You are on page 1of 13

HALAMAN PENGESAHAN

Judul : “Dampak Negatif Internet Bagi Anak dan Cara Mengatasinya”

Disahkan :

Hari :

Tanggal :

Mengetahui,
Wali Kelas IX 2 Guru Pembimbing

Dra.ROZALINDA DESFITRIYENTI, S.Pd


NIP. 19681004 200501 2 003 NIP. 19681220 200701 2 005

i
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang telah menolong hamba-Nya

menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan Dia,

mungkin kami tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik. Makalah ini

disusun agar semua dapat mengetahui apa saja bahaya dan dampak buruk dari

narkoba yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber.

Makalah ini kami susun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri

kami maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan

terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.

Ucapan terima kasih penulis kepada :

1. Kedua orang tua yang telah mendukung penulis baik secara spiritual maupun

materil

2. Ibu Maisuherni, S.Pd selaku Kepala SMPN 11 Mandau

3. Ibu Desfitriyenti, S.Pd selaku guru pembimbing sekaligus Guru Bahasa

Indonesia SMPN 11 MANDAU

4. Ibu Dra.ROZALINDA, S.Pd selaku wali kelas IX 2

5. Rekan – rekan yang telah mendukung dan memberi semangat dalam pengerjaan

Karya Ilmiah ini.

Walapun karya tulis ini kurang sempurna dan memerlukan perbaikan, tapi

juga memiliki detail yang cukup jelas bagi pembaca.

Duri, Maret 2019

Penulis

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN PENGESAHAN ..................................................................................i

KATA PENGANTAR ..............................................................................................ii

DAFTAR ISI .............................................................................................................iii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang .....................................................................................................1

1.2 Rumusan Masalah . ..............................................................................................2

1.3 Tujuan Penulisan ..................................................................................................2

1.4 Metode Penulisan .................................................................................................2

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Definisi Rokok .....................................................................................................3

2.2 Faktor Alasan Seorang Remaja Mulai Merokok ................................................3

2.3 Ciri – Ciri Perokok ...............................................................................................4

2.4 Penyebab Remaja Merokok ................................................................................4

2.5 Dampak Rokok ...................................................................................................5

2.6 Upaya Pencegahan ..............................................................................................6

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan .........................................................................................................7

3.2 Saran ...................................................................................................................7

DAFTAR PUSTAKA ..............................................................................................8

iii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Rokok menurut dokter sangat berbahaya bagi kesehatan. Banyak kandungan zat

berbahaya didalam rokok. Hal itu sangat mengganggu kesehatan. Berbagai alasan

faktor penyebab untuk merokok diatas biasanya kalah seandainya beradu

argument dengan pakar yang ahli tentang potensi berbahaya atas apa timbulnya

dari kebiasaan merokok baik bagi dirinya sendiri, orang lain dan lingkungan

sangatlah ironis memang bahwa manusia sangat memperhatikan keseimbangan

alam akibat proses pembakaran bahan bakar oleh industry yang mengeluarkan

polusi, tetapi di lain pihak orang-orang dengan sengaja mengalihkan gas produksi

pembakaran rokok ke paru-paru mereka tanpa sepengatahuan kita. Asap rokok

akan menyebabkan kanker, serangan jantung, dan akan merusak diri kita dan

orang lain.

Sangat ironis memang bahwa manusia sangat memperhatikan keseimbangan alam

akibat proses pembakaran bahan bakar oleh industri yang mengeluarkan polusi

tetapi dilain pihak orang-orang dengan sengaja mengalirkan gas produksi

pembakaran rokok ke paru-paru mereka.

Terutama remaja masa kini, masa remaja merupakan masa dimana seorang

individu mengalami peralihan dari satu tahap ke tahap berikutnya dan mengalami

perubahan baik emosi, tubuh, minat pola perilaku, dan juga panuh dengan masala-

masala ( Hurlock 1998 ). Oleh karenanya, remaja sangat rentah sekali mengalami

iv
psikososial, yakni masalah psikis atau kejiwaan yang timbul sebagai akibat

terjadinya perubahan social.

Kebiasaan merokok di Indonesia sangat memprihatinkan. Setiap saat kita dapat

menjumpai masyarakat dari berbagai usia, termasuk pelajar. Padahal, berbagai

penelitian dan kajian yang telah di lakukan menunjukan bahwa rokok sangat

membahayakan kesehatan. Bukan hanya membahayakan para perokok, asap

rokok juga sangat berbahaya apabila di hirup oleh orang-orang yang berada di

sekitarnya ( perokok pasif ). Bahkan sebagian penelitian menunjukkan bahwa para

perokok pasif memiliki resiko kesehatan lebih tinggi dari pada para prokok itu

sendiri. Penyakit-penyakit mulai dari menderita batuk hingga kanker paru-paru

mengancam para perokok aktif maupun pasif.

Karena itu Penulis menyusun masalah yang berjudul “ Bahaya Merokok” agar

dapat mengetahui akibatnya bagi pengguna.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa pengertian dari rokok ?

2. Apa saja ciri-ciri perokok ?

3. Bagaimana dampak rokok terhadap kesehatan ?

1.3 Tujuan Penulisan

1. Untuk menyadarkan para remaja akan bahaya merokok

2. Agar para remaja tahu tentang bahan kimia yang ada di rokok

3. Untuk membiasakan para remaja jauh dari rokok.

v
1.4 Metode Penulisan

Metode yang gunakan adalah metode studi pustaka, yaitu sumber tertulis

seperti, buku-buku, media massa dan media elektronik sebagai acuan dalam

mencari informasi.

vi
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Definisi Rokok

Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm

(bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-

daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan

dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lain.

Ada dua jenis rokok, rokok yang berfilter dan tidak berfilter. Filter pada rokok

terbuat dari bahan busa serabut sintetis yang berfungsi menyaring nikotin.

Bahan-bahan kimia yang terkandung pada rokok :

1. Nikotin : menyebabkan kecanduan, merusak jaringan otak, dan dara muda

menggumpal.

2. Tar : menyebabkan kerusakan pada sel paru-paru, meningkatkan produksi

dahak atau lendir di paru-paru, dan dapat menyebabkan kanker paru-paru.

3. Karbon monoksida : yang dapat mengurangi jumlah oksigen yang dapat di

ikat dara, dan dan mengurangi transportasi dara dalam tubuh.

4. Zat kersinogen : dapat memicu pertumbuhan sel kanker dalam tubuh.

5. Zat iritan : dapat mengakibatkan batuk, kanker paru-paru, dan iritasi pada

paru-paru.

2.2 Faktor alasan seorang remaja mulai merokok

Alasan seorang remaja mulai pertamakali merokok dari berbagai penelitian antara

lain:rasa ingin coba-coba, ikut-ikutan, ingin tahu enaknya rokok, sekedar ingin

vii
merasakan, agar terlihat maco, meniru orang tua, iseng, menghilangkan

ketegangan, kebiasaan saja untuk pergaulan, lambing kedewasaan, mencari

ispirasi. Dan alasan lainya adalah sebagai penghilang stress, penghilang jenuh,

sukar melepaskan diri, pengaruh lingkungan, iseng anti mulut asam, pencuci

mulut, kenikmatan.

Bagi kebanyakan pelajar , mulai merokok di sebabkan oleh dorongan lingkungan.

Contohnya saja, pelajar tersebut mulai merokok karena malu hati kepada teman-

temanya yang merokok, sehingga ia pun mulai merokok dan akhirnya kebiasaan

atau kecanduan dengan rokok. Kebanyakan pelajar juga beranggapan bahwa

dengan merokok dirinya merasa hebat/maco, gaya, dan di akui. Padahal jika dia

tidak pandai-pandai menjaga dirinya, rokok adalah awal terjerumusnya seseorang

ke pada obat-obatan terlarang.

2.3 Ciri-ciri Perokok

 Bibir dan gusih menjdi hitam

 Kulit jadi hitam

 Mata merah

 Kukuh membiru

 Pipih perokok terlihat kempok

 Mudah terserang penyakit batuk

 Nafas bau

 Perokok terlihat tenang dengan asiknya mengisap rokok

2.4 Penyebab Remaja Merokok antara lain :

viii
Pengaruh Orangtua

Salah satu temuan tentang remaja perokok adalah bahwa anak-anak muda yang

berasal dari rumah tangga yang tidak bahagia, dimana orang tua tidak begitu

memperhatikan anak-anaknya dan memberikan hukuman fisik yang keras lebih

mudah untuk menjadi perokok dibanding anak-anak muda yang berasal dari

lingkungan rumah tangga yang bahagia (Baer & Corado dalam Atkinson,

Pengantar psikologi, 1999:294).

Pengaruh Teman

Berbagai fakta mengungkapkan bahwa semakin banyak remaja merokok maka

semakin besar kemungkinan teman-temannya adalah perokok juga dan demikian

sebaliknya. Dari fakta tersebut ada dua kemungkinan yang terjadi, pertama remaja

tadi terpengaruh oleh teman-temannya atau bahkan temanteman remaja tersebut

dipengaruhi oleh diri remaja tersebut yang akhirnya mereka semua menjadi

perokok. Diantara remaja perokok terdapat 87% mempunyai sekurang- kurangnya

satu atau lebih sahabat yang perokok begitu pula dengan remaja non perokok (Al

Bachri,1991)

Faktor Kepribadian.

Orang mencoba untuk merokok karena alasan ingin tahu atau ingin melepaskan

diri dari rasa sakit fisik atau jiwa, membebaskan diri dari kebosanan. Namun satu

sifat kepribadian yang bersifat prediktif pada pengguna obat-obatan (termasuk

rokok) ialah konformitas sosial. Orang yang memiliki skor tinggi pada berbagai

tes konformitas sosial lebih mudah menjadi penggunadibandingkan dengan

mereka yang memiliki skor yang rendah (Atkinson, 1999).

ix
Pengaruh Iklan.

Melihat iklan di media massa dan elektronik yang menampilkan gambaran bahwa

perokok adalah lambang kejantanan atau glamour, membuat remaja seringkali

terpicu untuk mengikuti perilaku seperti yang ada dalam iklan tersebut. (Mari

Juniarti, Buletin RSKO, tahun IX,1991).

2.5 Dampak Rokok

Dampak Rokok

 Bagi diri sendiri

1. Merokok lebih banyak mendatangkan kerugian dibandingkan keuntungan

bagi tubuh.

2. Menimbulkan sugesti kepada diri kita, bahwa jika kita tidak merokok

mulut tidak enak dan asam.

3. Rasa ingin tahu, semangat untuk belajar, dan berbagai hal positif yang ada

pada diri kita hilang ketika kita menjadi seorang perokok.

 Bagi orang lain

1. Ketika kita sedang merokok, asap rokok kita adapat mengganggu orang

lain dan juga menyebabkan polusi udara.

2. Menyebabkan seseorang yang dekat dengan kita menjadi perokok pasif.

3. Jika membuang puntung rokok sembarangan tanpa mematikan terlebih

dahulu dapat menyebabkan kebakaran.

4. Menyebabakan menipisnya lapisan ozon.

x
2.6 Upaya Pencegahan

 Beberapa upaya yang telah di lakukan pemerintah yaitu:

 Upaya yang dilaksanakan oleh depatermen kesehatan bukan suatu

kampanye anti rokok, tetapi penyuluhan tentang hubungan rokok dengan

kesehatan.

 Sasaran yang ingin di jangkau adalah sasaran-sasaran terbatas, yaitu:

petugas kesehatan, para pendidik, para murid sekolah, para pemuka, anak

dan remaja, para wanita terutama ibu hamil.

 Kegiatan di utamakan pada pencegahan bagi yang belum merokok.

 Menanamkan pengertian tentang etika rokok.\

 Upaya yang di lakukan sekolah yaitu:

xi
BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Kebiasaan merokok dikalangan remaja amat membahayakan baik ditinjau dari

segi pendidikan maupun kesehatan serta social ekonomi. Dipandang dari segi

pendidikan sudah jelas bahwa hal ini akan mengganggu studinya, sedangkan dari

segi kesehatan akibat kebiasaan merokok akan menyebabkan berbagai

penyakit (serangan jantung, gangguan pernafasan, dan sebagainya). Dari segi

ekonomi merupakan pengeluaran anggaran yang tidak perlu atau memboroskan.

Saran

Setelah membaca karya tulis ilmiah ini, semoga masyarakat dapat tersadarkan

akan bahaya rokok bagi kesehatan mereka dan segera meninggalkan kebiasaan

merokok, agar kesehatan mereka tidak terganggu dan terhindar dari penyakit yang

dapat mengancam jiwa mereka.

xii
DAFTAR PUSTAKA

1999. Upaya Industri Rokok Kretek dalam Menghadapi Penerapan

Ketentuan Kandungan Nikotin dan Tar. Disajikan oleh GAPRI pada

pertemuan Teknis Intensifikasi Tembakau Voor-Oogst di Surakarta, 4

November 1999.

Sinaga, J. 1990. “ Tatakrama Periklanan di Indonesia Menyangkut Iklan Rokok”.

Seminar Mengenai Rokok pada tanggal 28 Maret 1990. Departemen Kesehatan

Republik Indonesia.

Sitepoe, dr. drh. Mangku, “Kekhususan Rokok Indonesia”, Grasindo. Gramedia

Widiasarana Indonesia, Penerbit PT. Grasindo. 2000.

xiii