Dalam keterampilan menyimak akan dibahas mengenai: (1) pengertian menyimak, (2) tujuan menyimak, (3) ragam menyimak, dan (4) faktor-faktor

yang mempengaruhi menyimak. Pengertian Menyimak Keterampilan menyimak merupakan bagian dari keterampilan berbahasa yang sangat esensial, sebab keterampilan menyimak merupakan dasar untuk menguasai suatu bahasa. Anak kecil yang mulai belajar berbahasa, dimulai dengan menyimak rentetan bunyi yang didengarnya, belajar menirukan, kemudian mencoba untuk menerapkan dalam pembicaraan. Setelah masuk sekolah, anak tersebut belajar membaca dari mengenal huruf atau bunyi bahasa yang diperlihatkan oleh guru sampai pada mengucapkan bunyi-bunyi bahasa atau kegiatan menirukan bunyibunyi bahasa tersebut. Pada situasi ini, anak sudah mulai menulis. Demikian seterusnya sampai anak bisa mengutarakan isi pikiran melalui bahasa lisan maupun bahasa tulisan, dan mampu memahami isi pikiran orang lain yang diungkapkan melalui bahasa lisan maupun bahasa tulisan. Pengertian menyimak menurut Tarigan adalah: Menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan lambanglambang lisan dengan penuh perhatian, pemahaman, apresiasi, serta interpretasi untuk memperoleh informasi, menangkap isi atau pesan serta memahami makna komunikasi yang telah disampaikan oleh sang pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan (1987:28). “Menyimak adalah suatu proses yang mencakup kegiatan mendengarkan bunyi bahasa, mengidentifikasi, menginterpretasi, menilai, dan mereaksi atas makna yang terkandung di dalamnya” (Tarigan, 1991:4). “Menyimak sebagai proses mendengarkan, mengenal, serta menginterpretasikan lambang-lambang lisan. Menyimak bermakna mendengarkan dengan penuh pemahaman dan perhatian serta apresiasi” (Anderson dalam Tarigan, 1987:28). Menyimak adalah salah satu keterampilan yang dibutuhkan oleh seorang fasilitator. Menyimak bukanlah hanya mendengarkan sesuatu yang “masuk kuping kiri keluar kuping kanan” atau sebaliknya. Menyimak adalah mendengar untuk memahami apa yang dikatakan orang lain dengan proses serius yang tidak bisa dilakukan hanya dengan mengandalkan kebiasaan, refleks maupun insting. (Adnan, http://jejakkelana. wordpress.com). Berdasarkan pendapat di atas dan dikaitkan dengan penelitian ini, maka menyimak yang dimaksud di sini adalah menyimak siaran berita radio melalui

menyimak siaran berita radio melalui media rekaman adalah mendengarkan dengan penuh perhatian tentang apa yang disampaikan atau terdapat dalam siaran berita radio tersebut. dan memahami komunikasi. ide. Saya menyimak agar dapat memberikan responsi yang tepat terhadap segala sesuatu yang saya dengar (Hunt dalam Tarigan. 1991:4). di tempat kerja. pendeknya dia menyimak untuk menikmati keindahan audio maupun visual (audiovisual). Menyimak pada hakikatnya adalah mendengarkan atau memahami bahan simakan. tujuan orang untuk menyimak sesuatu itu beraneka ragam. 1987:55). 2. 4. Jadi. Saya menyimak untuk mengumpulkan data agar saya dapat membuat keputusan-keputusan yang masuk akal. Menyimak dilakukan untuk memperoleh informasi. menyimak untuk belajar. atau menghayati pesan. Kalau ada orang bertanya: “Apa fungsi menyimak bagi Anda?” maka secara praktis kita dapat memberi jawaban. antara lain: 1. gagasan yang tersirat dalam bahan simakan” (Tarigan. antara lain: 1. 3. Saya menyimak untuk memperoleh informasi yang ada hubungan atau sangkut-pautnya dengan pekerjaan atau profesi saya. Saya menyimak agar saya menjadi lebih efektif dalam hubunganhubungan antarpribadi dalam kehidupan sehari-hari di rumah. Ada orang yang menyimak dengan tujuan utama agar dapat memperoleh pengetahuan dari bahan ujaran sang pembicara. dan dalam kehidupan masyarakat. memahami. Memang. Karena itu dapatlah disimpulkan bahwa “tujuan utama menyimak adalah menangkap. dengan perkataan lain. menangkap isi atau pesan. Secara sadar atau tidak sadar perbuatan menyimak yang dilakukan mempunyai tujuan tertentu. Ada orang yang menyimak dengan penekanan pada penikmatan terhadap sesuatu dari materi yang diujarkan atau diperdengarkan atau dipergelarkan (terutama sekali dalam bidang seni).media rekaman. . 2. Tujuan Menyimak Dalam kehidupan sehari-hari kegiatan menyimak tak pernah terlewati.

Menyimak bertujuan untuk mengapresiasi 5. 1987:56). Menyimak bertujuan untuk menikmati 3. mana bunyi yang membedakan arti (distingtif) mana bunyi yang tidak membedakan arti. dengan perkataan lain. yaitu: 1. Menyimak bertujuan untuk membedakan bunyi-bunyi . pembacaan puisi. perdebatan). indah-jelek. maupun perasaanperasaannya kepada orang lain dengan lancar dan tepat. Ada pula orang yang menyimak dengan maksud dan tujuan agar dapat membedakan bunyi-bunyi dengan tepat. dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya tujuan menyimak dapat dipandang dari berbagai segi. dan lain-lain). Berdasarkan uraian di atas. Menyimak bertujuan untuk belajar 2. Banyak contoh dan ide yang dapat diperoleh dari sang pembicara dan semua ini merupakan bahan penting untuk menunjang dalam mengkomunikasikan ide-idenya sendiri. singkatnya. 7. menyimak untuk mengevaluasi. sebab dari sang pembicara mungkin memperoleh banyak masukan berharga. gagasan-gagasan. 8. Ada orang yang menyimak dengan maksud agar dapat mengkomunikasikan ide-ide. Menyimak bertujuan untuk mengevaluasi 4. Menyimak bertujuan untuk mengkomunikasikan ide-ide 6. Selanjutnya ada lagi orang yang tekun menyimak sang pembicara untuk meyakinkan dirinya terhadap suatu masalah atau pendapat yang selama ini diragukan. diskusi panel. 4. pendek kata. 6. Ada orang yang menyimak dengan maksud agar dapat menilai apa-apa yang disimak itu (baik-buruk. orang itu menyimak untuk mengapresiasi materi simakan. tepat-ngawur. 5. Ada orang menyimak agar dapat menikmati serta menghargai apa-apa yang disimak itu (misalnya: pembaca cerita. logis-tak logis. dia menyimak secara persuasive (Logan dan Shrope dalam Tarigan. Ada lagi orang yang menyimak dengan maksud agar dapat memecahkan masalah secara kreatif dan analisis. dialog.3. biasanya ini terlihat nyata pada seseorang yang sedang belajar bahasa asing yang asyik mendengarkan ujaran pembicara asli (native speaker). musik dan lagu.

dan memperlihatkan perhatian yang wajar terhadap apa-apa yang dikemukakan (Dawson dalam Tarigan. menyimak sekunder. 2. 2. mengikuti hal-hal yang menarik. dan menyimak pasif. dan menyimak selektif (Tarigan. Menyimak Sosial Menyimak Sosial (social listening) atau menyimak konversasional (conversational listening) ataupun menyimak sopan (courtreous listening) biasanya berlangsung dalam situasi-situasi sosial tempat orang-orang mengobrol atau bercengkrama mengenai hal-hal yang menarik perhatian semua orang yang hadir dan saling mendengarkan satu sama lain untuk membuat responsi-responsi yang wajar. yang menyebabkan adanya aneka ragam menyimak. menyimak interogatif.3. yang terdiri atas. Menyimak Ekstensif. serta memahami makna komunikasi yang hendak disampaikan sang pembicara melalui ujaran. bukan hanya sekedar dalam hubungan kelas. 1987:35).7. menyimak kreatif.2.1987:37). menyimak estetik. yaitu: 1. menyimak sosial. menyimak eksplorasif. tempat pertama kali disajikan secara formal. Inilah yang merupakan tujuan umum. menyimak konsentratif. Menyimak bertujuan untuk memecahkan masalah 8. Keuntungan mengingatkan bahan lama kepada para siswa. yang terdiri atas.1 Menyimak Ekstensif Menyimak ekstensif (extensive listening) adalah sejenis kegiatan menyimak mengenai hal-hal yang lebih umum dan lebih bebas terhadap suatu ujaran. Di samping tujuan umum itu terdapat pula berbagai tujuan khusus. Menyimak bertujuan untuk meyakinkan Ragam Menyimak Seperti yang diketahui bahwa tujuan menyimak adalah untuk memperoleh informasi. Menyimak Intensif. 1. 1987:35-36). . Yang termasuk kelompok menyimak ekstensif sebagai berikut. tidak perlu di bawah bimbingan langsung dari seorang guru (Tarigan. bahwa mereka melihat hal itu secara wajar dalam lingkungan yang asli dan alamiah. Penggunaan yang paling dasar adalah untuk menangkap atau mengingat kembali bahan yang telah dikenal atau diketahui dalam suatu lingkungan baru dengan cara baru. menangkap isi. menyimak kritis.

menghapal luar kepala.2. antara lain: 1) Berilah otak dan telinga kesempatan menyimak banyak-banyak. tekateki yang dapat mengapresiasikan terhadap suatu hal tertentu. 4) Berikanlah waktu yang cukup bagi telinga dan otak.2 Menyimak Intensif . 2) Tenang dan santai. serta menguasai sesuatu bahasa. Salah satu contoh. dan drama. 3) Jangan memasang rintangan bagi bunyi. Menyimak estetik bertujuan untuk siswa agar dapat menyimak musik. Menyimak pasif Menyimak pasif (passive listening) adalah penyerapan suatu ajaran tanpa upaya sadar yang biasanya menandai upaya-upaya pada saat belajar dengan kurang teliti. menikmati cerita. Apa yang didengar oleh penyimak bukan menjadi tujuan utama. puisi. berlatih santai. tergesa-gesa. Sehingga dapat menikmati dan mengapresiasikan cerita-ceritanya dalam lakon-lakon yang dibacakan atau diceritakan oleh guru atau siswa. Menyimak estetik mencakup menyimak musik. 1987:39-40) 2.Dapat dikemukakan bahwa menyimak sosial paling sedikit mencakup dua hal. 1987:38). yaitu menyimak secara sopan santun dan penuh perhatian terhadap percakapan dan menyimak serta memahami peranan-peranan pembicara dalam proses komunikasi. 4. puisi.” Menyimak ini lebih bersifat umum tanpa ada bimbingan. Untuk melakukan hal ini. perlu mempergunakan teknik-teknik tertentu yang bermanfaat. 3. bila menikmati musik sementara ikut berpartisipasi dalam kegiatan menulis atau melukis. Menyimak Estetik Menyimak estetik (aesthetic listening) atau menyimak apresiatif (appreciational listening) adalah fase terakhir dari kegiatan menyimak kebetulan dan termasuk ke dalam menyimak ekstensif (Tarigan. sementara mengerjakan sesuatu yang lain (Nida dalam Tarigan.3. 5) Beri kesempatan bagi otak dan telinga bekerja. 2. Menyimak Sekunder Tarigan (1987:38) menyatakan bahwa “menyimak sekunder (secondary listening) adalah sejenis kegiatan menyimak secara kebetulan (casual listening) dan secara ekstensif (extensive listening).

Tugas siswa adalah mengisinya tanpa menyimak rekaman lagi. Jenis-jenis menyimak yang termasuk ke dalam kelompok menyimak intensif sebagai berikut. Kegiatankegiatan yang tercakup dalam menyimak konsentratif ini adalah: 1) Mengikuti petunjuk yang terdapat dalam pembicaraan. 1987:42). 4) Memperoleh pemahaman dan pengertian yang mendalam. misalnya teks mengenai suatu paragraf yang mengandung beberapa penghubung kalimat. Oleh karena menyimak makna merupakan suatu keterampilan penting untuk dikembangkan. Salah satu cara yang sederhana untuk melatih tipe menyimak seperti ini adalah menyuruh siswa menyimak tanpa memberi teks tertulis sekali atau dua kali. Menyimak kritis lebih cendrung meneliti letak kekurangan dan kekeliruan dalam pembicaraan seseorang karena dalam menyimak secara kritis. . 3) Mendapatkan atau memperoleh butir-butir informasi tertentu. dapat dikatakan sebagai kegiatan menyimak atau mendengarkan dengan sempurna. 2.Tarigan (1987:40) menyatakan bahwa “menyimak intensif diarahkan pada suatu kegiatan yang jauh lebih diawasi. Menyimak Konsentratif Menyimak konsentratif (concentrative listening) sering juga disebut a study-type listening atau menyimak yang merupakan sejenis telaah. Tugas siswa adalah mengisinya tanpa menyimak rekaman lagi. 2) Mencari dan merasakan hubungan-hubungan seperti kelas. kualitas. waktu. dengan alasan-alasan yang kuat yang dapat diterima oleh akal sehat” (Tarigan. segala ucapan atau informasi lisan yang disimak untuk memproleh suatu kebenaran. Mungkin dalam kegiatan menyimak intensif. tetapi belum tentu memahami maknanya. Menyimak Kritis Menyimak kritis (critical listening) adalah “sejenis kegiatan menyimak untuk mencari kesalahan atau kekeliruan bahkan juga butir-butir yang baik dan benar dari ujaran seorang pembicara. tempat. 1. Kemudian memberikan teks tertulis dengan mengosongkan tempat penghubung-penghubung kalimat itu berada. urutan serta sebab-akibat. dikontrol terhadap satu hal tertentu.” Dalam kegiatan ini diperlukan pengarahan dari guru. haruslah disadari benar-benar isi yang terkandung sebenarnya dari pesan tersebut dan berada dalam jangkauan intlektual dan kedewasaan siswa.

gerakan. 5. 6.” Dalam . Dalam kegiatan menyimak interogatif ini sang penyimak mempersempit serta mengarahkan perhatiannya pada pemerolehan informasi dengan cara mengintrogasi atau menanyai sang pembicara. Menyimak Kreatif Menyimak kreatif (creative listening) merupakan kegiatan menyimak yang dapat mengakibatkan kesenangan rekonstruksi imajinatif para penyimak terhadap bunyi. 1987: 45). Menyimak Selektif Merdhana (1987:32) menyatakan bahwa “menyimak selektif (selective listening) adalah menyimak suatu wacana yang disertai dengan seleksi tertentu terhadap kebahasaannya di samping terhadap isi pesan itu. 3. pemusatan perhatian dan pemilihan butir-butir dari ujaran sang pembicara. 7) Mencari dan mencatat fakta-fakta penting (Anderson dan Dawson dalam Tarigan.5) Merasakan serta menghayati ide-ide sang pembicara. 6) Memahami urutan ide-ide sang pembicara. 1987: 46). sasaran maupun pengorganisasiannya. penglihatan. 4. Menyimak Eksplorasif Tarigan (1987:47) menyatakan bahwa “menyimak eksplorasif (exploratory listening) adalah sejenis kegiatan menyimak intensif dengan maksud dan tujuan menyelidiki sesuatu lebih terarah dan lebih sempit. serta perasaan-perasaan yang menggambarkan keindahan yang dirangsang oleh apa-apa yang disimaknya (Dawson dalam Tarigan.” Dalam menyimak seperti ini sang penyimak menyiagakan perhatiannya untuk menjalani serta menemukan hal-hal yang menarik sebagai informasi tambahan mengenai suatu topik. karena sang penyimak akan mengajukan banyak pertanyaan (1987:48). Menyimak Interogatif Tarigan menyatakan pengertian mengenai menyimak interogatif sebagai berikut. Menyimak interogatif (interrogative listening) adalah sejenis kegiatan menyimak intensif yang menuntut lebih banyak konsentrasi dan seleksi.

dan (5) peranan dalam masyarakat (Hunt dalam Tarigan. Setelah dibandingkan sumber tersebut. dan (8) faktor peranan dalam masyarakat. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Menyimak Faktor-faktor yang mempengaruhi dalam proses kegiatan menyimak. (7) faktor lingkungan. (4) motivasi. dan suara bising dapat mengganggu orang yang sedang melakukan kegiatan menyimak. (4) sistuasi kehidupan. (6) faktor jenis kelamin. prayojana. lembab atau terlalu dingin. seperti ruangan terlalu panas. 1987:97). (2) faktor psikologis. mungkin saja dia terganggu atau kehilangan ide-ide pokok seluruhnya. 2) Faktor Psikologis Tarigan (1987:100) menyebutkan bahwa faktor-faktor psikologis dalam menyimak mencakup masalah-masalah: 1) prasangka dan kurangnya simpati terhadap para pembicara dengan aneka sebab dan alasan. (3) sikap atau pendirian. (2) motivasi. serta tingkah polahnya tidak karuan. (4) faktor sikap. dan (5) perbedaan jenis kelamin atau seks (Webb dalam Tarigan. (5) faktor motivasi. Lingkungan fisik juga mempengaruhi dalam menyimak. sangat lelah. 1) Faktor Fisik Kondisi fisik seorang penyimak merupakan faktor penting yang turut menentukan keefektifan serta kualitas dalam menyimak. Dalam keadaan seperti itu. Pakar lain mengemukakan hal-hal yang merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi menyimak: (1) pengalaman. ada pula pakar yang mengemukakan faktor-faktor yang mempengaruhi menyimak. 1987:97). daya penggerak. dapat dikatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi dalam proses kegiatan menyimak adalah: (1) faktor fisik. 1987:97-98). Misalnya.menyimak selektif penyimak mungkin berhadapan dengan pesan-pesan yang tidak perlu. (3) faktor psikologis. (2) pembawaan. ada orang yang sukar sekali mendengar. Juga secara fisik dia berada jauh di bawah ukuran gizi yang normal. Di samping itu. yaitu: (1) faktor lingkungan. Berdasarkan ketiga sumber mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi menyimak. 3) kepicikan yang . yaitu: (1) sikap. (3) pribadi. Kesehatan serta kesejahteraan fisik merupakan modal penting dalam melakukan kegiatan menyimak. (3) faktor pengalaman. (2) faktor fisik. dan (4) faktor pengalaman (Logan dalam Tarigan. yang terdiri dari lingkungan fisik dan lingkungan sosial. ketiga sumber tersebut mempunyai perbedaan dan persamaan. 2) keegosentrisan dan keasyikan terhadap minat pribadi serta masalah pribadi.

Orang akan bersikap menerima pada hal-hal yang menarik dan menguntungkan baginya. 3) Faktor Pengalaman Latar belakang pengalaman merupakan suatu faktor penting dalam menyimak. 1987:103). 5) sikap yang tidak layak terhadap sekolah. bagi seorang guru merupakan suatu bimbingan kepada para siswa untuk menanamkan serta memperbesar motivasi mereka untuk menyimak dengan tekun. aktif. menetralkan. Sikap-sikap yang menentang dan bermusuhan timbul dari pengalaman yang tidak menyenangkan. yaitu sikap menerima dan sikap menolak. Misalnya. dapat menguasai/mengendalikan emosi. misalnya. terhadap pokok pembicaraan. Dalam mengutarakan maksud dan tujuan yang hendak dicapai. Silverman dan Webb. ramah/simpatik. keras kepala atau tidak mau mundur. dan cara mereka memusatkan perhatian pada sesuatu pun berbeda pula. sedangkan gaya menyimak wanita cenderung lebih subjektif.menyebabkan pandangan yang kurang luas. Dorongan dan tekad diperlukan dalam mengerjakan segala sesuatu. difusif . 4) kebosanan dan kejenuhan yang menyebabkan tiadanya perhatian sama sekali pada pokok pembicaraan. 4) Faktor Sikap Setiap orang akan cenderung menyimak secara seksama pada topik-topik atau pokok-pokok pembicaraan yang dapat disetujui dibanding dengan yang kurang atau tidak disetujuinya. para pakar menarik kesimpulan bahwa pria dan wanita pada umumnya mempunyai perhatian yang berbeda. intrusif (bersifat mengganggu). rasional. analitik. keras hati. terhadap guru. Pada dasarnya manusia hidup mempunyai dua sikap utama mengenai segala hal. pasif. 5) Faktor Motivasi “Motivasi merupakan salah satu butir penentu keberhasilan seseorang. Kalau motivasi kuat untuk mengerjakan sesuatu maka dapat diharapkan orang itu akan berhasil mencapai tujuan” (Tarigan. 6) Faktor Jenis Kelamin Berdasarkan beberapa penelitian. menemui fakta-fakta bahwa gaya menyimak pria pada umumnya bersifat objektif. Kurangnya minat dalam menyimak merupakan akibat dari kurangnya pengalaman dalam bidang yang akan disimak tersebut. siswa tidak akan “mendengar” ide-ide yang berada di luar jangkauan pengertian serta pemahaman mereka. tetapi bersikap menolak pada hal-hal yang tidak menarik dan tidak menguntungkan baginya. atau terhadap sang pembicara.

Sebagai seorang mahasiswa. kuliah atau siaran-siaran radio dan televisi yang berhubungan dengan masalah pendidikan dan pengajaran.” Kemauan menyimak dapat dipengaruhi oleh peranan dalam masyarakat. sensitif. yaitu tahap mendengarkan yaitu masuknya informasi atau ujaran ke telinga. Anak-anak cepat sekali merasakan suatu suasana dimana mereka didorong untuk mengekspresikan ide-ide mereka. Jelaslah betapa pentingnya faktor peranan dalam masyarakat bagi peningkatan menyimak. Maksudnya adalah ketika seseorang menyimak suatu pembicaraan maka maka harus terlebih dahulu mengetahui isi pembicaraan sehingga maksud pemahaman dari hasil yang disimaknya akan benar. suasana dimana guru merencanakan pengalaman-pengalaman yang memungkinkan anak-anak dapat memanfaatkan situasi ruangan kelas untuk meningkatkan keterampilan berkomunikasi mereka. dan emosional (dalam Tarigan. Sebagai guru dan pendidik. sebelum menyimak harus menlalui proses menyimak. Lingkungan sosial juga sangat berpengaruh terhadap keberhasilan siswa dalam menyimak. dilanjutkan dengan tahap mengevaluasi yaitu . agar siswa dapat mendengar dan menyimak dengan baik tanpa ketegangan dan gangguan. 1987:104). yaitu lingkungan fisik dan lingkungan sosial. bergantung (tidak berdikari). banyak disimak banyak diserap banyak pengatahuan. 8) Faktor Peranan dalam Masyarakat Tarigan (1987:107) menyatakan bahwa “banyak berjalan banyak dilihat. Jadi. lalu tahap menginterpretasi yaitu menafsirkan ujaran secara keseluruhan. selain itu menyimak harus melalui tahapan-tahapan. lalu tahap memahami yaitu kemudian masuk ke otak informasi tersebut dipahami makna secara sempit. seperti menaruh perhatian pada masalahmasalah dan sarana-sarana akustik. juga cepat mengetahui bahwa sumbangan-sumbangan mereka akan dihargai.(menyebar). diharapkan dapat menyimak lebih seksama dan penuh perhatian daripada sebagai karyawan harian pada sebuah perusahaan setempat. reseptif. mudah dipengaruhi/gampang terpengaruh. Para guru harus dapat mengatur dan menata letak meja dan kursi sedemikian rupa sehingga memungkinkan setiap siswa mendapat kesempatan yang sama untuk menyimak. dipandang perlu untuk menyimak ceramah. Dalam lingkungan fisik. 7) Faktor Lingkungan Faktor lingkungan terdiri atas dua. ruangan kelas merupakan faktor penting dalam memotivasi kegiatan menyimak. mudah mengalah. Anak-anak yang mempunyai kesempatan untuk didengarkan akan lebih sigap lagi mendengarkan apabila seseorang mempunyai kesempatan berbicara.

dan terakhir tahap menanggapi yaitu respon berupa reaksi seperti ucapan selamat dan lain-lain .menilai informasi tersebut berdasarkan benar atau salah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful