You are on page 1of 13

TUGAS

Jenis–Jenis Alat Pembangkit Uap

Oleh:
HENDRA OCTAVIANUS

1751050902

PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA

2019
Pendahuluan

Pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) adalah pembangkit yang mengandalkan energi
kinetik dari uap untuk menghasilkan energi listrik. Bentuk utama dari pembangkit listrik jenis
ini adalah Generator yang dihubungkan ke turbin yang digerakkan oleh tenaga kinetik dari
uap panas/kering. Pembangkit listrik tenaga uap menggunakan berbagai macam bahan bakar
terutama batu bara dan minyak bakar serta MFO untuk start up awal.

PLTU batubara, bahan bakar yang digunakan adalah batubara uap yang terdiri dari
kelas sub bituminus dan bituminus. Lignit juga mulai mendapat tempat sebagai bahan bakar
pada PLTU belakangan ini, seiring dengan perkembangan teknologi pembangkitan yang
mampu mengakomodasi batubara berkualitas rendah.

Berikut Gambar dan Cara Kerja PLTU :

gambar PLTU

Keterangan gambar :

1. Air diisikan ke boiler hingga mengisi penuh seluruh luas permukaan pemindah panas.
Didalam boiler air ini dipanaskan dengan gas panas hasil pembakaran bahan bakar dengan
udara sehingga berubah menjadi uap.
2. Uap hasil produksi boiler dengan tekanan dan temperatur tertentu diarahkan untuk memutar
turbin sehingga menghasilkan daya mekanik berupa putaran.
3. Generator yang dikopel langsung dengan turbin berputar menghasilkan energi listrik sebagai
hasil dari perputaran medan magnet dalam kumparan, sehingga ketika turbin berputar
dihasilkan energi listrik dari terminal output generator.
4. Uap bekas keluar turbin masuk ke kondensor untuk didinginkan dengan air pendingin agar
berubah kembali menjadi air yang disebut air kondensat. Air kondensat hasil kondensasi uap
kemudian digunakan lagi sebagai air pengisi boiler.
5. Demikian siklus ini berlangsung terus menerus dan berulang-ulang.

Berikut adalah jenis-jenis alat pembangkit uap :

Boiler merupakan sebuah alat untuk menciptakan uap air. Keberadaan boiler menjadi penting
sejak pengembangannya di kisaran abad 18 dan 19. Boiler pun mengambil peran penting di
era Revolusi Industri dan mendorong berbagai penemuan penting lainnya. Pada
perkembangan selanjutnya banyak penelitian telah berhasil memunculkan berbagai desain
boiler baru.

Macam-Macam Boiler
Untuk mengklasifikasikan boiler, kita hanya bisa melakukannya dengan melihat dari berbagai
sudut pandang. Berbagai sudut pandang tersebut bergantung atas desain tiga komponen
penyusun boiler yakni unsur air, uap air, serta ruang bakar. Untuk lebih jelasnya mari kita
bahas satu-persatu.

Boiler Pipa-Api (Fire-tube boiler)


Boiler pipa-api menjadi tipe boiler yang paling sederhana. Boiler ini memungkinkan untuk
diaplikasikan pada kebutuhan uap air rendah hingga menengah. Hal tersebut dimungkinkan
karena desainnya yang tidak lebih rumit dari boiler pipa-air.

Sesuai dengan namanya, boiler pipa-api mengalirkan gas panas hasil pembakaran ke saluran
pipa-pipa yang diselubungi oleh air. Gas panas hasil pembakaran bahan bakar di ruang bakar
(furnace) dialirkan ke pipa-pipa khusus tersebut sebelum dibuang ke atmosfer. Boiler pipa-
api memiliki desain yang sangat sederhana sehingga hanya membutuhkan ruang yang tidak
terlalu besar. Bahkan banyak desain-desain boiler ini yang memungkinkannya untuk
dipindah-pindahkan ke satu tempat ke tempat lain. Namun demikian, boiler pipa-api memiliki
keterbatasan produksi uap air yang hanya maksimal 9000 kg/jam dengan tekanan maksimal
17 bar saja.

Boiler pipa-api sendiri masih bisa diklasifikasikan menjadi beberapa tipe:

 Boiler Haystack
Boiler ini merupakan boiler dengan desain paling sederhana. Hanya tersusun atas
sebuah tungku raksasa yang ditumpangi sebuah panci besar. Boiler yang berbentuk
seperti panci ini memang dahulunya terinspirasi oleh panci memasak. Boiler yang
dikembangkan di abad 18 ini hanya mampu bekerja di tekanan maksimum 5 psi.
Boiler yang saat ini sudah sangat jarang di temui ini menjadi cikal bakal
dikembangkannya berbagai desain boiler baru hingga ditemukannya desain boiler
pipa-api modern.

Centre-flue Boiler
Pada perkembangan selanjutnya boiler mulai didesain lebih kompleks. Boiler centre-flue
menjadi awal kelahiran boiler pipa-api, karena gas hasil pembakaran dialirkan ke dalam tanki
air melalui sebuah pipa besar sebelum dibuang ke udara luar. Pipa gas buang (flue gas)
tersebut hanya memiliki satu arah menjauh dari tungku api.
Boiler ini menjadi populer setelah digunakan sebagai mesin lokomotif pertama. Boiler ini
cukup baik disisi aliran gas buang karena penggunaan cerobong mininya. Akan tetapi tidak
terlalu efisien jika digunakan untuk membakar terlalu banyak bahan bakar seperti kayu atau
batubara.

Return-flue Boiler

Boiler return-flue menjadi pengembangan lebih lanjut dari tipe centre-flue. Jika
centre-flue menggunakan satu pipa aliran gas buang, maka pipa gas buang pada boiler return-
flue dibuat memiliki aliran balik berbentuk huruf U. Tujuan dari desain ini adalah untuk lebih
meningkatkan efisiensi boiler. Boiler yang berkembang di awal abad 19 ini digunakan
sebagai mesin lokomotif menggantikan boiler centre-flue yang tidak terlalu efisien.

Boiler Huber

Boiler Huber menjadi boiler pipa-api pertama yang lebih kompleks dari beberapa
jenis boiler sebelumnya. Boiler ini sudah tidak menggunakan satu pipa besar sebagai saluran
balik gas buang, namun sudah menggunakan beberapa pipa kecil atau tube dengan tujuan
untuk memaksimalkan perpindahan panas dari gas buang ke air di dalam tanki. Bentuk dari
saluran gas buang setelah keluar dari ruang pembakaran juga memiliki desain lebih baik.
Desain tersebut membuat distribusi gas menjadi lebih maksimal ke semua saluran pipa.
Boiler Cornish

Pengembangan desain boiler pipa-api yang lain adalah Boiler Cornish. Boiler ini
merupakan boiler horisontal dengan sistem natural draught (suppy udara) sehingga
membutuhkan bentuk cerobong asap yang tinggi untuk menjamin pasokan oksigen cukup.
Boiler ini dibuat dari sebuah tanki air besar dengan ruang bakar yang tepat berada di tengah-
tengahnya. Dengan diapit sebuah bangunan batu-bata, sedemikian rupa sehingga aliran gas
buang pembakaran yang keluar dari ruang bakar di tengah-tengah tanki, akan mengalir balik
menyusuri pinggiran sisi luar tanki. Selanjutnya bangunan batu-bata akan mengarahkan gas
buang untuk menyusuri sebuah lorong di bawah tanki, sebelum akhirnya melewati cerobong
asap dan keluar ke atmosfer. Untuk lebih jelasnya mari kita perhatikan gambar tampak
samping, atas, dan depan boiler Cornish ini.
Boiler Butterley

Boiler Butterley merupakan pengembangan dari boiler Cornish, yang pada awalnya
bertujuan untuk mengakomodir kebutuhan boiler di Amerika Serikat bagian utara yang kaya
akan batubara dengan nilai kalori lebih rendah dari daratan selatan. Boiler ini mirip dengan
desain boiler Cornish namun dengan menghilangkan saluran gas buang di bawah tanki air.

Boiler Lancashire

Boiler Cornish juga memiliki turunan desain boiler pipa-api yang lain bernama Boiler
Lancashire. Jika boiler Cornish hanya memiliki satu ruang bakar dan sekaligus satu pipa-api
besar di tengah-tengah tanki air, maka boiler Lancashire memiliki dua ruang bakar yang
sekaligus dua pipa-api di tengah-tengah tanki air. Boiler yang dikembangkan oleh William
Fairbairn di tahun 1844 ini berusaha menyesuaikan desain boiler Cornish jika menggunakan
bahan bakar batubara di area Lancashire di dataran Inggris, yang cenderung berkarakter sulit
dibakar di boiler berukuran kecil.

Boiler Lokomotif
Boiler Lokomotif menjadi boiler pipa-api pertama yang cukup kompleks. Bahkan
boiler ini masih sering kita jumpai hingga saat ini. Boiler yang diberi nama sesuai dengan
penggunaannya sebagai mesin penggerak kereta api ini didesain untuk menghasilkan uap air
kering (superheater). Uap air tersebut akan langsung digunakan sebagai penggerak piston-
torak pada mesin uap yang didesain menyatu dengan sistem boiler Lokomotif. Boiler ini pun
sudah didesain memiliki banyak pipa-pipa api berukuran sedang yang lebih kecil dari pipa-
api pada Boiler Centre-Flue dan Return-Flue, sehingga akan memperbesar transfer energi
panas dari gas pembakaran ke air. Satu komponen penting dari Boiler Lokomotif adalah
keberadaan katup uap superheater yang berada di dalam bagian bernama dome. Katup satu
arah ini hanya akan terbuka oleh uap air superheater pada saat mencapai tekanan tertentu.
Selanjutnya uap air kering akan masuk menjadi media penggerak piston uap.
Boiler Scotch Marine
Boiler Scotch Marine menjadi desain boiler pipa-api yang paling populer digunakan
bahkan hingga saat ini. Boiler ini pada awalnya dibuat untuk memenuhi kebutuhan uap pada
mesin-mesin kapal laut. Bahkan kapal legendaris Titanic menggunakan total 29 boiler Scotch
Marine.

Boiler Scotch Marine memiliki efisiensi tinggi. Hal ini didapat karena desain pipa api di
dalam tanki air yang sangat banyak. Gas panas hasil pembakaran keluar dari ruang bakar
yang berada di tengah-tengah tanki air, menuju pipa-pipa api yang ada di samping ruang
bakar dengan arah aliran berlawanan. Selanjutnya gas buang kembali mengalir ke pipa-pipa
api di sisi atas dengan arah aliran yang searah dengan arah pembakaran di ruang bakar.
Singkat cerita aliran gas pembakaran di dalam pipa-pipa api tersebut seakan membentuk
huruf S.
Boiler Pipa-api Vertikal
Boiler pipa-api dengan yang tersusun atas pipa-pipa api vertikal disebut sebagai boiler
pipa-api vertikal. Boiler tipe ini memiliki kelebihan desain dan proses pembuatan yang tidak
terlalu rumit. Ruang bakar berada di bawah tanki air, dengan pipa-pipa untuk saluran gas
buang yang tersusun vertikal di dalam tanki air.

Boiler Horizontal Return Tubular


Boiler Horizontal Return Tubular mirip dengan boiler-boiler pipa api lain yang telah
kita bahas. Memiliki susunan pipa-pipa api mendatar. Yang sedikit berbeda adalah desain
penempatan ruang bakar yang tidak berada di dalam tanki air, namun berada di bawah tanki.
Pipa-pipa api yang ada di dalam tanki hanya akan dilewati oleh gas buang panas hasil
pembakaran bahan bakar di ruang bakar tersebut.

Admiralty-type direct tube boiler


Boiler pipa-api ini tidak populer dan tidak digunakan banyak pihak sejak
kemunculannya di era kapal perang Ironclad di pertengahan abad 19. Satu hal yang
membuatnya tidak populer adalah desain pipa-api yang terhubung langsung dengan ruang
bakar sehingga sering terjadi over-heat pada pipa tersebut.
Admiralty-type direct tube boiler (Sumber: Marine Boilers)

Dan masih banyak lagi jenis-jenis boiler dengan tipe dan cara kerja boiler sebagai alat
pembangkit uap.
PENUTUP

http://artikel-teknologi.com/macam-macam-boiler/