You are on page 1of 7

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

DALAM PEMBANGUNAN PERTANIAN BERKELANJUTAN


(Studi Pada Desa Asmorobangun, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri)

Lifa Indri Astuti, Hermawan, Mochammad Rozikin


Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya, Malang
E-mail: liffaindria@gmail.com

Abstract: Community Empowerment in Sustainable Agricultural Development (Study at Desa


Asmorobangun, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri). One of the duties of the nation is to
provide the prosperity for the citizen through a development. The development is conducted by the
government in order to reach the economic growth by utilizing all agriculture potentials and by
organizing community development. In this study has yhe purpose is to know, describe and analyze
the empowerment of the community in the village of Asmorobangun in sustainable agricultural
development. Type of research is descriptive with qualitative approach data analysis uses
Creswell’s model. Asmorobangun Village has a resource potential that is needed can apply
sustainable agriculture development for community welfare. Through empowerment which
involves several stages such as enlightenment, capacity building, and enforcement, hereby, the
awareness, capacity, skill and strength of the community can be improved to exploit all potentials.
The support given to the community in sustainable agriculture development is already not
maximum. Despite this support, there are factors constraining community empowerment in
sustainable agriculture development. These constraints may come from community, very few
numbers of agriculture counselor, natural resource inadequacy, and also weather factor at
Asmorobangun Village such that the empowerment process cannot be made maximum.

Keywords: community empowerment, development, sustainable agriculture

Abstrak: Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pembangunan Pertanian Berkelanjutan (Studi


Pada Desa Asmorobangun, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri). Salah satu tugas negara
adalah mensejahterakan warga negaranya yang dapat diwujudkan melalui pembangunan.
Pembangunan yang dilakukan pemerintah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi dengan
memanfaatkan potensi pertanian yang dimiliki melalui pemberdayaan masyarakat. Pada penelitian
ini memiliki tujuan yaitu mengetahui, mendiskripsikan, dan menganalisis pemberdayaan
masyarakat di Desa Asmorobangun dalam pembangunan pertanian berkelanjutan. Jenis penelitian
ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif menggunakan analisis model Creswell. Desa
Asmorobangun memiliki potensi sumber daya dapat menerapkan pembangunan pertanian
berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat. Melalui proses pemberdayaan yang dilakukan
dengan tahap penyadaran, pengkapasitasan dan pendayaan masyarakat dapat meningkatkan
kesadaran, kemampuan, keahlian dan kekuatan untuk memanfaatkan potensi yang dimiliki.
Dukungan yang diberikan kepada masyarakat untuk pembangunan pertanian berkelanjutan belum
maksimal. Selain dukungan masih terdapat hambatan yang dihadapi dalam pemberdayaan
masyarakat dalam pembangunan pertanian berkelanjutan. Hambatan yang dihadapi berasal dari
masyarakat, kuantitas penyuluh pertanian, keterbatasan sumber daya alam yang belum mencukupi
serta faktor cuaca di Desa Asmorobangun sehingga proses pemberdayaan kurang maksimal.

Kata kunci: pemberdayaan masyarakat, pembangunan, pertanian berkelanjutan

Pendahuluan terjadi ekploitasi terhadap sumber daya alam


Salah satu tugas utama dibentunya suatu yang dimiliki untuk meweujudkan kesejahteraan.
Negara adalah meningkatkan kesejahteraan Pembangunan yang hanya mengejar
warga Negara. Kesejahteraan dapat diwujudkan pertumbuhan dan tidak memperhatikan aspek
melalui pembangunan. Pembangunan tidak lingkungan berdampak kurang baik bagi
hanya mengejar pertumbuhan namun juga perlu lingkungan dan bagi keberlangsungan
memperhatikan aspek lingkungan sehingga tidak kehidupan. Revolusi hijau merupakan salah satu
bentuk pembangunan yang mengeksploitasi

Jurnal Administrasi Publik (JAP), Vol. 3, No. 11, Hal. 1886-1892 | 1886
lahan pertanian. Dampak positif yang dirasakan Berdasarkan permasalah dan kondisi yang
adalah mampu melakukan swasembada pangan dihadapi masyarakat di Desa Asmorobangun
pada tahun 1984. Sedangkan, dampak negatif sehinga perlu dilakukan pemberdayaan
yang dirasakan adalah ketergantungan terhadap masyarakat dalam pembangunan pertanian
pupuk anorganik dan terjadi penurunan berkelanjutan. Maka penulis merumuskan
kesuburan tanah. Berdasarkan hasil penelitian masalah (1) Bagaimanakah pemberdayaan
Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat, Deptan masyarakat dalam pembangunan pertanian
(1995) menunjukkan bahwa sampai dengan berkelanjutan di Desa Asmorobangun Kec.
Pelita IV, kadar bahan organik tanah sawah di Puncu Kab. Kediri, (2) Apakah yang menjadi
Indonesia jika dibandingkan dengan keadaan faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam
pada Pelita I telah menurun menjadi tinggal pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan
sekitar 1,5 %. pertanian berkelanjutan.
Berdasarkan dampak yang ditimbulkan Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui,
akibat dari penggunaan pupuk anorganik maka mendiskripsikan dan menganalisis
diperlukan pembangunan yang berwawasan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan
lingkungan. Pemerintah melakukan berbagi pemerintah dalam pembangunan pertanian
upaya proteksi untuk menjaga lingkungan dan berkelanjutan, serta mengetahui,
lahan pertanian. Hal tersebut tertuang dalam mendiskripsikan dan menganalisis faktor
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 pendukung dan penghambat dalam
Tahun 2009 tentang Perlindungan dan pemberdayaan. Manfaat penelitian sebagai
Pengelolaan Lingkungan Hidup. Menurut sumbangan masukan dan pemikiran terkait
Sugandhy & Hakim (2007, h.4) pembangunan dengan pengembangan konsep pemberdayaan,
berwawasan lingkungan hidup merupakan upaya pembangunan berkelanjutan dan memberikan
sadar dan terencana yang memperhatian masukan, informasi kepada Pemerintah
lingkungan hidup, termasuk sumber daya dalam Kabuaten Kediri dan Masyarakat Desa
proses pembangunan serta menjamin Asmorobangun.
kemampuan, kesejahteraan, dan mutu hidup pada
saat ini dan generasi yang akan datang. Sehingga Tinjauan Pustaka
pembangunan berwawasan lingkungan perlu 1. Definisi Administrasi Publik
memperhatikan lingkungan dan sumber daya Menurut Sondang P. Siagian dalam Syafri
sehingga pembangunan tidak hanya (2012, h.8-9) Administrasi didefinisikan sebagai
memperhatikan dampak pada satu sektor tetapi keseluruhan proses kerja sama yang dilakukan
juga memperhatikan sektor lain. oleh dua orang atau lebih yang didasarkan atas
Kabupaten Kediri masih memiliki lahan berpikir secara rasional untuk mencapai tujuan
pertanian yang cukup luas yaitu 47.786 Ha dari yang telah ditentukan dan disepakati bersama
luas keseluruhan 138.605 Ha. Di Desa sebelumnya.
Asmorobangun yang merupakan desa yang Menurut Herbert A. Simon, Donald W.
memiliki produk unggulan cabai dan jagung serta Smithburg & A. Thomson dalam Syafri (2012,
memiliki potensi yang bagus untuk dilakukan h.8-9) administrasi dalam arti luas diartikan
pembangunan pertanian berkelanjutan. Potensi seagai kegiatan sebuah kelompok yang
yang dimiliki tidak hanya lahan yang luas namun melakukan kerjasama unutk mencapai tujuan
juga sumberdaya ternak dan dukungan Gapoktan bersama. Terdapat tiga inti dari pengertian
dalam melaksanakan fungsinya. tersebut, yaitu: (1) administrasi merupakan
Masyarakat Desa Asmorobangun memiliki serangkaian kegiatan; (2) kegiatan yang
potensi namun juga memiliki kendala yang dilaksanakan dalam rangka kerja sama
dihadapi untuk mewujudkan pembangunan kelompok; (3) kerjasama kelompok dilakukan
pertanian berkelanjutan yaitu sumber daya untuk mewujudkan tujuan bersama.
manusia yang masih rendah, masih terdapat 2. Definisi Pembangunan
kelompok tani yang kurang aktif, permasalahan Mardikanto & Soebiato (2013, h.6)
modal dan iklam juga berpengaruh atas usaha mengatakan pembangunan merupakan upaya
pertanian yang dijalankan sehinga diperlukan yang dilakukan secara sadar dan terencana,
pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan dilaksanakan terus menerus oleh pemerintah
masyarakat bertujuan untuk kemandirian bersama-sama segenap warga masyarakatnya
masyarakat dan dapat keluar dari masalah yang atau dilaksanakan oleh masyarakat dengan
dihadapi oleh petani. Pemerintah melindungi dipimpin oleh pemerintah, dengan menggunakan
petani yang berlandaskan pada Undang-Undang teknologi yang terpilih, untuk memenuhi segala
Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2013 kebutuhan atau memecahkan masalah yang
Tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani. sedang dan akan dihadapi, demi tercapainya

Jurnal Administrasi Publik (JAP), Vol. 3, No. 11, Hal. 1886-1892 | 1887
mutu-hidup atau kesejahteraan seluruh warga memaksimalkan dampak sosial dari pemanfaatan
masyarakat dari suatu bangsa yang sumber daya biologis dengan memelihara
merencanakan dan melaksanakan pembangunan produktivitas dan efisiensi produksi komoditas
tersebut. Pembangunan tidak dapat dilakukan pertanian yang dihasilkan, pertanian
oleh pemerintah juga perlu adanya partisipasi berkelanjutan juga memperhatikan pentingnya
masyarakat agar pembangunan dapat berjalan memelihara kualitas lingkungan hidup, dan
sesuai dengan kebutuhan dan keinginan menjaga produktifitas sumber daya yang tersedia
masyarakat. untuk memenuhi kebutuhan masa sekarang dan
Menurut Sugandhy & Hakim (2007, h.4) masa mendatang.
mengatakan pembangunan merupakan upaya Terdapat lima dimensi sistem pertanian
sadar dalam mengelola dan memanfaatkan berkelanjutan menurut Zamora dalam Salikin
sumber daya alam untuk meningkatkan (2003, h.16) yaitu (1) ekologi; (2) kelayakan
kemakmuran rakyat, baik untuk mencapai ekonomi; (3) kepantasan budaya; (4) kesadaran
kemakmuran lahir maupun untuk mencapai sosial; (5) pendekatan holistik.
kepuasan batin sehingga penggunaan sumber Tujuan pertanian berkelanjutan menurut
daya alam harus selaras, serasi dan seimbang Manguiat dalam Salikin (2003, h.13-14) ada
dengan fungsi lingkungan hidup. tujuh macam kegiatan untuk mencapai
3. Pembangunan Berkelanjutan peningkatan kualitas hidup, yaitu: (1)
Asdak (2012, h.39) mengatakan meningkatkan pembangunan ekonomi; (2)
pembangunan yang dapat memenuhi kebutuhan memprioritaskan kecukupan pangan; (3)
kita saat ini tanpa menghilangkan kemampuan meningkatkan pengembangan sumber daya
generasi yang akan datang untuk memenuhi manusia; (4) meningkatkan harga diri; (5)
kebutuhan mereka. Untuk tercapainya memberdayakan dan memerdekakan petani; (6)
pembangunan berkelanjutan, diperlukan tiga menajaga stabilitas lingkungan (aman, bersih,
syarat, yaitu terlanjutnya secara ekologis, seimbang, diperbarui); dan (7) memfokuskan
ekonomi dan sosial. Keambrukan jalannya tujuan produktifitas untuk jangka panjang.
pembangunan dapat terjadi apabila salah satu Sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan
syarat tidak terpenuhi. Dengan demikian, dengan memperhatikan aspek ekonomi,
pembangunan berkelanjutan dapat diartikan lingkungan dan sosial.
sebagai meningkatkan kualitas hidup secara 5. Pemberdayaan Masyarakat
berkelanjutan. Anwas (2013, h.3) pemberdayaan
Martopo & Mitchell Sumarwoto dalam masyarakat merupakan upaya menjadikan
Sugandhy & Hakim (2007, h.22) mengatakan masyarakat berdaya dan mandiri, mampu berdiri
pembangunan berkelanjutan adalah perubahan diatas kakinya sendiri. Pemberdayaan
yang menuju kearah positif atau lebih baik masyarakat pada dasarnya mengubah perilaku
didalam aspek sosial, ekonomi yang masyarakat kearah yang lebih baik sehingga
pelaksanaannya tidak mengabaikan aspek kualitas dan kesejahteraan hidupnya secara
ekologi atau lingkungan dan sosial dimana bertahap dapat meningkat. Sedangkan menurut
seluruh lapisan masyarakat bergantung kepada Mardikanto & Soebiato (2013, h.16)
aspek lingkungan. Keberhasilan penerapan pemberdayaan merupakan serangkaian kegiatan
pembangunan berkelanjutan memerlukan untuk memperkuat dan atau mengoptimalkan
kebijakan, perencanan dan proses pembelajaran keberdayaan (dalam arti kemampuan dan atau
sosial yang dilakukan secara terpadu. keunggulan bersaing) kelompok lemah dalam
4. Pertanian Berkelanjutan masyarakat, termasuk individu-individu yang
Salikin (2003, h.15) mengatakan megalami masalah kemiskinan.
pembangunan pertanian yang dimaksud adalah Wrihatnolo dan Dwidjowijoto (2007, h.2-5)
pembangunan pertanian dalam arti luas, meliputi membagi tiga proses pemberdayaan, pertama,
bidang-bidang pertanian tanaman pangan, tahap penyadaran, target sasaran adalah
holtikultura, perkebunan, kehutanan, peternakan, masyarakat yang kurang mampu yang harus
perikanan, dan kelautan. Pembangunan pertanian diberikan “pencerahan” dengan memberikan
harus dilakukan secara seimbang dan disesuaikan penyadaran bahwa mereka memiliki hak untuk
dengan daya dukung ekosistem sehingga mampu dalam menghadapi masalah yang
kontinuitas produksi dapat dipertahankan dalam dihadapi. Mereka harus diberikan motivasi
jangka panjang, dengan menekankan tingkat bahwa mereka mempunyai kemampuan untuk
kerusakan lingkungan sekecil mungkin. keluar dari lingkaran kemiskinan. Kedua, tahap
Definisi pertanian berkelanjutan menurut pengkapasitasan, tahap ini terdiri dari tiga jenis
Nasution dalam Salikin (2003, h.12) bahwa pengkapasitasan yaitu pengkapasitasan manusia,
kegiatan pertanian dilakukan untuk organisasi dan sistem nilai. Pengkapasitasan

Jurnal Administrasi Publik (JAP), Vol. 3, No. 11, Hal. 1886-1892 | 1888
manusia dilakukan dengan memberikan a) Faktor-faktor pendukung; dan
pendidikan, pelatihan, dan kegiatan lainnya b) Faktor-faktor penghambat.
untuk meningkatkan keterampilan individu atau Lokasi penelitian berada di Kabupaten
kelompok. Pengkapasitasan organisasi dilakukan Kediri dan situs penelitian berada di Dinas
dengan melakukan restrukturisasi organisasi Pertanian Kabupaten Kediri dan Desa
sehingga dapat memunculkan inovasi baru dalam Asmorobangun Kecamatan Puncu Kabupaten
perubahan yang dilakukan. Pengkapasitasan Kediri. Sumber data yang digunakan didapat dari
sistem nilai dilakukan dengan membuat “aturan data primer dan data sekunder. Pengumpulan
main” didalam organisasi yang berupa peraturan data dilakukan dengan cara waeancara,
yang harus dipatuhi oleh seluruh anggotanya. observasi. Data sekunder diperoleh dari
Ketiga, tahap penyadaran pada tahap ini target dokumen, buku-buku sebagai pembanding data
sasaran diberikan daya atau kekuatan, kekuasaan, yang diperoleh. Instrumen penelitian terdiri dari
otoritas atau peluang yang disesuaikan dengan peneliti sendiri, pedoman wawancara dan catatan
kemampuan yang dimiliki sehingga target lapangan. Analisis data menggunakan proses
sasaran dapat menjalankan kekuasaan yang analisis data yang ditulis oleh Creswell (2012,
diberikan dan mampu membawa perubahan lebih h.277). Analisis model Creswell terdiri dari enam
baik. langkah yaitu (1) data mentah yang diperoleh
6. Pemberdayaan Masyarakat Petani dipersiapkan untuk dianalisis; (2) Membaca
Berdasarkan Undang-Undang Republik keseluruhan data; (3) Men-coding data; (4)
Indonesia Nomor 19 Tahun 2013 tentang menerapkan proses coding untuk
Perlindungan & Pemberdayaan Petani pada Pasal mendeskripsikan kategori, tema-tema yang akan
1 Ayat 2 tertulis pengertian pemberdayaan petani dianalisis; (5) menunjukkan deskripsi dan tema-
yang berbunyi “pemberdayaan petani adalah tema yang akan disajikan dalam narasi atau
segala upaya untuk meningkatkan kemampuan laporan kualitatif; (6) Menginterpretasi tema-
petani untuk melaksanakan usaha tani yang lebih tema/deskripsi-deskripsi.
baik melalui pendidikan dan pelatihan,
penyuluhan dan pendampingan, pengembangan Pembahasan
sistem dan sarana pemasaran hasil pertanian, 1. Pemberdayan Masyarakat dalam
konsolidasi dan jaminan luasan lahan pertanian, Pembangunan Pertanian Berkelanjutan di
kemudahan akses ilmu pengetahuan, teknologi Desa Asmorobangun Kecamatan Puncu
dan informasi, serta penguatan kelembagaan Kabupaten Kediri
petani”. Petani perlu diberikan perlindungan a) Proses Pemberdayaan
serta pemberdayan supaya petani Pemberdayaan yang dilakukan untuk
memiliki kapasitas untuk terus tumbuh dan masyarakat Desa Asmorobangun akibat dari
berkembang menjadi lebih sejahtera. dampak negatif penggunaan pupuk anorganik
pada masa revolusi hijau. Proses pemberdayaan
Metode Penelitian dilakukan untuk meningkatkan kemandirian
Jenis penelitian yang digunakan didalam masyarakat, meningkatkan kesejahteraan dan
penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif mampu menjaga lingkungan. Proses
dengan pendekatan deskritif. Sugiyono (2011:4) pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan
jenis penelitian dapat diklasifikasikan dengan tiga tahap.
berdasarkan, tujuan, dan tingkat kealamiahan Pertama, tahap penyadaran. Tahap ini
(natural setting) objek yang diteliti. masyarakat Desa Asmorobangun diberikan
Fokus penelitian ini adalah (1) penyadaran melalaui sosialisasi secara lisan dan
Pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan demplot yang dilakukan oleh penyuluh pertanian
pertanian berkelanjutan di Desa Asmorobangun dan tokoh-tokoh masyarakat. Penyadaran
Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri, meliputi: dilakukan dengan tujuan merubah mindset
a) Proses pemberdayaan; masyarakat tentang dampak pupuk anorganik
b) Aktor pemberdayaan; dan manfaat pupuk organik. Sehingga, petani
c) Program dan kegiatan pemberdayaan; merubah perilakunya dengan menggunakan
d) Dukungan anggaran dan SDM, dan sarana pupuk organik untuk lahan pertaniannya.
produksi; Kedua, tahap pengkapasitasan. Pada tahap
e) Capaian hasil pemberdayaan dalam ini masyarakat diberian kapasitas atau
pertanian berkelanjutan, kemampuan dan ketrampilan. Pelatihan diberian
(2) Faktor-faktor pendukung dan penghambat baik untuk petani unutk mengolah limbah ternak
pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan dan limbah pertanian menjadi pupuk bokashi
pertanian berkelanjutan di Desa Asmorobangun atau organik, dan limbah pertanian juga
Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri, meliputi: dimanfaatkan sebagai pakan ternak sapi.

Jurnal Administrasi Publik (JAP), Vol. 3, No. 11, Hal. 1886-1892 | 1889
Pelatihan juga diberikan kepada wanita tani Asmorobangun, dan sumber daya manusia petani
untuk mengolah hasil pertanian menjadi masih rendah sebab anggota gapoktan hanya
makanan olahan berupa kripik. Pengkapasitasan terdapat 70 orang atau 24% berpendidikan SMA
organisasi juga dilakukan baik didalam Gapoktan sederajat dan berpendidikan Sarjana hanya 8
maupun didalam kelompok tani. pengkapasitasan orang atau 2,8%. Dukungan sarana produksi
nilai yang dilakukan oleh Gapoktan adalah yang dimiliki oleh masyarakat maupun Gapoktan
dengan membuat AD-ART (Anggaran Dasar- berasal dari bantuan pemerintah dan ada yang
Anggaran Rumah Tangga) yang berfungsi untuk diadakan oleh kelompok tani sendiri dari hasil
memenuhi hak dan kewajiban anggota. usaha tani.
Ketiga, tahap pendayaan. Tahap ini e) Capaian Hasil Pemberdayaan dalam
memberikan kekuasaan kepada masyarakat untuk Pertanian Berkelanjutan
menerapkan pertanian berkebajutan, masyarakat Pemberdayaan masyarakat yang selama ini
diberikan kepercayaan untuk mengelola sumber dilakukan di Desa Asmorobangun dapat
daya yang dimiliki serta kemampuan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari
ketrampilan yang telah diberikan. partisipasi usaha tani yang telah dilaksanakan.
masyarakat yang lain juga akan mendukung dan Pemberdayaan masyarakat yang telah dicapai
pertanian berkelanjutan. yaitu perubahan mindset petani untuk
b) Aktor Pemberdayaan menggunakan pupuk organik dan mengurangi
Aktor pemberdayaan yang berperan dalam ketergantungan dengan pupuk anorganik, mampu
pembangunan pertanian berkelanjutan di Desa mengolah limbah pertanian dan limbah ternak
Asmorobangun adalah pegawai Dinas Pertanian menjadi pupuk bokashi atau organik, dapat
Keupaten Kediri yang di wakili oleh Mantri Tani mengelola Dana PUAP hingga berkembang dan
yang bertugas melakukan koordinasi program menjadi Juara 1 Tingkat Provinsi, mampu
yang diberikan dari dinas dengan kelompok tani mengadakan sarana produksi dari hasil usaha tani
terkait dengan pelaksanaan program yang akan kelompok tani. Capaian dari pemberdayaan juga
diberikan. Pelaksanaan program yang diberikan memberikan dampak pada aspek pertanian
kepada kelompok tani maka akan didampingi berkelanjutan yang terdiri dari aspek ekonomi,
oleh seorang penyuluh pertanian lapangan yang lingkungan dan sosial. Aspek ekonomi
bertugas sebagai pendampingan teknis. Aktor memberikan dampak bahwa petani dapat
pemberdayaan juga berasal dari tokoh menekan biaya produksi pertanian dengan
masyarakat dan pengurus serta anggota menggunakan pupuk organik yang diproduksi
Gapoktan. oleh Gapoktan dan kelompok tani, masalah
c) Program dan Kegiatan Pemberdayaan ekonomi atau permodalan masayarakat terbantu
Program dan Kegiatan dirumuskan oleh dengan adanya Lembaga Keuangan Mikro
Dinas Pertanian Kabupaten Kediri, yang tertulis (LKM), wanita tani dapat mengolah hasil
dalam Rencana Strategis (Renstra) yang pertanian menjadi produk makanan sehingga
memiliki jangka waktu lima tahun yaitu tahun dapat meningkatkan pemasukan. Aspek
2011-2015. Desa Asmorobangun sebelum Tahun lingkungan, petani sudah mengurangi
2014 telah mendapatkan dan melaksanakan penggunaan pupuk organik untuk lahan
program yaitu program prima tani dan program pertaniannya sehingga dapat meningkatkan
Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan kesuburan tanah, pemanfaatan limbah pertanian
(PUAP). Setiap tahun Desa Asmorobangun jga dijadikan pakan ternak dapat lebih bermanfat
menerapkan programa dari Balai Penyuluhan sehingga tidak terbuang sia-sia dan mengotori
Pertanian Kecamatan Puncu sesuai sasaran yang lingkungan. Aspek sosial, rasa kepedulian sosial
akan dicapai. masyarakat diwujudkan dengan didirikannya
d) Dukungan Anggaran, SDM, dan Sarana pusat pelatihan pertanian pedesaan swasdaya
Produksi yang bertujuan unutk memberikan elatihan
Sumber anggaran dalam melaksanakan pertanian kepada masayarakat tentang pertanian,
Program dan kegiatan pemberdayaan di Desa Gapoktan juga memperhatikan lingkungan social
Asmorobangun berasal dari APBN, APBD, dan dengan menyisihkan sebagian keuntungan
berasal dari sumber daya lainnya. Sedangkan usahasebesar 5% yang digunakan untuk dana
untuk pembiayaan usaha petani di dukung social dan dana pendidikan, Kandang komunal
dengan adalanya Lembaga Keuangan Mikro sapi miliki kelompok tani dapat menyerap tenaga
(LKM) yang bersumber dari Dana kerja sebab jumlah ternak sapi yang banyak
Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan sehingga diperlukan orang yang merawat dengan
(PUAP). Dukungan sumber daya manusia unutk sistem bagi hasil sehingga memberikan
mendukung pemberdayaan masih kurang sebab kesempatan kerja bagi masyarakat.
hanya terdapat seorang penyluh untuk Desa

Jurnal Administrasi Publik (JAP), Vol. 3, No. 11, Hal. 1886-1892 | 1890
2. Faktor Pendukung dan Penghambat untuk mengolah lahan pertanian, dan masalah
Pemberdayaan Masyarakat dalam permodalan petani sebab pada musim kemarau
Pembangunan Pertanian Berkelanjutan petani tidak ada pamasukan, sedangkan pada saat
di Desa Asmorobangun Kecamatan musim tanam petani harus pinjam modal.
Puncu Pengaruh musim juga menjadi kendala
a. Faktor Pendukung dalam aktifitas usaha tani, sebab petani Desa
Faktor pendukung berasal dari dukungan Asmorobangun hanya dapat bertanam dengan
pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk mengandalkan air pada musim hujan, apabila
petani Desa Asmorobangun dalam mengatasi musim kemarau petani tidak dapat mengolah
kemiskinan. Dana PUAP yang dihibahkan lahan sebab tidak terdapat air untuk lahan
kepada Gapoktan dapat dimanfaatkan sebagai pertaniannya.
dengan memberikan pinjaman modal dan Permasalahan petani juga dihadapi sebab
memiliki kewajiban mengembalikan setelah terdapat kelompok tani yang kurang aktif yang
panen sesuai ketentuan, selain itu pemerintah mengakibatkan fungsi dari kelompok tani kurang
memberikan kemudahan petani untuk melakukan memberikan manfaat kepada anggotanya, selain
pinjaman ke bank dapat difasilitasi oleh itu juga terdapat kelompok tani yang baru berdiri
Gapoktan. sehingga masih banyak belajar dalam mengelola
Partisipasi petani pengurus dan anggota kelompok tani.
dapat merubah mindset dan perilaku untuk Sumber daya pendukung yang menjadi
melakukan pemupukan menggunakan pupuk penghambat dalam pertanian berkelanjutan
organik, hal tersebut tidak lepas dari proses adalah keterbatasan penyuluh pertanian sebagai
penyadaran, sehingga masyarakat dengan pendamping petani sebab hanya terdapat seorang
sukarela melakukan partisipasi. penyuluh sehingga kurang fokus untuk
Sumber daya manusia penyuluh juga mendapingi kelompok tani, sarana produksi
menjadi faktor pendukung dalam proses pupuk bokashi hanya terdapat 3 unit dengan
pemberdayaan sebab dengan suber daya manusia kepemilikan berbeda namun belum dapat
yang baik dapat meyakinkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pupuk bokashi/organik.
proses pemberdayaan. Produk olahan hasil pertanian yang
Dukungan organisasi yang didirikan oleh petani diproduksi oleh wanita tani Desa Asmorobangun
dapat meningkatkan pengetahuan dan juga mengalami hambatan dalam pemasaran
kemampuan masyarakat dalam mengolah lahan produk yang dihasilkan. Walaupun pemerintah
pertaniannya yaitu Pusat Pelatihan Pertanian daerah sudah memfasilitasi pemasaran produk
Pedesaan Swadaya, selain itu juga terdapat dengan menyelenggarakan pasar lelang belum
dukungan Koperasi Pertanian (Koperta), mendapatkan hasil yang belum maksimal.
Koperasi Serba Usaha (KSU), Lembaga
Keuangan Mikro (LKM). Kesimpulan
Dukungan sarana produksi pertanian dapat Pembahasan yang sudah di sajikan dapat
mendorong kemandirian petani/kelompok tani ditarik kesimpulan bahwa pemberdayaan yang
dengan bantuan Alat Pengolah Pupuk Organik selama ini dilakukan untuk masyarakat Desa
(APPO) dapat mendukung produksi pupuk Asmorobangun dari proses pemberdayaan cukup
bokashi/organik untuk pemenuhan kebutuhan baik, namun yang perlu ditingkatkan adalah
petani. ketersediaan aktor pendamping bagi petani
Terdapat dukungan pelaku usaha yang dalam proses pemberdayaan tersebut, hasil dari
mana dalam hal ini adalah terdapat kios resmi pemberdayaan dalam pembangunan pertanian
penyalur pupuk bersubsidi dari pemerintah, berkelanjutan belum maksimal masih terdapat
selain itu juga menjalin kerjasama dengan petani hambatan. Faktor penghambat yang dihadapi
dengan memasarkan pupuk bokashi yang oleh masyarakaat dapat teratasi dengan
diproduksi oleh kelompok tani dan Gapoktan. memaksimalkan sumber daya pendukung dan
b. Faktor Penghambat faktor-foktor pendukung yang lainnya yang
Penghambat dalam pemberdayan pertanian dimiliki oleh masayarakat di Desa
pertanian berkelanjutan adalah masalah Asmorobangun Kecamatan Puncu Kabupaten
ketersediaan tenaga kerja dan upah yang mahal Kediri.

Daftar Pustaka
Anwas, Oos M. (2013) Pemberdayaan Masyarakat di Era Global. Bandung, Alfabeta.

Jurnal Administrasi Publik (JAP), Vol. 3, No. 11, Hal. 1886-1892 | 1891
Asdak, Chay. (2012) Kajian Lingkungan Hidup Strategis: Jalan Menuju Pembangunan
Berkelanjutan. Yogyakarta, Gadjah Mada University Press.
Creswell W. John. (2012) Research Design; pemdekatan kualitatif, kuantitatif dan Mixed.
Yogyakarta, Pustaka Pelajar.
Mardikanto, Totok dan Poerwoko Soebiato. (2013) Pemberdayaan Masyarakat Dalam Presektif
Kebijakan Publik. Bandung, Alfabeta.
Salikin, Karwan A. (2003) Sistem Pertanian Berkelanjutan. Yogyakarta, Kanisius.
Sugandhy, Aca dan Rustam Hakim. (2007) Prinsip Dasar Kebijakan Pembangunan Berkelanjutan
Berwawasan Lingkungan. Jakarta, PT Bumi Aksara.
Sugiyono. (2011) Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif R&D. Cetakan Ke-14. Bandung, Alfabeta.
Syafri, Wirman. (2012) Studi Tentang Administrasi Publik. Jatinangor, Erlangga.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan
Lingkungan Hidup. Jakarta, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2013 Tentang Perlindungan dan Pemberdayaan
Petani. Jakarta, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
Wrihatnolo, Randy R dan Riant Nugroho Dwidjowijoto. (2007) Manajemen Pemberdayaan: Sebuah
Pengantar dan Panduan untuk Pemberdayaan Masyarakat. Jakarta, Media Komputindo.

Jurnal Administrasi Publik (JAP), Vol. 3, No. 11, Hal. 1886-1892 | 1892