You are on page 1of 10

Pengertian Budaya Organisasi, Fungsi, Contoh, & Teorinya|Secara Umum, Pengertian Budaya

Organisasi adalah sebuah karakteristik yang dijunjung tinggi oleh organisasi dan menjadi panutan
organisasi sebagai pembeda antara satu organisasi dengan organisasi yang lain. atau budaya
organisasi juga diartikan sebagai nilai-nilai dan norma perilaku yang diterima dan dipahami secara
bersama oleh anggota organisasi sebagai dasar dalam aturan perilaku yang terdapat dalam
organisasi tersebut.

Asal muasal budaya organisasi bersumber dari pendirinya karena pendiri dari organisasi tersebut
memiliki pengaruh besar akan budaya awal organsiasi baik dalam hal kebiasaan atau ideologi.
Contohnya misi yang dapat ia paksakan pada seluruh anggota organsiasi. Dimana hal ini dilakukan
dengan pertama merekrut dan mempertahankan anggota yang sepaham. Kedua, melakukan
indokrinasi dan mensosialisasikan cara pikir dan berperilaku kepada karyawan. Lalu yang terakhir
adalah pendiri bertindak sebagai model peran yang mendorong anggota untuk mengidentifikasi diri,
dan jika organisasi mengalami kemajuan maka organisasi akan mencapai kesuksesan, visi, dan
pendiri akan dilihat sebagai faktor penentu utama keberhasilan.

Pengertian Budaya Organisasi Menurut Para Ahli

 Susanto: Pengertian budaya organisasi menurut susanto adalah nilai-nilai yang menjadi
pedoman sumber daya manusia untuk menghadapi permasalahan eksternal dan usaha
penyesuaian integrasi ke dalam perusahaan sehingga masing-masing anggota organisasi
harus memahami nilai-nilai yang ada dan sebagaimana mereka harus bertingkah laku atau
berperilaku.

 Robbins: Budaya organisasi menurut Robbins adalah suatu sistem makna bersama yang
dianut oleh anggota-anggota yang membedakan organisasi tersebut dengan yang lain.

 Gareth R. Jones: Definisi budaya organisasi menurut Gareth R. Jones adalah suatu persepsi
bersama yang dianut oleh anggota-anggota organisasi, suatu sistem dari makna bersama.

 Walter R. Freytag: Pengertian budaya organisasi menurut Walter R. Freytag bahwa budaya
organisasi adalah asumsi-asumsi dan nilai-nilai yang disadari atau tidak disadari yang mampu
mengikat kepaduan suatu organisasi. Asumsi dan nilai tersebut menentukan pola perilaku
para anggota di dalam organisasi.

 Larissa A. Grunig, et.al.., : Menurut Larissa A. Grunig, et. al.., bahwa budaya organisasi
adalah totalitas nilai, simbol, makna, asumsi, dan harapan yang mampu mengorganisasikan
suatu kelompok yang bekerja secara bersama-sama.

 Lathans (1998): Budaya organisasi menurut Lathans (1998) adalah norma-norma dan nilai-
nilai yang mengarahkan perilaku anggota organisasi. Setiap anggota organisasi akan
berperilaku sesuai dengan budaya yang berlaku agar diterima oleh lingkungannya.
 Sarpin (1995): Pengertian budaya organisasi menurut sarpin adalah suatu sistem nilai,
kepercayaan dan kebiasaan dalam suatu organisasi yang saling berinteraksi dengan struktur
system formalnya untuk menghasilkan norma-norma perilaku organisasi.

 Schein: Menurut Schein, pengertian budaya organisasi adalah suatu pola dari asumsi-asumsi
dasar yang ditemukan, diciptakan atau dikembangkan oleh suatu kelompok tertentu, dengan
maksud agar organisasi elajar mengatasi dan menganggulangi masalah-masalah yang timbul
akibat adaptasi eksternal dan integrasi internal yang sudah berjalan dengan cukup baik,
sehingga perlu diajarkan kepada anggota-anggota baru sebagai cara yang benar untuk
memahami, memikirkan dan merasakan berkanaan dengan masalah-masalah tersebut.

 Mondy dan Noe (1996): Menurutnya budaya organisasi adalah system dari shared values,
keyakinan dan kebiasaan-kebiasaan dalam suatu organisasi yang saling berinteraksi dengan
struktur formalnya untuk menciptakan norma-norma perilaku.

 Hodge, Anthony dan Gales (1996): Budaya organisasi menurut mereka adalah konstruksi
dari dua tingkat karakteristik, yaitu karakteristik organisasi yang kelihatan (observable) dan
yang tidak kelihatan (unoservable).

Fungsi Budaya Organisasi

1. Perasaan Identitas dan Menambah Komitmen Organisasi

2. Alat pengorganisasian anggota

3. Menguatkan nila-nilai dalam organisasi

4. Mekanisme kontrol perilaku

5. Mendorong dan meningkatkan kinerja ekonomi baik dalam jangka pendek dan panjang.

6. Penentu arah organisasi mana yang boleh dan yang tidak boleh.

Fungsi Budaya Organisasi Menurut Para Ahli

Fungsi budaya pada umumnya sukar dibedakan dengan fungsi budaya kelompok atau budaya
organisasi, karena budaya merupakan gejala sosial. Menurut Ndraha (1997 : 21) ada beberapa
fungsi budaya, yaitu :
1. Sebagai identitas dan citra suatu masyarakat
2. Sebagai pengikat suatu masyarakat
3. Sebagai sumber
4. Sebagai kekuatan penggerak
5. Sebagai kemampuan untuk membentuk nilai tambah
6. Sebagai pola perilaku
7. Sebagai warisan
8. Sebagai pengganti formalisasi
9. Sebagai mekanisme adaptasi terhadap perubahan
10. Sebagai proses yang menjadikan bangsa kongruen dengan negara sehingga terbentuk nation –
state

Sedangkan menurut Robbins (1999:294) fungsi budaya didalam sebuah organisasi adalah :

1. Budaya mempunyai suatu peran menetapkan tapal batas

2. Budaya berarti identitas bagi suatu anggota organisasi

3. Budaya mempermudah timbulnya komitmen

4. Budaya meningkatkan kemantapan sistem social

Dan menurut pendapat Siagian (1992:153) mencatat lima fungsi penting budaya organisasi, yaitu:
1. Sebagai penentu batas-batas perilaku dalam arti menentukan apa yang boleh dan tidak boleh
dilakukan, apa yang dipandang baik atau tidak baik, menentukan yang benar dan yang salah.
2. Menumbuhkan jati diri suatu organisasi dan para anggotanya.
3. Menumbuhkan komitmen sepada kepentingan bersama di atas kepentingan individual atau
kelompok sendiri.
4. Sebagai tali pengikat bagi seluruh anggota organisasi
5. Sebagai alat pengendali perilaku para anggota organisasi yang bersangkutan.

Advertisement

Menurut pendapat Beach (Horrison, 1972) mencatat tujuh fungsi penting budaya organisasi, yaitu :

1. Menentukan hal penting yang mendasari organisasi ,standar keberhasilan dan kegagalan harus
bias diukur.

2. Menjelaskan bagaiman sumber-sumber organiosasi digunakan dan untuk kepentingan apa.

3. Menciptakan apa organisasi dan anggotanya dapat mengharap satu sama lain.

4. Membuat beberapa metode pengontrolan perilaku dalam keabsahan organisasi dan membuat
yang lain tidak abash yaitu menentukan dimana kekuasaan terletek dalam organisasi dan bagaimana
menggunakannya.

Karakteristik atau Ciri-Ciri Budaya Organisasi

Berdasarkan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa terdapat tujuh karakteristik utama yang
secara keseluruhan yaitu sebagai berikut...

1. Innovation and Risk Talking (Inovasi dan pengambilan resiko), adalah suatu tingkatan dimana
pekerja didorong untuk menjadi inovatif dan mengambil resiko
2. Attention to Detail (Perhatian pada hal-hal detail), dimana pekerja diharakan menunjukkan
ketepatan, alaisis, dan perhatian pada hal detail.

3. Outcome Oritentation (Orientasi pada manfaat), yang mana manajemen memfokuskan pada hasil
atau manfaat dari yang tidak hanya sekedar teknik dan proses untuk mendapatkan manfaat
tersebut.

4. People Orientation (Orientasi pada orang), dimana keputusan manajemen mempertimbangkan


pengaruh manfaatnya pada orang dalam organisasi.

5. Team Orientation (Orientasi pada tim), dimana aktivitas kerja di organisasi berdasar tim daripada
individual

6. Aggresiveness (Agresivitas), dimana orang cenderung lebih agresif dan kompetitif daripada
easygoing,

7. Stability (Stabilitas), yang mana aktivitas organisasional tersebut menekankan pada menjaga
status quo sebagai lawan dari pada perkembangan.

Contoh-Contoh Budaya Organisasi

1. Kerapian Administrasi

Budaya organisasi dalam hal keraian administrasi, merupakan yang harus dihidupkan dalam
organisasi, baik itu surat-menyurat, keuangan, pendapatan karyawan, barang masuk/keluar, dan
sebagianya yang membantu dalam kinerja organisasi.

2. Pembagian Wewenang Yang Jelas

Hal ini merupakan kunci yang dapat menentukan keberhasilkan akan kinerja dalam perusahaan.
Tanpa adanya pembagian wewenang kinerja mungkin para anggota atau karyawan dalam
perusahaan tersebut akan kebingungan mana yang dijalankan dan mana yang tidak.

3. Kedisiplinan

Kedisiplinan merupakan budaya organisasi yang melekat dimana pun berada. Dimana disiplin
merupakan karakter dari orang-orang sukses yang dapat menghargai waktu.

4. Inovasi

Budaya organisasi biasanya akan mendorong anggota team untuk melahirkan suatu ide-ide kreatif
dan inovasi baru untuk tujuan organisasi yaitu kemajuan organisasi.

Teori-Teori Budaya Organisasi

Sebuah teori komunikasi mengenai semua simbol komunikasi seperti tindakan, rutinitas, dan
percakapan dan makna yang dilekatkan pada simbol tersebut. Konteks perusahaan, budaya
organisasi dianggap sebagai salah satu strategi dari perusahaan dalam meraih tujuan serta
kekuasaan. Teori budaya organisasi ini memiliki beberapa asumsi dasar yakni sebagai berikut...

1. Anggota-anggota organisasi menciptakan dan mempertahankan perasaan yang dimiliki bersama


akan suatu realitas organisasi, yang berakibat akan suatu pemahaman yang lebih baik terhadap nilai-
nilai sebuah organisasi. Inti dari asumsi ini adalah nilai yang dimiliki organisasi. Nilai merupakan
standard dan prinsip-prinsip yang terdapat dalam sebuah budaya.

2. Penggunaan dan interpretasi simbol yang sangat penting dalam budaya organisasi. Disaat
seseorang memahami simbol tersebut, maka seseorang akan mampu bertindak menurut budaya
dari organisasinya.

3. Budaya bervariasi dalam organisasi-organisasi yang berbeda, dan interpretasi tindakan dalam
budaya ini juga bervariasi. Dimana setiap organisasi memiliki budaya yang berbeda-beda dan setiap
individu dalam organisasi tersebut memiliki penafsiran budaya dengan berbeda. Biasanya,
perbedaan budaya dalam organisasi justru menjadi
TEORI-TEORI BUDAYA ORGANISASI
a. Pengertian Budaya Organisasi Budaya organisasi adalah suatu falsafah yang didasari oleh
pandangan hidup sebagai nilai-nilai yang menjadi sifat, kebiasaan dan kekuatan pendorong,
membudaya dalam kehidupan suatu kelompok masyarakat atau organisasi, kemudian tercermin dari
sikap menjadi perilaku, kepercayaan, cita-cita, pendapat dan tindakan yang terwujud sebagai “kerja”
atau “bekerja”. Melaksanakan budaya kerja mempunyai arti yang sangat dalam, karena akan
merubah sikap dan perilaku sumber daya manusia untuk mencapai produktivitas kerja yang lebih
tinggi dalam menghadapi tantangan masa depan (Mulia, 2011). Menurut Green & Baron dalam
(Mulia, 2011), mengemukakan budaya organisasi atau perusahaan adalah suatu kerangka kognitif
yang berisi sikap, nilai, norma perilaku, dan harapan yang diyakini bersama oleh anggota-anggota
organisasi. Sedangkan menurut Matsumoto dalam (Moejiono, 2005), mendefinisikan budaya
organisasi sebagi perangkat sikap, nilai-nilai, keyakinan, dan perilaku yang dipegang oleh
sekelompok orang dan dikomunikasikan dari generasi ke generasi berikutnya. Pendapat Chatab
(2007:10) mengenai budaya organisasi yaitu merupakan keyakinan, tata nilai dan persepsi
umumyang dianut secara luas dalam mmembentuk dan memberi arti kepada perilaku karyawan
sehingga menjadi kebiasaan yang relatif sulit diubah.Sedangkan menurut Robbins (2001) dalam
Chatab (2007:10) menyebutkan budaya organisasi merupakan suatu sistem dari makna atau arti
besama yang dianut oleh para anggotanya yang membedakan organisasi dari organisasi lainnya.
Demikian dapat disimpulkan bahwa budaya organisasi adalah basic atau dasar pendapat dan
kepercayaan juga nilai praktek yang dimiliki bersama-sama oleh seluruh civitas dalam suatu
organisasi. Bagi perusahaan penerpan budaya organisasi dianggap perlu karena budaya organisasi
merupakan suatu prinsip bisnis dan tradisi yang dianut oleh seluruh karyawan disuatu perusahaan
atau organisasi yang menjadi sumber bergerak dan pola perilaku karyawan sehingga dianggap
sebagai salah satu pemicu kesuksesan sebuah perusahaan dalam mewujudkan tujuannya. b. Fungsi
Budaya Organisasi Menurut Luthans (1998) dalam Riani (2011:8) budaya organisasi dapat berfungsi
sebgai berikut : 1. Memberi sence of identitykepada anggota organisasi untuk memahami visi, misi
dan menjadi bagian integral dari organisasi. 2. Menghasilkan dan meningkatkan komitmen terhadap
misi organisasi. 3. Memberikan arah dan memperkuat standar perilaku untuk mengendalikan
perilaku organisasi agar melaksanakan tugas dan tanggung jawab mereka secara efektif dan efisien
untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi yang telah disepakati bersama. Menurut Tika
(2006:14) fungsi budaya organisasi antara lain sebagai berikut : 1. Sebgai alat komunikasi. 2. Sebgai
batas pembeda terhapap lingkungan, organisasi, maupun kelompok lain. 3. Sebagai penghambat
berinovasi. 4. Sebagai perangkat bagi karyawan dalam suatu organisasi. 5. Mempromosikan
stabilitas system social. 6. Sebagai mekanisme kontrol dalam memandu dan membentuk sikap serta
perilaku karyawan. 7. Membentuk perilaku bagi karyawan. 8. Sebagai acuan untuk menyusun
perencanaan perusahaan dan sebagai integrator. 9. Sebagai sarana untuk menyelesaikan masalah-
masalah pokok organisasi. Sedangkan Robbins (2001) menyebutkan fungsi budaya organisasi sebagai
berikut : 1. Untuk menetapkan tapal tanpa batas. Artinya, budaya menciptakan pembedaan yang
jelas antara satu organisasi dengan organisasi lainnya. 2. Budaya membawa suatu rasa identitas bagi
anggota-anggota organisasi. 3. Budaya mempermudah timbulnya komitmen pada suatu yang lebih
luas dari pada kepentingan diri pribadi seseorang. 4. Meningkatkan kemantapan system social.
Artinya, budaya merupakan perekat sosial yang membantu mempersatukan organisasi dengan
memberikan standard-standard yang tepat pada apa yang harus dikatakan dan dilakukan oleh
karyawan. c. Sumber Budaya Organisasi Budaya organisasi diciptakan tidak hanya dari satu sumber
saja melainkan dari berbagai pihak yang mempunyai berkaitan dengan organisasi tersebut. Menurut
Prabunegara (2008) dalam Rifai (2010:20) menyebutkan ada beberapa sumber-sumber budaya
organisasi, sebagai beikut : 1. Pendiri Organisasi Pendiri organisasi sangat mewarnai budaya, yaitu
bagaimana visi mereka tehadap organisasi yang telah didirikan sangat berpengaruh pada iklim
organisasi perusahaan.Para pendiri organisasi yang memiliki visi dan aksi sangat penting dalam
memantapkan budaya organisasi yang konsisten dan sesuai dengan kondisi lingkungan internal. 2.
Pemilik Organisasi Pemilik organisasi harus mampu mematuhi sistem nilai dan norma-norma yang
berlaku didalam organisasi. Konsisten dalam mematuhi sistem nilai dan norma-norma yang berlaku
tersebut akan menjadikan organisasi memiliki sistem nilai (budaya organisasi yang kuat). 3. Sumber
Daya manusia Sumber daya internal organisasi adalah pimpinan, manajer dan karyawan.Sedangkan
sumber daya ekstenal organisasi adalah orang-orang diluar organisasi yang bersangkutan dan ikut
andildalam pembinaan dan pengembangan.Mereka adalah konsultan perusahaan. 4. Pihak Yang
Berkepentingan Pihak-pihak yang bekepentingan terhadap organisasi selain pimpinan, manajer dan
karyawan adalah pihak pemerintah, bank-bank dan mitra usaha. 5. Masyarakat Masyarakat sebagai
pelanggan (konsumen) merupakan sumber nilai yang dapat menyumbangkan budaya sebagai input
melalui berbagai media masa dengan menggunakan teknologi informasi. Hubungan timbal balik
antar organisasi dengan masyarakat dapat membeikan kontribusi yang positif baik bagi kepentingan
masyarakat maupun organisasi yang bersangkutan. Sedangkan menurut Tosi, Rizzo, Carrol seperti
yang dikutip oleh Munandar (2001:264), budaya organisasi dipengaruhi oleh beberapa faktor
sumber, antara lain: 1. Pengaruh umum dari luar yang luas Mencakup faktor-faktor yang tidak dapat
dikendalikan atau hanya sedikit dapat dikendalikan oleh organisasi. 2. Pengaruh dari nilai-nilai yang
ada di masyarakat Keyakinan-keyakinan dan nilai-nilai yang dominan dari masyarakat luas misalnya
kesopansantunan dan kebersihan. 3. Faktor-faktor yang spesifik dari organisasi Organisasi selalu
berinteraksi dengan lingkungannya. Dalam mengatasi baik masalah eksternal maupun internal
organisasi akan mendapatkan penyelesaian-penyelesaian yang berhasil. Keberhasilan mengatasi
berbagai masalah tersebut merupakan dasar bagi tumbuhnya budaya organisasi. d. Pembentukan
Budaya Organisasi Membentuk budaya organisasi yang kuat memerlukan waktu yang cukup lama
dan bertahap. Di dalam perjalanannya sebuah organisasi mengalami pasang surut, dan menerapkan
budaya organisasi yang berbeda dari satu waktu ke waktu yang lain. Budaya bisa dilihat sebagai
suatu hal yang mengelilingi kehidupan orang banyak dari hari ke hari, bisa direkayasa dan dibentuk.
Jika budaya dikecilkan cakupannya ketingkat organisasi atau bahkan kekelompok yang lebih kecil,
akan dapat terlihat bagaimana budaya terbentuk, ditanamkan,berkembang, dan akhirnya,
direkayasa, diatur dan diubah (Robbins, 2003). Menurut Robbins (2003), Budaya Organisasi dapat
dibentuk melalui beberapa cara. Cara tersebut biasanya melalui beberapa tahap yaitu: 1. Seseorang
(pendiri) mempunyai sejumlah ide atau gagasan tetntang suatu pembentukan organisasi baru. 2.
Pendiri membawa satu atau lebih orang-orang kunci yang merupakan para pemikir dan membentuk
sebuah kelompok inti yang mempunyai visi yang sama dengan pendiri. 3. Kelompok tersebut
memulai serangkaian tindakan untuk menciptakan sebuah organisasi. Menentukan jenis dan tempat
usaha, dan lain - lain mengenai suatu hal yang relevan. 4. Langkah terakhir yaitu orang-orang lain
dibawa masuk kedalam organisasi untuk berkarya bersama-sama dengan pendiri dan kelompok inti
dan pada akhirnya memulai sebuah pembentukan sejarah bersama. Perusahaan mempunyai budaya
yang berbeda, tergantung dari apa yang dianut oleh pemimpin ketika membentuk organisasi
tersebut. Budaya dapat bersifat kuat atau lemah, selain itu ada juga budaya yang salah dan sulit
diubah, semua itu tergantung pada saat komitmen yang ingin dicapai dalam mendirikan organisasi.
Budaya organisasi banyak berpengaruh pada pola perilaku dalam bidang menurut Schein (1985)
dalam Khoirusmadi (2011), yaitu: 1) Nilai-nilai perusahaan (masalah baik-buruk, masalah etika). 2)
Suasana organisasi (bagaimana orang merasa dan beraksi). 3) Gaya kepemimpinan (dalam
melakukan wewenang). e. Ciri – Ciri Budaya Organisasi Menurut Munandar (2001) pada umumnya
budaya organisasi mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :

1. Satu kesatuan yang integral dan saling terkait.


2. Refleksi sejarah dari organisasi yang bersangkutan.
3. Berkaitan dengan hal-hal yang dipelajari oleh para antropolog, seperti ritual, simbol, cerita dan
ketokohan
4. Dibangun secara sosial dalam pengertian bahwa budaya organisasi lahir dari konsesus bersama
dari sekelompok orang yang mendirikan organisasi Wellnesstersebut.
5. Sulit diubah.

Menurut Putra (2009) setiap budaya organisasi menunjukkan ciri-ciri tertentu berskala organisasi
yang bersifat homogen (sama) semua budaya ini harus dipahami dan dipadukan, jika organisasi itu
ingin bekerja efektif ada ciri budaya organisasi dasar yang bersifat universal yaitu:
1. Kebudayaan itu dipelajari bukan bersifat instingtif.
2. Kebudayaan itu ditanamkan.
3. Kebudayaan itu bersifat gagasan (idetional), kebiasaan-kebiasaan kelompok yang dikonsepsikan
atau diungkapkan sebagai norma-norma ideal atau pola perilaku.
4. Kebudayaan itu sampai pada suatu tingkat meuaskan individu, memuaskan kebutuhan biologis
dan kebutuhan ikutan liannya.
5. Kebudayaan itu bersifat integratif.
6. Selalu ada tekanan ke arah konsistensi dalam setiap kebudayaan.
7. Kebudayaan itu dapat menyesuaikan.

f. Dimensi Budaya Organisasi Robbiins dalam Rivai (2007:434) mengemukakan 7 karakteristik


dimensi budaya organisasi, yaitu :
1. Inovasi dan pengambilan resiko, sejauh mana para karyawan didorong untuk inovatif dan
mengambil resiko.
2. Perhatian, sejauh mana karyawan diharapkan memperhatikan presisi (kecermatan dan analisis).
3. Orientasi hasil, sejauh mana manajemen memfokuskan pada hasil, bukan pada teknik dan proses.
4. Orentasi orang, yaitu sejauh mana keputusan manajemen memperhitungkan efek keberhasilan
orang-orang didalam organisasi.
5. Orentasi tim, yaitu sejauh mana kegiatan kerja diorganisasikan kepada tim bukannya individu-
individu.
6. Keagresifan, sejauh mana orang-orang itu agresif (kreatif) dan kompetitif.
7. Kemantapan, yaitu sejauh mana kegiatan organisasi menekankan dipertahankannya status qou.

Sedangkan menurut Robbins dalam Saputra (2009) menyebutkan dimensi utama dalam budaya
organisasi, yaitu:
1. Inisiatif individual yaitu tingkat tanggung jawab, kebebasan, dan independensi yang dipunyai
individu.
2. Toleransi terhadap tindakan beresiko yaitu sejauh mana para karyawan dianjurkan untuk
bertindak agresif, inovatif, dan mengambil resiko.
3. Arah yaitu sejauh mana organisasi tersebut menciptakan dengan jelas sasaran dan hararapan
mengenai prestasi.
4. Integrasi yaitu tingkat sejauh mana unit-unit dalam organisasi didorong untuk bekerja dengan
cara yang terkoordinasi.
5. Dukungan dari manajemen yaitu sejauh mana tingkat para manajer memberi komukasi yang
jelas, bantuan, serta dukungan terhadap bawahan mereka.
6. Kontrol yaitu jumlah peraturan dan pengawasan langsung yang digunakan untuk mengawasi dan
mengendalikan perilaku pegawai.
7. Identitas yaitu tingkat sejauh mana para anggota mengidentifikasi dirinya secara keseluruhan
dengan organisasinya ketimbang dengan kelompok kerja tertentu atau dengan bidang keahlian
professional.
8. Sistem imbalan adalah tingkat sejauh mana alokasi imbalan (misal, kenaikan gaji, promosi)
didasarkan atas criteria prestasi pegawai sebagai kebalikan dari senioritas, sikap pilih kasih, dan
sebagainya.
9. Toleransi terhadap konflik yaitu tingkat sejauh mana para pegawai didorong untuk
mengemukakan konflik dan kritik secara terbuka.
10.Pola-pola komunikasi tingkat sejauh mana komunikasi organisasi dibatasi oleh hierarki
kewenangan yang formal.

Menurut Luthans (2007) karakteristik penting budaya organisasi mencakup sebagai berikut:
1. Keteraturan perilaku yang dijalankan, seperti pemakaian bahasa atau terminologi yang sama.
2. Norma, seperti standar perilaku yang ada pada suatu organisasi atau kominitas.
3. Nilai yang dominan, seperti mutu produk yang tinggi, efiseinsi yang tinggi.
4. Filosofi, seperti kebijakan bagaimana pekerja diperlakukan.
5. Aturan, seperti tuntunan bagi pekerja baru untuk bekerja didalam organisasi.
6. Iklim organisasi, seperti cara para anggota organisasi berinteraksi dengan pelanggan internal dan
eksternal atau pengaturan tata letak bekerja (secara fisik). g. Faktor - Faktor Budaya Organisasi
Budaya organisasi atau perusahaan merupakan sesuatu hal yang sangat kompleks untuk itu
budaya perusahaan harus memiliki beberapa faktor sebagai wujud nyata keberadannya. Masing-
masing faktor tersebut pada penerapannya akan mendukung pencapaian sasaran perusahaan.
Menurut Robbins dalam Dhalimunte (2009:20) ada beberapa faktor budaya organisasi yang
disebutkan, yaitu : 1. Inisiatif Individual Yaitu tingkat tanggung jawab, kebebasab atau
indepedensi yang dipunyai setiap anggota organisasi dalam mengemukakan pendapat, inisiatif
individual tersebut perlu dihargai oleh kelompok atau pimpinan suatu organisasi sepanjang
menyangkut ide untuk memajukan dan mengembangkan organisasi/perusahaan. 2. Integrasi
Integrasi yang dimaksud yaitu sejauh mana organisasi atau perusahaan dapat mendorong unit-
unit organisasi untuk bekerja dengan cara terkoordinasi. Kekompakan unit-unit tersebut dapat
mendorong kualitas dan kuantitas pekerjaan yang dihasilkan. 3. Pola Komunikasi Sejauh mana
komunikasi dibatasi oleh hirarki kewenangan yang formal, kadang-kadang hirarki kewenangan
dapat menghambat terjadinya pola komunikasi antara atasan dan bawahan atau antar karyawan
itu sendiri. 4. Kontrol Alat kontrol yang dapat dipakai adalah peraturan-peraturan atau norma-
norma yang berlaku didalam suatu organisasi atau perusahaan. 5. Pengarahan Pengarahan yang
dimaksudkan sejauh mana organisasi atau perusahaan dapat menciptakan dengan jelas sasaran
dan harapan yang diinginkan.Sasaran dan harapan tersebut jelas tercantum dalam visi, misi dan
tujuan organisasi. Menurut Heriyanti (2007) budaya organisasi dapat dipecah menjadi tiga faktor
mendasar, yaitu : 1. Faktor struktural, yang ditentukan oleh ukuran, umur, dan sejarah
perusahaan, tiga operasi, lokasi geografis perusahaan jenis industri. 2. Faktor politis, yang
ditentukan oleh distribusi kekuasaan dan cara-cara pengambilan keputusan manajerial. 3. Faktor
emosional, merupakan pemikiran kolektif, kebiasaan, sikap, perasaan dan pola-pola perilaku.