You are on page 1of 7

KOMPOSISI KOMPOS SERESAH KEBUN RAYA PURWODADI DAN

PENGARUHNYA TERHADAP PRODUKTIVITAS BAYAM HIJAU DAN BAYAM


MERAH

Agung Sri Darmayanti 1) dan Abban Putri Fiqa 2)


UPT Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi,
Jl. Raya Surabaya-Malang km. 65 Purwodadi, Pasuruan
yanthie82@gmail.com 1) dan abbanpf@gmail.com 2)

ABSTRACT

Treatment of compost on vegetable crops are very important to provide nutrients that plants
need, because vegetables need a lot of organic nutrients to thrive and safe for human
consumption. Purwodadi Botanic Garden have potential as a producer of high litter so it can
be used to make compost varying quality. This research was conducted by select vak in
Purwodadi botanical at produce a lot of litter from different plant species composition, then
each of the six chosen litter composted and tested on two spinach, green and red. Control was
compost which is marketed in the general that comes from compost unit of Brawijaya
University. Each treatment was repeated 3 times and results recorded are the weight of wet
and dry weight of spinach. Statistical data processing is done using a randomized block
design and continued with duncan test with confidence level of 5%.The results that the root
fresh weight of green spinach are significantly different results only in the treatment of
compost from the vak VII (the smallest average was 1, 01 g) of compost from vak XXV and
control. Stem fresh weight of green spinach are significantly different results only in the
compost from vak VII (the smallest average of 9,33 g) of compost from the vak XXV and
control. Leaf fresh weight and dry weight of stems, roots and leaves of green spinach there is
no real difference between all treatments. Wet weight of red spinach leaves are significantly
different results only in the compost treatment from vak VII and from vak XX (the smallest
average of 1,05 g dan 0,53 g) of compost from the vak XXV and control. Red spinach leaf dry
weight are significantly different results only in the compost treatment from vak XX and from
vak VII (the smallest average of ,07 g dan 0,08 g) of compost from the vak XXV and control.

Keywords : Compost, Productivity, Purwodadi Botanical Garden, Spinach

PENGANTAR tanah. Pemberian bahan organik


berpengaruh terhadap perbaikan sifat fisika
Tanah mempunyai peranan penting dan kimia tanah. Bahan organik yang
bagi tanaman karena menyediakan air dan ditambahkan akan mengalami proses
unsur-unsur hara yang diperlukan tanaman. dekomposisi oleh mikroorganisme atau
Namun belakang ini, permasalahan yang merupakan bahan organik yang telah
dihadapi tanah adalah produktivitas yang terdekomposisi dan tinggal berperan
rendah, hal ini disebabkan salah satunya menyuburkan tanah seperti kompos.
oleh rendahnya kandungan organik dalam
Kompos merupakan perombakan diversivitas tanaman yang tinggi tentunya
bahan organik segar dari tanaman atau menghasilkan seresah daun yang banyak
dedaunan yang sengaja dibuat atau dari jenisnya. Setiap musim kemarau banyak
timbunan sampah organik di tempat jenis tanaman di kebun raya Purwodadi
sampah yang sudah berwarna hitam dan yang memiliki sifat menggugurkan daun.
sudah tidak dapat dilihat lagi serat aslinya Dari beberapa jenis yang terpilih, maka
dan tidak lagi panas karena proses dibuatlah kompos dengan berbagai
fermentasinya telah usai ( Supari, 1999). komposisi jenis seresah yang berbeda.
Dalam proses dekomposisi kompos akan Kompos yang dihasilkan dari
terjadi perubahan perubahan oleh dekomposisi seresah daun merupakan
mikroorganisme. Nisbah C/N dan salah satu pupuk organik yang mampu
kandungan lignin yang rendah dari bahan mendukung suatu pertumbuhan tanaman
organik akan memudahkan proses dalam sistem pertanian organik. Spesies
dekomposisi (Sudrajat, 1998). Menurut yang dipilih dalam penelitian ini adalah
Alvarez, et al. (1995) kompos berpengaruh sayur bayam. Tanaman bayam adalah
secara langsung dengan melepaskan hara sayuran umum yang sangat digemari
yang dikandungnya dan secara tidak masyarakat Indonesia karena kandungan
langsung dengan mempengaruhi kapasitas gizinya yang sangat tinggi. Bayam
tukar kation yang mempengaruhi serapan termasuk family Amaranthaceae, marga
hara. Kompos dalam tanah dapat Amaranthus yang banyak mengandung air
berpengaruh positif yaitu merangsang (herbaceous), tumbuh di atas permukaan
pertumbuhan atau negatif yaitu tanah. Bayam digolongkan menjadi 2
menghambat pertumbuhan tanaman. macam, bayam liar dan bayam budidaya.
Kompos dapat dibuat dengan berbagai Bayam budidaya ada beberapa jenis, dua
campuran bahan atau sampah organik, diantaranya adalah bayam berbatang dan
ataupun dari beberapa jenis seresah berdaun hijau dan bayam berbatang dan
tanaman. berdaun merah yang merupakan golongan
Kandungan senyawa kimia dapat Amaranthus tricolor.
berbeda antar spesies tanaman dalam satu Tujuan dari penelitian ini adalah
genus sekalipun. Oleh sebab itu, pemilihan mengetahui pengaruh pemberian berbagai
jenis tanaman sebagai sumber bahan komposisi kompos seresah daun yang
organik sangat perlu dilakukan dengan berbeda-beda terhadap produktivitas
memperhatikan kualitas serasahnya. Kebun tanaman bayam hijau dan bayam merah
Raya Purwodadi yang memiliki
BAHAN DAN CARA KERJA keringnya. Tiap perlakuan diulang
sebanyak 3 kali dan hasil yang dicatat
Penelitian dilakukan pada bulan adalah berat basah dan berat kering
Juni sampai Agustus 2010. Penelitian tanaman bayam. Pengolahan data
dilakukan pada bedengan pembibitan di dilakukan secara statistik menggunakan
Kebun Raya Purwodadi. Bedengan di bagi rancangan acak kelompok dan analisa
menjadi 7 lajur ke samping sebagai lanjutan dengan uji duncan dengan taraf
pemisah perlakuan dan masing-masing kepercayaan 5%. Analisis kompos
dibagi 3 ke belakang sebagai ulangan. dilakukan pada Laboratorium UPT
Tanah bedengan sebelumnya diolah Pengembangan Agribisnis Tanaman
terlebih dahulu dan dicampur kompos Pangan dan Hortikultura- Lawang.
dengan jumlah yang sama tiap perlakuan,
ketujuh perlakuan pemberian kompos HASIL
dapat diuraikan sebagai berikut :
No Vak Spesies Hasil analisis laboratorium kompos
1 VII Swietenia macrophylla
2 XX Swietenia macrophylla dapat dilihat pada tabel 1 berikut
Terminalia microphylla Tabel 1. Kandungan Beberapa Unsur Hara Kompos
Diospyros malabarica
Bahan Organik
3 XXIII Kigelia africana No Kompos
Lagerstroemia speciosa %C %N C/N P205 K2O Ca
Ficus benjamina 1 vak VII 15,5 1 15,5 0,7 0,81 0,9
Swietenia macrophylla 2 vak XX 16,4 1 16,8 0,64 0,86 1,1
4 XXII Syzygium javanicum vak
Swietenia macrophylla 3 XXIII 15,9 0,9 17,7 0,69 0,79 1
Decaspermum sp. vak
5 VI Swietenia macrophylla 4 XXII 18,8 1 18,4 0,72 0,7 0,9
Acacia auriculiformis 5 vak VI 16,6 1 16,9 0,8 0,73 1
Chrysophylum cainito vak
Syzygium javanicum 6 XXV 17,2 1,1 15,9 0,85 0,9 1,1
6 XXV Swietenia macrophylla 7 kontrol 17,8 1 17,6 0,81 0,88 1,2
Canarium vulgare
Albizia saman
Miletia xylocarpa Dari hasil analisis pengukuran unsur hara
Kompos yang
diperjualbelikan dibuat oleh dalam kompos yang telah diperoleh,
UPT Kompos Univ. diketahui kadar unsur C-Organik
7 Kontrol Brawijaya
menunjukkan nilai yang bervariasi, yang
Selanjutnya tanah yang diberi kompos
terendah adalah kompos 1 (Vak VII) dan
ditanami bayam, dan dijarangkan untuk
yang tertinggi adalah kompos 7 (control
diambil 5 tanaman sebagai sampel tiap
Dalam tabel 2 berikut diuraikan
ulangan. Setelah 2 bulan, bayam dipanen
respon berat bayam hijau dan merah yang
dan diukur berat basah dan berat
dipengaruhi oleh perlakuan, ada 4 respon
yaitu pada berat basah akar dan batang disumbangkan oleh unsur hara tanah.
bayam hijau dan berat basah dan kering Dapat dilihat pada tabel bahwa perlakuan 6
daun bayam merah dan 7 (kontrol) memiliki kandungan
Tabel 2. Hasil Analisis Rata-rata Berat phospor berturut-turut yaitu 0,85 dan
Bayam (gr)
0,81%, sedangkan kalium 0,9 dan 0,88 %
BAYAM HIJAU BAYAM MERAH paling tinggi dibandingkan perlakuan lain.
Perl
AKAR BATANG DAUN Grafik Berat Akar Bayam Hijau
B.basah B.basah B.basah B.kering
10,0000
1 1,01 a 9,33 a 1,05 a 0,67 a 9,25 9,08
9,0000
2 1,63 ab 14,40 ab 0,53 a 0,08 a
8,0000
3 1,91ab 14,93 ab 2,33 ab 1,37 ab
7,0000
4 2,4433 ab 18,40 ab 2,13 ab 1,43 ab

Berat (gr)
6,0000
5 2,67 ab 15,33 ab 2,67 ab 1,57 ab
5,0000
6 9,25 b 43,43 b 4,67 b 2,20 b
4,0000
7 9,08 b 45,93 b 3,15 b 2,00 b
3,0000 2,44 2,67
Keterangan : Notasi yang berbeda pada bagian 1,91
1,63
belakang angka adalah hasil uji Duncan dan 2,0000
1,01
menunjukkan bahwa ada perbedaan nyata respon 1,0000

0,0000
PEMBAHASAN 1 2 3 4 5 6 7

Perlakuan
Kadar C yang rendah menyebabkan AKAR B.basah AKAR B.kering

nilai rasio C/ N menjadi rendah. Gambar 1. Grafik Berat Akar Bayam Hijau
Sebenarnya kadar C/N yang rendah
Begitu pula dengan berat basah
menandakan bahwa proses dekomposisi
batang bayam hijau pada perlakuan 1 yang
bahan penyusun kompos tersebut lebih
berbeda nyata dengan perlakuan 6 dan 7
baik, sehingga sifat kompos juga semakin
(kontrol) yang dapat dilihat pada gambar 2.
baik dibandingkan kompos yang kadar
C/N nya tinggi.
Grafik Berat Batang Bayam Hijau
Dari hasil perhitungan berat basah 50 45,93
43,43
45
dan kering bayam hijau, perbedaan nyata 40

35
ternyata ditemui pada berat basah akar
Berat (gram)

30

perlakuan 1 yang lebih kecil dibandingkan 25


18,40
20
14,40 14,93 15,33
perlakuan 6 dan 7 (kontrol), dapat dilihat 15
9,33
10
pada gambar 1. Padahal nilai C/N 5

perlakuan 1 paling rendah, kemungkinan 0


1 2 3 4 5 6 7

Perlakuan
hal ini dikarenakan pertumbuhan akar
BATANG B.basah BATANG B.kering
tanaman sangat dipengaruhi oleh besarnya
unsur phospor dan kalium yang Gambar 2. Grafik Berat Batang Bayam Hijau
Semakin tinggi kandungan hara dari vak VII dan vak XX (hasil rata-rata
NPK kompos maka semakin tinggi paling kecil yaitu 1,05 gr dan 0,53 gr )
pertumbuhan tanaman. Nitrogen yang terhadap kompos dari vak XXV dan
diperlukan untuk pertumbuhan atau kontrol. Berat kering daun bayam merah
pembentukan bagian-bagian vegetatif terdapat perbedaan nyata hasil hanya pada
seperti batang, daun, dan akar. Sedangkan perlakuan kompos dari vak VII dan vak
phospor diserap tanaman untuk XX (hasil rata-rata paling kecil yaitu 0,07
merangsang pertumbuhan akar dan gr dan 0,08 gr ) terhadap kompos dari vak
tanaman muda, mempercepat pembungaan, XXV dan kontrol. Hasil pengamatan dapat
dan pemasakan buah (Novizan, 2002). dilihat pada gambar 3.
Menurut Supardi (1976), adanya kalium
Grafik Berat Daun Bayam Merah
tersedia yang cukup dalam tanah menjamin 5 4,67
4,5
ketegaran tanaman, selanjutnya kalium 4

3,5 3,15
membuat tanaman lebih tahan terhadap
Berat (gram)

3 2,67
2,33
penyakit dan merangsang pertumbuhan 2,5 2,13 2,20
2,00
2
1,57
akar. Kalium cenderung meniadakan 1,5
1,37 1,43
1,05
1
pengaruh buruk dari nitrogen dan 0,67
0,53
0,5
0,08
mempercepat pertumbuhan jaringan 0
1 2 3 4 5 6 7
meristem. Pertumbuhan pada tumbuhan Perlakuan
DAUN B.basah DAUN B.kering
terjadi akibat kegiatan sel-sel pada jaringan
Gambar 3. Grafik Berat Daun Bayam Merah
meristem yang selalu membelah secara Fungsi kalsium adalah untuk
mitosis. Jaringan meristem terletak di menyusun klorofil, dibutuhkan enzim
ujung akar, ujung batang dan kambium, untuk metabolis karbohidrat, serta
sehingga menyebabkan memanjangnya mempergiat sel meristem sehingga
ujung akar dan ujung batang. mendukung perkembangan daun.
Bayam merah memiliki respon Sedangkan kalium mengatur kegiatan
yang berbeda karena perlakuan pemberian membuka dan menutupkan stomata,
kompos. Respon justru ditunjukkan pada sehingga pengaturan yang optimal akan
berat basah dan kering daun. Berat kering mengendalikan transpirasi tanaman dan
ini merupakan banyaknya penimbunan meningkatkan proses metabolisme
karbohidrat, protein, dan vitamin serta pembentukan karbohidrat. Rata-rata
bahan-bahan organik lainnya. Berat basah jumlah kandungan kalsium dan kalium
daun bayam merah terdapat perbedaan perlakuan 1 dan 2 lebih rendah
nyata hasil hanya pada perlakuan kompos
dibandingkan perlakuan 6 dan 7 (dapat kurang sempurna dan kandungan unsur
dilihat pada tabel 1). Kandungan kalium hara kurang terlengkapi dari unsur yang
yang cukup banyak juga pada perlakuan 6 terdapat pada tanaman yang lain.
dan 7 menyebabkan selisih berat basah dan
berat kering daun bayam merah pada KESIMPULAN
perlakuan ini cukup besar. Selisih berat ini
menunjukkan besarnya kandungan air yang Kompos dapat tersusun oleh
hilang karena pemanasan. Adanya kalium berbagai bahan organik salah satunya
yang cukup akan meningkatkan adalah seresah. Tiap seresah penyusun
pertumbuhan akar yang akan kompos mempunyai pengaruh yang
mempengaruhi absorpsi air sehingga berbeda dalam menyusun sifat kompos.
terjadi peningkatan kandungan air. Sifat dan kandungan unsur hara kompos
Sedangkan bila melihat jenis yang berbeda juga menyebabkan beberapa
spesies penyusun kompos-kompos tersebut respon yang berbeda terhadap
dapat dijelaskan sebagai berikut. pertumbuhan vegetatif tanaman, contohnya
Berdasarkan hasil penelitian yang bayam. Bayam hijau menunjukkan respon
dilakukan oleh Rindyastuti, dkk. (2010) pada berat basah akar dan batangnya akibat
terhadap kualitas seresah beberapa daun kandungan unsur P dan K yang berbeda
family Fabaceae menyatakan bahwa dari kompos, sedangkan pada bayam
Miletia xylocarpa diperkirakan akan merah respon ditunjukkan pada berat basah
mengalami proses dekomposisi yang dan kering daun bayam akibat kandungan
cukup cepat karena kadar lignin yang Ca dan K yang berbeda dari kompos.
cukup rendah. Sedangkan Swietenia Kompos dengan perlakuan paling buruk
macrophylla struktur daunnya banyak adalah kompos yang secara dominan hanya
disusun oleh lapisan lilin yang sulit tersusun dari 1 jenis seresah yaitu
terdekomposisi. Penyusun kompos dari Swietenia macrophylla yang juga
vak XXV salah satunya adalah Miletia mempunyai kandungan lilin dan ligninnya
xylocarpa yang relatif mudah yang besar sehingga kurang dapat
terdekomposisi sehingga pembentukan terkomposkan secara optimal.
komposnya lebih sempurna, sedangkan
kompos yang berasal dari vak VII hanya UCAPAN TERIMA KASIH
tersusun dari 1 jenis seresah tanaman yaitu Ucapan terima kasih disampaikan
Swietenia macrophylla sehingga pada tim peneliti dan pembantu peneliti
kemungkinan proses pendekomposisian pada proyek program insentif Ristek
“Seleksi Serasah Tanaman Koleksi Kebun
Raya Purwodadi dalam Upaya
Smith, S.E. 2003. What is lignin.
Menghasilkan Kompos Berkualitas Tingi” http://www.wisegeek.com/what-is-
lignin.htm. Diakses tanggal 16 Agustus
2010
DAFTAR PUSTAKA
Sudrajat, R. 1998. Pedoman Teknis
Penggunaan EM-4 untuk Pembuatan
Alvarez, M.A.B., S. Gagne and H. Antoun. Kompos dari Daun dan Seresah Pohon
1995. Effect of Compost on di Kawasan Hutan. BTP. Surakarta
Rhizospheremicroflora of the tomato
and on theincident of the plant Supardi, G. 1974. Sifat dan Ciri Tanah.
growth- promoting rhizobacteria. Proyek Peningkatan/ Pengembangan
Applied and Enviromental Perguruan Tinggi. IPB. Bogor
Microbiology 61 (1) : 194 – 199
Supari, D. 1994. Tuntunan membangun
Nan, D. Kristian, dan Budi, S. 2005. Cara Agribisnis : edisi pertama. PT. Elex
Tepat Membuat Kompos. Agromedia Media Komputindo. Jakarta
Pustaka. Jakarta
Sutanto, R. 2002. Penerapan Pertanian
Novizan, 2002. Petunjuk Pemupukan yang Organik. Kanisius. Yogyakarta
Efektif. Agromedia Pustaka. Jakarta
Tan, K.H. 1997. Dasar-Dasar Kimia
Rindyastuti, R., Darmayanti, A.S. 2010. Tanah. Gadjah Mada University.
Komposisi Kimia dan Estimasi Proses Yogyakarta
Dekomposisi Serasah 3 Spesies
Familia Fabaceae di Kebun Raya Yusuf T.2009. Unsur Hara dan Fungsinya .
Purwodadi. Disampaikan dalam http://tohariyusuf.wordpress.com/2009/
seminar: Perspektif Biologi dalam 04/04/unsur-hara-dan-fungsinya/.
Pengelolaan Sumber Daya Hayati, 12 Diakses tanggal 20 Agustus 2010
Agustus 2010. Universitas Gadjah
Mada. Yogyakarta