You are on page 1of 9

Dinamika Kehidupan yang Mempengaruhi

Spiritualitas Anak Muda

MAKALAH
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH
Pendidikan Agama Protestan
yang dibina oleh Bapak Leonardes Agustiadi

oleh :
1. Dion Katerine sinaga (180523630041)
2. Nadia Kristina Siagian (180422623039)
3. Michael Chrisman Harianja (180411619538)
4. Tioryta Grasella Sijabat (180422623064)
5. Yemima Hana Christina (180421621619)
6. Zemira Shine Galingging (170341615081)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


Maret 2019
A. PENDAHULUAN
Pada bagian pendahuluan terdapat 3 aspek yang akan dibahas, yakni : (1) Latar Belakang,
(2) Rumusan Masalah serta (3) Tujuan

1. Latar belakang

Dewasa ini, Dinamika kehidupan terjadi secara pesat dengan tidak mengenal waktu.
Dinamika sendiri dalam kamus besar bahasa Indonesia diartikan sebagai sebuah pergerakan.
Dinamika yang akan dibahas adalah mengenai dinamika kehidupan atau dinamika sosial yang
mana artinya adalah pergerakan masyarakat secara terus-menerus yang menimbulkan perubahan
dalam tata hidup masyarakat yang bersangkutan. Pergerakan masyarakat yang dimaksud adalah
adanya proses masyarakat dalam memperbaharui dan mengembangkan kehidupan mereka
karena adanya sebuah tuntutan manusia untuk selalu menjadi baik dari waktu ke waktu. Contoh-
contoh sederhana dari pergerakan masyarakat atau contoh dari dinamika kehidupan itu adalah
teknologi yang dimiliki manusia sekarang sudah sangat berkembang, teknologi yang
dikembangkan terjadi Karena adanya tuntutan untuk mempermudah kehidupan manusia.
Spiritualitas, kata spirit berasal dari kata benda bahasa latin "Spiritus” yang berarti nafas
(breath) dan kata kerja “Spirare” yang berarti bernafas. Melihat asal katanya , untuk hidup adalah
untuk bernafas, dan memiliki nafas artinya memiliki spirit. Menjadi spiritual berarti mempunyai
ikatan yang lebih kepada hal yang bersifat kerohanian atau kejiwaan dibandingkan hal yang
bersifat fisik atau material. Spiritualitas merupakan kebangkitan atau pencerahan diri dalam
mencapai makna hidup dan tujuan hidup. Spiritual merupakan bagian esensial dari keseluruhan
kesehatan dan kesejahteraan seseorang. (dalam Tamami, 2011:19).
Kenyataan yang terjadi pada saat ini, kebanyakan manusia terutama kalangan anak muda
hanya mengikuti dinamika kehidupan saja tanpa memperhatikan spiritualitas yang dimilikinya.
Anak muda lebih senang mengikuti perubahan secara terus menerus, melakukan pergerakan dan
pembaharuan dan tentunya mengubah tata hidup mereka sendiri. Tanpa sadar mereka terlalu
menggeluti perubahan yang ada, berpacu untuk saling mengikuti perubahan tanpa memikirkan
aspek dalam kehidupan mereka yang lain. Hal ini lah yang membuat dinamika kehidupan
tersebut mempengaruhi spiritualitas anak muda.
Oleh karena itu, penulis melakukan penelitian terhadap kalangan anak muda untuk
mengetahui seberapa besar dinamika kehidupan mempengaruhi spiritualitas anak muda, dan
mencari solusi dalam menyeimbangkan dinamika kehidupan dengan spiritualitas yang dimiliki
oleh anak muda.
2. Rumusan Masalah

1. Bagaimana dinamika kehidupan dapat mempengaruhi spirtualitas anak muda?


2. Apa dampak dari berpengaruhnya dinamika kehidupan terhadap spiritualitas anak muda ?
3. Bagaimana cara atau solusi yang tepat dalam menyeimbangkan dinamika kehidupan
dengan spiritualitas anak muda?

3. Tujuan

1. Memaparkan pengaruh dan seberapa besar pengaruh yang dihasilkan oleh dinamika
kehidupan terhadap spiritualitas anak muda
2. Menjelaskan dampak-dampak, baik itu dampak negatif maupun dampak positif dinamika
kehidupan terhadap spiritualitas anak muda
3. Memaparkan dan menemukan cara untuk menyeimbangkan dinamika kehidupan dengan
spiritualitas anak muda
4. Memberikan solusi dalam mengurangi dampak negatif dari dinamika kehidupan terhadap
spiritualitas anak muda

4 . Manfaat penelitian

1. Sebagai bahan informasi tentang seberapa besar pengaruh dinamika kehidupan terhadap
spiritualitas anak muda
2. Sebagai masukan dalam memberikan solusi untuk mengatasi permasalahan yang sama
dikemudian hari.
B. PEMBAHASAN

1. Pengaruh Dinamika Kehidupan Terhadap Spiritualitas Anak Muda

Dinamika adalah suatu bentuk perubahan baik itu sifatnya besar-besaran atau
kecil-kecilan maupun secara cepat atau lambat yang sifatnya nyata dan berhubungan
dengan suatu kondisi keadaan (kartono:2007). Menurut Campbeel Kehidupan merupakan
suatu hirarki, dimana setiap tingkat sruktur biologis merupakan pengembangan dari
tingkatan di bawahnya. Bisa disimpulkan bahwa dinamika kehidupan merupakan
perubahan dari setiap tingkat struktur biologis yang dilakukan secara besar atau
kecil,lambat atau cepat dan memiliki sebuah dampak.
Menurut Shertzer dan Stone dinamika kehidupan atau dinamika sosial terdiri atas 4,
yakni : 1) Berubahnya jumlah penduduk, 2) Inovasi, 3) Migrasi dana 4)segregasi sosial

Dari ke empat contoh dinamika kehidupan tersebut yang paling berpotensi dalam
mempengaruhi spiritualitas adalah inovasi. Inovasi menurut Everett M. Rogers adalah
suatu ide, gagasan, praktek atau objek/benda yang disadari dan diterima sebagai suatu hal
yang baru oleh seseorang atau kelompok untuk diadopsi. Contoh inovasi yang sedang
terjadi pada dewasa ini adalah berkembangnya teknologi. Inovasi yang terjadi ini lah
yang akan mempengaruhi spiritualitas,terutama dikalangan anak muda. Dapat
mempengaruhi terbukti dari definisi inovasi, dimana dalam perkembangannya inovasi ini
memaksa untuk mengadopsikan sesuatu terhadap sesuatu, yang mana berarti ketika
terjadi inovasi secara tidak sengaja ada sebuah perubahan yang terjadi karena adanya
proses “adopsi”.
Inovasi sendiri dilakukan oleh orang-orang yang memiliki kemampuan pada
bidangnya. Inovasi teknologi yang sedang terjadi sekarang dilakukan oleh orang-orang di
usia yang muda karena tingginya kemampuan anak muda dalam mencerna dan
mengambangkan sesuatu hal. Selain itu juga memiliki rangsangan dan kepekaan yang
masih bagus dalam mekakukan sesuatu seperti dalam inovasi teknologi ini. Ketika anak
muda mengikuti dinamika kehidupan berarti anak muda melakukan perubahand an
pergerakan atas kehidupannya. Begitu pula ketika anak muda melakukan inovasi,berarti
anak muda melakukan perubahan dan megadopsi sesuatu terhadap kehidupannya yang
mana hal ini berarti membuat aspek-aspek dalam kehidupan anak muda pun terpengaruh
salah satunya ialah Spiritualitas.
2. Dampak Dinamika Kehidupan Terhadap Spritualitas Anak Muda
Dampak dari dinamika kehidupan terhadap spiritualitas anak muda tergantung dari
bagaimana anak muda itu menyikapi perubahan yang datang pada tiap-tiap diri mereka.
Ketika anak muda kebanyakan terlalu mempusatkan dirinya hanya untuk mengikuti dinamika
kehidupan tanpa memperhatikan aspek lain maka hal-hal negatif kemungkinan akan terjadi
seperti :
1. Menghasilkan generasi pemberontak
Hal ini bisa terjadi karena anak-anak muda melupakan aspek spiritualitas maka sikap
takut akan Tuhan akan tidak ada sehingga bentuk hormat akan sesama maupun yang
usianya lebih tua dari mereka pun tidak akan ada.

2. Tidak memiliki tujuan dalam hal rohani yang jelas


Ketika anak muda hanya mementingkan dinamika kehidupan saja tanpa melihat aspek
spiritualitas mereka maka dalam hal kerohanian mereka tidak akan ada tujuan yang jelas.

3. Menghasilkan generasi tidak bermoral


Hal ini bisa terjadi karena anak-anak muda tidak mendapatkan arahan mengenai nilai
yang benar atau baik mengenai suatu hal. Sehingga ketika melakukan hal negatif mereka
tetap melakukannya tanpa menghiraukan satu sama lain.

4. Tidak akan ada kesejahteraan


Ketika anak muda lebih memilih untuk mengikuti dinamika kehidupan saja tanpa
menghiraukan spiritualitas mereka maka yang tertanam dalam diri mereka hanyalah hal
duniawi , sehingga kasih dan perdamaian pun tidak akan ada. Sebab masing-masing dari
anak muda hanya memperdulikan bagaimana mereka bisa dianggap lebih daru satu
dengan yang lain.

Dampak dari dinamika kehidupan terhadap spiritualitas anak muda ini pun bisa berubah
menjadi positif ketika anak muda dapat menyikapi dinamika kehidupan dengan tetap
memperdulikan dan mempertahankan spiritualitas mereka masing-masing.
1. Mempermudah anak muda dalam mengembangkan spiritualitas
Dinamika kehidupan yang terjadi saat ini yaitu inovasi teknologi salah satunya
membuat manusia terutama kalangan anak muda dalam mudah dalam melakukan dan
mendapatkan sesuatu. Ketika anak muda mampu mengikuti perubahan dengan tetap
memperdulikan spiritualitas mereka maka mereka bisa memanfaatkan kemudahan
tadi dalam mencari informasi mengenai spiritualitas.

2. Memiliki banyak relasi spiritualitas


Perkembangan yang terjadi mempermudah manusia dalam menghubungi manusia
lain, ketika anak muda menggunakan kesempatan ini dalam mengembangkan
spiritualitas mereka, anak muda bisa saling menghubungi teman,keluarga,kerabat atau
orang-orang yang bisa berdiskusi dengan mereka mengenai hal-hal spiritualitas untuk
mengembangkan kerohanian yang mereka punya.
3. Menyeimbangkan Dinamika kehidupan dengan Spiritualitas Anak muda

Dalam menyeimbangkan dinamika kehidupan dengan spiritualitas, anak muda


harus memiliki pedoman dan dampingan dari orang-orang terdekat yang berpengaruh
positif terutama adalah keluarga sebab dalam fungsi, keluarga memiliki fungsi agama
yakni keluarga memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga lain
melalui kepala keluarga menanamkan keyakinan yang mengatur kehidupan kini dan
kehidupan lain setelah dunia. Pendekatan lain bisa dari lingkungan positif,lingkungan
gereja atau dengan mengikuti komunitas kerohanian di lingkungan rumah,sekolah
maupun kampus. Memberikan peringatan atau efek yang jelas terhadap anak muda
juga bisa dilakukan supaya mereka memiliki rasa takut untuk tidak melakukannya.
Dari inovasi teknologi yang ada terutama media sosial bisa saling menyebarkan
hal-hal positif, menyebarkan ajakan positif dimedia sosial untuk mengembangkan
spiritualitas, mengadakan kegiatan yang mendukung terbentuknya sikap yang
membangun dalam diri seseorang dan memberikan pengetahuan akan sebab akibat
atau dampak ketika memiliki spiritualitas yang tinggi.
METODOLOGI PENELITIAN

Waktu dan Tempat


Hari, Tanggal : Rabu/Jumat 13 Maret 2019/15 Maret 2019
Waktu : 12.00 WIB/15.00 WIB
Tempat : Universitas Negeri Malang
Narasumber : Tini Sarah Yosephine Naibaho dan Priscilla Octavianny

Teknik Pengumpulan Data


Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah observasi,
yang mana dilakukan dengan wawancara dan berbincang dengan narasumber,
kemudian merekam hasil pengamatannya dengan catatan dan alat bantu berupa
handphone .Observasi ini bertempat di Universitas Negeri Malang
PENUTUP

Kesimpulan
Berdasarkan observasi yang kami lakukan terhadap narasumber dapat disimpulkan bahwa
dinamika kehidupan atau dinamika sosial adalah pergerakan masyarakat secara terus-menerus
yang menimbulkan perubahan dalam tata hidup masyarakat yang bersangkutan.
Teknologi yang dimiliki manusia sekarang sudah sangat berkembang dimana teknologi yang
dikembangkan terjadi karena adanya tuntutan untuk mempermudah kehidupan manusia,adalah
salah satu contoh dari dinamika kehidupan
.Ketika anak muda terlalu mempusatkan dirinya hanya untuk mengikuti dinamika
kehidupan tersebut tanpa memperhatikan aspek lain maka hal-hal negatif kemungkinan akan
terjadi seperti menghasilkan generasi pemberontak,tidak memiliki tujuan dalam hal rohani
yang jelas,menghasilkan generasi tidak bermoral,dan tidak akan ada kesejahteraan.Namun,
ketika anak muda dapat menyikapi dinamika kehidupan dengan tetap memperdulikan dan
mempertahankan spiritualitas mereka masing-masing,maka itu akan mempermuda mereka
dalam mengembangkan spiritualitas dan memiliki banyak relasi.

Saran
Berdasarkan pada permasalahan penelitian yaitu tentang “Dinamika Kehidupan
Yang Mempengaruhi Spiritualitas Anak Muda”,maka disarankan agar dalam membangun
spiritualitas anak muda diperlukan orang-orang dewasa yang kompeten seperti orang tua
dan gereja.Orang tua dan gereja berperan untuk menjaga dan memelihara kehidupan anak
muda agar dimasa yang mendatang mereka akan menjadi seorang pribadi yang kuat
imannya sehingga hidupnya lebih terarah dan menjadi berkat atau berarti bagi sesama.