You are on page 1of 2

1.

Umum
Perencanaan teknis unit transmisi harus mengoptimalkan jarak antara unit air baku
menuju unit produksi dan/atau dari unit produksi menuju reservoir/jaringan
distribusi sependek mungkin, terutama untuk system transimisi distribusi (pipa
transmisi dari unit produksi menuju reservoir). Hal ini terjadi karena transmisi
distribusi pada dasarnya harus dirancang untuk dapat mengalirkan debit aliran untuk
kebutuhan jam puncak, sedangkan pipa transmisi air baku dirancang mengalirkan
kebutuhan maksimum.

Pipa transmisi sedapat mungkin harus diletakkan sedemikian rupa dibawah level
garis hidrolis untuk menjamin aliran sebagaimana diharapkan dalam perhitungan
agar debit aliran yang dapat dicapai masih sesuai dengan yang diharapkan.
Dalam pemasangan pipa transmisi, perlu memasang angker penahan pipa pada
bagian belokan baik dalam bentuk belokan arah vertical maupun belokan arah
horizontal untuk menahan gaya yang ditimbulkan akibat tekanan internal dalam pipa
dan energi kinetik dari aliran air dalam pipa yang mengakibatkan kerusakan pipa
maupun kebocoran aliran air dalam pipa tersebut secara berlebihan.

Sistem transmisi harus menerapkan metode-metode yang mampu mengendalikan


pukulan air (water hammer) yaitu bilamana sistem aliran tertutup dalam suatu pipa
transmisi terjadi perubahan kecepatan aliran air secara tiba-tiba yang menyebabkan
pecahnya pipa transmisi atau berubahnya posisi pipa transmisi dari posisi semula.
Sistem pipa transmisi air baku yang panjang dan berukuran diameter relatif besar
dari diameter nominal ND-600 mm sampai dengan ND-1000 mm perlu dilengkapi
dengan aksesoris dan perlengkapan pipa yang memadai. Perlengkapan penting dan
pokok dalam sistem transmisi air baku airminum antara lain sebagai berikut:
1. Katup pelepas udara, yang berfungsi melepaskan udara yang terakumulasi dalam
pipa transmisi, yang dipasang pada titik-titik tertentu dimana akumulasi udara
dalam pipa akan terjadi.
2. Katup pelepas tekanan, yang berfungsi melepas atau mereduksi tekanan berlebih
yang mungkin terjadi pada pipa transmisi.

1
3. Katup penguras (Wash-out Valve), berfungsi untuk menguras akumulasi lumpur
atau pasir dalam pipa transmisi, yang umumnya dipasang pada titik-titik terendah
dalam setiap segmen pipa transmisi.
4. Katup ventilasi udara perlu disediakan pada titik-titik tertentu guna menghindari
terjadinya kerusakan pada pipa ketika berlangsung tekanan negatif atau kondisi
vakum udara.

2. Kriteria Pipa Transmisi


1) Jalur Pipa
Perencanaan jalur pipa transmisi harus memenuhi ketentuan teknis sebagai berikut:
a. Jalur pipa sependek mungkin;
b. Menghindari jalur yang mengakibatkan konstruksi sulit dan mahal;
c. Tinggi hidrolis pipa minimum 5 m diatas pipa, sehingga cukup menjamin operasi
air valve;
d. Menghindari perbedaan elevasi yang terlalu besar sehingga tidak ada perbedaan
kelas pipa.
2) Dimensi Pipa
Penentuan dimensi pipa harus memenuhi ketentuan teknis sebagai berikut:
a. Pipa harus direncanakan untuk mengalirkan debit maksimum harian;
b. Kehilangan tekanan dalam pipa tidak lebih air 30% dari total tekanan statis (head
statis) pada sistem transmisi dengan pemompaan. Untuk sistem gravitasi,
kehilangan tekanan maksimum 5 m/1000 m atau sesuai dengan spesifikasi teknis
pipa.
3) Bahan Pipa
Pemilihan bahan pipa harus memenuhi persyaratan teknis dalam SNI, antara lain:
Spesifikasi pipa PVC mengikuti standar SNI 03-6419-2000 tentang Spesifikasi Pipa
PVC bertekanan berdiameter 110-315 mm untuk Air Bersih dan SK SNI S-20-1990-
2003 tentang Spesifikasi Pipa PVC untuk Air Minum.