You are on page 1of 5

Drama musikal hayati zainudin

Penari : 1. suci susilawati 4. khory

2. sherly pratiwi 5. Nur afifa tuzzuhro

3. hikmah adinda 6. Elwina dwi putri

+ Zainudin : zaenal abidin arief + mandeh jamila : puput chania

+ Hayaty : mifta nailur rusyda + muluk : dedefwin

+ Mak base : anisa salsabila + aziz : aji

+ khadijah : elsi novita amelia + mamak : nanang dan reval

+ zakia : rahmi oktareniwati + dalang : fitriza afka

***

Seorang pemuda bernama zainudin yang tinggal dimakasar, orang tuanya telah meninggal sejak dia
masih kecil. Ia dibesarkan oleh orang tua angkatnya yaitu mak base.

(Scane 1 )

Mak Base : “ Sungguh tak terasa bagiku, engkau sudah tumbuh menjadi seorang pemuda
tampan, Zainuddin ”
Zainuddin : “Ini semua berkat jasa Mak Base. Tapi ada satu hal yang saya inginkan, Mak.”
Mak Base : “Apa itu, Zainuddin?”
Zainuddin : “Izinkanlah saya untuk merantau ke tanah nenek moyang saya, tempat ayah saya
dilahirkan. Saya sangat ingin melihat negeri itu.Dan saya bukan hanya sembarang pergi kesana, tapi
saya akan menuntut ilmu agama dan ilmu dunia pula mak.”
Mak Base : (tercenggang) “Tapi apakah engkau sudah siap menghadapi ketidakakuan mereka
akan dirimu?”
Zainuddin : ” Insyaallah saya sudah siap mak, asalkan mak memberi saya izin, agar saya
tenang disana.”
Mak Base : (Berpikir sejenak) “ Baiklah, jika itu keinginan kau. Pergilah, kejarlah cita-cita mu
tuntutlah ilmu sebanyak-banyak nya, mak sudah mempersiapkan bekal untukmu
(iklan) tupperware makanan anak terlindungi bebas kuman dan kenangan masalalu.
Zainddin : “Baiklah Mak, saya akan pergi

Atas restu mak base akhirnya zainuddin pergi ke tanah minangkabau, tanah kelahiran ayahnya
pendekar sutan namanya

(scane 2)
Kini Zainuddin tiba di Dusun Batipuh, Minangkabau.Ia sangat takjub dengan keindahan alam dan tak
henti-hentinya bertasbih. Setelah itu, ia mengunjungi rumah Mande Jamilah. Rencananya, ia hendak
tinggal disana.
Zainuddin : (mengetuk pintu) “ Assalamualaikum!”
Mande Jamilah : “Waalaikumsalam.Siapakah gerangan yang kau cari di tengah malam begini?”
Zainuddin : “Saya Zainuddin dari Makassar.”
Mande Jamilah : “Zainuddin? Dari Makassar?”
Zainuddin : “Saya anak Pendekar Sultan.”
Mande Jamilah : (membukakan pintu) “Oh, silakan masuk, nak!”
(Zainuddin dipersilahkan duduk di kursi tamu.)
Mande Jamilah : “Ada angin apa kau datang kemari, Zainuddin?”
Zainuddin : “Saya ingin bersilaturahim ke tanah nenek moyang saya, Mande. Saya juga ingin
belajar agama dan menetap untuk sementara waktu disini, jika Mande berkenan.”
Mande Jamilah : (dengan nada tidak senang) “Boleh saja, tapi….”
Zainuddin : (menyodorkan uang) “Saya bisa membantu Mande dan saya berusaha untuk tidak
merepotkan Mande.”
Mande Jamilah : (Menerima uang dengan senang) “bukan itu maksud mande zainudin, tapi dak baa
do, Mande siapkan dulu kamar untukmu.”

(scane 3)

Setiap hari, Zainuddin pergi ke surau untuk belajar mengaji. Tidak lupa ia mengenakan pakaian
terbaiknya, Al-Quran pemberian Mak Base, dan peci yang bagus. Ia melangkah dengan senang hati
dan berharap dirinya mendapatkan pahala yang banyak. Namun hari ini menjadi hari yang tidak
terlupakan bagi Zainuddin.Hujan turun deras selepas mengaji membuat para murid mengaji terjebak
dan tidak bisa pulang. Tepat di samping Zainuddin, berdirilah seorang gadis elok nan jelita dan
langsung mencuri hati Zainuddin.
(tari payung)
Hayati : (sedih, bergumam) “Bagaimana ini, tidak bisa pulang!”
Zakia : “ba’a lai hayati, mano drama korea zakia alun siap ditonton mancaliak oppa2 tu
ha ndeeh tabang adiak .”
Hayati : “hayati ndak buliah pulang terlalu larut.”
Zakia : “den iyo lo ma hayati. eh, Hayati. caliak lah pemuda disampiang tu mancaliak
taruih, ha tu manga nyo tu mambao palepah pisang tu ”
Hayati : (kaget) “masa iyo zakia? Manga nyo mancaliak ?”
Zakia : “Entahlah, mungkin terpesona oleh kecantikanmu. (kemudian zakia
mengeraskan suaranya ) ndeh baa ko aa ka pulang, talambek pulang ndak bisa kito lalok hayati, anak
gadih tu ndak bulih pulang malam do ”
Tiba-tiba, Zakia melangkah mundur dan tinggalah Hayati dan Zainuddin yang masih berdiri di teras
masjid.
Zainuddin : (menyerahkan pelepah pisang) “Pakailah ini sbg payung , jika encik berkenan.”
Hayati : (tersenyum) “Jikalau aku yang memakainya , bagaimana dengan encik?”
Zainuddin : “Saya bisa bermalam disini jika hujan tak kunjung reda.”
Hayati : “Tapi itu akan menyusahkan encik.”
Zakia : pakai se lah hayati
Zainuddin : “ tidak apa’ Saya Zainuddin, tinggal di rumah Mande Jamilah. Siapa nama encik?
Hayati : “Nama saya Hayati. Terimakasih banyak encik.Semoga hujan ini membawa
berkah bagi kita semua. ”
Dengan langkah berat, Hayati pulang dengan mengenakan payung dari pelepah pisang milik
Zainuddin.Sementara Zainuddin sendiri memperhatikan Hayati dengan terpana.

(scane 4)

Takdir Zainuddin bernasib baik.Ia dan Hayati menjadi sahabat baik dan sering berkirim surat secara
diam-diam. Selama mereka berkirim surat, Zainuddin mencurahkan isi hatinya perihal kehidupannya
selama di Minangkabau. Saat Zainuddin berada di Makassar, ia dianggap sebagai orang Minang.
Ketika Zainuddin berada di Minangkabau, ia dianggap sebagai orang makassar. Sampai pada suatu
hari, Zainuddin menyatakan cinta kepada Hayati.Tentu saja gembira hati Hayati. Akhirnya mereka
memutuskan untuk bertemu.

Hayati: “ angku sudah lama kah angku menungguku”

Zainudin :” hayati, kekasihku senangnya hati ini melihatmu”


Hayati :” iya angku, kalau begitu mari kita rayakan hari ini sebagai hari istimewa kita, makan pecal
ayam mbak lala lamak angku”

Zainuddin :” jangan lai hayati hari pangujan makan mahal,trauma angku hayati, katong pun sarek
kini”

Hayati : pilik e lai angku (merajuk pergi)

Zainudin: hayati kekasihku, makan langkitang sajo awak hayati (sembari berteriak)

(scane 5)

Hayati pulang dengan hati gembira namun kedatangan sudah di tunggu oleh ninik mamaknya yang
sudah memata matai hayati dan zainuddin.

Mamak hayati 1 : “caliak lah hayati semakin dipadiyaan semakin menjadie, alah malu ambo sebagai
mamaknyo mandanga kaba inyo baduo” jo zainuddin”
Mama hayati 2 :”iyo bia ambo yang ngecek ka hayati beko”
Mamak hayati 1 : “ndak mangecek se mak, awak ko mamaknyo apo keputusan awk itu yang terbaik
untuk kapanakan.”
Mamak hayati 2: “ndak bisa mode itu, inyo tu padusi, kito pikek balang jo balang mangecek dari hati
ka hati”
(hayati pun datang)
Mamak 2: “hayati duduklah dulu, ado yang ka amak sampaikan”
Hayati : “apo tu mak”
Mamak 2: “kau tau ndak zainuddin alah amak usia dari batipuh”
Hayati : “apoo! sampai hati mamak pado kapanakan”
Mamak 2 :” iyo, sesuai janji lebih ancak nyo pai ka padang panjang atau ka bukittinggi, kok lai amuah
nyo ancak lai kalo nyo masuk stikes perintis padang. Yang motonyo we are the firts wearethe best”
Hayati :” kenapo mak angku zainudin harus diusir, hubungan kami suci, indak bacampu jo perbuatan
yang melangga sopan jo santun”
Mamak 2 : “Hayati cinta kau tu hanyo nafsu sajo, marusak adat, mancoreng muko ninik mamak kau
ko”
Hayati :”tapi angku zainuddin alah memilih hayati sebagai istrinyo mak”
Mamak 2 :”di ma ka bisa, baa tu penonton? Inyo ndak basuku, kasia anak kau ka babako, indak bisa
jadi tompangan hidupuntuk anak kau tu do”
Hayati:” inyo keturunan minang mak, anak pendekar sutan”
Mamak 2:” indak inyo urang terusir, selamo gunung singgalang dan gunug marapi tagak manjulang
salamo itu pulo adat dak lakok dek hujan dalakang dek paneh”

Sementara itu zainuddin terpaksa pergi meninggalkan batipuh, tapi sebelum itu ia bertemu dengan
hayati.
Hayati : “angku zainuddin”
Zainudin : “hayati kekasihku”
(tari bole chudian)

Hayati : angku maafkan ati, indak bisa bebuek apopun untuk hubunganko

Zainudin : its oke beauty, tapi aku takut kehilanganmu hayati

Hayati : jangan risau uda, udalah pemilik hatiko, jiko indak di dunia maka di akhrirat, ati tidak akan
mengingkari janji ati angku. Ambilah selendang atiko ko uda sebagai azhimat untuk uda (hayati
mengalungkan selendang ke pada zainudin)
Zainuddin: baun lai selendang ko hayati, la bara tahun ndak di cuciko (menahan hayati mengalungkan
selendang )

Hayati: dari patamo bali uda, capek la uda lamo bana, (kembali mengalungkan)

(lagu korea)

Ketika ada acara pacuan kuda di padang panjang hayati berniat menemui zainudin, setelah meminta
izin hayatipun pergi kerumah temannya khadijah disitulah dia bertemu dengan aziz kakak khadijah
yang kelak menjdi suaminya

Hayati : assalamualaikum

Khadijah : eh hayati tambah cantik sabahabat den ko ruponyo, selfi lu hayati, cekrek cekrek nah
langsung masuk ka ig

Hayati : apo ig tu khadijah

Khadijah: “dak tau ati do? Ndak sampai berarti ka kampung ati ig tu do, oh iyo ati kenalkan kakak
khadijah namonyo aziz , uda aziz(teriak) iko hayati kawanku uda

Hayati : hayati(bersalaman)

Aziz: eh iko hayati, kamek ruponyo. Debuk love uda mancaliak hayati

(tari lagu pandangan pertama)

Aziz pun menyukai hayati, orang tua azizpun mengirimi surat lamaran kepada keluarga hayati
bersmaan dengan itu zainudin juga mengirimi surat lamaran untuk hayati, tetapi pinangan aziz lah
yang diterima, mendengar kabar tersebut zainuddin jatuh sakit, hayati yang sudah menikah dengan
azizpun menjenguk zainuddin.

(scane 6 )

Muluk :” sudah lama kau sakit zainudian, jan lamo bana sakik hati tu, tak tega aku melihatmu, ada
hayati datang bangunlah.
Zainuddin : (berdiri) “Oh Hayati, aku tahu kau tak akan menghianatiku.”
Hayati : (menangis) “Maafkan Hayati, Zainuddin.”
Zainuddin : “Apa yang kau bicarakan? Aku telah siap menikah denganmu.Bahkan cincin pun
telah kubeli.”
(Hayati terdiam)
Zainuddin : (mengambil cincin) “Kemarikan tanganmu, Hayati. Biar kupasangkan cincin yang
indah ini.”
(Hayati masih terdiam, menangis)
Lalu, Zainuddin menggenggam tangan Hayati. Betapa terkejutnya ia bahwa di jari manis Hayati,
terpasang sebuah cincin. Ia menatap Hayati dengan kecewa, sangat kecewa.
Zainuddin : “rupanya sudah kepunyaan oranglain. Haram aku menyentuh tanganmu.”
Hayati : “Zainuddin…..”
Zainuddin : (kembali berbaring dan membelakangi semua) “Pergi semuanya! Keluar! Aku tak
akan berhubungan dengan mereka lagi!”
Ketika Hayati hendak menepuk pundak Zainuddin, dengan kasar, Aziz menarik Hayati dan
menyeretnya keluar.Semua tampak bersedih pada hari itu.
Muluk :” sudah lah engkau harus bangkit zainuddin, kulihat banyak hikayat dan esai di mejamu,
kenapa tidak kamu krimkan kepenerbit, mari kita merantau ke surabaya kudengar banyak pekerjaan
disana
Zainudin :” benarkan bg muluk saya harus bangkit”

(scane7)
Akhirnya zainudin merantau ke surabaya, diapun menjadi orang sukses dan menjadi seseorang yang
sangat darmawan, dan akibat kebiasaan buruk aziz mereka terlilit hutang dan menumpang dirumah
zainudin, tapi setelah itu terdengar kabar kalau aziz telah menceraikan hayati dan bunuh diri karena
merasa bersalah aziz mengikhlas hayati untuk zainudin tapi zainudin menolak untuk itu karna iya
merasa permatanya sudah hilang,

Zainuddin : “hayati kamu harus pulang ke kampungmu, biar ongkos dan biaya hiupmu aku yang
menanggung

Hyati :” tidak angku, izinkan aku memanggil namamu seperti dulu,angku zainudddin perasaanku
masih sama seperti yang dulu

Zainudin : tidak kamu hayati seorang janda dari sabahabatku aziz.

Hayati : sungguh tega angku berucap seperti itu, masih dendamkah angku padaku

Zainuddin : “tidak ini sudah kewajiban ku sebagai seorang sahabat hayati, besok pagi ada kapal
berangkat menuju andalas, pulang ketanah minangkabau yang adatnya tak lakang oleh panas tak
lapuk oleh hujan

Dengan berat hati hayati meninggalkan kota surabaya dan zainudin tentunya, tetapi tuhan berkata lain
kapal yang hayati tumpangi tenggelam, zainuddin mendengar berita itu langsung mencari hayati.

(scane 8)

Zainudin : “hayati kekasihku”

Hayati : zainudin, aku senang melihatmu, ketahuilah kalau matiku ini dalam mengenangmu, bacakan
2kalimatsyahadat zainudin.

Zainudin:”tidak”

Hayati: capek se lah, lamo bana yo dak penonton(duduk lalu berbaring kembali)

Muluk : bacoan se zainudin, siap ko cari cewek lain, bia den tolongan

Hayati:” jan mangecek juo lai”

Zainuddin : “Asyhadu alaa ilahaillallah. Wa asyhadu anna muhammadarrasulullah.”


Hayati : “Asyhadu alaa ilahaillallah. Wa asyhadu anna muhammadarrasulullah.”
Maka setelah mengucapkan kalimat suci itu, kedua mata Hayati terpejam dan menjemput kemuliaan
di Surga.Semua yang hadir menangis namun Hayati, meninggal dengan tenang.
Begitulah takdir Tuhan.Terkadang kita dipertemukan bukan berarti untuk hidup bersama.Dan karena
tidak bisa bersama, bukan berati saling membenci apalagi mendendam.

(lagu dan tari???)