecemasan
menjelang pesalinan ibu hamil akan muncul pernyataan dan bayangan apakah dapat
melahirkan normal, cara mengejan, apakah akan terjadi sesuatu saat melahirkan, atau
apakah bayi lahir selamat, akan semakin muncul dalam benak ibu, kondisi ini dapat
menyebabkan kecemasan dan ketegangan lebih lanjut sehingga membentuk suatu siklus
umpan balik yang dapat meningkatkan intensitas emosional secara keseluruhan. Untuk
memutuskan siklus kecemasan tersebut, maka senam hamil sebagai salah satu pelayanan
prenatal, merupakan suatu alternatif terapi yang dapat diberikan pada ibu hamil

L. Daftar Pustaka

Eisenberg. 1996. Kehamilan ; Apa Yang Anda Hadapi Bulan Per Bulan. Jakarta : Arcan.
Huliana, Mellyna. 2006. Panduan Menjalani Kehamilan Sehat. Puspa Swara. Jakarta.
Indriatai, MT. 2008. Senam Hamil dan Balita. Cemerlang Publishing. Yogyakarta,
Kushartanti. 2004. Senam Hamil. Lintang Pustaka. Yogyakarta.
Mandriati, G.A. 2008. Panduan Belajar Asuhan Kebidanan Ibu Hamil. EGC. Jakarta.
Mochtar, Rustam. 1998. Sinopsis Obstetry. Jilid I. EGC: Jakarta.
Musbikin, imam. 2005. Panduan Bagi Ibu Hamil dan Melahirkan. Mitra Pustaka.
Yogyakarta.
LAMPIRAN MATERI
A. PENGERTIAN
Senam hamil adalah latihan fisik berupa beberapa gerakan tertentu yang dilakukan
khusus untuk meningkatkan kesehatan ibu hamil. (Mandriwati, 2008). Senam hamil adalah
terapi latihan gerak yang diberikan kepada ibu hamil untuk mempersiapkan dirinya, baik
persiapan fisik maupun mental untuk mengahadapi dan mempersiapkan persalinan yang
cepat, aman dan spontan (Huliana, 2001). Senam hamil adalah sebuah program berupa
latihan fisik yang sangat penting bagi calon ibu untuk mempersiapkan saat persalinannya
(Indiarti, 2008).
Dapat disimpulkan bahwa senam hamil adalah latihan fisik ringan sesuai dengan
indikasi kehamilan yang bertujuan untuk relaksasi dan persiapan saat persalinan.
Tujuannya memperkuat dan mempertahankan elastisitas otot-otot dinding perut, otot-otot
dasar panggul, ligamen dan jaringan serta fasia yang berperan dalam mekanisme
persalinan, melenturkan persendian-persendian yang berhubungan dengan proses
persalinan, membentuk sikap tubuh yang prima sehingga dapat membantu mengatasi
keluhan-keluhan, letak janin dan mengurangi sesak napas, menguasai teknik-teknik
pernapasan dalam persalinan dan dapat mengatur diri pada ketenangan.

B. MANFAAT SENAM HAMIL


Esisenberg (1996) membagi senam hamil menjadi empat tahap dimana setiap
tahapnya mempunyai manfaat tersendiri bagi ibu hamil. Tahap dan manfaat senam hamil
yaitu:
1. Senam Aerobik
Merupakan aktifitas senam berirama, berulang dan cukup melelahkan, dan
gerakan yang disarankan untuk ibu hamil adalah jalan-jalan. Manfaat dari senam
aerobik ini adalah meningkatkan kebutuhan oksigen dalam otot, merangsang paru-
paru dan jantung juga kegiatan otot dan sendi, secara umum menghasilkan perubahan
pada keseluruhan tubuh terutama kemampuan untuk memproses dan menggunakan
oksigen, meningkatkan peredaran darah, meningkatkan kebugaran dan kekuatan otot,
meredakan sakit punggung dan sembelit, memperlancar persalinan, membakar kalori
(membuat ibu dapat lebih banyak makan makanan sehat), mengurangi keletiham dan
menjadikan bentuk tubuh yang baik setelah persalinan.
2. Kalestenik
Latihan berupa gerakan-gerakan senam ringan berirama yang dapat
membugarkan dan mengembangkan otot-otot serta dapat memperbaiki bentuk postur
tubuh. Manfaatnya adalah meredakan sakit punggung dan meningkatkan kesiapan
fisik dan mental terutama mempersiapkan tubuh dalam menghadapi persalinan.

3. Relaksasi
Merupakan latihan pernapasan dan pemusatan perhatian. Latihan ini bisa
dikombinasikan dengan katihan kalistenik. Manfaatnya adalah menenangkan pikiran
dan tubuh, membantu ibu menyimpan energi untuk ibu agar siap menghadapi
persalinan.

4. Kebugaran Panggul (biasa disebut kegel)


Manfaat dari latihan ini adalah menguatkan otot-otot vagina dan sekitarnya
(perinial) sebagai kesiapan untuk persalinan, mempersiapkan diri baik fisik maupun
mental.

Menurut Mandriawati (2008) manfaat senam hamil adalah :


1. Mengatasi sembelit (konstipasi), kram dan nyeri punggung.
2. Memperbaiki sirkulasi darah
3. Membuat tubuh segar dan kuat dalam aktivitas sehari-hari.
4. Tidur lebih nyenyak.
5. Mengurangi resiko kelahiran prematur.
6. Mengurangi stress.
7. Membantu mengembalikan bentuk tubuh lebih cepat setelah melahirkan.
8. Tubuh lebih siap dan kuat di saat proses persalinan.
9. Bertemu dengan calon ibu lain bila ibu melakukannya kelas senam hamil.
C. SYARAT MELAKUKAN SENAM HAMIL
Menurut Mandriawati (2008) syarat yang harus dipenuhi dalam melakukan senam
hamil adalah :
1. Kehamilan berjalan normal
2. Diutamakan pada kehamilan pertama atau kehamilan berikutnya yang mengalami
kesulitan persalinan.
3. Telah dilakukan pemeriksaan kesehatan dan kehamilan oleh dokter atau bidan.
4. Latihan dilakukan secara teratur dan disiplin, dalam batas kemampuan fisik ibu.
5. Jangan membiarkan tubuh ibu kepanasan dalam jangka waktu panjang. istirahatlah
sejenak.
6. Gunakan bra yang cukup baik untuk olah raga dan semacam decker yang bisa
menyokong kaki.
7. Minum cukup air
8. Perhatikan keseimbangan tubuh (kehamilan mengubah keseimbangan tubuh Ibu)
9. Lakukan olahraga sesuai porsi dan jangan berlebihan. Jika terasa pusing, kram, lelah
atau terlalu panas, istirahat saja.

D. KONTRAINDIKASI SENAM HAMIL


Menurut Mandriawati (2008) kontraindikasi senam hamil adalah :
1. Kelainan jantung
2. Tromboplebitis
3. Emboli Paru
4. Perdarahan pervaginam
5. Ada tanda kelainan pada janin
6. Plasenta previa

E. WAKTU UNTUK MELAKUKAN SENAM HAMIL


Menurut Mandriawati (2008) dianjurkan untuk melakukan senam hamil yaitu setelah
usia kehamilan 22 minggu.
F. TEMPAT MELAKUKAN SENAM HAMIL
Untuk menjamin dilakukanya senam hamil dengan aman dan benar dibutuhkan
tuntunan yang jelas atau instruktur yang berpengetahuan dan terampil. Oleh karena itu,
dianjurkan agar ibu hamil melakukan senam hamil bersama ibu hamil yang lain di Rumah
Sakit atau Rumah Bersalin yang akan digunakan untuk bersalin. Karena ditempat tersebut
akan ada saling tukar pengalaman, bertambah semangat juga akan ada penambahan
wawasan bisa diberikan oleh petugas medis yang merangkap sebagai instruktur.
(Kushartanti, 2004)
Namun jika tidak sempat atau jarak rumah terlalu jauh dari Rumah Sakit atau
Klinik, bisa juga dilaksanakan dirumah dengan dibantu instruktur atau ibu sudah pernah
mengikuti senam hamil dan sudah mengerti bagaiman cara melakukannya misalnya diteras
atau diruang keluarga. (Musbikin, 2005)

GERAKAN SENAM HAMIL


Gerakan 1
1. Posisi duduk bersila dengan menegakkan punggung, letakkan tangan di atas kaki seperti
orang yang sedang bersemedi. Lakukan posisi ini untuk beberapa saat sambil mengatur
pernafasan. Gerakan ini bisa dilakukan di atas matras, karpet, tikar, atau alas yang
menurut anda lembut dan empuk lainnya.
2. Posisi duduk di atas alas lembut seperti diatas dengan merenggangkan kedua kaki lurus ke
depan. Langkah selanjutnya yaitu condongkan tubuh ke belakang dan bertumpu pada
siku lengan yang diletakan di lantai. Lakukan gerakkan telapak kaki dengan
menegakkan lalu mengarahkannya ke bawah hingga posisinya lurus dengan lutut.
Gerakkan lainnya yaitu menggerakkan telapak kaki ke samping, lalu tegakkan lurus, ke
samping lagi, ulangi gerakan ini sampai merasa cukup.
3. Posisi tidur dengan satu bantal meyangga kepala, lalu angkat kedua lutut kaki menjadi
seperti posisi melahirkan. Tarik nafas sedalam-dalamnya lewat mulut, tahan, dan
mengejan, seperti saat anda sedang buang air besar. Jika anda merasa nafas sudah mau
habis, keluarkan nafas anda kemudian tarik nafas kembali, dan ulangi proses ini
sebanyak beberapa kali.
Manfaat dari gerakan senam hamil diatas adalah:
1. Melemaskan otot-oto tubuh dan melancarkan peredara darah
2. Tubuh merasa lebih rileks, segar dan bugar
3. Mempermudah persalinan dan menjaga kesehatan janin
Gerakan 2
1. Gerakan pertama yaitu posisi berdiri dan tangan di pinggang, gerakkan leher ke kanan
dan kiri untuk meregangkan otot leher.
2. Gerakan sederhana dengan melakukan latihan dasar kaki dan menggerakkan telapak
kaki ke depan dan ke belakang guna membantu sirkulasi vena dan mencegah
pembengkakkan di kaki.
3. Tidur telentang dengan satu kaki lurus dan satu kaki ditekuk kemudian dorong kembali
ke depan. Lakukan bergantian dengan kaki lainnya. Gunanya untuk latihan dasar
panggul.
4. Pada gerakan ini yaitu berbaring dengan posisi miring. Angkatlah kaki perlahan-lahan
lalu turunkan. Lakukan bergantian dengan kaki satunya. Gunanya untuk menguatkan
otot paha.
5. Selanjutnya berbaring telentang, kedua lutut dipegang dengan tangan, kemudian tarik
nafas dan berlatih mengejan.
6. Sikap merangkak, letakkan kepala di antara ke dua tangan, lalu menoleh ke samping.
Selanjutnya turunkan badan sehingga dada menyentuh kasur. Bertahanlah pada posisi
ini selama kurang lebih 1 menit.

Nb: Gerakan ini sangat cocok untuk Ibu yang bayinya masiy belum masuk
pinggul (sungsang).
7. Gerakan yang ini anda bisa melibatkan suami dengan membantu memijat daerah
pinggang, punggung, dan bahu untuk melepaskan ketegangan dan memulihkan otot
pinggang yang lelah.

Gerakan senam hamil menurut Ratna Dewi Pudiastuti, 2011 adalah:


1. Duduk bersila
Sikap duduk dengan perut bagian bawah menekan perut kedalmam rongga
panggul (beserta janinnya) sehingga kedudukan janin dalam kandungan tetap baik
lakukan gerakan pemanasan dengan menggerakan kepala menengok kekanan dan
kekiri, miring kekiri dan kanan. Gerakan dilakukan 8x hitungan
2. Memutar lengan dan mengencangkan payudara
Letakkan jari-jari tangan di bahu, dua lengan menjepit kedeua payudara dan
mengangkat payudara keatas dengan kedua sikut tersebut.
3. Gerakan relaksasi
Gerakan ini dilakukkan dengan posisi tidur miring dengan kepala ditopang
dengan bahu bantal. Kaki bawah lurus, kaki atas ditekuk.
4. Gerakan pergelangan kaki mmengayuh
Posisi tubuh terlentang kedua kaki lurus. Menekan jari-jari kaki lurus ke
bawah dan ke atas kembali.
5. Mengangkat panggul
Posisi terlentang dengan kedua kaki ditekuk, kedua tangan diletakkan
disamping untuk menahan badan. Tarik nafas, tahan sambilmengencangkan otot
panggul, tahan beberapa detik lalu kembali ke posisi semula sambil menghembuskan
nafas.
6. Latihan membrane
Gerakan ini adalah posisi tidur terlentang, rangkul paha dengan tangan sampai
siku, lakukan dengan posisi miring ke kiri dank ke kanan. Gerakan dilanjutkan dengan
posisi terlentang dan merangkul kedua paha dengan lengan sampai siku. Sambil
menarik nafas angkat kepala, Pandangan ke perut. Lalu hembuskan nafas. lanjutkan
dengan memegang pergelangan kaki. Gerakkan dilakukan 8x hitungan.
GAMBAR SENAM IBU HAMIL
DAFTAR PUSTAKA

Pudiastuti, R. A. 2011. Buku Ajar ; Kebidanan Komunitas. Haikhi. Yogyakarta.


Saleha. 2009. Asuhan Kebidanan Pada Masa Nifas. Jakarta: Salemba Medika (hlm: 71-76).
Suherni. 2007. Perawatan Masa Nifas. Yogyakarta: Fitramaya. (hlm: 101-118).