You are on page 1of 13

PENGARUH PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP EFEKTIVITAS

PELAKSANAAN PEMBANGUNAN DI DESA TIMBUKAR KECAMATAN SONDER

Ribka Lombogia

Joorie M. Ruru

Novva N. Plangiten

The participation of the community in the implementation of development is less visible; almost all the
people do not participate in the implementation of development either in the form of community activeness
in the implementation of development, willingness to donate thoughts or ideas, skills, time, energy and
responsibility to the success of development. Lack of public participation in the implementation of
development because the government lacks socialization, communication, motivation and even development
plans are not in accordance with the wishes of the community. This study is to answer the magnitude of the
Effect of Public Participation on the Effectiveness of Development Implementation in Timbukar Village
Sonder Sub District of Minahasa
This research is a quantitative research that is trying to answer the magnitude of the influence of community
participation variable on the effectiveness variable of development implementation. Sampling in this study
is intended to obtain data or the whole of the population, a large sample of 55 respondents. Data analysis
techniques use simple linear regression and Pearson Product Moment Correlation Analysis
Result of research Public participation have significant or strong influence to effectiveness of development
implementation, where the value of correlation coefficient (r) = 0,720 whereas coefficient of determination
(r²) = 0, 5184 or 51, 84%. So, the more often the community implements the participation of the community
then the effectiveness of the implementation of development will increase

Keywords: Community Participation, Effectiveness and Development

PENDAHULUAN Dalam Pembukaan Undang-undang


Pembangunan adalah suatu kegiatan Dasar 1945 dinyatakan dengan jelas tujuan
atau proses yang dilakukan manusia secara nasional Negara Indonesia adalah melindungi
sadar dan terus menerus untuk meningkatkan segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah
kualitas kehidupannya. Oleh karena itu, setiap darah Indonesia, memajukan kesejahteraan
negara baik negara berkembang maupun umum, mencerdaskan kehidupan bangsa,
negara maju tentunya melaksanakan serta ikut melaksanakan ketertiban dunia yang
pembangunan guna mencapai tujuan atau cita- berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi
citanya yaitu meningkatkan kemakmuran atau dan keadilan sosial. Sehubungan dengan hal
kesejahteraan bangsanya. Hakekat itu, untuk mewujudkan tujuan nasioanal
pembangunan nasional, yaitu pembangunan tersebut pemerintah sebagai penyelenggara
manusia seutuhnya dan pembangunan negara yang didukung seluruh rakyat
masyarakat Indonesia seluruhnya, dengan Indonesia harus melaksanakan pembangunan
Pancasila sebagai dasar, tujuan dan pedoman nasional.
pembangunan nasional.
Agar pelaksanaan pembangunan strategi dan kebijakan pembangunan yang
sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan dilakukan oleh pemerintah; b) keterlibatan
maka dalam pelaksanaannya perlu ditunjang dalam memikul beban dan tanggung jawab
oleh manajemen dan organisasi yang baik. dalam bentuk sumbangan dalam mobilisasi
Tanpa adanya rencana, maka tidak ada dasar pembiayaan pembangunan, kegiatan
untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan produktif yang serasi, pengawasan sosial atas
pembangunan dalam rangka usaha pencapaian jalannya pembangunan, dan lain-lain; c)
tujuan. Dalam rangka pembangunan desa keterlibatan dalam memetic hasil dan manfaat
yang menyeluruh, terpadu dan terprogram, pembangunan secara berkeadilan (Susantyo,
untuk mencapai sasaran dan tujuannya selain 2007: 15). Berkaitan dengan hal tersebut,
ditunjang oleh manajemen pemerintah desa partisipasi masyarakat dapat dikatakan
yang baik, organisasi yang jelas juga sangat sebagai keterlibatan masyarakat secara umum
ditentukan oleh partisipasi masyarakat desa dalam proses pembangunan. Dimana
yang bersangkutan. Jika sasaran atau tujuan masyarakat dapat berperan dalam suatu proses
itu tidak sesuai dengan rencana yang telah pembangunan berkelanjutan.
ditentukan maka pekerjaan itu tidak efektif. Kemudian Soetomo mengatakan
Efektivitas pembangunan merupakan bahwa partisipasi masyarakat merupakan
suatu ukuran tercapainya sasaran atau tujuan suatu peran dimana terdapat adanya
yang telah ditetapkan sebelumnya. pembangunan untuk menuju kepada
Sehubungan dengan efektivitas pembangunan peningkatan taraf hidup masyarakat tersebut
tersebut maka dukungan dan bantuan dari (Soetomo, 2012: 116). Karenanya, partisipasi
masyarakat dalam pembangunan desa itu masyarakat dalam lingkungan pedesaan
sendiri sangat berarti. merupakan manifestasi terhadap peran
Sondang P. Siagian (2001) masyarakat dalam mendukung suatu
memberikan pengertian tentang efektivitas perubahan sosial melalui hubungan timbal
berkaitan dengan pelaksanaan suatu balik antara masyarakat dan desa. Artinya
pekerjaan, yaitu penyelesaian tepat pada bahwa adanya ketergantungan antara
waktu yang telah ditetapkan. Artinya apakah masyarakat dengan desa dalam upaya
pelaksanaan suatu tugas nilai baik atau tidak, peningkatan atau kemajuan baik
terutama menjawab pertanyaan bagaimana masyarakatnya maupun desanya secara
cara melaksanakannya dan berapa biaya yang universal.Pembangunan yang efektif
dikeluarkan untuk itu. Efekivitas organisasi membutuhkan keterlibatan (partisipasi) dari
dalam pelaksanaan program pembangunan masyarakat itu sendiri. Sehingga selain demi
ditentukan oleh adanya faktor pendukung. pembangunan yang efektif akan terwujud juga
Starman dalam (Kunarjo, 2002: 126) peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat
menyatakan bahwa tidak dapat dipungkiri itu sendiri.
bahwa pandangan tentang pelaksanaan Pembangunan desa sebagai bagian
program pembangunan memerlukan adanya integral dari pembangunan nasional
faktor yang mendukung terselenggaranya merupakan pembangunan yang paling
suatu program kegiatan yang bermutu, tepat menyentuh kehidupan masyarakat
waktu, dan tepat sasaran dengan dipedesaan. Pasal 81 ayat (2) Undang-undang
mengaktifkan sacara efektif faktor pendukung Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa
berupa partisipasi masyarakat. menyatakan bahwa pembangunan desa
Bintoro Tjokromidjojo dilaksanakan oleh pemerintah desa dengan
mengemukakan partisipasi masyarakat melibatkan seluruh masyarakat desa dengan
sebagai: a) keterlibatan dalam penentuan arah, semangat gotong royong. Selanjutnya pasal
82 Undang-undang Desa menyatakan bahwa Partisipasi masyarakat merupakan
masyarakat desa berhak mendapatkan salah satu penentu bagi keberhasilan
informasi mengenai rencana dan pelaksanaan pelaksanaan pembangunan. Dilain pihak
pembanguan desa, masyarakat desa berhak bahwa pembangunan desa diarahkan pada
melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan kewajiban antara pemerintah dan masyarakat.
pembangunan desa, masyarakat desa Bahkan di dalam pokok-pokok kebijaksanaan
melaporkan hasil pemantauan dan berbagai pembangunan desa dirumuskan bahwa
keluhan terhadap pelaksanaan pembangunan mekanisme pembangunan desa adalah
desa kepada pemerintah desa dan badan merupakan perpaduan yang harmonis dan
permusyawaratan desa, pemerintah desa wajib serasi antara dua kelompok kegiatan utama
menginformasikan perencanaan dan yang berbagai kegiatan pemerintah sebagai
pelaksanaan rencana pembangunan jangka kelompok kegiatan pertama dan berbagai
menengah desa, rencana kerja pemerintah kegiatan partisipasi masyarakat sebagai
desa, dan anggaran pendapatan dan belanja kelompok utama yang kedua. Dalam pasal 78
desa kepada masyarakat desa melalui layanan Undang-Undang No 6 Tahun 2014 dijelaskan
informasi kepada umum dan melaporkannya bahwa pembangunan desa bertujuan untuk
dalam musyawarah desa palingsedikit (satu) meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa
tahun sekali, masyarakat desa berpartisipasi dan kualitas hidup manusia serta
dalam musyawarah desa untuk menanggapi penanggulangan kemiskinan melalui
laporan pelaksanaan pembangunan desa. pemenuhan kebutuhan dasar, pembangunan
Partisipasi berarti peran serta sarana dan prasarana desa, pengembangan
seseorang atau kelompok masyarakat dalam potensi ekonomi lokal serta pemanfaatan
proses pembangunan baik dalam bentuk sumber daya alm dan lingkungan secara
pernyataan maupun dalam bentuk kegiatan berkelanjutan. Dijelaskan pada bagian yang
dengan memberi masukan pikiran, tenaga, ketiga bahwa dalam pembangunan desa harus
waktu, keahlian, modal atau materi, serta ikut mengedepankan kebersamaan, kekeluargaan
memanfaatkan dan menikmati hasil-hasil dan kegotongroyongan guna mewujudkan
pembangunan. Dengan maksud dan tujuan perdamainan dan keadilan sosial. Dari uraian
agar masyarakat dapat menjaga hasil dari pada tersebut jelaslah sudah, bahwa keberhasilan
pembangunan karena merasa bahwa pelaksanaan pembangunan desa bukan saja
pembangunan itu juga milik mereka karena ditentukan oleh adanya peranan pemerintah
telah dilibatkan dalam program tersebut. saja melainkan juga tergantung dari peran
serta atau partisipasi masyarakat.
Alasan utama mengapa partisipasi
masyarakat menjadi sangat penting, yaitu: Sasaran pembangunan adalah
Partisipasi masyarakat merupakan suatu alat meningkatkan taraf hidup masyarakat dalam
ukur untuk memperoleh informasi mengenai arti masyarakat diharuskan berpartisipasi
kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat sepenuhnya dalam pembangunan. Dengan
yang tanpa kehadirannya program demikian masyarakat juga perlu diberi
pembangunan serta proyek-proyek akan kesempatan untuk turut serta mengambil
gagal. Masyarakat akan mempercayai proyek bagian dalam penyusunan suatu perencanaan
atau pembangunan jika merasa dilibatkan dam usulan proyek pembangunan, terutama di
proses persiapan dan perencanaannya karena dalam menentukan proyek-proyek yang telah
mereka akan lebih mengetahui perihal proyek diprioritaskan dilaksanakan di desa agar
tersebut. Adanya anggapan bahwa merupakan supaya akan tercipta bahwa benar-benar
hak demokrasi bila masyarakat dilibatkan pembangunan adalah dari masyarakat, oleh
dalam pembangunan masyarakat itu sendiri. masyarakat dan untuk masyarakat. Bukan
hanya sampai pada tahap perencanaan, tahap
pelaksanaan juga merupakan hal yang penting sumbangan berupa pikiran atau ide,
msyarakat dilibatkan atau diberikan ketrampilan, waktu, tenaga dan tanggung
kesempatan untuk berpartisipasi karena jawab terhadap keberhasilan
dengan dilibatkan masyarakat dalam pembangunan.Kurangnya partisipasi
pelaksanaan pembangunan akan membuat masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan
masyarakat mempunyai rasa tanggung jawab disebabkan karena pemerintah kurang
untuk menjaga hasil pembangunan yang telah mengadakan sosialisasi, komunikasi,
dilaksanakan, bahkan akan membuat memotivasi bahkan rencana pembangunan
masyarakat lebih semangat dalam tidak sesuai dengan keinginan masyarakat.
melaksanakan program-program Misalnya dalam rencana pembangunan sarana
pembangunan yang nantinya akan menjadi air bersih, jalan desa, dan pos keamanan.
program dari pemerintah. Karena pada
dasarnya kegiatan-kegiatan partisipasi METODE PENELITIAN
masyarakat yang tumbuh dari bawah A. Desain Penelitian
merupakan inisiatif dan kreasi yang lahir dari
Metode penelitian menurut Sugiyono
rasa kesadaran dan tanggung jawab (2007) merupakan pendekatan rasional yang
masyarakat. Mutlak diperlukan sesuai dengan memberikan kerangka pikir yang koheren dan
pembangunan desa yang pada prinsipnya logis, sedangkan pendekatan empiris
dilakukan dengan bimbingan, pembinaan,
memberikan kerangka pengujian dalam
bantuan dan pengawasan pemerintah sehingga memastikan suatu kebenaran.
apa yang diharapkan dapat terwujud dengan Penelitian ini merupakan penelitian
baik. Satu hal yang tak boleh dilupakan dalam kuantitatif, yaitu berusaha menjawab besaran
melaksanakan kegiatan pencapaian tujuan-
pengaruh variabel partisipasi masyarakat
tujuan tersebut dengan berhasil, ialah perlu terhadap variabel efektivitas pelaksanaan
adanya unsur pendorong yang menentukan pembangunan.
serta pendobrak dalam menggerakkan
partisipasi masyarakat. Unsur pendorong B. Lokasi dan Waktu Penelitian
dalam menggerakkan partisipasi masyarakat
dalam pelaksanaan pembangunan adalah Adapun lokasi penelitian yang dilakukan
pemerintah. oleh peneliti, yaitu di desa Timbukar
Kecamatan Sonder Kabupaten Minahasa.
Dengan adanya motivasi, sosialisasi
Penelitian dilaksanakan selama 1 (satu) bulan
dan komunikasi yang baik antara pemerintah
atau 4 (empat) minggu, dari bulan Januari-
dan masyarakat maka akan menumbuhkan
Februari.
semangat partisipasi masyarakat terhadap
pelaksanaan pembangunan sehingga C. Definisi Operasional
pelaksanaan pembangunan berjalan efektif
sesuai dengan apa yang telah ditetapkan Definisi operasional variabel merupakan
sebelumnya. suatu definisi kepada suatu variabel dengan
Berdasarkan hasil penelitian bahwa memberikan arti untuk menspesifikan
partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan atau membenarkan suatu operasional
pembangunan di desa Timbukar relatif kurang yang diperlukan untuk mengukur variabel
terlihat dari hampir seluruh masyarakat tidak tersebut (Sugiono, 2007). Definisi operasional
ikut serta dalam pelaksanaan pembangunan variabel berguna untuk memahami secara
yang ada di desa Timbukar baik berupa lebih dalam mengenai variabel di dalam
keaktifan masyarakat dalam pelaksanaan sebuah penelitian.
pembangunan, kesediaan memberikan
Tabel 1. Definisi Operasional sampel dalam penelitian ini dimaksudkan
untuk memperoleh data atau keseluruhan dari
Variabel Indikator populasi. Sampel yang dimaksudkan untuk
Partisipasi 1. Keaktifan memperoleh data atau keseluruhan dari
Masyarakat (X) masyarakat dalam populasi. Sampel yang diharapkan
(Taliziduhu pelaksanaan memberikan gambaran dari keadaan populasi
Ndraha, 1994) pembangunan yang sebenarnya.
2. Kesediaan
memberikan E. Instrumen Penelitian dan Skala
sumbangan Pengukuran
berupa pikiran, Instrumen penelitian ini berupa angket
keahlian dan yang berisi butir-butir pernyataan untuk diberi
ketrampilan tanggapan oleh responden terpilih dan dimana
3. Kesediaan untuk mengisi atau menjawab secara benar
memberikan dan jujur. Metode pengukuran pada kuesioner
sumbangan ini menggunakan skala Likert. Menurut Imam
Efektivitas berupa uang, Ghozali (2007) , skala likert adalah skala yang
Pelaksanaan materi dan bahan- berisi lima tingkat preferensi jawaban dengan
Pembangunan (Y) bahan. pilihan sebagai berikut:
(Edy Sutrisno, 4. Tanggung jawab
2007) terhadap 1. Jawaban Sangat Setuju = 5
keberhasilan 2. Jawaban Setuju = 4
pembangunan 3. Jawaban Netral = 3
4. Jawaban Tidak Setuju = 2
1. Pemahaman 5. Jawaban Sangat Tidak Setuju= 1
program
2. Tepat sasaran F. Teknik Pengumpulan Data
3. Tepat waktu Teknik pengumpulan data yang
4. Tercapainya digunakan dalam penelitian ini adalah:
tujuan
5. Perubahan nyata 1. Angket atau Kuesioner
Sumber : Taliziduhu Ndraha, 1994. Edy 2. Observasi atau pengamatan
Sutrisno, 2007 3. Wawancara
4. Dokumentasi
D. Populasi dan Teknik Sampling
G. Teknik Analisis Data
Dalam kaitannya dengan penelitian ini,
menurut Sugiyono (2009) berpendapat bahwa 1. Uji Validitas
pada teknik sampel random sederhana,
Pengujian validitas dilakukan dengan cara
apabila subjek penelitian jumlahnya kurang
mengkorelasikan antara skor masing-masing
dari 100 lebih baik diambil semua sehingga
butir pertanyaan dengan skor total yang
penelitiannya merupakan penelitian populasi.
diperoleh dari penjumlahan semua skor
Selanjutnya jika subjeknya besar dapat
pertanyaan. Selanjutnya dengan
diambil antara 10-15% atau 20-25% atau
menggunakan angka kritis dari tabel dengan
lebih, sehingga jumlah populasi (366) KK
taraf signifikan 5%. Jika koefisien korelasi (r)
ditarik sampel sebanyak (15%) menjadi 55
yang diperoleh lebih besar dari r tabel maka
KK. Dengan demikian yang menjadi sampel
pertanyaan tersebut dinyatakan valid,
yaitu berjumlah 55 responden. Pengambilan
sebaliknya jika koefisien korelasi (r) lebih (∑𝑌)∑Y²) − (∑X)(∑XY)
𝑎=
kecil dari r tabel maka pertanyaan tersebut 𝑛 ∑X2 − (∑X)²
tidak valid.
b. Harga koefisien arah regresi variabel
Pengujian validitas yang akan dilakukan terikat (Y) atas variabel bebas (X), yang
dengan menggunakan SPSS16 yang hasilnya diperoleh dengan rumus:
akan terlihat pada kolom Corrected Item-Total
Correlation. 𝑛∑𝑋𝑌 − (∑𝑋)(∑𝑌)
𝑏=
𝑛∑𝑋2 − (∑X)²
2. Uji Reliabilitas
4. Analisis Korelasi Sederhana
Pengujian reliabilitas dilakukan untuk
mengetahui apakah jawaban yang diberikan Analisis korelasi sederhana digunakan
responden dapat dipercaya atau dapat untuk mengetahui derajat korelasi dan besaran
diandalkan menggunakan analisis reliability pengaruh dari variabel Partisipasi Masyarakat
melalui Cronbach Alpha, dimana suatu (X) terhadap variabel Efektivitas Pelaksanaan
instrument dikatakan reliabel bila memiliki Pembangunan (Y). Analisis korelasi yang
koefisien keandalan atau Alpha sebesar 0,6 digunakan ialah Analisis Korelasi Pearson
atau lebih. Product Moment (Sugiyono, 2007), dengan
rumus sebagai berikut:
3. Analisis Regresi Linier Sederhana
𝑛(∑𝑋𝑌) − (∑𝑋)(∑𝑌)
Analisis regresi linier adalah hubungan 𝑟=
√{𝑛∑𝑋2 − (∑X)2 }{n∑Y2 − (Y)2 }
secara linier antara variabel independent (X)
dengan variabel dependent (Y). Analisis n = banyaknya pasangan data X dan Y
regresi linier sederhana didasarkan pada
hubungan fungsional atau kausal satu variabel ∑X = Total jumlah dari variabel X
independent dengan satu variabel dependent ∑Y = Total jumlah dari variabel Y
Sudjana, 2005: 63). Bentuk hubungan ∑ X2 = Kuadrat dari total jumlah dari variabel
fungsional (pengaruh) tersebut digambarkan X
dengan persamaan regresi sebagai berikut: ∑Y2 = Kuadrat dari total jumlah dari variabel
Y
Ŷ = 𝑎 + 𝑏𝑋 ∑XY = Hasil perkalian dari total jumlah dari
variabel X dan Y
Dimana:
Ŷ : Topi subjek variabel yang Sedangkan harga r akan dikonsutasikan
diproyeksikan dengan table interpretasi nilai r sebagai
X : Variabel bebas yang mempunyai berikut:
nilai tertentu untuk diprediksi
a : Nilai konstanta harga Y jika X = 0 Tabel 2. Interpetasi Koefisien Korelasi Nilai r
b : Nilai arah sebagai penentu ramalan
Interval Koefisien Tingkat Hubungan
(prediksi) yang menunjukkan nilai
0,00-0,199 Sangat Rendah
peningkatan (+) atau nilai penuruna
0,20-0,399 Rendah
n (-) variabel Y.
0,40-0,599 Cukup
a. Harga konstan variabel terikat jika 0,60-0,799 Kuat
variabel bebas (X) tetap, yang diperoleh 0,80-1,000 Sangat Kuat
dengan rumus: Sumber: Riduwan, (2015)
Sedangkan untuk menyatakan besar kecilnya a : Nilai konstanta harga Y jika X = 0
sumbangan variabel X terhadap Y dapat
ditentukan dengan rumusan koefisien b : Nilai arah sebagai penentu ramalan
determinasi sebagai berikut: (prediksi) yang menunjukkan nilai
peningkatan (+) atau nilai penurunan (-)
KP = r2 x 100% variabel Y.

Dimana : KP = Besarnya koefisien penentu


(determinan)
Tabel 12. Ringkasan Statistik X terhadap Y
r = Koefisien korelasi
Symbol statistik Nilai statistic
Menguji signifikan dengan rumus thitung N 55
∑X 1740
𝑟√𝑛 − 2 ∑X2 59472
𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 =
√1 − 𝑟² ∑Y 2111
∑Y2 85735
Kriteria pengujian : ∑XY 69947
Sumber: Data dari
Jika thitung ≥ ttabel maka Ho artinya signifikan
kuesioner, 2018
dan
Untuk mencari persamaan di atas, langkah
thitung ≤ ttabel maka terima Ho artinya tidak pertama ialah dengan mencari b menggunakan
signifikan rumus:

HASIL PENELITIAN DAN 𝑛∑𝑋𝑌 − (∑𝑋)(∑𝑌)


𝑏=
PEMBAHASAN 𝑛∑𝑋2 − (∑𝑋)²

Analisis Penelitian Perhitungan :

Untuk menguji hipotesis digunakan 𝑛∑𝑋𝑌 − (∑𝑋)(∑𝑌)


𝑏=
teknik analisis statistik yaitu regresi linier 𝑛∑𝑋2 − (∑𝑋)²
sederhana untuk memprediksikan variabel 55.69947 − (1740)(2111)
=
terikat (Y), apabila perubahan pada variabel 55.59472 − (1740)²
(X) dan korelasi pearson product momen
untuk mengetahui hubungan variabel (X)
terhadap variabel Y. Untuk dapat membantu 173945
menganalisis data berikut tabel penolong 𝑏= = 0,714
243360
berdasarkan data yang diperoleh (lihat pada
tabel 6 pada lampiran-lampiran), menentukan Kemudian mencari a dengan menggunakan
persamaan regresi antara variabel X dan Y. rumus :

Bentuk persamaan regresi yang


digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai
(∑𝑌)(∑𝑋2 ) − (∑𝑋)(∑𝑋𝑌)
berikut : Ŷ = 𝑎 + 𝑏𝑋 𝑎=
𝑛∑𝑋² − (∑𝑋)²
Ŷ : Topi subjek variabel yang
diproyeksikan Perhitungan :

X : Variabel bebas yang mempunyai


nilai tertentu untuk diprediksi
(∑𝑌)(∑𝑋2 ) − (∑𝑋)(∑𝑋𝑌) 55.69947 − (1740)(2111)
𝑎= 𝑟ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 =
𝑛∑𝑋2 − (∑𝑋)2 √55.59472 − (1740)2 (55.85735) − (2111)²
(2111)(59472) − (1740)(69947)
= 173945
55.59472 − (1740)² 𝑟ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 = = 0,720
241323,479
3837612
𝑎= = 15,769 Untuk mencari besarnya kontribusi dari
243360
variabel X terhadap variabel Y digunakan
Berdasarkan nilai-nilai konstanta tersebut rumus koefisien determinasi melalui
maka persamaan regresi untuk variabel X persamaan berikut :
dengan Y dapat ditentukan sebagai berikut :
KP = r²x100%
Ŷ = 15,769 + 0,714(𝑋)
KP : Nilai koefisien determinasi
Persamaan regresi diatas menunjukkan
bahwa apabila variabel X mengalami r² : Nilai korelasi antara variabel X dan
peningkatan 1 (satu) maka rata-rata variabel Y variabel Y
mengalami peningkatan sebesar 0,714.
Perhitungan :
Pengujian Korelasi Pearson Product
KP = (0,720)² x 100%
Momen
= 51,84%
Rumus yang digunakan dalam pengujian
korelasi pearson product momen adalah : Dari data tersebut dapat dikatakan bahwa
variabel partisipasi masyarakat memberikan
𝑛∑𝑋𝑌 − (∑𝑋)(∑𝑌)
𝑟ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 = kontribusi terhadap efektivitas pelaksanaan
√{𝑛∑𝑋2 − (∑𝑋)2 }{𝑛∑𝑌 2 − (∑𝑌)2 } pembangunan sebesar 51,84%.
Keterangan : Menguji signifikan dengan rumus thitung
r : Koefisien korelasi variabel X dan
𝑟√𝑛 − 2
variabel Y 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 =
√1 − 𝑟²
X : Variabel bebas (Partisipasi
Masyarakat) 0,720√55 − 2
𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 =
√1 − 0,720²
Y : Variabel terikat (Efektivitas
Pelaksanaan Pembangunan) 5,24
𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 = = 7,59
0,69
N : Jumlah Sampel
Kriteria pengujian :
Kemudian untuk mencari rhitung, data-data
statistik yang diperoleh dimasukkan ke dalam Jika thitung≥ ttabel maka Ho artinya signifikan
rumus yang ada. dan

𝑛∑𝑋𝑌 − (∑𝑋)(∑𝑌) thitung ≤ ttabel maka terima Ho artinya tidak


𝑟ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 =
√{𝑛∑𝑋2 − (∑𝑋)2 }{𝑛∑𝑌 2 − (∑𝑌)2 } signifikan

Berdasarkan perhitungan diatas, α = 0,05


dan n = 55, uji 2 (dua) arah; df = n-2 = 50-2 =
53, namun yang diambil dari ttabel 60 alasannya
pada tabel distribusi student’s t tidak terdapat terhadap efektivitas pelaksanaan
ttabel 53, maka diambil ttabel yang paling pembangunan sebesar 0,720 sedangkan
mendekati dengan ttabel 53, dan yang paling koefisien determinasi sebesar 51,84%.
mendekati adalah ttabel 60 yaitu = 2,000. Dengan hasil ini dapat dijelaskan bahwa
Ternyata thitung lebih besar dari ttabel atau 7,59 ≥ peningkatan efektivitas pelaksanaan
2,000, maka Ho ditolak. Artinya ada besaran pembangunan ditentukan oleh partisipasi
pengaruh yang signifikan antara partisipasi masyarakat sebesar 51,84% sedangkan
masyarakat terhadap efektivitas pelaksanaan 48,16% ditentukan oleh faktor-faktor lain.
pembangunan. Berdasarkan hasil diatas, maka hipotesis yang
dikemukakan dapat diterima yaitu terdapat
Hasil Pembahasan derajat kaitan dan daya determinasi antara
partisipasi masyarakat terhadap efektivitas
Berdasarkan hasil penelitian
menggunakan regresi linier sederhana di pelaksanaan pembangunan di Desa Timbukar.
peroleh Ŷ = 15,769 + 0,714 (X). Hasil tersebut Berdasarkan hasil pengujian
menunjukkan bahwa antara variabel X yaitu signifikansi diperoleh bahwa nilai thitung = 7,59
partisipasi masyarakat dengan variabel Y pada taraf signifikan (α) = 0,05 dengan derajat
yaitu efektivitas pelaksanaan pembangunan kebebasan (df) = nilai ttabel = 2,000 yang
terdapat besaran pengaruh yang linier, dimana diambil dari ttabel 60 karena pada tabel
jika terjadi peningkatan sebesar 0,714 pada distribusi student’s t tidak terdapat ttabel 53,
variabel efektivitas pelaksanaan maka diambil ttabel yang paling mendekati
pembangunan dan apabila terjadi peningkatan dengan ttabel 53, dan yang paling mendekati
sebesar 100 kali pada variabel partisipasi adalah ttabel 60. Dari data tersebut diperoleh
masyarakat, maka akan terjadi peningkatan bahwa thitung lebih besar dari ttabel dimana thitung
sebesar 71,4 pada variabel efektivitas = 7,59> 2,000. Maka Ha diterima dan Ho
pelaksanaan pembangunan. ditolak. Hal ini membuktikan bahwa terdapat
Berdasarkan hasil diatas, maka besarnya pengaruh yang signifikan antara
partisipasi masyarakat terhadap efektivitas
hipotesis yang dikemukakan dapat diterima
yaitu terdapat pengaruh yang kuatatau pelaksanaan pembangunan di Desa Timbukar.
signifikan antara partisipasi masyarakat Menurut L. Soetrisno (1995,
terhadap efektivitas pelaksanaan Partisipasi sebagai kemauan rakyat untuk
pembangunan di Desa Timbukar Kecamatan mendukung secara mutlak program-program
Sonder Kabupaten Minahasa. Kemudian pemerintah yang ditentukan dan tujuannya
berdasarkan hasil analisis menggunakan oleh pemerintah. Dia juga menambahkan
korelasi pearson product momen diperoleh bahwa partisipasi adalah kerjasama antar
koefisien korelasi (r) = 0,720 sedangkan rakyat dan pemerintah dalam merencanakan,
koefisien determinasi (r²) = 0,5184. Apabila melaksanakan, melestarikan dan
koefisien korelasi mendekati + 1 atau – 1, mengembangkan hasil pembangunan.
berarti hubungan antarvariabel tersebut
Kemudian Soetomo mengatakan
semakin kuat. Sebaliknya, apabila koefisien
bahwa partisipasi masyarakat merupakan
korelasi mendekati angka 0, berarti hubungan
suatu peran dimana terdapat adanya
antar variabel tersebut semakin lemah.
pembangunan untuk menuju kepada
Dengan kata lain, besarnya nilai korelasi
peningkatan taraf hidup masyarakat tersebut
bersifat absolut, sedangkan tanda “+” atau “-“
(Soetomo, 2012: 116). Karenanya, partisipasi
hanya menunjukkan arah hubungan saja.
masyarakat dalam lingkungan pedesaan
Hasil tersebut menunjukkan bahwa tingkat
merupakan manifestasi terhadap peran
korelasi antara partisipasi masyarakat
masyarakat dalam mendukung suatu
perubahan sosial melalui hubungan timbal pelaksanaan pembangunan sangat
balik antara masyarakat dan desa. Artinya dibutuhkan guna meningkatnya
bahwa adanya ketergantungan antara efektivitas pelaskanaan pembangunan.
masyarakat dengan desa dalam upaya
2. Indikator kesediaan memberikan
peningkatan atau kemajuan baik
sumbangan berupa pikiran, keahlian dan
masyarakatnya maupun desanya secara
ketrampilan. Dalam indikator ini sendiri
universal. Pembangunan yang efektif
masyarakat sangat jarang memberikan
membutuhkan keterlibatan (partisipasi) dari
sumbangan atau kontribusinya, seperti
masyarakat itu sendiri. Sehingga selain demi
ide, pendapat atau saran tentang
pembangunan yang efektif akan terwujud juga
pengambilan keputusan suatu program,
peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat
sumbangan berupa keahlian atau
itu sendiri. Hasil penelitian ini menunjukkan
ketrampilan yang dimilki untuk
bahwa adanya hubungan yang positif antara
perencanaan atau perancangan (desain)
partisipasi masyarakat dengan efektivitas
suatu program pembangunan. Sumbangan
pelaksanaan pembangunan.
pemikiran, keahlian dan ketrampilan
Efektivitas pelaksanaan sangat dibutuhkan guna menunjang
pembangunan tidak terlaksana dikarenakan program-program yang sesua dengan apa
banyak faktor. Baik faktor intrinsik maupun yang dikehendaki oleh masyarakat.
ekstrinsik. Untuk itu, salah satu yang Karena masyarakat selain subjek dari
membuatnya terlaksana yaitu partisipasi pembangunan akan tetapi juga objek dari
masyarakat. Tidak dapat dipungkiri bahwa pembangunan itu sendiri.
pelaksanaan program pembangunan
3. Indikator kesediaan memberikan
memerlukan adanya faktor yang mendukung
sumbangan berupa uang, materi dan
terselenggaranya suatu program kegiatan
bahan-bahan.Dengan adanya sumbangan
yang bermutu, tepat waktu dan tepat sasaran
berupa uang, materi dan bahan-bahan dari
dengan mengaktifkan secara efektif faktor
masyarakat akan sangat menunjang
pendukung berupa partisipasi masyarakat.
peningkatan efektivitas pelaksanaan
Berdasarkan variabel partisipasi pembangunan. Sumbangan berupa
masyarakat terdapat indikator-indikator yang peralatan kerja baik dipinjamkan maupun
memberi arah yang menentukan terjadinya dihibahkan untuk mendukung
peningkatan atau memberi pengaruh pelaksanaan suatu program pembangunan
terhadaap efektivitas pelaksanaan yang sudah ditetapkan.
pembangunan. Indikator-indikatornya yaitu
4. Indikator tanggung jawab terhadap
sebagai berikut:
keberhasilan pembangunan. Keberhasilan
1. Indikator keaktifan masyarakat dalam pembangunan di Desa Timbukar adalah
pelaksanaan pembangunan. Berdasarkan merupakan tanggung jawab bersama
jawaban hasil penelitian lewat kuesioner antara pemerintah desa dan masyarakat
responden sebagian besar masyarakat sendiri. Dengan adanya rasa tanggung
cukup aktif melibatkan diri dalam jawab dari masyarakat sendiri akan
pelaksanaan pembangunan, seperti ikut mendorong masyarakat untuk mendukung
dalam kegiatan gotong-royong dan ikut setiap program pembangunan desa yang
serta dalam pertemuan-pertemuan atau direncanakan atau ditetapkan oleh
rapat desa yang dilaksanakan oleh pemerintah desa.
pemerintah, walaupun yang mengikuti
Dengan ini menunjukkan bahwa dengan
rapat yang mendominasi yaitu
adanya indikator-indikaror dari variabel
pemerintah. Keaktifan masyarakat dalam
partisipasi masyarakat akan membuat dilaskanakan tidak sesuai dengan waktu
masyarakat lebih semangat memberikan yang telah ditetapkan itu berarti suatu
dirinya terlibat dalam pelaskanaan tujuan efektivitas pelaskanaan
pembangunan di desa dan pemerintah sendiri pembangunan tidak terwujud.
lebih melibatkan masyarakat dalam
4. Tercapainya tujuan. Ketika program
pelaksanaan pembangunan. Berdasarkan hasil
pelaksanaan pembangunan dipahami,
penelitian, maka dapat dikatakan indikator-
pelaskanaan dilaksanakan sesuai rencana
indikator dalam variabel partisipasi
atau tepat sasaran, dan tepat waktu maka
masyarakat memberikan keterangan bahwa
akan dengan demikian tujuan yang
ada pengaruh yang kuat terhadap efektivitas
diidamkan tercapai. Memberikan manfaat
pelaksanaan pembangunan.
bagi masyarakat bahkan pemerintah.
Dilihat pada variabel efektivitas
5. Perubahan nyata. Dengan adanya
pelaksanaan pembangunan, terdapat
program-program pembangunan desa
indikator-indikator yang memberikan
yang dilaksanakan oleh pemerintah desa
stimulus pada pemerintah dan masyarakat
bersama-sama masyarakat akan
untuk bekerja sama guna peningkatan
memberikan kemudahan bagi warga desa
efektivitas pelaksanaan pembangunan.
dalam melaksanakan kegiatan aktivitas
Indikator-indikator yaitu sebagai berikut:
usaha mereka, memberikan kontribusi
1. Pemahaman program. Pemahaman bagi perbaikan kehidupan masyarakat
program dalam pelaksanaan desa sesuai dengan tujuan dari program
pembangunan sangat diperlukan, apalagi itu sendiri.
jika dikaitkan dengan partisipasi
Dengan ini menunjukkan bahwa dengan
masyarakat, masyarakat akan mudah
adanya indikator-indikator variabel efektivitas
berpartisipasi apabila diberikan
pelaksanaan pembangunan akan membuat
kesempatan, adanya pemahaman program
masyarakat akan membuat masyarakat lebih
terutama mengenai tujuan, sasaran, dan
semangat memberikan dirinya terlibat dalam
manfaat dari program pembangunan itu
pelaskanaan pembangunan di desa dan
sendiri.
pemerintah sendiri lebih melibatkan
2. Tepat sasaran. Adanya efektivitas masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan.
pelaksanaan pembangunan dikarenakan Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat
pelaskanaan suatu program pembangunan dikatakan indikator-indikator dalam variabel
desa yang ditetapkan dilaksanakan sesuai efektivitas pelaksanaan pembangunan
rencana baik. Dengan adanya kesesuaian memberikan keterangan bahwa ada pengaruh
akan apa yang dibutuhkan dan yang yang kuat terhadap efektivitas pelaksanaan
terjadi akan memingkatkan efektivitas pembangunan juga ada bagaian untuk
pelaskanaan pembangunan, dan akan menyelesaikan masalah-masalah yang ada.
membuat masyarakat dilibatkan, karena
Dari hasil penelitian di Desa Timbukar,
rencana program pembangunan sesuai
Partisipasi masyarakat berpengaruh signifikan
dengan apa yang diiginkan bersama baik
atau kuat terhadap efektivitas pelaskanaan
masyarakat maupun pemerintah sendiri.
pembangunan, dimana nilai koefisien korelasi
3. Tepat waktu.Dengan adanya tahapan- (r) = 0,720 sedangkan koefisien determinasi
tahapan waktu pelaksanaan maka akan (r²) = 0,5184 atau 51,84%. Jadi, semakin
lebih mudah dalam melaksanakan sering masyarakat mengimplementasikan
program pembangunan yang ada. Namun partisipasi masyarakat maka efektivitas
apabila setiap program yang ada
pelaksanaan pembangunan akan mengalami terhadap efektivitas pelaksanaan
peningkatan. pembangunan sebesar nol koma tujuh
ratus dua puluh sedangkan koefisien
KESIMPULAN DAN SARAN determinasi sebesar lima puluh satu koma
delapan puluh empat persen. Dengan hasil
Kesimpulan
ini dapat dijelaskan bahwa peningkatan
Berdasarkan hasil analisis data efektivitas pelaksanaan pembangunan
sebagaimana telah dikemukakan pada bagian ditentukan oleh partisipasi masyarakat
sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan sebesar lima puluh satu koma delapan
sebagai berikut: puluh empat persen sedangkan empat
puluh delapan koma enam belas persen
1. Partisipasi masyarakat di Desa Timbukar
ditentukan oleh faktor-faktor lain.
umumnya belum sepenuhnya baik dilihat
dari indikator pengukuran yang dipakai Saran
yaitu keaktifan masyarakat dalam Berdasarkan hasil penelitian, pembahasan
pelaksanaan pembangunan, kesediaan dan kesimpulan, penulis memberikan saran
memberikan sumbangan berupa pikiran, berupa hal-hal sebagai berikut:
keahlian dan ketrampilan, kesediaan
memberikan sumbangan berupa uang, 1. Partisipasi masyarakat di Desa Timbukar
materi dan bahan-bahan dan tanggung perlu ditingkatkan khusunya indikator
jawab terhadap keberhasilan kesediaan memberikan sumbangan
pembangunan. Dilihat dari kesediaan berupa pikiran, keahlian dan ketrampilan.
masyarakat memberikan sumbangan Agar pemerintah mengetahui apa saja
berupa pikiran, keahlian dan ketrampilan yang harus dilakukannya baik program
yang sangat kurang, karena masih banyak pembangunan maupun membangunan
masyarakat yang tidak memberikan saran komunikasi dengan masyarakat.
atau pendapat kepada pemerintah 2. Efektivitas pelaksanaan pembangunan di
mengenai pelaksanaan pembangunan. Desa Timbukar perlu ditingkatkan
2. Efektivitas pelaksanaan pembangunan di terutama dalam aspek ketepatan waktu.
Desa Timbukar dilihat dari indikator Agar program yang telah ditetapkan
pengukuran yang dipakai yaitu dilihat masyarakat dalam pelaksanaannya
pemahaman program, tepat sasaran, tepat tepat waktu.
waktu, tercapainya tujuan, perubahan 3. Partisipasi masyarakat berpengaruh
nyata. Dilihat dari ketepatan waktu yang signifikan terhadap efektivitas
sangat kurang, karena masih banyak pelaksanaan pembangunan, sehingga
program pembangunan oleh pemerintah besaran partisipasi masyarakat dapat
yang tidak terlaksana tepat waktu. dijadikan alat atau sarana untuk
3. Partisipasi masyarakat berpengaruh meningkatkan efektivitas pelaksanaan
signifikan terhadap efektivitas pembangunan.
pelaksanaan pembangunan di Desa
DAFTAR PUSTAKA
Timbukar. Ini berarti bahwa partisipasi
masyarakat merupakan salah satu faktor Bintoro Tjokroamidjojo, Pengantar
penentu peningkatan efektivitas Administrasi pembangunan, Jakarta :
pelaksanaan pembangunan. Hasil LP3ES,.
perhitungan menunjukkan bahwa tingkat
korelasi antara partisipasi masyarakat Ghozali, Imam. 2007. Analisis Multivariate
Dengan Program SPSS. Cetakan
Empat. Semarang : Badan Penerbit Sugiyono. 2007. Metode Penelitian
Universitas Diponogoro Administrasi. Bandung : Alfabeta.

Kunarjo, 2002. Perencanaan dan Sugiyono. 2009. Metode Penelitian


Pengendalian Program Pembangunan. Kuantitatif Kualitatif Dan R & D.
Jakarta : Universitas Indonesia Bandung : CV Alfabeta.

Siagian, Sondang P. 2001. Efektivitas


Organisasi Kriteria Pengukuran.
Jakarta: Penerbit Bumi Aksara Sumber lain:

Soetomo. 2012. Partisipasi Masyarakat Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014


Pedesaan. Jakarta: Erlangga Tentang Desa